cover
Contact Name
Rolan Rusli
Contact Email
rolan@farmasi.unmul.ac.id
Phone
+6285222221907
Journal Mail Official
admin@farmasi.unmul.ac.id
Editorial Address
Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus Unmul Gunung Kelua, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia, 75119
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : -     EISSN : 26144778     DOI : https://doi.org/10.25026/mpc
Core Subject : Health, Science,
LINGKUP DAN TUJUAN Lingkup naskah mencakup bidang ilmu: Kimia Farmasi Biologi Farmasi Farmakologi Teknologi Farmasi dan Farmasetika Farmasi Klinik dan Komunitas Kedokteran dan Bidang ilmu lain yang terkait Tujuan penerbitan adalah memberikan informasi ilmiah tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bidang Farmasi dan yang terkait
Articles 612 Documents
Efek Perubahan Tekanan Darah Pada Manusia Dengan Pemberian Aroma dari Tanaman Kemangi (Ocimum basilicum L.) Delti Delaya Busa; Mukti Priastomo; Laode Rijai
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 6 (2017): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.312 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v6i1.250

Abstract

Tanaman kemangi (Ocimum basilicum L.) mengandung minyak atsiri yang dapat menghasilkan aroma khas. Aroma khas pada tanaman dapat mempengaruhi perubahan tekanan darah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perubahan tekanan darah pada manusia dengan pemberian aroma dari tanaman kemangi (Ocimum basilicum L.) Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian quasi eksperiment dengan rancangan one group pretest-posttest dengan jumlah sampel 5 orang. Hasil penelitian ini diketahui ada pengaruh pemberian aroma dari tanaman kemangi terhadap tekanan darah sistolik sebelum intervensi yaitu dengan rata-rata sebesar 112,4 mmHg dan setelah intervensi menjadi 107,26 mmHg, tekanan darah diastolik sebelum intervensi sebesar 74,46 mmHg dan setelah intervensi menjadi 76,13 mmHg, serta denyut jantung sebelum intervensi sebesar 83,53 kali/menit dan setelah intervensi menjadi 77,26 kali/menit. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aroma tanaman kemangi terbukti dapat mempengaruhi perubahan tekanan darah yaitu menurunkan tekanan darah sistolik.
Pengaruh Hidrolisis Asam Klorida Terhadap Karakteristik Fisika Kimia Pati Buah Sukun (Artocarpus communis) Farida Anggraeni; Wisnu Cahyo Prabowo; Mirhansyah Ardana
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 6 (2017): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.122 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v6i1.251

Abstract

Pati sukun dapat bermanfaat sebagai eksipien pada tablet yang digunakan sebagai pengisi, pengikat maupun penghancur pada konsentrasi yang sesuai. Akan tetapi pati sukun memiliki beberapa kelemahan diantaranya adalah tidak memiliki laju alir maupun sudut istirahat dan nilai kompresibilitas yang buruk yang menandakan buruknya kemampuan suatu bahan untuk digunakan sebagai bahan pengikat metode cetak langsung pada pembuatan tablet. Salah satu cara yang dipilih untuk meningkatkan laju alir adalah dengan memodifikasi pati menggunakan hidrolisis asam. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh konsentrasi asam klorida terhadap karakteristik fisika-kimia pati buah sukun, mengetahui pengaruh durasi hidrolisi asam terhadap karakteristik fisika-kimia pati buah sukun dan mengetahui berapa konsentrasi asam klorida dan durasi hidrolisis asam yang optimum pada modifikasi pati buah sukun. Penelitian ini dilakukan dengan menambahkan asam klorida pada pati sukun dengan variasi konsentrasi dan lama perendaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel waktu dan konsentrasi memengaruhi karakteristik fisika kimia pati sukun, dimana semakin besar konsentrasi dan lama perendaman nilai laju alir, sudut istirahat, swelling power dan indeks kopresibilitas yang dihasilkan semakin baik, akan tetapi rendemen yang dihasilkan semakin rendah.
Kajian Pengobatan Pasien Gagal Ginjal Kronik di Rumah Sakit Samarinda Medika Citra (SMC) Fatma Sari; Nurul Annisa; Laode Rijai
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 6 (2017): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.305 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v6i1.252

