cover
Contact Name
Ahmad Yani
Contact Email
ahmadyani.publichealth@gmail.com
Phone
+6281245936241
Journal Mail Official
ahmadyani.publichealth@gmail.com
Editorial Address
Jl. Hang Tuah No 114 Palu
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
ISSN : -     EISSN : 25976052     DOI : https://doi.org/10.56338/mppki
Core Subject : Health,
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) periodic scientific journal that is published by Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu. with ISSN Number: 2597-6052 (Online - Electronic). This journal accepts scientific papers in the form of research articles and review articles in the field of health promotion and behavior science. The focus and scopes of the journal include: Health Literacy Community health empowerement and culture Health promoting hospital Health promotion in institution including tourism and industry Health media and communication technology Health promotion for infectious and non infectious diseases Lifestyle diseases including reproductive health,sexuality and HIV/AIDS Health promoting Occupational health and safety Health behaviour and education Intervention strategies in health promotion
Articles 1,250 Documents
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Hipertensi pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Kubur Jawa Kabupaten Hulu Sungai Tengah : Factors Affecting the Event of Hypertension in the ElderlyIn the Working Area of Health Center Kubur Jawa District Hulu Sungai Tengah Melda Azizah; Siska Dhewi; Ahmad Zacky Anwary
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 2 (2023): February 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i2.2920

Abstract

Latar Belakang: Kejadian Hipertensi Puskesmas Kubur Jawa tertinggi nomor satu di Kabupaten Hulu Sungai Tengah sebesar 91,3%. Faktor risiko merupakan suatu penyebab terjadinya hipetensi, terdapat 2 kelompok faktor risiko yaitu faktor risiko yang tidak dapat diubah (usia, jenis kelamin, genetika dan suku) dan yang dapat diubah (obesitas, merokok,aktivitas fisik, pola makan dan konsumsi alkohol). Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian hipertensi dan faktor paling dominan mempengaruhi kejadian hipertensi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dan jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Hasil: Hasil analisis menunjukkan ada pengaruh jenis kelamin terhadap kejadian hipertensi (p=0,004) OR=3,182. Tidak adanya pengaruh obesitas terhadap kejadiian hipertensi (p=0,131). Adanya pengaruh pola makan terhadap kejadian Hipertensi (p=0,001) OR= 5,146. Kesimpulan: Faktor yang paling mempengaruhi terhadap kejadian hipertensi pada lansia adalah pola makan.
Gambaran Faktor Lingkungan Fisik, Sosial, Budaya terhadap Kejadian Filariasis di Puskesmas Tenateke: Description of Physical, Social, Cultural Environmental Factors on the Incidence of Filariasis at the Tenateke Health Center Ate, Agustinus Milla; Hinga, Indriati A. Tedju; Purnawan, Sigit
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 2 (2023): February 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i2.2924

Abstract

Latar belakang: Filariasis merupkan penyakit menular menahun yang disebabkan oleh cacing Filaria dan menyerang saluran limfe serta kelenjar getah bening sehingga menyebabkan gejalah akut dan kronis yang ditularkan oleh berbagai jenis nyamuk. Puskesmas Tena Teke ditemukan 35 peristiwa Filariasis pada tahun 2019. Tujuan: untuk mengetahui gambaran faktor lingkungan fisik, sosial, budaya terhadap kejadian filariasis di wilayah kerja Puskesmas Tena Teke, Kecamatan Wewewa Selatan, Kabupaten Sumba Barat Daya, Tahun 2021. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Tena Teke, Kecamatan Wewewa Selatan, Kabupaten Sumba Barat Daya pada bulan April-Mei 2021. Populasi dalam penelitian ini adalah penderita filariasis sebanyak 35 responden. Teknik pengambilan sampel,yaitu menggunakan Total Sampling. Hasil: Penelitian ini menunjukan bahwa 9 responden memeiliki Reasting place, 7 responden memilikibreading place, 7 responden memiliki tempat peristrahatan dan tempat perkembangbiakan nyamuk. 21 ressponden tidak mengunakan kelambu saat tidur malam, 25 responden memiliki kandang ternak, 24 responden tidak menggunakan obat anti nyamuk, 22 responden memiliki latar belakang pendidikan rendah, 19 responden memiliki rasa kepercayaan terjadinya filariasis karena budaya setempat. Kesimpulan: Diharapkan kepada Dinas Kesehatan dan Puskesmas terus melakukan penyuluhan secara berkala tentang cara pencegahan dan penularan penyakit filariasis, masyarakat meminimalkan tempat perindukan dan peristrahatan nyamuk guna meningkatkan tindakan dalam mencegah terjadinya filarisis dan pengawasan terhadap pengendalian vektor filariasis
Hubungan Usia dan Jenis Kelamin terhadap Kematian Covid-19 di Kota Depok: The Relationship Between Age and Sex with Mortality of COVID-19 in Depok City Ningrum, Rani Iftika; Syahrizal
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 2 (2023): February 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i2.2930

