cover
Contact Name
Rolan Rusli
Contact Email
rolan@farmasi.unmul.ac.id
Phone
+6285222221907
Journal Mail Official
admin@farmasi.unmul.ac.id
Editorial Address
Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus Unmul Gunung Kelua, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia, 75119
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : -     EISSN : 26144778     DOI : https://doi.org/10.25026/mpc
Core Subject : Health, Science,
LINGKUP DAN TUJUAN Lingkup naskah mencakup bidang ilmu: Kimia Farmasi Biologi Farmasi Farmakologi Teknologi Farmasi dan Farmasetika Farmasi Klinik dan Komunitas Kedokteran dan Bidang ilmu lain yang terkait Tujuan penerbitan adalah memberikan informasi ilmiah tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bidang Farmasi dan yang terkait
Articles 612 Documents
Formulasi Sediaan Tablet Parasetamol dengan Pati Buah Sukun (Artocarpus communis) Sebagai Pengisi Dwi Elfira Kurniati; Mirhansyah Ardana; Rolan Rusli
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 5 (2017): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (687.907 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v5i1.224

Abstract

Penggunaan pati sebagai bahan pengisi umum digunakan dalam pembuatan tablet guna menyempurnakan bentuk tablet. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi dan mengevaluasi kualitas granul dan sifat fisik sediaan tablet parasetamol menggunakan pati sukun sebagai bahan. Pati dibuat dengan cara dekantasi dan pengeringan. Empat formula sediaan tablet (F1, F2, F3, dan F4) dibuat menggunakan metode granulasi basah dengan bobot 575mg (F1), 600mg (F2), 650mg (F3), dan 700mg (F4) dengan menggunakan pati sebesar 4,3% (F1), 8,3% (F2), 15,3% (F3), dan 21,4% (F4). Evaluasi kualitas granul, meliputi pengujian laju alir, sudut istirahat, densitas dan indeks kompresibilitas. Sedangkan evaluasi sifat fisik tablet meliputi pengujian keseragaman ukuran, keseragaman bobot, waktu hancur dan friabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa evaluasi kualitas granul memenuhi persyaratan laju alir, sudut istirahat, dan indeks kompresibilitas, tetapi tidak memenuhi syarat distribusi ukuran partikel. F1 dan F2 dapat dikempa. F2 tidak memenuhi syarat friabilitas namun memenuhi syarat keseragaman bobot, ukuran dan waktu hancur. F1 memenuhi semua syarat uji sifat fisik tablet
Identifikasi Metabolit Sekunder, Uji Toksisitas, dan Uji Antioksidan Ekstrak Kulit Batang Terap (Artocarpus odoratissimus blanco) Fadhli Nurrahman W; Vina Maulidya; Laode Rijai
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 5 (2017): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.84 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v5i1.225

Abstract

Terap (Artocarpus odoratissimus) merupakan salah satu tumbuhan daerah tropis yang memiliki potensi sebagai sumber bahan kimia bioaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder serta aktivitas antioksidan dan toksisitas dari kulit batang terap. Langkah penelitian ini meliputi proses maserasi menggunakan pelarut metanol, setelah itu dilakukan pemekatan ekstrak menggunakan Rotary evaporator. Metabolit sekunder yang terdapat dalam ekstrak kulit batang terap yaitu flavonoid, fenolik, tannin, saponin, dan triterpenoid. Aktivitas antioksidan secara spektrofotometri UV-VIS menggunakan metode DPPH (1,1-dyphenyl-2-picrylhidrazyl) memiliki nilai IC50 50 ppm dan aktivitas toksisitas menggunakan metode BSLT memiliki nilai LC50 462,38 ppm.
Aktivitas Antioksidan Ekstrak Kulit Batang Kersen (Muntingia calabura L.) Fathiah Olpah Siara; Arsyik Ibrahim; Hanggara Arifian; Rolan Rusli
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 5 (2017): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.482 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v5i1.226

