cover
Contact Name
Elindra Ambar Pambudi
Contact Email
proceedingsphysical.ump@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
proceedingsphysical.ump@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP) Universitas Muhammadiyah Purwokerto Jl. KH. Ahmad Dahlan, PO BOX 202 Purwokerto 53182 Kembaran, Banyumas, Jawa Tengah
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences
ISSN : -     EISSN : 28087046     DOI : https://doi.org/10.30595/pspfs.v2i.164
Core Subject : Engineering,
The Proceedings Series on Physical & Formal Sciences aims to publish proceedings from conferences on the scope: 1. Chemistry 2. Computer Science & Artificial Intelligence 3. Engineering & Energy 4. Materials Science 5. Physics & Astronomy 6. Agricultural & Biological Sciences
Articles 282 Documents
Pertumbuhan Tanaman Pokok Sengon Umur 30 Bulan pada Agroforestry Sederhana di Widodomartani Ngemplak Sleman Yogyakarta Prijono, Agus; Rawana; Woesono, Hastanto Bowo; Saputro, Setiaji Heri
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 8 (2025): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v8i.1483

Abstract

Masyarakat widodomartani sebagian mengusahakan lahannya untuk tanaman hutan. Tanaman sengon disenangi masyarakat karena cepat tumbuh dan cepat menghasilkan. Umumnya pola tanam yang digunakan adalah agroforestry sederhana terutama awal pertumbuhan sebagai wujud usaha optimalisasi lahan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pertumbuhan sengon umur 30 bulan dengan pola agroforestry dan komponen tanamannya. Data pertumbuhan yang diambil berupa tinggi, diameter dan komponen tanamannya. Data pertumbuhan yang diperoleh diuji T. Hasil penelitian uji T menunjukkan pola agroforestry lebih baik dibandingkan monokultur untuk tinggi rata-rata 1238,09cm sedangkan diameter rata-rata 10,9167cm. Komponen tanamannya tahun pertama meliputi Tanaman Pokok Sengon dengan tanaman tumpangsari ubikayu, Lombok, Kimpul, tomat, Jagung, Pepaya dan tahun kedua,ketiga sengon, kimpul, pepaya.
Respon Microgreens Sawi (Brassica juncea L.) pada Pemberian Ekoenzim terhadap Pertumbuhan Megananda, Dhia Salsabila; Prakoso, Budi; Widarawati, Rosi
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 8 (2025): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v8i.1484

Abstract

Microgreens adalah tanaman yang dibudidayakan dan dipanen dalam waktu sekitar 2 hingga 4 minggu sejak tanam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ekoenzim terhadap pertumbuhan dan hasil microgreens sawi yang dilakukan di halaman rumah di Sokaraja Tengah, Sokaraja, Banyumas. Perlakuan aplikasi ekoenzim, yaitu: 0 ml ekoenzim/l air; 2,5 ml ekoenzim/l air; 5,0 ml ekoenzim/l air; 7,5 ml ekoenzim/l air; 10,0 ml ekoenzim/l air; dan 12,5 ml ekoenzim/l air dengan 4 ulangan yang disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL). Pengamatan yang dilakukan terdiri atas: tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, luas daun, volume akar, bobot segar tanaman, bobot segar tanaman bagian atas, bobot segar tanaman bagian bawah, bobot kering tanaman bagian atas, dan bobot kering tanaman bagian bawah. Uji F (ANOVA) pada taraf kesalahan 5% dilakukan untuk mengetahui apakah perlakuan berpengaruh pada variabel yang diamati. Uji BNT pada taraf kesalahan 5% dilakukan apabila uji F nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi ekoenzim pada microgreens sawi berpengaruh nyata terhadap panjang akar, luas daun, namun tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun.
Pengaruh Penambahan Bubuk Jahe Emprit (Zingiber officinale var. Amarum) terhadap Karakteristik Teh Cascara Kopi Liberika (Coffea liberica) Ermawati; Indriyani; Mursyid
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 8 (2025): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v8i.1485