Abstract

Latar Belakang: Pandemi COVID-19, menyebar dengan cepat ke berbagai negara dan menyebabkan prevalensi, mortality rate dan case fatality rate terus meningkat secara signifikan. Kematian kasus positif COVID-19 terus meningkat di Indonesia khususnya di Kota Depok, dan hanya sedikit bukti yang tersedia yang menyoroti perspektif usia dan jenis kelamin dari penyakit ini. Tujuan: Untuk mempelajari hubungan antara jenis kelamin dan usia pada pasien meninggal di antara kasus positif COVID-19. Metode: Penelitian ini menggunakan desain case control. Populasi penelitian adalah pasien COVID-19 yang terdata pada Pusat Informasi Covid-19 Depok (PICODEP) dengan sampel adalah 87 pasien. Rasio perbandingan kasus dan kontrol adalah 1:4. Sehingga total sampel yaitu 435 pasien. Data yang dikumpulkan berupa data sekunder yaitu data surveilans pasien konfirmasi Covid-19 di Kota Depok periode bulan Juni – September 2021. Peneliti menggunakan uji chi square untuk melihat hubungan antara usia dan jenis kelamin terhadap kematian COVID-19 Hasil : Pada variabel jenis kelamin dipeloreh nilai p-value 0,046 artinya p < α (0,05) berarti ada hubungan antara jenis kelamin laki – laki dengan kejadian kematian pada pasien COVID-19. Dari analisis didapatkan nilai OR = 1,663 yang menunjukkan bahwa pada pasien covid-19 laki – laki berisiko 1,663 kali untuk mengalami kejadian kematian pada pasien COVID-19 dibandingkan perempuan. Selanjutnya, pada variabel usia menunjukkan ada hubungan antara kelompok usia manula dengan kejadian kematian pada pasien COVID-19 Covid-19 p-value 0,007 dengan kelompok usia manula berisiko 14,4 kali lebih tinggi untuk mengalami kejadian kematian pada pasien COVID-19 Covid-19 dibandingkan kelompok usia balita (OR: 14,400; 95% CI: 1,640 – 126,443 nilai p=0.007). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara usia dan jenis kelamin terhadap kematian COVID-19
Self Disclosure pada ODHA Pasangan Serodiskordan di Kota Makassar: Self Disclosure of Serodiscordant Couple ODHA in Makassar City Andi Selvi Yusnitasari; Suci Rahmdani; Andi Tis’a Ramadhani; Andini
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 2 (2023): February 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i2.2957

