cover
Contact Name
Muhammad Erfan
Contact Email
muhammaderfan@unram.ac.id
Phone
+6282325653225
Journal Mail Official
jwd@unram.ac.id
Editorial Address
Jalan Pendidikan No. 37 Mataram - NTB, Indonesia
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Warta Desa (JWD)
Published by Universitas Mataram
ISSN : 27762572     EISSN : 26852101     DOI : https://doi.org/10.29303/jwd.v3i3
Jurnal Warta Desa (JWD) mempublikasikan naskah hasil-hasil kegiatan pengabdian dengan bidang ilmu Pendidikan, Sosial dan Humaniora, Hukum, Teknik, Pertanian, Komunikasi, Kesehatan, Pengembangan Sumberdaya Manusia, serta Teknologi Tepat Guna.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 159 Documents
UPAYA PENCEGAHAN PEREDARAN NARKOBA DALAM RANGKA MELINDUNGI MASYARAKAT DI KABUPATEN LOMBOK TENGAH NUSA TENGGARA BARAT Muhammad Sood; Lalu Puttrawandi; Khairur Rizki
Jurnal Warta Desa (JWD) Vol. 3 No. 2 (2021): Jurnal Warta Desa (JWD)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.121 KB) | DOI: 10.29303/jwd.v3i2.129

Abstract

This article is sourced from the results of community service in Central Lombok Regency in an effort to socialize the impact of drug trafficking, the causes of drug trafficking and efforts to prevent drug distribution in the community. The abuse of narcotics and dangerous drugs is a global phenomenon that is very frightening and dangerous for the nation and state. The bad effects of drug use have touched almost all levels of society at all levels, not only the general public, through the world of education from elementary school to college. Various effects of narcotics use include disrupting brain nerve cells, causing dehydration, hallucinations, chest pain, aggressive behavior, memory loss, causing seizures and death. Various factors cause the increase in the use of narcotics in society, such as personal factors in users due to a lack of understanding of religious teachings, family environmental factors such as broken communication between parents and children, social factors in society, especially with addicted friends. for drugs; factors of weak institutional roles, lack of guidance and outreach from the government and community leaders about the dangers of drug use, and weak law enforcement. Various efforts can be made to prevent the entry and circulation of narcotics and illicit drugs in West Nusa Tenggara, both through preventive efforts such as socialization, guidance and supervision, as well as the imposition of repressive measures, such as the application of criminal sanctions for drug dealers.
PENYULUHAN SISTEM KELEMBAGAAN EKO WISATA BERDASARKAN PERATURAN KEBIJAKAN DI DESA AIK BERIK KECAMATAN BATUKLIANG UTARA KABUPATEN LOMBOK TENGAH Markum Markum
Jurnal Warta Desa (JWD) Vol. 1 No. 1 (2019): Jurnal Warta Desa (JWD)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.919 KB) | DOI: 10.29303/jwd.v1i1.20

Abstract

Ekowisata merupakan salah satu kegiatan pariwisata yang berwawasan lingkungan dengan mengutamakan aspek konservasi alam, aspek pemberdayaan social, budaya, ekonomi masyarakat lokal serta aspek pembelajaran dan pendidikan. Oleh sebab itulah suatu Wilayah yang sudah di tetapkan menjadi sebuah Wilayah/Desa  Ekowisata tentunya memberikan dampak yang positif bagi masyarakat setempat, jika bisa mengelolannya dengan baik, terutama masalah kelembagaan dari Ekowisata tersebut. Oleh sebab itulah kami mencoba memberikan sebuah edukasi kepada masyarakat di Desa Aik Berik untuk bisa memahami tentang kelembagaan Ekowisata sesuai dengan peraturan Menteri dalam Negeri No 33 tahun 2009 tentang pedoman pengembangan Ekowisata Daerah. Adapun metode edukasi yang kami lakukan, kami memberikan sebuah penyuluhan kepada masyarakat, dengan cara mendatangi para warga Desa Aik Berik, baik yang terlibat dalam pengembangan Ekowisata tersebut, maupun warga biasa. Dengan adannya edukasi seperti ini, kami beraharap kepada warga yang hidup di kawasan Daerah Ekowisata Desa Aik Berik, untuk bisa menjaga  kelestarian alam,, dan bisa memberi kenyamanan kepada para pengunjung.______________________
Optimalisasi Usaha Mikro Melalui Diseminasi Pengolahan Cabai Untuk Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Di Desa Kerongkong Esty Oktavia; Aminatun Amalia
Jurnal Warta Desa (JWD) Vol. 1 No. 3 (2019): Jurnal Warta Desa (JWD)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.906 KB) | DOI: 10.29303/jwd.v1i3.31

