cover
Contact Name
Ahmad Yani
Contact Email
ahmadyani.publichealth@gmail.com
Phone
+6281245936241
Journal Mail Official
ahmadyani.publichealth@gmail.com
Editorial Address
Jl. Hang Tuah No 114 Palu
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
ISSN : -     EISSN : 25976052     DOI : https://doi.org/10.56338/mppki
Core Subject : Health,
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) periodic scientific journal that is published by Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu. with ISSN Number: 2597-6052 (Online - Electronic). This journal accepts scientific papers in the form of research articles and review articles in the field of health promotion and behavior science. The focus and scopes of the journal include: Health Literacy Community health empowerement and culture Health promoting hospital Health promotion in institution including tourism and industry Health media and communication technology Health promotion for infectious and non infectious diseases Lifestyle diseases including reproductive health,sexuality and HIV/AIDS Health promoting Occupational health and safety Health behaviour and education Intervention strategies in health promotion
Articles 1,250 Documents
Faktor Penyebab Penundaan Operasi Elektif di Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati, Jakarta : Factors Causes Delay of Elective Surgery in Fatmawati General Hospital, Jakarta Sianipar, Novitri; Besral
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 2 (2024): February 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i2.4910

Abstract

Latar belakang: Pelayanan operasi merupakan pelayanan kesehatan yang menggambarkan mutu rumah sakit. Akibat tingginya biaya pengelolaan pelayanan operasi, dituntut harus mengoptimalkan efisiensi pelayanan di kamar operasi. Salah satu parameter efisiensi pelayanan operasi adalah ketepatan waktu penjadwalan operasi. Penundaan operasi menjadi masalah penting yang menyebabkan ketidakpuasan pasien, peningkatkan biaya dan memperpanjang masa rawat pasien serta kurang efisiennya manajemen. Disamping itu berdampak pada psikologis pasien. Angka penundaan operasi di Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati masih tinggi yaitu 2.3%, sedangkan target capaian ? 2.0%, sehingga masih tidak sesuai dengan indikator mutu klinis. Penundaan operasi disebabkan faktor medis pasien, faktor logistik dan administrasi. Penelitian diperlukan sebagai dasar penentuan kebijakan di RSUP Fatmawati. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penyebab penundaan tindakan operasi di Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan deskripsi kuantitatif dengan desain cross sectional. Pengumpulan data dilakukan bulan Januari-Maret 2023 menggunakan data sekunder. Data yang diperoleh diolah dengan analisa univariat dan bivariat dianalisis menggunakan uji chi- square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien yang mengalami penundaan operasi berjenis kelamin perempuan 52.3% dengan kategori umur berkisar 41-60 tahun sebesar 35.56%. Penundaan operasi elektif paling banyak disebabkan oleh Faktor Logistik dan administrasi 59.1% yaitu indikator tidak cukup waktu serta tidak tersedianya cukup ruang ICU dan lainnya disebabkan oleh faktor medis pasien. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan faktor logistik dan administrasi (nilai p = 0.02), serta ada hubungan faktor medis pasien terhadap penundaan operasi (nilai p = 0.02).
Analisis Pengetahuan pada Remaja Putri Masa Awal Menstruasi : Analysis of Knowledge in Adolescent Girls at the Beginning of Menstruation Sita Febriany; Laura Navika Yamani; Dini Setyowati
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 4 (2024): April 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i4.4911