Abstract

Teh cascara merupakan salah satu produk inovasi minuman teh yang diolah dari limbah kulit kopi. Tahapan pengolahan teh cascara dimulai dari sortasi dan pencucian buah kopi, selanjut pengupasan dan pengeringan kulit buah kopi. Meskipun kulit buah kopi mengandung berbagai senyawa yang berkontribusi terhadap rasa namun tidak semua kulit buah kopi memiliki aroma dan rasa yang sangat menonjol. Upaya yang dapat dilakukan untuk memperbaiki atau meningkatkan aroma dan rasa pada seduhan teh cascara adalah dengan mengkombinasikan dengan bahan herbal yaitu jahe emprit. Komponen jahe emprit yaitu gingerol, shogaol dan minyak atsiri dapat menutupi dan mengurangi rasa sepat serta aroma yang dihasilkan teh cascara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan bubuk jahe emprit dan mengetahui perlakuan terbaik penambahan bubuk jahe emprit (Zingiber officinale var. Amarum) terhadap karakteristik teh cascara kopi liberika (Coffea liberica). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan perlakuan jahe emprit (0 %, 10%, 15%, 20%, 25%, 30%) dan 3 kali ulangan sehingga diperoleh 18 satuan percobaan. Adapun parameter yang diamati yaitu aktivitas antioksidan,pH, total fenol, derajat warna dan aspek organoleptik. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA taraf 1% dan 5%. Apabila data yang diperoleh berpengaruh nyata, maka dilanjutkan dengan uji Duncan’s New Multiple Range Test (DNMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan terbaik pada penambahan bubuk jahe emprit 30% dengan aktivitas antioksidan 67,08%, pH 3,89, total fenol 7,77 mgGAE/g, dan uji organoleptik meliputi mutu hedonik rasa 4,64 (rasa jahe emprit), mutu hedonik warna kuning kecoklatan, mutu hedonik aroma 4,76 (beraroma jahe) dan penerimaan keseluruhan 4,56 (suka).
Pengaruh Pemberian Dosis Pupuk NPK Phonska dan Pupuk Kohe Kambing Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) ‘Aisy, Kamelia Eka Rohadatul; Shofiyani, Anis; Budi, Gayuh Prasetyo
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 8 (2025): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v8i.1486

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang permintaannya terus meningkat tetapi produktivitasnya masih rendah rata-rata hanya 9,24 ton/ha, jauh di bawah potensinya yaitu di atas 20 ton/ha. Rendahnya produktivitas bawang merah disebabkan oleh berbagai faktor, seperti serangan organisme pengganggu tanaman, perubahan iklim, dan praktik budidaya yang kurang optimal, termasuk pemupukan yang tidak seimbang. Oleh karena itu, diperlukan strategi pemupukan yang tepat untuk meningkatkan hasil pertanian. Salah satu upaya yang bisa dilakukan yaitu penggunaan Pupuk NPK Phonska dan pupuk organik seperti pupuk kohe kambing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pengaruh pemberian dosis pupuk NPK Phonska dan pupuk kohe kambing terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.). Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Purwokerto dari Maret hingga Mei 2024, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor: dosis pupuk NPK dan dosis Pupuk Kohe Kambing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah tidak memberikan respon terhadap pemberian pupuk NPK pada variabel total panjang daun pada umur 28 hst, 42 hst dan 56 hst, jumlah daun 14 hst – 56 hst, total panjang akar. Jumlah umbi, diameter umbi, bobot umbi segar, bobot umbi kering, bobot tanaman segar, dan bobot tanaman kering. Pertumbuhan tanaman bawang merah tidak memberikan respon terhadap pemberian pupuk kohe Kambing pada variabel total panjang daun 14 hst – 56 hst, jumlah daun 28 hst dan 56 hst, total panjang akar. Hasil tanaman bawang memberikan respon nyata terhadap pemberian kombinasi pupuk NPK dan pupuk kohe Kambing pada variabel jumlah umbi, diameter umbi, bobot umbi segar, bobot umbi kering, bobot tanaman segar dan bobot tanaman kering.
Pemanfaatan Ecoenzyme dalam Meningkatkan Hasil Tanaman Bayam (Amaranthus hybridus L.) Yusmansyah; Taufik, Muhamad; Ilyas, Yunahar; Arsela, Primadiyanti
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 8 (2025): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v8i.1487

