Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Spatial Analysis of Pulmonary Tuberculosis Incidence in Kupang City in 2019-2021 Nahak, Aprila Chandra Kristin; Hinga, Indriati A. Tedju; Ndoen, Honey Ivoney; Samruth, Yendris K
Journal of Public Health for Tropical and Coastal Region Vol 7, No 1 (2024): Journal of Public Health for Tropical and Coastal Region
Publisher : Faculty of Public Health, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/potensi.%Y.20682

Abstract

Abstract Introduction: Pulmonary tuberculosis has a fairly high number of cases in several regions of Indonesia, including Kupang City. In 2019, tuberculosis cases in Kupang City amounted to 667 cases, in 2020 it increased to 693 cases and in 2021 it decreased to 419 cases. This study aims to analyze the factors that influence the incidence of pulmonary tuberculosis which are studied in a spatial analysis model.Methods : This research is a quantitative research with an analytical observational design using an approach to Geographic Information Systems (GIS). This study aims to see the autocorrelation of population density, poor families, and healthy homes with the incidence of pulmonary tuberculosis and to see the pattern of relationships that are formed.The data used in this research is secondary data taken from related agencies. The samples in this study were 11 community health centers in Kupang City, namely Naioni Health Center, Alak Health Center, Manutapen Health Center, Sikumana Health Center, Penfui Health Center, Bakunase Health Center, Oebobo Health Center, Oepoi Health Center, Pasir Panjang Health Center, Kupang City Health Center, and Oesapa Community Health Center. Spatial analysis uses computer programs, namely the QGIS and GeoDa applications. QGIS was used to produce a map of the distribution of pulmonary tuberculosis cases in 11 health centers in Kupang City in 2019-2021 and the GeoDa application was used to see the pattern of TB distribution in Kupang City in 2019-2021, in general or globally through the LISA (Local Indicators Spatial Autocorrelation) tests.Results: Based on the results of the LISA (Local Indicators Spatial Autocorrelation) bivariate test, it shows that population density, poor families, and healthy housing coverage have no relationship with the incidence of TB in Kupang City (p-value > 0.05) and show a random pattern of case distribution (Morans Index ' I is smaller than E[I] = -0.1000). However, in 2019-2020, the Morans I Index value covering healthy homes was greater than E[I] = -0.1000, which shows a clustered pattern of case distribution.Conclusion: It was concluded that there was no positive spatial autocorrelation between population density, poor families, and healthy homes with the incidence of pulmonary tuberculosis in Kupang City in 2019-2021
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIKUMANA TAHUN 2023 Saka, Rosalia Dinda Putri; Purnawan, Sigit; Ndoen, Honey Ivon; Hinga, Indriati A. Tedju
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.36433

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menginfeksi paru-paru, namun dapat menyerang organ tubuh lainnya. Puskesmas Sikumana menempati posisi tertinggi kasus tuberkulosis di Kota Kupang tahun 2022 sebanyak 133 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian tuberkulosis paru di wilayah kerja Puskesmas Sikumana Tahun 2023. Jenis penelitian yang digunakan observasional analitik dengan desain case control. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Sikumana. Sampel berjumlah 108 responden dengan perbandingan 1:1 dengan teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Variabel bebas adalah kepadatan hunian, riwayat covid-19, kebiasaan merokok dan riwayat kontak dengan penderita sedangkan variabel terikat adalah tuberkulosis paru. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner dan pengukuran menggunakan roll meter. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian ada hubungan antara kepadatan hunian (p-value= 0,004, OR= 3,504), riwayat kontak penderita (p-value= 0,002, OR= 4,060) dan tidak terdapat hubungan antara riwayat covid-19 (p-value= 0,270, OR= 0,308), kebiasaan merokok (p-value= 0,163, OR= 1,900) dengan kejadian tuberkulosis paru di wilayah kerja Puskesmas Sikumana Tahun 2023. Kesimpulan, ada hubungan antara kepadatan hunian dan riwayat kontak penderita dengan kejadian tuberkulosis paru.
Penyuluhan Anemia pada Remaja Putri di Kos Migel Malaikosa Seran, Maria Roswita; Mawikere, Elisabeth Winona; Soge, Anthanasius C. Jota; Ina, Eldania Avfia; Labu, Seisya Rosita; Bani, Skolastika Matresia; Takaeb, Afrona E.L; Bunga, Eryc Z Haba; Hinga, Indriati A. Tedju
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 8 (2024): Oktober
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i8.1494