Abstract

Salah satu aspek penunjang kesejahteraan hidup masyarakat yaitu mengelola potensi lokal yang ada di daerahnya. Desa Kerongkong merupakan salah satu desa di Kecamatan Suralaga yang secara demografis memiliki banyak potensi lokal daerah. Potensi terbesar di desa ini yaitu 90% terletak pada bidang petanian khususnya tanaman Cabai. Meskipun hasil tanaman cabai melimpah, namun warga desa setempat masih belum bisa memanfaatkan cabai menjadi produk yang memiliki nilai jual yang tinggi. Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan masyarakat tentang hal tersebut. Sehingga salah satu program kerja utama KKN ini yaitu bagaimana cara pengolahan cabai sehingga menghasilkan nilai jual yang tinggi dengan membangun mitra kopeasi dengan ibu-ibu PKK di desa tersebut. Di desa ini sebagian besar masyarakatnya bekerja sebagai petani. Hal ini lah yang mendorong kami untuk melakukan kegiatan pengolahan cabai sebagai potensi desa ini. Disamping itu terdapat beberapa program kerja yang tujuan untuk mempererat silaturrahmi antara mahasiswa dan masyarakat desa.Kata kunci: Potensi Lokal, pengolahan Cabai, Kerongkong. 
PEMETAAN POTENSI USAHA MASYARAKAT MELALUI PEMBENTUKAN KELOMPOK USAHA BERSAMA (KUBE) YANG KREATIF DAN INOVATIF DI DESA SUKARAJA, KECAMATAN JEROWARU, KABUPATEN LOMBOK TIMUR Amalia Magfira; Rara Nabilla Arieno; M. Prasetyo Nugroho
Jurnal Warta Desa (JWD) Vol. 2 No. 1 (2020): Jurnal Warta Desa (JWD)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.965 KB) | DOI: 10.29303/jwd.v2i1.101

Abstract

Desa  Sukaraja,  Kecamatan  Jerowaru,  Kabupaten  Lombok  Timur  merupakan daerah dengan potensi utama terletak pada sektor pertanian, khususnya jenis tanaman tembakau dan padi. Namun, pada sektor tersebut mengenal musim. Pada musim kemarau warga  desa  tidak  bisa  bercocok  tanam.  Oleh  karena  itu,  guna  mengisi  kekosongan aktivitas  bertani  yang  dilakukan  pada  musim  tertentu,  masyarakat  desa  membuat kerajinan  anyaman  rotan  dan  tidak  sedikit  warga  yang  membuka  usaha  perkiosan. Kendala  yang dihadapi  oleh masyarakat adalah  kurangnya pengetahuan dan keahlian dalam mengembangkan  potensi usaha  yang mereka miliki. Potensi usaha, khususnya kerajinan anyaman seharusnya bisa menjadi ikon Desa Sukaraja bila dimaksimalkan usahanya. Namun, warga di sana membuat kerajinan anyaman menjadi bahan mentah, kemudian dibeli oleh pengepul dengan harga yang relatif murah dibandingkan harga yang dijual kembali oleh pengepul. Misalnya tas rotan, warga desa membuat bahan mentah, sedangkan pengepul menginovasi dengan menambahkan tali tas dan kain bagian dalam. Alternatif solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut adalah dengan melakukan penyuluhan pengenalan apa itu kelompok usaha bersama (KUBe). Tujuan dari program  ini  adalah  untuk  mengubah  pola  pikir  para  pengulat  (pembuat  kerajinan anyaman) agar mau membentuk kelompok usaha bersama (KUBe) yang kreatif dan inovatif. Melalui kelompok tersebut, anggota kelompo bisa berkembang bersama dengan prakasarnya  sendiri.  Dengan  harapan,  warga  bisa  mengembangkan   sendiri   usaha kerajinan anyamannya, tidak hanya membuat dan menjual bahan mentah, tetapi langsung membuat  produk  jadi.  Metode  yang digunakan  adalah persiapan  program,  sosialisasi pengenalan KUBe, dan pembuatan serta pengantaran proposal permohonan dana usaha kepada Dinas Sosial setempat. Hasil dari program ini adalah terbentuknya kelompok usaha bersama (KUBe) di Desa Sukaraja serta diajukannya proposal permohonan dana usaha kepada Dinas Sosial Kabupaten Lombok Timur dan Dinas Sosial Provinsi Nusa Tenggara Barat.Kata Kunci: Pemetaan usaha, kelompok usaha bersama, Desa Sukaraja 
PEDULI COVID-19 BERUPA PENGUMPULAN DONASI DAN PEMBAGIAN BANTUAN KEPADA MASYARAKAT I Made Juliarta; Dewa Made Agustawan; I Putu Eka Suardana
Jurnal Warta Desa (JWD) Vol. 3 No. 3 (2021): Jurnal Warta Desa (JWD)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.014 KB) | DOI: 10.29303/jwd.v3i3.152

