cover
Contact Name
Ahmad Yani
Contact Email
ahmadyani.publichealth@gmail.com
Phone
+6281245936241
Journal Mail Official
ahmadyani.publichealth@gmail.com
Editorial Address
Jl. Hang Tuah No 114 Palu
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
ISSN : -     EISSN : 25976052     DOI : https://doi.org/10.56338/mppki
Core Subject : Health,
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) periodic scientific journal that is published by Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu. with ISSN Number: 2597-6052 (Online - Electronic). This journal accepts scientific papers in the form of research articles and review articles in the field of health promotion and behavior science. The focus and scopes of the journal include: Health Literacy Community health empowerement and culture Health promoting hospital Health promotion in institution including tourism and industry Health media and communication technology Health promotion for infectious and non infectious diseases Lifestyle diseases including reproductive health,sexuality and HIV/AIDS Health promoting Occupational health and safety Health behaviour and education Intervention strategies in health promotion
Articles 1,250 Documents
Tingkat Komunikasi Kesehatan terhadap Keberhasilan Penyuluhan Kesehatan pada Kegiatan Rekruitmen Pendonor Darah: Level of Health Communication in the Succes of Health Education on Blood Donor Recruitment Dewi Nur Anggraeni; Handriani Kristanti; Hartalina Mufidah
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 3 (2023): March 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i3.2986

Abstract

Latar belakang: Rekruitmen donor darah adalah salah satu kegiatan pencarian peserta pendonor. Kegiatan rekruitmen pendonor ini seringkali mengalami kendala yaitu dalam mendapatkan peserta pendonor yang jumlahnya tidak banyak, dikarenakan kurangnya kesadaran masyarakat terhadap donor darah. Antisipasi dari sedikitnya jumlah peserta donor darah adalah dengan melakukan penyuluhan kesehatan tentang donor darah yang disertai dengan komunikasi kesehatan yang baik kepada masyarakat. Tujuan: Untuk mengetahui tingkat komunikasi kesehatan dalam keberhasilan penyuluhan kesehatan pada kegiatan rekruitmen donor darah. Metode: Populasi penelitian adalah warga yang berdomisili di Babarsari, jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 60 orang. Metode penelitian yaitu kuantitatif dengan desain cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan cara accidental sampling dengan instrumen kuesioner, kemudian dilakukan uji validitas dan reliabilitas dari data primer. Hasil: Hasil dari penelitian ini diperoleh tingkat keberhasilan penyuluhan kesehatan diperoleh hasil 95% berdasarkan pemahaman masyarakat yang baik tentang donor darah, data dinyatakan valid yaitu nilai r hitung (0,711) > 0,254 dan data dinyatakan realibel berdasarkan nilai cronbach’s alpha (0,912) > 0,70. Kesimpulan: Penyuluh kesehatan dengan menggunakan tingkat komunikasi kesehatan yang baik dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang donor darah dan ketertarikan masyarakat dalam mengikuti kegiatan donor darah.
Tantangan dan Strategi Manajemen Pasien Tuberculosis di Negara Berkembang Selama Masa Pandemi COVID-19 : Literature Review: Challlenges and Strategies of Tuberculosis Patient Management in Developing Countries Amidst Covid-19 Pandemic : Literature Review Christina Prilia Damaranti; Budi Hidayat
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 3 (2023): March 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i3.2995

