cover
Contact Name
Ahmad Yani
Contact Email
ahmadyani.publichealth@gmail.com
Phone
+6281245936241
Journal Mail Official
ahmadyani.publichealth@gmail.com
Editorial Address
Jl. Hang Tuah No 114 Palu
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
ISSN : -     EISSN : 25976052     DOI : https://doi.org/10.56338/mppki
Core Subject : Health,
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) periodic scientific journal that is published by Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu. with ISSN Number: 2597-6052 (Online - Electronic). This journal accepts scientific papers in the form of research articles and review articles in the field of health promotion and behavior science. The focus and scopes of the journal include: Health Literacy Community health empowerement and culture Health promoting hospital Health promotion in institution including tourism and industry Health media and communication technology Health promotion for infectious and non infectious diseases Lifestyle diseases including reproductive health,sexuality and HIV/AIDS Health promoting Occupational health and safety Health behaviour and education Intervention strategies in health promotion
Articles 1,250 Documents
Pengaruh Media Video Pencegahan Stunting terhadap Pengetahuan dan Sikap Remaja Putri: Literature Review: The Effect of Stunting Prevention Video Media on the Knowledge and Attitudes of Adolescent Girls: Literature Review Refky Dermawan; Mohammad Zen Rahfiludin; Budiyono
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 4 (2024): April 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i4.4777

Abstract

Latar belakang: Masalah stunting merupakan tantangan kesehatan global yang memiliki dampak signifikan terhadap pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak. Dalam upaya pencegahan, edukasi stunting melalui media video diakui sebagai sarana yang potensial untuk menyampaikan informasi stunting. Selain itu, keterlibatan remaja putri dalam upaya pencegahan stunting dapat memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan kualitas hidup anak-anak di masa depan. Mengetahui bahwa pengetahuan dan sikap remaja putri memegang peranan penting dalam mencegah stunting, diperlukan pendekatan edukatif yang tepat untuk meningkatkan kesadaran mereka terhadap gizi seimbang dan perawatan kesehatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki secara mendalam tentang sejauh mana media video pencegahan stunting memengaruhi pengetahuan dan sikap remaja putri. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode literature review yang didasarkan pada panduan PRISMA. Hasil: Berdasarkan beberapa penelitian yang dilakukan sebelumnya, edukasi stunting menggunakan media video memiliki dampak yang signifikan. Remaja putri cenderung mengalami peningkatan dalam aspek pengetahuan dan sikap mengenai pencegahan stunting setelah dilakukan intervensi menggunakan media video. Kesimpulan: Media video dinilai merupakan media yang paling efektif dibandingkan media lain dalam edukasi pencegahan stunting. Melalui video tentang edukasi pencegahan stunting, para remaja putri memiliki peningkatan dalam aspek pengetahuan dan sikap mereka terhadap kasus stunting. Visualisasi yang kuat dan cerita yang inspiratif dalam video mampu membangkitkan kesadaran mendalam terhadap konsekuensi stunting dan memotivasi remaja putri untuk mengadopsi perilaku hidup sehat.
Kesesuaian Standar Mutu Pelayanan Kesehatan Penyelenggaraan Ambulans di DKI Jakarta: Compliance With Health Service Quality Standards For Ambulance Operation in Dki Jakarta Saputra, Hermawan
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 2 (2024): February 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i2.4780

