cover
Contact Name
Elindra Ambar Pambudi
Contact Email
proceedingsphysical.ump@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
proceedingsphysical.ump@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP) Universitas Muhammadiyah Purwokerto Jl. KH. Ahmad Dahlan, PO BOX 202 Purwokerto 53182 Kembaran, Banyumas, Jawa Tengah
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences
ISSN : -     EISSN : 28087046     DOI : https://doi.org/10.30595/pspfs.v2i.164
Core Subject : Engineering,
The Proceedings Series on Physical & Formal Sciences aims to publish proceedings from conferences on the scope: 1. Chemistry 2. Computer Science & Artificial Intelligence 3. Engineering & Energy 4. Materials Science 5. Physics & Astronomy 6. Agricultural & Biological Sciences
Articles 282 Documents
Penerapan Pascapanen yang Baik untuk Menekan Kehilangan Hasil dan Mempertahankan Mutu Kedelai di Kabupaten Bantul DIY Nurdeana Cahyaningrum; Irawati Irawati
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 4 (2022): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v4i.494

Abstract

Kedelai (Glycine max) merupakan salah satu tanaman kacang-kacangan sebagai sumber protein nabati yang dapat diolah menjadi berbagai bentuk produk olahan. Penerapan teknologi penanganan pascapanen kedelai merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi komoditas kedelai. Kehilangan hasil terjadi pada setiap kegiatan penanganan pascapanen. Kehilangan hasil dapat secara kuantitatif (susut bobot) maupun kualitatif (susut mutu). Tujuan dilakukan pengkajian penerapan teknologi pascapanen yang baik adalah untuk menekan kehilangan hasil dan mempertahankan mutu kedelai. Pengkajian dilakukan di 5 (lima) kecamatan di Kabupaten Bantul dengan luas lahan tanam kedelai 8 hektar. Varietas kedelai yang digunakan adalah Anjasmoro yang telah bersertifikat. Teknologi pascapanen yang digunakan yaitu cara eksisting petani dan teknologi introduksi BPTP Yogyakarta. Hasil dari penerapan pascapanen kedelai baik di kabupaten Bantul yaitu kadar air kedelai sudah mencapai 10-13 %, sedangkan biasanya petani memanen ketika kadar air masih diatas 14%. Untuk kehilangan hasil saat panen mengalami penurunan 0,61%-1,18% setelah menerapkan cara panen yang diintroduksikan. Kapasitas kerja pemanen satu orang pekerja dengan cara rekomdasi mencapai 123,6-156,47 m2/jam, sedangkan cara petani mencapai 116,7-132,74 m2/jam. Untuk hasil panenan biji kedelai kering untuk lokasi demplot rata-rata mencapai 1,41 ton/ha, sedangkan cara petani hanya mencapai 1,02 ton/ha. Untuk mutu kedelai yang dihasilkan di lokasi demplot persentase butir utuh mencapai 80,15-91,53% sedang cara petani hanya 42,4%-67,54%. Untuk butir hijau panenan lokasi demplot mencapai 0,25-1,63% sedangkan cara petani mencapai 3,27-13,59%.
Analisis Kontribusi Sektor Pertanian dalam Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi Jawa Barat Nurul Arifah Fauzi; Darsono Darsono; Joko Sutrisno
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 4 (2022): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v4i.495

