cover
Contact Name
Ahmad Yani
Contact Email
ahmadyani.publichealth@gmail.com
Phone
+6281245936241
Journal Mail Official
ahmadyani.publichealth@gmail.com
Editorial Address
Jl. Hang Tuah No 114 Palu
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
ISSN : -     EISSN : 25976052     DOI : https://doi.org/10.56338/mppki
Core Subject : Health,
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) periodic scientific journal that is published by Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu. with ISSN Number: 2597-6052 (Online - Electronic). This journal accepts scientific papers in the form of research articles and review articles in the field of health promotion and behavior science. The focus and scopes of the journal include: Health Literacy Community health empowerement and culture Health promoting hospital Health promotion in institution including tourism and industry Health media and communication technology Health promotion for infectious and non infectious diseases Lifestyle diseases including reproductive health,sexuality and HIV/AIDS Health promoting Occupational health and safety Health behaviour and education Intervention strategies in health promotion
Articles 1,250 Documents
Pencegahan Demam Berdarah Menggunakan Video Animasi terhadap Pengetahuan Siswa SDN Gadang 4 Kota Malang: Dengue Prevention Using Animated Videos on the Knowledge of Students of SDN Gadang 4 Malang City Dimas Dwi Yoga Saputra; Lundy, Fiashriel; Vania Putri Anastisia
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 4 (2024): April 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i4.4835

Abstract

Latar belakang: Angka kesakitan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Jawa Timur pada tahun 2020 sebesar 21,5 per 100.000 penduduk. Kasus demam berdarah dapat terjadi pada kelompok umur 5-14 tahun. Kurangnya pengetahuan tentang pemberantasan sarang nyamuk (PSN) merupakan faktor risiko terjadinya DBD. Anak sekolah merupakan sasaran dalam edukasi kesehatan karena jumlahnya yang sangat banyak yaitu 20% dari jumlah penduduk Indonesia. Edukasi kesehatan dengan memanfaatkan media kepada anak sekolah dapat memberikan pengalaman yang nyata dalam menerima materi. Media video merupakan kumpulan gambar dalam sebuah frame yang diproyeksikan dengan mekanisme tertentu sehingga menghasilkan gambar yang tampak bergerak. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas edukasi pencegahan DBD menggunakan video animasi terhadap pengetahuan siswa sekolah dasar. Metode: Penelitian ini menggunakan One Grouppre-test dan post-test one group design. Sampel pada penelitian ini berjumlah 58 orang sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil: Penelitian ini menunjukkan adanya perubahan pengetahuan, sebelum diberikan edukasi seluruh siswa (100%) memiliki kategori pengetahuan kurang, setelah diberikan edukasi 57 siswa (98,3%) memiliki kategori pengetahuan baik. Uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan terdapat efek yang siginifikan (p value 0.000) berupa peningkatan pengetahuan setelah dilakukan edukasi menggunakan media video animasi pada anak sekolah dasar tentang DBD. Kesimpulan: Media video animasi dapat menjadi salah satu media alternatif yang dapat digunakan dalam upaya peningkatan pengetahuan siswa sekolah dasar mengenai DBD.
Efektivitas Media Edukasi pada Kader Pendamping dan Kontak Erat Pasien TB Paru di Kabupaten Pangkep: The Effectiveness of Educational Media for Pulmonary TB Companion Cadres and Close Contacts in Pangkep District Muhammad Syafar; Rizky Chaeraty Syam; Iva Hardi Yant
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 4 (2024): April 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i4.4836