Abstract

Latar belakang: Kesehatan adalah investasi dalam mendukung pembangunan ekonomi dan memiliki peran penting dalam upaya penanggulangan kemiskinan. Salah satu tantangan pelayanan kesehatan dasar di Indonesia dan khususnya di wilayah DKI Jakarta ialah layanan Ambulans. Pelayanan ini sangat banyak melibatkan stakeholder dan juga melibatkan peran serta masyarakat secara partisipatif dan peduli sosial (social care). Pada sisi lain, banyaknya ambulans yang beroperasi tersebut diperkirakan tidak semuanya memiliki standar mutu, pengelolaan hingga izin operasional dalam penyelenggaraannya. Pelayanan Ambulans merupakan kebutuhan masyarakat dalam kondisi kedaruratan menuju fasilitas pelayanan kesehatan. Tujuan: Melihat kesesuaian ambulans berdasarkan standarisasi ambulans, mekanisme perizinan, pengawasan hingga integrasi sistem penanganan kegawatdaruratan di DKI Jakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desk study dan analisa kuantitatif di dapatkan dari analisis data sekunder hasil survey pada Laporan Biro Kesos Setda DKI Jakarta terkait Pemantauan dan Evaluasi Implementasi Peraturan Gubernur Nomor 120 Tahun 2016 Tentang Pelayanan Ambulans Dan Mobil Jenazah. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan penyelenggaraan pelayanan ambulans di DKI Jakarta sudah hampir seluruhnya sesuai standar. Dari hasil survey Biro Kesos Setda DKI Jakarta pada 148 sampel di dapatkan hasil bahwa hampir seluruhnya memiliki persentase kesesuaian standarisasi berkisar antara 40% - 96%. Kesimpulan: Provinsi DKI Jakarta termasuk contoh sukses upaya penyelenggaraan pelayanan ambulans yang bermutu. Namun dari pelayanan ambulans yang tersedia, masih ada beberapa standar yang belum terpenuhi seperti perizinan, alat kesehatan dan obat-obatan serta GPS.
Analisis Penggunaan Media Edukasi terhadap Peningkatan Pengetahuan Remaja Putri dalam Pencegahan Stunting: Literature Review: Analysis of the Use of Educational Media to Increase the Knowledge of Adolescent Girls in Stunting Prevention: Literatur Review Nurlian Ramadhanty; Syamsulhuda Budi Mustofa; Ani Margawati
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 3 (2024): March 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i3.4781

Abstract

Latar belakang: Pengetahuan remaja putri sebagai calon ibu mengenai stunting dan pencegahannya sangat diperlukan untuk menghindari risiko anak yang dilahirkan mengalami gangguan pertumbuhan atau stunting. Peningkatan pengetahuan pada remaja putri pada periode peralihan dari pandemi covid-19 dapat dilakukan dengan penggunaan media edukasi. Media yang kreatif, inovatif dan menarik dibutuhkan dalam melakukan edukasi tentang pencegahan stunting pada remaja putri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak penggunaan media pendidikan gizi dalam meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan stunting pada remaja putri. Metode: Penelitian ini menggunakan metode Literature Review, kajian naratif dilakukan dengan proses screening menggunakan kriteria inklusi dan ekslusi. Sumber literatur yang dipilih dari database seperti Google Scholar, ProQuest, dan Springer Link antara tahun 2020-2023. Hasil: Ada peningkatan pengetahuan gizi pada remaja putri terkait pencegahan stunting setelah mendapatkan intervensi Kesimpulan: Pemberian edukasi gizi melalui berbagai media, seperti video, animasi, cetak, dan sosial media, dapat berkontribusi dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang stunting.
Analisis Spasial Kasus Pneumonia di Provinsi Sumatera Barat (Daratan) Tahun 2022 : Spatial Analysis of Pneumonia Cases in West Sumatra Province (Mainland) in 2022 Nia Watri Wahyuni; Makful, Martya Rahmaniati
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 4 (2024): April 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i4.4783

Abstract

Latar belakang: Pneumonia merupakan penyebab kematian anak terbesar dibandingkan penyakit menular lainnya. Di seluruh dunia, 800.000 balita meninggal karena pneumonia setiap tahunnya. Di Indonesia, lebih dari 19.000 balita meninggal karena pneumonia di 2018, atau lebih dari 2 anak setiap jam. Sumatera Barat merupakan wilayah yang capaian indicator pengobatan kasus pneumonia sesuai standar tahun 2022 di bawah target nasional (53%%) yaitu sebesar 13%. Kasus pneumonia di Sumatera Barat juga mengalami peningkatan dari tahun 2021 yaitu 3.546 kasus, menjadi 5.591 kasus pada tahun 2022. Analisis spasial diperlukan untuk mengetahui pola penyebaran kasus pneumonia antar wilayah dan memanfaatkan system informasi dan georafis untuk pemetaan wilayah. Tujuan: untuk memberikan gambaran dan karakteristik kecenderungan pola pengelompokkan wilayah. Metode: Penelitian ini merupakan studi ekologi untuk mengetahui pola sebaran kasus pneumonia di Sumatera Barat Tahun 2022 secara spasial dengan analisis autokorelasi Global Moran's Indeks dan LISA (Local Indicators of Spatial Autocorrelation). Hasil: Wilayah dengan kasus tinggi terdapat di 6 kabupaten/ kota, yaitu Kabupaten Solok. Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Sijunjung Kabupaten Pesisir Selatan, dan Kota Padang. Global Moran’s Indeks = 0,118 (nilai yang positif) dan lebih besar dibandingkan nilai ekspektasi E(I) yaitu -0,0588 , mengidentifikasikan adanya autokorelasi spasial positif untuk kasus pneumonia di Provinsi Sumatera Barat (daratan). Dari hasil analisis, p-value 0,047 (< alpha 0,05), yang artinya terdapat autokorelasi spasial untuk kasus pneumonia di di Provinsi Sumatera Barat (daratan) tahun 2022. Ditemukan 1 wilayah yang memiliki kuadran high-high yaitu Kota Padang dan 1 wilayah dengan kuadran low- yaitu Kota Solok. Kesimpulan: Kasus pneumonia tinggi di Sumatera Barat terdapat di di 6 kabupaten/ kota, yaitu Kabupaten Solok, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Pesisir Selatan, dan Kota Padang. Distribusi kasus pneumonia di Sumatera Barat bagian daratan memiliki pola yang mengelompok, dan kejadian pneumonia di suatu wilayah dipengaruhi oleh tetangga terdekatnya. Hasil analisis menunjukkan terdapat 1 wilayah pada kuadran high-high yaitu Kota Padang, dan 1 wilayah pada kuadran low-high, yaitu Kota Solok. Diharapkan pemerintah atau pengambil kebijakan dapat memprioritaskan wilayah yang memiliki kasus tinggi pneumonia, terutama wilayah Kota Padang sebagai hot-spot pneumonia dalam rangka meminimalisir dan menekan kasus pneumonia kedepannya.
Konsumsi Vitamin A untuk Mencegah Kejadian Stunting : Systematic Review: Consumption of Vitamin A to Prevent Stunting Incidents: Systematic Review Amelia Yuniarti; Asih Setiarini
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 3 (2024): March 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i3.4784

