cover
Contact Name
Yoni Sunaryo
Contact Email
yonisunaryo@unigal.ac.id
Phone
+6282317426278
Journal Mail Official
sunaryoyoni@gmail.com
Editorial Address
Jl. R.E. Martadinata No. 150 Ciamis
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan)
Published by Universitas Galuh
ISSN : -     EISSN : 27226069     DOI : http://dx.doi.org/10.25157/j-kip.v1i2
Core Subject : Education, Social,
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) merupakan jurnal untuk mempublikasikan hasil penelitian dalam bidang Pendidikan. Terbit secara berkala satu tahun tiga kali yakni pada bulan Februari, Juni dan Oktober. J-KIP dikelola oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Galuh dan mempublikasikan kajian teori ataupun penelitian dalam bidang Pendidikan baik itu dari Peneliti, Mahasiswa, Guru, Dosen, dan Praktisi Pendidikan. Ruang lingkup artikel ilmiah yang dapat diterbitkan dalam J-KIP meliputi: Kurikulum dalam Pengajaran Kemampuan Berpikir Model Pembelajaran Media dan Multimedia Pembelajaran Penilaian (Assesment) dan Evaluasi dalam Pengajaran Pengembangan Profesional Guru Konsep Materi Pelajaran DDR
Articles 531 Documents
Perubahan Sistem Pemerintahan Kadaleman Kawasen Mendadi Desa Kawasen (1628-1811 M.) Fadilah, Fadilah; Brata, Yat Rospia; Budiman, Agus
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 4, No 2 (2023): JUNI
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v4i2.8912

Abstract

ABSTRACTIn the 16th century, Kadaleman Kawasen became one of the government systems that was influenced by Mataram. The change of the kadaleman system into a village was influenced by colonial policies that spread its power to Priangan. This study aims is to describe the process of changing the Kadaleman Kawasen government system into a village named Kawasen Village and to describe the comparison of the two systems. The method is using the historical method with for steps. The first is heuristic, it means the source collection stage. The second is criticism, it means researching the source, criticism is divided into external critism and internal criticism. The third is interpretations, it means interpreting the source and the fourth is historiography, it means writing of history. Kadaleman Kawasen  that had a district level position was abolished by the colonial government for some reason. Kadaleman Kawasen runs a government system under the reign of the Mataram Kingdom hegemony. The regent gains the position and power as a minor king who reigns in his territory with inherent privilages. While the Village Government systems was from changes in colonial policies that became their superiors. The form and structure of government is determined based on the customary law of each region.   Keywords: Government, Kadaleman, Kawasen, and Village
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MATERI BANGUN RUANG SISI LENGKUNG MELALUI PENERAPAN METODE POLYA DI KELAS IX E SMP NEGERI 1 SAGALAHERANG Rosana, Lilis Endah
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 4, No 2 (2023): JUNI
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v4i2.11045

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Bangun Ruang Sisi Lengkung melalui penerapan metode Polya di Kelas IX E SMP Negeri 1 Sagalaherang. Model PTK yang digunakan dalam penelitian ini adalah model Stephen Kemmis dan Robin Mc. Taggart. Penelitian ini menggunakan prosedur penelitian tindakan kelas dengan dua siklus, yaitu siklus I dan siklus II. Pada setiap siklusnya, dua pertemuan awal adalah pembelajaran dan satu pertemuan terakhir adalah post test dengan target nilai rata-rata kelas atau ketuntasan minimal, yaitu 75. Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil tahun pelajaran 2019/2020. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IX E SMP Negeri 1 Sagalaherang yang berjumlah 31 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meningkatkan hasil belajar siswa kelas IX E SMP Negeri 1 Sagalaherang pada materi Bangun Ruang Sisi Lengkung dapat dilakukan dengan menerapkan metode Polya. Hal ini terbukti dengan adanya peningkatan hasil post test siswa dari siklus I ke siklus II. Dimana hasil post tes pada siklus I 17 siswa dinyatakan tuntas KKM dengan persentase 54,84% dengan nilai rata-rata post test 73,23. Meningkat pada siklus II dengan 28 siswa dinyatakan tuntas KKM dengan persentase 90,32% dengan rata-rata nilai post test 87,74.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU DALAM MENYUSUN PERENCANAAN PEMBELAJARAN MELALUI PEMBINAAN KOLABORATIF BAGI GURU KELAS SD NEGERI KEDUNGWARU Sunaryo, Sunaryo
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 4, No 2 (2023): JUNI
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v4i2.10745

