cover
Contact Name
Tambun
Contact Email
tambunsimarsoit@gmail.com
Phone
+6281375020453
Journal Mail Official
tambunsimarsoit@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Romeby Lestari Blok C, No C14 Deliserdang, Sumatera Utara, Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Fruitset Sains : Jurnal Pertanian Agroteknologi
ISSN : 23029668     EISSN : 28091183     DOI : https://doi.org/10.35335/fruitset
Core Subject : Agriculture,
Diterbitkan oleh Institute Of Computer Science (IOCS). Terbit dua kali dalam setahun (Juni dan Desember). Terbit perdana pada Desember 2012. Fruitset Sains : Jurnal Pertanian Agroteknologi merupakan jurnal ilmiah yang dapat memuat tulisan ilmiah yang berkaitan dengan penelitian dibidang agroteknologi dan Ilmu Pertanian yang mencakup bidang genetika, pemuliaan tanaman, teknologi benih, hama, gulma, dan penyakit, budidaya tanaman, Ekonomi Pertanian serta ilmu dan kesuburan tanah
Articles 252 Documents
ANALISIS PERBANDINGAN TINGKAT SERANGAN PENYAKIT BUSUK BUAH (Colletotrichum capsici) PADA TANAMAN CABAI MERAH (Capsicum annum L.) ANTARA DATARAN TINGGI DAN DATARAN RENDAH SELAMA MUSIM HUJAN Dwika Karima Wardani; Ali Syahbana; Ahmad Rafiqi Tantawi
Fruitset Sains : Jurnal Pertanian Agroteknologi Vol. 11 No. 3 (2023): Agustus: Agriculture
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cabai merah memiliki peran penting dalam budaya kuliner dan industri pertanian di Indonesia. Namun, serangan patogen seperti penyakit busuk buah dapat menghambat produksi. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan pengambilan sampel secara purposive random sampling untuk mengkaji tingkat serangan penyakit busuk buah (Colletotrichum capsici) pada tanaman cabai merah (Capsicum annuum L.) di dua lokasi yang berbeda, yaitu dataran tinggi dan dataran rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat variasi tingkat serangan penyakit busuk buah pada sampel tanaman cabai merah di dataran tinggi dan dataran rendah. Rata-rata persentase serangan penyakit  didataran tinggi pada kelima sampel adalah 33.38%, dengan persentase serangan tertinggi pada Sampel 5 mencapai 58.63%. Sedangkan rata-rata persentase serangan penyakit didataran rendah mencapai 65.168%, dengan persentase serangan tertinggi pada Sampel 5 mencapai 80.99%. Hal ini mengindikasikan tingkat kerentanan yang lebih tinggi terhadap penyakit busuk buah pada sampel tersebut. Tingkat serangan yang tinggi berdampak negatif pada produksi cabai merah di dataran rendah, mengurangi kualitas dan kuantitas hasil panen. Kesimpulannya, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat serangan penyakit busuk buah pada tanaman cabai merah bervariasi antara dataran tinggi dan dataran rendah. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengendalian, seperti pengelolaan sanitasi dan pemilihan varietas tahan penyakit, untuk meminimalkan serangan penyakit dan mendukung produksi cabai merah.
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN TANAMAN PEPAYA (Carica pepaya L) DI KECAMATAN BATANG KUIS KABUPATEN DELI SERDANG PROVINSI SUMATERA UTARA Angga Ade Sahfitra; Anwar Mendrofa; Dwika Karima Wardani
Fruitset Sains : Jurnal Pertanian Agroteknologi Vol. 11 No. 3 (2023): Agustus: Agriculture
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian lahan bagi pertumbuhan pepaya (Carica pepaya L.) di Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara. Evaluasi kesesuaian lahan dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah parameter krusial yang memengaruhi pertumbuhan dan produksi pepaya, seperti karakteristik tanah, iklim, topografi, dan hidrologi. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini meliputi analisis deskriptif spasial dengan menggunakan data sekunder yang terkait dengan sifat fisik tanah, data iklim, peta topografi, dan data hidrologi. ata-data ini dianalisis dan diinterpretasikan guna melakukan klasifikasi terhadap tingkat kesesuaian lahan, dengan mengadopsi sistem klasifikasi yang telah disesuaikan dari beberapa sumber literatur terkait. Hasil penelitian ini memberikan informasi tentang tingkat kesesuaian lahan untuk budidaya pepaya dalam kategori-kategori seperti sangat sesuai, sesuai dengan pembatasan, dan tidak sesuai. Penelitian ini menemukan bahwa sejumlah area di Kecamatan Batang Kuis memiliki tingkat kesesuaian yang baik. Secara spesifik, terdapat 6 satuan lahan (SL) dengan total luas 31,69 km2 yang masuk dalam kategori S1 (Sangat Sesuai), serta 2 satuan lahan dengan total luas 4,41 km2 yang masuk dalam kategori S2 (Cukup Sesuai) untuk budidaya pepaya. Perlu dicatat bahwa faktor pembatas utama adalah ketersediaan unsur hara (S2nar) sehingga manajemen hara tanah perlu diperhatikan secara lebih mendalam agar wilayah tersebut menjadi lebih sesuai bagi pertumbuhan pepaya.
KORELASI CURAH HUJAN DENGAN KEJADIAN PATAH PANGKAL PELEPAH KELAPA SAWIT DI KEBUN TANJUNG JATI PT. PERKEBUNAN NUSANTARA II Sakiah Sakiah; Rina Maharany; Aries Sukariawan; Rafi Irmawan
Fruitset Sains : Jurnal Pertanian Agroteknologi Vol. 11 No. 3 (2023): Agustus: Agriculture
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/fruitset.v11i3.4060

