cover
Contact Name
Lukmanulhakim
Contact Email
ukmanulhakim@fkip.untan.ac.id
Phone
+6281345635378
Journal Mail Official
jurnalvisi@untan.ac.id
Editorial Address
FKIP Universitas Tanjungpura Jl. Prof. Dr. Hadari Nawawi, Pontianak 78124 Telp: (0561) 740144 Kotak Post 1049
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Visi Ilmu Pendidikan
ISSN : 20859848     EISSN : 2579552X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jvip.vi.id
Core Subject : Education,
Jurnal Visi Ilmu Pendidikan published manuscripts on research in education, particularly related to teaching and learning, theory and practice in education, education policy, curriculum and materials development, education on culture and characters of nation, teacher education, and other relevant activities. The journal welcomes submissions from around the world Focus and Scope: 1. Research in education, 2. Teaching and learning, 3. Theory and practice in education, 4. Education policy, 5. Curriculum and materials development, 6. Education on culture and characters of nation, 7. Teacher education,
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 407 Documents
IMPLEMENTATION OF CHARACTER EDUCATION IN BUILDING SCHOOL CULTURE Aunurrahman Aunurrahman
Jurnal Visi Ilmu Pendidikan Vol 13, No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jvip.v13i1.44565

Abstract

This research aims to find out about the implementation of character education in building school culture. The research was conducted at elementary schools in Sambas Regency with representation of a number of elementary schools from several sub-districts in Sambas Regency. The data were collected by combining quantitative and qualitative approaches, with data collection techniques using interviews, FGDs and questionnaires. The qualitative data analysis used the interactive analysis technique of Miles and Huberman, while the quantitative data analysis used factor analysis and percentage. The results showed that in general the implementation of character education in building school culture in the Sambas Regency elementary schools in several dimensions was well implemented. However, in certain parts, especially in the dimensions of the program and evaluation, it has not been fully actualized as expected. Meanwhile, school culture as a whole has developed well, especially in the dimensions of disciplinary culture, exemplary culture and culture of order and cleanliness. These three dimensions of culture are the fundamental foundation of building school culture. In the disciplinary culture dimension, the biggest contribution is to hold the midday prayer in congregation, while in the dimension of order and cleanliness culture, the biggest contribution is to hold a school ceremony.Key words: Character Education, School Culture
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA SUB MATERI PENCEMARAN LINGKUNGAN DI KELAS X SMA NEGERI 4 PONTIANAK Laili Fitri Yeni; Yokhebed .; Umi Kalsum
Jurnal Visi Ilmu Pendidikan Vol 8, No 2 (2012): Volume 8 Nomor 2 Edisi Mei 2012
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jvip.v8i2.1937

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) terhadap hasil belajar siswa pada sub materi pencemaran lingkungan yang dilihat dari hasil postest siswa pada kelas eksperimen dan kontrol. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan bentuk penelitian quasi eksperimental design dan menggunakan rancangan percobaan control group pre-test and post-test design. Populasi penelitian adalah siswa kelas X SMA Negeri 4 Pontianak tahun ajaran 2009/2010. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive sampling, sehingga diperoleh sampel penelitian yakni kelas XB sebagai kelas eksperimen dan XF sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan adalah tes berbentuk essai yang berjumlah lima soal. Dari hasil analisis data, diperoleh rata-rata skor hasil belajar siswa dengan model CIRC sebesar 11,61 lebih tinggi dibanding dengan model pembelajaran konvensional yaitu sebesar 10,89. Berdasarkan hasil uji U-mann Whitney diketahui bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa di kelas eksperimen dan kontrol yaitu Z tabel ? - Zhitung atau 1,96 ? -2,20. Berdasarkan perhitungan Effect size model pembelajaran CIRC diperoleh nilai sebesar 0,44 dengan kategori sedang. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran CIRC secara efektif dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Kata kunci : Efektivitas, Model CIRC, Hasil belajar, Pencemaran lingkungan.
INVESTASI SUMBER DAYA MANUSIA DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI INDONESIA Hardianto Hardianto; Nofriser Nofriser
Jurnal Visi Ilmu Pendidikan Vol 14, No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jvip.v14i1.48669

