cover
Contact Name
Rolan Rusli
Contact Email
rolan@farmasi.unmul.ac.id
Phone
+6285222221907
Journal Mail Official
admin@farmasi.unmul.ac.id
Editorial Address
Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus Unmul Gunung Kelua, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia, 75119
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : -     EISSN : 26144778     DOI : https://doi.org/10.25026/mpc
Core Subject : Health, Science,
LINGKUP DAN TUJUAN Lingkup naskah mencakup bidang ilmu: Kimia Farmasi Biologi Farmasi Farmakologi Teknologi Farmasi dan Farmasetika Farmasi Klinik dan Komunitas Kedokteran dan Bidang ilmu lain yang terkait Tujuan penerbitan adalah memberikan informasi ilmiah tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bidang Farmasi dan yang terkait
Articles 612 Documents
Deteksi Dispensing Error Pada Peresepan Sediaan Kapsul Racikan di Apotek Wilayah Kecamatan Samarinda Ulu Muhamad Etsya Putra; Mirhansyah Ardana; Jaka Fadraersada
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 6 (2017): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.014 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v6i1.276

Abstract

Dispensing error adalah kegagalan dalam proses pengobatan berupa pembagian obat yang mengarah atau berpotensi membahayakan pasien dan menyebabkan kerugian pasien. Angka kejadian kesalahan dalam permintaan obat resep cukup tinggi, yaitu antara 0,03 hingga 16,9%. Dari beberapa kejadian medication error sebesar 3,66% adalah dispensing error. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kejadian medication error berupa dispensing error dalam bentuk keseragaman bobot pada sediaan kapsul racikan di 10 Apotek di Kecamatan Samarinda Ulu. Penelitian ini merupakan penelitian observatif dengan pengambilan data dari resep obat pasien pada beberapa Apotek di Kecamatan Samarinda Ulu periode Juli-September 2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase keseragaman bobot pada sediaan kapsul racikan persentase keseragaman bobot yaitu 30% memenuhi syarat dan 70% tidak memenuhi syarat.
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Metanol Akar Tumbuhan Merung (Coptosapelta flavescens Korth.) Terhadap Bakteri Streptococcus mutans Nurul Musdalifah Aprilia; Wahyu Widayat; Adam M Ramadhan
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 6 (2017): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.933 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v6i1.277

Abstract

Streptococcus mutans merupakan salah satu bakteri gram positif penyebab utama infeksi pada mulut yaitu karies gigi. Akibat tingginya prevalensi karies pada anak sehingga diperlukan alternatif dan pencarian kandidat senyawa antibakteri baru. Tumbuhan merung (Coptosapelta flavescens Korth.) merupakan salah satu tumbuhan yang memiliki potensi sebagai antibakteri yang terdapat di Kabupaten Kutai Kartanegara Kalimantan Timur. Secara empiris akar tumbuhan merung dimanfaatkan oleh masyarakat Kutai untuk mengobati beberapa penyakit infeksi seperti diare, bisul, dan keputihan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak metanol akar tumbuhan merung terhadap bakteri Streptococcus mutans. Akar tumbuhan merung diekstraksi dengan metode maserasi dengan pelarut metanol. Pengujian antibakteri ekstrak metanol akar tumbuhan merung dilakukan menggunakan metode difusi kertas cakram Kirby-Bauer dengan konsentrasi uji (0.01, 0.02, 0.1, 0.2, 2, 10) mg/disc. Hasil pengujian aktivitas antibakteri menunjukan bahwa ekstrak metanol akar tumbuhan merung memiliki aktivitas antibakteri pada konsentrasi 0.02-10 mg/disc yang ditunjukkan dengan terbentuknya zona bening disekitar kertas cakram. Aktivitas antibakteri ekstrak metanol akar tumbuhan merung dimulai pada konsentrasi 0.02 mg/disc (7.61 mm) dan dengan zona bening terbesar ditunjukkan pada konsentrasi 10 mg/disc (20.60 mm). Hasil identifikasi golongan metabolit sekunder menunjukkan bahwa ekstrak metanol akar tumbuhan merung terdapat golongan metabolit sekunder flavonoid, fenol, tanin, dan antrakuinon. Senyawa turunan fenolik tersebut telah banyak dilaporkan memiliki aktivitas sebagai antibakteri
Uji Aktivitas Tabir Surya Kombinasi Fraksi Etil Asetat Annona muricata Linn Folium, Artocarpus champeden Spreng Folium dan Plectranthus scutellaroides Folium Secara In Vitro Rachma Nadya Utami; Agung Rahmadani; Mirhansyah Ardana
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 6 (2017): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.784 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v6i1.278

