cover
Contact Name
Rolan Rusli
Contact Email
rolan@farmasi.unmul.ac.id
Phone
+6285222221907
Journal Mail Official
admin@farmasi.unmul.ac.id
Editorial Address
Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus Unmul Gunung Kelua, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia, 75119
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : -     EISSN : 26144778     DOI : https://doi.org/10.25026/mpc
Core Subject : Health, Science,
LINGKUP DAN TUJUAN Lingkup naskah mencakup bidang ilmu: Kimia Farmasi Biologi Farmasi Farmakologi Teknologi Farmasi dan Farmasetika Farmasi Klinik dan Komunitas Kedokteran dan Bidang ilmu lain yang terkait Tujuan penerbitan adalah memberikan informasi ilmiah tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bidang Farmasi dan yang terkait
Articles 612 Documents
Uji In Vivo Aktivitas Ekstrak Etanol Batang Brotowali (Tinospora crispa) Sebagai Penurun Kadar Glukosa Darah Ruli Kuswati; Nurmita Nurmita; Laode Rijai
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 6 (2017): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.921 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v6i1.262

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas ekstrak etanol batang brotowali (Tinospora crispa) sebagai penurun kadar glukosa darah. Pada penelitian ini dilakukan ekstraksi menggunakan metode refluks untuk menentukan presentase rendemen dari ekstrak batang brotowali. Pengujian dilakukan dengan membagi 5 kelompok hewan coba (tikus) masing-masing terdiri dari 3 replikasi. Kelompok 1 yaitu kelompok kontrol negatif, kelompok 2 yaitu kelompok kontrol positif, kelompok 3,4 dan 5 yaitu kelompok uji dengan dosis masing-masing 40,25; 80,5 dan 161 mg/kgBB. Hasil dari penelitian ini diperoleh presentase rendemen sebesar 3,52% dari berat ekstrak 8,8 gram. Terdapataktivitas antidiabetes ekstrak batang brotowali pada dosis 40,25; 80,5 dan 161 mg/dl dengan dosis terbaik yaitu dosis 161 mg/kgBB dan berpotensi sebagai antidiabetes dibandingkan dengan metformin.
Potensi Kulit Bawang Merah (Allium cepa L) Sebagai Antoksidan dan Tabir Surya Tina Dwi Rahayu; Mirhansyah Ardana; Laode Rijai
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 6 (2017): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.305 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v6i1.263

Abstract

Kulit bawang merah mengandung berbagai senyawa kimia yang dapat dimanfaatkan salah satunya flavanoid. Flavonoid merupakan senyawa bioaktif yang menghasilkan aktivitas antioksidan serta memiliki sifat fotoprotektif sehingga mampu menyerap sinar ultraviolet. Pada penelitian ini dilakukan pengujian aktivitas antioksidan dengan metode ABTS (2,2’-Azinobis-[3-etilbenzotiazoline-6sulfonic acid]) dan tabir surya dengan metode spektrofotometer Uv-vis pada ? 292,5-372,5 nm. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa kulit bawang merah sangat berpotensi sebagai antioksidan dan tabir surya .
Standarisasi Ekstrak Umbi Bawang Tiwai (Eleutherine americana (Aubl.) Merr.) Asal Kalimantan Timur Aditya Fridayanti; Yurika Sastyarina; Herman Herman; Agung Rahmadani; Ganjar Firmansyah; Tri Woro Widyanti; Yuspian Nur; Hadi Kuncoro; Enggar Wijayanti
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 6 (2017): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.04 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v6i1.264

