cover
Contact Name
Elindra Ambar Pambudi
Contact Email
proceedingsphysical.ump@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
proceedingsphysical.ump@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP) Universitas Muhammadiyah Purwokerto Jl. KH. Ahmad Dahlan, PO BOX 202 Purwokerto 53182 Kembaran, Banyumas, Jawa Tengah
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences
ISSN : -     EISSN : 28087046     DOI : https://doi.org/10.30595/pspfs.v2i.164
Core Subject : Engineering,
The Proceedings Series on Physical & Formal Sciences aims to publish proceedings from conferences on the scope: 1. Chemistry 2. Computer Science & Artificial Intelligence 3. Engineering & Energy 4. Materials Science 5. Physics & Astronomy 6. Agricultural & Biological Sciences
Articles 282 Documents
Analisis Profitabilitas Pelaku Usaha Gula Semut di Desa Serayu Larangan Budiningsih, Sulistyani; Watemin, Watemin; Rahayu, Tri Septin Muji; Biky, Muh Amir
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 7 (2024): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v7i.1291

Abstract

Research objectives a) Identify the internal and external factors of ant sugar business actors in Serayu Larangan Village, Mrebet District, b) Find out the level of production, production costs, profits and profitability of ant sugar business actors in Serayu Larangan Village, Mrebet District. The research method used was a survey with location determination carried out purposively in Serayu Larangan Village, Mrebet District with a total of 3,831 productive coconut trees managed by 169 craftsmen with an average production reaching 115,050 kg. The sample was determined purposively as many as 20 ant sugar business actors who were considered to represent those who had been working in this profession for more than 3 years and also as their main livelihood. The type of data collected is primary and secondary data through interview, observation and documentation techniques. Qualitative and quantitative data processing techniques. Profitability is the ratio between profit/profit from sales of ant sugar. The results of the research show the identification of internal and external factors in the ant sugar business, including availability of land, availability of raw materials, skills of the perpetrator, availability of labor in the family and sources of capital, market demand, prices of ant sugar products tend to be high, technological developments, and the presence of competitors. from outside villages, and collaboration with outside. Ant sugar business actors in Serayu Larangan Village, Mrebet District have an average total cost structure of IDR 94,952.37,- with an average of IDR 159,732.50,-. The gain or profit was IDR 64,780.13, - with a profitability value of the ant sugar business actor of 68.22%, meaning that every time IDR 1.00 of production input is used, it will produce a profit of IDR 68.22.
Analisis Ragam Faktor yang Mempengaruhi Produksi Buah Durian (Durio zibethinus Murr.) di Desa Alasmalang Kecamatan Kemranjen Kabupaten Banyumas Rachman, Charizal; Utami, Pujiati; Fathurrohman, Yusuf Enril
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 8 (2025): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v8i.1464

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat risiko produksi buah durian bawor, kendala dan solusi buah durian bawor, serta pengaruh faktor produksi berupa luas lahan, jumlah pohon, tenaga kerja, pupuk organik, pupuk anorganik, dan pestisida terhadap produksi buah durian bawor (Durio zibenthinus L.) di Desa Alasmalang, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Data yang digunakan jenis data primer dan sekunder. Pengambilan sampel mengunakan Nonprobability Sampling dengan Teknik Purposive Sampling dengan jumlah responden sebanyak 40 orang. Analisis data yang digunakan adalah anailisis data deskriptif kuantitatif berupa rumus tingkat risiko produksi dan analisis Regresi Linear Berganda Model Cobb-Douglas untuk mengetahui pengaruh variabelvariabel terhadap hasil produksi durian bawor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil tingkat risiko produksi buah durian bawor yang diperoleh Koefisien Variasi sebesar 0,56. Kendala yang paling banyak dialami oleh petani berupa hama dan penyakit. Hasil dari uji f menunjukan bahwa variabel luas lahan, jumlah pohon, tenaga kerja, pupuk organic, pupuk anorganik, dan pestisida berpengaruh secara bersama-sama terhadap produksi buah durian bawor dan hasil uji t menunjukan bahwa variabel jumlah pohon, pupuk organik, dan pestisida berpengaruh secara nyata terhadap produksi buah durian bawor di Desa Alasmalang, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas.
Analisis Efisiensi Saluran Pemasaran Agroindustri Tahu di Desa Gandasuli Kecamatan Bobotsari Kabupaten Purbalingga Rahmantiyo, Pradwika; Fathurrohman, Yusuf Enril; Watemin
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 8 (2025): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v8i.1465