Abstract

Daun sirsak (Annona muricata Linn folium), daun cempedak (Artocarpus Champeden Spreng folium) dan daun miana (Plectranthus scutellaroides L folium) merupakan tanaman yang telah terbukti memiliki aktivitas tabir surya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas tabir surya kombinasi fraksi etil asetat daun sirsak, daun cempedak dan daun miana secara in vitro serta nilai SPF. Aktivitas tabir surya dan nilai SPF diuji menggunakan spektrofotometri. Aktivitas tabir surya pada 292,5-372,5 nm dan nilai SPF pada 290-320 nm. Hasil penelitian menunjukan perbedaan aktivitas tabir surya pada tanaman tunggal dan tanaman kombinasi yaitu pada tanaman kombinasi memiliki aktivitas tabir surya dan nilai SPF yang lebih tinggi dari pada tunggalnya. Pada tanaman kombinasi daun sirsak, daun cempedak dan daun miana mampu mencapai kategori aktivitas tabir surya tertinggi yaitu sebagai sunblock dan nilai SPF sebagai proteksi ultra.
Formulasi Sediaan Lotion Tabir Surya Ekstrak Daun Cempedak (Artocarpus champeden Spreng) Restu Harisma Damayanti; Lisna Meylina; Rolan Rusli
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 6 (2017): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.331 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v6i1.279

Abstract

Tabir surya merupakan sediaan kosmetika yang dapat membantu melindungi kulit dari pengaruh buruk sinar matahari. Daun cempedak memiliki aktivitas sebagai tabir surya dan dapat diaplikasikan dalam bentuk lotion. Ekstrak daun cempedak yang diekstraksi dengan n-heksana dan dilanjutkan dengan metanol, diformulasi dalam 3 formula lotion yaitu F1, F2, dan F3. Lotion hasil formulasi dievaluasi berupa pengujian meliputi organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, viskositas, dan pengujian aktivitas tabir surya. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa lotion yang diperoleh keduanya memiliki konsistensi setengah padat yang homogen, berbau khas oleum rosae, serta berwarna putih (F1), cokelat (F2), cokelat tua (F3). Daya sebar dan pH lotion berada pada rentang yang sesuai dengan standar sedian lotion. Lotion F2 dan F3 yang mengadung ekstrak daun cempedak memiliki aktivitas tabir surya kategori suntan standar pada penilaian %Te dan %Tp dan kategori proteksi maksimal pada penilaian SPF. Pada formula lotion F1 atau basis sediaan, nilai yang diperoleh pada %Te dan %Tp serta SPF tidak berada pada rentang penilaian aktivitas sebagai tabir surya atau formula F1 tidak menunjukkan adanya aktivitas sebagai tabir surya.
Studi Pola Penggunaan Antibiotik dan Analgesik Pada Pasien Infeksi Saluran Kemih (ISK) (Studi Dilaksanakan di Instalasi Rawat Inap RSUD Abdul Wahab Sjahranie) Sintya Yustira Verananda; Sabaniah Indjar Gama; Jaka Fadraersada
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 6 (2017): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.546 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v6i1.280

Abstract

Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan penyakit kedua yang paling banyak dialami oleh pasien rawat inap di Rumah Sakit dan memerlukan antibiotik sebagai pengobatan utama. Sebesar 20-65% penggunaan antibiotik di rumah sakit dianggap tidak tepat sehingga dapat menimbulkan resistensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pengobatan, karakteristik penderita ISK dan interaksi antara antibiotik dengan analgesik. Penelitian ini dilakukan secara retrospektif dan dijabarkan secara deskriptif dengan mengambil data rekam medis pasien ISK. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik pasien yang terserang ISK terbesar merupakan perempuan 81%, usia remaja dan lansia 21%, pekerjaan ibu rumah tangga (IRT) 32%, dan tanpa penggunaan kateter 86%. Golongan antibiotik dan analgesik yang paling banyak digunakan adalah golongan sefalosporin 67% yaitu seftriakson 30% dan analgesik non opioid 96% yaitu parasetamol 71%. Dan tidak ada interaksi antara antibiotik dan analgesik yang digunakan.
Uji Aktivitas Sub Fraksi Daun Bungur (Lagerstroemia speciosa (L) pers) Sebagai Antibakteri dan Antioksidan Muhammad Ansar; Agung Rahmadani; Jaka Fadraersada
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 6 (2017): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.899 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v6i1.281

