cover
Contact Name
Nursan
Contact Email
mnursan@yahoo.co.id
Phone
+6281915849785
Journal Mail Official
jurnal.agroteksos@unram.ac.id
Editorial Address
Jl. Majapahit No 62 Mataram, NTB, Indonesia
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Agroteksos
Published by Universitas Mataram
ISSN : 08528268     EISSN : 26854368     DOI : https://doi.org/10.29303/agroteksos
Agroteksos merupakan jurnal pertama yang diterbitkan oleh Fakultas Pertanian Universitas Mataram. Agroteksos terdaftar di LIPI dengan p-ISSN (p-ISSN No. 0852-8268) pada 25 Mei 2007, dan e-ISSN (e-ISSN No. 2685-4368) pada 19 Juli 2019, Agroteksos menerbitkan minimal 6 artikel dalam satu edisi yang terbit 3 kali dalam setahun. Untuk peningkatan kualitas, Agroteksos telah menggunakan sistem jurnal online OJS 3. Agroteksos adalah Jurnal Ilmiah Pertanian yang memuat tulisan-tulisan hasil penelitian dan gagasan ilmiah di bidang Ilmu Pertanian, yang meliputi aspek Agronomi (termasuk kajian Pemuliaan, Produksi dan Perlindungan Tanaman, dan Ilmu Tanah), Teknologi dan Sosial Ekonomi Pertanian ( Agroteksos). Agroteksos diterbitkan oleh Fakultas Pertanian Universitas Mataram tiga kali dalam setahun (April, Agustus, dan Desember). Redaksi menerima artikel dalam bahasa Indonesia dan Inggris, baik dari universitas maupun luar universitas, baik dari dalam maupun dari luar negeri.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 523 Documents
GOOGLE EARTH ENGINE UNTUK ESTIMASI PRODUKSI PADI Rio Valery Allen; Muhammad Syahfitra; Romy Aulia
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 36 No 1 (2026): Jurnal Agroteksos April 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v36i1.1588

Abstract

The increasing global population and the complexity of food security challenges are driving an urgent need for accurate, fast, and large-scale rice production data. This study analyzes the potential of Google Earth Engine (GEE) a cloud computing platform that integrates a petabyte satellite data catalog with planetary-scale analysis capabilities as a primary tool for estimating rice production. The methodology studied focuses on a vegetation index (Normalized Difference Vegetation Index/NDVI)-based approach and a simple linear regression model. A case study in Sleman Regency demonstrates that a regression model can be developed, but critical analysis reveals a very low coefficient of determination (R2). This indicates that the linear vegetation index-based model is only able to explain a small portion of the variability in rice productivity in the field. This finding emphasizes that non-vegetative factors, such as rainfall and soil structure, play a much more significant role than vegetation indices alone can capture. While GEE offers a revolutionary solution to overcome the limitations of conventional methods (time and cost), its effectiveness as an accurate estimation tool is highly dependent on the development of more complex models. Future success requires the integration of multispectral data with multidisciplinary data (e.g., climate and soil). GEE, with its cloud computing architecture, is positioned as a key catalyst for the transition to proactive, data-driven precision agriculture.
MODEL PENGEMBANGAN PERTANIAN TERPADU BERKELANJUTAN PADA KAWASAN SISTEM PERTANIAN TERPADU LABANGKA KABUPATEN SUMBAWA Syarafuddin Jarot; Dahlanuddin Dahlanuddin
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 36 No 1 (2026): Jurnal Agroteksos April 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v36i1.1634