Abstract

Anemia adalah penyakit yang sering ditemui pada masyarakat Indonesia. Penyakit anemia merupakan suatu kondisi dimana tubuh kekurangan sel darah merah atau eritrosit atau hemoglobin. Remaja putri rentan terkena anemia yang disebabkan defisiensi zat besi. Siklus menstruasi setiap bulannya merupakan salah satu faktor penyebabnya, hal ini disebabkan banyaknya zat besi yang hilang selama menstruasi. Tujuan penyuluhan ini adalah untuk meningkatkan motivasi dan pengetahuan remaja dalam mencegah dan menanggulangi anemia di Kos Migel Malaikosa, Kota Kupang. Metode yang digunakan adalah ceramah dan diskusi menggunakan media ppt dan video edukasi. Peserta penyuluhan ini terdiri dari 11 orang yang hadir dan berpartisipasi aktif selama kegiatan. Pada akhir kegiatan keseluruhan peserta sudah mempunyai pemahaman yang benar tentang anemia dan manfaat mengonsumsi TTD. Penyuluhan ini  sangat  bermanfaat  untuk  pencegahan dan penanggulangan anemia pada remaja putri.
Characteristics of Mothers with Children Under Five Participating in Integrated Health Care Service Activities at Tarus Community Health Center Longa, Teodora Selvia; Junias, Marylin Susanti; Hinga, Indriati A. Tedju
Timorese Journal of Public Health Vol 6 No 2 (2024): Timorese Journal of Public Health
Publisher : Faculty of Public Health, Nusa Cendana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/tjph.v6i2.8613

Abstract

Posyandu (Integrated Health Post) is a basic health activity organized by, from, and for the community to reduce infant mortality rates, maternal mortality rates (pregnant, childbirth, and postpartum mothers), promote small, prosperous families, and enhance community participation and capability in health and family planning activities. This study aimed to describe the characteristics of mothers of children under five who participated in posyandu activities in the working area of Tarus Health Center in 2022. The study used a descriptive method with a cross-sectional design, involving 97 mothers of children aged 0–60 months selected through purposive sampling from a population of 3,675 registered at posyandu. The results showed that 52.5% of respondents actively visited posyandu, while 47.4% were inactive. Most mothers were aged 21–25 years (36.1%), had a high school education (41.2%), and were housewives (51.5%). Additionally, 59.8% of mothers had good knowledge about posyandu, and 54.6% lived close to posyandu. The study suggests that the health center enhances understanding and awareness among mothers to routinely attend posyandu every month to monitor the growth and development of their children.
Analisis Faktor Risiko Kejadian Stunting pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Ngalupolo Kabupaten Ende Wangge, Yohana Febrianty Putri; Hinga, Indriati A. Tedju; B. Sir, Amelya; Syamruth, Yendris Krisno
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 15, No 1 (2025): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jbik.v15i1.5499

Abstract

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu lama serta terjadinya infeksi berulang, dan kedua faktor penyebab ini dipengaruhi oleh pola asuh yang tidak memadai terutama dalam 1.000 HPK. Tujuan penelitian untuk menganalisis faktor risiko kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Ngalupolo Kabupaten Ende. Jenis penelitian observasi analitik dengan rancangan case control. Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Ngalupolo Kabupaten Ende pada bulan Juli-Agustus Tahun 2024. Populasi kasus merupakan balita yang mengalami stunting, sedangkan populasi kontrol merupakan balita yang tidak mengalami stunting di wilayah kerja. Jumlah sampel adalah 35 dengan perbandingan 1:1 sehingga jumlah sampel sebanyak 70 orang. Teknik sampling sampel kasus dan kontrol menggunakan simple random sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukan 4 variabel yang menjadi faktor risiko kejadian stunting pada balita yaitu riwayat BBLR (p-value=0,015) (OR=3,852), riwayat panjang badan lahir (p-value=0,026) (OR=3,574), pemberian ASI eksklusif (p-value=0,000) (OR=2,667), dan riwayat penyakit infeksi (p-value=0,014) (OR=2,029). Sedangkan, 2 variabel yang bukan merupakan faktor risiko kejadian stunting pada balita yaitu LILA ibu hamil (p-value=0,227) (OR=7,563) dan riwayat anemia ibu hamil (p-value=0,149) (OR=2,276). Ibu hamil merupakan salah satu kelompok rawan gizi yang perlu mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik dan berkualitas, edukasi pemberian ASI eksklusif, serta akses terhadap layanan kesehatan dan sanitasi yang memadai agar ibu tersebut dapat menjalani kehamilannya dengan sehat. Kata Kunci: Faktor Risiko, Stunting, Balita
Faktor Yang Berhubungan Dengan Deteksi Dini Kanker Leher Rahim Pada Wanita Pasangan Usia Subur di Puskesmas Sikumana Tahun 2024 Louhenapessy, Vita Fibrila; Manurung, Imelda F. E.; Hinga, Indriati A. Tedju; Weraman, Pius
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 15, No 1 (2025): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jbik.v15i1.5819