Abstract

Latar belakang: Pasangan serodiskordan merupakan salah satu kelompok berisiko tinggi terjadi penularan HIV. Pasangan serodiskordan yang melakukan tes HIV, ditemukan 92.19% diantara terkonfirmasi positif HIV. Salah satu faktor yang dapat berkontribusi tehadap risiko penularan adalah self disclosure ODHA pada pasanganya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui self disclosure pada ODHA, hambatan dan upaya mengatasinya. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah kualititaf dengan pendekatan fenomenologi. Penelitian dilaksanakan di Kota Makassar pada bulan Juli-September 2022. Pemilihan informan dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah informan sebanyak 10 orang terdiri dari 7 ODHA, 2 pasangan negative dan pendamping sebaya dari LSM. Pengumpulan data dilakukan dengan indepth interview. Hasil: Pasangan serodiskordan memiliki persepsi yang berbeda terkait kerentanan menularkan kepada pasangan. Umumnya informan menyatakan bahwa HIV bukan merupakan penyakit dengan tingkat keganasan yang tinggi. Sebagian informan sudah membuka status kepada pasangannya, tetapi masih ada informan yang belum membuka status karena ketakutan adanya penolakan dari pasangan. Upaya yang dilakukan pasangan serodiskordan dalam mengatasi hambatan untuk membuka status adalah melakukan edukasi tentang HIV kepada pasangan dan adanya peran pendamping. Adapun upaya yang dilakukan ODHA untuk mencegah penularan kepada pasangan adalah menggunakan kondom dan rutin melakukan testing. Kesimpulan: Persepsi hambatan pada informan mempengaruhi keterbukaan diri ODHA membuka status pada pasangan.
Intervensi Pencegahan Stunting pada Masa Prakonsepsi : Literature Review: Intervention of Stunting Prevention in Preconception Period : Literature Eva Lestari; Zahroh Shaluhiyah; Mateus Sakundarno Adi
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 2 (2023): February 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i2.2994

Abstract

Latar Belakang: Stunting menjadi isu global di berbagai wilayah di dunia. Penurunan stunting merupakan salah satu tujuan dalam Global Nutrition Targets for 2025 dengan target dalam mengurangi jumlah balita stunting sebesar 40%. Saat ini, program penanggulangan stunting lebih banyak difokuskan pada masa kehamilan hingga anak usia balita. Program pencegahan stunting pada masa prakonsepsi penting dalam menurunkan stunting, dengan sasaran intervensi adalah wanita usia subur yang meliputi remaja, calon pengantin dan ibu yang menunda kehamilan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran intervensi yang dilakukan untuk penanggulangan stunting pada masa prakonsepsi. Metode: Metode penelitian adalah scoping review dengan pendekatan PRISMA. Penelusuran literatur menggunakan database elektronik seperti PubMed, ProQuest dan Science Direct. Tinjauan literatur dilakukan pada jurnal internasional yang terbit 5 tahun terakhir, tersedia dalam full text dan bukan hasil review. Hasil: Intervensi penanggulangan stunting pada masa prakonsepsi dapat berupa nutrisi maternal prakonsepsi dan pelatihan pendidikan prakonsepsi. Intervensi berkaitan dengan peningkatan status gizi dimana menitikberatkan pada pemberian nutrisi maternal terutama sejak masa prakonsepsi. Hasil intervensi menunjukkan bahwa pemberian nutrisi sejak masa prakonsepsi efektif dalam menurunkan kejadian stunting. Pemberian edukasi prakonsepsi dapat meningkatkan pengetahuan calon ibu dalam mempersiapkan kehamilan yang sehat. Kesimpulan: Persiapan gizi prakonsepsi merupakan hal penting dalam pencegahan stunting. Pendidikan kesehatan prakonsepsi berguna untuk meningkatkan pengetahuan dalam pencegahan stunting. Pencegahan stunting sejak masa prakonsepsi diharapkan dapat menghasilkan generasi yang sehat karena kehamilan yang dipersiapkan dengan baik.
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kapatuhan Minum Obat pada Pasien Diabetes Mellitus di Wilayah Kerja Puskesmas Tungoi : The Relationship between Family Support and Compliance with Taking Medication in Diabetes Mellitus Patients in the Working Area of the Tungoi Health Center Henny Kaseger; Hairil Akbar; Suci Rahayu Ningsih
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 2 (2023): February 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i2.3023