Abstract

Seduhan kulit batang Tumbuhan Kersen (Muntingia calabura L.) sering digunakan sebagai obat tradisional. Hasil Skrining fitokimia ekstrak dan fraksi kulit batang kersen menunjukkan Adanya kandungan alkaloid, flavonoid, tannin, saponin dan terpenoid. Nilai IC50 ekstrak dan fraksi kulit batang kersen dengan menggunakan metode DPPH untuk ekstrak etanol, fraksi n-heksana, fraksi etil asetat, dan fraksi tidak larut dari kulit batang Tumbuhan Kersen berturut-turut adalah sebesar 19,63 ppm, 34,38 ppm, 10,65 ppm, dan 18,70 ppm, sedangkan IC50 kontrol positif (vitamin C) adalah 14,77 ppm. Ekstrak kulit batang kersen berpotensi sebagai antioksidan.
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Belimbing Hutan (Cnestis palala (LOUR)MERR) Ferdiand George Sarung Allo; Dewi Rahmawati; Adam M. Ramadhan
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 5 (2017): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.605 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v5i1.227

Abstract

Tanaman belimbing hutan merupakan tanaman yang secara empiris digunakan untuk meredakan sakit perut dan juga untuk menyembuhkan luka yang disertai infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder serta mengetahui aktivitas antibakteri dari ekstrak daun belimbing hutan (Cnestis Palala(Lour)Merr) terhadap beberapa bakteri uji. Sampel dikumpulkan kemudian dimaserasi menggunakan pelarut metanol. Identifikasi senyawa metabolit sekunder dilakukan menggunakan uji kualitatif dengan mereaksikan sampel dengan beberapa reagen. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan menggunakan metode difusi agar pada konsentrasi 10%, 20%, 30%, 40% dan 50%. Data hasil identifikasi metabolit sekunder dianalisis secara kualitatif dengan melihat adanya perubahan warna. Hasil identifikasi golongan senyawa metabolit sekunder pada ekstrak positif terdapat senyawa flavonoid, fenol dan tannin. Data hasil pengujian antibakteri dianalisis dengan mengukur zona bening yang terbentuk disekitar paper disc. Hasil pengujian antibakteri menunjukkan bahwa ekstrak daun belimbing hutan memiliki aktivitas sebagai antibakteri. Konsentrasi terbaik ekstrak daun belimbing hutan dalam membunuh bakteri yaitu 50% dengan rata-rata diameter zona bunuh Escherichia coli (10.40 mm), Salmonella thyposa (9.77 mm), Staphylococcus aureus (10.17 mm), dan Bacillus subtilis (9.67 mm).
Aktivitas Tabir Surya Ekstrak Rimpang Kunyit Hitam (Curcuma caesia) Secara In-Vitro Fush Shilat Jibalathuull; Jaka Fadraersada; Laode Rijai
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 5 (2017): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.344 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v5i1.228

Abstract

Curcuma caesia memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi. Aktivitas antioksidan yang tinggi memiliki hubungan yang erat dengan aktivitas tabir surya. Tabir surya merupakan senyawa yang dapat digunakan untuk menyerap atau memantulkan sinar matahari sehingga dapat mencegah gangguan pada kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas dan potensi tabir surya dari kunyit hitam (Curcuma caesia). Metode yang digunakan dimulai dari pengumpulan sampel, ekstraksi dengan cara maserasi, dan pengujian tabir surya secara in-vitro dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Pengujian aktivitas tabir surya dilakukan dengan menggunakan variasi konsentrasi ekstrak sebesar 50 ppm, 100 ppm, 150 ppm, 200 ppm dan 250 ppm yang diukur pada panjang gelombang UV yaitu 292,5-372,5 nm. Berdasarkan hasil pada penelitian, konsentrasi efektif ekstrak sebagai tabir surya yakni pada konsentrasi 150 ppm dengan %Te sebesar 5,760 dan %Tp sebesar 0,816 serta profil tabir surya ekstrak rimpang kunyit hitam yang diperoleh adalah %Te termasuk dalam kategori proteksi ekstra sedangkan %Tp termasuk dalam kategori sunblock.
Profil Kromatografi Fraksi N-Heksana Daun Belimbing Hutan (Cnetis palala (lour) Merr) Ika Wardani; Lizma Febrina; Rolan Rusli
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 5 (2017): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/mpc.v5i1.229

