cover
Contact Name
Ahmad Rustam
Contact Email
almufi.ajpkm@gmail.com
Phone
+6285399507330
Journal Mail Official
almufi.ajpkm@gmail.com
Editorial Address
Jl. Bandara Halu Oleo, Ambaipua, Ranomeeto, Konawe Selatan
Location
Kab. bireuen,
Aceh
INDONESIA
Almufi Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
ISSN : 28076834     EISSN : 28076990     DOI : 10.63821
Almufi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) diterbitkan oleh Yayasan Almubarak Fil Ilmi dengan peer-reviewed journal. Dalam AJPKM memuat artikel ilmiah dari berbagai bidang / disiplin ilmu yang diadopsi dalam berbagai aktivitas pengabdian kepada masyarakat dan penelitian terapan lainnya. Artikel yang terpublikasi di AJPKM teridiri dari hasil-hasil penelitian ilmiah asli, artikel ulasan ilmiah yang bersifat baru, atau komentar atau kritik terhadap tulisan yang ada dimuat di AJPKM maupun dalam terbitan berkala ilmiah lainnya. AJPKM menerima Artikel atau naskah dalam bidang riset terapan dan hilirisasi hasil penelitian ilmiah baik pendekatan kuantitatif maupun kualitatif dengan format pengabdian kepada masyarakat yang mencakup bidang keilmuan yang relevan di antaranya: Pendidikan Sosial Sains Hukum Keolahragaan Bahasa Bisnis dan Ekonomi Teknik dan Kejuruan Kesenian Almufi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) terbit setiap bulan Juli dan Desember.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 148 Documents
Optimalisasi Pemanfaatan Jerami Padi Bernilai Ekonomi Untuk Meningkatkan Pendapatan Petani Padi Sawah di Desa Sindang Kasih Kecamatan Ranomeeto Kabupaten Konawe Selatan Nurmaya; Harianti; Hasriati; La Harudin; Haerudin Tao; M.Syahadat; Inal; Awal Maulid Sari; Natsir Sandiah; Hajar
Almufi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 1: Juni (2026)
Publisher : Yayasan Almubarak Fil Ilmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63821/ajpkm.v6i1.613

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam memanfaatkan jerami padi menjadi produk bernilai ekonomi guna meningkatkan pendapatan petani padi sawah di Desa Sindang Kasih, Kecamatan Ranomeeto Barat, Kabupaten Konawe Selatan. Permasalahan utama yang dihadapi petani adalah rendahnya pemanfaatan jerami padi karena sebagian besar jerami dibakar atau dibiarkan membusuk di lahan sehingga belum memberikan nilai tambah ekonomi. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi, penyuluhan, diskusi kelompok tani, serta identifikasi masalah melalui wawancara dan observasi lapangan. Materi yang diberikan mencakup manfaat jerami, teknik pengolahan jerami menjadi pakan ternak, pupuk organik, media tanam jamur serta gambaran tambahan pendapatan yang dapat diperoleh petani. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pengetahuan dan keterampilan petani dalam memanfaatkan jerami masih rendah, namun kegiatan penyuluhan mampu meningkatkan pemahaman petani mengenai potensi ekonomi jerami padi. Petani mulai memahami bahwa jerami dapat dimanfaatkan untuk mengurangi biaya produksi, meningkatkan kesuburan tanah, serta menjadi sumber pendapatan tambahan. Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong perubahan pola pikir petani terhadap jerami sebagai sumber daya ekonomi yang mendukung pertanian berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan petani.
Coaching Clinic Wajib Pajak Cerdas di Era Digital: Optimalisasi Coretax System Petrus Fraidylegif Putra Djatu; Manuel Aristo Surbakti; Amada Ramadhani
Almufi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 1: Juni (2026)
Publisher : Yayasan Almubarak Fil Ilmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63821/ajpkm.v6i1.620

