cover
Contact Name
Ahmad Yani
Contact Email
ahmadyani.publichealth@gmail.com
Phone
+6281245936241
Journal Mail Official
ahmadyani.publichealth@gmail.com
Editorial Address
Jl. Hang Tuah No 114 Palu
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
ISSN : -     EISSN : 25976052     DOI : https://doi.org/10.56338/mppki
Core Subject : Health,
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) periodic scientific journal that is published by Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu. with ISSN Number: 2597-6052 (Online - Electronic). This journal accepts scientific papers in the form of research articles and review articles in the field of health promotion and behavior science. The focus and scopes of the journal include: Health Literacy Community health empowerement and culture Health promoting hospital Health promotion in institution including tourism and industry Health media and communication technology Health promotion for infectious and non infectious diseases Lifestyle diseases including reproductive health,sexuality and HIV/AIDS Health promoting Occupational health and safety Health behaviour and education Intervention strategies in health promotion
Articles 1,250 Documents
Analisis Pemanfaatan Posbindu oleh Lansia Melalui Pendekatan Health Belief Model : Literature Review: Analysis of Posbindu Utilization by the Elderly Through the Health Belief Model Approach : Literature Review Siti Rochmah; Cahya Tri Purnami; Farid Agushybana
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 2 (2023): February 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i2.3057

Abstract

Latar belakang: Peningkatan persentase populasi lansia dan peningkatan usia harapan hidup akan diiringi dengan peningkatan prevalensi masalah kesehatan pada populasi lansia. Fakta tersebut mendesak pemerintah untuk meningkatkan berbagai program bagi lanjut usia. Salah satu bentuk upaya kesehatan berbasis masyarakat adalah pos pembinaan terpadu penyakit tidak menular. Tujuan: Untuk mengetahui faktor apa saja yang dapat mempengaruhi lansia dalam pemanfaatan posbindu. Metode: Penulisan ini menggunakan literature review. Artikel ilmiah ditemukan menggunakan database Google Scholar dan GARUDA dengan kata kunci “pemanfaatan posbindu”, “health belief model”, dan “lansia”. Didapatkan 13 artikel yang akan ditelaah. Hasil: Persepsi kerentanan mempengaruhi lansia dalam pemanfaatan posbindu, persepsi keparahan mendorong lansia datang ke posbindu, persepsi manfaat yang dirasakan lansia datang ke posbindu, persepsi hambatan mempengaruhi lansia dalam pemanfaatan posbindu dan orang sekitar mempengaruhi tingkat partisipasi lansia datang ke posbindu. Kesimpulan: Pemeriksaan kesehatan berkala merupakan kunci keberhasilan dari upaya pemeliharaan kesehatan secara berkala, sehingga keadaan penyakit dapat diketahui lebih dini dan jika ditemukan faktor yang berisiko dapat segera dicegah.
Hubungan Faktor Fisiologis, Keamanan Kerja dan Penghargaan terhadap Kinerja Petuas Kesehatan : The Relationship of Physiological Factors, Work Safety and Rewards to the Performance of Health Administrators Noorhidayah; Elsi Setiandari Lely Octaviana
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 2 (2023): February 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i2.3078

Abstract

Latar belakang: Sehubungan dengan pengembangan dan peningkatan sumber daya manusia serta keberhasilan suatu organisasi dapat diukur melalui kualitas kinerja pegawai. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan diperoleh hasil yaitu, di dalam menyelesaikan pekerjaan terdapat beberapa pegawai yang rangkap jabatan serta beberapa pekerjaan yang diberikan oleh pimpinan terkadang membuat petugas harus segera menyelesaikan dalam waktu yang bersamaan. Lokasi dan jarak tempuh menuju tempat kerja serta insentif yang diberikan kepada pegawai selama ini sudah sesuai dan cukup, tetapi untuk insentif yang diberikan kepada petugas kesehatan yang masih tenaga honorer dan kontrak dalam memenuhi kebutuhan kehidupannya masih belum cukup. Hal tersebut dapat mempengaruhi dan menjadi beban kerja petugas kesehatan. Tujuan: Menganalisis faktor yang berhubungan dengan fisiologis, keamanan kerja dan penghargaan terhadap kinerja petuas kesehatan di Puskesmas. Metode: Penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan desain cross sectional pada petugas di Puskesmas. Analisis data secara univariat dalam bentuk distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji Chi-square. Hasil: Ada hubungan fisiologi dan keamanan kerja dengan kinerja nilai signifikan (p-value = 0,000) dan Tidak ada hubungan penghargaan dengan kinerja petugas kesehatan dengan nilai signifikan (p-value = 0,221 ). Saran: Diharapkan kepada pimpinan dan petugas puskesmas dapat melaksanakan pekerjaannya sesuai dengan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) agar dapat menyelesaikan pekerjaan dengan tetap memperhatikan dan menjalankan pekerjaan sesuai dengan standar operasional prosedur SOP yang berlaku di Puskesmas
Peran Komunikasi dan Edukasi Pra Operatif terhadap Kepuasan Pasien Pasca Operasi Katarak : Literature Review: The Role of Pre Operative Education on Patient Satisfaction after Cataract Surgery : Literature Review Kartika Cindy Fibrian; Chriswardani Suryawati; Suhartono
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 2 (2023): February 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i2.3090