Abstract

Telah dilakukan standarisasi pada ekstrak etanol umbi bawang tiwai (Eleutherine americana (Aubl.). Merr). Hasil pengujian parameter spesifik menunjukkan organoleptik ekstrak kental, berwarna merah, tidak berbau dan memiliki rasa sedikit pahit, dengan kandungan senyawa larut air 25,36 ± 1,61 (%) dan senyawa larut etanol 11,52±1,87 (%) serta hasil kandungan senyawa marker ekstrak 0,002/g. Hasil pengujian parameter non spesifik ekstrak etanol 96% umbi bawang tiwai menunjukkan kadar abu total 0,90±0,35 (%), kadar abu tidak larut asam 0,78±0,25 (%), bobot jenis 0,9437±0,0012, kadar air 5,28±0,14%, sisa pelarut 1,019345±0,0001626% dan kadar fenol total 163,43 ppm. Pada ekstrak terdapat cemaran bakteri 3,5 x 104 koloni/gram dan cemaran kapang khamir sejumlah 3,0 x 103 koloni/gram. Pengujian cemaran logam berat diperoleh kadar timbal 0,0105 mg/mL, kadmium 0,0318 mg/L dan arsen 0,0412 mg/L. Pengujian residu pestisida negatif pada golongan klorin, organo fosfat dan karbamat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak memenuhi persyaratan umum obat yang dibuat oleh bahan alam
Formulasi Sediaan Lotion Ekstrak Buah Libo (Ficus variegata Blume) sebagai Tabir Surya Syamsidar Syamsidar; Nur Mita; Rolan Rusli
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 6 (2017): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.69 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v6i1.266

Abstract

Libo (Ficus variegata Blume) merupakan tumbuhan yang memiliki khasiat sebagai tabir surya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengoptimasi basis dan menghasilkan formula lotion ekstrak buah libo yang stabil secara fisik dan memiliki aktivitas tabir surya. Optimasi basis dilakukan dengan memvariasikan konsentrasi trietanolamin sebagai emulgator. Lotion ekstrak buah libo diformulasi dengan menambahkan ekstrak buah libo masing-masing 0,5% dan 1% kemudian dilakukan evaluasi fisik meliputi pengukuran pH, viskositas, dan daya sebar sebanyak 2 minggu pada suhu kamar, serta uji stabilitas fisik dengan metode Freeze-Thaw sebanyak 2 siklus. Aktivitas tabir surya diuji secara in vitro dengan menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa basis yang paling optimal adalah B4 yaitu dengan konsentrasi trietanolamin 0,4%. Formula sediaan yang paling stabil secara fisik dan memiliki aktivitas tabir surya yang baik adalah F2, dengan kosentrasi 1% ekstrak buah libo, dengan suntan standar dan sunblock.
Pengaruh pH terhadap Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Beluntas (Pluchea indica L) Terhadap Bakteri Penyebab Jerawat Ida Yuliani; Mirhansyah Ardana; Dewi Rahmawati
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 6 (2017): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.349 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v6i1.269

Abstract

Daun beluntas (Pluchea indica L) memiliki kandungan kimia antara lain alkaloid, flavonoid, polifenol, tanin, monoterpen, sterol dan kuinon. Kandungan di dalam daun beluntas (Pluchea indica L) membuat daun ini memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri gram positif. Senyawa-senyawa tersebut tidak stabil terhadap perubahan oksidasi, cahaya, dan perubahan kimia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pH terhadap aktivitas antibakteri. Uji terhadap aktivitas antibakteri dengan metode difusi agar menggunakan buffer sitrat dan fosfat pH 5,5 dan 6,5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan pH berpengaruh pada aktivitas antibakteri, aktivitas antibakteri yang paling baik pada pH 5,5 dengan diameter zona bening pada bakteri Staphylococcus aureus sebesar 14,612 mm dan bakteri Staphylococcus epidermidis sebesar 14,492 mm. Sedangkan untuk bakteri Propionibacterium acne sebesar 9,849 mm pada pH 6,5.
Potensi Ekstrak Daun Gedi (Abelmoschus manihot Linnaeus) Sebagai Tabir Surya Indah Kasih Gultom; Hanggara Arifian; Laode Rijai
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 6 (2017): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.284 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v6i1.270