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan donasi berupa konsumsi bagi masyarakat yang terdampak COVID-19. Pemberian donasi berupa komsumsi ini diberikan di beberapa lokasi diantaranya adalah di kampus Universitas Bali Dwipa Renon, Tabanan, Karangasem, Klungkung, Bangli dan Petang-Badung. Pemberian donasi ini juga merupakan kerja sama antara t-jek Tabanan dengan Universitas Bali Dwipa. Kegiatan ini dilaksanakan dengan mendatangai langsung tempat penyaluran donasi berupa komsumsi bagi warga yang membutuhkan. Respons masyarakat yang menerima donasi ini sangat posifti di tengah situasi perekonomian yang sulit dalam pandemi COVID-19 ini. PKM ini diprakarsai oleh rekan dosen Universitas Bali Dwipa di dalam memberikan donasi ini ini. Metode persuasif merupakan metode yang digunakan dalam memberikan himbauan tentan pentingnya menjaga protokol kesehatan dan diselingi dengan memberikan donasi berupa konsumi. Kegiatan pemberian donasi bagi masyarakat terdampak pandemi bertujuan untuk mengurangi beban masyarakat.  Kontek situasi merupakan pendekatan yang digunakan di dalam dalam pemberian donasi Covid-19 ini. Hal ini dikemukakan oleh Halliday yaitu field, tenor, dan mood. Masyarakat di tempat pemberian donasi nampak sangat antusias untuk mengambil donasi yang dikumpulkan oleh dosen dari Universitas Bali Dwipa. 
PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA MENJADI PUPUK ORGANIK MENGGUNAKAN KOMPOSTER DI LINGKUNGAN DESA MONTONG BAAN SELATAN, KECAMATAN SIKUR, KABUPATEN LOMBOK TIMUR, NUSA TENGGARA BARAT Susilawati Susilawati
Jurnal Warta Desa (JWD) Vol. 1 No. 2 (2019): Jurnal Warta Desa (JWD)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.568 KB) | DOI: 10.29303/jwd.v1i2.21