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Mellitus (DM) adalah suatu penyakit menahun yang disebakan oleh kegagalan sel beta pankres dalam memproduksi hormon insulin. Diabetes mellitus telah menjadi masalah kesehatan utama dunia dengan angka kematian yang masih sangat tinggi. Berdasarkan data di Puskesmas Tungoi bahwa terdapat 50 penderita diabetes melitus. Tujuan penelitian ini menganalisis hubungan dukungan keluarga dengan kapatuhan minum obat pada pasien diabetes mellitus di Wilayah Kerja Puskesmas Tungoi. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Penelitian ini dilaksanakan di Wilayah kerja Puskesmas Tungoi. Populasi pada penelitian ini adalah semua pasien diabetes mellitus yang sering melakukan pemeriksaan di Wilayah Kerja Puskesmas Tungoi dan jumlah besar sampel sebanyak 50 pasien. Teknik pengumpulan sampel menggunakan total sampling dilakukan dengan memilih semua dari populsi penderita diabetes mellitus. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil: Penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien diabetes mellitus (ρ value= 0,002). Kesimpulan: Terdapat hubungan anatara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien diabetes mellitus di Puskesmas Tungoi. Saran diharapkan pihak Puskesmas Tungoi dapat meningkatkan promosi kesehatan dan konseling, serta pendidikan kesehatan khususnya mengenai dukungan keluarga serta kepatuhan minum obat bagi penderita penyakit diabetes mellitus.
Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku K3 pada Sopir Angkutan Umum di Kota Padangsidimpuan: Factors Associated with K3 Behavior in Public Transport Drivers in the City of Padangsidimpuan Hadi, Anto J.; Haslinah Ahmad; Nayodi Permayasa; Nazaruddin Nasution
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 2 (2023): February 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i2.3027

Abstract

Latar belakang: Kecelakaan lalu lintas merupakan masalah keselamatan kerja yang serius di seluruh dunia, demikian juga dihadapi Indonesi. Data dari Kemenkes RI (2020) menunjukkan bahwa kejadian kecelakaan angkutan darat masuk ke dalam 10 besar penyakit penyebab rawat jalan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan perilaku K3 pada sopir angkutan umum di Kota Padangsidimpuan. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional study di area Terminal Penumpang Kota Padangsidimpuan selama bulan Juni-Oktober 2022. Populasi dan sampel adalah seluruh sopir angkutan umum dengan pengambilan sampel secara purposive sampling sebanyak 112 orang. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner penelitian. Data dianalisis dengan analisis univariat, bivariat, multivariat dengan program SPSS dan uji regresi logistik. Hasil: Hasil penelitian diperoleh bahwa pengetahuan (p=0,001), sikap (p=0,015), tindakan (p=0,032), persepsi (p=0,025) < 0,05 berhubungan dengan perilaku K3. Selain itu variabel yang paling berhubungan dengan perilaku K3 adalah pengetahuan dengan nilai p=0,007 dan nilai Exp. B=5,112. Kesimpulan: Kesimpulan diperoleh bahwa perilaku K3 berkendaraan sangat dipengaruhi oleh pengetahuan, sikap, tindakan dan persepsi. Sehingga perlu dilakukan upaya meningkatkan promosi bahaya kecelakaan dan edukasi safety campaign penggunaan sabuk keselamatan bagi pengemudi.
Pengaruh Paparan Kebisingan terhadap Tingkat Stress dan Kualitas Tidur Pekerja Industri Pengolahan Hasil Bumi di Kabupaten Gowa : The Effect of Noise Exposure on Stress Level and Sleep Quality of Workers in the Earth Processing Industry in Gowa District Safiu, Darwin; Suryadi, Iwan; Nur, Nur Hamdani; Abdillah, Muhammad Nurshabri
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 2 (2023): February 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i2.3033