Abstract

Latar Belakang: Penyakit Tuberculosis masih menjadi masalah terutama di negara berkembang. Dengan manajemen yang tepat dapat mengontrol insidensi kasus dan penularan TB. Disrupsi pada salah satu tahapan manajemen karena pandemi COVID-19 berpotensi mempengaruhi tahapan penanganan TB lainnya. Tujuan: Untuk mengetahui tantangan pada manajemen pasien TB di negara berkembang selama masa pandemi dan rekomendasi strategi yang efektif dalam mengatasi tantangan tersebut. Metode: Pencarian literatur secara sistematis dengan protokol PRISMA, menggunakan kata kunci pada 6 database online selama tahun 2020-2022. Penilaian kualitas studi untuk mendapatkan studi terpilih menggunakan daftar tilik JBI critical appraisal. Hasil: Didapatkan 10 studi terpilih dengan hasil yaitu tantangan manajemen TB di negara berkembang selama pandemi antara lain keterbatasan sumber daya, gangguan kontinuitas pengobatan, penurunan notifikasi kasus baru, kesulitan mengakses fasilitas kesehatan, adanya stigmatisasi masyarakat tentang pasien TB dan COVID-19, misdiagnosis TB dengan COVID-19, penurunan cakupan vaksinasi BCG anak dan peningkatan risiko transmisi TB. Kesimpulan: Tantangan terbesar manajemen TB di negara berkembang selama pandemi adalah keterbatasan sumber daya dan gangguan kontinuitas pengobatan, sebagai akibat penerapan kebijakan lockdown. Strategi yang direkomendasikan berupa inovasi pada layanan TB yang sudah ada dengan kolaborasi lintas sektoral, perubahan metode pemberian OAT, peningkatan edukasi dan optimalisasi pemanfaatan media virtual.
Peta Distribusi Kematian Neonatal terhadap Berat Badan Lahir Rendah Berdasarkan Provinsi di Indonesia: The Distribution Map of Neonatal Mortality Based by Low Birth Weight by Province in Indonesia Aisyah Tsabita Zaki Ihsani; Lucia Yovieta Hendrati
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 3 (2023): March 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i3.3019

Abstract

Latar belakang: Salah satu penyebab kematian neonatal adalah adanya kejadian berat badan lahir rendah (BBLR). Tingginya kasus BBLR dan kematian neonatal di Indonesia perlu segera diatasi dengan menentukan daerah prioritas untuk kemudian diintervensi untuk menekan angka kasus kematian neonatal terutama yang disebabkan oleh BBLR. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui distribusi kematian neonatal dan BBLR di Indonesia pada tahun 2019 dan 2020, serta menganalis hubungan kematian neonatal dengan BBLR. Metode: Penelitian ini menggunakan deskriptif analitik dengan rancangan studi korelasi. Data diambil dari Profil Kesehatan Indonesia tahun 2019 dan 2020 menggunakan 34 provinsi di Indonesia. Pengolahan data menggunakan aplikasi Health Mapper versi 4.3.0.0 dengan product version 4.03 untuk menganalisis data secara deskriptif. Penelitian ini menggunakan uji statistik korelasi spearman dengan menggunakan aplikasi IBM SPSS 21. Hasil: Penelitian ini menemukan bahwa provinsi dengan kejadian kematian neonatal tertinggi di Indonesia pada tahun 2019 dan 2020 adalah Provinsi Jawa Tengah. Sedangkan, provinsi dengan kejadian BBLR tertinggi pada tahun 2019 dan 2020 adalah Provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah. Hasil uji korelasi spearman menyatakan bahwa kematian neonatal memiliki hubungan yang signifikan dengan BBLR di Indonesia pada tahun 2019-2020. Daerah yang berdekatan dengan provinsi dengan kasus BBLR dan kematian neonatal yang tinggi cenderung memiliki kasus BBLR dan kematian neonatal yang tinggi pula. Kesimpulan: Kematian neonatal memiliki hubungan yang sangat kuat dengan BBLR. Selanjutnya, perlu penelitian lebih lanjut untuk mengetahui penyebab lain kejadian kematian neonatal, khususnya pada daerah dengan tingkat kasus yang tinggi.
Analisis Masalah Penyakit Menular Prioritas di Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat: Analysis of Priority Infectious Disease Problems in Bogor Regency, West Java Province Pradipta, Marlya Niken; Helda, Helda; Mulyana, Adang
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 3 (2023): March 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i3.3060