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi saluran pemasaran agroindustri tahu di Desa Gandasuli, Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Data primer diperoleh melalui observasi dan wawancara terhadap pengrajin tahu, sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi terkait. Penelitian ini difokuskan pada strategi pemasaran, pola saluran pemasaran, biaya, margin, keuntungan, farmer’s share, serta efisiensi pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua pola saluran pemasaran di Desa Gandasuli yaitu saluran pemasaran langsung dan saluran pemasaran melalui pedagang perantara. Pada pola saluran pemasaran I memiliki total biaya sebesar Rp. 82,41 perbungkus, margin sebesar Rp. 0, keuntungan sebesar Rp. 0, dan farmer’s share sebesar 100%. Sedangkan pada pola saluran pemasaran II memiliki total biaya sebesar Rp. 227,1 perbungkus, margin sebesar Rp. 875, keuntungan sebesar Rp. 647,9 dan farmer’s share sebesar 71%. Analisis efisiensi pemasaran menunjukkan bahwa margin pemasaran dan biaya distribusi memengaruhi nilai farmer’s share, di mana nilai yang lebih rendah menunjukkan efisiensi yang lebih baik. Saluran pemasaran langsung memiliki margin yang lebih kecil dan farmer’s share yang lebih tinggi dibandingkan saluran pemasaran yang melalui pedagang perantara. Dengan strategi pemasaran yang efektif dan efisiensi yang lebih tinggi, agroindustri tahu di Desa Gandasuli berpotensi memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap perekonomian serta kesejahteraan masyarakat lokal dan berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut.
Efisiensi Saluran Pemasaran Produk Olahan Lanting di Desa Lemah Duwur Kecamatan Kuwarasan Kabupaten Kebumen Ma’fiyah, Siti; Utami, Pujiati; Watemin
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 8 (2025): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v8i.1466

Abstract

Lanting merupakan makanan khas Kebumen yang terbuat dari singkong dan diolah hingga menjadi camilan yang renyah dan gurih. Penelitian dilakukan di Desa Lemah Duwur Kecamatan Kuwarasan Kabupaten Kebumen. Tujuan penelitian untuk mengetahui pola saluran pemasaran lanting dan efisiensi saluran pemasaran lanting di Desa Lemah Duwur, Kecamatan Kuwarasan, Kabupaten Kebumen. Responden dalam penelitian ini yaitu produsen serta pedagang yang jumlahnya ditentukan dengan metode snowball sampling. Jumla produsen lanting 27 orang, 10 pedagang pengepul, 4 pedagang besar, dan 9 pedagang pengecer. Hasil penelitian menyebutkan bahwa terdapat 5 pola saluran pemasaran, yaitu: Produsen - Konsumen, Produsen - Pedagang Pengecer - Konsumen, Produsen - Pedagang Besar - Pedagang Pengecer - Konsumen, Produsen - Pedagang Pengepul - Pedagang Besar - Pedagang Pengecer - Konsumen, Produsen - Pedagang Pengepul - Pedagang Pengecer - Konsumen. Saluran pemasaran lanting yang paling efisien adalah pola saluran pemasaran pertama karena memiliki nilai persentase efisiensi pemasaran terendah dibandingkan dengan pola saluran pemasaran lainnya.
Efisiensi Pemasaran Home Industry Tempe pada Kelompok Sari Mulya di Desa Pliken Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas Putri, Velin Maysa; Watemin; Utami, Pujiati
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 8 (2025): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v8i.1467