Abstract

Bayam (Amaranthus spp.) adalah tanaman yang sangat populer dan sering ditanam untuk dikonsumsi daunnya. Bayam, yang sering diolah menjadi sayur bening yang lezat, kaya akan nutrisi penting yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh kita. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh pemberian ecoenzyme terhadap hasil tanaman bayam, dengan fokus pada peningkatan bobot segar tanaman. Ecoenzyme adalah produk fermentasi yang dihasilkan dari limbah organik, dan kaya akan nutrisi serta mikroorganisme bermanfaat. Produk ini dapat meningkatkan kesuburan tanah dan mendukung pertumbuhan tanaman secara alami. Perlakuan penelitian yaitu A (pemberian ecoenzyme konsentrasi 5 ml/l), B (pemberian ecoenzyme konsentrasi 10 ml/l), dan C (pemberian ecoenzyme konsentrasi 15 ml/l) dengan parameter pengamatan bobot segar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok B, dengan pemberian ecoenzyme konsentrasi 10 ml/l, menghasilkan bobot segar tertinggi, yaitu rata-rata 165,5g. Temuan ini menunjukkan bahwa konsentrasi ini adalah yang paling efektif dalam meningkatkan hasil tanaman dibandingkan dengan konsentrasi lainnya. Pemberian ecoenzyme terbukti meningkatkan ketersediaan nutrisi dalam tanah, yang berkontribusi pada pertumbuhan dan hasil tanaman yang lebih baik. Dengan menggunakan ecoenzyme sebagai tambahan nutrisi dalam budidaya bayam, mampu berkontribusi pada praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan. Ecoenzyme menawarkan alternatif yang baik dibandingkan dengan penambahan pupuk kimia, serta dapat membantu memanfaatkan limbah organik dengan cara yang bermanfaat. Penelitian ini memberikan bukti bahwa ecoenzyme dapat menjadi solusi yang efektif dan berkelanjutan dalam meningkatkan produktivitas tanaman bayam, serta dapat diterapkan lebih luas dalam pertanian organik.
Uji Beberapa Jenis Ekstrak Gulma sebagai Herbisida Nabati terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Terong (Solanum melongena L.) pada Kombinasi Penyiangan Gulma yang Berbeda Najib, Ainun; Budi, Gayuh Prasetyo; Pribadi, Teguh; Hajoeningtijas, Oetami Dwi
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 8 (2025): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v8i.1488

Abstract

Dalam budidaya tanaman terong masih banyak mengalami kendala, salah satunya gangguan kompetisi gulma, pengendalian gulma dapat dilakukan dengan menggali potensi senyawa alelokimia dari gulma untuk dimanfaatkan sebagai herbisida nabati. Selain pemanfaatan alelopati, tindakan pengendalian gulma juga dapat dilakukan dengan teknik penyiangan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh perlakuan bebas gulma dan bergulma terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terong, untuk mengetahui jenis ekstrak manakah yang tidak berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terong serta efektif menurunkan populasi gulma, dan interaksi antara perlakuan penyiangan gulma dan pengaplikasian ekstrak gulma terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman serta populasi gulma. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan percobaan Fakultas Pertanian dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Purwokerto, bulan Mei hingga Agustus 2024. Rancangan penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang tersusun atas 2 faktor. Faktor pertama penyiangan gulma terdiri atas 2 taraf yaitu (S1) = bebas gulma dan (S2) = gulma dibiarkan. Faktor kedua pemberian ekstrak gulma terdiri atas 4 taraf yaitu E1 = perlakan kontrol, E2 = ekstrak alang-alang, E3 = ekstrak teki. E4 = ekstrak bayam duri. Sehingga diperolah 8 kombinasi perlakuan masing-masing perlakuan diulang sebanyak empat kali dan masing masing unit terdapat 4 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan interaksi antara penyiangan gulma dan pemberian alelopat gulma berpengaruh nyata terhadap presentase penutupan gulma, bobot kering gulma, jumlah daun ( 35 hst ), bobot total buah dan jumlah buah total, perlakuan dibiarkan bergulma menunjukkan penutupan gulma yang tinggi yaitu 87,81%, 91,88%, 92,81%, 95.00% dengan bobot kering 342,25g, 423,25g, 461,50g dan 557,25g berbeda nyata dengan perlakuan bebas gulma, lalu bobot buah dan jumlah buah total tertinggi di peroleh pada perlakuan penyiangan (S1) yang dikombinasikan dengan pemberian ekstrak teki (E3) S1E3 yaitu 778.25g/tanaman dan jumlah buah total yaitu 8.25 buah/tanaman.
Respon Laju Pertumbuhan Bawang Daun (Allium fistulosum L) Menggunakan Pupuk Cair Eco Enzyme Pebrian, Muhammad Ressa; Fitrianti, Eka Tefiana; Setianingsih, Marlima Dwi; Ardaniah
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 8 (2025): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v8i.1489

