cover
Contact Name
Rolan Rusli
Contact Email
rolan@farmasi.unmul.ac.id
Phone
+6285222221907
Journal Mail Official
admin@farmasi.unmul.ac.id
Editorial Address
Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus Unmul Gunung Kelua, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia, 75119
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : -     EISSN : 26144778     DOI : https://doi.org/10.25026/mpc
Core Subject : Health, Science,
LINGKUP DAN TUJUAN Lingkup naskah mencakup bidang ilmu: Kimia Farmasi Biologi Farmasi Farmakologi Teknologi Farmasi dan Farmasetika Farmasi Klinik dan Komunitas Kedokteran dan Bidang ilmu lain yang terkait Tujuan penerbitan adalah memberikan informasi ilmiah tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bidang Farmasi dan yang terkait
Articles 612 Documents
Aktivitas Penghambatan Xantin Oksidase pada Ekstrak Daun Sirih Hitam (Piper sp) Muhammad Amir Masruhim; Wisnu Cahyo Prabowo; Dita Paramitha
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Spesial Issue of Mulawarman Pharmaceuticals Conference Proceeding (Prosiding Semnas T
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.098 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v3i2.102

Abstract

Hyperuricemia is a condition in which increased levels of uric acid in the blood. Xanthine oxidase role in the oxidation of hypoxanthine and xanthine to uric acid. One treatment of hyperuricemia is inhibiting xanthine oxidase in the process of formation of uric acid. The purpose of this study to determine the inhibitory activity of xanthine oxidase in the ethanol extract of black betel leaf (Piper sp). Xanthine oxidase inhibitory activity test using UV-Vis spectrophotometry in vitro with a concentration of 5 ppm, 10 ppm and 20 ppm. The data obtained were analyzed using one-way ANOVA. The result is the ethanol extract of black betel leaf has a different activity significantly and IC50 values obtained is 65.96 ppm.
Aktivitas Antifungi Getah Jarak Cina (Jatropha multifida L.) pada Pertumbuhan Malassezia globosa Penyebab Ketombe Dyan Ayu Lestari; Wisnu Cahyo Prabowo; Muhammad Amir Masruhim
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Spesial Issue of Mulawarman Pharmaceuticals Conference Proceeding (Prosiding Semnas T
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.343 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v3i2.103

Abstract

Indonesia memiliki bermacam-macam tanaman obat tradisional untuk mengobati ketombe, diantaranya menggunakan getah jarak cina. Getah Jarak Cina (Jatropha multifida Linn.) diketahui memiliki beberapa metabolit sekunder yang beraktivitas sebagai antifungi. Metabolit sekunder tersebut fenol, saponin, alkaloid dan polisakarida. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antifungi getah jarak cina variasi konsentrasi 10%-100% dan membandingkan dengan kontrol positif zinc pyrithione 1%. Aktivitas antifungi diuji pada Malassezia globosa dengan menggunakan metode disc diffusion Kirby-Bauer berupa Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM). Hasil uji menunjukkan bahwa getah jarak cina mampu menghambat pertumbuhan Malassezia globosa penyebab ketombe. Data dianalisis dengan analisis varians (ANAVA) satu arah dan dilanjutkan dengan uji LSD (Least Significance Difference). Hasil analisis menunjukkan konsentrasi uji dan kontrol memiliki aktivitas antifungi. Getah jarak cina memiliki potensi aktivitas yang rendah dibandingkan dengan zinc pyrithione 1%. Getah jarak cina diketahui masih berpotensi menjadi sumber zat antifungi baru terhadap pertumbuhan Malassezia globosa penyebab ketombe.
Aktivitas Ekstrak Metanol Kulit Pisang (Musa paradisiaca L.) sebagai Antitukak Lambung Pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Ekwan Prasetyo Azlin; Risna Agustina; Rolan Rusli
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Spesial Issue of Mulawarman Pharmaceuticals Conference Proceeding (Prosiding Semnas T
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.714 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v3i2.104