Abstract

Tanaman kelapa sawit berumur > 10 tahun seringkali mengalami patah pangkal pelepah. Penyebab patah pangkal pelepah sampai saat ini belum diketahui dengan pasti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah pokok yang mengalami patah pangkal pelepah, jumlah pelepah patah per pokok, panjang pelepah serta hubungannya dengan curah hujan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari hingga Mei 2023 di Kebun Tanjung Jati, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara. Penelitian menggunakan metode survey, sebagai objek penelitian yakni tanaman kelapa sawit tahun tanam 2011 sebanyak 2 blok. Pengambilan sampel yakni sejumlah 1680 tanaman pada Blok 8 dan 1224 tanaman pada Blok 20 atau 50%  dari luas areal. Pengamatan yang dilakukan yaitu jumlah pokok yang mengalami patah pangkal pelepah, jumlah pelepah patah per pokok, serta pengukuran panjang pelepah, selanjutnya data dianalisis dengan uji korelasi. Hasil penelitian menunjukan, dalam satu hektar tanaman kelapa sawit mengalami patah pangkal pelepah 36% hingga 46%, bahwa terjadi peningkatan jumlah pelepah yang mengalami patah pangkal pada setiap bulannya. Curah hujan yang rendah berdampak terhadap jumlah patah pangkal pelepah, dimana curah hujan dan gejala patah pangkal pelepah memiliki korelasi negatif. Tanaman yang memiliki ukuran pelepah lebih panjang, lebih rentan patah dimana ukuran pelepah yang panjang menarik pelepah kebawah.
RESPON PERTUMBUHAN VEGETATIF TANAMAN KACANG HIJAU (VIGNA RADIATA L.) TERHADAP PENGGUNAAN AIR CUCIAN BERAS DAN PUPUK NPK 16-16-16 DI POLIBAG Sri Susanti Ningsih; Mirna Wulandari; Syafrizal Hasibuan
Fruitset Sains : Jurnal Pertanian Agroteknologi Vol. 11 No. 3 (2023): Agustus: Agriculture
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/fruitset.v11i3.4120

