cover
Contact Name
Nursan
Contact Email
mnursan@yahoo.co.id
Phone
+6281915849785
Journal Mail Official
jurnal.agroteksos@unram.ac.id
Editorial Address
Jl. Majapahit No 62 Mataram, NTB, Indonesia
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Agroteksos
Published by Universitas Mataram
ISSN : 08528268     EISSN : 26854368     DOI : https://doi.org/10.29303/agroteksos
Agroteksos merupakan jurnal pertama yang diterbitkan oleh Fakultas Pertanian Universitas Mataram. Agroteksos terdaftar di LIPI dengan p-ISSN (p-ISSN No. 0852-8268) pada 25 Mei 2007, dan e-ISSN (e-ISSN No. 2685-4368) pada 19 Juli 2019, Agroteksos menerbitkan minimal 6 artikel dalam satu edisi yang terbit 3 kali dalam setahun. Untuk peningkatan kualitas, Agroteksos telah menggunakan sistem jurnal online OJS 3. Agroteksos adalah Jurnal Ilmiah Pertanian yang memuat tulisan-tulisan hasil penelitian dan gagasan ilmiah di bidang Ilmu Pertanian, yang meliputi aspek Agronomi (termasuk kajian Pemuliaan, Produksi dan Perlindungan Tanaman, dan Ilmu Tanah), Teknologi dan Sosial Ekonomi Pertanian ( Agroteksos). Agroteksos diterbitkan oleh Fakultas Pertanian Universitas Mataram tiga kali dalam setahun (April, Agustus, dan Desember). Redaksi menerima artikel dalam bahasa Indonesia dan Inggris, baik dari universitas maupun luar universitas, baik dari dalam maupun dari luar negeri.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 472 Documents
DAMPAK ALIH FUNGSI LAHAN SAWAH TERHADAP KETAHANAN PANGAN DI PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT Nasution, Ade Rezkika; Masani, Sab’ul; Raisa, Daeva Mubarika; Shahab, Mohammad Alwi
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 35 No 2 (2025): Jurnal Agroteksos Agustus 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v35i2.1492

Abstract

Salah satu tantangan dalam tercapainya ketahanan pangan penduduk adalah meningkatnya konsumsi dikarenakan tingginya pertumbuhan penduduk. Menurunnya luas lahan pertanian akibat alih fungsi lahan juga menjadi tantangan dalam tercapainya ketahanan pangan, khususnya Provinsi Nusa Tenggara Barat yang harus mengorbankan beberapa lahan pertaniannya untuk dijadikan hunian penduduk yang semakin meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah produksi padi yang hilang akibat alih fungsi lahan sawah dan dampaknya terhadap ketahanan pangan di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Data yang digunakan merupakan data sekunder berupa time series tahun 2014-2024. Metode penelitian dengan menggunakan metode kuantitatif untuk menganalisis produksi padi yang hilang akibat alih fungsi lahan hingga ketahanan pangan di Provinsi Nusa Tenggara Barat, selanjutnya untuk menganalisis dampak alih fungsi lahan sawah terhadap ketahanan pangannya digunakan Uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 2014 sampai dengan 2024, seluas 55,5 ribu ha lahan sawah di Provinsi Nusa Tenggara Barat beralih fungsi dan menyebabkan hilangnya produksi padi sebanyak 2,78 juta ton dengan rata-rata sebanyak 397,7 ribu ton setiap tahunnya. Selanjutnya untuk mengetahui dampak alih fungsi lahan sawah terhadap ketahanan pangan penduduk di Provinsi Nusa Tenggara Barat, diperoleh hasil bahwa tidak terdapat perbedaan rata-rata nilai ketahanan pangan penduduk saat terjadi maupun tidak terjadi alih fungsi lahan.
SISTEM AGROSILVOPASTURA TROPIS: TINJAUAN INTEGRASI KELAPA, JAHE, TURI DAN KAMBING UNTUK KEBERLANJUTAN AGROEKOSISTEM DAN PELUANG PENERAPANNYA DI PULAU LOMBOK Ariyana, Mutia Devi; WANGIYANA, Wayan
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 35 No 3 (2025): Jurnal Agroteksos Desember 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v35i3.1541

