EduStream: Jurnal Pendidikan Dasar
EduSTREAM merupakan jurnal berfokus pada perkembangan pendidikan sekolah dasar. Bahan kajian dalam jurnal EduSTREAM terdiri dari ilmu pengetahuan alam, teknologi, religi, etnopedagogi, seni, dan matematika. Jurnal yang diterbitkan merupakan hasil dari penelitian.
Articles
144 Documents
Pentingnya Media Pembelajaran Untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa SD
Supriyono Supriyono
EduStream: Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 2 No. 1 (2018): EduStream: Jurnal Pendidikan Dasar
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (212.51 KB)
|
DOI: 10.26740/eds.v2n1.p43-48
Sekolah merupakan tempat bagi siswa dalam menuntut ilmu. Sering kita temui dalam kelas terdapat siswa yang kurang semangat dalam menuntut ilmu dan kurang tanggap terhadap apa yang disampaikan oleh guru. Siswa terkadang merasa bosan dengan model pembelajaran yang berbasis ceramah, sehingga sebagai pendidik perlu mengadakan evaluasi diri dan peningkatan kualitas pembelajaran di kelas. Dalam hal ini, peningkatan kualitas pembelajaran di kelas bisa dilakukan dengan berbagai cara dan guru memiliki peranan yang sangat penting dalam peningkatan minat belajar siswa dalam kelas sehingga siswa terasa nyaman dan ilmu yang mereka peroleh akan mudah mereka terima. Salah satu cara guru dalam meningkatkan minat belajar siswa dalam kelas bisa dilakukan dengan penggunaan media pembelajaran yang menarik pada setiap materi yang akan disampaikan. Media pembelajaran mempunyai peran penting untuk meningkatkan minat belajar siswa sekolah dasar, khususnya di kelas rendah, karena siswa kelas rendah belum mampu berpikir abstrak, sehingga materi yang diajarkan oleh guru perlu divisualisasikan dalam bentuk yang lebih nyata/kongkrit. Secara ilmu psikologis media pembelajaran sangat membantu perkembangan psikologis anak dalam hal belajar. Selain itu, penggunaan media dalam proses pembelajaran dapat pula memberikan pengalaman bermakna bagi para peserta didik. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan media dalam proses pembelajaran dapat berimplikasi pada tiga hal, antara lain pada diri guru, pada diri siswa dan pada proses pembelajaran di ruang kelas. Dalam merancang media pembelajaran ada beberapa langkah yang harus diperhatikan, yakni: (1) media harus dirancang sesederhana mungkin sehingga jelas dan mudah dipahami oleh siswa; (2) media hendaknya dirancang sesuai dengan pokok bahasan yang akan diajarkan; (3) media hendaknya dirancang tidak terlalu rumit dan tidak membuat anak-anak menjadi bingung; (4) media hendaknya dirancang dengan bahan-bahan yang sederhana dan mudah didapat, tetapi tidak mengurangi makna dan fungsi media itu sendiri; (5) media dapat dirancang dalam bentuk model, gambar, bagan berstruktur, dan lain-lain, tetapi dengan bahan yang murah dan mudah didapat sehingga tidak menyulitkan guru dalam merancang media dimaksud.
Meningkatkan Pemahaman Siswa Dalam Konteks Pembelajaran Berbasis Bahasa Nusantara Melalui Sastra Dongeng Anak Dengan Media Boneka Tangan Di Sekolah Dasar
Endang Darmawati;
Julianto Julianto
EduStream: Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 2 No. 1 (2018): EduStream: Jurnal Pendidikan Dasar
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/eds.v2n1.p49-54
Dalam kegiatan belajar mengajar di dalam kelas, guru adalah sumber ilmu bagi siswa sekaligus sebagai fasilitator. Namun, guru juga harus belajar mengenali karakteristik siswa, membuat model perencanaan pembelajaran selama mengajar, menyiapkan materi dan pembuatan media dengan pemilihan yang tepat dan sesuai, membuat soal latihan untuk evaluasi siswa, dan lain-lain. Pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, terdapat empat keterampilan yang harus diperhatikan oleh guru untuk mengembangkannya kepada siswa. Salah satu contoh dari keempat keterampilan tersebut yang dipelajari siswa sekolah dasar adalah sastra dongeng. Biasanya guru memberikan sebuah dongeng, sedangkan siswa mendengarkan, melihat dan menyimak. Setelah dongeng selesai, diharapkan siswa dapat memahami isi dongeng yang telah diterima. Pemilihan boneka tangan sebagai media mendongeng dirasa cukup baik. Karena tidak sedikit siswa yang menyukai boneka tangan. Terlebih karena memiliki bentuk yang lucu dan beranekaragam yang menjadikan siswa lebih tertarik mendengarkan sebuah cerita atau dongeng dengan memperagakan langsung dengan media boneka tangan. Stimulus yang didapatkan akan berjalan lebih cepat. Karena adanya benda konkret yang nantinya akan mudah untuk dipahami dan mudah diingat oleh siswa di kemudian hari. Mungkin karena bentuk boneka tangan yang lucu dan beranekaragam, atau cara penyampaian guru yang menarik. Sehingga siswa mudah untuk mengutarakan kembali apa yang telah ia dengarkan, apa yang telah ia lihat dan apa yang telah ia simak pada dongeng tersebut. Sehingga ia mudah untuk mengingat-ingat karakter boneka tangan dan menyangkutpautkannya dengan apa yang sudah pernah ia dengarkan. Dengan demikian, guru harus selalu berfikir kreatif untuk membuat media pembelajaran yang tepat seperti apa. Selalu menggabungkan media tradisional dan modern yang berkembang saat ini.