Abstract

Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya literasi perpajakan digital wajib pajak orang pribadi dan pelaku UMKM di wilayah Surabaya Barat Kecamatan Tandes dalam mengadopsi Coretax System yang resmi diluncurkan pemerintah pada Januari 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, keterampilan teknis, dan kepatuhan sukarela wajib pajak melalui model coaching clinic yang partisipatif. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang dipadukan dengan pendekatan andragogi, mencakup need assessment, hands-on training, peer learning, dan individual coaching terhadap 40 peserta yang dilaksanakan di Universitas Teknologi Surabaya (UTS). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata skor pemahaman peserta dari 54,3 (pre-test) menjadi 81,7 (post-test) atau naik sebesar 50,5%, dengan 84,2% peserta melampaui ambang kelulusan yang ditetapkan (skor ≥70), melampaui target awal sebesar 75%. Selain capaian teknis, kegiatan ini mendorong perubahan sosial berupa munculnya local leader organik dalam bentuk “tax buddy”, terbentuknya komunitas belajar pajak digital, dan pergeseran orientasi kepatuhan dari compliance by fear menuju compliance by commitment. Hasil ini menegaskan bahwa pendekatan coaching clinic berbasis pengalaman langsung dan partisipasi aktif efektif digunakan dalam mendampingi wajib pajak menghadapi transisi sistem administrasi perpajakan digital.
Pelatihan Kepala Sekolah dan Guru dalam Implementasi MBS Untuk Meningkatkan Disiplin dan Karakter Peserta Didik (SDGs 4, Asta Cita 4) Maulizan Za; Rika Mah Pira; Safana Nabila Nabila; Yessi Maulizar; Nimas Ayu Sinaga; Indi Sara Popa
Almufi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 2: Desember (2025)
Publisher : Yayasan Almubarak Fil Ilmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63821/ajpkm.v5i2.625

Abstract

Peran kepala sekolah dan guru sangat menentukan keberhasilan penerapan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) sebagai upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang efektif, partisipatif, dan berkarakter. Namun, dalam praktiknya masih banyak sekolah yang menghadapi tantangan dalam mengintegrasikan nilai-nilai disiplin dan pembentukan karakter siswa melalui prinsip-prinsip MBS. Berdasarkan hal tersebut, dilakukan kegiatan pelatihan bagi kepala sekolah dan guru di SD Negeri 14 Banda Aceh sebagai bentuk penguatan kompetensi dalam mengimplementasikan MBS secara optimal. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta kemampuan kepala sekolah dan guru dalam menerapkan strategi manajerial yang berorientasi pada pengembangan disiplin dan karakter peserta didik. Pelaksanaan pelatihan mencakup tiga tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan tindak lanjut melalui pendampingan. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan praktik langsung di lingkungan sekolah. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep MBS dan penerapannya dalam pembinaan disiplin serta karakter siswa. Selain itu, pelatihan juga mendorong terciptanya kolaborasi yang lebih baik antara kepala sekolah dan guru dalam mewujudkan budaya sekolah yang disiplin, berkarakter, dan berdaya saing. Kegiatan ini sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) 4 dan Asta Cita 4 dalam mewujudkan pendidikan berkualitas dan berkarakter. Pelatihan ini memberikan dampak berkelanjutan melalui terbentuknya rencana aksi sekolah yang fokus pada penguatan karakter peserta didik. Kepala sekolah dan guru menyusun strategi lanjutan berupa integrasi nilai disiplin ke dalam kegiatan belajar mengajar dan kegiatan ekstrakurikuler. Dengan demikian, pelatihan ini tidak hanya meningkatkan kompetensi individu, tetapi juga memperkuat budaya sekolah yang berorientasi pada mutu dan karakter, sesuai dengan arah kebijakan pendidikan nasional.
Inovasi MBS Berbasis Digital untuk Meningkatkan Kualitas Layanan Pendidikan di Era Revolusi Industri 4.0 (SDGs 9, Asta Cita 2) Rahmattullah; Suci Mahara; Raudhatul Afna; Nurlaila; Hasridiana Tapia; Nabila Syifa Annaiya
Almufi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 2: Desember (2025)
Publisher : Yayasan Almubarak Fil Ilmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63821/ajpkm.v5i2.626

