cover
Contact Name
Rudy Pramono
Contact Email
rudypramono@gmail.com
Phone
+6285171561966
Journal Mail Official
registration@pkm-csr.org
Editorial Address
LPPM Universitas Pelita Harapan, Tangerang Banten
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Prosiding Konferensi Nasional PKM-CSR
ISSN : -     EISSN : 26553570     DOI : https://doi.org/10.37695/pkmcsr.v4i0
Prosiding PKM-CSR merupakan rangkuman hasil Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibilty (PKM-CSR) yang diselenggarakan setiap tahun oleh kolaborasi beberapa Perguruan Tinggi yaitu Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Universitas Pelita Harapan (UPH), Swiss German University (SGU), Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Pradipta, Universitas Wijaya Putra (UWP), Universtas Lambung Mangkurat (ULM) dan Tahun 2021 bekerjasama dengan Universitas Dyana Pura Bali (Undhira) sebagai Co Host. Prosiding PKM-CSR memuat artikel mengenai kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan corporate social responsibility, dengan topik sebagai berikut : Teknologi Tepat Guna Teknologi Komunikasi dan Informasi Kesehatan Ekonomi Pendidikan Lingkungan dan Kebencanaan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,378 Documents
PENINGKATAN KAPASITAS PRODUKSI OPAK JEPIT MELALUI INOVASI TTG DAN MANAJEMEN USAHA Fauzuddin, Yanuar; Iswoyo, Andi; Muchid, Muhammad; Rizqiawan, Hendrik
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.2080

Abstract

Mitra dalam PKM ini adalah ibu Nur Asiyah pemilik usaha opak jepit Bu’ Yah, beralamat di Desa Peganden, Manyar, Gresik. Urgensi dari kegiatan ini kapasitas produksi yang rendah dan produk yang dihasilkan kurang baik sehingga memerlukan sentuhan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi mitra dan meningkatkan omset mitra. Permasalahan prioritas, yaitu; peralatan produksi masih tradisonal dan tidak ergonomis, boros bahan bakar, kurang sehat dan tidak hiegienis, ruang persediaan kotor dan banyak hewan pengerat, pekerja tidak memakai APD; penjualan tidak stabil, kemasan masih menggunakan plastik tipis, label dan merk kurang menarik, belum ada pencatatan keuangan dan belum memahami kesehatan pangan. Metode pelaksanaan dengan pengembangan TTG Mesin Opak Jepit, pelatihan, pendampingan dan kemitraan. Dampak kegiatan ini adalah adanya peningkatan kapasitas dan kualitas produk mitra sebesar 30%, peningkatan jumlah omzet mitra sebesar 30%, peningkatan penetahuan mitra meningkat sebesar 50%, dan peningkatan keterampilan mitra sebesar 50%.
PENINGKATAN OMSET PENJUALAN MINUMAN KESEHATAN MELALUI TTG MESIN PENGERING REMPAH -REMPAH sugiharto, mulus; Suprobowati, Dewi; Subaderi, Subaderi
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.2081

Abstract

Rempah-rempah merupakan bahan minuman tradisional yang masih diminati oleh masyarakat karena dari sisi harga bisa terjangkau untuk semua kalangan.Terlebih Indonesia Penghasil rempah – rempah yang bagus. Terlebih setelah pandemi masyarakat berlomba- lomba untuk sehat. Ibu Nawangwulan janatul firdaus , sebagai mitra di masa pandemi memiliki usaha minuman kesehatan wedangan kertonyono bertempat tinggal di Jl. Raya Benowo no 6 Surabaya. Berdasarkan data yang diperoleh dari mitra terkait dengan usaha yang mereka rintis di masa pandemi mengalami kendala pada proses produksi masih manual. Permasalahan, Alat produksi masih manual, solusinya adanya alat produksi, TTG Mesin Pengering rempah-rempah.alat perajang masih manual,solusinya adanya alat perajang, tujuan meningkatkan omset mitra, metode pelatihan dan pendampingan penggunaan mesin Rempah- rempah. Perajang , solusinya adanya mesin perajang rempah-rempah.Kemasan masih sederhana Solusi adanya mesin siller untuk kemasan,perlu pelatihan kemasan produk.dalam bid manajemen belum adanya pembukuan secara rutin,solusi pelatihan dan pendampingan pembukuan. Hasil mitra ada peningkatan produksi dan pendapatan 60 %. Dampak program sangat bermanfaat bagi mitra menjadi lebih baik dan maju. Tujuan Akhir PKM mitra memahami permasalahan usaha yang dihadapi, harapan ke depan atas keberlanjutan program ini dapat menjadi produk unggulan minuman kesehatan di kecamatan pakal Kota Surabaya.
PENINGKATAN KAPASITAS PRODUKSI DAN PEMASARAN REBANA MELALUI INOVASI TTG OVEN REBANA DAN DIGITAL MARKETING Iswoyo, Andi; Fauzuddin, Yanuar; Muchid, Muhammad; Budi, Hutomo Setia
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.2082