Abstract

Latar belakang: Kebisingan merupakan salah satu faktor bahaya fisik yang sering dijumpai di lingkungan kerja. Semakin lama seseorang bekerja maka semakin besar kemungkinan akan mengalami stress dan penurunan kualitas tidur. Metode: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan paparan kebisingan lingkungan dengan tingkat stress kerja dan kualitas tidur. Penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden 50 orang yang bekerja pada penggilingan padi. Instrument penelitian yakni sound level meter untuk mengukur intensitas kebisingan, kuisioner PSQI untuk menilai kualitas tidur serta kuisioner HSE untuk menilai tingkat stress. Analisis data dengan SPSS IBM 20 yakni dengan analisis univariat dan bivariate menggunakan spearman test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara intensitas kebisingan di lingkungan kerja dengan tingkat stress dan kualitas tidur, (hasil p-value = 0,021; r = 0,325 dan p-value = 0,020; r = 0,328) Kesimpulan: Kebisingan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat stress dan kualitas tidur berdasarkan uji statistic yang dilakukan sehingga diperlukan pengendalian baik pada sumber bising maupun pada pekerja.
Implementasi Promosi Kesehatan di Tempat Kerja (Studi di Corporate Human Resource Kompas Gramedia) : Implementation of Health Promotion in the Workplace (Study at Kompas Gramedia Corporate Human Resource) Aisyah Amini; Shofi Nilamsari
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 2 (2023): February 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i2.3037

Abstract

Latar belakang: Corporate Human Resource Kompas Gramedia memiliki salah program yang mendukung upaya promosi kesehatan di tempat kerja yaitu Employee Assistance Program (EAP). EAP merupakan program yang dirancang untuk meringankan dan membantu menghilangkan berbagai masalah di tempat kerja. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis serta membuat rekomendasi terkait promosi kesehatan di tempat kerja berdasarkan Ottawa Charter. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus, pengambilan sampel adalah purposive sampling. Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa elemen membangun kebijakan berwawasan kesehatan sudah dilakukan, yaitu tersedianya peraturan tertulis terkait perilaku sehat, namun masih belum diketahui banyak pekerja. Elemen menciptakan lingkungan yang mendukung sudah terlaksana dengan baik, namun kurangnya kesadaran pekerja menjalankan protokol kesehatan. Elemen memperkuat tindakan masyarakat diwujudkan dengan baik. Elemen mengembangkan keterampilan pribadi diwujudkan melalui program pengembangan diri. Elemen penataan ulang pelayanan kesehatan diwujudkan melalui kerjasama dengan provider kesehatan, namun belum terdapat kerjasama dengan layanan kesehatan setempat. Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini adalah implementasi promosi kesehatan di Corporate Human Resources Kompas Gramedia berdasarkan Ottawa Charter sudah baik, namun pada elemen membangun kebijakan berwawasan kesehatan diperlukan penambahan variabel terkait rokok.
Analisis Determinan Tuberculosis di Kota Makassar : Determinant Analysis of Tuberculosis in Makassar City Rismayanti; Muh. Arman Nyomba; Aliyyah Ansariadi; Alika Tasya Devana
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 2 (2023): February 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i2.3038

Abstract

Latar belakang: Penyakit tuberkulosis (TBC) di Indonesia menempati peringkat ketiga setelah India dan Cina. Kota Makassar menempati peringkat petama dalam jumlah kasus TBC di Sulawesi Selatan walaupun jumlah kasus baru TBC cenderung mengalami penurunan di tahun 2021 yaitu sebesar 2.614 kasus akibat Sistem Kesehatan teralihkan kepada penanganan COVID dan kebiasaan penggunaan masker. Tujuan: Menganalisis determinan TBC di kota Makassar tahun 2021 menurut jenis pelayanan kesehatan, investigasi kontak, Pengobatan (Riwayat Pengobatan Sebelumnya, OAT dan Hasil Akhir Pengobatan) dan Status HIV. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain deskriptif study. Jumlah sampel penelitian sebanyak 1159 orang dengan menggunakan teknik total sampling. Data dianalisis secara deskriptif Hasil: Case Notification Rate (CNR) di kota Makassar 70,8%. Cure Rate 32,5% dan success rate 78,3%. Penemuan kasus TBC terbanyak di Puskesmas (77,4%) dan sebagian besar tidak melaksanakan investigasi kontak(65,6%). Berdasarkan pengobatan ditemukan 92,2% penderita baru, 91,2 mengunakan obat kategori 1 dan 45,8% menyelesaikan pengobatan lengkap. Penderita TBC positif HIV 1,6% dan status HIV tidak diketahui 89,4%. Kesimpulan: Kasus TBC di kota Makassar masih cukup tinggi dimana 92,2% dari kasus yang ditemukan merupakan penderita baru. Kasus yang ditemukan 37,8% terkonfirmasi klinis dan 62,2% terkonfirmasi bakteriologis. Pada kasus yang ditrmukan umumnya tidak dilakukan pemeriksaan kontak yang berisiko menjadi potensi penularan di masyarakat.

