cover
Contact Name
Oramahi
Contact Email
jurnaltengkawang@untan.ac.id
Phone
+6281345001010
Journal Mail Official
jurnaltengkawang@untan.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura Jalan Imam Bonjol Pontianak 78124 Provinsi Kalimantan Barat Telp dan Faks. 0561-767673
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Tengkawang : Jurnal Ilmu Kehutanan
ISSN : 20878788     EISSN : 27146855     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jt.v13i2
Core Subject : Agriculture,
Jurnal ini merupakan jurnal Teknologi Pengembangan Kehutanan dan Lingkungan yang diterbitkan oleh fakultas kehutanan Universitas Tanjungpura Pontianak Kalimantan Barat. Jurnal ini menyajikan artikel mengenai hasil penelitian perkembangan kehutanan dan lingkungan mutakhir meliputi berbagai konsentrasi ilmu di bidang kehutanan yaitu Biologi, Manajemen Hutan, teknologi pengolahan hasil hutan, pengawetan kayu, teknologi peningkatan mutu kayu, budidaya hutan, konservasi sumber daya alam, ekonomi kehutanan, perhutanan sosial dan politik kehutanan serta bidang lingkungan. Setiap naskah yang dikirimkan ke Jurnal ini akan ditelaah oleh mitra bestari yang bidangnya sesuai. Jurnal ini diterbitkan setahun dua kali : Januari dan Juli.
Articles 157 Documents
OPTIMALISASI POLA PERAWATAN MESIN TAHAP FINISHING KAYU LAPIS BERBASIS LEAN-TPM UNTUK EFISIENSI MATERIAL DAN MANUFAKTURING MAJU Mondina, Resta Rene
Tengkawang : Jurnal Ilmu Kehutanan Vol 15, No 2 (2025): TENGKAWANG : JURNAL ILMU KEHUTANAN
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jt.v15i2.98500

Abstract

The plywood industry had challenges related to high product defect rates and material waste, caused by reactive machine maintenance practices. This study aims to analyze maintenance patterns in the finishing stage and formulate improvement strategies based on Lean Manufacturing and Total Productive Maintenance (TPM) to enhance material efficiency and support advanced manufacturing implementation. A case study approach was employed, involving field observations, interviews, and mapping of actual machine issues against waste categories and relevant TPM pillars. The findings indicate that the current maintenance system is predominantly unplanned, with limited preventive and corrective actions that are not systematically scheduled. Integrating Lean-TPM offers solutions through the implementation of scheduled planned maintenance, strengthening autonomous maintenance via operator training, and utilizing maintenance logbooks to monitor effectiveness. Keywords: Lean Manufacturing, machine maintenance, maintenance, material efficiency, plywood, Total Productive. Abstrak Industri kayu lapis menghadapi tantangan berupa tingginya tingkat cacat produk dan pemborosan material yang sebagian besar disebabkan oleh pola perawatan mesin yang masih bersifat reaktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola perawatan mesin pada tahap finishing serta merumuskan strategi perbaikan berbasis Lean Manufacturing dan Total Productive Maintenance (TPM) guna mendukung efisiensi material dan penerapan manufakturing maju. Metode penelitian menggunakan pendekatan studi kasus dengan observasi lapangan, wawancara, serta pemetaan masalah aktual mesin terhadap jenis pemborosan dan pilar TPM yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem perawatan masih didominasi oleh unplanned maintenance, dengan sebagian praktik preventive dan corrective maintenance yang belum terjadwal secara sistematis. Integrasi Lean-TPM memberikan solusi berupa penerapan planned maintenance terjadwal, penguatan autonomous maintenance melalui pelatihan operator, serta dokumentasi logbook perawatan untuk memantau efektivitas tindakan. Kata kunci: Lean Manufacturing, perawatan mesin, maintenance, efisiensi material, kayu lapis, Total Productive
IDENTIFIKASI JENIS CACAT DAN REDUKSI VOLUME KAYU BULAT MERANTI MERAH (Shorea spp.) SEBAGAI BAHAN BAKU MOULDING DI PT CAHAYA SAMTRACO UTAMA Yusuf, Andi; Intan, Anderia; Hanifah, Nisrina Putri
Tengkawang : Jurnal Ilmu Kehutanan Vol 15, No 2 (2025): TENGKAWANG : JURNAL ILMU KEHUTANAN
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jt.v15i2.100842