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada Kelompok Sari Mulya Di Desa Pliken Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas dengan tujuan untuk mengetahui tingkat efisieni pemasaran home industry tempe bungkus pada kelompok Sari Mulya di Desa Pliken, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas. Sampel yang diambil dalam penelitian ini terdiri dari 42 pengrajin tempe, 4 pedagang pengepul dan 13 pedagang pengecer tempe. Hasil penelitian menyebutkan bahwa saluran pemasaran tempe bungkus pada Kelompok Sari Mulya di Desa Pliken Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas terdapat tiga pola saluran, yaitu : saluran pemasaran 1 (pengrajin tempe - konsumen), saluran pemasaran 2 (pengrajin tempe - pedagang pengecer - konsumen), saluran pemasaran 3 (pengrajin tempe - pedagang pengepul - pedagang pengecer - konsumen). Saluran pemasaran tempe bungkus pada Kelompok Sari Mulya di Desa Pliken Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas yang memiliki nilai paling efisien adalah saluran pemasaran I dengan nilai efisiensi sebesar 0%. Hal tersebut dikarenakan pada efisiensi pemasaran dipengaruhi oleh biaya pemasaran yang rendah dan harga beli di tingkat konsumen.
Peran Rhizobium dan Pupuk Kotoran Sapi terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai di Media Tailing Natalia, Desy; Lestari, Tri; Mustikarini, Eries Dyah
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 8 (2025): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v8i.1468

Abstract

Lahan pasca tambang timah merupakan lahan yang miskin unsur hara dan pH rendah. Kandungan hara yang miskin dapat dioptimalkan dengan penambahan bahan organik seperti pupuk kotoran sapi dan aplikasi Rhizobium. Tanaman kedelai menjadi salah satu alternatif yang dapat dikembangkan di lahan pasca tambang. Penelitian bertujuan untuk mengetahui peran Rhizobium dan pupuk kotoran sapi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai di media tailing. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus 2023 sampai Desember 2023, di Kebun Percobaan, Fakultas Pertanian Perikanan dan Kelautan, Universitas Bangka Belitung. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan dua faktor yaitu dosis pupuk kotoran sapi dan aplikasi Rhizobium. Faktor dosis pupuk kotoran sapi terdiri dari 4 perlakuan yaitu PO = Tanpa pupuk, P1 = 10 ton ha-1 setara dengan 96 g/polibag, P2 = 20 ton ha-1 setara dengan 192 g/polibag, P3 = 30 ton ha-1 setara dengan 288 g/polibag. dan faktor aplikasi Rhizobium terdiri dari 2 perlakuan yaitu R0 = Tanpa Rhizobium, R1 = Aplikasi Rhizobium. Hasil penelitian menunjukkan dosis pupuk kotoran sapi memberikan pengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, volume akar, jumlah bintil akar, umur berbunga, jumlah polong pertanaman dan hasil polibag. Aplikasi Rhizobium memberikan pengaruh sangat nyata pada umur berbunga dan berpengaruh nyata terhadap jumlah bintil akar dan persentase bintil akar efektif. Kombinasi dosis pupuk kotoran sapi dan Rhizobium memberikan pengaruh nyata terhadap persentase bintil akar efektif. Kombinasi perlakuan dosis pupuk kotoran sapi dosis 20 ton/ha dan Rhizobium menunjukkan pertumbuhan dan hasil terbaik tanaman kedelai di media tailing.
Pengaruh Defoliasi dan Pemberian Pupuk MKP terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jagung (Zea Mays L.) Kamal, Aji Puja Nur; Suyadi, Aman; Pribadi, Teguh; Hajoeningtijas, Oetami Dwi
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 8 (2025): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v8i.1469

