cover
Contact Name
Muhammad Erfan
Contact Email
muhammaderfan@unram.ac.id
Phone
+6282325653225
Journal Mail Official
jwd@unram.ac.id
Editorial Address
Jalan Pendidikan No. 37 Mataram - NTB, Indonesia
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Warta Desa (JWD)
Published by Universitas Mataram
ISSN : 27762572     EISSN : 26852101     DOI : https://doi.org/10.29303/jwd.v3i3
Jurnal Warta Desa (JWD) mempublikasikan naskah hasil-hasil kegiatan pengabdian dengan bidang ilmu Pendidikan, Sosial dan Humaniora, Hukum, Teknik, Pertanian, Komunikasi, Kesehatan, Pengembangan Sumberdaya Manusia, serta Teknologi Tepat Guna.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 159 Documents
PELATIHAN PEMANFAATAN HHBK SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENDAPATAN MASYARAKAT SEKITAR HUTAN LINDUNG BATULANTEH Ade Mariyam Oklima; Yadi Hartono; Heri Kusnayadi
Jurnal Warta Desa (JWD) Vol. 3 No. 1 (2021): Jurnal Warta Desa (JWD)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.155 KB) | DOI: 10.29303/jwd.v3i1.114

Abstract

Masyarakat yang tinggal disekitar hutan batulanteh memiliki aktivitas ekonomi dengan memanfaatkan Hasil Hutan Bukan Kayu seperti kemiri, kopi robusta, dan pemburuh madu hutan. Akan tetapi masyarakat belum memiliki keterampilan khusus dalam memanfaatkan dan meningkatkan nilai ekeonomi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat yang tinggal disekitar hutan Lindung Batulanteh dengan memanfaatkan Hasil Hutan Bukan Kayu. Pelatihan yang dilaksanakan di Desa Batudulang selama tiga bulan dengan tiga tahapan yaitu persiapan, pelatihan dan evaluasi pemahaman peserta. Hasil dari pelatihan menunjukkan hasil yang baik yaitu adanya peningkatan pemahaman masyarakat terhadap teknis pengurusan izin usaha (kenaikan 0,87%), teknik pemasaran produk (kenaikan 0,5%)  serta teknik pengemasan produk (kenaikan 2,82%). Oleh karena itu, pelatihan teknis pembuatan izin usaha, pelatihan teknis pemasaran dan pelatihan teknik pengemasan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap tiga hal krusial dari pengembangan sebuah produk yang akhirnya berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat sekitar hutan lindung Batulanteh.
EDUKASI PENGGUNAAN e-FILING MELALUI PROGRAM RELAWAN PAJAK 2019 D. TIALURRA DELLA NABILA
Jurnal Warta Desa (JWD) Vol. 1 No. 2 (2019): Jurnal Warta Desa (JWD)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.891 KB) | DOI: 10.29303/jwd.v1i2.58

Abstract

Reformasi Teknologi Informasi Perpajakan adalah salah satu upaya yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) untuk meningkatkan kepatuhan pajak.  Aplikasi e-Filing merupakan salah satu aplikasi yang tersedia di situs DJP Online yang dapat digunakan untuk melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) secara online dan real time. Kendala yang sering dihadapi oleh Wajib Pajak dalam penggunaan e-Filing adalah lupa EFIN, e-mail, dan jaringan internet yang lamban sehingga solusi yang ditawarkan adalah melalui Program Relawan Pajak. Pengabdian masyarakat ini meliputi Perekrutan, Pelatihan, Penugasan, dan Evaluasi Relawan Pajak. Pada Tahap Perekrutan diperoleh sebanyak 66 orang mahasiswa yang ditetapkan menjadi Relawan Pajak. Selanjutnya, Relawan Pajak mengikuti pelatihan dan Leveling Test. Sebanyak 28 orang ditugaskan di KPP Pratama Mataram Barat, 19 orang ditugaskan di KPP Pratama Mataram Timur, dan 19 orang ditugaskan di KPP Pratama Praya. Pada Tahap Evaluasi diperoleh hasil bahwa dari ketiga lokasi asistensi tersebut seluruhnya dinyatakan berhasil mencapai jumlah target penerimaan SPT Tahunan melalui e-Filing.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENGEMBANGAN INDUSTRI KERIPIK BONGGOL PISANG UNTUK MENINGKATKAN EKONOMI RUMAHAN DI DESA AIK BUKAQ I Made Sudantha; Nurmala Dewi; Aliza Tinur Awwali
Jurnal Warta Desa (JWD) Vol. 2 No. 1 (2020): Jurnal Warta Desa (JWD)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.486 KB) | DOI: 10.29303/jwd.v2i1.94