Abstract

Red meranti (Shorea spp.) is the primary raw material for moulding production at PT Cahaya Samtraco Utama. The presence of defects in round logs can affect wood quality and reduce the usable volume of wood. This study aims to identify the types of defects found in red meranti round logs and to determine the reduction in log volume caused by these defects when used as raw material for moulding at PT Cahaya Samtraco Utama. The research was conducted at the log yard of PT Cahaya Samtraco Utama using 30 randomly selected logs. Observations were carried out visually, and the measurement of log volume followed the Indonesian National Standard (SNI 8911:2020). The results showed nine types of defects with a total of 46 occurrences across the thirty round logs. The three most frequently observed defects were heart rot, large knots, and crook. The average log volume was 8.11 m³ per log, with a volume reduction of 7.14% due to wood defects. These findings indicate that natural defects are the primary cause of wood deterioration and have a significant effect on the efficiency of raw material utilization in the wood moulding industry. Keywords: moulding raw material, red meranti, wood defects, wood processing, wood volume. Abstrak Kayu meranti merah (Shorea spp.) merupakan bahan baku utama produksi mo ulding di PT Cahaya Samtraco Utama. Keberadaan cacat pada kayu bulat dapat memengaruhi mutu kayu dan mengurangi volume kayu yang akan digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis cacat yang terdapat pada kayu bulat meranti merah dan pengurangan volume kayu bulat akibat adanya cacat kayu sebagai bahan baku moulding di PT Cahaya Samtraco Utama. Penelitian dilakukan di logyard PT Cahaya Samtraco Utama dengan menggunakan 30 batang yang dipilih secara acak. Pengamatan dilakukan secara visual dan pengukuran volume kayu bulat mengikuti Standar Nasional Indonesia (SNI) 8911:2020. Hasil penelitian menunjukkan, terdapat sembilan jenis cacat, dengan total kemunculan 46 cacat pada tiga puluh batang kayu bulat. Terdapat tiga jenis cacat yang paling banyak ditemukan yaitu, hati rapuh, mata kayu besar, dan bengkok. Rata-rata volume kayu bulat sebesar 8,11 m3 per batang dengan reduksi volume akibat cacat kayu sebesar 7,14%. Hal ini menunjukkan bahwa cacat alami merupakan faktor utama kerusakan kayu dan berpengaruh terhadap efisiensi pemanfaatan bahan baku moulding di Industri Pengolahan Kayu. Kata kunci: bahan baku moulding, cacat kayu, kayu meranti merah, pengolahan kayu, volume kayu
ANALISIS DETERMINAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN WISATAWAN UNTUK MENGUNJUNGI OBJEK WISATA BUKIT KHAYANGAN Alfari, Fais Ihsa; Fazriyas, Fazriyas; Ulma, Riri Oktari
Tengkawang : Jurnal Ilmu Kehutanan Vol 15, No 2 (2025): TENGKAWANG : JURNAL ILMU KEHUTANAN
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jt.v15i2.98486

Abstract

Tourism plays an important role in driving regional economic growth while introducing local culture to the wider community. Bukit Khayangan, as one of the leading destinations in Sungai Penuh City, Jambi Province, faces challenges in the form of fluctuating tourist visits over the past five years. This study aims to analyze the determinant factors influencing tourists’ decision-making in choosing Bukit Khayangan as a travel destination. The research employed a quantitative approach using Likert-scale questionnaires distributed to 100 respondents through purposive sampling. Data were analyzed using Spearman’s Rank correlation to examine the relationship between independent variables and tourist decisions. The findings show that promotion, travel form, and security are the dominant factors, while social, cost, accessibility, as well as time and length of stay also have significant relationships but with lower influence. These results highlight that digital promotion strategies, improved accessibility, and security assurance should be prioritized in developing tourism at Bukit Khayangan. Keywords: accessibility, promotion, security, tourist decision Abstrak Pariwisata berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkenalkan budaya lokal kepada masyarakat luas. Bukit Khayangan sebagai salah satu destinasi unggulan di Kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi, menghadapi tantangan berupa fluktuasi jumlah kunjungan wisatawan dalam lima tahun terakhir. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor determinan yang memengaruhi keputusan wisatawan dalam memilih Bukit Khayangan sebagai tujuan wisata. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui kuesioner berskala Likert kepada 100 responden dengan teknik purposive sampling. Data dianalisis dengan korelasi Rank Spearman untuk mengetahui hubungan antara variabel independen dengan keputusan wisatawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor promosi, bentuk perjalanan, dan keamanan merupakan faktor dominan, sementara faktor sosial, biaya, aksesibilitas, serta waktu dan lama berwisata tetap berhubungan signifikan meskipun dengan pengaruh lebih rendah. Temuan ini menegaskan bahwa strategi promosi berbasis digital, peningkatan aksesibilitas, serta jaminan keamanan perlu diprioritaskan dalam upaya pengembangan pariwisata di Bukit Khayangan. Kata kunci: akessibilitas, promosi, keamanan, keputusan wisatawan
KAJIAN ETNOBOTANI TUMBUHAN OBAT UNTUK DIABETES PADA MASYARAKAT DESA ASAM PEUTIK, LANGSA, INDONESIA Andika, Muhammad Ernanda; Navia, Zidni Ilman; Sari, Mulia Safrida
Tengkawang : Jurnal Ilmu Kehutanan Vol 15, No 2 (2025): TENGKAWANG : JURNAL ILMU KEHUTANAN
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jt.v15i2.82473

