cover
Contact Name
Rudy Pramono
Contact Email
rudypramono@gmail.com
Phone
+6285171561966
Journal Mail Official
registration@pkm-csr.org
Editorial Address
LPPM Universitas Pelita Harapan, Tangerang Banten
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Prosiding Konferensi Nasional PKM-CSR
ISSN : -     EISSN : 26553570     DOI : https://doi.org/10.37695/pkmcsr.v4i0
Prosiding PKM-CSR merupakan rangkuman hasil Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibilty (PKM-CSR) yang diselenggarakan setiap tahun oleh kolaborasi beberapa Perguruan Tinggi yaitu Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Universitas Pelita Harapan (UPH), Swiss German University (SGU), Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Pradipta, Universitas Wijaya Putra (UWP), Universtas Lambung Mangkurat (ULM) dan Tahun 2021 bekerjasama dengan Universitas Dyana Pura Bali (Undhira) sebagai Co Host. Prosiding PKM-CSR memuat artikel mengenai kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan corporate social responsibility, dengan topik sebagai berikut : Teknologi Tepat Guna Teknologi Komunikasi dan Informasi Kesehatan Ekonomi Pendidikan Lingkungan dan Kebencanaan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,378 Documents
PPM BUM DESA GOSARI KECAMATAN UJUNG PANGKAH KABUPATEN GRESIK Aminatuzzuhro Aminatuzzuhro; Andi Iswoyo; Yanuar Fauzuddin; Hendrik Rizqiawan
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 4 (2021): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mewujudkan Pemulihan dan Resiliensi Masya
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (727.082 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v4i0.1327

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki berbagai kekayaan sumber daya alam, baik itu lautan, sungai, hingga pegunungan, dan berbagai ragam kekayaan alam lainnya. Indonesia juga masyur dikenal sebagai negara dengan banyak aneka keanekaragaman budaya dan peninggalan bersejarah. Sumber daya alam, budaya dan peninggalan bersejarah yang berlimpah tersebut jika dikelola dengan benar dan tepat dapat memberikan keuntungan besar bagi negara, meningkatkan pendapatan daerah, dan tentunya dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat sekitar. Salah satu pendayagunaannya adalah dengan menciptakan daerah tersebut menjadi tempat sarana destinasi wisata. Wisata Alam Gosari (WAGOS) merupakan salah satu unit usaha yang dikelola oleh BUM Desa Gosari Kecamatan Ujung Pangkah, Kabupaten Gresik. WAGOS sudah berdiri sejak 2017 dan dikunjungi sebanyak hingga ribuan pengunjung di tiap akhir pekan dan ratusan pengunjung di tiap hari kerja. Selama beroperasional dalam 4 tahun ini, ada berapa permasalahan WAGOS yang teridentifikasi, antara lain pada bidang produksi yaitu pengelola dianggap belum maksimal dalam mengelola kebersihan lokasi wisata, hal tersebut tampak dari kurangnya bak sampah yang tersedia serta tidak adanya papan tanda (sign board) terkait himbauan untuk menjaga kebersihan yang ditujukan kepada pengunjung. Kemudian permasalahan pada manajemen usaha ialah pencatatan akuntansi masih semi-manual dan tidak jarang salah melakukan pencatatan. Pada pengelolaan SDM, pengelola WAGOS menyadari adanya kekurang-kompakan antar pekerja atau team work. Beberapa diantaranya kerap dijumpai kurang bersinergi dengan pekerja yang lain. Pelaksanaan kegiatan pendampingan ini antara lain: (1) Persiapan tim dan melakukan koordinasi dengan mitra (BUM Desa Gosari), (2) Penyusunan rencana (jadwal) kegiatan, (3) Pengadaan bak sampah dan papan tanda (sign board) terkait himbauan untuk menjaga kebersihan, beserta distribusi dan serah terimanya, (4) Pelatihan pencatatan akuntansi dengan memanfaatkan aplikasi yang tepat dan sesuai standar akuntansi, (5) Pelatihan team work, (6) Evaluasi pelaksanaan kegiatan.
PPM USAHA MIKRO SAMBAL BOTOLAN DESA MULUNG GRESIK Trisa Indrawati; Iful Novianto; Andi Iswoyo; Yanuar Fauzuddin; Hendrik Rizqiawan
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 4 (2021): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mewujudkan Pemulihan dan Resiliensi Masya
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.622 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v4i0.1328

