cover
Contact Name
Elindra Ambar Pambudi
Contact Email
proceedingsphysical.ump@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
proceedingsphysical.ump@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP) Universitas Muhammadiyah Purwokerto Jl. KH. Ahmad Dahlan, PO BOX 202 Purwokerto 53182 Kembaran, Banyumas, Jawa Tengah
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences
ISSN : -     EISSN : 28087046     DOI : https://doi.org/10.30595/pspfs.v2i.164
Core Subject : Engineering,
The Proceedings Series on Physical & Formal Sciences aims to publish proceedings from conferences on the scope: 1. Chemistry 2. Computer Science & Artificial Intelligence 3. Engineering & Energy 4. Materials Science 5. Physics & Astronomy 6. Agricultural & Biological Sciences
Articles 282 Documents
Pengolahan Limbah Kopi Menjadi Teh Cascara Sebagai Produk Prioritas Berdasarkan Metode AHP di Sub DAS Cikamiri Nugroho, Chrismaria Putri; Prawiranegara, Boy Macklin Pareira; Asdak, Chay; Widyasanti, Asri; Kendarto, Dwi Rustam
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 8 (2025): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v8i.1473

Abstract

Pengelolaan limbah kopi yang tidak optimal telah menjadi salah satu permasalahan utama di sektor pertanian, khususnya di daerah penghasil kopi seperti Sub DAS Cikamiri. Limbah kopi, seperti kulit kopi, sering kali hanya dibuang tanpa pemanfaatan yang maksimal, sehingga berpotensi mencemari lingkungan sekaligus menghilangkan nilai tambah ekonomi.Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi teh cascara sebagai produk prioritas dalam pengolahan limbah kopi di Sub DAS Cikamiri dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Sub DAS Cikamiri, yang merupakan wilayah penghasil kopi utama, menghadapi permasalahan pengelolaan limbah kopi yang tidak terkelola dengan baik, menyebabkan dampak lingkungan yang negatif. Pemanfaatan kulit kopi sebagai bahan baku teh cascara dapat menjadi solusi dalam mengurangi limbah sekaligus meningkatkan nilai tambah produk.Metode AHP diterapkan untuk menentukan prioritas produk berdasarkan sejumlah kriteria, yaitu ketersediaan tenaga kerja, biaya investasi, nilai jual, dan ketersediaan bahan baku. Hasil analisis menunjukkan bahwa teh cascara memiliki potensi pasar yang signifikan serta mampu berkontribusi pada peningkatan pendapatan petani kopi, mendukung praktik pertanian berkelanjutan, dan menciptakan lapangan kerja baru. Penelitian ini memberikan rekomendasi strategis dalam optimalisasi pemanfaatan limbah kopi di Sub DAS Cikamiri, yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan.
Analisis Strategi Pemasaran pada Produk Keripik Ikan Bawis (Siganus Canaliculatus) di UMKM Saputra Snack Kecamatan Bontang Utara Kota Bontang Sari, Ezra; Abdusysyahid, Said; Sulistianto, Erwan
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 8 (2025): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v8i.1474

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui strategi pemasaran dengan Bauran Pemasaran 4P (Produk,Harga,Tempat, Promosi). Penelitian ini dilaksanakan sejak Juni 2024 sampai Oktober 2024 di UMKM Saputra Snack Kecamatan Bontang Utara Kota Bontang. Metode analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bauran pemasaran dengan 4P (Product, Price, Promotion, dan Place) di UMKM Saputra Snack memproduksi keripik ikan Bawis dengan mempertahankan kualitas ikan yang segar dan proses produksi yang menggunakan sarana dan prasarana yang lengkap. Proses produksi melibatkan pembersihan, pemotongan, pencucian, penggorengan, dan pengemasan. Harga keripik ini ditetapkan berdasarkan analisis pasar dengan harga Rp. 20. 000 per kemasan 80 gram. Promosi dilakukan melalui media sosial seperti Whatsapp, Instagram, Facebook, dan Tiktok, serta dari mulut ke mulut.
Faktor yang Mempengaruhi Peran Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) dalam Meningkatkan Pengetahuan dan Keterampilan Petani di Kabupaten Banyumas Hermawan, Andy; Wakhidati, Yusmi Nur; Sari, Lilik Kartika
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 8 (2025): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v8i.1475