Abstract

Bawang daun (Allium fistulosum L.) merupakan tanaman pertanian yang memberikan pendapatan bagi petani dan merupakan komoditas yang populer di Indonesia karena berbagai manfaatnya dalam memasak dan pengobatan tradisional. Namun, produksi bawang merah di Kabupaten Paser masih rendah dan belum mampu memenuhi kebutuhan lokal akibat teknologi budidaya yang belum memadai serta cara pemupukan yang kurang tepat. Eco enzyme merupakan pupuk organik cair yang ramah lingkungan, berperan penting dalam menyediakan unsur hara esensial bagi tanaman guna meningkatkan kualitas tanah, yang pada gilirannya meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pupuk cair organik eco enzim terhadap pertumbuhan tanaman daun bawang. Penelitian dilaksanakan di lahan percobaan Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser. Penelitian dilaksanakan secara demplot menggunakan eco enzim dengan 4 taraf perlakuan yaitu: e1 = kontrol, e2 = eco enzim 5 ml/L air, e3 = eco enzim 10 ml/L air, dan e4= 15 ml/L air. Hasilnya menunjukkan bahwa perlakuan dengan dosis 15 ml/L air memberikan hasil terbaik pada pengamatan tinggi, sedangkan pada pengamatan jumlah daun dan jumlah anakan hasil terbaik didapatkan pada perlakuan dosis 5 mlL-1. Kandungan nitrat dalam pupuk eco enzyme berkontribusi terhadap pemenuhan nitrogen, yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman bawang daun.
Pengaruh Penambahan Bubuk Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) dan Lama Perebusan Terhadap Sifat Fisik, Kimia dan Tingkat Kesukaan Pempek Ikan Patin Pramono, Heru; Pujimulyani, Dwiyati; Kanetro, Bayu
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 8 (2025): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v8i.1490

Abstract

Temulawak adalah tanaman yang mengandung antioksidan, seperti flavonoid, fenol dan kurkumin yang banyak bermanfaat bagi kesehatan. Temulawak bermanfaat sebagai antiinflamasi, antikanker, antidiabetes dan antimikroba. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh penambahan bubuk temulawak dan lama waktu perebusan terhadap sifat fisik, kimia dan tingkat kesukaan pempek ikan patin yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 2 faktor, yaitu perlakuan penambahan bubuk temulawak (2; 4; dan 6 g) dan lama waktu perebusan (5; 10; dan 15 menit). Pempek yang dihasilkan diuji fisik (warna dan tekstur) dan uji tingkat kesukaan, selanjutnya pempek terpilih dan kontrol dianalisis kimia (kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar lemak, aktivitas antioksidan DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil), fenol total, dan flavonoid). Data yang diperoleh dilakukan perhitungan statistik dengan ANOVA pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan penambahan bubuk temulawak dan lama perebusan berpengaruh nyata terhadap sifat fisik dan tingkat kesukaan pempek. Produk pempek terpilih yaitu penambahan bubuk temulawak 2 g dan lama perebusan 10 menit yang memiliki kadar air 56,63%, kadar abu 3,03%, kadar protein 15,58%, kadar lemak 6,54% aktivitas antioksidan DPPH 3,22% RSA, fenol total 10,41 mg EAG/g bk, dan flavonoid 0,51 mg EK/g.
Pengaruh Substitusi Puree Labu Kuning (Cucurbita moschata), Tepung Jagung, Tepung Kacang Merah Terhadap Sifat Fisik, Kimia dan Tingkat Kesukaan Snack Bar Amalia, Risha Eka; Slamet, Agus; Kanetro, Bayu
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 8 (2025): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v8i.1491