Problematika Guru Dalam Melaksanakan Program Literasi Di Kelas IV Sekolah Dasar
Agung Rimba Kurniawan;
Faizal Chan;
Muhammad Abdurrohim;
Otomius Wanimbo;
Nindy Hafelia Putri;
Fradia Mayang Intan;
Windy Lara S. Samosir
EduStream: Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 3 No. 2 (2019): EduStream: Jurnal Pendidikan Dasar
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (471.495 KB)
|
DOI: 10.26740/eds.v3n2.p31-37
Pelaksanaan program literasi sangatlah penting diterapkan oleh sekolah baik sekolah dasar maupun sekolah menengah. Program literasi bertujuan untuk meningkatkan minat baca peserta didik dan meningat Sekolah Dasar merupakan masa anak-anak pada usia emas (golden age) sehingga penting untuk menanamkan nilai-nilai budi pekerti luhur yang bisa diperoleh dari kegiatan membaca. Membaca adalah salah satu aktivitas dalam kegiatan berliterasi, yang merupakan kunci bagi kemajuan pendidikan. Dalam pelaksanaan program literasi di sekolah tentu saja terdapat banyak kesulitan yang dialami peserta didik atau guru. Maka dari itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apa saja permasalahan yang dihadapi oleh guru ataupun peserta didik dalam pelaksanaan program literasi di sekolah dasar. Penelitian ini dilakukan di SDN 34/I Teratai, kecamatan Muara Bulian, Batanghari. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian deskriptif kualitatif, sumber data yaitu guru wali kelas IV A dan IV B SDN 34/I Teratai, dan teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan teknik snowball sampling dengan teknik pengumpulan data berupa obsevasi, wawancara dan studi dokumentasi. Dari penelitian ini didapatkan bahwa dalam pelaksanaan program literasi di sekolah, guru di SDN 34/I Teratai mendapatkan kendala yaitu kurangnya partisipasi orang tua peserta didik dalam mendukung kegiatan literasi di sekolah dan kurangnya minat baca oleh peserta didik.
Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa Menggunakan Pembelajaran Berbasis Android Pada Matakuliah Konsep IPA
Anggun Winata;
Heny Sulistyaningrum;
Sri Cacik
EduStream: Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 3 No. 2 (2019): EduStream: Jurnal Pendidikan Dasar
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (474.129 KB)
|
DOI: 10.26740/eds.v3n2.p1-9
Kemampuan awal 21st century skills mahasiswa PGSD Unirow masih menunjukkan hasil rendah terutama hasil berpikir kritis mahasiswa. Kemampuan berpikir kritis dipandang sebagai sesuatu yang penting untuk dikembangkan agar mahasiswa mampu menghadapai berbagai permasalahan di sekitarnya. Pada kenyataannya, keterampilan berpikir kritis sering tidak diperhatikan dan secara umum hanya memperhatikan penilaian dari hasil kognitif. Tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis menggunakan pembelajaran berbasis android. Jenis penelitian merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus. Penelitian dilaksanakan di Prodi PGSD UNIROW TP 2019/2020 pada semester ganjil, dengan subjek mahasiswa PGSD kelas C berjumlah 47 mahasiswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah silabus, RPP, buku ajar (e-book), LKM, tes kemampuan berpikir kritis dan respon mahasiswa. Pembelajaran berbasis android dengan pembelajaran kooperatif. Analisis data hasil penelitian yang berupa respon mahasiswa dan tes kemampuan berpikir kritis menggunakan indikator yang diadaptasi dari Facione. Hasil penelelitian menunjukkan bahwa bahwa: (1) penerapan pembelajaran berbasis android dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis yang ditunjukkan dari nilai rata-rata pada prasiklus, siklus I, dan siklus II lebih dari 30%, 70%, dan 80%, dan (2) respon mahasiswa terhadap penerapan pembelajaran berbasis android memdapatkan respon yang baik dari mahasiswa yang ditunjukkan dengan nilai rata-rata 88,33%.