Abstract

Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S), sebagai perpanjangan tangan Kementerian Pertanian, memiliki peran strategis dalam transfer ilmu kepada petani. Berdasarkan Renstra Kementan 2016, P4S berfungsi sebagai fasilitator pelatihan, mediator dalam penyuluhan dan pengembangan teknologi, serta pengembang jejaring usaha tani. Melalui perannya, P4S mendukung pemberdayaan petani dengan meningkatkan pengetahuan teknis, memberikan akses ke pasar, dan menyediakan dukungan finansial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor- faktor yang memengaruhi peran P4S dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani di Kabupaten Banyumas. Faktor internal mencakup tata kelola lembaga, kapasitas lembaga, manajemen lembagan, dan kerja sama dengan dinas pertanian, sedangkan faktor eksternal meliputi karakteristik petani peserta P4S. Penelitian dilakukan pada Juli–Agustus 2024 dengan melibatkan 75 responden petani peserta P4S. Metode yang digunakan adalah survei, yang bertujuan memperoleh fakta dan informasi faktual dari sampel populasi dengan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer, yang dikumpulkan melalui wawancara. Analisis data dilakukan menggunakan metode PLS (Partial Least Square) dengan perangkat lunak SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata kelola kelembagaan, kerja sama dengan dinas pertanian, dan karakteristik petani berpengaruh signifikan terhadap peran P4S. Faktor-faktor ini juga berkontribusi pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani. Kerja sama dengan dinas pertanian ditemukan sebagai faktor paling penting, yang memberikan pengaruh signifikan baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap efektivitas P4S dalam pelatihan, penyuluhan, dan pendampingan petani di Kabupaten Banyumas.
Analisis Kepuasan Konsumen terhadap Kualitas Layanan di Rumah Makan Sari Laut XYZ Kecamatan Bontang Barat Kota Bontang Susan, Angelina; Darmansyah, Oon; Susilo, Heru
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 8 (2025): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v8i.1476

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui Kepuasan Konsumen terhadap Kualitas Layanan di Rumah Makan Sari Laut XYZ Bontang. Penelitian dilaksanakan sejak 19 Juli 2024 sampai dengan 26 Juli 2024 di Kecamatan Bontang Barat Kota Bontang. Sampel sebanyak 87 responden dengan mengacu pada metode Servqual. Hasil penelitian menunjukkan perhitungan rata-rata gap score pada dimensi tangible sebesar 0,29, dimensi reliability sebesar 0,26, dimensi responsiveness sebasar 0,20, dimensi assurance sebesar 0,34 dan dimensi emphaty sebesar 0,27. Kemudian total gap score untuk keseluruhan setiap dimensi kualitas layanan adalah sebesar 0,27. Hal tersebut menunjukkan bahwa konsumen sangat puas terhadap kualitas layanan yang diberikan oleh Rumah Makan Sari Laut XYZ.
Pengaruh Jarak Tanam dan Fermentasi Urine Sapi terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kubis Bunga Yustisia, Dian; Junnaufal
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 8 (2025): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v8i.1477