Abstract

This research was conducted in Siumbut Baru, Village Kisaran Timur Discrit, Asahan Regency, North Sumatra. This research was conducted in January-February 2023. A factorial randomized block design (RDB) was used to design this study. This first factor is the treatment with rice washing water (A) wich has four lavels, namely A0=0 ml/liter of water per polybag (Control), A1=125 ml/l of water polybag of rice washing water, A2 =250 ml/l liter of water/polybag of rice and A3 = 375 ml/1 liter of water/polybag of Rice Washing Water. The second factor was the NPK 16-16-16 (N) treatment at three levels, namely N0 = 0 g/polybag of NPK 16-16-16 (control), N1 = 0.875 g/polybag of NPK 16-16-16 fertilizer (125 kg /ha), N2 = 1.75 g/polybag (250 kg/ha). The results showed that rice washing water increased plant height 4 weeks after planting when the concentration was 375 ml/1 liter of water/a polybag of rice washing water (A3) was 25.94 cm, the number of leaves increased 4 weeks after planting when the concentration was 375 ml/1 liter of water /polybag of rice washing water (A3) was 29.33 strands, the fastest flowering age when the concentration was 0 ml/1 liter of water/polybag (A0) was 37.28 days. At the age of 4 weeks after planting, treatment of plants with NPK 16-16-16 (N) significantly increased plant height. Plants reached a maximum height of 24.90 cm at a dose of 1.75 g/polybag (N2), and had a maximum number of leaves of 25.08 at the same dose. Rice water and NPK 16-16-16 fertilizer did not change all parameters of green bean plants.
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN PADA TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill.) DI KECAMATAN PASIRWANGI KABUPATEN GARUT MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Ardli Swardana; Ibnu Aqil; Arif M Ridwan; Isma Mustika; Trya S Sulistyaningrum
Fruitset Sains : Jurnal Pertanian Agroteknologi Vol. 11 No. 4 (2023): October: Agriculture
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan budidaya tomat dipengaruhi oleh kondisi lahan. Kegiatan evaluasi lahan penting dilakukan untuk melihat kesesuaian lokasi untuk pengembangan tanaman agar tidak terjadi degradasi lahan. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan kondisi kesesuaian lahan untuk tanaman tomat di Kecamatan Pasirwangi Kabupaten Garut. Metode yang digunakan di dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif deskriptif yang dispasialkan dengan beberapa variable, seperti curah hujan, kondisi tanah (pH, tekstur tanah, drainase dan erosi), dan kemiringan lereng. Masing-masing variabel tersebut kemudian diberikan pengharkatan sesuai dengan kepentingannya. Tahap terakhir adalah penyajiannya kesesuaian lokasi berupa peta kesesuaian lahan tanaman tomat beserta luasannya. Hasil penelitian menunjukkan kesesuaian lahan tanaman tomat di Kecamatan Pasirwangi adalah sangat sesuai (S1) seluas 837 ha, cukup sesuai (S2) seluas 4.331 ha, dan sesuai marjinal (S3) seluas 268 ha. Dari hasik tersebut dapat dikatakan bahwa Kecamatan Pasirwangi berpotensi sesuai untuk dikembangkan sebagai salah satu sentra tomat di Kabupaten Garut.
RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KACANG BUNCIS (PHASEOLUS VULGARIS L.) TERHADAP PEMBERIAN PUPUK NPK MUTIARA 16:16:16 DAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC) Leoman Leoman; Roswita Oesman; Lutfi Henderlan Harahap
Fruitset Sains : Jurnal Pertanian Agroteknologi Vol. 11 No. 4 (2023): October: Agriculture
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produksi kacang buncis perlu ditingkatkan mengingat jumlah penduduk yang semakin bertambah. Pupuk NPK merupakan salah satu pupuk anorganik yang mengandung lebih dari satu unsur hara, sehingga pupuk ini disebut juga pupuk majemuk. Pupuk NPK mengandung unsur hara, nitrogen, fosfor, dan kalium. Pupuk organik cair adalah larutan dari hasil pembusukan bahan-bahan organik yang berasal dari sisa tanaman, dan kotoran hewan yang kandungan unsur haranya lebih dari satu unsur. Penelitian ini di lakukan di lahan Fakultas Pertanian Universitas Pembinaan Masyarakat Indonesia (UPMI) Medan. Percobaan penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor perlakukan yaitu: Faktor I : Pemberian pupuk NPK mutiara (P) yang terdiri dari 3 taraf yaitu: P0 = Tanpa pemberian pupuk NPK mutiara 16:16:16, P1 = Pupuk NPK Mutiara 16:16:16  dosis 6 g/tanaman, P2 =  pupuk NPK Mutiara 16:16:16 dosis 12 g/tanaman. Faktor II : Pemberian pupuk organik cair yang terdiri dari 3 taraf yaitu: T0 = Tanpa pemberian pupuk organik cair mikrobion, T1 = Pupuk organik cair mikrobion 150 ml/liter (15%), T2 = Pupuk organik cair mikrobion 250 ml/liter (25%). Dari hasil penelitian ini, dapat ditarik kesimpulan: Pengaruh tunggal pemberian pupuk NPK mutiara berbeda nyata terhadap berat tanaman per plot (cm0, namun  tidak berbeda nyata terhadap tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai) dan diameter batang (mm). Pengaruh tunggal pemberian pupuk organik cair tidak berbeda nyata terhadap tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), diameter batang (mm), dan berat tanaman per plot (g). Pengaruh interaksi pemberian pupuk NPK mutiara dan pupuk organik cair berbeda nyata terhadap tinggi tanaman (cm) pada umur 3 mst, namun tidak berbeda nyata pada umur 2 mst, 4 mst dan 5 mst, jumlah daun dan diameter batang pada setiap pengamatan.
ANALISIS PENDAPATAN SEBELUM DAN MASA PANDEMI PADA USAHA TANI SELADA HIDROPONIK (STUDI KASUS: QUEEN FARM DI KOTA PONTIANAK) Nidya Ramdhani Putri
Fruitset Sains : Jurnal Pertanian Agroteknologi Vol. 11 No. 4 (2023): October: Agriculture
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/fruitset.v11i4.4171