Abstract

Kanker leher rahim merupakan kanker keempat paling sering di dunia, dengan 660 ribu kasus baru dan 350 ribu kematian di tahun 2022. Di Indonesia, terdapat 36.964 kasus baru, menempati peringkat ketiga tertinggi. Pencegahan dilakukan melalui pemeriksaan IVA test, namun cakupannya masih rendah, seperti di Puskesmas Sikumana yang hanya mencapai 22% dari target 70% pada tahun 2023. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor yang berhubungan dengan deteksi dini kanker leher rahim pada wanita pasangan usia subur di Puskesmas Sikumana tahun 2024. Metode penelitian menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross-sectional pada 81 responden, menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan (PR=2,02), sikap (PR=2,16), dan peran tenaga promosi kesehatan (PR=3,65) dengan deteksi dini kanker leher rahim (p-value=0,000), sedangkan dukungan suami tidak berhubungan (p-value=0,227). Kesimpulannya Wanita dengan pengetahuan kurang, sikap tidak mendukung, dan tanpa dukungan tenaga promosi kesehatan berisiko lebih tinggi untuk tidak melaksanakan pemeriksaan IVA test. Jadi disarankan bagi wanita usia subur untuk melaksanakan pemeriksaan IVA test secara rutin di fasilitas kesehatan terdekat. Kata Kunci : deteksi dini kanker leher rahim
ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN PREEKLAMPSIA PADA IBU HAMIL DI RSUD PROF. DR. W. Z. JOHANNES KUPANG Jellabing, Agitha Reymusyani Cr; Sir, Amelya B.; Hinga, Indriati A. Tedju; Tira, Deviarbi Sakke
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.41265

Abstract

Preeklampsia merupakan salah satu penyebab utama dari kematian ibu. Penyebab preeklampsia belum diketahui secara pasti, namun terdapat banyak faktor risiko yang dapat mempengaruhi terjadinya preeklampsia pada ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko kejadian preeklampsia pada ibu hamil di RSUD Prof. Dr. W. Z Johannes Kupang. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan penelitian case control. Populasi kasus ialah ibu hamil yang mengalami preeklampsia, sedangkan populasi kontrolnya adalah ibu hamil yang tidak mengalami preeklampsia. Jumlah sampel sebanyak 106 ibu hamil dengan perbandingan 1:1 dan teknik sampel yang digunakan adalah simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan mengambil data dari rekam medis menggunakan format pengumpulan data kemudian dilakukan analisis menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukan bahwa usia ibu saat hamil (p-value = 0,007; OR = 3,559) dan riwayat hipertensi sebelum kehamilan (p-value = 0,034; OR = 3,981) merupakan faktor risiko preeklampsia. Sedangkan status gravida (p-value = 0,401; OR = 0,642) dan kehamilan ganda (p-value = 1,000; OR = 1,000) bukan faktor risiko preeklampsia dalam penelitian ini. Oleh karena itu, ibu hamil dianjurkan untuk rutin memeriksakan kehamilannya agar faktor risiko yang dapat menyebabkan terjadinya preeklampsia dapat terdeksi secara dini untuk segera mendapatkan penanganan maupun pengawasan yang ketat dari tenaga medis.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Penyakit Tuberkulosis Paru Pada Wilayah Kerja Puskesmas Oebobo Tahun 2024 Ina Kii, Patricia Nathania; Hinga, Indriati A. Tedju; Riwu, Yuliana Radja
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 12, No 1 (2025): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v12i1.17591