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendorong inovasi Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) berbasis digital dalam rangka meningkatkan kualitas layanan pendidikan di era Revolusi Industri 4.0 yang selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 9 dan Asta Cita 2. Kegiatan dilaksanakan di SD Negeri 14 Banda Aceh sebagai sekolah mitra binaan dengan melibatkan kepala sekolah, guru, siswa, dan komite sekolah. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi konsep MBS berbasis digital, pelatihan pemanfaatan sistem digital dalam pengelolaan layanan sekolah, pendampingan implementasi inovasi layanan pendidikan, serta evaluasi keberlanjutan program. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan MBS berbasis digital mampu meningkatkan efisiensi layanan administrasi sekolah, memperkuat transparansi dan akuntabilitas pengelolaan sekolah, serta meningkatkan partisipasi warga sekolah dalam pengambilan keputusan. Selain itu, inovasi ini mendorong peningkatan kualitas layanan pembelajaran yang lebih responsif, terdokumentasi, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat menjadi model penerapan tata kelola sekolah berbasis digital dalam mendukung transformasi pendidikan berkelanjutan.
Pengembangan Program Kewirausahaan Sekolah melalui Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) untuk Mendukung Kemandirian Ekonomi Pendidikan (SDGs 8, Asta Cita 3) Rahmattullah; Fatma Sari; Anis Nabila; Sila Wati Fitri; Febi Suryanda; Widya Rizki Agustina
Almufi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 1: Juni (2026)
Publisher : Yayasan Almubarak Fil Ilmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63821/ajpkm.v6i1.627

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan program kewirausahaan sekolah melalui penerapan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dalam mendukung kemandirian ekonomi pendidikan yang berorientasi pada Sustainable Development Goals (SDGs) ke-8 dan Asta Cita ke-3. Kegiatan dilaksanakan di SD Negeri 14 Banda Aceh sebagai sekolah binaan dengan melibatkan guru, kepala sekolah, dan komite sekolah sebagai peserta pendampingan. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi konsep kewirausahaan sekolah, pelatihan penyusunan rencana usaha sekolah, pendampingan implementasi kegiatan kewirausahaan, serta evaluasi keberlanjutan program. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan MBS mampu memberikan keleluasaan sekolah untuk mengelola potensi lokal, menumbuhkan inovasi usaha berbasis kreativitas siswa, serta memperkuat sumber pendanaan mandiri sekolah. Selain itu, kegiatan ini mendorong kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang produktif dan berdaya saing.
Peningkatan Kreativitas Anak melalui Kegiatan Kerajinan Bunga dari Kertas Origami di Lingkungan Komplek Maulizan Z.A; Mumfarida Rida; Safera Dewi; Nurhaida; Hanifa
Almufi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 1: Juni (2026)
Publisher : Yayasan Almubarak Fil Ilmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63821/ajpkm.v6i1.628

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh perlunya kegiatan edukatif dan kreatif bagi anak-anak di lingkungan komplek yang dapat meningkatkan keterampilan, kreativitas, serta minat belajar melalui aktivitas yang menyenangkan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan kreativitas dan keterampilan motorik halus anak-anak komplek melalui pelatihan pembuatan kerajinan bunga dari kertas origami. Kegiatan pengabdian dilaksanakan selama dua hari dengan melibatkan anak-anak usia sekolah dasar yang tinggal di lingkungan komplek. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi beberapa tahapan, yaitu: (a) perencanaan kegiatan dan penyusunan materi kerajinan origami, (b) pelaksanaan kegiatan dengan memberikan penjelasan dan demonstrasi pembuatan bunga origami, (c) pendampingan anak-anak selama proses pembuatan kerajinan, (d) evaluasi hasil karya anak-anak, serta (e) refleksi untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan selama kegiatan berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa anak-anak mampu mengikuti setiap tahapan pembuatan bunga origami dengan baik, menunjukkan antusiasme yang tinggi, serta menghasilkan karya yang beragam dan kreatif. Selain itu, kegiatan ini juga membantu meningkatkan rasa percaya diri, kerja sama, dan kemampuan berkarya anak-anak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui kerajinan bunga dari kertas origami memberikan dampak positif terhadap pengembangan kreativitas dan keterampilan anak-anak di lingkungan komplek.
Peningkatan Kompetensi Guru dalam Mengembangkan Video Pembelajaran Berbasis Camtasia melalui Program Pelatihan di SMA Negeri 2 Konawe Selatan Mustamin Anggo; Rahmat; Facharuddin Mustari; Era Maryanti; Fahinu; Hafiludin Samparadja; La Arapu; Wa Ode Indrawati; Mustika Kurniasari
Almufi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 1: Juni (2026)
Publisher : Yayasan Almubarak Fil Ilmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63821/ajpkm.v6i1.630