Abstract

Mitra PMUPD ini adalah UD. Rabana Gresik Tiga Putri dan Rebana Spesial Adnan Khozin Gresik Jepara, keduanya beralamat di Kabupaten Gresik dan memproduksi alat musik rebana. Urgensi PMUPD ini adalah kapasitas produksi masih belum bisa memenuhi kebutan pasar dan pemasaran digital masih belum optimal sehingga diperlukan sentuhan iptek dan teknologi. Tujuan PMUPUD ini adalah (i) meningkatkan jumlah kapasitas produksi mitra dan (ii) meningkatkan jumlah omset mitra. Permasalahan prioritas yaitu (i) pengeringan rebana masih menggunakan matahari dengan panas yang tidak teratur, (ii) kurangnya peralatan sehingga kapasitas produksi rendah, (iii) pengetahuan tentang manajemen usaha, perpajakan dan keuangan masih rendah, mitra 2 belum memiliki badan usaha, (iv) pemasaran digital mitra 1 perlu dioptimalkan dengan konten-konten yang lebih kreatif, dan mitra 2 belum banyak melakukan pemasaran digital. Metode pelaksanaan melalui diseminasi TTG, pelatihan, pendampingan dan kemitraan. Dampak dari kegiatan ini yaitu adanya peningkatan peningkatan jumlah omzet Mitra 1 sebesar 30% dan mitra 2 sebesar 50%, mitra 2 memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), peningkatan ketrampilan mitra membuat konten kreatif sebesar 50%, peningkatan kemampuan mitra dalam administrasi perpajakan sebesar 60%, adanya perluasan pasar mitra 2 ke luar daerah sebesar 40%, adanya peningkatan pendapatan kedua mitra sebesar 30% dengan mengoptimalkan pemasaran melalui website, medsos dan marketplace.
SOSIALISASI HOSPITALITY MENUJU SADAR WISATA BERKELANJUTAN DI DESA SURAU WIDIYARTI, DIYAS; Ari Pribowo, Muhamad Galy Njoman; Sunaryanto, Heri
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.2083