Abstract

Latar Belakang: Penyakit yang dapat dicegah dengan Imnunisasi (PD3I), penyakit menular dan penyakit menular langsung yang disebabkan oleh vector masih menjadi permasalahan yang belum terselesaikan di Kabupaten Bogor. Tujuan: Untuk mengidentifikasi, menentukan prioritas dan penyebab masalah penyakit menular di kabupaten Bogor. Metode: Metode studi ini adalah kuantitatif dan kualitatif dengan melakukan review profil Kesehatan dan data terkait lainnya pada tahun 2016 hingga 2020 secara deskriptif. Penentuan prioritas masalah menggunakan metode PAHO- Adapted-Hanlon dengan melakukan wawancara kepada 7 orang LP/LS di Dinas Kesehatan kabupaten Bogor serta analisis penyebab masalah menggunakan metode Root Cause Analysis. Hasil: Identifikasi prioritas masalah penyakit menular di Kabupaten Bogor adalah sebagai berikut: terdapat 48.064 kasus COVID-19 dengan Case Fatality Rate (CFR) 0,43%. Case Notification Rate (CNR) TB sebesar 168 diantara 100.000 penduduk dengan CFR sebesar 1,06 %. Terdapat 417 kasus HIV serta 216 kasus AIDS dengan CFR 3,3%. Prevalensi kusta sebesar 0,36 diantara 100.000 penduduk. Cakupan penemuan kasus pneumonia balita sebesar 13,15%, Incidence Rate (IR) Diare sebesar 16,1 diantara 1000 penduduk. IR Filariasis sebesar 1,28 diantara 100.000 penduduk, dengan CFR sebesar 20,5%. IR DBD sebesar 21,3 kasus diantara 100.000 penduduk, dengan CFR 0,85%. Tidak terdapat kasus campak, ditemukan 4 kasus difteri. AFP rate 0,29 diantara 100.000 penduduk. Berdasarkan hasil analisis tersebut, COVID-19 menjadi prioritas masalah penyakit menular pertama di Kabupaten Bogor dengan skor 60, prioritas kedua adalah Tuberkulosis dengan skor 35,2 dan prioritas ketiga adalah difteri dengan skor 29,7. Kesimpulan: Perioritas masalah penyakit menular di Kabupaten Bogor adalah COVID-19, prioritas ini didukung dengan tingginya mortalitas dan morbiditas COVID-19. Transmisi penyakit COVID-19 menjadi akar penyebab masalah yang perlu ditanggulangi. Peningkatan penerapan protokol kesehatan, jumlah layanan tracing, testing serta vaksinasi diharapkan dapat menjadi upaya penanggulangan COVID-19 di Kabupaten Bogor.
The Effect of Factors Causes Preeclampsia Towards Left Ventricle Mass Index on Preeclampsia Patient in Undata Regional Hospital of Palu: Pengaruh Faktor-Faktor Penyebab Preeklampsia terhadap Indeks Massa Ventrikel Kiri pada Pasien Preeklampsia di RSUD Undata Palu Dilladini Nurul Ayu; Tahir Abdullah; Syamsiar S Russeng; Venice Chairiadi
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 3 (2023): March 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i3.3151

Abstract

Background: Preeclampsia is an idiopathic multisystem disorder specific to pregnancy and the puerperium in which multiorgan abnormalities occur in at-risk pregnancies resulting in hypertension and multiorgan dysfunction in the form of an increase in left ventricular mass index which leads to diastolic heart failure. Aim: Determine the relationship the effect of factors causes preeclampsia towards left ventricle mass index on preeclampsia patient in Undata Regional Hospital of Palu Methods: This study used a cross sectional research approach. These variables are measured by research instruments where data can be analyzed according to statistical procedures. Results: From total sample, there were pregnant women of abnormal age 37.67 years (27.3%) and normal age 28.12 years (72.7%) with a mean age of 30.73 ± 5.89 years with history preeclampsia. There were 21 patients (95.5%) with previous obesity and 1 patient (4.5%) had no history of obesity, 14 patients (63.6%) with a history of primigravida and 8 patients with multigravida (36.4%). One patient with multiple pregnancies (4.5%) and 21 patients (95.5% with no history of multiple pregnancies, 3 patients (13.64%) with chronic disease and 19 patients (86 .36%) no history of chronic disease, There are 16 patients (72.7%) patients who use contraception and while 6 patients (27,3%) did not use contraception. Statistical tests risk factors for preeclampsia associated with cardiovascular disease events, hypertension which causes an increase in the Left Ventricle Mass Index (LVMI) it can be seen that in all preeclampsia patients causes uncontrolled hypertension and increase in LVMI above normal values ​​(description according to table), the incidence of preeclampsia with a previous history of preeclampsia 1 (25%) showed a significant relationship with a value of p = 0.001. Conclusion: Factors that cause significant preeclampsia, pregnant women who have a history of preeclampsia and who have a history of multiple pregnancies affect the occurrence of hypertension and an increase in left ventricular mass index.
Pemetaan Prioritas Penanganan Diare pada Balita 12-59 Bulan Provinsi Jawa Barat: Priority Mapping of Diarrhea Handling in Todller 12-59 Months in West Java Province Mulya Sari, Dian; Besral, Besral; Rahmaniati Makful, Martya
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 3 (2023): March 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i3.3155