Abstract

Gagal ginjal gronik merupakan penurunan fungsi ginjal yang terjadi selama lebih dari 3 bulan yang bersifat persisten dan menetap. Pasien gagal ginjal kronik umumnya disertai dengan penyakit penyerta lain sehingga meningkatkan kompleksitas pengobatan dan meningkatnya jumlah penggunaan obat yang juga akan meningkatkan potensi Drug Related Problems (DRP’s). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik, pola pengobatan dan mengidentifikasi DRP’s pada pasien gagal ginjal kronik di Rumah Sakit Samarinda Medika Citra (SMC). DRP’s yang diidentifikasi adalah interaksi obat potensial. Pengumpulan data dilakukan secara retrospektif dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Populasi penelitian adalah pasien gagal ginjal kronik yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Samarinda Medika Citra (SMC) periode Januari 2017- Agustus 2017 dan diperoleh 21 orang responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien gagal ginjal kronik didominasi oleh perempuan 61,91%, pada kelompok usia 46 – 55 tahun (lansia awal) 57,14 %. Penyakit penyerta terbanyak adalah Diabetes Melitus 30,76%. Jumlah penggunaan obat responden umumnya menggunakan 6 – 10 obat sebanyak 10 pasien (47,62 %) dengan penggunaan terbanyak obat sistem kardiovaskular 31,66%. DRP’s yang ditemukan yaitu interaksi obat, berdasarkan dengan presentase tingkat keparahan yaitu mayor 1,72%, moderate 53,45 dan minor 44,82%.
Standarisasi Ekstrak Daun Nona Makan Sirih (Clerodendrum x speciosum Dombrain) Nila Ayuanji Halilah; Lizma Febrina; Adam M. Ramadhan
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 6 (2017): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.755 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v6i1.254

Abstract

Berdasarkan penelitian Novalia (2014) daun nona makan sirih berpotensi sebagai antikalkuli. Penelitian ini bertujuan untuk standarisasi ekstrak daun nona makan sirih agar dihasilkan bahan baku obat yang aman, bermutu dan berkhasiat. Dari hasil maserasi daun nona makan sirih dengan etanol 96% diperoleh rendemen ekstrak sebesar 14%. Uji kualitatif dengan pereaksi tetes ekstrak daun nona makan sirih menunjukkan adanya flavonoid, fenolik, steroid dan tanin. Penetapan kadar sari larut air sebesar 12,66%, kadar sari larut etanol 70% sebesar 2,68%, kadar sari larut etanol 96% sebesar 6%. Standarisasi ekstrak etanol 96% daun nona makan sirih meliputi parameter spesifik dan non spesifik. Penetapan susut pengeringan dan bobot jenis dilakukan secara gravimetri, dan uji cemaran mikroba dengan metode ALT. Hasil penelitian menunjukkan bobot jenis ekstrak sebesar 1,016, susut pengeringan sebesar 23,332%, cemaran bakteri 2,6 × 104 koloni/gram, cemaran kapang 3,8 × 103 koloni/gram.
Karakteristik dan Pola Penggunaan Obat Anti Diabetik Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di RSUD Abdul Wahab Sjarahranie Nurhayati Binti Sappo; Dewi Rahmawati; Adam M. Ramadhan
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 6 (2017): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (831.97 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v6i1.255

Abstract

Diabetes melitus adalah salah satu penyakit degeneratif yang menjadi ancaman kesehatan penduduk dunia pada saat ini. Jumlah penderita diabetes terus meningkat seiring dengan berubahnya pola makan dan gaya hidup. Obat-obat yang digunakan dalam terapi diabetes merupakan salah satu obat yang perlu dievaluasi karena obat-obat anti diabetes (OAD) merupakan obat yang digunakan untuk jangka panjang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui katakteristik dan pola pengobatan diabetes melitus tipe 2 di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. metode penelitian ini adalah deskriptif prospektif, Sampel yang diambil berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Pengumpulan dari hasil wawancara pasien dan rekam medik. Dari hasil penelitian pada 40 subjek didapatkan distribusi penderita diabetes tipe 2 terbanyak pada usia 46-60 tahun yaitu 15% dan lebih banyak perempuan yakni 57%. kadar gula darah 2 jam setelah makan yang terbanyak yaitu ? 200 mg/dL sebanyak 90%. Diagnosa pasien dengan Komplikasi yaitu 70%, tingkat pendidikan pasien terbanyak SMP yakni 27%, tingkat pekerjaan terbanyak swasta yakni 38 %. Penggunaan obat anti diabetes yang banyak digunakan yakni obat kombinasi antara golongan sulfonuiurea dan biguanid yakni metformin dan glimepirid sebanyak 28%. Sedangkan penggunaan kombinasi insulin rapid acting (aspart) dan long acting basal (detemir) sebanyak 13% dan penggunaan kombinasi tiga yakni glimepirid, metformin dan akarbose sebesar 13%.
Uji Aktivitas Antibakteri Kombinasi Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa oleifera Lam) dan Daun Salam (Syzygium polyanthum Walp) Maylasari Dewi Maharani; Sabaniah Indjar Gama; Muhammad Amir Masruhim
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 6 (2017): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.399 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v6i1.256