Abstract

Adanya keramahan di suatu daerah menjadi daya tarik yang sangat besar bagi wisatawan, baik yang tujuannya untuk mencari hiburan wisata, pelayanan prima dari kelompok sadar wisata yang menunjang kebutuhan setiap wisatawan, yang menjadi kunci keberhasilan suatu pariwisata. Ciri-ciri tersebut terlihat dengan adanya keterbukaan masyarakat untuk memahami peran dan fungsinya berdasarkan pengelolaan wisata desa berbasis masyarakat, dalam rangka mendukung sektor ekonomi yang berkelanjutan. Metode meliputi ceramah, diskusi, demonstrasi dan praktek langsung. Metode ceramah digunakan dalam proses penyampaian materi dan memberikan motivasi kepada masyarakat akan pentingnya menciptakan keramahtamahan dalam pelayanan atau menfasilitasi wisata. Metode diskusi digunakan sebagai media komunikasi pada saat sosialisasi berlangsung sehingga terjadi komunikasi dua arah antara masyarakat dengan penyaji. Metode demonstrasi digunakan dalam memberikan contoh praktik langsung menjadi pemandu wisata. Hasil kegiatan kelompok 90% peserta terdiri dari kelompok sadar wisata, ibu-ibu PKK, aparat desa dan pemuda dari desa Surau antusiasme peserta terlihat dari jumlah peserta yang hadir sebanyak 30 orang, hasil kegiatan seluruh peserta sebelum dimulainya sosialiasi mengisi pretest, hasil review menununjukan bahwa 65% menyatakan ketidakpahaman atau keterbatasan pengetahuan dalam menerapkan konsep pelayanan prima, sehingga terkesan sangat tradisional, setelah kegiatan berlangsung dan saat proses praktek menjadi pemandu wisata peserta mengetahui secara konsep dan tindakan yang harus dilakukan sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia.
PELATIHAN PEMBUATAN ROBOT LINE FOLLOWER UNTUK MENINGKATKAN MINAT SISWA SISWI SMA TERHADAP STEM Junita, Junita; Uranus, Henri P.; A.R, M. Gracio; Pardede, Marincan; Mangunsong, Rianto; Yulian, Dwi Heri
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.2084

Abstract

Perkembangan teknologi memungkinkan pengembangan sistem kecerdasan buatan dan otomatisasi dalam berbagai hal. Salah satunya adalah robotika. Berbagai efisiensi dan kecanggihan yang ditawarkan oleh teknologi robotika membuat banyak orang terpesona. Pesona robotika dapat meningkatkan keingintahuan dan minat siswa siswi terhadap STEM (science, technology, engineering, and mathematics), yang cenderung kurang. Dalam rangka meningkatkan minat siswa siswi terhadap STEM, Program Studi Teknik Elektro Universitas Pelita Harapan membuat pelatihan pembuatan robot untuk siswa siswi SMA. Pada pelatihan ini, para peserta diberikan pemaparan teori dasar untuk mengetahui cara kerja dari robot line follower, kemudian mereka diberikan modul robot yang dapat dirakit dengan bimbingan dari dosen dan laboran yang bertugas. Dari survei yang diisi oleh 35 peserta pelatihan, terdapat perubahan pendapat sebelum dan sesudah pelatihan mengenai merakit komponen listrik dan mekanik, yaitu penurunan sebesar 6% untuk yang merasa sulit dan tidak menyenangkan, penurunan 17% untuk yang merasa sulit tapi menyenangkan, dan peningkatan 23% untuk yang merasa mudah dan menyenangkan. Didapatkan juga perubahan pendapat mengenai Program Studi Teknik Elektro, sebelum dan sesudah pelatihan, yaitu penurunan sebesar 40% untuk yang berpendapat sulit dan tidak menyenangkan, peningkatan 31% untuk yang berpendapat sulit tapi menyenangkan, dan peningkatan 9% untuk yang berpendapat mudah dan menyenangkan. Kata Kunci: Robotika, STEM, Teknik Elektro
Pendampingan Penggunaan Aplikasi Keuangan pada Usaha Kripik Tempe Pesantren Arafah, Cililin, Kab. Bandung Barat Aryani, Sinta; Chumaidiyah, Endang; Praptono, Budi; Yovanda, Olfio; Noor Kamal, Rizky
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.2085