Page 43 of 125 | Total Record : 1250


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 1 (2026): January 2026 Vol. 8 No. 12 (2025): December 2025 Vol. 8 No. 11 (2025): November 2025 Vol. 8 No. 10 (2025): October 2025 Vol. 8 No. 9 (2025): September 2025 Vol. 8 No. 8 (2025): August 2025 Vol. 8 No. 7 (2025): July 2025 Vol. 8 No. 6 (2025): June 2025 Vol. 8 No. 5 (2025): May 2025 Vol. 8 No. 4 (2025): April 2025 Vol. 8 No. 3 (2025): March 2025 Vol. 8 No. 2 (2025): February 2025 Vol. 8 No. 1 (2025): January 2025 Vol. 7 No. 12 (2024): December 2024 Vol. 7 No. 11 (2024): November 2024 Vol. 7 No. 10 (2024): October 2024 Vol. 7 No. 9 (2024): September 2024 Vol. 7 No. 8 (2024): August 2024 Vol. 7 No. 7 (2024): July 2024 Vol. 7 No. 6 (2024): June 2024 Vol. 7 No. 5 (2024): May 2024 Vol. 7 No. 4 (2024): April 2024 Vol. 7 No. 3 (2024): March 2024 Vol. 7 No. 2 (2024): February 2024 Vol. 7 No. 1 (2024): January 2024 Vol. 6 No. 12 (2023): December 2023 Vol. 6 No. 11 (2023): November 2023 Vol. 6 No. 10 (2023): October 2023 Vol. 6 No. 9 (2023): September 2023 Vol. 6 No. 8 (2023): August 2023 Vol. 6 No. 7 (2023): July 2023 Vol. 6 No. 6 (2023): June 2023 Vol. 6 No. 5 (2023): May 2023 Vol. 6 No. 4 (2023): April 2023 Vol. 6 No. 3 (2023): March 2023 Vol. 6 No. 2 (2023): February 2023 Vol. 6 No. 1 (2023): January 2023 Vol. 5 No. 12 (2022): December 2022 Vol. 5 No. 11 (2022): November 2022 Vol. 5 No. 10 (2022): October 2022 Vol. 5 No. 9 (2022): September 2022 Vol. 5 No. 8 (2022): August 2022 Vol. 5 No. 7 (2022): July 2022 Vol. 5 No. 6 (2022): June 2022 Vol. 5 No. 5 (2022): May 2022 Vol. 5 No. 4 (2022): April 2022 Vol. 5 No. 3 (2022): March 2022 Vol. 5 No. 2 (2022): February 2022 Vol. 5 No. 1 (2022): January 2022 Vol. 4 No. 4 (2021): November 2021 Vol. 4 No. 3 (2021): September 2021 Vol. 4 No. 2 (2021): May 2021 Vol. 4 No. 1 (2021): January 2021 Vol. 3 No. 3 (2020): September 2020 Vol. 3 No. 2 (2020): May 2020 Vol. 3 No. 1 (2020): January 2020 Vol. 2 No. 3 (2019): September 2019 Vol. 2 No. 2 (2019): May 2019 Vol. 2 No. 1 (2019): January 2019 Vol. 1 No. 3 (2018): September 2018 Vol. 1 No. 2 (2018): May 2018 Vol. 1 No. 1 (2018): January 2018 More Issue