Abstract

Latar belakang: Pendidikan kesehatan reproduksi, khususnya pemahaman tentang menstruasi, merupakan aspek penting dalam perkembangan siswi putri. Penyuluhan mengenai menstruasi memiliki peran krusial dalam meningkatkan pemahaman mereka terhadap proses ini. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak penyuluhan tentang menstruasi terhadap pengetahuan siswi. Fokus utama penelitian adalah untuk mengidentifikasi peningkatan pemahaman siswi sebelum dan setelah sesi penyuluhan. Metode: Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Dengan sasaran siswi kelas 5 dan 6 yang dilakukan di wilayah Lamongan pada tahun 2023. Hasil: Penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan siswi tentang menstruasi setelah sesi penyuluhan. Meskipun demikian, terdapat beberapa area yang masih memerlukan perhatian, seperti pemahaman tentang usia menarche, frekuensi penggantian pembalut, dan ciri-ciri pubertas pada wanita. Kesimpulan: Penyuluhan mengenai menstruasi berhasil meningkatkan pemahaman siswi secara umum. Oleh karena itu, disarankan untuk terus meningkatkan metode penyampaian informasi guna memperbaiki pemahaman siswi secara menyeluruh tentang menstruasi. Hal ini diharapkan dapat mendukung siswi putri dalam mengelola masa pubertas mereka dengan lebih baik serta membuat keputusan yang lebih bijaksana terkait kesehatan reproduksi mereka.
Analisis Spasial Kasus HIV/AIDS, Aksesibilitas Pelayanan Kesehatan dan Tempat Berisiko Penularan HIV/AIDS di Kota Palembang Tahun 2022: Spatial Analysis of HIV/AIDS Cases, Accessibility of Health Services and Places at Risk of HIV/AIDS Transmission in Palembang City in 2022 Maulidia Rahmah; Yeni
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 2 (2024): February 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i3.4915

Abstract

Latar belakang: Epidemi HIV/AIDS masih merupakan salah satu masalah terbesar saat ini, Data permodelan Asian Epidemic Model (AEM) menyebutkan bahwa angka kejadian HIV di Indonesia pada tahun 2022 adalah sebesar 0,09%, lebih rendah dari target yang ditetapkan tahun 2022 yaitu sebesar 0,19%. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji distribusi kasus kumulatif HIV/AIDS, kasus HIV/AIDS pada kelompok kunci (LSL, PSP, Penasun, Waria) dan Ibu Hamil serta jangkauan fasilitas pelayanan kesehatan pengobatan HIV/AIDS dan tempat berisiko penularan HIV/AIDS di KotaPalembang. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan desain studi ekologi. Kelompok populasi yang teliti adalah 18 kecamatan di kota palembang. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang bersumber dari Sistem Informasi HIV AIDS oleh Kemenkes yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kota Palembang dan Yayasan Intan Maharani. Analisis data yang digunakan adalah analisis spasial dengan metode overlay dan buffering menggunakan aplikasi QGIS. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian kasus HIV/AIDS tertinggi terdapat di Kecamatan Kemuning, Ilir Barat I dan Sukarami, selain itu berdasarkan faktor risiko kasus tertinggi terdapat pada homoseksual. Sebaran kasus HIV/AIDS pada kelompok kunci dan ibu hamil tertinggi terdapat di Kecamatan Ilir Barat I. Pada radius 2 km masih terdapat beberapa kecamatan yang fasyankes nya belum mampu melingkupi seluruh wilayah. Sedangkan pada radius 2-5 km hampir seluruh wilayah kecamatan sudah terjangkau oleh fasilitas pelayanan Pengobatan HIV/AIDS, hanya kecamatan Ilir Barat I, Sematang Borang dan Gandus yang wilayahnya belum sepenuhnya terjangkau oleh fasilitas pelayanan Pengobatan HIV/AIDS. Kecamatan yang memiliki jumlah Hotspot paling tinggi adalah kecamatan Ilir Barat I. Kesimpulan: Kasus HIV/AIDS pada tahun 2022 telah menyebar di 18 Kecamatan di Kota Palembang dan fasilitas kesehatan sudah hampir menjangkau seluruh wilayah walaupun ada beberapa kecamatan yang wilayahnya belum sepenuhnya terjangkau. Kata Kunci: Analisis Spasial; HIV/AIDS; Kelompok Kunci; Pelayanan Kesehatan; Tempat Berisiko
Efektivitas Metode Edukasi Mobile Health Berdasarkan Self-Efficacy dan Diet DASH pada Penderita Hipertensi: Effectiveness of Mobile Health Education Method Based on Self-Efficacy and DASH Diet in Hypertensive Patients Munir, Miftahul
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 4 (2024): April 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i4.4916