Abstract

Kawasan Sistem Pertanian Terpadu (KSPT) Labangka Kabupaten Sumbawa merupakan kawasan strategis yang dikembangkan untuk mendukung ketahanan pangan, peningkatan nilai tambah produk pertanian, dan pembangunan ekonomi wilayah berbasis sumber daya lokal. Kajian ini bertujuan merumuskan model pengembangan pertanian terpadu berkelanjutan di KSPT Labangka. Metode yang digunakan adalah studi deskriptif melalui analisis dokumen perencanaan, kajian literatur, dan sintesis konsep pertanian terpadu berkelanjutan. Hasil kajian menunjukkan bahwa model pengembangan pertanian terpadu berkelanjutan di KSPT Labangka dibangun melalui integrasi vertikal dan horizontal antara subsistem hulu, tengah, dan hilir. Subsistem hulu mencakup kegiatan tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, perikanan, dan konservasi sumber daya alam; subsistem tengah meliputi kegiatan agroindustri, penelitian, pendidikan, dan pengembangan teknologi; sedangkan subsistem hilir meliputi distribusi, pemasaran, logistik, dan agrowisata berbasis pertanian. Penerapan model tersebut berpotensi meningkatkan produktivitas dan efisiensi pemanfaatan sumber daya, menjaga keseimbangan ekosistem, meningkatkan biodiversitas, memperkuat ketahanan pangan, serta meningkatkan pendapatan masyarakat melalui optimalisasi keterkaitan antar subsektor pertanian. Untuk mewujudkan keberhasilan implementasi model, diperlukan strategi pengembangan yang meliputi penguatan kelembagaan dan korporasi petani, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pembangunan infrastruktur produksi dan pascapanen, penerapan inovasi teknologi pertanian, pengembangan kemitraan multipihak antara pemerintah, swasta, perguruan tinggi, dan masyarakat, serta penerapan ekonomi sirkular melalui pemanfaatan limbah pertanian dan peternakan menjadi pupuk organik dan energi terbarukan.
KERAGAMAN HAMA LALAT BUAH (DIPTERA: Tephritidae) PADA TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) YANG DITUMPANGSARIKAN DENGAN TANAMAN KACANG TANAH Tri Septiyani; Bambang Supeno; Hery Haryanto
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 36 No 1 (2026): Jurnal Agroteksos April 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v36i1.1596

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman dan intensitas serangan hama lalat buah pada tanaman cabai rawit yang ditumpangsarikan dengan tanaman kacang tanah. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan percobaan lapangan yang dirancang dengan RAL (Rancangan Acak Lengkap) yang terdiri dari empat perlakuan. Perlakuan TS0 merupakan perlakuan kontrol, TS1 ditumpangsari 36 tanaman kacang tanah dalam satu bedeng, TS2 ditumpangsari 54 tanaman kacang tanah dan TS3 ditumpangsari 72 tanaman kacang tanah. Penelitian dilakukan di lahan milik petani di Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Hasil penelitian ditemukan enam jenis spesies lalat buah dari genus Bactrocera, famili Tephritidae, yaitu: Bactrocera opiliae, Bactrocera kandiensis, Bactrocera carambolae, Bactrocera dorsalis, Bactrocera umbrosa, dan Bactrocera musae. Indeks keragaman pada setiap perlakuan berbeda, perlakuan TS0 memiliki angka keragaman sebesar 1,69, perlakuan TS1 sebesar 1,67, perlakuan TS2 sebesar 1,68, dan perlakuan TS3 sebesar 1,60. Intensitas serangan lalat buah pada perlakuan TS0 sebesar 2,22%, pada perlakuan TS1 sebesar 1,69, pada perlakuan TS2 sebesar 1,62, dan pada perlakuan TS3 sebesar 1,60.
PERTANIAN TERPADU BERBASIS AGROSILVOPASTURA UNTUK KEBERLANJUTAN SUMBER DAYA DESA: SINTESIS LITERATUR DAN IMPLIKASI KEBIJAKAN Earlyna Sinthia Dewi; Dahlanuddin Dahlanuddin
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 36 No 1 (2026): Jurnal Agroteksos April 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v36i1.1618

Abstract

Pertanian terpadu berbasis agrosilvopastura merupakan sistem pengelolaan lahan yang mengintegrasikan komponen tanaman pangan, pohon, dan ternak secara sinergis dalam satu unit produksi. Penelitian ini bertujuan mensintesis bukti-bukti ilmiah terkini mengenai implementasi agrosilvopastura sebagai model pertanian berkelanjutan dan merumuskan implikasi kebijakannya bagi keberlanjutan sumber daya desa. Metode yang digunakan adalah studi literatur melalui penelusuran berbagai sumber pustaka ilmiah bereputasi yang diterbitkan dalam rentang tahun 2020–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa agrosilvopastura secara konsisten meningkatkan produktivitas lahan, memperbaiki kualitas tanah melalui akumulasi bahan organik dan fiksasi nitrogen, serta mendiversifikasi sumber pendapatan petani sehingga meningkatkan stabilitas ekonomi rumah tangga tani. Sistem ini juga terbukti meningkatkan keanekaragaman hayati dan memperkuat jasa ekosistem yang esensial bagi keberlanjutan pertanian jangka panjang. Keberhasilan implementasinya sangat ditentukan oleh faktor kelembagaan, akses pasar, dan dukungan kebijakan yang komprehensif. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan regulasi pertanian terpadu, program insentif berbasis jasa lingkungan, dan penguatan kapasitas petani melalui penyuluhan partisipatif sebagai langkah strategis mendukung adopsi agrosilvopastura di kawasan pedesaan Indonesia.
POPULASI DAN INTENSITAS SERANGAN HAMA PENGGEREK BUAH (Hypothenemus hampei) PADA TANAMAN KOPI ROBUSTA (Coffea canephora) DENGAN SISTEM POLIKULTUR DI KABUPATEN LOMBOK TENGAH Tris Mardiyanti; Ruth Stella Petrunella Thei; Wahyu Astiko
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 36 No 1 (2026): Jurnal Agroteksos April 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v36i1.1656