Abstract

Latar belakang: Stunting atau pendek merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak bayi dan balita akibat dari kekurangan gizi kronis dan kondisi ini akan terlihat setelah anak berusia 2 tahun. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007 angka prevalensi stunting di Indonesia yaitu 36,8%, tahun 2010 yaitu 35,6%, dan pada tahun 2013 prevalensinya meningkat menjadi 37,2%, terdiri dari 18% sangat pendek dan 19,2% pendek. Data Riskesdas tahun 2018 menunjukkan prevalensi balita stunting di Indonesia sebesar 30,8%. Suplementasi Vitamin A berpengaruh terhadap dua indikator gizi anak yaitu anemia (dikategorikan menjadi anemia, dan anemia ringan/sedang) dan kegagalan antropometrik (stunting, wasting, dan underweight) pada anak usia 6–59 bulan. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsumsi vitamin A dengan kejadian stunting Metode: penelitian menggunakan metode Systematic Literatur Review dengan menggunakan 3 alat atau mesin pencarian jurnal, yaitu Embase, ScienceDirect, PubMed dan menggunakan diagram PRISMA (Preffered Reporting Item For Systematic Review and Meta Analysis) yang di terbitkan dalam tahun 2014 sampai 2023. Jurnal yang didapat sebanyak 441 jurnal dan 10 jurnal di review peneliti. Hasil: 7 dari 10 artikel yang di analiasis ada hubungan antara konsumsi Vitamin A dengan kejadian Stunting, ini menunjukan bahwa asupan micronutrient (Vit A) yang rendah akan beresiko lebih besar terhadap kejadian Stunting. Kesimpulan: balita yang tidak mendapatkan/mengkonsumsi vitamin A maka semakin besar untuk kejadian Stunting.
Hubungan Status Pekerjaan dengan Perilaku Kerja PP TB dalam Implementasi Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT): Correlation between Employment Status and PP TB Behaviour in Tuberculosis Prevention Treatment (TPT) Implementation Afwina, Husnia Tahta; Adi, Mateus Sakundarno; Widjanarko, Bagoes
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 4 (2024): April 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i4.4785