Abstract

Pertanian skala kecil di wilayah tropis seperti Pulau Lombok menghadapi tantangan keberlanjutan akibat keterbatasan lahan, degradasi tanah, dan variabilitas iklim. Sebagai solusi, sistem agrosilvopastura yang mengintegrasikan kelapa (Cocos nucifera), jahe (Zingiber officinale), turi (Sesbania grandiflora), dan kambing menawarkan model pertanian terpadu yang berkelanjutan. Kajian ini bertujuan menganalisis konsep, manfaat, dan peluang implementasi sistem ini melalui sintesis literatur. Hasil tinjauan menunjukkan adanya interaksi sinergis antar komponen: kelapa sebagai kerangka struktural yang memodifikasi iklim mikro dan penyedia jasa hidrologis melalui hydraulic lift; jahe sebagai tanaman sela bernilai ekonomi tinggi yang toleran terhadap naungan moderat (25–50%); turi sebagai leguminoseae fiksator nitrogen yang memperbaiki kesuburan tanah dan sumber pakan berkualitas tinggi; serta kambing sebagai komponen daur ulang nutrien melalui pupuk organik dan aset ekonomi likuid. Integrasi ini secara signifikan meningkatkan produktivitas penggunaan lahan, mendiversifikasi sumber pendapatan (jangka pendek, menengah, dan panjang), serta memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga terhadap guncangan pasar dan iklim. Secara ekologis, sistem ini membentuk siklus hara yang lebih tertutup, meningkatkan kesuburan dan kandungan karbon tanah, serta mengurangi ketergantungan pada input eksternal. Disimpulkan bahwa model agrosilvopastura kelapa, jahe, turi, dan kambing merupakan bentuk intensifikasi ekologis yang strategis dan relevan untuk wilayah semi-kering seperti Lombok, yang mampu meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan agroekosistem sekaligus berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG). Kata kunci: agrosilvopastura, jahe, kambing, kelapa, pertanian terpadu berkelanjutan

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 35 No 3 (2025): Jurnal Agroteksos Desember 2025 Vol 35 No 2 (2025): Jurnal Agroteksos Agustus 2025 Vol 35 No 1 (2025): Jurnal Agroteksos April 2025 Vol 34 No 3 (2024): Jurnal Agroteksos Desember 2024 Vol 34 No 2 (2024): Jurnal Agroteksos Agustus 2024 Vol 34 No 1 (2024): Jurnal Agroteksos April 2024 Vol 33 No 3 (2023): Jurnal Agroteksos Desember 2023 Vol 33 No 2 (2023): Jurnal Agroteksos Agustus 2023 Vol 33 No 1 (2023): Jurnal Agroteksos April 2023 Vol 32 No 3 (2022): Jurnal Agroteksos Desember 2022 Vol 32 No 2 (2022): Jurnal Agroteksos Agustus 2022 Vol 32 No 1 (2022): Jurnal Agroteksos April 2022 Vol 31 No 1 (2021): Jurnal Agroteksos April 2021 Vol 31 No 3 (2021): Jurnal Agroteksos Desember 2021 Vol 31 No 2 (2021): Jurnal Agroteksos Agustus 2021 Vol 30 No 2 (2020): Jurnal Agroteksos Agustus 2020 Vol 30 No 3 (2020): Jurnal Agroteksos Desember 2020 Vol 30 No 1 (2020): Jurnal Agroteksos April 2020 Vol 29 No 3 (2019): Jurnal Agroteksos Desember 2019 Vol 29 No 2 (2019): Jurnal Agroteksos Agustus 2019 Vol 29 No 1 (2019): Jurnal Agroteksos April 2019 Vol 28 No 2 (2018): Jurnal Agroteksos Agustus 2018 Vol 24 No 3 (2014): jurnal Agroteksos 3 Desember 2014 Vol 13 No 3 (2003): Jurnal Agroteksos 3 Oktober 2003 Vol 28 No 3 (2018): Jurnal Agroteksos Desember 2018 Vol 28 No 1 (2018): Jurnal Agroteksos April 2018 Vol 13 No 4 (2003): Jurnal Agroteksos januari 2003 Vol 7 No 3 (1997): JURNAL ILMIAH AGROTEKSOS 1997 Vol 26 No 2 (2016): Jurnal Agroteksos 2 Agustus 2016 Vol 26 No 1 (2016): jurnal agroteksos 1 April 2016 Vol 26 No 1 (2015): Jurnal Agroteksos 3 Desember 2015 Vol 25 No 1 (2015): Jurnal Agroteksos 2 Agustus 2015 Vol 25 No 1 (2015): jurnal agroteksos 1 April 2015 More Issue