Abstract

Tumbuhan Gedi (Abelmoschus manihot Linnaeus) merupakan tanaman tropis famili Malvacea dimana secara tradisional daun gedi merah dapat menyembuhkan beberapa penyakit. Tujuan dari penelitian ini untuk menguji potensi tabir surya pada ekstrak daun gedi, fraksi n-heksan, dan fraksi etil asetat dengan menggunakan metode perhitungan %Te dan %Tp. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui profil tabir surya ekstrak daun gedi dalam berbagai variasi konsentrasi yang dikategorikan tabir surya. Aktivitas tabir surya diuji secara in vitro menggunakan spektrofotometer UV-Vis dengan panjang gelombang 292,5-372,5. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa aktivitas tabir surya ekstrak daun gedi termasuk pada kategori proteksi ekstra yaitu berdasarkan %Te dan kategori sunblock berdasarkan %Tp, aktivitas tabir surya fraksi n-heksan daun gedi termasuk pada kategori proteksi ekstra berdasarkan %Te dan kategori sunblock berdasarkan %Tp, dan aktivitas tabir surya fraksi etil asetat daun gedi termasuk pada kategori proteksi ekstra berdasarkan %Te dan kategori sunblock berdasarkan %Tp.
Identifikasi Flavonoid Hasil Fermentasi Sari Kacang Hijau dan Ekstrak Kacang Hijau (Vigna radiata) Menggunakan Lactobacillus casei Indah Khoirul Nisa; M. Arifuddin; Adam M Ramadhan
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 6 (2017): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.416 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v6i1.271

Abstract

Daun beluntas (Pluchea indica L) memiliki kandungan kimia antara lain alkaloid, flavonoid, polifenol, tanin, monoterpen, sterol dan kuinon. Kandungan di dalam daun beluntas (Pluchea indica L) membuat daun ini memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri gram positif. Senyawa-senyawa tersebut tidak stabil terhadap perubahan oksidasi, cahaya, dan perubahan kimia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pH terhadap aktivitas antibakteri. Uji terhadap aktivitas antibakteri dengan metode difusi agar menggunakan buffer sitrat dan fosfat pH 5,5 dan 6,5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan pH berpengaruh pada aktivitas antibakteri, aktivitas antibakteri yang paling baik pada pH 5,5 dengan diameter zona bening pada bakteri Staphylococcus aureus sebesar 14,612 mm dan bakteri Staphylococcus epidermidis sebesar 14,492 mm. Sedangkan untuk bakteri Propionibacterium acne sebesar 9,849 mm pada pH 6,5.
Identifikasi Metabolit Sekunder Serta Uji Aktivitas Antioksidan dan Antibakteri Daun Nona Makan Sirih (Clerodendrum thomsoniae) Landy Hartina Banne; Nurul Annisa; Adam M. Ramadhan
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 6 (2017): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.044 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v6i1.272

Abstract

Tanaman nona makan sirih merupakan perdu yang tumbuh merambat dan memiliki kandungan metabolit sekunder yaitu alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan fenolik, dimana kandungan metabolit sekunder dapat memiliki aktivitas sebagai antioksidan dan antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dan aktivitas antibakteri daun nona makan sirih (Clerodendrum thomsoniae), serta mengidentifikasi metabolit sekunder yang memiliki aktivitas sebagai antioksidan dan antibakteri. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan melihat kemampuan ekstrak dalam menekan radikal bebas DPPH, sedangkan pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode disc diffusion dan KLT bioautografi. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas antioksidan ekstrak etanol, fraksi n-heksana, dan fraksi etil asetat dengan nilai IC50 berturut-turut adalah 76,53 ppm, 196,20 ppm, dan 63,83 ppm. Metabolit sekunder yang diduga memiliki aktivitas antioksidan pada fraksi etil asetat dengan menggunakan eluen kloroform : metanol (7:3) adalah flavonoid dan kumarin. Ekstrak etanol dan fraksi etil asetat memiliki aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus, dan metabolit sekunder yang diduga memiliki aktivitas antibakteri pada fraksi etil asetat dengan menggunakan eluen kloroform : metanol (9:1) adalah fenolik dan flavonoid.
Formulasi Gel Ekstrak Buah Libo (Ficus variegata Blume) M. Rizky Zakaria B.A.; Lizma Febrina; Rolan Rusli
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 6 (2017): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.588 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v6i1.274