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui jarak tanam yang sesuai untuk pertumbuhan optimal kubis bunga, (2) Untuk mengetahui penggunaan urine sapi fermentasi dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil kubis bunga dibandingkan dengan metode konvensional lainnya dan (3) Untuk mengetahui apakah jarak tanam dan fermentasi urine sapi memiliki dampak yang signifikan terhadap kualitas dan kuantitas hasil panen kubis bunga. Penelitian ini dilaksanakan di Dusun Lembanna, Desa Gunung Perak, Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni-Agustus 2024. Penelitian ini menggunakan bibit kubis bunga Aquina f1 dengan menggunakan rancangan faktorial dua faktor yang disusun dan rancangan acak kelompok (RAK). Faktor pertama adalah dosis urine sapi, terdiri 3 taraf perlakuan yaitu, Pemberian fermentasi urine sapi 40 ml\l air per bedengan, Pemberian fermentasi urine sapi 50 ml\l air per bedengan dan Pemberian fermentasi urine sapi 60 ml\l air per bedengan. Faktor kedua adalah jarak tanam, memiliki 3 taraf perlakuan yaitu, Jarak tanam 40 cm x 50 cm Jarak tanam 50 cm x 50 cm dan Jarak tanam 60 cm x 50 cm. Hasil penelitian ini menunjukkan, Perlakuan konsentrasi urine sapi 60 ml/L air menghasilkan hasil terbaik terhadap tinggi tanaman dan lebar daun tanaman kubis bunga. Perlakuan jarak tanam 50 x 60 menghasilkan menghasilkan hasil terbaik terhadap lebar daun tanaman kubis bunga. Interaksi perlakuan konsentrasi urine sapi 60 ml/L air dan jarak tanam 50 cm x 60 cm meghasilkan hasil tertinggi pada parameter berat tanaman kubis bunga.
Pengaruh Variasi Penambahan Pati Ubi Jalar Putih (Ipomea batatas L.) dan Plasticizer terhadap Sifat Fisik, Kimia dan Stabilitas Warna Nori Artifisial Pandan (Pandanus amaryllifolius) Awangningrat, Prabu Aria; Suryani, Chatarina Lilis; Sari, Yuli Perwita; Wariyah, Chatarina
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 8 (2025): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v8i.1478

Abstract

Nori artifisial pandan memiliki potensi sebagai alternatif pengganti nori rumput laut. Namun, klorofil pada pandan mudah terdegradasi oleh panas. Stabilisasi Zn-klorofil dapat ditingkatkan dengan membentuk kompleks Zn- klorofil dengan reagen ZnCl2. Pati ubi jalar dan plasticizer digunakan untuk memperbaiki karakteristik nori. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengkaji pengaruh variasi penambahan pati ubi jalar putih dan konsentrasi plasticizer terhadap sifat fisik, kimia, dan stabilitas warna nori artifisial pandan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan 2 faktor dan 2 kali ulangan. Faktor pertama adalah penambahan pati ubi jalar putih (3%, 4%, dan 5%) dan kedua adalah penambahan plasticizer (0.5%;1%; dan 1,5%). Nori artifisial pandan yang dihasilkan dianalisis intensitas warna, kuat tarik, kadar air, kadar klorofil, kadar Zn total, dan aktivitas antioksidan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Semakin besar penambahan pati dan plasticizer maka intensitas warna hijau, kadar air, kadar klorofil, aktivitas antioksidan, dan kadar Zn nori semakin rendah, sebaliknya nilai kuat tarik yang semakin meningkat. Nori artifisial pandan terbaik adalah yang dibuat dengan penambahan pati ubi jalar putih 3% dan plasticizer 1% dengan intensitas warna hijau -2.69, nilai kuat tarik 1.93 N/m2, kadar klorofil 185.91 mg/g bk, kadar Zn total 32.79 mg/g, dan aktivitas antioksidan (RSA) 82.94%.
Analisis Keragaman Genetika Kelapa Kopyor secara Molekuler Fatah, Irfan Abdul; Sisunandar
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 8 (2025): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v8i.1479