Abstract

Pertumbuhan ekonomi sangat berpengaruh terhadap pembangunan suatu daerah. Peran sektor pertanian menjadi unggulan dalam menyusun strategi pembangunan sosial. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sub sektor pertanian yang termasuk dalam sektor unggulan (basis) dan mengetahui pergeseran sub sektor pertanian di Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa nilai Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Jawa Barat dan Produk Domestik Bruto Indonesia atas harga konstan 2010 menurut lapangan usaha dari tahun 2016 hingga 2020. Data diolah menggunakan alat analisis location quentient (LQ) dan analisis shift share (SSA). Hasil penelitian dari analisis location quotient (LQ) menunjukkan bahwa terdapat 2 sektor basis di Provinsi Jawa Barat yaitu subsector tanaman pangan dengan nilai LQ sebesar 1,11 dan subsektor tanaman hortikultura dengan nilai LQ sebesar 1,02. Hasil analisis shift share (SSA) menunjukkan bahwa subsektor tanaman hortikultura, subsektor perkebunan, subsektor perkebunan, subsektor perternakan dan subsektor perikanan memiliki pertumbuhan proporsional dengan kategori cepat.
Inovasi Pertanian Ramah Lingkungan Terhadap Produktivitas Padi Sawah Agus Supriyo
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 4 (2022): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v4i.496

Abstract

Peningkatan produktivitas tanaman pangan khususnya padi yang diikuti aspek kelestarian lingkungan merupakan prinsip penerapan pertanian ramah lingkungan. Pertanian organik merupakan salah satu sistem usahatani yang ramah lingkungan, produk pangan organik mempunyai pangsa pasar yang khusus. Berbagai sistem penerapan pertanian ramah lingkungan berpedoman pada sistem budidaya pertanian yang benar melalui sinergi antar komponen teknologi antara lain pengelolaan tanaman terpadu (PTT), Jajar legowo super dan pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) secara terpadu. Penerapan PTT Ramah lingkungan yang terdiri atas komponen teknologi terpilih dapat meningkatkan produktivitas tanaman pangan (padi) dan menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK). Beberapa komponen teknologi yang dapat meningkatkan produktivitas tanaman padi dan menurunkan emisi GRK meliputi penggunaan inokulan sebagai perlakuan benih, cara tanam jajar legowo, irigasi berselang (intermittent irigation), penggunaan bahan organik (C/N rendah), dengan bantuan bio-dekomposer dan pemupukan berimbang, pengendalian hama terpadu dengan memanfaatkan pestisida nabati dan aplikasi pestisida setelah mencapai ambang kendali. Penerapan PTTPetro padi sawah ramah lingkungan dapat memberikan hasil tertinggi (5.390 t gkg/ha) atau meningkatkan hasil padi sebesar 30 persen diatas kontrol (hasil 3.620 t gkg/ha) dan menurunkan emisi gas methan (CH4) sebesar 13,6% dibawah kontrol (emisi gas methan sebesar: 76,05 kg CH4/ha/musim) menjadi 65.69 kg CH4/ha/musim.
Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pendapatan dan Kelayakan Finansial Usahatani Porang pada Kelompok Tani Sarwo Asih di Desa Kepel Kecamatan Kare Kabupaten Madiun Aisyah Farhana; Pujiati Utami; Pujiharto Pujiharto
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 4 (2022): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v4i.497

Abstract

Porang merupakan tanaman lokal asli Indonesia yang berpotensi dikembangkan sebagai komoditas ekspor. Porang memiliki berbagai manfaat baik sebagai bahan pangan alternatif maupun bahan baku industri. Kandungan glukomanan pada porang, yaitu polisakarida larut air yang bersifat funsional terhadap kesehatan, mendorong terbukanya pasar ekspor porang seiring meningkatnya kesadaran masyarakat global terhadap pangan fungsional. Saat ini porang menjadi salah satu komoditas usahatani yang trendy dan dilirik oleh petani dan masyarakat luas untuk dibudidayakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pendapatan petani melalui usahatani porang dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, serta mengevaluasi kelayakan finansial usahatani porang. Objek penelitian adalah petani porang yang tergabung dalam komunitas porang kelompok tani Sarwo Asih di Desa Kepel, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun dengan populasi 105 petani. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan kriteria dan didapatkan 37 sampel petani. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif berdasarkan data empiris yang dianalisis menggunakan teknik statistik. Hasil penelitian menunjukkan pendapatan petani porang di Desa Kepel, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun adalah Rp.17.524.311 per usahatani porang. Produksi umbi porang dan modal berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap pendapatan. Sedangkan penyusutan alat berpengaruh secara negatif dan sifnifikan terhadap pendapatan. Nilai R/C Ratio usahatani porang adalah 3,11 per usahatani dan nilai break even point adalah: BEP penerimaan Rp.312.790, BEP produksi 31,28 kg, dan BEP harga Rp.4.661/kg, sehingga usahatani porang dapat dikatakan layak dan memberikan keuntungan.
Fertilitas, Daya Tetas Telur dan Sintasan Larva Ikan Tawes (Barbonymus gonionotus) pada Media Pembuahan Larutan NaCl Fisiologis dan Madu dengan Dosis Berbeda Andini Mulia Savitri; Marhaendro Santoso; Rudy Wijaya; Taufik Budhi Pramono
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 4 (2022): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v4i.498