Abstract

The use of medicinal plants as an alternative treatment for diabetes mellitus remains preserved in many local communities, including in Gampong Asam Peutik, Langsa City, Aceh. This study aims to document the types of plants used for diabetes treatment and how they are utilized by local residents. Data were collected through semi-structured interviews with 95 randomly selected respondents and direct exploration of the plant species used. The results identified 12 species from 10 plant families, along with 2 varieties of Zingiber officinale, traditionally used for managing diabetes. Plant parts used include leaves, rhizomes, fruits, stems, flowers, and gel, processed through boiling, brewing, and juicing. These findings reflect the richness of ethnobotanical knowledge that is both adaptive and sustainable. This study contributes to the preservation of traditional knowledge and highlights the potential for developing community-based phytopharmaceutical products. Keywords: diabetes mellitus, ethnobotany, langsa, medicinal plants, traditional medicine. Abstrak Penggunaan tanaman obat sebagai terapi alternatif diabetes melitus masih dilestarikan oleh masyarakat di berbagai daerah, termasuk di Gampong Asam Peutik, Kota Langsa, Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mendokumentasikan jenis-jenis tumbuhan yang digunakan sebagai obat diabetes serta cara pemanfaatannya oleh masyarakat lokal. Metode yang digunakan adalah wawancara semi-terstruktur dengan 95 responden yang dipilih secara acak, serta eksplorasi langsung spesies tumbuhan yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 12 spesies dari 10 famili tumbuhan serta 2 varietas dari Zingiber officinale yang dimanfaatkan untuk pengobatan tradisional diabetes. Bagian tumbuhan yang digunakan meliputi daun, rimpang, buah, batang, bunga, dan gel, dengan metode pengolahan berupa perebusan, penyeduhan, dan pembuatan jus. Temuan ini mencerminkan kekayaan pengetahuan etnobotani masyarakat yang bersifat adaptif dan lestari. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pelestarian pengetahuan tradisional serta membuka peluang pengembangan produk fitofarmaka berbasis komunitas. Kata kunci: diabetes melitus, etnobotani, langsa, tanaman obat, pengobatan tradisional.
PENILAIAN INDIKATOR KESEHATAN HUTAN MAMAR DESA NIUKBAUN KECAMATAN AMARASI BARAT Lubalu, Diva Joy Diniella; Sinaga, Pamona S; Kaho, Norman P.L.B. Riwu Kaho P.L.B. Riwu; Mau, Astin E
Tengkawang : Jurnal Ilmu Kehutanan Vol 15, No 2 (2025): TENGKAWANG : JURNAL ILMU KEHUTANAN
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jt.v15i2.95435