Abstract

Transformasi digital dalam pendidikan menuntut guru memiliki kompetensi dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis teknologi yang inovatif dan efektif. Salah satu bentuk media yang dapat mendukung proses pembelajaran adalah video pembelajaran, namun kemampuan guru dalam mengembangkan media tersebut masih relatif terbatas. Kondisi serupa ditemukan pada guru-guru SMA Negeri 2 Konawe Selatan yang sebagian besar masih memanfaatkan media presentasi konvensional dan belum memiliki keterampilan dalam menggunakan aplikasi Camtasia untuk membuat video pembelajaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan video pembelajaran berbasis Camtasia melalui program pelatihan dan pendampingan. Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan 12 orang guru melalui tahapan analisis kebutuhan, persiapan, penyampaian materi, demonstrasi penggunaan aplikasi, praktik pembuatan video pembelajaran, pendampingan, serta evaluasi hasil pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh peserta mampu menginstal dan mengoperasikan aplikasi Camtasia, memahami fungsi fitur-fitur utama, serta menghasilkan video pembelajaran sederhana sesuai dengan mata pelajaran yang diampu. Selain itu, peserta menunjukkan partisipasi dan antusiasme yang tinggi selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Pelatihan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis guru dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis video, tetapi juga memperkuat kompetensi digital guru dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, program pelatihan Camtasia dapat menjadi salah satu alternatif model pengembangan kompetensi guru yang efektif dalam mendukung implementasi pembelajaran digital di sekolah.
Penyuluhan Hukum tentang Bullying dan Perlindungan Anak di SMPN 23 Kendari Berbasis Edukasi Partisipatif Sri Khayati; A. Musmuliadi; La Ode Muh. Idrus Badawi; Awidya Tiyasha Amalianingrum; Sari Bulan
Almufi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 1: Juni (2026)
Publisher : Yayasan Almubarak Fil Ilmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63821/ajpkm.v6i1.635

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran mahasiswa hukum dalam meningkatkan kesadaran hukum terkait pencegahan perundungan (bullying) dan penguatan hak-hak perlindungan anak. Kegiatan ini dilaksanakan di lima institusi pendidikan dasar dan menengah yang tersebar di wilayah Kendari Barat. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif yang mengintegrasikan literasi hukum positif (UU Perlindungan Anak, UU TPKS, dan UU ITE), diskusi dialogis, studi kasus interaktif, serta kolaborasi dengan aparat penegak hukum dan komite sekolah. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan signifikan terhadap pemahaman siswa, guru, dan orang tua mengenai sanksi hukum dari tindakan bullying, baik secara fisik, verbal, relasional, maupun siber (cyberbullying). Lebih lanjut, program ini berhasil menginisiasi pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Anti-Bullying di masing-masing sekolah mitra yang beranggotakan perwakilan guru, siswa, dan komite sekolah. Sinergi yang terbangun antara perguruan tinggi, sekolah, aparat hukum, dan masyarakat luas membuktikan bahwa pendekatan preventif berbasis komunitas jauh lebih efektif daripada sekadar pendekatan represif. Kesimpulan dari pengabdian ini menegaskan bahwa mahasiswa hukum sebagai agen perubahan (agent of change) mampu mentransformasikan teks normatif perundang-undangan menjadi budaya sadar hukum yang aplikatif dan berkelanjutan guna menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan bagi Generasi Z.