Abstract

This research  aims to analyze the income before and the pandemic that is obtained from business Queen Farm Hydroponics in the city of Pontianak. The research method used is a case study method. This study uses the analysis of quantitative data is collected for three months (quarter) of the last before the pandemic (December, January and  February) and three months of pandemic (Maret, April dan Mei). The results showed : the acceptance of the business Queen Farm Hydroponics in the period before the pandemic derived from the sale of fresh vegetables with an average of Rp 7.466.666 per month, while in the pandemic obtained from fresh vegetables with an average of Rp 14.080.000 per month. The advantage before the pandemic average of Rp 6.403.648 per month, while the pandemic Rp12.392.842 per months. Economically this business is categorised in business that is still eligible to run in the period before and the period of the pandemic.
PENGARUH PEMBERIAN NUTRISI AB MIX DAN ECO ENZYME TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SAWI PAKCOY (Brassica rafa L.) DENGAN HIDROPONIK SISTEM SUMBU (WICK SYSTEM) Rahmad Syahputra Siregar; Rahmaniah Harahap; Dora Silvia Dewi
Fruitset Sains : Jurnal Pertanian Agroteknologi Vol. 11 No. 4 (2023): October: Agriculture
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sawi adalah salah satu tanaman hortikultura yang mempunyai nilai komersial dan prospek yang cukup cerah. Jumlah penduduk Indonesia yang semakin bertambah, serta meningkatnya kesadaran akan kebutuhan gizi menyebabkan bertambahnya permintaan akan sayuran terutama sawi. Penelitian ini  bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Nutrisi AB MIX dan Eco Enzyme terhadap pertumbuhan dan produksi Tanaman Sawi Pakcoy (Brassica rafa L.). Penelitian ini Dilaksanakan di Dinas Pertanian dan Perikanan Jalan Kramat Indah Nomor 4, Kecamatan Medan Amplas, Kota Medan pada Bulan Juli-Agustus 2023. Rancangan Yang Digunakan Dalam Penelitian Ini Adalah Rancangan Acak Lengkap  (RAL) Dengan 2 faktor yaitu faktor pertama Pemberian AB MIX  (A) ; A1 = pemberian AB Mix 500 ppm ; A2 = Pemberian AB Mix  750 ppm; A3 = Pemberian AB Mix 1000 ppm. Sedangkan faktor kedua Pemberian Eco Enzyme (E) :E1 = pemberian Eco Enzyme 500 ppm; E2 = Pemberian Eco Enzyme 750 ppm dan E3 = Pemberian Eco Enzyme 1000 ppm. Penelitian Ini Dilaksanakan Dengan Dengan Ulangan Sebanyak 3 Ulangan. Parameter Yang Diamati Dalam Penelitian Ini Adalah Tinggi Tanaman (Cm), Jumlah Daun (Helai), Panjang Akar (Cm), dan Berat Segar Seluruh Tanaman Saat Panen (G). Hasil dari penelitian ini adalah bahwa pemberian nutrisi AB Mix berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman (cm) 3 mst dan 4 mst, dan Berat Segar Per Bak (g), sedangkan tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman (cm) pada umur 1 mst, jumlah daun (helai) umur 1 mst, 3 mst, 4 mst, Panjang Akar (g), dan Berat Segar Per Bak (g). Pemberian Eco Enzyme berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman (cm) 4 mst dan berat segar per bak (g), dan tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman (cm) 1 mst, 3 mst, jumlah daun 1 mst, 3 mst, 4 mst dan panjang akar (cm). Pada Interaksi pemberian nutrisi AB Mix dan Eco Enzyme berpengaruh nyata terhadap jumlah daun umur 1 mst.
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA ULIN COFFEE ROASTERY Ervina Mela; Via Wulandari; Lintang Arista
Fruitset Sains : Jurnal Pertanian Agroteknologi Vol. 11 No. 4 (2023): October: Agriculture
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/fruitset.v11i4.4192