Abstract

Laporan keuangan secara digital sangatlah penting di era modern ini, khususnya bagi usaha kripik tempe Pesantren Arafah, Cililin, Kabupaten Bandung Barat. Untuk meningkatkan pengalaman dan pengetahuan pengelola usaha kripik tempe Pesantren Arafah tentang pencatatan dan pembuatan laporan keuangan yang baik, maka kegiatan pendampingan penggunaan aplikasi keuangan perlu dilakukan. Kegiatan pendampingan dilakukan secara langsung dengan melakukan simulasi bersama pihak pengelola usaha kripik tempe Pesantren Arafah. Kegiatan pendampingan pencatatan keuangan secara digital dapat membantu pengelola usaha dalam mengelola pencatatan keuangannya. Dengan kegiatan ini, proses penyusunan laporan keuangan dapat berjalan lebih optimal. Proses pencatatan keuangan secara digital akan memungkinkan pengelola usaha menjadi lebih mudah dalam pembuatan laporan keuangan mereka dengan cara automasi data pada aplikasi dari segi aset, kewajiban dan ekuitas. Dengan memanfaatkan sistem Macro pada excel, proses input data keuangan menjadi lebih sesuai dengan karakteristik keuangan perusahaan yang bersangkutan. Lebih jauh lagi, data keuangan yang dimasukkan akan secara otomatis terintegrasi menjadi laporan keuangan. Dengan demikian, pencatatan keuangan dapat berjalan lebih efisien dan performasi kinerja usaha kripik tempe Pesantren Arafah dapat meningkat.
PPM PENGEMBANGAN DESAIN KEMASAN DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN USAHA HOME INDUSTRI MOCHI MOCI DI SIDOARJO Fitriya, Fitriya Gemala Dewi; Wahyu Rijanto, Ong Andre; Hariyanto, Krisnadhi
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.2086

Abstract

Pengemasan merupakan hal yang penting dalam memasarkan suatu produk. Kemasan yang digunakan pada usaha mochi milik bu Rita masih sangat sederhana sehingga sulit dipasarkan. Artinya desain kemasan harus dikembangkan, karena dengan fungsi kemasan yang sempurna akan memudahkan perluasan pasar. Hal yang menjadi kesadaran adalah upaya peningkatan pelanggan, dimana untuk mencapai tujuan tersebut memerlukan inovasi dengan melakukan pengembangan pada desain produk. Kegiatan ini diberikan dalam bentuk pemberian materi, focus group discussion, dan pendampingan dalam bentuk observasi, ceramah, tanya jawab, diskusi dan praktik langsung sehingga dapat mengembangkan desain kemasan produk yang lebih kreatif dan inovatif. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dalam pengemasan produk "Industri rumahan kue mochi"dan memberikan pelatihan pada masalah yang dihadapi yaitu modal kerja terbatas dan sistem pemasaran yang pasif. Solusi yang ditawarkan adalah meningkatkan kualitas dan pengemasan produk, memperluas jaringan mitra pemasaran, dan meningkatkan keterampilan manajemen mitra melalui pelatihan.
Pengembangan Wisata Lintas Desa Sebagai Bentuk Usaha Wisata Desa Jarak Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang Juniwati, Anik; Wijaya, Elvina Shanggrama; Aristyanto, Erwan
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.2087

Abstract

Desa Jarak – Wonosalam adalah salah satu Desa di Jombang yang telah ditetapkan menjadi Desa Wisata. Desa ini memiliki segudang potensi, utamanya adalah lokasinya yang diantara bukit dengan pemandangan alam indah, penduduk yang ramah dan aktivitas pariwisata camping ground serta paket wisata lintas desa (trekking) yang sudah ada namun kurang terbina. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini mempunyai misi untuk membantu mengembangkan trekking Desa Jarak, yang masih dalam pengembangan dan terus berbenah. Dari kajian pasar didapati bahwa wisata lintas desa banyak diminati oleh kaum muda, maka dari itu, fokus kegiatan adalah memperbaiki aspek produksi, yang terkait dengan fasilitas fisik, yaitu mendampingi PokDarWis mengadakan prasarana yang memadai seperti: membuat rute, memperbaiki akses dan jembatan, membuat naungan dengan memanfaatkan material setempat di Desa Jarak, yakni bambu. Aspek produksi lainnya adalah penataan UMKM agar mempunyai sertifikat halal dan mendapatkan NIB, dengan membagikan google form dan memproses kepengurusan tersebut. Hasil yang dicapai lewat kegiatan pengabdian ini adalah terwujudnya fasilitas trekking Desa Jarak, baik yang berupa bangunan maupun prasarana pendukung trekking yang sesuai dengan konsep ramah lingkungan yang diusung Desa, yang juga memenuhi standar SNI Desa Wisata, yakni cleanliness, healthy and safety, serta environment sustainability yang diterima dengan baik oleh para warga Desa Jarak.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT: MENGUBAH PARADIGMA TERHADAP MASALAH SEKS BEBAS Irmayanti, Nur; Suharni, Suharni; Ritonga, Alven Safik; Wasil, Mohammad
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.2091