Abstract

Tanaman libo banyak ditemukan pada daerah hutan kalimantan dan dapat tumbuh dengan cukup cepat. Buah dari tanaman libo sendiri diketahui memiliki aktivitas sebagai antioksidan, pembasmi larva Aedes aegypti, aktivitas antibakteri, dan dapat membantu proses penyembuhan luka. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini yakni untuk mengetahui proses formulasi dan aktivitas penyembuhan luka dari gel buah libo. Buah libo diekstraksi menggunakan metode maserasi dan diformulasikan dengan basis sediaan gel yakni Na-CMC dan HPMC dengan variasi konsentrasi ekstrak buah libo sebesar 1%, 2,5% dan 5% serta dilakukan evaluasi berupa uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, viskositas dan stabilitas. Hasil dari evaluasi formula tersebut dibandingkan dan dicari hasil yang paling baik. Didapatkan formula gel dengan hasil evaluasi yang stabil dan memenuhi syarat adalah gel dengan konsentrasi buah libo 5% dengan nilai pH 4,5; daya sebar 5,30 cm dan viskositas 5,01 Pa.s.
Formulasi Pasta Gigi dari Limbah Cangkang Telur Bebek Marwah Ulfah Syurgana; Lizma Febrina; Adam M Ramadhan
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 6 (2017): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.012 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v6i1.275

Abstract

Cangkang telur bebek merupakan salah satu limbah rumah tangga yang memiliki kandungan kalsium karbonat (CaCO3) yang dapat digunakan sebagai bahan abrasif dalam pasta gigi. Penelitian ini bertujuan mengetahui kadar kalsium yang terkandung di dalam cangkang telur bebek sebelum pembuatan sediaan dan dalam sediaan pasta gigi dari cangkang telur bebek, mengetahui formula sediaan pasta gigi dari cangkang telur bebek dan mengetahui stabilitas fisik pasta gigi berbahan cangkang telur bebek. Kadar kalsium yang terkandung dalam cangkang telur bebek dan dalam sediaan pasta gigi cangkang telur bebek ditentukan menggunakan metode titrasi kompleksometri. Optimasi basis dilakukan dengan membuat 3 formula yang masing-masing formula dilakukan variasi konsentrasi Na.CMC dan gliserin. Basis pasta gigi kemudian dilakukan evaluasi fisik. Basis yang terbaik selanjutnya akan dilakukan uji stabilitas fisik dan dilanjutkan dengan memformulasikan basis tersebut menjadi pasta gigi cangkang telur bebek. Pasta gigi cangkang telur bebek tersebut kemudian akan dilakukan uji stabilitas fisik untuk mengetahui kestabilan sediaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cangkang telur bebek mengandung kadar kalsium sebesar 7,53% sedangkan sediaan pasta gigi cangkang telur bebek mengandung kadar kalsium sebesar 2,14%. Konsentrasi Na-CMC yang menghasilkan basis pasta yang optimum terdapat pada konsentrasi 1% dengan konsentrasi gliserin sebesar 35% yang ditinjau dari hasil evaluasi fisik yaitu organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, dan pembentukan busa serta uji sentrifugasi. Basis dan sediaan pasta gigi cangkang telur bebek dinyatakan stabil dan sesuai dengan standar parameter stabilitas fisik pasta gigi yang telah ditetapkan.

Filter by Year

2015 2023