Abstract

Latar belakang: Diare menjadi penyakit penyebab kematian balita tertinggi kedua secara global. Penyebab utama kematian terbanyak pada balita (12-59 bulan) adalah diare (10,3%) pada tahun 2021. Tahun 2021 kematian balita (12-59 bulan) disebabkan diare menempati penyebab tertinggi kedua di Provinsi Jawa Barat. Namun sebaran spasial kasus tersebut dikaitkan dengan demografi dan faktor determinan belum diketahui. Tujuan: Tujuan penelitian ini yaitu menentukan wilayah prioritas penanganan diare balita 12-59 bulan berdasarkan tingkat kerawanan terhadap kepadatan penduduk, kasus diare pada balita, kematian balita disebabkan diare, bayi mendapat ASI Eksklusif, pemberian vit A pada balita, keluarga dengan akses sanitasi layak, kasus diare mendapat zinc dan oralit. Metode: Penelitian ini menggunakan studi deskriptif kuantitatif dengan aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) Quantum GIS teknik skoring. Data penelitian berupa data sekunder Profil Kesehatan Provinsi Jawa Barat 2021 dan Badan Informasi Geospasial. Penelitian ini menggunakan unit administratif kota/kabupaten di Provinsi Jawa Barat Tahun 2021. Hasil: Penelitian ini menunjukkan tingkat penanganan diare pada balita 12-59 bulan dari 27 kabupaten/kota di Jawa barat terbagi menjadi tingkat kerawanan sangat tinggi (4 Kota/kabupaten), tinggi (10 kota/kabupaten), sedang (6 kota/kabupaten) dan rendah (7 kota/kabupaten). Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini yaitu provinsi Jawa Barat memiliki 4 wilayah prioritas penanganan diare balita 12-59 bulan yakni Kota Bekasi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Bandung Barat.
Pengaruh Karakteristik Individu dan Perilaku Merokok dengan Gejala ISPA Pengguna Terminal Malangkeri Kota Makassar: The Influence of Individual Characteristics and Smoking Behavior on ARI Symptoms of Malangkeri Terminal Users, Makassar City Firmansyah, Fathoni; Suryadi, Iwan; Rachmawati, Siti; Fitriani, Nurlaila
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 3 (2023): March 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i3.3190

Abstract

Latar belakang: Gejala Infekeksi Saluran Pernapasan Akut merupakan keluhan yang dialami seseorang pada saluran pernapasan. Penyakit saluran pernapasaan menepati urutan ketiga penyebab kematian pada pekerja yaitu sebesar 21 %. Penyebab ISPA beberapa dari factor risiko individu dan perilaku merokok. Terdapat hubungan yang signifikan yang kuat dan searah antara paparan Debu TSP dan penggunaan APD dengan Gejala ISPA sehingga diharapkan pengguna terminal taat terhadap pengggunaan masker untuk mengurasi risiko paparan debu Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh factor karakteristik individu dan perilaku merokok dengan gejala Ispa Pengguna Terminal Malangkeri Kota Makassar. Metode: Penelitian ini menggunakan desain obervasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dengan cara simple random sampling sejumlah responden 86 responden. Penilaian factor risiko individu dan perilaku merokok dengan menggunakan kuisioner, penilaian gejala ISPA menggunakan kueisoner Depkes tahun 2002. Analisis data menggunakan SPSS 24.00 dengan uji somers’s d Hasil: Hasil penelitian menunjukan rata rata pengguna Terminal Malangkeri Kota Makassar mengalami gejala ISPA sedang. Hasil uji bivariat menunjukan ada hubungan signifikan antara usia, jenis kelamin dan prilaku merokok dengan gejala ispa, dengan p-value< 0,05 namun untuk kebiasaan berolahraga dan IMT tidak signifikan dengan gejala ISPA. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara karakteristik individu berupa usia dan jenis kelamin dengan gejala ispa, namun untuk IMT dan kebiasaan berolahraga tidak berhubungan, sedangkan factor lain berupa perilaku merokok berhubungan juga dengan gejala ISPA.
Determinan Perilaku Self-care Hipertensi pada Usia Dewasa di Asia Tenggara : Literature Review: Determinants of Hypertension Self-care Behavior in Adults in Southeast Asia : Literature Review Intan Dewi Kumalasari; Syamsulhuda Budi Musthofa; Sutopo Patria Jati
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 3 (2023): March 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i3.3212