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah belum semua guru membuat pengembangan silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemauan dan kemampuan guru dalam membuat pengembangan silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) sehingga proses belajar mengajar terarah dan prestasi belajar meningkat. Sumber data berasal dari instrumen yang disampaikan kepada semua guru kelas SD Negeri Kedungwaru Kota Tasikmalaya. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif dan kualitatif, selanjutnya dikonsultasikan dengan kriteria keberhasilan untuk mengetahui apakah pembinaan kolaboratif dapat meningkatkan kemampuan dan kemauan guru dalam membuat silabus dan RPP. Berdasar hasil observasi silabus pada siklus pertama di peroleh data peningkatan prosentase kesesuaian  yaitu pada  komponen penentuan materi ajar dari 50% menjadi 70%, Kegiatan pembelajaran meningkat dari 30% menjadi 70%, Indikator dari 30% menjadi 70 %, jenis penilaian dari 50% menjadi 70%.Sedangkan pada siklus kedua yaitu penyusunan RPP ada peningkatan dalam hal menentukan model pembelajaran sudah ada peningkatan yaitu : dari 30% meningkat menjadi 70 % dan aspek penilaian dari 30% meningkat menjadi 70%, Indikator meningkat dari 30% menjadi 70%, tujuan pembelajaran meningkat dari 50% menjadi 70%, materi ajar dari 30% menjadi 70%. Berdasar hasil analisis data diatas ditarik kesimpulan bahwa: Pembinaan Kolaboratif dapat meningkatkan kamampuan guru dalam membuat pengembangan silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran. Saran-saran dalam penelitian ini adalah agar guru menyusun silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran sebelum melaksanakan pembelajaran agar kegiatan belajar mengajar terarah.
ANALISIS PENERAPAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES PEMBELAJARAN IPA SECARA DARING DI KELAS IX SMP IT IBNU AHKAM KALIPUCANG (PADA MATERI EKOSISTEM) Fauzy, Novan; Erlin, Euis; Romansyah, Romdah
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 4, No 2 (2023): JUNI
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v4i2.9077

Abstract

Salah satu upaya untuk membuat siswa aktif, berkonsentrasi dan terampil dalam belajar ialah dengan menggunakan Pendekatan Keterampilan Proses (PKP) yang bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan PKP serta faktor pendukung dan penghambatnya dalam pembelajaran biologi materi ekosistem Kelas IX SMP IT Ibnu Ahkam Kalipucang. Waktu penelitian dilakukan mulai Bulan Juli sampai Bulan Agustus 2021. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kualitatif dengan popilasi siswa Kelas IX SMP IT Ibnu Ahkam Kalipucang serta sampelnya siswa kelas IX dan guru IPA. Prosedur analisis datanya ialah penggolongan data, penyajian data dan verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran daring dalam menumbuhkan proses sains mata pelajaran IPA secara daring di SMPIT Ibnu Ahkam kalipucang ada 4 indikator yang memenuhi kriteria cukup dan 2 indikator yang memenuhi kriteria kurang Keterampilan Proses Sains (KPS) dikarenakan situasi dan kondisi pandemi tetapi faktor media dan aplikasi serta sarana dan prasarana sangat mendukung terlaksananya PKP mata pelajaran IPA di SMP IT Ibnu Ahkam Kalipucang dibuktikan dengan hampir 50% siswa aktif dalam proses pembelajaran. Penulis : Novan FauzyPembimbing 1 : Hj. Euis Erlin, Dra., M.KesPembimbing 2 : Romdah Romansyah. S.Pd., M.Pd., M.Si
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MIND MAPPING Fajriah, Wina Nursyamsiatul; Ruhyanto, Ahyo; Heryati, Tati
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 4, No 2 (2023): JUNI
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v4i2.8995