Abstract

Hypothenemus hampei merupakan salah satu hama utama yang menurunkan produktivitas dan kualitas kopi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui populasi dan intensitas serangan H. hampei pada tanaman kopi robusta (Coffea canephora) dengan sistem polikultur di Kabupaten Lombok Tengah. Penelitian dilaksanakan pada Mei–Juni 2025 di kebun kopi rakyat Desa Pemepek, Kecamatan Pringgarata. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pengambilan sampel melalui pengamatan visual, perangkap feromon (brocap trap), dan perangkap kuning (yellow pan trap). Data dianalisis menggunakan uji-t serta analisis regresi untuk melihat hubungan antara populasi dan intensitas serangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata populasi hama melalui pengamatan langsung sebesar 6,2 ekor/tanaman di Lokasi 1 dan 7,68 ekor/tanaman di Lokasi 2. Sementara itu, dengan perangkap feromon dan yellow pan trap diperoleh 1,80 ekor/tanaman di Lokasi 1 dan 3,20 ekor/tanaman di Lokasi 2. Rata-rata intensitas serangan tercatat sebesar 0,04% di Lokasi 1 dan 0,03% di Lokasi 2. Analisis regresi menunjukkan adanya hubungan positif antara populasi dan intensitas serangan, meskipun dengan kekuatan korelasi yang lemah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sistem polikultur dapat menekan tingkat serangan H. hampei meskipun populasi hama masih ditemukan. Hasil ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam strategi pengendalian hama berkelanjutan pada budidaya kopi robusta di Lombok Tengah.
PERMEN JELLY BUAH SIRSAK (Annona muricata L.), KAJIAN PENAMBAHAN EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oleifera) TERHADAP SIFAT FISIK DAN TINGKAT KESUKAAN KONSUMEN Cici Nurul Hidayati; Richardus Widodo; Anak Agung Putu Sri Mahayani; Tiurma Wiliana Susanti P
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 36 No 1 (2026): Jurnal Agroteksos April 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v36i1.1576

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) terhadap tingkat kesukaan konsumen serta sifat fisik permen jelly berbahan dasar buah sirsak (Annona muricata L.). Daun kelor merupakan tanaman yang kaya akan zat gizi seperti vitamin A, C, protein, zat besi, serta senyawa bioaktif seperti flavonoid dan saponin yang memiliki manfaat sebagai antioksidan dan antibakteri. Produk permen jelly dikembangkan sebagai salah satu inovasi pangan fungsional yang dapat meningkatkan konsumsi daun kelor, terutama bagi masyarakat yang kurang menyukai konsumsi sayur dalam bentuk utuh. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap satu faktor, yaitu konsentrasi penambahan ekstrak daun kelor sebanyak lima taraf perlakuan: 0%, 2%, 4%, 6%, dan 8%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak daun kelor memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap tekstur dan rasa, namun tidak berpengaruh nyata terhadap warna dan aroma. Perlakuan terbaik terdapat pada konsentrasi 2% ekstrak daun kelor yang memberikan keseimbangan antara kandungan gizi tambahan dan tingkat penerimaan konsumen.
MOTIVASI PETAMBAK DALAM USAHA BUDIDAYA UDANG VANAME DI KECAMATAN BAYAN KABUPATEN LOMBOK UTARA Ni Made Nike Zeamita Widiyanti; Rifani Nur Sindy Setiawan
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 36 No 1 (2026): Jurnal Agroteksos April 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v36i1.1599