Abstract

Salah satu masalah yang timbul pada usaha pembenihan Ikan tawes (Barbonimus gonionotus) adalah rendahnya fertilisasi sperma yang disebabkan oleh rendahnya motilitas dan viabilitas sperma. Upaya untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan menggunakan larutan NaCl Fisiologis dan madu yang dapat mendukung motilitas dan viabilitas spermatozoa. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penambahan madu pada media pembuahan telur ikan tawes terhadap fertilitas, daya tetas telur dan sintasan larva ikan tawes. Metode penelitian yang digunakan yaitu eksperimen laboratorium dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu media pembuahan 100 ml Air (P0); 100 mL NaCl (P1); penambahan 0,2 ml madu + 99,8 mL NaCl fisiologis (P2); penambahan 0,4 mL madu + 99,6 mL NaCl fisiologis (P3); dan penambahan 0,6 mL madu + 99,4 mL NaCl fisiologis (P4). Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan 0,6 mL + 99,4 mL NaCl fisiologis (P4) menunjukan hasil yang tertinggi, dengan nilai fertilitas 56.51±0.57%, daya tetas 54.58±1.07% dan sintasan 71.34±0.68%. Kualitas air dengan kisaran nilai suhu 27.8-28.3°C, pH 7, dan oksigen terlarut 5.8-6.5 mg/L.
Pengaruh Aplikasi Dosis Pupuk Kompos yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan Tanaman Bayam Merah Annisa Nur Baitti; Arif Prashadi Santosa; Riyanto Riyanto
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 4 (2022): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v4i.499

Abstract

Budidaya bayam merah (Amaranthus tricolor L.) biasanya dilakukan menggunakan pupuk kimia untuk asupan unsur haranya. Pupuk kimia memiliki dampak negatif bagi lingkungan. Untuk meminimalisir penggunaan bahan kimia pada lahan budidaya maka dilakukan pemupukan menggunakan pupuk organik salah satunya pupuk kompos. Pupuk kompos merupakan pencampuran dari kotoran hewan, sisa tanaman, dan bioaktivator yang mengalami proses dekomposisi menjadi bentuk pupuk organik yang siap di aplikasikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari aplikasi dosis pupuk kompos yang berbeda terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman Bayam Merah (Amaranthus tricolor L.). Penelitian ini menggunakan RAL dengan 3 taraf perlakuan yang masing-masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Dosis pupuk yang diaplikasikan dalam penelitian ini yaitu D0 (0 ton/ha), D1 (20 ton/ha), dan D2 (40 ton/ha). Lahan yang digunakan untuk penelitian masing-masing perlakuan seluas 1 m2. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis sidik ragam atau ANOVA (Analys of variant) pada taraf nyata 5% dan dilanjutkan Uji BNT pada taraf 5%. Variabel yang diamati pada 21 HST yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, dan luas daun. Penelitian menunjukkan bahwa aplikasi pupuk kompos pada D2 memberikan respon positif terhadap tinggi tanaman yang diamati dengan nilai rata-rata 11,7 cm, jumlah daun 11,6 helai, dan luas daun 20,9 cm2 . Pemberian dosis pupuk kompos yang semakin banyak berbanding lurus dengan peningkatan pertumbuhan dan perkembangan tanaman.
Tingkat Kewirausahaan Pengrajin Gula Serbuk Organik di Desa Bumisari Kabupaten Purbalingga Sulistyani Budiningsih; Watemin Watemin; Tri Septin Muji Rahayu
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 4 (2022): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v4i.501