Abstract

Kelapa kopyor (KC) merupakan tanaman perkebunan bernilai ekonomis tinggi. Namun demikian, tingginya serangan hama dan penyakit, perubahan peruntukan lahan ataupun ancaman bencana alam dapat menyebabkan hilangnya keragaman genetika KC. Dalam penelitian ini dilaporkan hasil analisis keragaman genetika KC secara molekuler. Sampel penelitian yang digunakan terdiri atas 12 varietas atau aksesi KC dan 1 varietas KC hibrida dengan masing-masing digunakan 1 sampai 4 pohon. DNA masing-masing sampel diekstak menggunakan metode CTAB, kemudian diamplifikasi menggunakan teknik RAPD dan SSR. 30 marka molekul RAPD dan 10 marka molekul SSR digunakan pada penelitian ini. DNA hasil PCR dianalisis menggunakan Microchip Electrophoresis-202 MultiNA. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Genalex 6.51. Analisis Kluster dibuat berdasarkan pengelompokkan Unweighted Pair Group Method with Arithmetic Mean (UPGMA) dan indeks kesamaan dihitung menggunakan Koefisien Jaccard. Visualisasi Dendrogram dan Principal Coordinat Analysis (PCoA) dibuat menggunakan Software Paleontological Statistic 4.03. Hasil penelitian menunjukkan bahwa marka OPA 3 (RAPD) mampu memisahkan varietas KC genjah dengan KC dalam. KC genjah memiliki hasil amplifikasi sebanyak 4 pita dengan ukuran 200 bp, 235 bp, 325 bp, dan 400 bp, sedangkan KC dalam memiliki pita berukuran 130 bp, 200 bp, 235 bp, 325 bp, dan 400 bp. Dengan marka CnCirA9 (SSR), KC genjah memiliki pita DNA sebanyak 1 pita yaitu 70 bp, sedangkan KC dalam memiliki pita DNA hasil amplifikasi dengan ukuran bervariasi antara 70 bp, 80 bp, ataupun memiliki keduanya. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa secara molekuler nilai heterogenitas KC genjah lebih rendah dibandingkan dengan nilai heterogenitas KC dalam baik menggunakan pendekatan RAPD maupun SSR.
Utilization of Deep Groundwater to Support Rice Cultivation in Dry Land Anshori, Arif; Srihartanto, Eko; Minhal, Fibrianty; Budiarti, Sri Wahyuni; Rajiman, Rajiman; Suswatiningsih, Tri Endar
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 8 (2025): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v8i.1480

Abstract

Land limitations cause dry land to become an alternative for food fulfillment, especially rice. This research aimed to investigate the use of deep groundwater for rice plants irrigation in dry land in the second growing season in terms of production, economy and social aspects. The research was conducted in dry land of Gunungkidul D.I. Yogyakarta Indonesia, in the second growing season. Rainfall was observed to determine the time of irrigation. Sidenuk, Inpari 33 and Inpari 42 varieties, complete with rice production technology components, were tested using a Randomized Completely Block Design with 3 replications. Interviews were conducted to explore the economy and farmers perceptions. The results showed additional irrigation from groundwater in supporting rice planting in the second growing season, with Inpari 42 providing the highest yield of dry grain harvested of 7.2 tons ha-1, straw of 9.6 tons ha-1, carbon absorption in grain of 3.9 tons ha-1, carbon absorption in straw of 4.3 tons ha-1, profit in Indonesian Rupiahs of 17,670,000 and R/C of 2.41. Farmers' constraints on rice planting in the second growing season, especially in terms of capital, control of plant pests and organic fertilizer.
Analisis Usaha Tani Padi Lahan Persawahan dan Lahan Rawa di Desa Asinan Kecamatan Bawen Kabupaten Semarang Jawa Tengah Kristiawan, Yogi Ananda; Sambodo, Reo; Mildaryani, Warmanti
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 8 (2025): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v8i.1481