Abstract

Latar belakang: Permasalahan TB Paru hingga saat ini belum dapat terselesaikan sepenuhnya, namun keberhasilan program terus diupayakan para professional kesehatan, sebagai upaya mendukung peningkatan derajat kesehatan penderita dan perlindungan bagi komunitas sekitar, olehnya dibutuhkan upaya komprehensif yang massif dalam mendukung keberhasilan program menuju eliminasi TB Paru 2030. Tujuan: Pengkajian ini bertujuan untuk meninjau efektifitas penggunaan media edukasi buku saku terhadap pengetahuan kader PMO (Pendamping Minum Obat) dan kontak erat pasien TB paru di Kabupaten Pangkep Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan quasi-eksperimen dalam mempelajari efektifitas pemberian intervensi pasca uji atau pada rancangan Pretest-Posttest design, sedangkan metode pengukuran dalam meninjau tingkat keberhasilan menggunakan instrument terstruktur, yang dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Test untuk mengetahui adanya perbedaan sebelum dan sesudah pemberian intervensi buku saku. Hasil: Temuan menunjukkan 50% responden yang menjadi subjek riset merupakan kelompok pekerja Petani/Wiraswasta/BUMN/BUMD dan 44% ibu rumah tangga, dengan latar belakang pendidikan terakhir dominan pada kelompok SMA/Sederajat, sedangkan terkait kelompok umur keikutsertaan lebih tinggi pada usia ?40 tahun. Adapun melalui pemanfaatan edukasi dengan media buku saku ditemukan bahwasanya terdapat peningkatan nilai rata-rata pengetahuan dan sikap responden (p<0.05) terkait pencegahan penularan tuberkulosis paru pada kontak keluarga. Kesimpulan: Terdapat pengaruh pemberian intervensi melalui edukasi pada kader pendamping dan kontak erat pasien atas upaya pencegahan penularan tuberkulosis paru pada kontak keluarga.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Hipertensi pada Pekerja : Literature Review: Factors Affecting the Incidence of Hypertension in Workers : Literature Review Midu, Sergio Yudi; Astrid, Maria
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 3 (2024): March 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i3.4846

Abstract

Latar belakang: Hipertensi adalah suatu kondisi atau keadaan yang secara signifikan dapat meningkatkan resiko penyakit lainnya. Prevalensi dari kejadian hipertensi didunia dapat meningkat setiap tahunnya. Komplikasi hipertensi dapat menyebabkan komplikasi seperti, stroke, infark miokard, gagal jantung dan gagal ginjal. Tujuan: Penelitian ini memiliki tujuan untuk memberikan gambaran terkait faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kejadian hipertensi pada pekerja. Metode: Dalam penulisan ini metode yang digunakan adalah literature review dengan pendekatan narative review. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang didapatkan dari beberapa database seperti: Google Schoolar, DOAJ, Pubmed, Science Direct dan Research Gate. Pencarian literatur menggunakan kurun waktu tahun penerbitan jurnal dari tahun 2019 hingga 2023. Hasil: Hasil telaah dari keseluruhan artikel yang telah dikaji menggambarkan bahwa berbagai faktor resiko dari hipertensi yang dialami pekerja terdiri dari durasi tidur, konsumsi alkohol, stres kerja, lingkungan panas dan durasi dari jam kerja. Kesimpulan: Hipertensi terhadap pekerja dapat disebabkan oleh berbagai faktor resiko, sehingga pekerja yang bekerja dilingkungan panas dan bising serta bekerja dengan durasi kerja yang lebih besar dan durasi tidur yang tidak normal dan pekerja pekerja yang mengkonsumsi alkohol dalam jangka panjang beresiko mengalami hipertensi ditempat kerja.
Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Kinerja Perawat di Rumah Sakit Umum Daerah : Literature Review: Analysis of Factors Associated with Nurse Performance in Regional General Hospitals : Literature Review Mastina Limbong; Emiliana Tarigan
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 3 (2024): March 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i3.4853