Abstract

Escherichia coli dan Staphylococcus aureus merupakan bakteri patogen yang dapat menyebabkan gangguan pencernaan dan infeksi kulit. Terdapat beberapa tanaman yang berpotensi aktif sebagai antibakteri seperti tanaman kelor dan tanaman salam dengan kandungan kimia golongan flavonoid, alkaloid, dan fenol yang berperan dalam menghambat aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri kombinasi ekstrak daun kelor dan daun salam terhadap bakteri E. coli dan S.aureus. Metode yang digunakan yaitu metode disc diffusion. Konsentrasi terbaik yang dihasilkan ekstrak daun kelor yaitu pada konsentrasi 4% dengan zona bening sebesar 7,209 mm untuk E.coli dan 7,718 mm untuk S.aureus, sedangkan pada daun salam pada konsentrasi 2% sebesar 7,278 mm untuk E.coli dan 7,773 mm untuk S.aureus. Pada penelitian ini dilakukan pengujian kombinasi ekstrak dengan perbandingan 1:1, 1:2 ,2:1 , dan 2:2 terhadap bakteri E.coli dan S.aureus. Hasil penelitian menunjukkan, nilai KBM masing-masing perbandingan tersebut adalah 9,080 mm; 9,704 mm; 9,573 mm; 10,111 mm untuk bakteri E.coli, sedangkan bakteri S.aureus 7,805 mm; 9,092 mm; 9,077 mm; 9,780 mm. Kesimpulan dari pengujian ini bahwa kombinasi ekstrak memiliki efek antibakteri terhadap Eschericia coli dan Staphylocccus aureus.
Observasi Klinik Perubahan Kadar Malondialdehid pada Perokok dan Non-Perokok dengan Pemberian Minuman Antioksidan Jus Buah Naga Merah (H.Polyrhizus) Pasuria Panjaitan; Nurul Annisa; Laode Rijai
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 6 (2017): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.989 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v6i1.257

Abstract

Malondialdehid (MDA) adalah salah satu biomarker terjadinya stres oksidatif akibat adanya radikal bebas yang ada di dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jus buah naga merah (Hylocereus polyrhizus (F.A.C Weber) Britton & Rose) terhadap kadar MDA urin pada responden perokok dan non-perokok. Pemberian jus buah naga merah dilakukan selama 7 hari dengan dosis 200 gram/orang. Diukur kadar MDA responden perokok dan non-perokok pada hari ke-0, ke-3, ke-5 dan ke-7 dan dianalisis menggunakan metode TBARS (Thiobarbituric Acid Reactive Substance) yang diukur dengan spektrofotometer UV-Vis pada ?= 531 nm. Hasil yang diperoleh untuk rata-rata penurunan kadar MDA urin pada 5 responden perokok secara berturut-turut adalah 1,140;0,527;0,421;0,038;0,052 mg/dl (rata-rata= 0,435 mg/dl). Sedangkan 3 responden non-perokok, terjadi penurunan kadar MDA urin yaitu 1,033;0,505;0,842 mg/dl (rata-rata=0,793 mg/dl) dan terjadi kenaikan MDA urin pada 2 responden non-perokok yaitu 0,123;0,271 mg/dl (rata-rata=0,197 mg/dl). Dari data observasi klinik tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa jus buah naga merah (Hylocereus polyrhizus (F.A.C Weber) Britton & Rose) memiliki aktifitas sebagai antioksidan.
Analisis Regimen Kemoterapi Kanker Payudara di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Sjahranie Samarinda Retno Putri Arianto; Risna Agustina; Jaka Fadraersada
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 6 (2017): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.427 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v6i1.258