Abstract

Ekstrak metanol kulit pisang diketahui memiliki aktivitas antioksidan yang cukup baik dan secara empiris kulit pisang terkadang dikonsumsi untuk mengatasi gangguan pada lambung sehingga penelitian ini akan menguji aktivitas ekstrak metanol kulit pisang sebagai antitukak lambung. Induksi tukak lambung dilakukan dengan menggunakan etanol secara oral pada tiap hewan uji. Hewan uji dibagi menjadi 5 kelompok secara acak yaitu kelompok kontrol negatif yang diberi NaCMC 0,5%; kelompok kontrol positif yang diberi Sukralfat 80 mg/200 g BB; kelompok uji 1, 2, 3 dan 4 diberi ekstrak metanol kulit pisang dengan dosis 60 mg/200 g BB, 70 mg/200 g BB, 80 mg/200 g BB dan 90 mg/200 g BB. Pengamatan kondisi tukak lambung dinilai dengan menggunakan Indeks Tukak (IT) dan Daya Pencegahan (DP). Hasil analisis data menunjukkan bahwa ketiga dosis uji memiliki aktivitas yang berbeda bermakna (p < 0,05) dengan kelompok kontrol negatif. Ekstrak metanol kulit pisang memiliki potensi sebagai antitukak lambung dengan dosis efektif sebesar 80 mg/200 g BB.
Uji Aktivitas Antihiperglikemi Secara Invitro Terhadap Fraksi Ekstrak Metanol Bawang Merah Dan Bawang Bombay Erlindha Gangga; Erwin Suyanto
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Spesial Issue of Mulawarman Pharmaceuticals Conference Proceeding (Prosiding Semnas T
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.795 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v3i2.105

Abstract

The number of people with diabetes mellitus in Indonesia recorded by the World Health Organization in 2030 expected will reach 21.3 million people. Danger of side effects of synthetic drugs makes people seek alternative medicine solutions. Alternative medicine in question is natural medicine. Shallots(Allium cepa var.ascalonicum (L.) Back),onions(Allium cepa L.) and garlic comes from family Liliaceae, which contains quercetin. Quercetin is found in garlic bulbs can inhibit the action of the enzyme ?-glucosidase in the small intestine of mice . With the inhibition of the enzyme ?-glucosidase cleavage and absorption of carbohydrates will be disrupted. Quercetin has multiple hydroxyl groups in its structure, so that the solubility of quercetin in polar solvents are better such as water, methanol and ethanol. In this study, the methanol extract of shallots and onions partitioned into n-hexane phase, ethyl acetate phase, n-butanol phase and the aqueous phaseonce that is done ?-glucosidase inhibition assay in vitro. The test showed that the methanol extract of onion has IC50 of 13.49 ppm , methanol extracts of onion has IC50 of 15.50 ppm. The test results showed methanol extract of onion, methanol extracts of onion has inhibition of ?-glukosidase activity which indicates effect.
Uji Fitokimia dan Uji Antibakteri dari Akar Mangrove Rhizopora Apiculata terhadap Bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus Evi Ratna Oktavianti Dewi; Usman Usman
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Spesial Issue of Mulawarman Pharmaceuticals Conference Proceeding (Prosiding Semnas T
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.164 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v3i2.106

Abstract

Senyawa golongan metabolit sekunder adalah senyawa metabolit yang tidak esensial bagi pertumbuhan organisme dan ditemukan dalam bentuk unik. Senyawa metabolit yang digunakan pada penelitian ini merupakan hasil uji fitokimia dari akar mangrove Rhizopora apiculata. Tanaman mangrove Rhizopora apiculata banyak tumbuh di kawasan pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa golongan metabolit sekunder dan mengetahui daya hambat antibakteri yang terkandung pada ekstrak metanol akar mangrove Rhizopora apiculata terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Penelitian ini menggunakan metode maserasi, kromatografi lapis tipis, uji fitokimia dan uji antibakteri. Hasil penelitian ini didapatkan senyawa alkaloid, flavonoid, dan triterpenoid pada uji fitokimia. Ekstrak metanol akar Rhizopora apiculata konsentrasi 500 µg/well memberikan daya hambat sedang pada bakteri Staphylococcus aureus, namun tidak memberikan daya hambat pada bakteri Escherichia coli. Hal ini terjadi karena bakteri Escherichia coli merupakan bakteri gram negatif yang resisten terhadap beberapa antibakteri.
Analisis ?-Karoten Dalam Waluh (Cucurbita Sp.) Secara Spektrofotometri Cahaya Tampak Faridah Faridah; Mona Christina Thomas
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Spesial Issue of Mulawarman Pharmaceuticals Conference Proceeding (Prosiding Semnas T
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (806.605 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v3i2.107