Pengaruh Model Cooperative Script Terhadap Motivasi Belajar Mahasiswa PGSD UNIPA Surabaya Pada Pokok Bahasan Manusia Dan Lingkungan
Danang Prastyo;
Rarasaning Satianingsih
EduStream: Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 3 No. 2 (2019): EduStream: Jurnal Pendidikan Dasar
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (483.379 KB)
|
DOI: 10.26740/eds.v3n2.p10-15
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan motivasi belajar mahasiswa PGSD Unipa Surabaya dengan model Cooperative Script pada pokok bahasan manusia dan lingkungan. Penelitian ini termasuk dalam penelitian jenis eksperimen semu. Penelitian eksperimen akan dilakukan pada dua kelas, yaitu kelas dengan model pembelajaran Cooperative Script dan kelas dengan model presentas. Desain penelitian ini menggunakan jenis Posttest-Only, Non-Equivalent Control Group Design. Sampel penelitian terbagi menjadi dua kelas yaitu kelas 2018-F dengan model pembelajaran Cooperative Script dan kelas 2018-G dengan model presentasi. Instrument penelitian menggunakan kuisioner atau angket dengan jawaban tertutup. Teknik Analisis data menggunakan stantistik deskriptif inferensial. Dari hasil penelitian menujukkan bahwa terdapat pengaruh penerapan model Cooperative Script terhadap motivasi belajar mahasiswa PGSD Unipa Surabaya pada pokok bahasan manusia dan lingkungan.
Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Buku Pop-Up Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas IV SDN 2 Bendungan Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung
Eka Yuliana Sari
EduStream: Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 3 No. 2 (2019): EduStream: Jurnal Pendidikan Dasar
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (437.404 KB)
|
DOI: 10.26740/eds.v3n2.p16-22
Hasil belajar dan media pembelajaran merupakan bagian yang saling berkaitan pada proses pembelajaran. Hasil belajar siswa dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain yaitu media pembelajaran. Pada hal ini media pembelajaran yang dimaksud adalah media pembelajaran buku pop-up. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh dari penggunaan media pembelajaran buku pop-up terhadap hasil belajar siswa. Metode yang digunakan adalah kuantitatif eksperimen. Data yang telah terkumpul dianalisis menggunakan teknik analisis kuantitatif. Populasi dan sample penelitian ini adalah siswa kelas IV yang berjumlah 22 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi untuk variabel media pembelajaran kemudian menggunakan tes untuk variabel hasil belajar. Setelah dilakukan analisis data hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : 1)Pengaruh penggunaan media pembelajaran buku pop-up (X) terhadap hasil belajar (Y) siswa kelas IV SDN 2 Bendungan sangat signifikaan. Dengan hasil > yaitu 2.277 > 2.021 dan niali Sig.(2-tailed) < 0,05 yaitu 0,035 < 0,05.
Keterampilan Guru Dalam Mengelola Kelas
Issaura Sherly Pamela;
Faizal Chan;
Viradika Fauzia;
Endang Putri Susanti;
Aeron Frimals;
Oka Rahmat
EduStream: Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 3 No. 2 (2019): EduStream: Jurnal Pendidikan Dasar
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (504.099 KB)
|
DOI: 10.26740/eds.v3n2.p23-30
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterampilan guru dalam mengelola kelas. Jenis penelitian ini adalah kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata kata tertulis maupun lisan dari perilaku orang yang diamati. Adapun Subyek penelitian ini adalah Guru Kelas IV SD Negeri 155/I Sungai. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa keterampilan guru dalam mengelola kelas dapat dilakukan dengan cara selalu membiasakan siswa untuk selalu disiplin, rapi dan bersih dalam segala hal. Ruang kelas dengan berbagai dekorasi seingga kelas terasa nyaman dan indah. Selalu membuat RPP untuk satu semester. Menggunakan sumber belajar dari buku dan internet dan beberapa media belajar sesuai dengan materi pembelajaran. Serta memiliki keterampilan yang baik dalam membuka dan menutup pembalajaran, menjelaskan materi pembelajaran, memberikan penguatan dan membimbing diskusi kelompok
Penerapan Model Pembelajaran VCT (Value Clarification Technique) Dalam Mata Pelajaran IPS Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas V SDN Sumber Agung III Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro Tahun Pelajaran 2018/ 2019
Mega Puspita Sari
EduStream: Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 3 No. 2 (2019): EduStream: Jurnal Pendidikan Dasar
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (409.818 KB)
|
DOI: 10.26740/eds.v3n2.p38-43
Pembelajaran IPS di kelas V SDN Sumberagung III masih memiliki kelemahan diantaranya, belum diterapkan pembelajaran berbasis penanaman nilai sebagai usaha untuk mengembangkan kesadaran nilai pada diri siswa, dan tidak mengetahui model-model pembelajaran inidikarenakan guru tidak ingin susah dalam mengajarkan materi kepada siswa,. Oleh karena itu, peneliti melakukan pembaruan penyajian pembelajaran IPS melalui penerapan model pembelajaran VCT untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SDN Sumberagung III yang berjumlah 14 siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 2 siklus. Setiap siklus dilaksanakan melalui 4 tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi pada setiap siklus. Data penelitian diperoleh melalui observasi, tes. Data tes hasil belajar siswa dianalisis berdasarkan persentase ketuntasan belajar klasikal. Penerapan model pembelajaran VCT dapat meningkatkan hasil belajar siswa di kelas V SDN Sumberagung III pada pelajaran IPS, materi menghargai jasa pahlawan, keaktifan siswa meningkat. Hal ini dapat dilihat dari lembar penilaian skala sikap setiap siklusnya, pada siklus I 79,4% dan pada siklus II 87,7%. Hasil ini menunjukkan hasil belajar siswa meningkat.