Abstract

Desa Montong Baan Selatan merupakan salah satu desa yang sebagian besar penduduknya bertumpu pada sektor pertanian di kabupaten Lombok Timur. Kendala yang dihadapi oleh masyarakat adalah kurangnya tingkat kesadaran tentang pengelolaan sampah, Alternatif solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut adalah dengan mengadakan penyuluhan pemanfaatan limbah sampah rumah tangga dan pelatihan pembuatan pupuk organik dengan alat komposter. Tujuan dari program ini adalah memberdayakan masyarakat Desa Montong Baan Selatan dalam membuat pupuk organik menggunakan sampah organik dari rumah tangga. Metode yang digunakan adalah persiapan program, sosialisasi dan pelatihan, pembuatan produk, pemanfaatan, monitoring, dan mengevaluasi. Hasil dari program pemberdayaan masyarakat ini adalah kelompok tani Montong Baan Selatan berpotensi untuk dapat membuat pupuk organik mulai dari skala rumah tangga dengan memanfaatkan sampah seperti sampah dapur dan kotoran ternak. Hasil dari pengolahan sampah dengan komposter berupa pupuk cairan dan padat yang keduanya dapat digunakan pada tanaman dan pupuk hasil tersebut baru bisa diambil dari komposter setelah 2 sampai 3 minggu masa fermentasi. Hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik dari sampah rumah tangga dapat mengurangi penggunaan pupuk anorganik yang mana berimbas pada pengurangan biaya oleh petani, dan kelompok tani Montong Baan Selatan Selatan berkomitmen dalam mengembangkan pupuk organik dari sampah organik sebagai upaya berkelanjutan dari program pengembangan pertanian Kata Kunci: Sampah Rumah Tangga; Pupuk Organik; Alat Komposter
PEMANFAATAN LIMBAH SERABUT KELAPA DI DESA KORLEKO KECAMATAN LABUHAN HAJI KABUPATEN LOMBOK TIMUR Ahmad Ardian Ariatma; Abdul Kadir; Fahruddin Fahruddin
Jurnal Warta Desa (JWD) Vol. 1 No. 3 (2019): Jurnal Warta Desa (JWD)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (656.737 KB) | DOI: 10.29303/jwd.v1i3.81

Abstract

ABSTRAK. Kelapa merupakan salah satu sumber pendapatan ekonomi masyarakat Desa Korleko. Desa Korleko terkenal sebagai salah satu penghasil kelapa terbesar di Pulau Lombok, namun saat ini potensi kelapa tersebut belum dimanfaatkan secara optimal. Kelapa dijual tanpa melalui proses pengolahan terlebih dahulu. Jika dilakukan pengolahan kelapa terlebih dahulu sebelum dilakukan pemasaran maka nilai jual kelapa akan meningkat. Serabut kelapa adalah hasil produk sampingan dari kelapa yang menjadi limbah dan kurang dimanfaatkan. Serabut kelapa dapat diolah menjadi cocofiber (serat sabut kelapa) dan cocopeat (serbuk sabut kelapa atau gabus) yang dapat di manfaatkan menjadi berbagai produk diantaranya serabut kelapa menjadi keset, sapu, isi bantal dan media tanam holtikultura, serta masih banyak lagi. Semua produk tersebut dapat diproses dengan mudah oleh masyarakat dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi sehingga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat.______________________ Kata kunci : Kelapa, Limbah Serabut Kelapa, cocofiber, cocopeat, Desa Korleko ABSTRACT. Coconut is a source of economic income for the people of Korleko Village. Korleko village is famous as one of the biggest coconut producers on Lombok Island, but at present the potential of coconut has not been used optimally. Coconut is sold without going through the processing first. If coconut processing is carried out prior to marketing, the selling value of coconuts will increase. Coconut fiber is a byproduct of coconut which is waste and is underused. Coconut fiber can be processed into cocofiber (coconut fiber) and cocopeat (coconut fiber powder or cork) which can be utilized as various products including coconut fibers into mats, brooms, pillow contents and horticultural planting media, and many more. All of these products can be processed easily by the community and have high economic value so as to improve the community's economy.______________________ Keywords: Coconut, Coconut Fiber Waste, cocofiber, cocopeat, Korleko Village
PEMBUATAN DAN APLIKASI PUPUK ORGANIK BERBASIS MIKROBA DI DESA PENIMBUNG, GUNUNG SARI - LOMBOK BARAT Bambang Fajar Suryadi; Sarkono Sarkono; Faturrahman Faturrahman; Ernin Hidayati
Jurnal Warta Desa (JWD) Vol. 3 No. 1 (2021): Jurnal Warta Desa (JWD)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.7 KB) | DOI: 10.29303/jwd.v3i1.115