Abstract

Latar Belakang:. Kinerja perawat merupakan aplikasi kemampuan atau pembelajaran yang telah diterima selama menyelesaikan program pendidikan keperawatan dalam memberikan pelayanan dan bertanggung jawab dalam peningkatan kesehatan, dan pencegahan penyakit serta pelayanan terhadap pasien. Gambaran kinerja perawat dalam melaksanakan seperangkat fungsi, tugas dan tanggungjawab. Hal ini merupakan dasar utama perawat untuk memahami dengan tepat fungsi, tugas dan tanggung jawabnya. Perilaku yang berhubungan dengan kinerja adalah yang berkaitan dengan tugas-tugas pekerjaan yang harus diselesaikan untuk mencapai sasaran suatu jabatan dan tugas. Kinerja perawat yang baik akan berdampak positif terhadap kepuasan pasien dan hasil pelayanan kesehatan. Untuk mendapatkan kinerja yang baik dari SDM, maka perlu adanya proses penilaian kinerja yang merupakan proses kontrol kinerja pegawai yang di evaluasi berdasarkan standar tertentu. Penilaian kinerja dilakukan secara efektif untuk mengarahkan pegawai dalam rangka menghasilkan jasa dan kualitas yang tinggi. Rumah sakit adalah bagian dari sebuah organisasi sosial secara integral serta kesehatan dimana ini memiliki fungsi dalam memberikan serta menyediakan pelayanan dalam hal penyembuhan pada pasien yang sakit serta pencegahan dari sebuah penyakit ke masyarakat. Pelayanan kesehatan di rumah sakit juga mempunyai kunci utama dalam bidang keperawatan dalam memberikan pelayanan kesehatan. Dikatakan baik atau buruknya pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit kepada pasien akan memiliki pengaruh kepada tingkat kepuasan pasien sendiri. Maka dari itu mutu pelayanan yang baik dilakukan pengukuran bisa dari segi fasilitas, tampilan fisik, secara teknologi beserta perilaku dan kinerja pemberi pelayanan kesehatan seperti, dokter, perawat dan bidan. Pelayanan keperawatan diberikan dalam bentuk kinerja perawat yang harus didasari oleh kemampuan yang tinggi untuk membentuk kinerja yang mendukung dalam menjalankan tugas dan pemberian pelayanan kesehatan Tujuan: Penelitian ini merupakan literatur review yang bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja perawat. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan menelusuri jurnal melalui Proquest, Pubmed, Google Scholar, Garuda, dan Sinta yang kemudian diseleksi sesuai dengan topik. Penelitian ini adalah penelitian yang diterbitkan dalam kurun waktu 5 tahun terakhir (2019-2023). Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja perawat adalah motivasi, kemampuan, sikap, lingkungan kerja, kepemimpinan, dan kebijakan organisasi. Motivasi intrinsik dan ekstrinsik memiliki pengaruh positif terhadap kinerja perawat. Kemampuan perawat, sikap perawat, lingkungan kerja, kepemimpinan, dan kebijakan organisasi juga memiliki pengaruh positif terhadap kinerja perawat. Kesimpulan: Penelitian ini adalah bahwa faktor-faktor internal dan eksternal memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja perawat. Manajemen rumah sakit perlu memperhatikan faktor-faktor tersebut dalam upaya meningkatkan kinerja perawat.
Peran Rekam Medis Elektronik dalam Meningkatkan Efisiensi, Kualitas Layanan Kesehatan, dan Keselamatan Perawatan Pasien: Analisis Systematic Literature Review: The Role of Electronic Medical Records in Improving Efficiency, Quality of Health Services, and Safety of Patient Care: An Analysis of Systematic Literature Review Nugroho, Yohanes Wahyu; Pramudita, Fadma Aji
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 2 (2024): February 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i2.4867

Abstract

Latar belakang: Latar belakang masalah ini didasarkan pada perlunya peningkatan kualitas layanan kesehatan seiring dengan meningkatnya kompleksitas tuntutan pasien dan perkembangan teknologi. Sistem tradisional manual dalam pencatatan rekam medis seringkali terbukti kurang efisien dan dapat meningkatkan risiko kesalahan. Oleh karena itu, peran EMR menjadi fokus utama untuk dikaji secara sistematis guna menjelaskan dampaknya terhadap efisiensi dan keselamatan perawatan pasien. Tujuan: Penelitian ini menganalisis peran Rekam Medis Elektronik dalam meningkatkan efisiensi, kualitas layanan kesehatan, dan keselamatan perawatan pasien. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian menggunakan pendekatan systematic literature review. Penelitian ini melakukan pencarian dan pemilihan 12 artikel jurnal terkait EMR yang diterbitkan dalam lima tahun terakhir. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan PRISMA. Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa implementasi EMR memberikan kontribusi signifikan dalam peningkatan efisiensi operasional, standardisasi manajemen pengobatan, dan transparansi informasi. Dalam konteks kualitas layanan kesehatan, EMR berperan dalam meningkatkan koordinasi perawatan dan meminimalkan risiko kesalahan medis. Di sisi lain, aspek keselamatan perawatan pasien diperkuat oleh fitur-fitur seperti peringatan interaksi obat dan manajemen pengobatan yang akurat. Kesimpulan: Implementasi EMR memiliki dampak positif yang signifikan terhadap efisiensi, kualitas layanan kesehatan, dan keselamatan perawatan pasien, namun perlu manajemen yang cermat untuk mengatasi tantangan yang muncul.
Analisis Konseling Gizi Menggunakan Media Poster terhadap Pengetahuan dan Sikap Asupan Makan Ibu Hamil : Analysis of Nutritional Counseling Using Poster Media on Knowledge and Attitudes of Pregnant Women's Food Intake Siti Muthiah Azzahro
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 4 (2024): April 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i4.4877