Abstract

Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi tingkat kewirausahaan pengrajin gula sebuk organik di Desa Bumisari Kecamatan Bojongsari Kabupaten Purbalingga. Metode penelitian yang digunakan pada tahap pertama berupa survey (Participation Action Research) dan FGD (Focus Group Discussion). Penetapan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (Purposive Sampling) di Desa Bumisari Kecamatan Bojongsari Kabupaten Purbalingga. Penetapan responden secara sengaja (Purposive Sampling) sebanyak 30 pengrajin gula serbuk organik. Teknik pengolahan data penelitian dengan pendekatan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kewirausahaan pengrajin gula serbuk organik di Desa Bumisari Kecamatan Bojongsari Kabupaten Purbalingga termasuk kategori tinggi dengan skor total > 56,0 – 72,0 pada 22 responden pengrajin (73,33%), yang artinya secara keseluruhan memenuhi 8 indikator tingkat kewirausahaan mencakup tujuan berprestasi, independensi (independence), penerimaan terhadap resiko (risk taking), kreativitas, pengetahuan usaha, ketrampilan usaha, kepercayaan diri (self confident), dan orientasi pasar. Sementara itu terdapat 8 responden (26,67%) pengrajin gula serbuk organik tergolong kategori sedang dengan skor total > 40,0 – 56,0.
Penerapan Harga Pokok Produksi pada Usaha Kerupuk Rambak Kulit Kerbau Menggunakan Metode Full Costing di Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal Ayu Zulfa Sobichah; Joko Sutrisno; Istanto Istanto; Lutfi Aris Sasongko
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 4 (2022): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v4i.502

Abstract

Kerupuk rambak kulit kerbau merupakan salah satu produk usaha industri rumahan yang berbahan baku kulit kerbau di Kecamatan Pegandon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perhitungan harga pokok produksi (HPP) pada usaha kerupuk rambak kulit kerbau dengan perhitungan yang dilakukan produsen dan perhitungan dengan metode full costing di UMKM kerupuk rambak Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal. Penelitian ini menggunakan data primer yang didapatkan dari observasi dan wawancara dengan responden. Penentuan metode pengambilan sampel responden menggunakan metode sensus dengan jumlah responden yaitu 10 responden (produsen UMKM kerupuk rambak kulit kerbau). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perhitungan HPP menggunakan metode full costing pada usaha kerupuk rambak kulit kerbau didapatkan hasil sebesar Rp158.682/kg. Perhitungan harga pokok produksi yang digunakan oleh produsen kerupuk rambak kulit kerbau menggunakan metode variable costing. Perhitungan yang digunakan belum memperhitungkan biaya overhead secara menyeluruh. HPP yang didapat dari perhitungan produsen menggunakan variable costing sebesar Rp150.176. Sehingga terdapat adanya selisih antara perhitungan HPP produsen dengan HPP metode full costing. Selisih yang didapat sebesar Rp8.505. Jumlah produksi yang dihasilkan dalam satu kali produksi sebesar 28 kg. Dalam satu kali produksi membutuhkan waktu 7 hari.
Analisis Rantai Pasokan Komoditas Ikan Manfish (Pterophyllum scalare) di Kabupaten Purbalingga Jawa Tengah Bangkit Wiranata; Aulia Fattah Noor Fauzi; Neo Agam Merdesa; Divka Pramestya Ariesta Talsabilla; Taufik Budhi Pramono
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 4 (2022): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v4i.503