Abstract

Jagung merupakan komoditas penting kedua setelah padi/beras, dengan pesatnya perkembangan peternakan, jagung menyumbang 60% komponen pakan, dan lebih dari 55% kebutuhan jagung dalam negeri digunakan untuk pakan dan produksi makanan sisanya dimanfaatkan untuk keperluan industri dan benih lainnya. Tingginya kebutuhan terhadap jagung diperlukan upaya untuk meningkatkan produksinya. Salah satu cara yang dilakukan dalam mengoptimalkan produksi jagung yaitu dengan defoliasi dan pemupukan. Penelitian ini bertujuan Menguji pengaruh defoliasi dan pemberian dosis pupuk MKP yang mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman jagung. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus hingga Oktober 2024 dan bertempat di Desa Cinanas, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes. Rancangan penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang tersusun atas 2 faktor. Faktor pertama Defoliasi daun yang terdiri atas 3 taraf yaitu D0 : tanpa defoliasi, D1 : tiga helai, D2 : enam helai. Faktor kedua dosis Pupuk MKP yang terdiri atas 3 taraf yaitu M0 : 0 kg/ha, M1 : 486 kg/ha atau setara 4,8 gram/polybag, M2 : 972 kg/ha atau setara 9,7 gram/polybag. Terdapat 9 kombinasi perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali, dan setiap perlakuan terdapat 5 tanaman, sehingga jumlah keseluruhan sebanyak 135 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan interaksi antara defoliasi dan pupuk mkp berpengaruh nyata terhadap jumlah daun 56 hst, diameter batang 56 hst, dan diameter tongkol. Interaksi perlakuan D0M1 (tanpa defoliasi dan pupuk mkp 4,8 gr/polybag) memberikan hasil tertinggi pada variabel diameter batang dengan rata-rata 19,99 mm, dan pada variabel diameter tongkol dengan rata-rata 48,88 mm.
Ketahanan 10 Genotipe Jagung Manis Introduksi terhadap Serangan Penyakit Bulai Indriani, Resti Dwi; Pribadi, Teguh; Shofiyani, Anis; Budi, Gayuh Prasetyo; Rostaman; Syaukany, Rizza Faris
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 8 (2025): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v8i.1470

Abstract

Jagung manis (Zea mays saccharata Sturt) adalah produk hortikultura yang potensial dikembangkan di Indonesia. Selam ini kebutuhan jagung manis Indonesia dipenuhi melalui aktivitas impor. Tantangan utama pengembangan jagung manis adalah varietas dan serangan penyakit. Penyakit Bulai merupakan penyakit utama pada tanaman jagung manis. Upaya mengatasi serangan penyakit bulai salah satunya adalah penanaman varietas jagung manis unggul. Saat ini hampir tidak ada varietas jagung manis yang tahan terhadap serangan penyakit bulai. Oleh karena itu introduksi varietas unggul menjadi salah satu solusi sebagai sumber perakitan varietas jagung manis yang tahan serangan bulai. Namun, informasi varietas introduksi yang resinten terhadap serangan penyakit bulai belum banyak dikaji. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi ketahanan sepuluh varietas introduksi terhadap serangan penyakit bulai. Sepuluh genotipe jagung manis introduksi dan dua varietas pembanding (Varietas Bonanza dan Eksotik) ditanam pada agro ekosistem endemik penyakit bulai di Banyumas. Masing-masing petak percobaan yang terdiri dari 52 tanaman jagung diambil 6 tanaman secara acak dan di ukur insidensi penyakit dan keparahan penyakit. Pengamatan dilakukan setiap dua pekan sekali sampai 56 hari setelah tanam (HST). Penelitian ini menunjukan pada genotipe introduksi lebih rendah dibandingkan dengan varietas pembanding. Genotipe PACS211, 71, dan menunjukan insidensi penyakit paling rendah dibandingkan dengan genotipe atau varietas yang lain. Di samping itu varietas SVSN0425, PACS212, dan PACS211 menunjukan ketahanan terhadap serangan penyakit bulai, dimana varietas ini memiliki keparahan penyakit yang paling rendah. Genotipe PACS 211 dapat dikembangkan sebagai varietas baru di Indonesia yang tahan terhadap serangan penyakit bulai.
Identifikasi Sebaran Kekeringan Lahan Pertanian Menggunakan Pendekatan Vegetation Health Index Berbasis Data Citra Satelit Penginderaan Jauh Provinsi Jawa Tengah Tahun 2024 Muhammad, Izzuddin
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 8 (2025): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v8i.1471