Abstract

The problems of education today can be classified into three main problems, namely equity, quality and relevance. This research method is literature study with editing, organizing and finding steps. Data analysis used deductive and inductive techniques. The results of the study are known to overcome educational problems, one of which is by investing in human resources. Investment in human resources will be able to increase the competitiveness of educational institutions. Human capital includes intellectual, emotional, social, fortitude and moral capital. Education is said to be of quality if it meets or exceeds customer expectations both internally and externally. Therefore, improving the quality of education needs to be done by encouraging educators and education staff to increase their knowledge about their work through training, workshops and further studies. AbstrakPermasalahan pendidikan dewasa ini dapat diklasifikasikan menjadi tiga permasalahan utama, yaitu pemerataan, kualitas dan relevansi. Metode penelitian ini adalah studi pustaka dengan langkah-langkah editing, organizing dan finding. Analisis data menggunakan teknik deduktif dan induktif. Hasil penelitian diketahui untuk mengatasi permasalahan pendidikan salah satunya dengan melakukan investasi sumber daya manusia. Investasi sumber daya manusia akan dapat meningkatkan daya saing lembaga pendidikan. Modal manusia meliputi modal intelektual, emosional, sosial, ketabahan dan moral. Pendidikan dikatakan bermutu apabila memenuhi atau melebihi harapan pelanggan baik internal maupun eksternal. Oleh karena itu peningkatan mutu pendidikan perlu dilakukan dengan mendorong tenaga pendidik dan kependidikan untuk meningkatkan pengetahuan tentang pekerjaannya mereka melalui pelatihan, workshop maupun studi lanjut.
PENDIDIKAN KARAKTER YANG TERCERMIN DALAM NOVEL PANGGIL AKU KARTINI SAJAKARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER Agus Wartiningsih
Jurnal Visi Ilmu Pendidikan Vol 6, No 3 (2014): Oktober 2014
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jvip.v6i3.9026

Abstract

Pendidikan diartikan sebagai proses mengubah sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan. Karakter diartikan sebagai “Cara berpikir dan berperilaku yang khas tiap individu untuk hidup dan bekerja sama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara” (Samani dan Hariyanto, 2013: 41). “Kesehatan mental, karakter luhur atau karakter yang mulia sangat penting bagi perkembangan peradaban dan kekarakter suatu bangsa, di samping kecerdasan berpikir dan kemampuan intelektual. Nabi Muhammad Swa. diturunkan Tuhan untuk memperbaiki akhlak kaum Quraish Mekkah yang tidak beradap/jahiliyah, begitu juga Nabi Isa AS diturunkan sebagai gembala umatnya yang sesat, Sidarta Gautama, Tau Tse, rupanya Tuhan masih sayang pada manusia sehingga mengutus berbagai orang suci penuntun umat manusia pada kaumnya” (Fathurrohman, dkk., 2013:14).  Pendidikan karakter yang kita kenal mencakup 9 pilar pendidikan karakter yaitu: 1) cinta Tuhan dan alam semesta, 2) tanggung jawab, kedisiplinan dan kemandirian, 3) kejujuran, 4) hormat dan santun, 5) kasih sayang, kepedulian dan kerja sama, 6) percaya diri, kreatif, kerja keras, pantang menyerah, 7) keadilan dan kepemimpinan, 8) baik dan rendah hati, 9) toleransi, cinta damai, dan persatuan. Kata Kunci: Pendidikan, Karakter, Panggil Aku Kartini Saja Abstract: Education is defined as the process of changing attitudes and behaviour  of  a person or group of people in human mature  through teaching and training. Character is defined as "a way of thinking and behaving that is typical of each individual to live and work together in the family, community, nation, and the state" (Samani and Hariyanto, 2013: 41). "Mental health,  noble character,  intelligence thought and intellectual capabilities is very important for the development of civilization and character of  a nation. Prophet Muhammad SAW  was revealed by God to edify the uncivilized/ignorant Quraysh of Mecca, as did by Prophet Isa AS is derived as a shepherd his flock astray. God also sent  Sidarta Gautama and Tau Tse to guide human being as the way  to love mankind."(Fathurrohman, et al., 2013: 14).  Character education includes nine pillars namely: 1) the love of God and the universe, 2) responsibility, discipline and independence, 3) honesty, 4) respect and courtesy, 5) compassion, care and cooperation, 6 ) confident, creative, work hard, never give up, 7) justice and leadership, 8) kind and humble, 9) tolerance, love peace, and unity.Keywords: Education, Character, Panggil Aku Kartini Saja.
Language Assessment For Young Learners Sumarni Sumarni
Jurnal Visi Ilmu Pendidikan Vol 7, No 2 (2015): April 2015
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jvip.v7i2.17054