Abstract

Aik Bukaq merupakan salah satu desa yang memiliki sumber daya alam yang melimpah,mulai dari hasil pertanian sampai ke perikanan. Akan tetapi, kemampuan masyarakat dalam meemanfaatkan sumber daya alam nya masih kurang serta alat dan surat perijinan yang masih belum memadai. Tujuan program ini adalah pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan produk olahan keripik bonggol pisang di Desa Aik Bukaq. Metode yang digunakan dalam program ini adalah pemberdayaan dan penyuluhan. Pengumpulan dan analisis data adalah dengan kajian pustaka dan metode observasi. Hasil yang dicapai dalam program ini adalah pengolahan keripik bonggol pisang dapat dikatakan layak dikembangkan sebagai usaha untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Dan didukung dengan adanya surat ijin usaha perdagangan serta pembaharuan kemasan.Kata Kunci: Pemberdayaan masyarakat, Keripik, Bonggol Pisang
PELATIHAN PEMBUATAN VIRGIN COCONUT OIL (VCO) PADA DESA OMA, PULAU HARUKU, MALUKU TENGAH Mirella Fonda Maahury; Catherina M. Bijang; A. Netty Siahaya; Nurani Hasanela; Mario Rowan Sohilait
Jurnal Warta Desa (JWD) Vol. 3 No. 2 (2021): Jurnal Warta Desa (JWD)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.171 KB) | DOI: 10.29303/jwd.v3i2.142

Abstract

Virgin coconut oil (VCO) is one of the processed products from coconuts that has high economic value. This economic value is triggered by the benefits of VCO. The people of Oma Village are located on the coast of Haruku Island which is very overgrown with coconut plants. The abundance of coconut plants has not been maximally utilized by the Oma village community. This problem prompted training to make VCO for the Oma village community, Haruku Island. This community service is carried out based on counseling and training on making VCO to the Oma Village community. Counseling was carried out to convey about VCO, the benefits of VCO and how to make VCO. The training is carried out by demonstrating/demonstrating the procedure for making VCO and providing tools and materials to partners to be able to produce VCO independently. The results of VCO products from the Oma Village community are reported to the service team and used as an indicator of the success of the VCO making training. The results obtained provide information that this product is a product that can be cultivated by the Oma village community as an opportunity to improve their economy.
PELATIHAN BERBAHASA INGGRIS UNTUK WARGA SEKITAR OBJEK WISATA DESA PASIR PUTIH LOMBOK Nurazizah Nurazizah; Aurelius RL Teluma
Jurnal Warta Desa (JWD) Vol. 1 No. 2 (2019): Jurnal Warta Desa (JWD)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.974 KB) | DOI: 10.29303/jwd.v1i2.55

Abstract

The residents of Pasir Putih village who live on the coast of Selong Belanak depend their livelihood on the work of fishermen and coastal tourism. This beach and village is located on the south coast of the Praya Barat sub-district, Central Lombok Regency, NTB. There are several problems faced by local communities, namely: 1) Low awareness regarding the importance of education, especially English in tourism areas; 2) Weak English language skills in tourism areas with great potential; 3) The community is unable to develop business in the tourism area because of inadequate English language skills; 4) Low community income. For this reason, PKM Pekan Baris formulates alternative solutions as follows: 1) Providing information on the importance of education and improving English language skills; 2) Conducting English language training for the people of Pasir Putih Village, Central Lombok; 3) Providing English-language training with business-oriented material that has been developed, but not developed and new businesses can be developed; 4) Increasing the diversity of businesses by utilizing the opportunities that exist, such as guides, renting surfing equipment and providing surfing training services, souvenir businesses that are the work of local communities. and the effort we form in the sustainability of the program, namely the massage business. The target line for the Week line includes: 1) Establishment of an English language training group in the village of Pasir Putih Selong Belanak; 2) Progress Report and Final Report on PKM Week Line implementation; 3) Scientific articles about the implementation of English language training for residents of the coast of Selong Belanak. The implementation method is carried out by direct training or speaking practice with the distribution of study groups according to age and conversation needs in the coastal area.
Pelatihan Deteksi Cacing Parasit Pada Sapi dan Uji Coba Pengobatan Penyakit Cacingan Pada Sapi Menggunakan Tanaman Obat di Desa Kesik, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur Bambang Fajar Suryadi; Galuh Tresnani; Iman Surya Pratama; Kurniasih Sukenti
Jurnal Warta Desa (JWD) Vol. 1 No. 3 (2019): Jurnal Warta Desa (JWD)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.054 KB) | DOI: 10.29303/jwd.v1i3.73