Abstract

Latar belakang: Fakta dilapangan terbukti bahwa belum semua PP TB melaksanakan TPT, menunjukkan bahwa adanya masalah dalam perilaku kerjanya. Faktor individual sakah satunya status pekerjaan ialah aspek utama dalam Implementasi TPT yang perlu dikaji lebih lanjut. Tujuan: Menganalisis hubungan antara status pekerjaan dengan perilaku kerja PP TB dalam Implementasi TPT. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Kuantitatif digunakan untuk menfidentifikasi tingkat pengetahuan dan perilaku PP TB serta keterkaitan antara keduanya. Sedangkan kualitatif digunakan untuk menjabarkan hasil temuan. Teknik sampling menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 38 responden. Informan kualitatif diambil dari 1 responden yang terlibat dalam penelitian. Penelitian dilakukan di Tegal pada bulan Januari sampai November 2023. Instrumen kuantitatif menggunakan kuesioner yang telah lolos uji expert, validitas dan reliabilitas. Studi kualitatif menggunakan panduan wawancara. Analisis menggunakan uji univariat dan bivariat serta analisis data kualitatif dengan verbatim. Penelitian ini telah lolos uji etik dengan nomor 501/EA/KEPK-FKM/2023. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan sebagian besar PP TB ialah PNS dan perilaku kerjanya buruk (68,4%). Hasil juga menunjukkan adanya hubungan antara status pekerjaan dengan perilaku PP TB dalam Implementasi TPT dengan p= 0,037. Setelah dilakukan studi kualitatif, ditemukan perbedaan perlakuan antara pegawai tetap dan pegawai kontrak seperti intensif dan beban kerja yang diberikan. Kesimpulan: Status pekerjaan berhubungan dengan perilaku kerja PP TB dalam Implementasi TPT.
Peran Keragaman Pangan terhadap Stunting pada Balita di Indonesia: Literature Review : The Role of Dietary Diversity in Stunting among Toddlers in Indonesia: Literature Review Marlina Rully Wahyuningrum; Diah Mulyawati Utari
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 2 (2024): February 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i2.4803

Abstract

Latar belakang: Prevalensi stunting di Indonesia telah menurun dari 30,8% (tahun 2018) menjadi 21,6% (tahun 2022), tetapi masih menjadi masalah kesehatan masyarakat kategori tinggi. Keragaman pangan diketahui menjadi salah satu determinan penyebab stunting pada balita. Tujuan: Menganalisis peran keragaman pangan terhadap stunting pada balita di Indonesia. Metode: Penelitian ini menggunakan metode literature review. Penelurusan artikel dilakukan dalam database Scopus dengan kata kunci dietary diversity dan stunting. Kriteria inklusi antara lain berupa artikel hasil penelitian primer yang dilakukan di Indonesia yang diterbitkan pada tahun 2019–2023 serta beberapa kriteria lainnya. Hasil: Penelitian ini menganalisis 8 artikel hasil penelitian di beberapa daerah di Pulau Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Sumba, Indonesia. Sebanyak 7 dari 8 artikel menyatakan adanya hubungan signifikan antara keragaman pangan dengan stunting pada balita di Indonesia. Selain keragaman pangan, beberapa artikel yang dikaji juga menunjukkan adanya faktor lain yang berhubungan signfikan dengan kejadian stunting, meliputi: ketidakcukupan asupan zat gizi, usia anak, panjang lahir, karakteristik orang tua, serta ketersediaan dan akses makanan. Kesimpulan: Keragaman pangan memiliki peran penting terhadap stunting pada balita di Indonesia. Konsumsi makanan yang semakin bervariasi, maka semakin lengkap zat gizi yang diterima tubuh, sehingga berdampak terhadap pertumbuhan yang optimal. Peningkatan keragaman pangan perlu didukung dengan pengoptimalan intervensi lainnya agar penanggulangan stunting dapat lebih komprehensif.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Hipertensi di Kalangan Masyarakat dan Pekerja: Literature Review: Factors Associated with the Incident of Hypertension Among the Community and Workers: Literature Review Hanifah Septiasary; Hanifa M Denny; Yuliani Setyaningsih
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 4 (2024): April 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i4.4811

Abstract

Latar belakang: Berdasarkan data WHO, kasus hipertensi sampai sekarang masih menjadi masalah kesehatan yang cukup besar yaitu 22% dari peduduk dunia mengalami hipertensi. Hipertensi yang diderita seumur hidup dan dengan risiko komplikasi jantung koroner dan stroke berpengaruh terhadap produktivitas penderita hipertensi. Tujuan: Menganalisis faktor risiko terjadinya hipertensi di kalangan masyarakat umum dan pekerja. Metode: Metode penelitian menggunakan literature review yang diakses dari Science and Technology Index (SINTA) dengan menggunakan kata kunci Hipertensi. Artikel yang telah didapatkan kemudian diseleksi agar relevan dengan tujuan penelitian Hasil: Literature review menunjukkan bahwa faktor risiko yang mempengaruhi hipertensi adalah pengetahuan, sikap, kebiasaan merokok, pajanan kebisingan, aktivitas penerbangan, obesitas, stres, kebiasaan minum kopi, kebiasaan minum alkohol, aktivitas fisik, lama kerja, kadar plumbum, suhu rumah, intensitas kebisingan dan paparan bising menahun. Kesimpulan: Faktor risiko yang mempengaruhi kejadian hipertensi yang terkait dengan lingkungan kerja yaitu kebisingan di tempat kerja, lama kerja dan kadar Plumbum (Pb) di udara lingkungan kerja.
Efektivitas Program LATHI “Dolanan Anti Hipertensi” dalam Meningkatkan Pengetahuan Masyarakat Lansia Desa Prambatan: Effectiveness of the LATHI Program “Anti-Hypertension Games” in Increasing Community the Knowledge of the Elderly in Prambatan Village Aninda Fitri Rahmaniasari; Lucia Yovita Hendrati; Alvin Ubaid Khoiri; Dwi Kharisma; Zanifa Azelia; Safa Rosyadah Hakim; Regita Wida Threnisa; Khansa Khairunnisa; Angelinasyarga Sutera Dewangga; Nur Rahma Febriani; Aufa Lutfiha; Donny Ardyan; Ardania Yulian Putri
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 4 (2024): April 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i4.4815