Abstract

Belimbing Hutan (Cnetispalala (lour) Merr) berasal dari kabupaten kutai barat banyak digunakan sebagai pengobatan alternatif oleh masyarakat Kalimantan. Belimbing hutan memiliki aktivitas antioksidan yang baik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui profil kromatografi isolat fraksi n-heksana yang memiliki aktivitas antioksidan. Penelitian dilakukan dengan metode ekstraksi menggunakan pelarut metanol dan dilanjutkan dengan fraksinasi menggunakan pelarut n-heksana. Fraksi n-heksana kemudian ditentukan profil kromatografinya menggunakan eluen n-heksana : etil asetat dengan perbandingan 9:1, 8:2, 7:3, 6:4, 5:5, 4:6, 3:7, dan 2:8. Berdasarkan profil kromatografi diperoleh bahwa eluen terbaik untuk mengisolasi senyawa aktif antioksidan pada fraksi n-heksana daun belimbing hutan adalah n-heksana:etilasetat dengan perbandingan 8:2.
Pegaruh Konsentrasi HPMC (Hidroxy Propyl Methyl Cellulose) Sebagai Gelling Agent dengan Kombinasi Humektan Terhadap Karakteristik Fisik Basis Gel Indri Pramita R; Victoria Yulita Fitriani; Nur Mita; Adam M. Ramadhan
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 5 (2017): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.173 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v5i1.230

Abstract

Sediaan gel yang baik dapat diperoleh dengan cara memformulasikan beberapa jenis bahan pembentuk gel, namun yang paling penting untuk diperhatikan adalah pemilihan gelling agent. HPMC (Hidroxy Propyl Methyl Cellulose) merupakan gelling agent yang sering digunakan dalam produksi kosmetik dan obat karena dapat menghasilkan gel yang bening, mudah larut dalam air, dan toksisitasnya rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi HPMC sebagai gelling agent dengan kombinasi humektan yaitu gliserin dan propilen glikol, yang memiliki karakteristik fisik yang sesuai dengan persyaratan. Formulasi gel dibuat dengan variasi konsentrasi HPMC 3%, 5% dan 7%, selanjutnya dilakukan evaluasi sifat fisik yang meliputi viskositas, pH, daya sebar, organoleptis, homogenitas. Evaluasi fisik dilakukan selama 4 minggu pada suhu kamar. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa basis gel dengan konsentrasi HPMC 3% memenuhi persyaratan dengan nilai viskositas yaitu 4,69 ± 0,14 Pa., nilai pH yaitu 5,17 ± 0,02, daya sebar yaitu 32,98 ± 0,85 cm, organoleptis yaitu berwarna bening, tidak memiliki bau dan berbentuk agak cair, serta homogen.
Karakteristik dan Aktivitas Antibakteri Yoghurt Sari Buah Sirsak (Annona muricata L.) Terhadap Bakteri Flora Usus Jumiati Catur Ningtyas; Adam M. Ramadhan; Laode Rijai
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 5 (2017): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.423 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v5i1.231