Abstract

Latar belakang: Kebiasaan buruk, seperti mengkonsumsi makanan berlemak jenuh dan tinggi sodium, dapat menyebabkan hipertensi, yang dapat diatasi dengan mengubah pola makan. DASH adalah program diet yang direkomendasikan untuk orang yang menderita hipertensi. Kecenderungan pasien hipertensi untuk tidak melakukan self-efficacy yang baik terhadap penyakitnya. Salah satu cara untuk meningkatkan efikasi diri dan pengelolaan diet DASH adalah dengan menggunakan teknologi digital terkini, seperti perawatan kesehatan seluler berbasis ponsel cerdas Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa efektif metode mobile health education berdasarkan self-efficacy dan DASH diet pada pasien hipertensi. Metode: Penelitian ini dirancang dengan menggunakan metode pre-experimental dengan satu kelompok pre-post-test. Metode purposive sampling digunakan untuk mengumpulkan 84 responden dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon untuk mengetahui variabel bebas: mobile health education, dan variabel dependen: self-efficacy dan DASH diet. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa pada saat pre-test, kebanyakan orang memiliki kategori berat badan tekanan darah sebesar 43,5%, self-efficacy yang buruk sebesar 60,7%, dan pengetahuan tentang diet DASH kurang dari 77,4%. Namun, setelah dididik, masyarakat menjadi lebih sadar akan diet DASH untuk hipertensi sebesar 65,4 %, self-efficacy meningkat sebesar 78,6 %, dan pengetahuan tentang diet DASH untuk hipertensi meningkat sebesar 72,6 %. Setelah itu, data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon menggunakan program Windows SPSS dengan level signifikan ? = 0,005. Dan nilai ? = 0,000, dimana 0,000 < 0,005, menunjukkan bahwa H1 diterima. Kesimpulan: Hal ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan keliling berbasis self-efficacy dan DASH diet berdampak pada pasien hipertensi.
Upaya Percepatan Penurunan Stunting Melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Pangan Lokal : Systematic Review: Efforts to Accelerate Stunting Reduction Through Providing Additional Food (PMT) Local Food: Systematic Review Meilasari, Nurmala; Wiku Adisasmito
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 3 (2024): March 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i3.4924

Abstract

Latar belakang: Stunting merupakan permasalahan global yang serius. Prevalensi stunting yang tinggi menjadi ancaman terhadap kesejahteraan dan ketahanan nasional jangka panjang. Anak stunting akan mengalami ganguan kecerdasaan, rentan terkena penyakit bahkan dapat mengancam kematian. Berdasarkan data SSGI tahun 2022 prevalensi stunting Indonesia 21.6% sedangkan target prevalensi stunting pada tahun 2024 yaitu 14% dan target WHO yaitu kurang dari 20%. Salah satu upaya percepatan penurunan stunting yaitu melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pangan lokal kepada balita stunting untuk meningkatkan status gizi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggali bagaimana pengaruh Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pangan lokal terhadap penurunan stunting Metode: Penelitian ini merupakan systematic review dengan menggunakan metode PRISMA. Pemilihan artikel sesuai kriteri inklusi dan eksklusi serta pencariannya melalui database Google scholar dengan kata kunci “PMT pangan lokal cegah stunting”. Artikel yang dilakukan review dari tahun 2020-2023 dan didaptkan 12 artikel yang dilakukan review. Hasil: Hasil dari penelitian ini menjelaskan pemberian makanan tambahan (PMT) pangan lokal berpengaruh terhadap kenaikan Berat Badan (BB) dan Tinggi Badan (TB) balita stunting jika pemberiannya minimal 30 hari. Udang rebon merupakan protein hewani yang mudah didapatkan dan harganya relatif murah, kenaikan tinggi badan dengan pemberian makanan tambahan berupa udang rebon terjadi signifikan Kesimpulan: Pemberian makanan tambahan (PMT) pangan lokal berupa olahan udang rebon dapat menjadi salah satu strategi untuk percepatan penurunan stunting.
Hubungan Sanitasi dan Air terhadap Kejadian Diare: Literature Review: The Relationship between Sanitation and Water and the Occurrence of Diarrhea: Literature Review Nickolas Fernando Parmualan; Mursid Raharjo; Nurjazuli
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 2 (2024): February 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i2.4927