Abstract

Kekeringan merupakan salah satu permasalahan utama yang memengaruhi produktivitas sektor pertanian, khususnya di wilayah Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sebaran kekeringan lahan pertanian menggunakan data citra satelit penginderaan jauh tahun 2024 dengan pendekatan Vegetation Health Index (VHI). VHI merupakan indeks gabungan dari Vegetation Condition Index (VCI) dan Temperature Condition Index (TCI) yang mampu memberikan informasi komprehensif mengenai kondisi vegetasi dan stres termal pada tanaman. Data yang digunakan meliputi citra satelit MODIS yang diolah untuk menghitung VCI dan TCI. Proses analisis dilakukan melalui pemrosesan citra menggunakan Google Earth Engine dan perangkat lunak ArcGIS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kekeringan lahan pertanian di Jawa Tengah bervariasi, dengan wilayah tertentu seperti Pantura dan daerah pegunungan menunjukkan tingkat kekeringan yang tinggi. Sebaran kekeringan paling parah terjadi pada periode musim kemarau dengan nilai VHI yang rendah (<10) berada di Kabupaten Grobogan, Rembang, Pati, dan Blora. Luas kekeringan pertanian di Jawa Tengah pada tahun 2024 yakni kekeringan ekstrim seluas 31,54 km2, kuat seluas 194,19 km2, sedang seluas 778,61 km2, rendah seluas 3377,00 km2, dan normal seluas 14652 km2. Temuan ini memberikan informasi penting bagi pengambil kebijakan untuk merancang strategi mitigasi seperti pengelolaan sumber daya air, penerapan teknologi irigasi, dan peningkatan kesadaran petani terhadap risiko kekeringan. Penelitian ini membuktikan bahwa penginderaan jauh berbasis VHI dapat menjadi alat yang efektif dan efisien untuk memantau kondisi kekeringan pada skala regional.
Planting Media Effectiveness on Celery (Apium graveolens L.) Growth Battong, Umar; Asman; Arsela, Primadiyanti; Ardaniah; Rahmisari, Hellina
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 8 (2025): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v8i.1472

Abstract

The study on the effectiveness of different planting media for growing celery (Apium graveolens L.) took place in Desa Tapis, Kabupaten Paser. Researchers set out to explore how various planting media could impact celery growth, using a randomized block design with three repetitions to ensure the results were reliable. The planting media tested included a control group (y1), a mixture of top soil and palm compost (y2), and a combination of top soil and husk charcoal (y3). The results were quite revealing. The different planting media had a significant impact on several growth factors, including the average height of the plants measured at 2, 4, and 6 weeks after planting (WAP). Other important metrics, such as the number of petioles and tillers at 6 WAP, as well as the fresh weight harvested at 6, 7, and 8 WAP, also showed notable differences. Additionally, root length measurements taken at 9 WAP highlighted the effectiveness of the planting media. Among the options tested, the combination of top soil and palm compost (y2) stood out as the best choice for promoting celery growth. This particular mix not only resulted in taller plants but also increased the number of petioles and tillers, along with greater fresh weight and root length. These findings suggest that using top soil with palm compost can significantly enhance celery growth, offering valuable insights for farmers and gardeners looking to improve their celery yields.