Abstract

Waluh (Cucurbita Sp.) merupakan salah satu jenis tanaman yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Selain terdapat waluh lokal yang sering ditemui di pasar tradisional, beredar pula waluh impor yang pada umumnya dijual di pasar swalayan. Waluh memiliki kandungan nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh manusia diantaranya ?-karoten, yaitu suatu senyawa karotenoid. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ?-karoten dalam waluh secara spektrofotometri. Telah dilakukan penetapan kadar ?-karoten pada waluh lokal dan impor dengan mengekstraksi sampel terlebih dahulu menggunakan n-heksan-aseton (60:40) kemudian hasil ekstraksi dianalisis dengan metode spektrofotometri cahaya tampak (450 nm). Hasil penelitian menunjukkan kandungan ?-karoten pada waluh impor(24,03 ±0,04 mg/100 g) lebih tinggi dibandingkan waluh lokal (21,39 ±0,10 mg/100 g) dengan LOD 0,8 bpj ; LOQ 2,66 bpj (waluhlokal) dan LOD 0,80 bpj ; LOQ 2,68 bpj (waluhimpor). Metode spektrofotometri cahaya tampak pada penetapan kadar ?-karoten dalam waluh lokal dan impor memberikan ketelitian yang baik dengan simpangan baku relatif 0,47 untuk waluh lokal dan 0,18 untuk waluh impor. Keakuratan yang tinggi dengan hasil perolehan kembali rata – rata adalah 99,87 % untuk waluh lokal dan 99,93 % untuk waluh impor.
Karakteristik Fisikokimia Eksipien Tablet dari Pati Sukun (Artocarpus communis) Gayuk Kalih Prasesti; Mirhansyah Ardana; Rolan Rusli
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Spesial Issue of Mulawarman Pharmaceuticals Conference Proceeding (Prosiding Semnas T
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.652 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v3i2.108

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan rendemen dan karakteristik fisikokimia pati buah sukun yang berasal dari buah sukun masa panen 1 bulan (MP1) dan 2 bulan (MP2). Pati sukun diperoleh dengan cara dekantasi dan pengeringan. Evaluasi karakteristik fisikokimia serbuk pati meliputi pengukuran kadar amilosa dan amilopektin, organoleptis, pH, bentuk, indeks kompresibilitas, densitas dan laju alir. Rendemen pati sukun yang diperoleh adalah 10,62% (MP1) dan 12,29% (MP2). Kadar amilosa dan amilopektin adalah 4,087% dan 81,637% (MP1) serta 10,213% dan 85,673% (MP2). Nilai pH pati untuk MP1 dan MP2 sama yaitu 3,99. Granula pati memiliki hilus berdasarkan pengamatan mikroskopik. Organoleptis pati MP1 adalah tidak berbau, tidak berasa berwarna putih dan memiliki bentuk serbuk halus sedangkan pati MP2 adalah berbau khas buah sukun, tidak berasa, putih kecoklatan, dan bentuk serbuk agak kasar. Indeks kompresibilitas pati sukun adalah 65,77% (MP1) dan 62,09% (MP2). Nilai bulk density (g/mL) sebesar 0,34 (MP1) dan 0,42 (MP2), sedangkan nilai tapped density (g/mL) sebesar 0,57 (MP1) dan 0,68 (MP2). Kedua pati tidak memiliki laju alir maupun sudut istirahat. Analisis independent sample t-test (?=0,05) menunjukkan bahwa kadar amilopektin, pH, dan indeks kompresibilitas tidak memiliki perbedaan yang signifikan, sedangkan kadar amilosa, bulk density, dan tapped density memiliki perbedaan yang signifikan.
Bioassay-Guided Extraction Komponen Aktif Daun Sirih Merah (Piper crocatum Ruiz & Pav) Sebagai Antioksidan Hardi Astuti Witasari; Sukanya Dej-adisay
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Spesial Issue of Mulawarman Pharmaceuticals Conference Proceeding (Prosiding Semnas T
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.703 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v3i2.109