Abstract

Mamar, as a form of local wisdom in the West Timor community known as the “Amarasi System,” provides benefits not only in economic, social, and cultural aspects but also in ecological aspects. However, challenges such as human activities, lack of understanding of sustainable management, and livestock grazing threaten the existence of Mamar, which plays a crucial ecological role in the environment. This study aims to assess the forest health status of Mamar in Niukbaun Village using the Forest Health Monitoring method across 18 cluster plots, based on four measurement indicators: vitality, productivity, biodiversity, and site quality. The results indicate that the forest health status, based on the tree damage indicator at the cluster plot level, is categorized as healthy. The crown condition indicator shows 109 trees with low Visual Crown Ratio (VCR) values and 37 trees with moderate VCR values. For the productivity indicator, the highest Basal Area (LBDS) value is 0.39 m² and the lowest is 0.05 m², while the highest volume is 2.75 m³ and the lowest is 0.39 m³. Regarding the biodiversity indicator, species diversity is classified as moderate, species richness as low to moderate, and species evenness as moderate. The site quality indicator shows soil pH ranging from acidic to neutral and organic carbon content ranging from moderate to very high. Keywords: Agroforestry, Forest Health, Forest Health Monitoring, Mamar, Niukbaun Village Abstrak Mamar sebagai kearifan lokal masyarakat Timor Barat dikenal dengan “Sistem Amarasi” memiliki manfaat tidak hanya dalam aspek ekonomi, sosial dan budaya tetapi juga aspek ekologi. Namun disamping itu, terdapat beberapa masalah seperti aktivitas manusia, kurangnya pemahaman tentang pengelolaan berkelanjutan hingga penggembalaan ternak dapat mengancam keberadaan mamar yang secara ekologi memberikan peran penting terhadap lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui status kesehatan hutan Mamar Desa Niukbaun dengan metode Forest Health Monitoring pada 18 klaster plot melalui empat indikator pengukuran yaitu : indikator vitalitas, indikator produktivitas, indikator biodiversitas serta indikator kualitas tapak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status kesehatan hutan mamar melalui indikator kerusakan pohon pada tingkat klaster plot berada pada kategori sehat, status kesehatan melalui indikator kondisi tajuk terdapat 109 pohon dengan nilai VCR rendah dan 37 pohon memiliki nilai VCR yang sedang, pada indikator produktivitas memiliki nilai LBDS tertinggi 0,39 m² dan terendah 0,05 m² sedangkan nilai volume tertinggi 2,75 m³ dan terendah 0,39 m³. Pada indikator biodiversitas : tingkat keanekaragaman berada pada kategori sedang, tingkat kekayaan rendah-sedang dan tingkat kemerataan berada pada kategori sedang. Penilaian dengan indikator kualitas tapak untuk pH tanah berada pada kategori masam-netral dan C-Organik yang sedang-sangat tinggi. Kata Kunci: Agroforestri, Forest Health Monitoring, Mamar, Desa Niukbaun, Kesehatan Hutan
IMPACT OF STEAM TREATMENT ON THE PHYSICAL AND MECHANICAL PROPERTIES OF HYBRID PARTICLEBOARD SENGON WOOD AND BETUNG BAMBOO Muhamad, Soleh; Widiyanto, Wahyu; Ramadhan, Zaky Oktavian; Mangurai, Silvia Uthari NM
Tengkawang : Jurnal Ilmu Kehutanan Vol 15, No 2 (2025): TENGKAWANG : JURNAL ILMU KEHUTANAN
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jt.v15i2.94760

Abstract

This objective of this research was to assess the mechanical and physical properties of hybrid particleboard made from sengon wood (Falcataria moluccana) and betung bamboo (Dendrocalamus asper) treated with steam and used different ways of combining particleboard layer. Steam treatment was performed in the autoclave at 126 ºC for 60 minutes at a pressure of 0.14 MPa. The particleboard combinations were made based on face : core : back with three types of combinations, namely sengon particleboard, sengon : betung : sengon particleboard, and betung : sengon : betung particleboard. The boards were made of 30x30x0.9 cm³ dimensions using urea formaldehyde (UF) adhesive to achieve density of 0.6 g/cm³. JIS A 5908-2003 were used as references for the physical and mechanical properties examination. The resulting density and MC values were 0.61-0.63 g/cm³ and 10.18-10.85%, while the WA and TS values were 50.79%-74.07% and 8.81-21.84%. The MOE and MOR values produced were 331-1642 MPa and 4-12 MPa. From this study we can conclude that the hybrid particleboard made from a combination of betung : sengon : betung treated with steam was the most superior and proved to improve the mechcanical and physical properties of hybrid particleboard from sengon wood and betung bamboo. Keywords: betung bamboo, hybrid, particle board, sengon wood, steam. Abstrak Tujuan studi ini yaitu mengevaluasi sifat fisis dan mekanis papan partikel hibrida kayu sengon (Falcataria moluccana) dan bambu betung (Dendrocalamus asper) melalui pengolahan steam dan variasi kombinasi lapisan papan partikel. Pengolahan steam diterapkan dengan autoklaf pada suhu 126 ºC selama 60 menit dengan tekanan 0,14 MPa. Kombinasi papan partikel dibuat berdasarkan face : core : back dengan 3 jenis variasi kombinasi yaitu papan partikel sengon, papan partikel sengon : betung : sengon dan papan partikel betung : sengon : betung. Perekat urea formaldehida (UF) digunakan untuk membuat papan dengan ukuran 30x30x0,9 cm3 dan kerapatan target 0,6 g/cm3. Pengujian sifat fisis dan mekanis papan partikel hibrida diterapkan berdasarkan ketentuan JIS A 5908-2003. Kerapatan dan KA yang dihasilkan yaitu 0,61-0,63 g/cm3 dan 10,18-10,85%, Nilai DSA dan PT yang dihasilkan yaitu 50,79%-74,07% dan 8,81-21,84%, Nilai MOE dan MOR yang dihasilkan yaitu 331-1642 MPa dan 4-12 MPa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa papan partikel hibrida kombinasi betung : sengon : betung dengan perlakuan steam merupakan papan partikel yang paling unggul dan terbukti dapat memperbaiki sifat fisis dan mekanis papan partikel hibrida kayu sengon dan bambu betung. Kata kunci: bambu betung, hibrida, kayu sengon, papan partikel, steam
THE EFFECTIVENESS OF OCCUPATIONAL SAFETY AND HEALTH (OSH) IMPLEMENTATION IN MELALEUCA FOREST HARVESTING, INDONESIA. Septiana, Ratih Madya
Tengkawang : Jurnal Ilmu Kehutanan Vol 15, No 2 (2025): TENGKAWANG : JURNAL ILMU KEHUTANAN
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jt.v15i2.100949