Abstract

Latar belakang: Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat, oleh karenanya perilaku self-care hipertensi penting untuk dilakukan sebagai upaya mencegah keparahan serta komplikasi akibat hipertensi. Kepatuhan dalam melaksanakan self-care hipertensi dipengaruhi oleh beberapa faktor. Tujuan: Penelitian bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku self-care hiperensi pada usia dewasa di Asia Tenggara. Metode: Penelitian ini menggunakan studi literatur dengan menggunakan PRISMA-ScR, database online yang digunakan untuk mencari artikel yang relevan adalah Pubmed, ProQuest, Science Direct dan Scopus. Hasil: Dari 9 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi ditemukan beberapa faktor yang berhungan dengan perilaku self-care hipertensi yaitu sosiodemografi, riwayat kesehatan (keturunan, adanya penyakit lain, durasi sakit) serta faktor psikologi yang meliputi self efficacy, perceived benefit, perceived barrier, perceived seriousness, perceived susceptibility serta motivasi, pengetahuan dan dukungan sosial. Kesimpulan: Dari tinjauan hasil, sebagian besar artikel menunjukkan bahwa ada hubungan antara usia, jenis kelamin, penghasilan, pendidikan, self efficacy, perceived benefit, perceived barrier, perceived seriousness, perceived susceptibility serta motivasi, pengetahuan dan dukungan sosial dengan perilaku self-care hipertensi.
Kajian Penjaringan Kesehatan melalui Program Usaha Kesehatan Sekolah pada Pelajar Sekolah Dasar di Indonesia : Literature Review: A Review of the Health Screening Through School Health Service for Primary Students in Indonesia : Literature Review Saherman, Mohammad; Agushybana, Farid; Raharjo, Mursid
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 3 (2023): March 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i3.3228

Abstract

Latar Belakang: Sistem penjaringan Kesehatan di lingkup sekolah sangat penting untuk mendeteksi dini siswa yang memiliki masalah kesehatan agar segera mendapatkan penanganan sedini mungkin. Akan tetapi, tidak semua sekolah dapat menjalankan penjaringan Kesehatan yang baik, seperti dokumentasi pencatatan dan pelaporan. Tujuan: Kajian ini bertujuan untuk mengetahui permasalahan yang ada dan solusi yang tepat untuk meningkatkan kegiatan skrining kesehatan dengan menginvestigasi penelitian-penelitian sebelumnya di Indonesia. Metode: Studi ini merupakan literatur review dari artikel penelitian yang membahas mengenai system penjaringan Kesehatan di sekolah dasar. Sebanyak sembilan belas studi yang dipublikasikan di Google Scholar dan Google yang dilakukan antara tahun 2015 dan 2022 berhasil diidentifikasi. Hasil: Secara keseluruhan, permasalahan utama dalam pengembangan system penjaringan Kesehatan adalah terkait keterbatasan Sumber Daya Manusia, pendanaan, infrastruktur, dan system pencatatan dan pelaporan yang masih dilakukan secara manual. Beberapa upaya pengembangan system informasi pencatatan dan pelaporan telah dilakukan seperti pengembangan aplikasi SIKAS, SIMESRA, dan form database analisis menggunakan EpiInfo. Kesimpulan: Keterbatasan SDM, pendanaan, dan infrastruktur mempengaruhi pelaksanaan program penjaringan kesehatan. Dengan adanya pengembangan sistem informasi diharapkan sistem pencatatan sesuai dengan petunjuk teknis kesehatan dan sama, dan pencatatan pemeriksaan lebih mudah dan tercatat dalam satu database, sehingga pengolahan dan penyajian data dan informasi menjadi efisien.
Efektivitas Penerapan Work from Home (WFH) dalam Mencegah Penularan Covid-19 di Perusahaan X: The Effectiveness of Implementing Work from Home (WFH) in Preventing the Transmission of Covid-19 at Company X Sunaryo, Chandra; Hendra
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 3 (2023): March 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i3.3258