Abstract

Teaching English in Asia typically dominated by teachers and textbooks based. Even worse, teaching English for young learners is generally a matter of vocabularies memorization. The teaching focuses on short-term purposes, those are testing purposes. In fact, in teaching English, the assessment should focus on the function of the language itself. Those teaching styles might be caused by short-term purpose of teaching English: focuses on knowledge and memorization for testing purposes rather than communicative competence. Therefore all the teaching efforts focused on answering the tests while the primary function of learning English is being ignored. Memorizing vocabularies is general activities in teaching of English in primary level.  Thus to avoid such short-term purpose learning, a well and careful designed assessment should put into consideration in teaching English for young learners. Consequently the teaching-learning process will focus on authentic use of language. For those reason, authenticity in the assessment is a major consideration. Key words: Teaching, young learners, assessment, authenticity
Upaya Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar Kinematika Gerak Lurus Melalui Strategi Siklus Ace Kelas XB SMA Negeri 2 Simpang Hilir Desi Kamilah
Jurnal Visi Ilmu Pendidikan Vol 7, No 3 (2015): Agustus 2015
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jvip.v7i3.17201

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar fisika siswa dengan menerapkan siklus ACE dalam pembelajaran fisika materi kinematika gerak lurus. Penelitian tindakan dilakukan di SMA Negeri 2 Simpang Hilir Kabupaten Kayong Utara. Subjek penelitian yang akan dilakukan adalas siswa-siswi kelas XB SMA Negeri 2 Simpang Hilir yang berjumlah 34 siswa terdiri atas 13 laki-laki dan 21 perempuan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa lembar observasi untuk mengukur aktivitas belajar siswa dan soal tes untuk mengukur hasil belajar. Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang dilakukan dapat disimpulkan aktivitas siswa dikelas masuk kategori cukup aktif. Hasil belajar siswa dengan siklus ACE mencapai ketuntasan 76,67%. Kata Kunci: pembelajaran fisika, siklus ACE, aktivitas belajar, hasil belajar  Abstract: This study aimed to increase physical activity and learning outcomes of students by implementing ACE cycle in physics learning material straight motion kinematics. Action research conducted at SMAN 2 Simpang Hilir North Kayong. The subject of research will be done adalas students of class XB SMAN 2 Simpang Downstream totaling 34 students consisting of 13 male and 21 female. The instrument used in this study is in the form of sheets of observations to measure student learning activities and test items to measure learning outcomes. Based on the results of classroom action research can be concluded that the activity of students in class is categorized quite active. Student learning outcomes with ACE cycle achieve mastery 76.67%. Keywords: physic lesson, cycle ACE, student activity, learning outcome
SIKAP MAHASISWATERHADAP PERKULIAHAN DALAM MENDUKUNG KOMPETENSI PROFESIONAL (STUDI PADA MAHASISWA PROGRAM S 1 KEPENDIDIKAN GURU DALAM JABATAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS TAHUN AKADEMIK 2011/2012) Eni Rosnija
Jurnal Visi Ilmu Pendidikan Vol 9, No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jvip.v9i1.25765

Abstract

Penelitian ini ini bertujuan untuk mengetahui sikap mahasiswa terhadap  perkulihan pada Program Pendidikan Guru Dalam Jabatan dalam mendukung kompetensi profesional.Bentuk penelitian ini adalah penelitan survey. Penelitian ini menggunakan total populasi.Pengumpulan data dilakukan melalui kuisoner. Hasil penelitian menunjukan bahhwa mahasiswa mempunyai sikap yang positif terhadap  perkulihan pada Program Pendidikan Guru Dalam Jabatan dalam mendukung kompetensi profesional.
Deskripsi Kemampuan Berpikir Formal Mahasiswa Pendidikan Kimia Universitas Tanjungpura (631 640) - Erlina
Jurnal Visi Ilmu Pendidikan Vol 6, No 3 (2011): Volume 6 Nomor 3 Edisi Agustus 2011
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jvip.v6i3.56