Abstract

Padi (Oryza sativa L) adalah makanan pokok di Indonesia, dimana saat ini beras dianggap tak tergantikan. Lahan pertanian padi terus berkurang akibat konversi untuk pemukiman dan infrastruktur. Desa Asinan Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, adalah salah satu penghasil padi terbesar di daerah tersebut, dengan lahan sawah yang luas dan terdapat lahan rawa yang di manfaatkan petani untuk budidaya padi.Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik usaha tani padi di lahan rawa dan lahan sawah serta menentukan mana yang lebih menguntungkan antara kedua usahatani. Penelitian dilaksanakan dari bulan Juli 2024 hingga Januari 2025 menggunakan metode survei. Data yang dianalisis termasuk biaya produksi, penerimaan, dan pendapatan, kemudian diuji dengan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total biaya usaha tani padi sawah mencapai Rp 6.047.150/Ha/musim tanam, lebih tinggi dibandingkan dengan padi rawa yang sebesar Rp 5.507.186, namun total penerimaan padi rawa lebih tinggi 46.626.160/Ha/musim tanam dibandingkan dengan padi sawah yang hanya Rp.45.394.163/Ha/musim tanam. Pendapatan rata-rata dari padi rawa juga lebih besar Rp 41.118.974/Ha/musim tanam, sedangkan dari padi sawah hanya Rp 36.344.41 /Ha/musim tanam. R/C Rasio menunjukkan usaha tani padi rawa lebih menguntungkan (8,5) dibandingkan padi sawah (7,0). Sedangkan pada B/C rasio padi lahan rawa mendapatkan nilai sebesar (7,5) lebih tinggi dibanding lahan sawah yang hanya sebesar (6,0).Hasil Uji-t independent sample test menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua jenis usaha tani, dengan pendapatan petani padi rawa yang lebih besar.
Uji Kualitas Pakan Kepiting Enkapsul Berbasis Maggot menggunakan Coating Gelatin Khaer, Miftahul; Rukisah; Lembang, Miska Sanda
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 8 (2025): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v8i.1482

Abstract

Kepiting bakau adalah komoditas budidaya perikanan yang mempunyai nilai ekspor yang tinggi yaitu senilai 6.95 juta ton pada tahun 2022. Salah satu barang modal produksi yang paling besar dalam usaha budidaya kepiting bakau adalah pakan. Kebergantungan terhadap pakan komersil yang mahal yaitu bisa mencapai 60-70 % dari total biaya budidaya dan pakan alami yang langka membuat kegiatan budidaya kepiting bakau menjadi terhambat. Maggot (larva) lalat Black Soldier Fly (BSF) dapat dijadikan bahan baku alternatif karena mempunyai kandungan protein 45-50%. Pembuatan pakan pellet kepiting dilakukan dengan teknologi enkapsulasi. Enkapuslasi bertujuan untuk melindungi zat inti dengan suatu lapisan polimer sehingga menjadi partikel yang berukuran mikro. Gelatin salah satu polimer yang dapat digunakan sebagai coating enkapsulasi. Gelatin mempunyai keunggulan selain sebagai coating, juga dapat menambah nutrisi pakan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Maggot kering dibuat dalam bentuk tepung kemudian dicoating dengan gelatin dan dicetak membentuk pelet. Uji kualitas pakan dilakukan dengan pengujian parameter proksimat, uji stabilitas dalam air, kandungan aflatoksin, cemaran antibiotic kloramfenikol dan oksitetrasiklin, serta cemaran Salmonella sp. Pengujian terhadap pertumbuhan kepiting dilakukan dengan pemberian pakan pellet enkapsul sebanyak 3% biomassa dengan jumlah 20 sampel kepiting selama 20 hari. Berdasarkan hasil pengujian kualitas pakan enkapsul, didapatkan seluruh parameter sesuai dengan SNI 8227:2022. Pakan enkapsul berbasis maggot memiliki kadar protein 30.15%, lemak 22.59%, karbohidrat 15.56%, serat kasar 4.78%, kadar abu 9.07%, stabilitas dalam air 99.47%, dan tidak terdeteksi (negatif) terhadap aflatoksin, kloramfenikol, oksitetrasiklin dan cemaran Salmonella sp. Pengujian pertumbuhan pellet enkapsul terhadap kepiting bakau didapatkan pertumbuhan bobot mutlak (BM) 26,5 g dan food convertion ratio (FCR) 2.7 g. Berdasarkan hasil tersebut menunjukan bahwa pakan pellet enkapsul berbasis maggot mempunyai kualitas pakan untuk kepiting bakau.