Abstract

Latar Belakang : Katarak masih menjadi penyebab kebutaan tertinggi di berbagai belahan dunia. Strategi untuk mengurangi angka kebutaan global adalah dengan meningkatkan cataract surgical coverage, yang akan dicapai dengan layanan katarak yang komprehensif. Penerapan komunikasi, informasi, dan edukasi yang tepat merupakan salah satu unsur palayanan yang komprehensif dan dapat bergubungan dengan peningkatan kepuasan pasien. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan komunikasi, informasi, dan edukasi terhadap kepuasan pasien pada layanan operasi katarak. Metode: Penelitian ini dilakukan menggunakan metode literature review dengan besar sampel sebanyak 14 jurnal dari hasil pencarian literatur dari beberapa database. Hasil: Penelitian ini memperlihatkan bahwa dengan meningkatnya tehnologi, edukasi pra operasi katarak dapat meningkatkan kenyamanan pasien, dimulai dari mengurangi kecemasan durante operasi, mengurangi nyeri operasi, sehingga pasien dapat dengan nyaman menjalani operasi katarak, dan menjalani masa pemulihan. Kesimpulan: Edukasi dan informasi yang tepat memberikan kepuasan kepada pasien dalam layanan katarak. Manajemen Rumah sakit diharapkan dapat membentuk tim komprehensif yang memiliki kualitas edukasi dan informasi yang tepat dalam layanan katarak sehingga pasien merasa puas terhadap layanan katarak.
Determinan Kejadian Stunting pada Anak Baduta di Desa Tuapukan dan Kelurahan Merdeka Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang : Determinants of stunting in children under two years old in Tuapukan Village and Merdeka Village, East Kupang District, Kupang Regency Mico Perera; Ribka Limbu; Tadeus A.L.Regaletha; Marni
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 2 (2023): February 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i2.3125

Abstract

Latar belakang: Stunting pada anak mencerminkan kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bawah 5 tahun) akibat dari kekurangan gizi kronis, sehingga anak menjadi terlalu pendek untuk usianya. Kejadian stunting di Indonesia menjadi perhatian pemerintah yang dianggap menjadi masalah kesehatan yang serius. Badan Pusat Satatistik (BPS) Nusa Tenggara Timur masuk kedalam 5 besar wilayah di Indonesia dengan jumlah balita pendek dan sangat pendek dimana selama tiga tahun terakhir (2016-2018). Kabupaten Kupang merupakan salah satu wilayah di NTT dengan jumlah stunting tertinggi. Tujuan: Untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan stunting pada anak baduta di Desa Tuapukan dan Kelurahan Merdeka Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif desain cross sectional, dengan 62 responden penelitian adalah anak stunting yang berasal dari Desa Tuapukan dan Kelurahan Merdeka, Penelitian dilakukan pada bulan Maret-Oktober 2022. Analisis dilakukan menggunakan uji chi square untuk menguji hubungan signifikan antara variabel pengetahuan, sikap, pola asuh dan pemberian makan, lingkungan tempat tinggal terhadap kejadian stunting pada anak baduta. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan pengetahuan ibu dengan stunting pada anak baduta di Desa Tuapukan (p=0,002) dan Kelurahan Merdeka (p=0,000), ada hubungan sikap dengan stunting pada anak baduta di Desa Tuapukan (p=0,037) dan Kelurahan Merdeka (p=0,000), ada hubungan pola asuh dan pemberian makan anak dengan stunting pada anak baduta di Desa Tuapukan (p=0,037) dan Kelurahan Merdeka (p=0,000), ada hubungan antara lingkungan tempat tinggal dengan stunting pada anak baduta di Desa Tuapukan (p=0,002) dan Kelurahan Merdeka (p=0,000) Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang. Kesimpulan: Ada hubungan pengetahuan ibu, sikap, pola asuh dan pemberian makan anak, serta lingkungan tempat tinggal dengan stunting pada anak baduta di Desa Tuapukan dan Kelurahan Merdeka Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang.
Peningkatan Derajat Kesehatan Masyarakat dengan Pemanfaatan Lancau Wolio sebagai Pengobatan Alternatif pada Ibu Nifas di Kota Baubau: Improving the Degree of Public Health by Utilizing Lancau Wolio as an Alternative Treatment for Postpartum Mothers in Baubau City Dahlan, Dahniar; Ansi, Sitti Aisyah
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 2 (2023): February 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i2.3127