Abstract

Tujuan adanya pengabdian ini untuk memberdayakan masyarakat dalam mengubah paradigma terhadap masalah seks bebas. Seperti yang kita ketahui masalah seks bebas menjadi permasalahan yang kompleks dan memerlukan perhatian serius dari masyarakat. Pengabdian masyarakat dilakukan dengan metode pendekatan partisipatif yang melibatkan berbagai kelompok masyarakat, seperti remaja, orang tua dan masyarakat sekitar. Dalam pengabdian ini, dilakukan serangkaian kegiatan yang meliputi penyuluhan, pelatihan, diskusi kelompok, dan penyediaan sumber informasi yang akurat dan terpercaya mengenai seksualitas sehat. Melalui kegiatan-kegiatan ini, masyarakat diberdayakan untuk memahami konsep seks bebas, risiko yang terkait, dan implikasinya terhadap kesehatan fisik dan mental individu serta masyarakat secara keseluruhan. Kegiatan ini dilakukan di desa Nambak Kabupaten Ponorogo, yang notabenya Kabupaten yang memiliki tingkat dispensasi kawin tertinggi. Sedangkan hasil dari pengabdian masyarakat ini menunjukkan adanya perubahan paradigma masyarakat terhadap masalah seks bebas, kesadaran masyarakat terhadap risiko dan dampak negatif dari seks bebas meningkat, serta munculnya upaya nyata untuk mengadopsi sikap bertanggung jawab dan menjaga kesehatan seksual. Selain itu, terbentuknya jaringan komunitas yang peduli terhadap masalah seks bebas juga menjadi salah satu hasil yang positif dari pengabdian ini dan memberikan kontribusi penting dalam upaya mengubah paradigma masyarakat terhadap masalah seks bebas. Hasil dari pengabdian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan program-program pemberdayaan masyarakat yang lebih luas dalam penanganan masalah seks bebas di berbagai wilayah.
PPM PENINGKATAN INOVASI BERKELANJUTAN SURA COFFE SHOP KOTA SURABAYA Rudiatno, Rudiatno; Cheryta, Aldea Mita
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.2092

Abstract

Mitra pengabdian masyarakat dalam hal ini adalah Mitra Sura Coffe Shop yang berada di Jl. Ngagel Tama No. 19. permasalahan mitra sebagai berikut: 1) Biaya produksi bahan baku yang tinggi; 2) Kurangnya konsistensi ketersediaan produk; 3) Pelayanan masih kurang komunikatif ketika pelanggan memilih menu; 4) Tingkat inovasi di media online masih kurang; 5) Belum maksimalnya promosi online; 6) Transaksi pembayaran masih manual; 7) Pencatatan laporan laba/rugi masih manual. Selanjutnya sebagai upaya penyelesaian solusi permasalahan, maka akan diklasifikasikan solusi pengabdian masyarakat sebagai berikut: 1) Pendampingan dan pelatihan efektivitas dan efisiensi menu yang ditawarkan; 2) Pendampingan dan pelatihan kebutuhan prioritas pilihan konsumen; 3) Pendampingan dan pelatihan cara komunikasi menawarkan produk; 4) Pendampingan dan pelatihan inovasi media online; 5) Pendampingan dan pelatihan promosi online bersponsor untuk lebih menarik konsumen; 6) Pelatihan dan pendampingan QRis untuk percepatan transaksi; 7) Pendampingan peningkatan literasi pengambilan keputusan keuangan. Inovasi berkelanjutan dalam pengabdian masyarakat pada coffee shop mengacu pada usaha kreatif dan progresif dalam mengembangkan dan menjalankan usaha kopi yang tidak hanya mengutamakan keuntungan ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat positif yang berkelanjutan bagi lingkungan, masyarakat setempat, dan komunitas