Abstract

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013, kejadian kanker tertinggi pada perempuan di Indonesia yaitu kanker payudara. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik berupa usia pertama kali didiagnosis kanker payudara, faktor risiko berupa faktor keturunan kanker payudara, penggunaan kontrasepsi oral, berat badan, usia melahirkan pertama kali, dan penggunaan regimen kanker payudara di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode observasional dengan penelusuran data secara prospektif dan menggunakan data rekam medik serta data hasil wawancara dengan pasien di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda, kemudian data dijabarkan secara deskriptif. Setelah diperoleh sampel dengan teknik total sampling, kemudian dilakukan analisis data dengan metode analisis semikuantitatif. Hasil penelitian yaitu karakteristik pasien berupa usia pertama kali didiagnosis kanker payudara terbanyak adalah 46-55 tahun dengan persentase 43%, faktor risiko kanker payudara pada pasien yang memiliki faktor keturunan kanker sebesar 50%, sebesar 80% pasien kemoterapi kanker payudara pernah menggunakan kontrasepsi oral, sebesar 67% pasien kemoterapi kanker payudara dengan berat badan berlebih, sebesar 90% usia pasien kemoterapi kanker payudara melahirkan pertama kali yaitu kurang dari 30 tahun dan regimen kemoterapi kanker payudara terbanyak yaitu kombinasi Docetaxel dan Gemcitabine dengan persentase 50%.
Isolasi dan Uji Aktivitas Jamur Endofit Daun Kokang (Lepishantes amoena (HAASK) LEENH) Sebagai Antibakteri Putri Rahmatilah; Jaka Fadraersada; Adam M. Ramadhan
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 6 (2017): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.959 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v6i1.260

Abstract

Tanaman Kokang (Lepishantes amoena (Haask) Leenh) merupakan tanaman khas Kalimantan Timur yang mulai langka keberadaannya, apabila tanaman kokang dieksploitasi besar-besaran untuk dijadikan sebagai simplisia untuk diekstraksi maka akan menyebabkan kepunahan, sehingga diperlukan isolasi jamur endofit dari daun kokang untuk mencegah kepunahan tersebut. Jamur endofit dapat memproduksi metabolit sekunder yang serupa dengan tanaman inangnya dan umumnya memiliki aktivitas biologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengetahui kerakteristik jamur endofit dari daun kokang, mengetahui golongan metabolit sekunder jamur endofit dan mengetahui aktivitas antibakteri terhadap pertumbuhan Propionibacterium acne dan Eschericia coli. Metode untuk identifikasi golongan metabolit sekunder dilakukan dengan analisis KLT (Kromatografi Lapis Tipis) dan pengujian aktivitas antimikroba dilakukan dengan menggunakan metode KLT-Bioautografi. Hasil penelitian ini yaitu diperoleh 3 isolat jamur endofit yang memproduksi metabolit sekunder flavonoid dan steroid yang berfungsi sebagai antibakteri
Analisis Prescribing Error di Beberapa Apotek Wilayah Samarinda Ulu Rita Anani; Lizma Febrina; Jaka Fadraersada
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 6 (2017): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.648 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v6i1.261

Abstract

Medication error (kesalahan pengobatan) merupakan kejadian yang tidak hanya merugikan pasien, tetapi juga dapat membahayakan keselamatan pasien yang dilakukan oleh petugas kesehatan, khususnya dalam hal pengobatan pasien. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui adanya kejadian prescribing error, mengetahui profil prescribing error, dan mengetahui persentase kejadian prescribing error dibeberapa Apotek wilayah Samarinda Ulu. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif semikuantitatif dengan pengambilan data secara retrospektif yang didasarkan pada data resep obat pasien di beberapa Apotek wilayah Samarinda Ulu periode bulan Januari-Juni 2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa medication error berupa prescribing error pada kajian administratif yaitu tidak ada nama pasien sebesar 0,39%, tidak ada usia pasien sebesar 16,77%, tidak ada jenis kelamin pasien sebesar 56,46%, tidak ada berat badan pasien sebesar 94,42%, tidak ada nama dokter sebesar 10,99%, tidak ada SIP dokter sebesar 15,23%, tidak ada alamat dokter sebesar 22,74%, tidak ada alamat pasien sebesar 52,03%, tidak ada nomor telepon dokter sebesar 52,61%, tidak ada paraf dokter sebesar 90,75% dan tidak ada tanggal penulisan resep sebesar 0,58%. Pada bagian farmasetik meliputi tidak ada bentuk sediaan sebesar 61,47%, tidak ada kekuatan sediaan sebesar 72,26%. Pada bagian klinis meliputi tidak ada aturan pakai sebesar 4,82%, tidak tepat dosis sediaan sebesar 12,71%, ada duplikasi obat sebesar 3,08% dan ada interaksi obat sebesar 17,73% (interaksi minor 5,39%; interaksi moderat 9,45% dan interaksi mayor 2,89%). Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa medication error berupa prescribing error di beberapa Apotek wilayah Samarinda Ulu periode bulan Januari-Juni 2017 masih terjadi

Filter by Year

2015 2023