Abstract

Ilmu Kimia adalah materi pelajaran yang terdiri dari konsep-konsep yang sebagian besar bersifat abstrak. Dalam mempelajari konsep-konsep yang abstrak tersebut diperlukan kemampuan intelektual yang tinggi, yaitu kemampuan berpikir formal yang dimiliki oleh individu yang telah mencapai tingkat operasi formal berdasarkan teori perkembangan kognitif Piaget. Oleh karena itu dibutuhkan kemampuan berpikir formal dalam mempelajari kimia. Diperlukannya kemampuan berpikir formal dalam memahami ilmu kimia ditunjukkan dengan adanya korelasi yang kuat antara kemampuan berpikir formal dengan prestasi belajar kimia. Kemampuan berpikir formal adalah kemampuan berpikir Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) deskripsi kemampuan berpikir formal mahasiswa tahun 1, dan (2) deskripsi kemampuan berpikir formal mahasiswa tahun 2. Rancangan yang digunakan adalah rancangan deskriptif. Kata Kunci: konsep abstrak, kemampuan berpikir formal.
STRATEGI PEMBELAJARAN BAHASA MANDARIN PADA MAHASISWA ANGKATAN 2019 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA MANDARIN Ina Ina; Bun Yan Khiong; Yoanna Afrimonika
Jurnal Visi Ilmu Pendidikan Vol 14, No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jvip.v14i1.43267

Abstract

Mandarin is a foreign language that is quite popular to learn nowadays. Many companies require their workers to have the ability to speak Mandarin. Mandarin has its peculiarities in pronunciation, Chinese or Chinese characters, vocabulary, and grammar. Therefore, learning Mandarin as a second language is not the same as copying from learning other foreign languages as a second language. So far, Chinese learning has focused more on how to teach a particular material. However, how students learn to affect their success in learning Mandarin is under study. This research will study the strategies used by students in learning pronunciation, Chinese characters, vocabulary, and grammar. The information obtained through the questionnaire summarizes the learning strategies that students have carried out. The conclusions obtained will be used as a scientific basis for lecturers who support courses related to pronunciation skills, mastery of mandarin letters and vocabulary, and skills in using grammar to provide direction and guidance to students on effective learning strategies.Abstrak Bahasa Mandarin merupakan bahasa asing yang cukup populer dipelajari pada saat ini. Hal ini dilatarbelakangi oleh permintaan tenaga kerja yang memiliki kemampuan berbahasa Mandarin. Bahasa Mandarin memiliki kekhasannya sendiri dalam pelafalan, huruf Mandarin atau Hanzi, kosakata dan tata bahasa. Oleh karena itu, pembelajaran bahasa Mandarin sebagai bahasa kedua tidak sama persis atau bukan copy paste dari pembelajaran bahasa asing lainnya sebagai bahasa kedua. Selama ini, pembelajaran bahasa Mandarin lebih berfokus pada bagaimana cara dosen mengajarkan suatu materi tertentu. Aspek bagaimana si mahasiswa belajar kurang diperhatikan, sehingga keberhasilan mahasiswa dalam mempelajari bahasa Mandarin juga ikut terpengaruh. Penelitian ini akan difokuskan pada strategi yang digunakan mahasiswa dalam belajar pelafalan, huruf Mandarin, kosakata dan tata bahasa. Informasi yang diperoleh lewat kuesioner diharapkan dapat memberikan rangkuman tentang strategi-strategi pembelajaran yang telah dilakukan oleh mahasiswa. Kesimpulan yang didapat akan digunakan sebagai dasar ilmiah kepada dosen pengampu mata kuliah yang berkaitan dengan keterampilan pelafalan, penguasaan huruf mandarin dan kosakata serta keterampilan penggunaan tata bahasa untuk memberikan arahan dan bimbingan kepada mahasiswa tentang strategi belajar yang efektif.   
PERMAINAN TRADISIONAL BAGI ANAK USIA DINI DI KALIMANTAN BARAT Lukmanulhakim Lukmanulhakim
Jurnal Visi Ilmu Pendidikan Vol 14, No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jvip.v14i1.52206