Abstract

Daun bungur (Lagerstroemia speciosa (L) pers) merupakan tanaman yang telah digunakan secara empiris sebagai obat. Berdasarkan pendekatan kemotaksonomi diketahui bahwa Ekstrak metanol dari Lythrum salicaria L. dengan famili yang sama dengan Bungur yaitu Lythraceae, mengandung senyawa golongan flavonoid seperti isoviteksin dan isoorientin, yang memiliki aktivitas sebagai antioksidan dan antibakteri, sehingga dapat diduga dalam daun Bungur juga mengandung senyawa golongan metabolit sekunder yang sama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dan antioksidan dari daun bungur. Simplisia daun bungur terlebih dahulu diekstraksi dengan cara maserasi. Kemudian difraksinasi dengan metode padat-cair dengan kromatografi cair vakum dan kolom konvensional. Metode antibakteri yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode KLT Bioautografi dan untuk metode antioksidan menggunakan metode DPPH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sub fraksi G dan J mempunyai aktivitas sebagai antibakteri dan Sub fraksi H, I dan J mempunyai aktivitas antioksidan.
Karakteristik dan Penggunaan Antibiotik Pasien Sepsis di Rumah Sakit Abdul Wahab Sjahranie Periode 2017 Diana Anugrah Lestari; Viriyinata Wijaya; Hadi Kuncoro
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 7 (2018): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.981 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v7i1.283

Abstract

Sepsis merupakan kondisi medis yang ditandai dengan adanya peradangan di seluruh tubuh sebagai respon terhadap infeksi yang disebabkan oleh keadaan SIRS (Systemic Inflammatory Response Syndrome). Untuk menunjang terapi keberhasilan pengobatan penyakit sepsis digunakan terapi antibiotik. Dalam pemilihan antibiotik perlu diperhatikan beberapa hal guna menghindari resistensi dan resiko mortalitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan penggunaan antibiotik pada pasien sepsis di Rumah Sakit Abdul Wahab Sjahranie. Metode penelitian yang digunakan adalah studi non eksperimental dengan rancangan deskriptif. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif dengan subjek dari data rekam medik pasien sepsis di Rumah Sakit Abdul Wahab Sjahranie. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penderita sepsis tertinggi berdasarkan jenis kelamin adalah perempuan (55%), berdasarkan usia adalah kelompok usia 45-64 tahun (73,33%), berdasarkan pekerjaan adalah ibu rumah tangga (36,66%) dan berdasarkan ruang rawat inap adalah ruang rawat kelas III (60%). Sebanyak 40% subjek penelitian menggunakan antibiotik tunggal dan 60% menggunakan antibiotik kombinasi.
Evaluasi Penggunaan Antibiotik pada Pasien Gonore Di RSUD AWS Samarinda Berdasarkan ATC/DDD dan DU90% Fatmawati Eka Putri; Febrina Mahmudah; Hadi Kuncoro
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 7 (2018): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.396 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v7i1.284

Abstract

Gonore merupakan penyakit menular seksual yang disebakan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae yang dapat diobati dengan antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan kuantitas penggunaan antibiotik pada penyakit gonore. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan studi retrospektif yang diambil dari catatan medik untuk menilai kuantitas dan kualitas penggunaan antibiotik. Sampel diambil dengan cara total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 66 catatan medik didapatkan total penggunaan antibiotik 54,33 DDD/1000 KPRJ dan antibiotik yang masuk dalam DU 90% yaitu cefixime (28,8 DDD/1000 KPRJ), azitromisin (14,1 DDD/1000 KPRJ), amoxicillin (3,2 DDD/1000 KPRJ), doxycycline (3,2 DDD/1000 KPRJ), levofloxacine (2,12DDD/1000 KPRJ), ciprofloxacin (1,7 DDD/1000 KPRJ), dan gentamisin (0,7DDD/1000 KPRJ). Kesimpulan penelitian yang didapat menunjukkan bahwa secara kuantitas penggunaan antibiotik yang paling banyak adalah cefixime sebesar 28,8DDD/1000 KPRJ.
Analisis Minimalisasi Biaya (Cost-Minimization Analysis) Pasien Gastritis Rawat Inap di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda Muhammad Akbar; Mirhansyah Ardana; Hadi Kuncoro
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 7 (2018): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.146 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v7i1.285