Abstract

Dari bulan Juli hingga Oktober 2018, Tim Pengabdian Masyarakat dari Fakultas MIPA Universitas Mataram mengadakan pelatihan deteksi telur dan cacing dewasa di Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Masbagik Lombok Timur dan pelatihan pembuatan obat cacing alternatif/herbal di Kelompok Peternak Punik Agung, Desa Kesik, Masbagik Lombok Timur dan. Kegiatan diawali dengan deteksi telur cacing dan cacing dewasa pada feses sapi yang dipelihara di kandang kolektif Kelompok Peternak Punik Agung, Desa Kesik. Hasil deteksi feses menunjukkan bahwa semua sapi yang dipelihara di kandang kolektif tersebut menderita cacingan (terdeteksi beberapa jenis/spesies cacing) dengan kategori ringan hingga sedang. Berdasarkan hasil deteksi tersebut, dilakukan pembuatan dan pemberian obat cacing alternatif/herbal. Tanaman yang dipilih sebagai obat herbal cacingan adalah pepaya/gedang (Carica papaya) dan widuri/rembiga (Calotropis gigantea). Dua tanaman ini paling mudah didapat di sekitar perumahan warga di Dusun Kesik dan paling mudah diproses untuk dijadikan obat cacing dibanding tanaman yang lain. Biji pepaya dan bunga widuri dikeringkan dan ditumbuk hingga membentuk serbuk halus untuk kemudian diberikan pada sapi yang menderita cacingan. Berdasarkan hasil deteksi diberikan pemberian obat cacing alternatif/herbal sebagai berikut. Satu kelombok diberi serbuk biji pepaya/gedang (2 hari pemberian sebagai dosis pengobatan), 1 kelompok diberikan serbuk bunga widuri/rembiga (1 hari pemberian sebagai dosis pengobatan) dan 1 kelompok lain diberian albendazol sebagai kontrol positif. Observasi terhadap jumlah telur dan cacing dewasa pasca pemberian obat dilakukan tiap 7 hari sebanyak 2 kali (selama 14 hari). Setelah 14 minggu pemberian obat anternatif/herbal, sapi yang mendapatkan bubuk biji pepaya/gedang menunjukkan penurunan infeksi yang lebih baik (berdasarkan pada penurunan persentase jumlah dan jenis cacing yang menginfeksi) dibandingan dengan bubuk bunga widuri/rembiga. Namun, penurunan tertinggi didapatkan dari sapi yang diberikan Albendazol (kontrol). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa, bubuk biji pepaya dapat digunakan sebagai obat alternatif untuk mengatasi kasus sapi cacingan, tapi tidak untuk menggantikan obat standar farmasi.
PELATIHAN PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL UNTUK PEMASARAN DAN PENCATATAN KEUANGAN MENGGUNAKAN APLIKASI PADA UKM TENUN ENDEK DESA GETASAN I Gede Suardika; Ni Nyoman Harini Puspita
Jurnal Warta Desa (JWD) Vol. 3 No. 1 (2021): Jurnal Warta Desa (JWD)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.787 KB) | DOI: 10.29303/jwd.v3i1.110