Abstract

Ulin Coffee Roastery is a company in coffee roasting. This company has various obstacles in its business which need to be resolved by formulating an appropriate business development strategy. The aim of this research is to formulate a business development strategy at Ulin Roastery using SWOT analysis. Interviews and observations were carried out to obtain data as a basis for formulating strategies. Business development strategies include maintaining product price stability, carrying out promotions at special events, participating in training and guidance carried out by local governments including training on marketing, intensifying promotions through social media, including production dates on product packaging, increasing quality control activities throughout the process, optimizing the partner network, including increasing cooperation with farmer groups in terms of providing raw materials, maximizing product branding and updating production tools and machines.
PENGARUH KONSENTRASI NUTRISI AB-MIX DAN KONSENTRASI PUPUK NPK MUTIARA 16-16-16 TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TOMAT CERI (Solanum Lycopersicum Mill) DENGAN BUDIDAYA HIDROPONIK SISTEM SUMBU (WICK SISTEM) Marfengki Zebua Zebua; Rahmaniah Harahap; Yelfi Yana Linda Br Jabat
Fruitset Sains : Jurnal Pertanian Agroteknologi Vol. 11 No. 4 (2023): October: Agriculture
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada sistem hidroponik diperlukan sumber nutrisi untuk kelangsungan hidup tanaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji apakah pupuk NPK Mutiara 16-16-16 dapat menggantikan AB Mix dan  mengetahui bagaimana pengaruh konsentrasi AB Mix dan  pupuk NPK Mutiara 16-16-16 dengan perlakuan  dosis yang berbeda dan dosis perlakuan mana yang terbaik untuk direkomendasikan. Faktor konsentrasi AB Mix (AB) yaitu AB1 1300 ppm, AB2 1600 ppm, AB3 1900 ppm dan Faktor konsentrasi pupuk NPK (N) yaitu N1 1500 ppm, N2 2000 ppm, N3 2500 ppm. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan ulangan sebanyak 3 kali, tiap faktor konsentrasi terdapat 9 unit perlakuan sehingga diperoleh total 18 unit percobaan, dengan mengamati tinggi tanaman, diameter batang, jumlah tangkai (dahan), hari berbunga dan bobot buah segar pertanaman sampel. Hasil penelitian pada AB Mix pada konsentrasi 1600 ppm (AB2) memberikan hasil yg lebih baik pada diameter batang, jumlah tangkai (dahan), hari berbunga, bobot buah segar pertanaman sampel dan berpengaruh tidak nyata pada tinggi tanaman di setiap MSPT. Hasil penelitian NPK Mutiara 16-16-16 pada konsentrasi 1500 ppm (N1) memberikan hasil terbaik pada hari berbunga dan bobot buah segar pertanaman sampel dan berpengaruh tidak nyata pada parameter lainnya di setiap MSPT. Nutrisi AB Mix masih lebih baik dari pada pupuk NPK Mutiara 16-16-16 di setiap parameter.

Page 10 of 26 | Total Record : 252