Abstract

Biaya pelayanan kesehatan, khususnya biaya obat, telah meningkat beberapa tahun terakhir, salah satunya adalah obat gastritis. Tingkat kejadian penyakit gastritis di Indonesia adalah 40, 8%, dan angka kejadian gastritis di beberapa daerah di Indonesia cukup tinggi dengan prevalensi 274.396 kasus dari 238.452.952 jiwa penduduk. Banyak masyarakat membutuhkan obat-obat yang lebih ekonomis dan efisien, sehingga dibuat suatu analisis yaitu analisis farmakoekonomi yang menggambarkan dan menganalisa biaya obat untuk sistem perawatan kesehatan. Salah satunya adalah CMA (Cost-Minimization Analysis) dimana metode ini digunakan untuk mengetahui atau membandingkan dua atau lebih terapi yang memiliki biaya paling minimal dan memiliki nilai ekonomis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif. Sampel pada penelitian ini terdapat 15 kasus pada periode 2017. Obat gastritis yang paling sering digunakan di RSUD Abdul Wahab Sjahranie yaitu ranitidine dan pantoprazol dimana 5 kasus yang menggunakan terapi ranitidine dan 10 kasus yang menggunakan terapi pantoprazole. Hasil penelitian menunjukkan obat Ranitidin memiliki biaya paling minimal yaitu sebesar Rp.5.200.079,- dibandingkan dengan Pantoprazol sebesar Rp.14.256.345,-.
Analisis Kebutuhan Informasi Obat Pada Pasien Geriatri Dengan Diabetes Mellitus Di Kota Samarinda Dewi Rahmawati
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 7 (2018): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.873 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v7i1.286

Abstract

Pada pasien diabetes mellitus sering terjadi polifarmasi hal ini dapat meningkatkan risiko terjadinya efek samping obat, kerentanan deprsi, gangguan kongnitif, risiko hipoglikemia dan risiko terjatuh pada kelompok geriatri. Pada kelompok geriatri penggunan obat harus dipertimbangkan beberapa masalah yang sering timbul diantaranya adalah kemampuan untuk mengurus diri, sering lupa instruksi pengobatan, mengalami tremor dan gangguan visual. Hal ini yang dapat menyulitkan pasien untuk menggunakan obat secara tepat sesuai dengan instruksi tenaga. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian deskritif non experimental dengan pengambilan data pasien geriatri diabetes mellitus secara prospektif di Apotek Instalasi Rawat Jalan RSUD Abdul Wahab Sjahranie, dan Apotek Instalasi Rawat Jalan RS Islam Samarinda. Penelitian ini dibagi dua tahap yaitu tahap kualitatif dan kuantitati. Pada tahap kualitatif dengan melakukan wawancara in depth interview dan tahap kuantitatif dengan menyebarkan kuisioner. Hasil penelitian pada tahap kualitatif menunjukan beberapa kebutuhan pelayanan informasi obat yang dibutuhkan oleh pasien geriatri diabetes diantaranya yaitu: (1) penulisan etiket yang ditulis dengan jelas dan besar; (2) menuliskan kegunaan obat;(3) menyampaikan dengan jelas cara penggunaan obat; (4) membuatkan catatan kecil kapan mengunakan obat dan cara penggunaanya; (5) menyampaikan efek samping obat-obat. Pada Tahap kuantitatif diperoleh data persentase penulisan etiket 68, 98%; kegunan obat 57,89%; cara penggunaan obat 55,79%; catatan kecil 45,67%; efek samping obat 37, 65%. %. Kebutuhan pelayanan informasi obat pada pasien diabetes mellitus bahwa penulisan etiket yang jelas dan besar merupakan kebutuhan terpenting

Filter by Year

2015 2023