Abstract

Vaname shrimp is one of the leading commodities in the fisheries sector. Vaname shrimp farming provides a significant income for shrimp farmers, so it deserves special attention. In vaname shrimp farming, the motivation of vaname shrimp farmers is very important to ensure the sustainability of this business. Therefore, there are two objectives in this study, namely: (1) to analyze the level of motivation of vaname shrimp farmers in Bayan District, and (2) to analyze the factors that influence the level of motivation of vaname shrimp farmers in Bayan District. This study was conducted in Bayan District, North Lombok Regency, considering that this area is one of the shrimp production centers in North Lombok Regency. The respondents in this study were 31 vaname shrimp farmers, with the number of respondents determined using the Slovin method. The analysis methods used were the motivation percentage index method and multiple linear analysis. Based on the results of the study, the motivation level of vaname shrimp farmers was very high, namely 91.66%. The highest source of motivation came from the internal environment of vaname shrimp farmers, which was 83.87%. The factors that significantly influence the level of motivation are: education (X1), experience (X2), capital sources (X4), and age (X5). Meanwhile, the factors that do not influence the level of motivation are: number of dependents (X3) and income (X6).
FAKTOR-FAKTOR YANG MENDORONG PETERNAK DALAM MEMPERTAHANKAN POLA MANDIRI PADA USAHA AYAM RAS PETELUR DI KECAMATAN MANIANGPAJO KABUPATEN WAJO Sitti Nurani Sirajuddin; Khaerati Ashadi
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 36 No 1 (2026): Jurnal Agroteksos April 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v36i1.1595

Abstract

This study aims to identify the factors that motivate farmers to maintain an independent business model in their layer chicken operations in Maniangpajo Subdistrict, Wajo Regency. The study employed a descriptive method involving interviews and a survey. The respondents consisted of 51 layer chicken farmers who applied an independent business model in their layer chicken operations. The data were analyzed using the Delphi method in three stages. Primary data were collected through open-ended and closed-ended questionnaires, then analyzed to identify the most influential factors. The results of the study indicate that the four main factors driving farmers to maintain an independent business model are adequate capital, higher profits, marketing flexibility, and freedom from constraints. In conclusion, higher profits are the dominant factor in encouraging farmers to maintain an independent business model in the layer chicken industry.
PROSPEK DAN STRATEGI PENGEMBANGAN SISTEM PERTANIAN TERPADU BERKELANJUTAN (AGROSILVOPASTURA- APIKULTUR TRIGONA) DI DESA SEDAU KECAMATAN NARMADA, LOMBOK BARAT Muhammad Nursan; Wayan Wangiyana
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 36 No 1 (2026): Jurnal Agroteksos April 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v36i1.1677

Abstract

Permasalahan ketahanan pangan, keterbatasan akses pasar, dan degradasi lingkungan menjadi tantangan utama yang dihadapi masyarakat pertanian di Desa Sedau. Oleh karena itu, untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan suatu pendekatan pertanian terpadu berkelanjutan yang mampu mengintegrasikan antar komponen usahatani secara optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis prospek dan merumuskan strategi pengembangan sistem pertanian terpadu berbasis agrosilvopastura dan apikultur Trigona di Desa Sedau, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) yang mengacu pada protokol PRISMA 2020, dengan korpus analisis sebanyak 30 artikel terseleksi dari 309 artikel awal melalui tahapan identification, screening, dan eligibility assessment. Hasil kajian menunjukkan bahwa sistem pertanian terpadu berbasis agrosilvopastura dan apikultur lebah Trigona di Desa Sedau menunjukkan peluang yang baik untuk dikembangkan. Kondisi agroekosistem yang sesuai, didukung oleh ketersediaan sumber pakan lebah yang melimpah, menjadi modal utama dalam penerapan sistem ini. Integrasi berbagai komponen usaha tersebut tidak hanya berkontribusi terhadap perbaikan kualitas lingkungan dan peningkatan produktivitas lahan, tetapi juga mampu memperluas sumber pendapatan petani serta memperkuat keberlanjutan usaha pertanian. Strategi pengembangan diarahkan pada penggunaan spesies Trigona yang adaptif, penyediaan sumber pakan secara terintegrasi, penguatan kelembagaan komunitas, dan pengelolaan sistem secara adaptif berbasis data. Model integrasi Agrosilvopastura–Apikultur lebah Trigona dapat menjadi pendekatan inovatif dalam mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan di Desa Sedau.
STUDI KERAGAMAN DAN KELIMPAHAN ARTHROPODA PADA KOPI ROBUSTA (COFFEA CANEPHORA) YANG DITANAM DENGAN SISTEM POLIKULTUR DI DESA PEMEPEK LOMBOK TENGAH Hesty Nia Rahmawati; Ruth Stella Petrunella Thei; I Wayan Sutresna
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 36 No 1 (2026): Jurnal Agroteksos April 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v36i1.1652