Ekstrakurikuler Tari Untuk Penguatan Karakter Cinta Tanah Air
Nanda Eka Kumala;
Apri Irianto;
Triman Juniarso
EduStream: Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 3 No. 2 (2019): EduStream: Jurnal Pendidikan Dasar
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1261.567 KB)
|
DOI: 10.26740/eds.v3n2.p44-53
This research was motivated by the character crisis that occurred in the community. One of the character crises was caused by the low love for the country. The purpose of this study was to describe the implementation and constraints experienced in strengthening the character of love for the country through dance extracurricular activities at Tenggilis Mejoyo 1 Elementary School Surabaya. This study uses a qualitative approach. The data in this study were obtained from the results of observations, interviews, and documentation. The data sources are informants consisting of principals, extracurricular dance teachers, and students, activities, places, and documentation. The data analysis technique is the Miles and Huberman model. The data validity technique is source and time triangulation. The results of this study are not all students of class I-III follow the extracurricular dance well, while the selected students try to follow extracurricular dance well according to the established indicators of love for the motherland. In this study it can be concluded that the implementation of strengthening the character of the love of the homeland through dance extracurricular activities at Tenggilis Mejoyo 1 SDN Surabaya runs in accordance with the established indicators and the obstacles experienced are not too large
Pengembangan Media Permainan Snack And Ladder Pada Tema Kegiatanku Sub Tema Kegiatanku Pagi Hari Kelas 1 MI Modern Mutiara Iman Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung
Nourma Oktaviarini
EduStream: Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 3 No. 2 (2019): EduStream: Jurnal Pendidikan Dasar
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (540.204 KB)
|
DOI: 10.26740/eds.v3n2.p54-63
Media pembelajaran alat perantara yang digunakan untuk mempermudah proses pembelajaran dan mengefektifkan komunikasi antara guru dengan siswa. Pengembangan media permainan snack and ladder dikarenakan ditemukan beberapa fakta bahwa guru melakukan penjelasan materi menggunakan metode ceramah dengan dibantu buku siswa dan buku guru selain itu guru tidak menggunakan media dalam pembelajaran. Hal tersebut menyebabkan rendahnya hasil belajar siswa dan motivasi belajar siswa menurun terhadap kegiatan pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah 1) untuk mendeksripsikan pengembangan media permainan snack and ladder pada tema kegiatanku sub tema kegiatan pagi hari kelas 1, 2) Kelayakan media snack and ladder pada tema kegiatanku sub tema kegiatan pagi hari kelas 1 dan 3) respon siswa terhadap media permainan snack and ladder pada tema kegiatanku sub tema kegiatan pagi hari kelas 1. Metode penelitian ini adalah penelitian Research and Development(R&D) model pengembangan yang menjadi acuan penelitian dalam mengembangkan produk yaitu ADDIE (Analisys, Design, Development, and Evaluation). Hasil Analisis Implementasi produk media permainan snack and ladder untuk 23 siswa memperoleh skor 21,8 dan rata-rata prosentase skor 80,48% dengan kriteria baik. Tahap penilaian kevalidan media dilakukan oleh validator materi dan validator media. Berdasarkan penilaian dari validator media memperoleh skor rata 91% dengan kriteria baik, sedangkan berdasarkan penilaian validator materi diperoleh skor 88% dengan kriteria sangat baik.