Abstract

Snack bar merupakan produk makanan ringan berbentuk batang atau persegi panjang yang memiliki asupan energi dan nutrisi, sehingga cocok dikonsumsi sebagai camilan ringan. Labu kuning memiliki banyak manfaat sebagai sumber ?-karoten. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan pengaruh penambahan puree labu kuning terhadap sifat fisik, kimia, dan tingkat kesukaan snack bar. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola statistik dengan 1 faktor yaitu penambahan puree labu kuning (10 g, 15 g, 20 g) dan setiap sampel dilakukan 3 kali ulangan. Data yang dihasilkan di analisis statistik menggunakan ANNOVA (One Way Anova) dengan tingkat kepercayaan 95% dan dilanjutkan dengan uji uji Duncan’s Multiples Range Test (DMRT) dengan tingkat kepercayaan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan penambahan puree labu kuning mempengaruhi sifat fisik, kimia, dan tingkat kesukaan snack bar. Dari uji tingkat kesukaan, substitusi puree labu kuning 20 g, tepung jagung 80 g dan tepung kacang merah 20 g merupakan produk terpilih. Penambahan puree labu kuning mampu meningkatkan warna, tekstur dan pengembangan volume. Snack bar terpilih memiliki kadar air 15%, kadar abu 1,32%, kadar protein 3,06%, kadar lemak 13,46%, kadar karbohidrat by difference 67,37%, ?- karoten 67,23 µ/g dan aktivitas antioksidan 27,83% RSA.
Peningkatan Kualitas Ketahanan Air Kayu Lapis dengan Perlakuan Pelapisan Permukaan Sushardi; Woesono, Hastanto Bowo; Hadi, Didik Surya; Suwadji, Siman; Damayanty, Dhewy; Wardana, Wisnu
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 8 (2025): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v8i.1492

Abstract

Kayu lapis memiliki banyak keunggulan, seperti kekuatan struktural yang baik dan harga yang relatif terjangkau. Namun, salah satu kelemahan utamanya adalah kemampuan menyerap air yang dapat menyebabkan pengembangan ketebalan yang tinggi. Salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan perlakuan pelapisan permukaan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui peningkatan kualitas kayu lapis dengan perlakuan pelapisan permukaan terhadap ketahanan air. Penelitian menggunakan rancangan acak lenkap dengan uji lanjut Tukey. Faktor yang digunakan terdiri kayu lapis 3, 5 dan 7 lapis dan perlakuan pelapisan permukaan dengan cat. Parameter yang diamati adalah kadar air, kerapatan, absorbsi dan pengembangan tebal. Hasil penelitian menunjukkan kayu lapis 3, 5 dan 7 lapis dengan perlakuan pelapisan permukaan berbeda nyata terhadap absorpsi air dan pengembangan tebal. Jenis produk dan perlakuan pelapisan permukaan pengembangan tebal yang optimal pada kayu lapis 3 lapis perlakuan pelapisan permukaan 1,45%, sedangkan absorbsi yang optimal 40,66% kayu lapis 5 lapis. Nilai rata-rata kadar air 11,24%-12,07%, kerapatan 0,35%-0,41%, absorbsi 52,14 - 84,93 % dan pengembangan tebal 2,18%-5,56%.