Abstract

Rendahnya hasil belajar peserta didik merupakan masalah dalam penelitian ini dengan rumusan masalah sebagai berikut: (1) Apakah terdapat perbedaan hasil belajar peserta didik yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe mind mapping pada pengukuran awal (pretest) dan pengukuran akhir (posttest) (2) Apakah terdapat perbedaan hasil belajar peserta didik yang menggunakan metode pembelajaran konvensional pada pengukuran awal (pretest) dan pengukuran akhir (posttest) (3) Apakah terdapat perbedaan hasil belajar peserta didik yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe mind mapping dengan hasil belajar peserta didik yang menggunakan model pembelajaran konvensional pada pengukuran akhir (posttest). Rendahnya hasil belajar ini dipegaruhi oleh beberapa faktor diantaranya pemilihan model pembelajaran dengan tipe yang tidak tepat sesuai dengan kompetensi dasar. Tujuan dari penelitian ini:  (1) Peningkatan hasil belajar peserta didik yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Mind Mapping pada mata pelajaran ekonomi pada pengukuran awal (pretest) dan pengukuran akhir (posttest). (2) Perbedaan peningkatan hasil belajar peserta didik yang menggunakan metode pembelajaran konvensional pada mata pelajaran ekonomi pada pengukuran awal (pretest) dan pengukuran akhir (posttest). (3) Perbedaan peningkatan hasil belajar peserta didik yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Mind Mapping dengan yang menggunakan metode pembelajaran konvensional pada mata pelajaran ekonomi pada pengukuran akhir (posstest). Metode penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperimental Design dengan teknik pengumpulan data dilakukan dengan melalui dokumentasi, observasi, dan test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat peningkatan hasil belajar peserta didik yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe mind mapping dengan kategori sedang. (2) Terdapat peningkatan hasil belajar peserta didik yang menggunakan metode pembelajaran konvensional dengan kategori rendah. (3) Terdapat perbedaan peningkatan hasil belajar menggunakan model pemelajaran kooperatif tipe mind mapping lebih tinggi dibandingkan dengan menggunakan metode pembelajaran konvensional. Penelitian ini menghasilkan hasil belajar peserta didik yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Mind Mapping lebih tinggi dibandingkan hasil belajar peserta didik yang menggunakan metode pembelajaran konvensional. Artinya bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Mind Mapping efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PRESENT CONTINUOUS TENSE MELALUI PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING Merita, Ritta
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 4, No 2 (2023): JUNI
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v4i2.10806

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Present Continuous Tense di kelas IX B SPF SMP Negeri 1 Jalancagak melalui penerapan model Problem Based Learning. Penelitian ini menerapkan desain PTK yang dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu tahap siklus I dan tahap siklus II dengan tiga kali pertemuan dalam setiap siklusnya. Indikator keberhasilan yang diharapkan adalah nilai rata-rata kelas atau KKM 75. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IX B SPF SMP Negeri 1 Jalancagak semester ganjil tahun pelajaran 2022/2023 sebanyak 30 siswa. Berdasarkan hasil analisis data dan tindakan pada setiap siklus terbukti ada peningkatan hasil belajar siswa pada siklus I ke siklus II. Hasil rata-rata post test siklus I mencapai 72,50 dengan tingkat ketuntasan sebesar 53,33% dan pada siklus II rata-rata hasil post test meningkat menjadi 85,67 dengan tingkat ketuntasan sebesar 90%.
PENGARUH TINGKAT KECEMASAN SISWA TERHADAP PEMBELAJARAN TEKNIK MERODA DI MTS BAHRUL ANWAR CIPAKU Umam, Zamzam Khoerul; Risma, Risma; Kardani, Gani
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 4, No 2 (2023): JUNI
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v4i2.10743

Abstract

Kecemasan sangat berhubungan erat dengan senam lantai khususnya meroda. Gerakan meroda yang bisa di bilang gerakan yang rumit untuk dilakukan dapat menyebabkan peserta didik merasa gugup, khawatir, takut dan cemas. Setiap individu memiliki tingkat kecemasan yang berbeda-beda. Jika tingkat kecemasan yang dimiliki peserta didik tinggi maka penampilan dan keberanian peserta didik akan menurun bahkan peserta didik bisa saja menjadi takut dan tidak mau melakukan gerakan teknik meroda. Penelitian ini secara umum memiliki tujuan untuk mengetahui tingkat kecemasan siswa terhadap pembelajaran senam lantai teknik meroda di MTS Bahrul Anwar Cipaku. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IX di MTS Bahrul Anwar Cipaku yang mengalami kecemasan terhadap pembelajaran senam lantai teknik meroda dengan jumlah siswa 20. Hasil penelitian diperoleh dari tingkat kecemasan siswa terhadap pembelajaran senam lantai teknik meroda di MTS Bahrul Anwar Cipaku disebabkan oleh faktor kekhawatiran (takut cidera), emosionalitas (perasaan malu dan tidak mempunyai keyakinan), gangguan dan hambatan dalam menyelesaikan tugas (kurangnya minat), pengalaman negatif pada masa lalu (riwayat ciderapada masa lalu). Kata Kunci: Kecemasan, Siswa, Teknik Meroda
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK DI SMA NEGERI 1 MANGUNJAYA (Studi Eksperimen pada Kompetensi Dasar APBN dan APBD di Kelas XI IPS) Prasetya, Ervin Himawan; Arifin, Nur Rizqi; Susanti, Yuyun
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 4, No 2 (2023): JUNI
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v4i2.9035