Abstract

Latar belakang: Diare merupakan penyakit yang yang ditandai dengan buang air besar lebih dari tiga kali sehari dengan perubahan bentuk dan konsistensi tinja yang lembek sampai mencair. Diare dapat disebabkan oleh berbagai bakteri, virus dan organisme parasit. Faktor lingkungan menjadi faktor risiko terjadinya penyakit berbasis lingkungan salah satunya diare. Lingkungan tidak sehat yang didukung dengan perilaku yang tidak sehat dapat menjadi potensi berkembangbiaknya bakteri penyebab diare. Tujuan: Penelitian ini menganalisis hubungan sanitasi dan air pada kejadian diare. Metode: Penelitian yang digunakan yaitu studi literature dengan metode pencarian pada tinjauan pustaka, dimana mencari literatur yang sesuai dengan media yang relevan seperti google scholar, garuda, e-jurnal dalam bidang kesehatan tentang kejadian diare. Penelusuran literatur sebagai referensi dari tahun 2013-2023 dan mendapatkan 22 artikel atau jurnal yang relevansi dalam 10 tahun terakhir. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa faktor lingkungan meliputi jenis penampungan tinja, kualitas air minum dan jenis sarana air minum serta perilaku cuci tangan pakai sabun (CPTS) dengan kejadian diare. Kesimpulan: Adanya hubungan antara jenis penampungan tinja, kualitas air minum, jenis sarana air minum dan perilaku cuci tangan pakai sabun (CTPS) dengan kejadian.
Hubungan Antara Riwayat Penyakit Infeksi dengan Kejadian Stunting pada Balita: Literature Review: The Relationship Between a History of Infectious Diseases and the Incident of Stunting in Toddlers: Literature Review Erwin Saleh Pulungan; Suhartono; Budiyono
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 2 (2024): February 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i2.4928

Abstract

Latar Belakang: Masalah malnutrisi di Indonesia merupakan masalah kesehatan yang belum bisa diatasi sepenuhnya oleh pemerintah. Faktor yang mempengaruhi terjadinya stunting salah satunya ialah sanitasi yang dapat menyebabkan terjadinya penyakit infeksi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara riwayat penyakit infeksi dengan kejadian stunting pada balita. Metode: Penelitian ini akan dilakukan seleksi hasil pencarian literature diantaranya hanya memuat sumber yang dapat diunduh secara full text, tidak lebih dari 10 tahun terakhir. Populasi dalam penelitian adalah artikel sebanyak 16 artikel dengan pokok bahasan faktor riwayat infeksi dan stunting dari tahun 2014 sampai dengan tahun 2024. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling. Hasil: Penelitian ini menunjukkan adanya variabel yang bermakna atau memiliki hubungan positif dengan kejadian stunting dan akibat dari infeksi dikeseluruhan jurnal yang telah direview oleh peneliti. Dari tinjauan artikel tersebut diketahui bahwa terdapat riwayat penyakit diare, ISPA, dan cacingan yang menyatakan bahwa penyakit infeksi tersebut berhubungan dengan angka kejadian stunting. Kesimpulan: Faktor risiko penyebab stunting yang dominan dan memiliki korelasi positif dalam meningkatkan angka kejadian stunting yaitu penyakit infeksi seperti diare, ISPA dan cacingan.
Intervensi Pengurangan Polusi Udara dari Sumber Bergerak dan Tidak Bergerak Berbagai Negara di Dunia : Systematic Review: Interventions for Reducing Air Pollution from Mobile and Immovable Sources in Various Countries in the World: Systematic Review Relita Maizara; Zakianis; Chairunnisa Athena Pelawi
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 5 (2024): May 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i5.4935