Abstract

Latar belakang: Hipertensi merupakan sillent killer dan prioritas dalam dunia kesehatan secara global. Adapun hipertensi memiliki faktor yang dapat dibagi menjadi dua faktor yakni faktor yang dapat dimodifikasi dan tidak dapat dimodifikasi. World Health Organization memperkirakan bahwa 1,28 milliar orang dewasa berusia 30-79 tahun di seluruh dunia mengalami hipertensi. Di Indonesia angka kematian akibat hipertensi yakni sebesar 427.218 dan usia yang rawan menderita hipertensi yakni rentang usia 55-64 tahun. Adapun, salah satu kabupaten di Jawa Timur yakni Kabupaten Bojonegoro masih memiliki permasalahan hipertensi dan selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya. Oleh karena itu, pencegahan penyakit hipertensi dalam bentuk edukasi perlu segera dilakukan untuk menekan angka kesakitan dan kecacatan pada penderitanya. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas pengimplementasian program LATHI dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat Desa Prambatan tentang penyakit hipertensi. Metode: Jenis penelitian ini yakni deskriptif kuantitatif dengan rancangan One Group Pretest-Posttest Design dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Sasaran dalam penelitian ini yakni 61 orang lansia berusia 45-80 tahun di Desa Prambatan, Balen, Bojonegoro. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test yang dilihat berdasarkan nilai mean dan p-value. Hasil: Hasil penelitian ini yakni sebanyak 44 responden atau 72,13% mengalami peningkatan pengetahuan, 9 responden memiliki pengetahuan yang tetap, dan 8 responden dengan tingkat pengetahuan menurun. Selain itu, berdasarkan uji analisis Wilcoxon secara bivariat didapatkan nilai p-value sebesar 0,000 <0,05 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan tingkat pengetahuan masyarakat Desa Prambatan mengenai hipertensi antara sebelum dan sesudah diberikan program LATHI. Kesimpulan: Program LATHI “Dolanan Anti Hipertensi” dapat menjadi alternatif sarana promosi kesehatan yang efektif untuk menekan angka kejadian penyakit degeneratif seperti hipertensi. Hal ini dikarenakan mudah diterima masyarakat terutama yang berusia lansia karena menyenangkan dan informatif.
Pengetahuan Ibu tentang Perkembangan Anak dan Pencapaian Perkembangan Anak Usia 0-36 Bulan: Mother’s Knowledge about Child Development and Developmental Achievements of Children Aged 0-36 Months Riyan Hidayat; Samutri, Erni; Ratih Devi Alfiana; Ika Mustika Dewi
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 4 (2024): April 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i4.4820