Abstract

Latar belakang: Kasus penyebaran dan penularan COVID-19 sangat tinggi terjadi di Indonesia termasuk di Perusahaan X. Perusahaan X merupakan Perusahaan yang bergerak di bidang Industri Hulu Minyak dan Gas Bumi berlokasi di Kalimantan Timur. Terdapat sekitar 220 orang yang bekerja di kantor berpotensi terpapar COVID-19. Salah satu upaya pengendalian yang dilakukan adalah melalui Work fFrom Home (WFH). Dengan pelaksanaan work from home, maka physical distancing dapat dijaga bahkan hingga meniadakan pertemuan tatap muka langsung. Terdapat tiga pola work from home yang diterapkan oleh Perusahaan X. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas pola work from home yang diterapkan Perusahaan X. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan semi kuantitatif dengan desain cross sectional. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui analisis data perusahaan baik berupa kebijakan maupun data monitoring kasus COVID-19 pada periode Maret 2020 hingga Juli 2021. Analisis dilakukan secara bivariat untuk menguji hubungan antara variabel kebijakan pola work from home di tempat kerja terhadap fluktuasi penambahan kasus konfirmasi terpapar COVID-19 baru. Hasil: Incidence rate pada penerapan pola work from home 50% masuk dalam klasifikasi CT4 (very high incidence), 75% masuk dalam klasifikasi CT3 (high incidence) dan tidak ada incidence pada pola 100% (6). Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pola work from home 100% merupakan yang paling efektif dalam mencegah pertambahan kasus konfirmasi baru COVID-19.

Page 46 of 125 | Total Record : 1250


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 1 (2026): January 2026 Vol. 8 No. 12 (2025): December 2025 Vol. 8 No. 11 (2025): November 2025 Vol. 8 No. 10 (2025): October 2025 Vol. 8 No. 9 (2025): September 2025 Vol. 8 No. 8 (2025): August 2025 Vol. 8 No. 7 (2025): July 2025 Vol. 8 No. 6 (2025): June 2025 Vol. 8 No. 5 (2025): May 2025 Vol. 8 No. 4 (2025): April 2025 Vol. 8 No. 3 (2025): March 2025 Vol. 8 No. 2 (2025): February 2025 Vol. 8 No. 1 (2025): January 2025 Vol. 7 No. 12 (2024): December 2024 Vol. 7 No. 11 (2024): November 2024 Vol. 7 No. 10 (2024): October 2024 Vol. 7 No. 9 (2024): September 2024 Vol. 7 No. 8 (2024): August 2024 Vol. 7 No. 7 (2024): July 2024 Vol. 7 No. 6 (2024): June 2024 Vol. 7 No. 5 (2024): May 2024 Vol. 7 No. 4 (2024): April 2024 Vol. 7 No. 3 (2024): March 2024 Vol. 7 No. 2 (2024): February 2024 Vol. 7 No. 1 (2024): January 2024 Vol. 6 No. 12 (2023): December 2023 Vol. 6 No. 11 (2023): November 2023 Vol. 6 No. 10 (2023): October 2023 Vol. 6 No. 9 (2023): September 2023 Vol. 6 No. 8 (2023): August 2023 Vol. 6 No. 7 (2023): July 2023 Vol. 6 No. 6 (2023): June 2023 Vol. 6 No. 5 (2023): May 2023 Vol. 6 No. 4 (2023): April 2023 Vol. 6 No. 3 (2023): March 2023 Vol. 6 No. 2 (2023): February 2023 Vol. 6 No. 1 (2023): January 2023 Vol. 5 No. 12 (2022): December 2022 Vol. 5 No. 11 (2022): November 2022 Vol. 5 No. 10 (2022): October 2022 Vol. 5 No. 9 (2022): September 2022 Vol. 5 No. 8 (2022): August 2022 Vol. 5 No. 7 (2022): July 2022 Vol. 5 No. 6 (2022): June 2022 Vol. 5 No. 5 (2022): May 2022 Vol. 5 No. 4 (2022): April 2022 Vol. 5 No. 3 (2022): March 2022 Vol. 5 No. 2 (2022): February 2022 Vol. 5 No. 1 (2022): January 2022 Vol. 4 No. 4 (2021): November 2021 Vol. 4 No. 3 (2021): September 2021 Vol. 4 No. 2 (2021): May 2021 Vol. 4 No. 1 (2021): January 2021 Vol. 3 No. 3 (2020): September 2020 Vol. 3 No. 2 (2020): May 2020 Vol. 3 No. 1 (2020): January 2020 Vol. 2 No. 3 (2019): September 2019 Vol. 2 No. 2 (2019): May 2019 Vol. 2 No. 1 (2019): January 2019 Vol. 1 No. 3 (2018): September 2018 Vol. 1 No. 2 (2018): May 2018 Vol. 1 No. 1 (2018): January 2018 More Issue