Abstract

Ikan Manfish (Pterophyllum scalare) merupakan komoditas ikan air tawar yang memiliki nilai ekonomis tinggi terutama dikalangan penghobi ikan hias lokal maupun mancanegara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi rantai pasokan ikan manfish dan menganalisis nilai tambah pada setiap anggota rantai pasok di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan analisis data berupa analisis data kuantitatif dan kualitatif. Analisis kuantitatif dilakukan untuk menganalisis nilai tambah pada setiap anggota rantai pasok. Analisis kualitatif digunakan untuk mengidentifikasi rantai pasokan ikan manfish. Pengambilan data menggunakan metode observasi, dokumentasi, studi pustaka, serta wawancara dengan jumlah responden sebanyak 20 responden dari pembudidaya ikan hias, distributor, dan toko ikan hias di Kabupaten Purbalingga. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa permintaan ikan hias sangat tinggi di wilayah Purbalingga diringi dengan rantai pasok yang sangat bervariatif Selain itu, Produsen dan distributor membentuk manajemen rantai pasokan ikan manfish sangat sederhana dan pendek hal ini mengakibatkan perbedaan harga pada setiap distribusi tidak terlalu signifikan. Prodak sampai ketangan kekonsumen dengan harga yang masih dalam kondisi wajar hal dapat dilihat dari harga toko eceran yang masih tergolong terjangau. Pangsa pasar ikan manfish bukan hanya lokal daerah Purbalingga namun juga dikirim kedaerah luar purbalingga. Oleh karena itu, perlu adanya kebijakan pengembangan rantai pasok ikan manfish untuk membangun dan membantu pembudidaya ikan manfish agar kedepannya pembudidaya mendapatkan hasil yang maksimal baik dari segi kuantitas maupun kualitas.
Mikroba Kontaminan Pada Biji Pala di Pulau Nusalaut: Karakteristik Morfologi, Frekuensi Keberadaan dan Estimasi Kuantitatif Costanza Uruilal; Jogeneis Patty
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 4 (2022): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v4i.504

Abstract

Research objectives: 1) Identify internal factors (strengths-weaknesses) and external (opportunities-threats) that affect the home marketing mix of coconut sugar industry in Jeruklegi District. 2) Analyzing alternative marketing mix strategies for the coconut sugar home industry in Jeruklegi District. 3) Analyzing the best marketing mix strategies that are priorities to be applied to the coconut sugar home industry in Jeruklegi District. The method used is a descriptive method with the research location in Jeruklegi District which was determined intentionally (Purposive Sampling) with certain selection considerations. Involving 25 respondents of coconut sugar craftsmen. The formulation of the home marketing mix strategy for the coconut sugar industry was analyzed by SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats). (Rangkuti, 2006). The results showed that internal factors were the availability of coconut trees, coconut sugar production activities were carried out continuously, the location of the coconut sugar processing business was quite strategic, the price of coconut sugar products was able to compete, the availability of experienced workers in the coconut sugar processing business, ownership of business capital. craftsmen independently, limited number of coconut trees, product quality does not yet have uniformity (taste, color and shape), lack of marketing information sources, level of production and packaging technology is still traditional, limited working capital of craftsmen, craftsmen have not done bookkeeping management and there is no group / cooperative. The position of the coconut sugar home industry in the Jeruklegi District, Cilacap Regency is in the Aggressive Region with the main strategy being the SO strategy, namely 1) Optimizing geographical conditions that support the agroclimate of natural resources and human resources of craftsmen in producing coconut sugar products continuously with competitive prices for coconut sugar products, 2) Optimizing production activities continuously in order to capture high market share opportunities both domestically and internationally with competitive prices as substitute products through partnership relationships between coconut sugar producers.

Page 11 of 29 | Total Record : 282