Abstract

Latar belakang: Peran ibu berhubungan erat dengan ketercapaian perkembangan anak. Oleh karena itu, pengetahuan ibu tentang perkembangan anak mungkin menjadi faktor penting yang akan menentukan ketercapaian peran ibu dan ketercapaian perkembangan anak sesuai dengan usianya Tujuan: Mengidentifikasi hubungan pengetahuan ibu tentang perkembangan anak dengan ketercapaian perkembangan anak usia 0-36 bulan. Metode: Penelitian cross- sectional ini dilakukan pada ibu dengan anak usia 0-36 bulan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu dengan ketercapaian perkembangan anak. Ibu yang berpertisipasi dalam penelitian ini memiliki kriteria ibu atau caregiver anak usia 0-36 bulan tanpa mengalami penyakit kronis atau riwayat pengakit kronis. Instrumen penelitian ini yaitu data karakteristik demografi, kuesioner pengetahuan perkembangan anak, dan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan. Analisa korelasi dilakukan dengan uji Kendall Tau. Hasil: Penelitian ini diikuti oleh 69 ibu dengan anak usia 0-36 bulan. Mayoritas anak memiliki capaian perkembangan sesuai umurnya (82.6%) dengan karakteristik rerata usia ibu yaitu 29.60 (SD 4.03) tahun, pendidikan SMA dan Perguruan Tinggi, dan ibu tidak bekerja. Presentase pengetahuan ibu paling tinggi yaitu pada perkembangan motorik kasar (89.28%). Namun semua domain pengetahuan perkembangan berada pada kategori baik. Pengetahuan ibu tentang perkembangan anak berhubungan secara positif dengan ketercapaian perkembangan anak usia 0-36 bulan (p = 0.000). Kesimpulan: Edukasi tentang tugas perkembangan anak pada setiap tahapan usianya, strategi stimulasi perkembangan yang adekuat, dan tanda- tanda keterlambatan perkembangan menjadi penting untuk meningkatkan kesadaran orang tua akan kesehatan anak.

Page 82 of 125 | Total Record : 1250


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 1 (2026): January 2026 Vol. 8 No. 12 (2025): December 2025 Vol. 8 No. 11 (2025): November 2025 Vol. 8 No. 10 (2025): October 2025 Vol. 8 No. 9 (2025): September 2025 Vol. 8 No. 8 (2025): August 2025 Vol. 8 No. 7 (2025): July 2025 Vol. 8 No. 6 (2025): June 2025 Vol. 8 No. 5 (2025): May 2025 Vol. 8 No. 4 (2025): April 2025 Vol. 8 No. 3 (2025): March 2025 Vol. 8 No. 2 (2025): February 2025 Vol. 8 No. 1 (2025): January 2025 Vol. 7 No. 12 (2024): December 2024 Vol. 7 No. 11 (2024): November 2024 Vol. 7 No. 10 (2024): October 2024 Vol. 7 No. 9 (2024): September 2024 Vol. 7 No. 8 (2024): August 2024 Vol. 7 No. 7 (2024): July 2024 Vol. 7 No. 6 (2024): June 2024 Vol. 7 No. 5 (2024): May 2024 Vol. 7 No. 4 (2024): April 2024 Vol. 7 No. 3 (2024): March 2024 Vol. 7 No. 2 (2024): February 2024 Vol. 7 No. 1 (2024): January 2024 Vol. 6 No. 12 (2023): December 2023 Vol. 6 No. 11 (2023): November 2023 Vol. 6 No. 10 (2023): October 2023 Vol. 6 No. 9 (2023): September 2023 Vol. 6 No. 8 (2023): August 2023 Vol. 6 No. 7 (2023): July 2023 Vol. 6 No. 6 (2023): June 2023 Vol. 6 No. 5 (2023): May 2023 Vol. 6 No. 4 (2023): April 2023 Vol. 6 No. 3 (2023): March 2023 Vol. 6 No. 2 (2023): February 2023 Vol. 6 No. 1 (2023): January 2023 Vol. 5 No. 12 (2022): December 2022 Vol. 5 No. 11 (2022): November 2022 Vol. 5 No. 10 (2022): October 2022 Vol. 5 No. 9 (2022): September 2022 Vol. 5 No. 8 (2022): August 2022 Vol. 5 No. 7 (2022): July 2022 Vol. 5 No. 6 (2022): June 2022 Vol. 5 No. 5 (2022): May 2022 Vol. 5 No. 4 (2022): April 2022 Vol. 5 No. 3 (2022): March 2022 Vol. 5 No. 2 (2022): February 2022 Vol. 5 No. 1 (2022): January 2022 Vol. 4 No. 4 (2021): November 2021 Vol. 4 No. 3 (2021): September 2021 Vol. 4 No. 2 (2021): May 2021 Vol. 4 No. 1 (2021): January 2021 Vol. 3 No. 3 (2020): September 2020 Vol. 3 No. 2 (2020): May 2020 Vol. 3 No. 1 (2020): January 2020 Vol. 2 No. 3 (2019): September 2019 Vol. 2 No. 2 (2019): May 2019 Vol. 2 No. 1 (2019): January 2019 Vol. 1 No. 3 (2018): September 2018 Vol. 1 No. 2 (2018): May 2018 Vol. 1 No. 1 (2018): January 2018 More Issue