Abstract

Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri mycobacterium tuberculosis complex yang bersifat tahan asam sehingga sering dikenal dengan BTA (Basil Tahan Asam). Data TBC Dinas Kesehatan Provinsi NTT tahun 2021 sebanyak 4.798 kasus, tahun 2022 sebanyak 7.628 kasus dan tahun 2023 sebanyak 9.535 kasus. Kota Kupang adalah penyumbang kasus tertinggi sebanyak 1.253 kasus dan Puskesmas Oebobo 171 kasus, sedangkan data bulan januari hingga juni 2024 terdapat 84 kasus TB paru positif. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan antara faktor (pengetahuan, kepadatan hunian, personal hygiene pencegahan TB, riwayat kontak penderita, dan perilaku merokok) dengan kejadian tuberkulosis paru di Wilayah Kerja Puskemas Oebobo. Lokasi penelitian ini adalah Puskesmas Oebobo, dilakukan pada bulan Agustus-September 2024. Jenis penelitian adalah observasional analitik dengan pendekatan case control. Populasi penelitian terbagi antara kasus (seluruh pasien yang menderita tuberkulosis paru bulan Januari-Mei 2024) dan kontrol (orang tidak menderita tuberkulosis paru sebanyak 4.018 orang). Teknik penentuan sampel kasus (simple random sampling) dan sampel kontrol (metode individual matching) menggunakan rumus lemeshow dengan jumlah sampel 126 sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan secara signifikan dengan kejadian tuberkulosis paru di Wilayah Kerja Puskesmas Oebobo adalah personal hygiene (p value 0,000< 0,05), riwayat kontak penderita (p value 0,000<0,05), dan perilaku merokok (p value 0,002<0,05). Variabel yang tidak mempunyai hubungan yang signifikan dengan kejadian tuberkulosis paru di Wilayah Kerja Puskesmas Oebobo adalah pengetahuan (p value 0,060>0,05) dan kepadatan hunian ( p value 0,528 > 0,05). Disarankan bagi masyarakat untuk menjaga kebersihan pribadi (personal hygiene), memahami cara peneluran TB, serta tidak merokok. Kata Kunci: Tuberkulosis, Personal Hygiene Pencegahan TB, Riwayat Kontak, Perilaku merokok.
Uji Organoleptik Produk Tahu Berdasarkan Suhu dan Lama Penyimpanan Terhadap Mutu Tahu di Kabupaten Kupang Manoe, Jenica Arnola; Hinga, Indriati A. Tedju; Setyobudi, Agus
Timorese Journal of Public Health Vol 1 No 2 (2019): Timorese Journal of Public Health
Publisher : Faculty of Public Health, Nusa Cendana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/tjph.v1i2.2133

Abstract

Tofu is one type of food made from the soybean. Protein content and high water content make tofu easily damaged. Solving this problem is needed the right way to be able to maintain the quality of knowing physically, so that can be stored for a long time without experiencing quality changes and can be accepted and safe for consumers. The purpose of this study was to determine the optimal temperature and storage time of tofu to maintain the quality of tofu in according to the quality requirements of knowing in SNI by looking at the physical changes that have been known during the shelf life. This type of study is a descriptive study to determine the organoleptic properties of tofu which include odor, taste, color, and appereance of tofu during the storage period with the help of panelist of three people. Observation data were analyzed descriptively using tables and explained in narrative form. Tofu samples were taken from three factories in Kupang Regency. The results showed that the ideal of tofu storage temperature was at 40C with a storage time of up to 6 days. The seller and factory owner they should pay attention to the storage temperature and sanitation, so that the tofu sold can survive without reducing the value of quality and taste from tofu.
Factors Related to Acute Respiratory Infection (ARI) in Toddlers at Radamata Health Center Tadi, Marce Yunersi; Hinga, Indriati A. Tedju; Purnawan, Sigit
Timorese Journal of Public Health Vol 5 No 1 (2023): Timorese Journal of Public Health
Publisher : Faculty of Public Health, Nusa Cendana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/tjph.v1i1.7032

Abstract

Acute respiratory infection (ARI) is an infectious disease that is a health problem experienced by children, especially children under five because of the presence of bacteria that enter and multiply in the body until symptoms of the disease appear ranging from nose to lungs. Radamata Health Center was ranked first with the highest cases of suffering from ARI in children under five from the 16 health centers in Southwest Sumba Regency. The purpose of the study was to determine the factors associated with cases of ARI in children under five. The research method is analytic observation with a case control design approach. The research was conducted from December 2021 to January 2022 in the working area of ​​the Radamata Health Center, Southwest Sumba Regency. The sample amounted to 96 toddlers, namely there were case samples of 48 toddlers and control samples of 48 toddlers with a ratio of 1:1. The sampling technique used simple random sampling.data analysis technique used the chi-square test. The results showed that there was a relationship between LBW (p-value= 0.024, immunization (p-value= 0.041), exclusive breastfeeding (p-value= 0.007) and the presence of smokers (p-value= 0.004 while the research variable that had no relationship was nutritional status (BW/TB) (p-value= 0.608), vitamin A capsules (p-value= 0.218), preventive behavior (p-value= 0.680) with the incidence of acute respiratory infections in toddlers in the working area of the Radamata Health Center, southwest Sumba District. It is hoped that the health office and puskesmas officers will improve health promotion to the community, especially the community. in remote villages far from health care facilities