Abstract

Latar belakang: Polusi udara menyebabkan 7 juta kematian dini penduduk tiap tahunnya, 4,2 juta kematian disebabkan oleh polusi udara di luar ruangan. Penanggulangan polusi udara telah dilakukan untuk polusi udara yang bersumber dari sumber bergerak dan tidak bergerak. Namun, diperlukan upaya yang lebih efektif untuk mengurangi polusi udara. Tujuan: Mengetahui upaya intervensi yang dilakukan negara-negara di dunia untuk mengurangi polusi udara. Metode: Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah systematic Review melalui penelusuran database Pubmed, ScienceDirect, dan Scopus. Kriteria inklusi yaitu artikel yang diterbitkan antara tahun 2013-2023, tersedia dalam bentuk full text, serta tersedia dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Kriteria ekslusi yaitu artikel yang termasuk buku atau dokumen, hasil dari meta analisis, review, dan systematicreview. Hasil: Setelah dilakukan penyaringan sesuai kriteria, 24 artikel diperoleh untuk dianalisis. Intervensi terhadap penanggulangan polusi udara dari sumber bergerak adalah skema kendaraan ganjil-genap (pengurangan konsentrasi PM2.5 yaitu 2%- 44%, pengurangan konsentrasi PM10 yaitu 5% - 49%), penggunaan Filter karbon aktif baru (NO2 kendaraan menurun sebesar 87%), pelaksanaan proyek kereta metro (total emisi yang dihemat meningkat 5 kali lipat), penerapan low emission zone (mengurangi konsentrasi NO2 13.4%), dan sistem energi terbarukan dan program subsidi (mengurangi emisi karbon). Upaya bagisumber tidak bergerak yaitu penggunaan LNG (liquid natural gas) dan insentif bagi industri yang menggunakan LNG (reduksi emisi CO2 naik dari 15% ke 26 %). Kesimpulan: Berbagai intervensi untuk mengurangi polusi udara telah dilakukan dan efektif untuk mengurangi polusi udara.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Terjadinya Hipertensi pada Ibu Hamil: Factors Affecting the Occurrence of Hypertension in Pregnant Women Nurul Annisa; Azizah Nurdin; Andi Tihardimanto; Ulfah Rimayanti; Arifuddin Ahmad
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 4 (2024): April 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i4.4937

Abstract

Latar belakang: Di Indonesia Angka Kematian Ibu (AKI) masih tergolong tinggi. Hipertensi dalam kehamilan sering terjadi dan merupakan salah satu penyebab kematian ibu. Di Indonesia, hipertensi dalam kehamilan menduduki peringkat kedua tertinggi penyebab kematian itu setelah perdarahan. Tujuan: untuk melihat hubungan antara faktor-faktor Ibu dengan kejadian hipertensi pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Pattallassang Kabupaten Takalar Tahun 2022. Metode: Desain penelitian yang digunakan yaitu analitik observasional dengan pendekatan case control. Populasi adalah seluruh ibu hamil dengan jumlah 245 orang di Puskesmas Pattallassang Kabupaten Takalar periode Januari – Juni Tahun 2022. Dengan menggunakan teknik purposive sampling yang memenuhi kriteria inklusi didapatkan sampel sebanyak 152 orang. Analisis datanya meliputi analisis univariat dengan distribusi frekuensi dan bivariatnya uji chi square. Hasil: Hasil analisis datanya meliputi analisis univariat dengan distribusi frekuensi dan bivariatnya uji chi square. Analisis data dilakukan secara bivariat dengan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan sebesar 5% (?=0,05). pengaruh antara umur (p=0,000), paritas (p=0,037), stress (p=0,000), obesitas (p=0,000), riwayat hipertensi (p=0,000), aktivitas fisik (p=0,000), Dari hasil pengujian Chi-Square, didapatkan hubungan antara faktor-faktor Ibu dengan kejadian hipertensi pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Pattallassang Kabupaten Takalar tahun 2022. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara faktor-faktor umur ibu, paritas, stress, obesitas, aktivits fisik dan riwayat hipertensi dengan kejadian hipertensi pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Pattallassang Kabupaten Takalar tahun 2022.
Faktor yang Mempengaruhi Sosial-Emosional Anak Usia Dini: Literature Review: Factors Affecting Early Childhood Social-Emotional Well-Being: Literature Review Nabila Salsabina Itha Ishmah Aurora; Arum Meiranny; Endang Susilowati
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 4 (2024): April 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i4.4940