Abstract

Wealth owned by the people of West Kalimantan (Kalbar) is a potential that needs to be maintained and developed, one of which is the wealth of traditional games. The focus of this research is to conduct an inventory of traditional games for early childhood in Kalbar. This study uses a qualitative approach. This research activity is located in Kalbar. The source of this research is the community consisting of: Community Leaders of Kalbar, Communities, children, parents. The research methods used were in-depth interviews, observation; and documentation studies. Analysis of qualitative research data through three stages that are mutually integrated, namely: reduction, display and verification. This study concludes that traditional Kalbar games have potential for early childhood development, namely Gasing, Jajak Sisir, Ukau, Jangkak Tempurung, Lantak/leletop, Tabak Oka/Dengkak, Jangko, Stabbing Rusak, Galah Kepung/Galasin, and Tapok Beleg/Canned. (1) The types of games found in the ten traditional games are divided into two types. namely solitary play and cooperative play. (2) The characteristics of the traditional games found are the cultural heritage of the Kalbar’s people. (3) The game is identical to the use of natural materials as a medium. (4) Each game has its own rules of play. (5) Traditional games have development potential for early childhood. Keywords: Traditional Games, Early Childhood, West Kalimantan AbstrakKekayaan yang dimiliki oleh masyarakat Kalimantan Barat (Kalbar) merupakan potensi yang perlu dijaga serta dikembangkan, salah satunya kekayaan permainan tradisional. Fokus penelitian ini adalah melakukan inventarisasi permainan tradisioanl bagi anak usia dini di Kalbar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Kegiatan penelitian ini berlokasi di Kalbar. Sumber dari penelitian ini adalah masyarakat yang terdiri dari: Tokoh Masyarakat Kalbar, Komunitas-komunitas, Federasi Olahraga Rakyat Masyarakat Indonesia (FORMI), anak-anak, para orang tua. Metode penelitian yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi; dan studi dokumentasi. Analisis data penelitian kualitatif melalui tiga tahapan yang saling terintegrasi, yakni: reduction, display dan verification. Penelitian ini menyimpulkan bahwa permainan tradisional Kalbar menjadi potensi bagi pengembangan anak usia dini yaitu Gasing, Jajak Sisir, Ukau, Jangkak Tempurung, Lantak/ leletop, Tabak Oka/ Dengkak, Jangko, Tikam Rusak, Galah Kepung/ Galasin, dan Tapok Beleg/ Kaleng. (1) Jenis-jenis permainan yang ditemukan dalam sepuluh permainan tradisonal terbagi dalam dua jenis. yaitu solitary play dan cooperative play. (2) Karakteristik permainan tardisional yang ditemukan merupakan warisan budaya masyarakat Kalbar. (3) Permainan identik dengan pemanfataan bahan alam sebagai medianya. (4) Setiap permainan memiliki aturan bermainnya masing-masing. (5) Permainan tradisional memiliki potensi pengembangan bagi anak usia dini. 

Filter by Year

2009 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 18, No 1 (2026): Januari 2026 Vol 17, No 3 (2025): Oktober 2025 Vol 17, No 2 (2025): Mei 2025 Vol 17, No 1 (2025): Januari 2025 Vol 16, No 3 (2024): Oktober 2024 Vol 16, No 2 (2024): Mei 2024 Vol 16, No 1 (2024): Januari 2024 Vol 15, No 2 (2023): Juli 2023 Vol 15, No 1 (2023): Januari 2023 Vol 14, No 2 (2022): Juli 2022 Vol 14, No 1 (2022): Januari 2022 Vol 13, No 2 (2021): Juli 2021 Vol 13, No 1 (2021): Januari 2021 Vol 12, No 2 (2020): Juli 2020 Vol 12, No 1 (2020): Januari 2020 Vol 11, No 2 (2019): JULI 2019 Vol 11, No 1 (2019): Januari 2019 Vol 10, No 2 (2018): JULI 2018 Vol 10, No 1 (2018): Januari 2018 Vol 9, No 1 (2017): Januari 2017 Vol 8, No 2 (2012): Volume 8 Nomor 2 Edisi Mei 2012 Vol 8, No 2 (2016): APRIL 2016 Vol 8, No 1 (2016): Januari 2016 Vol 7, No 2 (2015): April 2015 Vol 6, No 3 (2014): Oktober 2014 Vol 12, No 1 (2014): Januari 2014 Vol 7, No 3 (2015): Agustus 2015 Vol 7, No 1 (2015): Januari 2015 Vol 10, No 1 (2013): Volume 10 Nomor 1 Edisi Januari 2013 Vol 11, No 2 (2013): Edisi April 2013 Vol 9, No 3 (2012): Volume 9 Nomor 3 Edisi Agustus 2012 Vol 7, No 1 (2012): Volume 7 Nomor 1 Edisi Januari 2012 Vol 6, No 3 (2011): Volume 6 Nomor 3 Edisi Agustus 2011 Vol 5, No 2 (2011): Volume 5 Nomor 2 Edisi April 2011 Vol 4, No 1 (2011): Volume 4 Nomor 1 Edisi Januari 2011 Vol 2, No 1 (2010): Volume 2 Nomor 1 Edisi Januari 2010 Vol 3, No 2 (2010): Volume 3 Nomor 2 Edisi Agustus 2010 Vol 1, No 2 (2009): Volume 1 No. 2 Edisi Agustus 2009 Vol 1, No 1 (2009): Volume 1 Nomor 1 Edisi Januari 2009 More Issue