Abstract

Sampah organik adalah sampah yang paling banyak dihasilkan oleh aktivitas manusia, karenanya harus diolah sedemikian rupa sehingga tidak menyebabkan masalah kesehatan dan lingkungan, serta dapat dimanfaatkan kembali. Salah satu bentuk pengolahan dan pemanfataannya adalah dengan mengubahnya mejadi pupuk organik yang prosesnya dibantu oleh mikroba bakteri EM4®. Kegiatan pembuatan dan aplikasi pupuk organik berbasis mikroba rencananya akan dilaksanakan di Desa Penimbung, Lingsar - Lombok Barat. Kegiatan dan monitoring akan dilaksanakan selama 6 bulan (Mei s/d Oktober 2020). Kegiatan ini akan melibatkan beberapa dosen dan mahasiswa dari PS Biologi, FMIPA - UNRAM, serta pemuda karang taruna bersama warga Desa Penimbung, Lingsar - Lombok Barat. Kegiatan akan diisi dengan pelatihan pembuatan dan aplikasi pupuk kompos dan pupuk cair dari sisa makanan berbasis mikroba bakteri (EM4®). Pupuk yang sudah dibuat nantinya akan diaplikasikan pada tanaman kebun/pekarangan, menggantikan pupuk komersial.
PEMANFAATAN LIMBAH PETERNAKAN KAMBING PERANAKAN ETAWA (PE) UNTUK MENDUKUNG USAHA TANI PEKARANGAN Muhamad Ali
Jurnal Warta Desa (JWD) Vol. 1 No. 1 (2019): Jurnal Warta Desa (JWD)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.437 KB) | DOI: 10.29303/jwd.v1i1.22

Abstract

Desa Lepak Timur Kecamatan Sakra Timur Kabupaten Lombok Timur telah dijadikan sebagai sentra Kambing Peranakan Ettawa. Namun, kebiasaan masyarakat yang membuat kandang di sekitar pemukiman menyebabkan permasalahan sanitasi. Untuk itu, melalui kegiatan ini telah dilakukan penyuluhan dan upaya pemanfaatan limbah sebagai bahan pembuatan pupuk organik. Hasil kegiatan menunjukkan tingginya animo masyarakat untuk memanfaatkan limbah peternakan kambing PE sebagai pupuk. Hal ini disebabkan karena kebutuhan pupuk petani di Desa Lepak Timur sangat tinggi terutama untuk tanaman tembakau dan tanaman holtikultura. Melalui kegiatan ini, pemanfaatan limbah ternak kambing PE telah dilakukan dan diharapkan dapat mensubstitusi penggunaan pupuk komersial yang sering sulit diperoleh dan berharga mahal.Kata kunci: kambing peranakan ettawa, limbah, pupuk organik, usaha tani pekarangan.
PENERAPAN METODE EKSPERIMEN BERBASIS LABORATORIUM VIRTUAL UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENGAJAR GURU FISIKA SMA SE-KABUPATEN LOMBOK UTARA Lily Maysari Angraini; Rahadi Wirawan; Nurul Qomariyah
Jurnal Warta Desa (JWD) Vol. 1 No. 2 (2019): Jurnal Warta Desa (JWD)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (839.423 KB) | DOI: 10.29303/jwd.v1i2.59

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah memperkuat konsep metode pembelajaran eksperimen dengan mengembangkan laboratorium virtual sebagai solusi ketidaktersediaannya alat praktikum dan sekaligus untuk meningkatkan keterampilan mengajar guru fisika SMA se-kabupaten Lombok Utara. Kegiatan ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Tanjung Kabupaten Lombok Utara, dengan peserta guru-guru fisika yang tergabung dalam MGMP mata pelajaran fisika SMA kabupaten Lombok Utaran. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode FGD dan Direct Instruction, metode demonstrasi dan metode Problem Based Learning (PBL). Adapun perancangan laboratorium virtual pada kegiatan ini menggunakan software LabVIEW 8.5 dan Arduino Uno. Hasil kegiatan ini tersusunnya perencanaan pembelajaran fisika menggunakan metode eksperimen berbasis laboratorium virtual, terinstalasinya program LabVIEW dan Arduino Uno di laptop masing-masing peserta, terbangunnya sebuah prototype system pengukuran jarak menggunakan sensor ultrasonic BMP05 dari kerja masing-masing kelompok, dan meningkatnya keterampilan guru mengajar fisika dengan metode eksperimen berbasis LabVIEW.

Page 7 of 16 | Total Record : 159