Abstract

Latar belakang: Salah satu bentuk perkembangan yang terjadi pada anak usia dini adalah perkembangan sosial emosional.Perkembangan sosial emosional anak usia dini ditandai dengan adanya perkembangan kemampuan anak untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitar, memiliki rasa pertemanan yang melibatkan emosi, pikiran, dan tingkah laku mereka.Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi sosial emosional pada anak usia dini. Tujuan: Menelaah faktor apa saja yang berpengaruh terhadap sosial emosional anak usia dini. Metode: Systematic literature review dengan melakukan pencarian artikel.Pencarian artikrl dilakukan dengan database seperti Google Scholar dan Pubmed.Penulis menemukan 10 artikel yang relevan Hasil: Terdapat 3 hal yang menjadi faktor yang mempengaruhi sosial emosial anak suai dini yaitu : faktor keluarga , gadget , dan teman sebaya Kesimpulan: Perkembangan sosial emosional pada anak usia dini sangat penting untuk diperhatikan, karena hal ini akan berpengaruh pada cara bersosialisasi anak di fase kehidupan selanjutnya.Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangan sosial-emosional anak yaitu : faktor kelurga yang mana disini terdisi dari pola asuh orang tua, pendidikan orang tua dan jumlah saudara di dalam keluarga, selanjutnya ada faktor gadget dan ada pula faktor teman sebaya.

Page 84 of 125 | Total Record : 1250


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 1 (2026): January 2026 Vol. 8 No. 12 (2025): December 2025 Vol. 8 No. 11 (2025): November 2025 Vol. 8 No. 10 (2025): October 2025 Vol. 8 No. 9 (2025): September 2025 Vol. 8 No. 8 (2025): August 2025 Vol. 8 No. 7 (2025): July 2025 Vol. 8 No. 6 (2025): June 2025 Vol. 8 No. 5 (2025): May 2025 Vol. 8 No. 4 (2025): April 2025 Vol. 8 No. 3 (2025): March 2025 Vol. 8 No. 2 (2025): February 2025 Vol. 8 No. 1 (2025): January 2025 Vol. 7 No. 12 (2024): December 2024 Vol. 7 No. 11 (2024): November 2024 Vol. 7 No. 10 (2024): October 2024 Vol. 7 No. 9 (2024): September 2024 Vol. 7 No. 8 (2024): August 2024 Vol. 7 No. 7 (2024): July 2024 Vol. 7 No. 6 (2024): June 2024 Vol. 7 No. 5 (2024): May 2024 Vol. 7 No. 4 (2024): April 2024 Vol. 7 No. 3 (2024): March 2024 Vol. 7 No. 2 (2024): February 2024 Vol. 7 No. 1 (2024): January 2024 Vol. 6 No. 12 (2023): December 2023 Vol. 6 No. 11 (2023): November 2023 Vol. 6 No. 10 (2023): October 2023 Vol. 6 No. 9 (2023): September 2023 Vol. 6 No. 8 (2023): August 2023 Vol. 6 No. 7 (2023): July 2023 Vol. 6 No. 6 (2023): June 2023 Vol. 6 No. 5 (2023): May 2023 Vol. 6 No. 4 (2023): April 2023 Vol. 6 No. 3 (2023): March 2023 Vol. 6 No. 2 (2023): February 2023 Vol. 6 No. 1 (2023): January 2023 Vol. 5 No. 12 (2022): December 2022 Vol. 5 No. 11 (2022): November 2022 Vol. 5 No. 10 (2022): October 2022 Vol. 5 No. 9 (2022): September 2022 Vol. 5 No. 8 (2022): August 2022 Vol. 5 No. 7 (2022): July 2022 Vol. 5 No. 6 (2022): June 2022 Vol. 5 No. 5 (2022): May 2022 Vol. 5 No. 4 (2022): April 2022 Vol. 5 No. 3 (2022): March 2022 Vol. 5 No. 2 (2022): February 2022 Vol. 5 No. 1 (2022): January 2022 Vol. 4 No. 4 (2021): November 2021 Vol. 4 No. 3 (2021): September 2021 Vol. 4 No. 2 (2021): May 2021 Vol. 4 No. 1 (2021): January 2021 Vol. 3 No. 3 (2020): September 2020 Vol. 3 No. 2 (2020): May 2020 Vol. 3 No. 1 (2020): January 2020 Vol. 2 No. 3 (2019): September 2019 Vol. 2 No. 2 (2019): May 2019 Vol. 2 No. 1 (2019): January 2019 Vol. 1 No. 3 (2018): September 2018 Vol. 1 No. 2 (2018): May 2018 Vol. 1 No. 1 (2018): January 2018 More Issue