Abstract

Perkembangan perekonomian saat ini mengarah ke wujud usaha masyarakat. Hal ini bertujuan untuk mewujudkan perekonomian masyarakat yang mandiri.  Salah satu contohnya adalah kelompok usaha tenun kain endek di daerah Badung utara tepatnya di Desa Getasan, Kecamatan Petang, Provinsi Bali. Usaha ini bernama Fortuna Sari yang memiliki lima belas pengerajin. Usaha kelompok Tenun ini berdiri semenjak Mei 2014. Pangsa pasar yang saat ini dimiliki berjualan di sekitar lokasi usaha dan dari luar desa yang merupakan relasi dari pengurus, seperti Dinas, Desa, organisasi dan perorangan. Media pemasaran saat ini belum memanfaatkan media pemasaran online seperti media sosial dan website yang dimiliki memiliki domain yang tidak mencerminkan produk. Selain itu proses pencatatan pendapatan dan pengeluaran dari usaha ini menggunakan masih buku tulis. Berdasarkan hal tersebut maka, pengabdian ini akan dilaksanakan dalam dua aspek, yaitu mengajarkan penggunaan media online secara maksimal dan mengajarkan untuk menggunakan aplikasi Excel untuk pencatatan pengeluaran dan pendapatan. Dalam pelatihan ini juga akan dibantu membuatkan video yang menjelaskan kualitas tenun yang diproduksi. Situasi yang mendukung pengabdian ini akan terlaksana adalah pengurus memiliki kemampuan menggunakan komputer dan media sosial. Target dari diadakannya pengabdian ini adalah kelompok usaha tenun dapat menggunakan media online secara maksimal, memiliki video yang menjelaskan kualitas kain yang menjadi ciri khas dan keunggulan produk, dapat menggunakan aplikasi Excel untuk mencatat pendapatan dan pengeluaran.
SOSIALISASI PENGADAAN TANAH BAGI PEMBANGUNAN UNTUK KEPENTINGAN UMUM DI DESA MERANTI UTARA KECAMATAN PINTU POHAN MERANTI KABUPATEN TOBA Uswatun Hasanah; Elyani Elyani; Khamo Waruwu; Ahmad Yudhira
Jurnal Warta Desa (JWD) Vol. 3 No. 3 (2021): Jurnal Warta Desa (JWD)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1548.541 KB) | DOI: 10.29303/jwd.v3i3.166

Abstract

Kebutuhan akan listrik semakin bertambah setiap tahunnya, untuk itu harus diiringi dengan pertumbuhan pembangkit listrik agar mampu melayani seluruh kebutuhan masyarakat. Dalam hal ini pemerintah telah memulai pembangunan pembangkit listrik tenaga Air Asahan (PLTA Asahan). Dalam pelaksanaaannya diperlukan area yang menjadi lokasi pembangunan khususnya untuk pembuatan lahan tapak Tower T/L 150 KV PLTA Asahan III- Gardu Induk Simangkuk. Untuk itu harus dilakukan sosialisasi kepada masyarakat terdampak agar proses pembangunan dapat berjalan dengan lancar.  Beberapa kendala yang dihadapi dalam proses pembangunan ini yaitu masih kurangnya pemahaman masyarakat akan pentingnya pembangunan tapak Tower T/L 150 KV PLTA Asahan III untuk memenuhi kepentingan masyarakat luas. Masyarakat masih ada yang belum mau melepaskan hak akan tanahnya karena berbagai alasan diantaranya harga yang ditawarkan tidak sesuai, ketakutan kehilangan mata pencaharian jika pindah ketempat lain serta adanya sengketa tanah di dalam kepemilikan hak atas tanah tersebut.  Tim Pengabdian masyarakat Universitas Tjut Nyak Dhien ikut serta dalam membantu kegiatan sosialisasi kepada masyarakat dengan cara membuka konsultasi baik dari segi hukum, sosial ekonomi dan manajemen keuangan. Selain itu Tim pengabdian masyarakat juga melakukan pendekatan kepada masyarakat melalui pendekatan personal, budaya, nonformal serta kearifan lokal, dan juga melakukan pendekatan kepada tokoh-tokoh masyarakat setempat untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat akan arti pentingnya pembangunan ini. Hasil dari sosialisasi tersebut adalah masyarakat memahami dengan baik maksud dari tujuan penyediaan tanah bagi kepentingan umum, Proses pengalihan tanah dari masyarakat untuk pengadaan lahan tapak Tower T/L 150 KV PLTA Asahan III- Gardu Induk Simangkuk di desa Meranti utara berjalan dengan baik.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengembangan Teknologi Biogas Dengan Pemanfaatan Limbah Peternakan Sapi Sebagai Sumber Energi Alternatif Desa Gontoran eka nusa; Immy Suci Rohyani
Jurnal Warta Desa (JWD) Vol. 1 No. 2 (2019): Jurnal Warta Desa (JWD)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.784 KB) | DOI: 10.29303/jwd.v1i2.41