Abstract

Latar belakang: Salah satu proses adaptasi fisiologi pada masa nifas adalah penyembuhan luka perineum, dan tidak semua penyembuhan luka perineum pada ibu nifas berjalan dengan cepat. Perawatan luka perineum bertujuan agar tidak terjadi infeksi, sehingga seorang bidan benar-benar berada pada kondisi steril siap melakukan perawatan. Tujuan: Penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas obat tradisional Lancau Wolio dalam penyembuhan luka perineum. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu atau quasi eksperiment yang membandingkan hasil perlakuan kelompok intervensi dan kelompok kontrol sedangkan Subjek penelitian adalah ibu nifas yang mengalami rupture perineum derajat 2 hari ke 1-7. Hasil: Hasil penelitian diperoleh bahwa bahwa ibu nifas pada kelompok kontrol sebanyak 11 orang atau sekitar 55% membutuhkan waktu penyembuhan lebih dari 7 hari postpartum sedangkan ibu nifas dengan kelompok perlakuan lama penyembuhan di atas 7 hari tidak ada. Pada kelompok kontrol untuk kriteria penyembuhan cepat membutuhkan waktu penyembuhan luka perimeum 6-7 hari sebanyak 9 orang atau sekitar 45%, sedangkan pada kelompok perlakukan sebanyak 20 orang atau sebesar 100% membutuhkan waktu penyembuhan luka perimeum 6-7 hari. Kesimpulan: Berdasarkan data tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan Lancau Wolio efektif dalam meningkatkan derajat Kesehatan masyarakat karena penyembuhan luka perineum pada kelompok perlakuan waktu penyembuhan luka perineum lebih cepat dibandingkan dengan kelompok kontrol.
Analisis Efektivitas Sistem Informasi Rujukan Terintegrasi (Sisrute) dalam Kasus Covid-19 di Semen Padang Hospital : Analysis of the Effectiveness of the Integrated Referral Information System (Sisrute) in the Covid-19 Case at Semen Padang Hospital Pratiwi; Jaslis Ilyas; Ede Surya Darmawan
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 2 (2023): February 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i4.3172