Abstract

Latar belakang: Anemia merupakan salah satu gangguan metabolisme yang terjadi didalam darah. Anemia dapat terjadi pada remaja putri, ibu hamil, ibu nifas, dan sebagainya. Kadar Hemoglobin normal yaitu 12 g/dl, sedangkan pada kehamilan trisemester pertama dan ketiga <11 g/dl dan pada tisemester dua serta pasca persalinan <10 g/dl. Profil Kesehatan Indonesia mendefinisikan sebanyak 48,9% dengan 84,6% anemia terjadi pada ibu hamil berusia 15 hingga 24 tahun. Tujuan: Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian konseling gizi menggunakan media poster terhadap pengetahuan dan sikap asupan makan pada ibu hamil. Metode: Penelitian dengan desain quasi eksperimen dengan rancangan One Group Pre-test Post-tes Design. Populasi dan sampel yakni ibu hamil anemia di wilayah kerja Puskesmas Pedes Karawang di Desa Payungsari dan Desa Karangjaya sebanyak 30 responden. Intervensi berupa pendidikan gizi dengan metode konseling. Pengetahuan dan sikap diukur menggunakan kuesioner dan analisis data menggunakan Uji Wilcoxon Hasil: Hasil statistic menunjukkan terdapat hasil yang signifikan antara pengetahuan dan sikap menggunakan media poster dengan nilai p.value .000. Kesimpulan: Simpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh pemberian konseling gizi menggunakan media poster terhadap pengetahuan dan sikap asupan makan ibu hamil anemia.
Analisis Persepsi Petugas RSPG Cisarua Bogor Tidak Melapor Insiden Keselamatan Pasien: Analyze Perception Healthcare Worker’s in RSPG Cisarua Bogor Not Reporting Patient Safety Incident Arifah Alfiyyah; Robiana Modjo
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 4 (2024): April 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i4.4892

Abstract

Latar belakang: Fasilitas layanan kesehatan wajib melakukan peningkatan mutu pelayanan kesehatan secara internal maupun eksternal secara terus-menerus dan berkesinambungan. Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien (IKP) merupakan upaya dalam peningkatan mutu layanan kesehatan. Rumah Sakit Paru M. Goenawan (RSPG) Cisarua Bogor memiliki pelaporan IKP yang rendah berdasarkan data laporan tahun 2021 hingga triwulan tiga 2023. Tujuan: Menganalisis persepsi petugas di RSPG Cisarua Bogor yang menyebabkan tidak melakukan pelaporan IKP kepada tim komite mutu rumah sakit. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi mixed-method sequential explanatory dengan melakukan tahap pertama melalui survei kepada 45 responden petugas yang melakukan pelayanan langsung kepada pasien mengenai penyebab enggan melapor IKP. Tahap kedua melalui wawancara mendalam kepada 8 petugas mengenai alasan tidak melapor IKP. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi penyebab dengan persentase tertinggi ada pada petugas kesehatan tidak melapor IKP takut akan disipliner, merasa tidak adanya anonimitas pelapor dan kerahasiaan tidak terjaga, dan memakan banyak waktu dalam pembuatan pelaporan. Pelaporan IKP di rumah sakit menggunakan formulir kertas secara tertulis dan diserahkan kepada tim komite mutu keselamatan pasien. Saat proses evaluasi petugas kesehatan merasa tim komite mutu masih kurang dalam anonimitas ruangan terjadinya insiden. Kesimpulan: Pelaporan menggunakan kertas membuat pelapor merasa menambah beban kerja. Perlu adanya sosialisasi secara berkala mengenai jenis insiden yang harus dilaporkan dan komitmen manajemen tidak adanya budaya menyalahkan. Adanya perubahan dalam pelaporan IKP secara elektronik dapat memudahkan pelaporan.
Autokorelasi Spasial Angka Kematian Neonatal di Provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat Tahun 2022 dengan Metode Moran’s I dan Geary’s C: Spatial Autocorrelation of Neonatal Mortality Rates in the Provinces of Central Java, East Java and West Java in 2022 Using Moran's I and Geary's C Methods Mochamad Anwarid Ardans Pratama; Martya Rahmaniati Makful
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 4 (2024): April 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i4.4900