Abstract

Yoghurt adalah produk hasil fermentasi yang mengandung asam laktat, dan bakteriosin yang dapat menekan pertumbuhan bakteri patogen dalam usus. Sirsak (Annona muricata L.) mengandung vitamin C, gula, dan protein yang memberikan energi bagi proses metabolisme bakteri asam laktat dalam yoghurt sehingga meningkatkan jumlah bakteri asam laktat dan menghasilkan lebih banyak senyawa antibakteri. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui total BAL, pH, dan aktivitas antibakteri dari yoghurt sari buah sirsak terhadap bakteri Escherichia coli dan Shigella dysenteriae. Pengujian total BAL dilakukan dengan menggunakan metode hitung cawan (Total Plate Count) dalam medium MRSA (Man Ragosa Shapre Agar). Pengujian aktivitas antibakteri dari yoghurt sari buah sirsak dilakukan dengan metode sumuran (well diffusion). Hasil total BAL yoghurt sari buah sirsak pada konsentrasi 0 % (38 x 109), 15 % (10 x 109), 20 % (18 x 109), 25 % (45 x 109), 50 % (22 x 109), , dan 75 % (17 x 109). Nilai pH dari yoghurt sari buah sirsak berkisar antara 4-5. Hasil pengujian antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli menunjukkan zona bening 0 % (0 mm),15 % (5,51 mm), 20 % (6,63 mm), 25 % (7,23 mm), 50 % (7,64 mm), dan 75 % (7,16 mm). Hasil pengujian antibakteri terhadap bakteri Shigella dysenteriae menunjukkan zona bening 0 % (0 mm), 15 % (4,05 mm), 20 % (4,56 mm), 25 % (4,74 mm), 50 % (4,91 mm), dan 75 % (5,39 mm). Berdasarkan total BAL, pH dan aktivitas antibakteri, yoghurt dengan penambahan sari buah sirsak yang paling baik adalah pada konsentrasi 25 %.
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Jeruk Sambal (Citrus microcarpa) Terhadap Beberapa Bakteri Patogen Maya Apriliani; Adam M. Ramadhan; Laode Rijai
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 5 (2017): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.732 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v5i1.232

Abstract

Daun jeruk sambal (Citus Microcarpa) merupakan jenis tanaman yang telah tersebar diseluruh indonesia. Daun jeruk sambal merupakan jenis buah-buahan yang memiliki rasa yang cukup asam dan daunnya memiliki aroma yang khas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari daun jeruk sambal terhadap beberapa bakteri uji serta mengetahui konsentrasi terbaik sebagai antibakteri. Sampel dikumpulkan kemudian dilakukan maserasi dengan pelarut etanol 96%. Bakteri yang diuji ialah Staphylococcus aureus, Salmonella thypi, Bacillus subtilis dan Escherichia coli. Pengujian antibakteri dengan metode difusi agar menggunakan medium natrium agar konsentrasi 10%, 20%, 30%, 40% dan 50%. Hasil yang didapat dengan mengukur zona bunuh dari setiap konsentrasi dengan paper disc. Diameter zona bunuh bakteri Escherichia coli (8,11 mm), Bacillus subtilis sebesar (7,57 mm), Staphylococcus aureus (7,19 mm) dan Salmonella typhi (7,59 mm). Konsentrasi terbaik sebagai antibakteri ekstrak etanol 96% daun jeruk sambal dalam membunuh bakteri Staphylococcus aureus, Salmonella thypi, Bacillus subtilis dan Escherichia coli yaitu pada konsentrasi 50%.
Analisis Kepuasan Pasien Terhadap Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas Sempaja Samarinda Mi’atu Khabbah; Welinda Dyah Ayu; Nurul Annisa; Rolan Rusli
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 5 (2017): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.868 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v5i1.233

Abstract

Kepuasan pasien terhadap standar pelayanan kefarmasian di puskesmas dapat diukur dengan membandingkan antara harapan pasien terhadap kualitas pelayanan kefarmasian yang diinginkan dengan kenyataan yang diterimanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepuasan pasien dan pelaksanaan standar minimal pelayanan kefarmasian di Puskesmas. Penelitian observasi deskriptif dilakukan terhadap 270 responden menggunakan metode incidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuisioner kepuasan pasien dan standar pelayanan minimal di Puskesmas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 81,75% responden puas terhadap pelayanan yang diberikan puskesmas. Standar pelayanan waktu tunggu resep di bagian farmasi Puskesmas dapat dikatakan baik dan hampir memenuhi standar pelayanan kefarmasian di Puskesmas.

Filter by Year

2015 2023