Abstract

Latar belakang: Pemerintah Indonesia telah menetapkan Sistem Informasi Rujukan Terintegrasi (SISRUTE) dalam mempermudah rujukan kasus COVID – 19. Namun, praktik dan efektifitasnya masih sangat bervariasi di berbagai daerah. Penggunaan SISRUTE sebelum COVID – 19 saja dinilai masih belum optimal, sementara saat pandemi sangat sedikit pasien COVID – 19 yang diterima melalui SISRUTE. Tujuan: Memperoleh gambaran efektivitas penggunaan SISRUTE dalam kasus COVID – 19 di Semen Padang Hospital sebagai rumah sakit swasta pertama di Kota Padang yang menjadi rumah sakit rujukan COVID – 19 selama periode April 2020 hingga Oktober 2021. Metode: Merupakan penelitian kualitatif dengan proses pengumpulan data dilakukan dengan analisis data sekunder, wawancara mendalam kepada tujuh orang informan yang dipilih secara purposive sampling dan telaah dokumen. Hasil: Response time rujukan via SISRUTE sangat lama disebabkan tidak adanya dokter yang khusus bertugas mengecek SISRUTE dan panjangnya alur konsultasi penerimaan rujukan. Banyaknya penolakan rujukan via SISRUTE disebakan oleh penuhnya ruangan, tidak tersedianya fasilitas seperti kamar operasi dan persalinan khusus COVID, ventilator mekanik dan alat hemodialisa. Kendala dari kualitas SISRUTE yang tidak menampilkan kapasitas dan fasilitas yang tersedia dan versi mobile yang tidak mudah digunakan juga menjadi penyebab tidak efektifnya SISRUTE dalam rujukan pasien COVID 19. Kesimpulan: Penggunaan SISRUTE dalam kasus COVID – 19 tidak efektif karena kemungkinan pasien akan diterima lewat SISRUTE jauh lebih kecil dibandingkan dengan pasien datang sendiri ke UGD.
Sanitasi Kapal, Higiene dan Faktor Risiko Kesehatan : Literature Review: Ship Sanitation, Hygiene and Health Risk Factors : Literature Review Dimas Aditya Andre Wicaksono; Chriswardani Suryawati; Martini Martini
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 2 (2023): February 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i2.3189

Abstract

Latar Belakang: Sanitasi kapal adalah segala usaha yang ditujukan terhadap faktor lingkungan di kapal untuk memutuskan matarantai penularan penyakit guna memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan. Untuk mengurangi peningkatan faktor risiko, perlu adanya pemeriksaan sanitasi kapal untuk pengeluaran sertifikat guna memperoleh Surat Izin Kesehatan Berlayar (SIKB). Tujuan: Untuk memberikan informasi mengenai sanitasi kapal, hygiene dan factor lingkungan dalam meningkatkan derajat Kesehatan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode scoping review, beberapa penelitian yang berhubungan dengan topik pembahasan. Kriteria kajian yang di review dalam artikel ini adalah artikel atau jurnal yang dipublikasi dalam 10 tahun terakir (2012-2022). Hasil: Sanitasi kapal merupaan satu upaya untuk memutuskan mata rantai penyebaran penyakit dan mengendalikan terhadap faktor risiko lingkungan guna memelihara serta mempertinggi derajat kesehatan masyarakat. Sanitasi kapal dapat mengakibatkan risiko tinggi apabila nilai observasi kurang dari standar. Selain itu, ada hubungan antara kondisi sanitasi kapal dengan gaya kepemimpinan nakhoda, tingkat pengetahuan awak kapal, waktu istirahat kapal, dana perawatan, sarana dan prasarana. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa apabila sanitasi kapal baik maka akan mendapat Sertifikat Bebas Tindakan Penyehatan Kapal (Ship Sanitation Control Exemption Certificate/SSCEC). Sanitasi kapal merupakan salah satu upaya yang ditujukan pada faktor risiko lingkungan pada kapal untuk memutus mata rantai penularan guna menjaga dan meningkatkan derajat kesehatan. Sanitasi kapal meliputi seluruh aspek hiburan kapal meliputi dapur, ruang persediaan makanan, gudang, gudang, ruang awak kapal, penyediaan kamar bersih, dan penyajian makanan serta pengendalian vektor penyakit. Sanitasi adalah persyaratan, yang telah diamanatkan oleh WHO dan undang-undang pemerintah.
Sanitasi Dasar Rumah tidak Memenuhi Syarat Pemicu Diare pada Balita di Banjaran Kabupaten Bandung : Basic House Sanitation Does Not Meet Requirements Trigger Diarrhea in Children Under Five in Banjaran, Bandung Regency Riyanto, Agus
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 2 (2023): February 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i2.3275