Abstract

Rendahnya hasil belajar peserta didik kelas XI IPS di SMA Negeri 1 Mangunjaya pada mata pelajaran ekonomi materi APBN dan APBD dengan rata-rata hasil ulangan harian berada di bawah kriteria ketuntasan minimal yang telah ditentukan nilainya sebesar 75. Penelitian ini bertujuan utuk mengetahui hasil belajar peserta didik yang menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan hasil belajar peserta didik yang menggunakan model pembelajaran konvensional pada pengukuran akhir (posttest). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan bentuk quasi eksperimental. Instrumen penelitian yang digunakan adalah pretest dan posttest dalam bentuk soal pilihan ganda. Sampel penelitian yang diambil yaitu kelas XI IPS 3 sebagai kelas eksperimen yang diberikan treathment model pembelajaran problem based learning dan kelas XI IPS 5 sebagai kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran konvensional. Hasil penelitian menjelaskan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik di kelas XI IPS 3 SMA Negeri 1 Mangunjaya serta terdapat perbedaan hasil belajar peserta didik yang menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan model pembelajaran konvensional pada pengukuran akhir, selisih hasil nilai posttest pada keduanya sebesar 14,32, sehingga dapat diartikan bahwa penerapan model pembelajaran PBL lebih unggul 19,34% dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional. Kata Kunci: Problem Based Learning, Quasi Eksperimental, Treathment, Pretest, Posttest
Analisis Ketepatan Konsep dan Kelayakan Isi Materi Berdasarkan KI dan KD Pada Buku Teks IPA Kurikulum 2013 Materi Klasifikasi Makhluk Hidup Kelas VII Yulianti, Siska; Ilmiyati, Nur; Maladona, Adi
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 4, No 2 (2023): JUNI
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v4i2.8975

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui relevansi isi, ketepatan konsep materi, tingkat elaborasi berdasarkan model representasi teks dari buku teks tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskripsi kualitatif. Dari hasil analisis relavansi isi materi terhadap silabus pembelajaran kurikulum 2013 pada materi Klasifikasi Makhluk Hidup ditemukan 10 indikator pembelajaran dengan 8 indikator pembelajaran terakomodasi dan 2 indikator pembelajaran tidak terakomodasi atau 80% materi tergolong baik. Ketepatan konsep materi ditemukan 12 konsep materi dengan 70%  materi memadai, 26% materi kurang atribut dan 4% materi tidak diuntut dalam indikator pembelajaran, ini menunjukan konsep materi pada uku teks tersebut relevan baik. Analisis wacana materi subjek buku teks siswa tersebut menghasilkan representasi mengajar dengan kedalaman level materi elaborasi 4 sehingga cakupan materi tergolong baik untuk digunakan dalam proses pembelajaran kurikulum 2013, dengan memunculkan 3 motif pembelajaran informing, eliciting dan directing.Kata kunci : Relavansi isi, Ketepatan Konsep, Analisis Wacana Buku Teks, Klasifikasi Makhluk Hidup
UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN AQIDAH AKHLAK MELALUI PENERAPAN METODE SMART GAME DAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH Rohaeti, Unung
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 4, No 2 (2023): JUNI
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v4i2.10775

Abstract

Pembelajaran yang memungkinkan siswa dapat mengembangkan berbagai kecerdasan yang dimilikinya. Namun dibutuhkan suatu model pembelajaran yang multi approach dan strategi belajar mengajar yang variatif . Oleh karena itu penulis menerapkan metode pembelajaran smart game dan pembelajaran kooperatif tipe make a match sebagai upaya untuk meningkatkan prestasi belajar. Subyek penelitian ini adalah peserta didik Kelas VIII-B MTs Sukamaju dengan jumlah peserta didik 27 orang. Dalam penelitian ini penulis menggunakan beberapa metode pengumpulan data, yaitu: dokumentasi, observasi dan tes. Model penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam penelitian ini adalah model spiral dari Kemmis dan Taggart yang terdiri dari dua siklus tindakan dimana setiap siklus tersebut terdiri dari 4 tahapan yang meliputi perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh prestasi belajar peserta didik mengalami peningkatan yaitu dari nilai siklus I dengan rata-rata 71,19 dengan ketuntasan belajar klasikal 66,7%, meningkat menjadi 78,37 dengan ketuntasan belajar klasikal 74,1% pada siklus II, meningkat lagi menjadi 89,78 dengan ketuntasan belajar klasikal 92,6% pada siklus III. Hambatan yang dialami dalam proses pembelajaran menggunakan metode smart game dan pembelajaran kooperatif tipe matke a match antara lain pemahaman siswa terkait pembelajaran serta hafalan siswa terkait materi pembelajaran masih tergolong rendah dan kurangnya persiapan guru dalam menyiapkan kartu permainan.