Abstract

Melaleuca cajuputi is a pioneer tree species known as the ‘swamp-tea tree’ and a versatile forest plant whose leaves and twigs can be processed into melaleuca oil containing cineol. It is recognized as a secondary traditional medicinal ingredient. Melaleuca leaf harvesting is a crucial part of the technical production of melaleuca oil forest products. Harvesting occurs across various topographies, utilizing dangerous tools and equipment. Therefore, it is essential to evaluate the effectiveness of implementing OSHMS and its impact on work-related accidents and workers' health during melaleuca leaf harvesting activities. The study aims to identify the current situation of workers, clarify the technical aspects of leaf harvesting, and evaluate the effectiveness of implementing The occupational Safety and Health Management System (OSHMS) and hazard risk identification. The research was conducted in a forest area managed by the provincial government on Java Island, chosen because it has the largest population of melaleuca trees. The study’s methods included interviews, literature review, and field observation related to the implementation of OSHMS, the current state of employees, harvesting activities, hazard levels, and incidents that occurred during these activities. The results show that the average worker age is 58 years, and all are male. About 64% have at least an elementary school education. The average land ownership for workers involved in melaleuca leaf harvesting is 0.17 hectares. The implementation of OSHMS in leaf harvesting is inadequate due to the provincial government's lack of a proper procedure. Eighty percent of workers experience health issues related to their job activities. The highest risks of accidents involve being hit by an axe or machete. Keywords: forest worker, Melaleuca cajuputi, OSHMS. Abstrak Kayu putih adalah spesies pohon pionir yang dikenal sebagai ‘pohon teh rawa’ dan tanaman hutan serbaguna yang daun dan rantingnya dapat diolah menjadi minyak yang mengandung cineol. Tanaman ini diakui sebagai bahan obat tradisional sekunder. Pemanenan daun kayu putih merupakan bagian penting dari proses produksi minyak kayu putih. Pemanenan ini dilakukan di berbagai topografi, dan menggunakan peralatan tajam serta berbahaya. Oleh karena itu, penting untuk menganalisis efektivitas penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) serta dampaknya terhadap kecelakaan kerja dan kesehatan pekerja selama aktivitas pemanenan. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi pekerja, menjelaskan rangkaian kegiatan teknis pemanenan kayu putih, dan mengevaluasi efektivitas penerapan SMK3 serta mengidentifikasi risiko bahaya yang terjadi. Penelitian dilakukan di kawasan hutan yang dikelola oleh pemerintah provinsi di Pulau Jawa, pemilihan Lokasi dengan alasan karena memiliki populasi tegakan kayu putih terbesar. Metode penelitian ini meliputi wawancara, tinjauan literatur, dan pengamatan lapangan terkait dengan implementasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), kondisi karyawan saat ini, aktivitas pemanenan, tingkat bahaya, dan kecelakaan yang terjadi selama pemanenan daun kayu putih. Hasil menunjukan bahwa usia rata-rata pekerja adalah 58 tahun, dan semuanya laki-laki. Sekitar 64% memiliki pendidikan minimal sekolah dasar. Rata-rata kepemilikan lahan bagi pekerja yang terlibat dalam pemanenan daun kayu putih adalah 0,17 hektar. Penerapan SMK3 dalam pemanenan daun kayu putih masih kurang memadai karena pemerintah provinsi belum memiliki prosedur yang standard. Delapan puluh persen pekerja mengalami masalah kesehatan akibat aktivitas ini. Risiko kecelakaan tertinggi adalah terkena tebasan kapak atau parang. Kata kunci: Kayu putih, Pekerja Hutan, SMK3.