Abstract

Latar belakang: Tingginya diare pada balita menjadi masalah kesehatan di Kabupaten Bandung. Kejadian diare di Banjaran Kabupaten Bandung Tahun 2020 mencapai 1.350 kasus (5,3%). Pemicu diare pada balita salah satunya sanitasi dasar rumah tidak memenuhi syarat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sanitasi dasar rumah tidak memenuhi syarat pemicu diare pada balita di Banjaran Kabupaten Bandung. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan kasus kontrol, sampel sebanyak 44 balita terdiri dari 22 kasus yaitu balita menderita diare dan 22 kontrol yaitu tetangga kasus tetapi tidak menderita diare memiliki jenis kelamin dan umur sama dengan kasus. Teknik pengumpulan data sanitasi dasar rumah yaitu observasi lingkungan rumah menggunakan lembar observasi dan kejadian diare melihat data rekam medis di Puskesmas. Analisis statistik menggunakan uji kaiË—kuadrat dan mengkaji besarnya risiko menggunakan Odd Ratio (OR: 95% CI). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan bermakna sumber air bersih (p= 0,003, OR=9; 95% CI: 2,3-35,6), jamban sehat (p= 0,034, OR= 4,6; 95% CI: 1,2- 16,7), pengelolaan sampah (p= 0,034, OR= 4,6; 95% CI: 1,2-16,7), dan pembuangan air limbah (p= 0,016, OR=5,7; 95% CI= 1,5-20,9) dengan kejadian diare pada balita. Kesimpulan: Sumber air bersih, jamban sehat, pengelolaan sampah, dan pembuangan air limbah tidak memenuhi syarat terbukti pemicu diare pada balita. Diharapkan Puskesmas di Kabupaten Bandung meningkatkan program promosi kesehatan kepada masyarakat tentang sanitasi dasar rumah yang memenuhi syarat untuk mencegah diare pada balita.
Implementasi Total Quality Management di Rumah Sakit X Makassar: Implementation of Total Quality Management at Hospital X Makassar Najamuddin; Achmad Indra Awaluddin; Haslinah Ahmad; St.Nurmiati Aminuddin
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 2 (2023): February 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i2.3289

Abstract

Latar Belakang: Total Quality Management adalah penggambaran cara hidup, sikap dan organisasi perusahaan yang berusaha untuk menyediakan kepada pelanggan dengan barang dan jasa yang memenuhi kebutuhan mereka. Budaya membutuhkan kualitas di semua bagian operasi organisasi, dengan prosedur dilakukan dengan benar sejak pertama kali, dan kekurangan serta pemborosan diberantas dari kegiatan pelayanan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Total Quality Management dengan menggunakan kriteria MBNQA di RS X Makassar. Metode: Jenis penelitian merupakan mix method dengan menggunakan studi observasional dengan desain studi cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner, wawancara, dan Observasi Dokument. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh staf dan pimpinan di Rumah Sakit X Makassar, sebanyak 258 responden. Hasil: Studi ini menunjukkan, berdasarkan Perhitungan MNQA, RS X Makassar berada pada level Kinerja baik dengan nilai 738 dari skor maksimal 1000. Kesimpulan akhir pengukuran kinerja Rumah Sakit X Makassar dengan skor tersebut menggambarkan kinerja masih kurang baik. Oleh karena itu, perencanaan proaktif perlu dibuat dan dilaksanakan, tidak hanya reaktif terhadap masalah. Saran: Disarankan kepada pihak manajemen rumah sakit agar perlu dilakukan evaluasi yang teratur, Jadi itu itu strategis rencana itu memiliki pernah dibuat Bisa menjadi telah membawa keluar secara efektif.
Analisis Faktor yang Mempengaruhi Imunisasi Tetanus Toxoid Calon Pengantin di Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe: Analysis of Factors Affecting Tetanus Toxoid Immunization of Brides-to-be in Banda Sakti District, Lhokseumawe City Murniati
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 1 (2023): January 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i1.3321

Abstract

Latar belakang: Program imunisasi merupakan salah satu program penting di sektor kesehatan. Program imunisasi ini bertujuan untuk menurunkan angka kesakitan, kecacatan dan kematian dari penyakit-penyakit terutama penyakit tetanus. Tetanus merupakan suatu toksemia akut yang disebabkan oleh neurotoksin yang dihasilkan oleh Clostridium tetani ditandai dengan spasme otot yang periodik dan berat. Tetanus ini biasanya akut dan menimbulkan paralitik spastik yang disebabkan tetanospasmin. Tujuan: Untuk menganalisis faktor yang memengaruhi imunisasi Tetanus Toxoid calon pengantin di Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe Metode: Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini bersifat survey dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh calon pengantin Wanita di kecamatan banda sakti kota lhokseumawe berjumlah 42 orang. Analisis data kuantitatif menggunakan analisis univariat, analisis inferensial (bivariat) dengan menggunakan uji chi square, dan analisis multivariat menggunakan regresi logistic. Sedangkan analisis data kualitatif menggunakan data reduction, data display dan conclusion drawing/verification. Hasil: Hasil penelitian kuantitatif factor pengetahuan dan sikap dapat mempengaruhi imunisasi tetanus toxid calon pengantin di Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe tahun 2019 dan hasil penelitian kualitatif menunjukkan bahwa faktor yang memengaruhi imunisasi Tetanus toxoid calon pengantin karena terbentur oleh kepercayaan yang meyakini bahwa imunisasi terbuat dari unsur yang tidak halal dan haram hukumnya melakukan vaksinasi dengan bahan tersebut. Hasil penelitian campuran (mix methods) menunjukan bahwa faktor yang memengaruhi imunisasi tetanus toxoid calon pengantin adalah faktor kepercayaan. Kesimpulan: Terdapat beberapa factor yang mempengaruhi imunisasi tetanus toxid calon pengantin di Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe tahun 2019 anatar lain yaitu factor pengetahuan, faktor sikap, dan faktor kepercayaan.