Abstract

Latar belakang: Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Jawa Timur dan Jawa Barat merupakan 3 provinsi tertinggi penyumbang kematian neonatal secara nasional. Secara persentase kematian neonatal di 3 Provinsi ini sebesar 40,65% dari jumlah kematian neonatal di tingkat nasional. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat autokorelasi spasial antar kabupaten/kota berdasarkan angka kematian neonatal dan mengidentifikasi kabupaten/kota yang menjadi hotspot kematian neonatal di Provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat tahun 2022. Metode: Penelitian ini berdesain studi ekologi dengan pendekatan spasial. Analisis autokorelasi global pada penelitian ini menggunakan pendekatan metode Geary’s C dan Moran’s I, sedangkan autokorelasi lokal menggunakan metode Local Moran dan Local Geary. Hasil: Hasil uji autokorelasi secara global angka kematian neonatal menggunakan metode Moran’s I maupun Geary’s C menunjukkan adanya autokorelasi positif dan membentuk pola mengelompok. Cluster map dengan metode Local Moran mengidentifikasi 5 wilayah hotspot, yaitu Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Jember, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Situbondo, sedangkan cluster map dengan metode Local Geary mengidentifikasi 6 wilayah hotspot yaitu Kabupaten Banyumas, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Rembang dan Kabupaten Bondowoso. Kesimpulan: Berdasarkan analisis autokorelasi global dengan metode Geary’s C dan Moran’s I Angka Kematian Neonatal di Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Jawa Timur dan Jawa Barat menunjukkan pola mengelompok. Metode Local Moran mengidentifikasi 5 wilayah hotspot sedangkan dengan menggunakan metode Local Geary mengidentifikasi 6 wilayah hotspot.
Analisis Faktor Status Kesehatan terhadap Utilisasi RITP Peserta BPJS Kesehatan di Indonesia Tahun 2019-2020: Analysis of Health Status Factors on RITP Utilization among BPJS Health Beneficiaries in Indonesia 2019-2020 Fathiah, Ika; Setya Haksama; Imam Syafi’i; Nurjanah
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 4 (2024): April 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i4.4905

Abstract

Latar belakang: Pelayanan primer merupakan pelayanan utama dalam pelayanan kesehatan. Salah satu pelayanan primer yang ada di puskesmas adalah pelayanan rawat inap. Jumlah puskesmas rawat inap di Indonesia semakin bertambah namun akses pelayanan rawat inap oleh pasien BPJS mengalami penurunan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan utilisasi RITP pada peserta BPJS Kesehatan di Indonesia tahun 2019-2020. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan mengolah Data Sampel BPJS Kesehatan Tahun 2015-2020. Sampel penelitian ini adalah peserta BPJS Kesehatan yang memanfaatkan pelayanan FKTP pada tahun 2019-2020. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dan multivariat. Hasil: Penelitian menunjukkan utilisasi RITP pada peserta terdiagnosis penyakit tidak menular (9,11%) lebih tinggi dibandingkan dengan utilisasi RITP pada peserta terdiagnosis penyakit menular (4,28%) dan pada peserta terdiagnosis tidak ada keluhan sebesar 1,50%. Adapun hasil uji Chi Square mendapatkan nilai p-value sebesar 0,000 lebih kecil daripada 0,05 yang berarti ada hubungan yang signifikan antara diagnosis penyakit dengan utilisasi RITP. Kesimpulan: Diagnosis penyakit berhubungan dengan utilisasi RITP peserta BPJS Kesehatan di Indonesia tahun 2019-2020.
Marketing 4.0 dalam Pelayanan Kesehatan: Tinjauan Literatur terhadap Transformasi Digital dan Strategi Pemasaran: Literature Review: Marketing 4.0 In Healthcare: Literature Review of Digital Transformation and Marketing Strategies: Literature Review -, Nanda Almas Norberta; Diansanto Prayoga
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 4 (2024): April 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i4.4909