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan kelimpahan arthropoda pada tanaman kopi dengan sistem polikultur di desa Pemepek Lombok Tengah. Penelitian dilakukan di lahan di Desa Pemepek, Lombok Tengah pada bulan Mei-Juni 2025, dan identifikasi spesimen arthropoda dilakukan di Laboratorium Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Mataram. Penelitian dilakukan menggunakan metode system random sampling dengan penentuan unit sampel dilakukan secara diagonal. Penentuan titik sampel dilakukan dengan menarik garis diagonal pada area pertanaman. Tanaman dalam garis diagonal dijadikan sebagai titik sampel sebanyak 5% tanaman yang ada di lahan. Terdapat 50 tanaman kopi di Lokasi I dan Lokasi II, sehingga diambil sebanyak 10 pohon yang dijadikan sebagai sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keragaman dan kemerataan arthropoda dalam kategori sedang. Lokasi I indeks keragaman sebesar (H’=1,856) dan Lokasi II (H’=1,711). Nilai indeks kemerataan pada lokasi I sebesar (E=0,707) dan di lokasi II (E=0,649), kemudian dominansi berada dalam kategori rendah di lokasi I sebesar (D=0,302) dan lokasi II (D=0,358).

Filter by Year

2017 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 36 No 2 (2026): Jurnal Agroteksos Agustus 2026 Vol 36 No 1 (2026): Jurnal Agroteksos April 2026 Vol 35 No 3 (2025): Jurnal Agroteksos Desember 2025 Vol 35 No 2 (2025): Jurnal Agroteksos Agustus 2025 Vol 35 No 1 (2025): Jurnal Agroteksos April 2025 Vol 34 No 3 (2024): Jurnal Agroteksos Desember 2024 Vol 34 No 2 (2024): Jurnal Agroteksos Agustus 2024 Vol 34 No 1 (2024): Jurnal Agroteksos April 2024 Vol 33 No 3 (2023): Jurnal Agroteksos Desember 2023 Vol 33 No 2 (2023): Jurnal Agroteksos Agustus 2023 Vol 33 No 1 (2023): Jurnal Agroteksos April 2023 Vol 32 No 3 (2022): Jurnal Agroteksos Desember 2022 Vol 32 No 2 (2022): Jurnal Agroteksos Agustus 2022 Vol 32 No 1 (2022): Jurnal Agroteksos April 2022 Vol 31 No 1 (2021): Jurnal Agroteksos April 2021 Vol 31 No 3 (2021): Jurnal Agroteksos Desember 2021 Vol 31 No 2 (2021): Jurnal Agroteksos Agustus 2021 Vol 30 No 2 (2020): Jurnal Agroteksos Agustus 2020 Vol 30 No 3 (2020): Jurnal Agroteksos Desember 2020 Vol 30 No 1 (2020): Jurnal Agroteksos April 2020 Vol 29 No 3 (2019): Jurnal Agroteksos Desember 2019 Vol 29 No 2 (2019): Jurnal Agroteksos Agustus 2019 Vol 29 No 1 (2019): Jurnal Agroteksos April 2019 Vol 28 No 2 (2018): Jurnal Agroteksos Agustus 2018 Vol 24 No 3 (2014): jurnal Agroteksos 3 Desember 2014 Vol 13 No 3 (2003): Jurnal Agroteksos 3 Oktober 2003 Vol 28 No 3 (2018): Jurnal Agroteksos Desember 2018 Vol 28 No 1 (2018): Jurnal Agroteksos April 2018 Vol 13 No 4 (2003): Jurnal Agroteksos januari 2003 Vol 7 No 3 (1997): JURNAL ILMIAH AGROTEKSOS 1997 Vol 26 No 2 (2016): Jurnal Agroteksos 2 Agustus 2016 Vol 26 No 1 (2016): jurnal agroteksos 1 April 2016 Vol 26 No 1 (2015): Jurnal Agroteksos 3 Desember 2015 Vol 25 No 1 (2015): Jurnal Agroteksos 2 Agustus 2015 Vol 25 No 1 (2015): jurnal agroteksos 1 April 2015 More Issue