Abstract

Antioksidan bertindak sebagai fungsi pertahanan yang melindungi dari kerusakan oksidatif. Antioksidan juga mempunyai kemampuan mengganti dan memperbaiki bagian yang mengalami kerusakan. Sirih merah (Piper crocatum Ruiz & Pav) adalah tanaman yang memiliki kemampuan antioksidan untuk menghambat oksidasi asam lemak dan mengurangi radikal bebas. Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti fraksi polar, semipolar atau nonpolar yang paling aktif sebagai antioksidan dari ekstrak etanol daun sirih merah (Piper crocatum Ruiz & Pav). Penelitian dilakukan dengan tahapan persiapan simplisia, pembuatan ekstrak etanol daun sirih merah, pembuatan fraksi n-Heksana, etilasetat dan fraksi air, uji aktivitas antioksidan ekstrak etanol, fraksi n-Heksana, fraksi etil asetat, dan fraksi etanol-air dengan metode DPPH, analisis Kromatografi Lapis Tipis (KLT) ekstrak dan fraksi yang aktif sebagai antioksidan Penelitian dilakukan pada bulan Juli sampai Oktober 2015 di laboratorium fakultas farmasi Universitas Ahmad Dahlan dan Laboratory of Pharmacognosy, Faculty of Pharmaceutical Sciences, Prince Songkla University, Thailand. Pada hasil uji antioksidan dengan metode DPPH dihasilkan bahwa nilai ES 50 dari ekstrak adalah 51,93 ± 2,51, fraksi heksan 210,69 ± 1,73, fraksi etil asetat 58,20 ± 1,41, dan fraksi metanol air 47,62 ± 0,27. Pada uji ini digunakan quersetin sebagai pembanding yang mempunyai nilai ES 50 sebesar 10,72 ± 0,71. Kesimpulan dari penelitian ini adalah fraksi etanol-air mempunyai nilai ES 50 paling kecil dibandingkan faraksi lain dan ekstraknya.
Uji Aktivitas Antibakteri Minyak Atsiri Dan Ekstrak Etanol Bunga Kamboja Putih (Plumeria acuminata L.) Terhadap Eschericia coli Prihardini Prihardini; Ida Kristianingsih
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Spesial Issue of Mulawarman Pharmaceuticals Conference Proceeding (Prosiding Semnas T
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.666 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v3i2.110

Abstract

Kamboja putih (Plumeria acuminata l.) Merupakan tanaman yang sudah sejak lama dikenal masyarakat indonesia sejak lama dan digunakan sebagai obat tradisional untuk mengobati berbagai macam penyakit. Tumbuhan ini mengandung fulvoplumierin, yang memperlihatkan daya mencegah pertumbuhan bakteri, selain itu juga mengandung minyak atsiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri minyak atsiri dan ekstrak etanol bunga kamboja putih (Plumeria acuminata l.) Terhadap bakteri Eschericia Coli dengan difusi kertas metode cakram. Minyak atsiri bunga kamboja didapatkan dengan menggunakan metode destilasi air dan uap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak atsiri bunga kamboja putih menunjukkan adanya aktivitas antibakteri pada konsentrasi 1 %, 10%, 20% dan 30% dengan diameter zona hambat berturut-turut 7.67 mm, 9.99 mm, 12.38 mm dan 13,26mm. Sedangkan ekstrak etanol bunga kamboja putih menunjukkan aktivitas antibakteri pada konsentrasi 1.25%, 2.5% dan 5 % dengan zona hambat berturut-turut sebesar 6.1 mm, 6.7 mm dan 8 mm.
Toksisitas Ekstrak Metanol Daun Kolowe (Chydenanthus excelsus) Indah Puspa Dewi; Victoria Yulita Fitriani; Laode Rijai
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Spesial Issue of Mulawarman Pharmaceuticals Conference Proceeding (Prosiding Semnas T
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.127 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v3i2.111

Abstract

Pemanfaatan bahan alam sebagai sumber bahan obat telah dilakukan untuk meningkatkan mutu kehidupan masyarakat. Secara empiris kolowe digunakan oleh masyarakat buton sebagai racun ikan untuk di konsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui toksisitas ekstrak metanol daun kolowe. Metode yang digunakan adalah Brine Shrimp Letality (BSLT). Uji toksisitas dilakukan dengan menggunakan larva udang Artemia salina Leach yang berumur 48 jam. Efek toksik diidentifikasi dengan presentase kematian larva udang menggunakan analisis probit (LC50). Hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstak metanol daun kolowe bersifat toksik (LC50= 237,85 ppm).

Page 11 of 62 | Total Record : 612


Filter by Year

2015 2023