Abstract

Latar belakang: Industri pelayanan kesehatan sedang mengalami transisi mendasar sebagai akibat dari kemajuan teknologi digital, termasuk inovasi dalam pemasaran digital. Marketing 4.0 yang berfokus pada penggunaan teknologi digital dan interaksi online menjadi pendorong utama perubahan dalam bisnis ini. Tujuan: Dalam perspektif ini, penelitian ini mengkaji penggunaan pemasaran digital dalam layanan kesehatan. Metode: Metode penelitian ini menggunakan literature review dengan mengacu pada sumber-sumber dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia melalui database seperti Pubmed, ProQuest, Scopus, dan Google Scholar. Kriteria inklusi mencakup artikel yang membahas pemasaran digital dalam layanan kesehatan. Hasil: Hasil dari penelusuran artikel melibatkan tiga penelitian yang relevan. Studi-studi ini mengungkapkan pentingnya integrasi berbagai saluran komunikasi pemasaran online, termasuk periklanan, hubungan masyarakat, penjualan pribadi, promosi penjualan, penjualan langsung, dan pemasaran digital, untuk mengembangkan strategi komunikasi layanan kesehatan yang efektif dan efisien. Selain itu, penelitian menyoroti dampak positif pemasaran media sosial terhadap layanan kesehatan dan keterlibatan merek, serta strategi pemasaran digital yang efisien seperti penggunaan media sosial, optimalisasi pencarian digital, dan periklanan online. Kesimpulan: Marketing 4.0 telah mengubah lanskap pemasaran dalam industri layanan kesehatan. Pemasaran digital menjadi alat yang krusial dalam berinteraksi dengan pasien, mempromosikan layanan kesehatan, dan membangun merek yang kuat. Transformasi digital dan strategi pemasaran yang terintegrasi menjadi kunci untuk memenuhi harapan pasien dan meningkatkan pengalaman mereka dalam pelayanan kesehatan.

Page 83 of 125 | Total Record : 1250


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 1 (2026): January 2026 Vol. 8 No. 12 (2025): December 2025 Vol. 8 No. 11 (2025): November 2025 Vol. 8 No. 10 (2025): October 2025 Vol. 8 No. 9 (2025): September 2025 Vol. 8 No. 8 (2025): August 2025 Vol. 8 No. 7 (2025): July 2025 Vol. 8 No. 6 (2025): June 2025 Vol. 8 No. 5 (2025): May 2025 Vol. 8 No. 4 (2025): April 2025 Vol. 8 No. 3 (2025): March 2025 Vol. 8 No. 2 (2025): February 2025 Vol. 8 No. 1 (2025): January 2025 Vol. 7 No. 12 (2024): December 2024 Vol. 7 No. 11 (2024): November 2024 Vol. 7 No. 10 (2024): October 2024 Vol. 7 No. 9 (2024): September 2024 Vol. 7 No. 8 (2024): August 2024 Vol. 7 No. 7 (2024): July 2024 Vol. 7 No. 6 (2024): June 2024 Vol. 7 No. 5 (2024): May 2024 Vol. 7 No. 4 (2024): April 2024 Vol. 7 No. 3 (2024): March 2024 Vol. 7 No. 2 (2024): February 2024 Vol. 7 No. 1 (2024): January 2024 Vol. 6 No. 12 (2023): December 2023 Vol. 6 No. 11 (2023): November 2023 Vol. 6 No. 10 (2023): October 2023 Vol. 6 No. 9 (2023): September 2023 Vol. 6 No. 8 (2023): August 2023 Vol. 6 No. 7 (2023): July 2023 Vol. 6 No. 6 (2023): June 2023 Vol. 6 No. 5 (2023): May 2023 Vol. 6 No. 4 (2023): April 2023 Vol. 6 No. 3 (2023): March 2023 Vol. 6 No. 2 (2023): February 2023 Vol. 6 No. 1 (2023): January 2023 Vol. 5 No. 12 (2022): December 2022 Vol. 5 No. 11 (2022): November 2022 Vol. 5 No. 10 (2022): October 2022 Vol. 5 No. 9 (2022): September 2022 Vol. 5 No. 8 (2022): August 2022 Vol. 5 No. 7 (2022): July 2022 Vol. 5 No. 6 (2022): June 2022 Vol. 5 No. 5 (2022): May 2022 Vol. 5 No. 4 (2022): April 2022 Vol. 5 No. 3 (2022): March 2022 Vol. 5 No. 2 (2022): February 2022 Vol. 5 No. 1 (2022): January 2022 Vol. 4 No. 4 (2021): November 2021 Vol. 4 No. 3 (2021): September 2021 Vol. 4 No. 2 (2021): May 2021 Vol. 4 No. 1 (2021): January 2021 Vol. 3 No. 3 (2020): September 2020 Vol. 3 No. 2 (2020): May 2020 Vol. 3 No. 1 (2020): January 2020 Vol. 2 No. 3 (2019): September 2019 Vol. 2 No. 2 (2019): May 2019 Vol. 2 No. 1 (2019): January 2019 Vol. 1 No. 3 (2018): September 2018 Vol. 1 No. 2 (2018): May 2018 Vol. 1 No. 1 (2018): January 2018 More Issue