Page 44 of 125 | Total Record : 1250


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 1 (2026): January 2026 Vol. 8 No. 12 (2025): December 2025 Vol. 8 No. 11 (2025): November 2025 Vol. 8 No. 10 (2025): October 2025 Vol. 8 No. 9 (2025): September 2025 Vol. 8 No. 8 (2025): August 2025 Vol. 8 No. 7 (2025): July 2025 Vol. 8 No. 6 (2025): June 2025 Vol. 8 No. 5 (2025): May 2025 Vol. 8 No. 4 (2025): April 2025 Vol. 8 No. 3 (2025): March 2025 Vol. 8 No. 2 (2025): February 2025 Vol. 8 No. 1 (2025): January 2025 Vol. 7 No. 12 (2024): December 2024 Vol. 7 No. 11 (2024): November 2024 Vol. 7 No. 10 (2024): October 2024 Vol. 7 No. 9 (2024): September 2024 Vol. 7 No. 8 (2024): August 2024 Vol. 7 No. 7 (2024): July 2024 Vol. 7 No. 6 (2024): June 2024 Vol. 7 No. 5 (2024): May 2024 Vol. 7 No. 4 (2024): April 2024 Vol. 7 No. 3 (2024): March 2024 Vol. 7 No. 2 (2024): February 2024 Vol. 7 No. 1 (2024): January 2024 Vol. 6 No. 12 (2023): December 2023 Vol. 6 No. 11 (2023): November 2023 Vol. 6 No. 10 (2023): October 2023 Vol. 6 No. 9 (2023): September 2023 Vol. 6 No. 8 (2023): August 2023 Vol. 6 No. 7 (2023): July 2023 Vol. 6 No. 6 (2023): June 2023 Vol. 6 No. 5 (2023): May 2023 Vol. 6 No. 4 (2023): April 2023 Vol. 6 No. 3 (2023): March 2023 Vol. 6 No. 2 (2023): February 2023 Vol. 6 No. 1 (2023): January 2023 Vol. 5 No. 12 (2022): December 2022 Vol. 5 No. 11 (2022): November 2022 Vol. 5 No. 10 (2022): October 2022 Vol. 5 No. 9 (2022): September 2022 Vol. 5 No. 8 (2022): August 2022 Vol. 5 No. 7 (2022): July 2022 Vol. 5 No. 6 (2022): June 2022 Vol. 5 No. 5 (2022): May 2022 Vol. 5 No. 4 (2022): April 2022 Vol. 5 No. 3 (2022): March 2022 Vol. 5 No. 2 (2022): February 2022 Vol. 5 No. 1 (2022): January 2022 Vol. 4 No. 4 (2021): November 2021 Vol. 4 No. 3 (2021): September 2021 Vol. 4 No. 2 (2021): May 2021 Vol. 4 No. 1 (2021): January 2021 Vol. 3 No. 3 (2020): September 2020 Vol. 3 No. 2 (2020): May 2020 Vol. 3 No. 1 (2020): January 2020 Vol. 2 No. 3 (2019): September 2019 Vol. 2 No. 2 (2019): May 2019 Vol. 2 No. 1 (2019): January 2019 Vol. 1 No. 3 (2018): September 2018 Vol. 1 No. 2 (2018): May 2018 Vol. 1 No. 1 (2018): January 2018 More Issue