Abstract

Desa Gontoran merupakan salah satu desa di kecamatan Lingsar, Lombok Barat yang mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai petani dan peternak. Tanaman yang diusahakan petani yaitu padi dan berbagai jenis sayuran, sedangkan hewan yang diternakan yaitu sapi dan ayam. Limbah kotoran dari ternak sapi di Desa Gontoran belum dikelola dan dimanfaatkan dengan baik, sehingga apabila dapat dikelola dengan baik maka akan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat didesa tersebut. Hal ini sejalan dengan program pemerintah tentang pengelolaan dan pengolahan limbah ternak untuk mengurangi pencemaran lingkungan. Salah satu yang mendukung program ini adalah dengan mengolah limbah kotoran ternak menjadi sesuatu yang bermanfaat, salah satunya menjadi alternative bahan bakar seperti biogas . Oleh karena itu, perlu dilakukan peningkatan wawasan masyarakat tentang pemanfaatan limbah kotoran ternak menjadi biogas. Hal ini nantinya dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan bahan bakar yang akan berguna bagi kehidupan mereka nantinya.Kata Kunci: Pengembangan, Biogas, Sumber Energi Alternatif.
TANTANGAN PEMBENTUKAN KELOMPOK USAHA BERSAMA (KUBe) DI DESA JAGO Ni Ketut Santi Rahayu; Ni Komang Tri Dharmayani; Dewi Fitri Nur’afuddin; Muhammad Suprodi Suprodi
Jurnal Warta Desa (JWD) Vol. 2 No. 1 (2020): Jurnal Warta Desa (JWD)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.116 KB) | DOI: 10.29303/jwd.v2i1.87

Abstract

Desa Jago adalah desa yang  terletak di kecamatan Praya, kabupaten Lombok Tengah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Luas wilayah Desa Jago adalah 753 Ha dengan kepadatan penduduk mencapai 15,791 jiwa yang tersebar di 20 Dusun. Mayoritas tingkat pendidikan masyarakat Desa Jago adalah tamat sekolah dasar/sederajat. Desa Jago memiliki ciri khas yang didominasi oleh masyarakat yang bermata pencaharian dengan bertani dan beternak. Warga Desa Jago merupakan warga yang memiliki keterampilan yang cukup baik dalam hal menganyam, membuat kerupuk, membuat cilok, merajut, dan lain sebagainya. Namun, warga Desa Jago memiliki kendala dalam mengasah keterampilan tersebut menjadi suatu usaha dikarenakan kurangnya modal usaha, kurangnya partisipatif masyarakat dalam berusaha, serta kurangnya pengetahuan masyarakat dalam hal promosi. Maka perlu dilaksanakan Program Kelompok Usaha Bersama (KUBe) di Desa Jago dengan tujuan untuk meningkatkan pendapatan atau peningkatan ekonomi yang nantinya berdampak pada menurunnya tingkat kemiskinan. Adapun metode yang dilakukan dalam membentuk KUBe adalah sosialisasi KUBe, sosialisasi pemanfaatan hasil pertanian, pelatihan membuat produk, pembentukan KUBe, penyerahan proposal ke Dinas Sosial. Sosialisasi dan pelatihan dilaksanakan di Kantor Desa dengan peserta berasal dari setiap dusun. Kegiatan pembentukan KUBe ini dilaksanakan dengan metode survey dengan turun langsung ke masyarakat (door to door) dengan acuan Basis Data Terpadu (BDT). Adapun KUBe yang berhasil dibentuk berjumlah 3 yaitu Mele Maju II, Kerupuk Mandiri, dan Mawar Melati.Kata Kunci : Desa Jago, Kelompok Usaha Bersama, Pemanfaatan Hasil Pertanian

Page 6 of 16 | Total Record : 159