Abstract

Pandemi Covid-19 merupakan hal yang tidak diduga akan terjadi dan mewabah hampir di seluruh belahan dunia pada tahun 2020. Pada data yang dirilis oleh WHO (World Health Organization), di akhir bulan Maret 2020 terdapat lebih dari 200 negara terjangkit virus Covid-19, termasuk Indonesia yang teridentifikasi terpapar virus Covid-19 per tanggal 02 Maret 2020. Pandemi Covid-19 menyebabkan masalah pelik bagi masyarakat, tidak terkecuali di Indonesia. Tidak sedikit aktivitas yang biasanya berjalan normal harus dihentikan, walaupun ada diantaranya yang mengalami penyesuaian, salah satunya adalah himbauan untuk beraktivitas dari rumah. Mitra yang merupakan wanita muda dari kabupaten Gresik ini memanfaatkan waktu luang di kala pandemi dengan memproduksi produk yang juga bermanfaat untuk meningkatkan imun, yaitu sambal botolan. Program ini bertujuan agar mitra mempunyai perlengkapan yang lebih sesuai dalam menjalankan usahanya tersebut, khususnya pada aspek pengemasan. Karena alat pengemasan sebelumnya masih belum dapat menutup sambal dengan sempurna, terkadang sambal menetes keluar yang mengakibatkan pelanggan komplain. Tujuan berikutnya, mitra dapat melakukan pencatatan keuangan dengan baik dan rutin, selama ini mitra mencatat pengeluaran dan pemasukan terkesan jika sempat saja. Program ini berlangsung pada bulan Juli hingga Agustus tahun 2021. Metode yang dilakukan berupa pemberian alat pengemasan berupa mesin induksi sealer beserta pendampingan cara penggunaan dan perawatannya, dan pelatihan pencatatan keuangan sebanyak 2 sesi.
PPM USAHA MIKRO MAKANAN RINGAN KELURAHAN KARAH KOTA SURABAYA Iful Novianto; Hendrik Rizqiawan; Andi Iswoyo; Yanuar Fauzuddin
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 4 (2021): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mewujudkan Pemulihan dan Resiliensi Masya
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.534 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v4i0.1330

Abstract

Mitra merupakan pelaku usaha rumahan dengan produk berbagai macam makanan ringan seperti brownies, kue kacang, hingga makanan yang biasa disajikan untuk hari raya atau lebaran. Berlokasi di Kelurahan Karah Kecamatan Jambangan Kota Surabaya persisnya di Jl. Karah 151, mitra menjalankan usahanya seorang diri di tengah keterbatasnnya dan terkadang dibantu suami. Keterbatasan yang dimaksud antara lain kondisi dapur mitra yang cukup kecil dan sempit, hal tersebut yang menjadi alasan mitra menggunakan “Dapoer Sempit” sebagai merek produknya. Selain itu keterbatasan lainnya adalah dari sisi modal, sehingga mitra belum dapat berinvestasi pada peralatan produksi yang lebih layak & sesuai, dan aspek higienitas juga dinilai kurang diperhatikan. Tujuan program ini adalah agar mitra memiliki peralatan produksi yang layak, lebih memperhatikan faktor higienitas, ada varian kemasan & label baru yang lebih menarik, dan mitra dapat memanfaatkan media sosial & marketplace secara maksimal dalam memasarkan produknya. Program ini berjalan selama dua bulan yaitu pada bulan Juli hingga Agustus 2021, dengan metode pelaksanaan berupa pengadaan barang serta pendampingan personal. Setelah pelaksanan program ini, dengan peralatan produksi yang lebih layak, mitra dapat meningkatkan produktivitasnya, produk mitra terkemas lebih cantik dan menarik, serta jangkauan pemasaran mitra lebih luas.
PELATIHAN PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGGUNAKAN MICROSOFT DYNAMICS 365 BUSINESS CENTRAL Titus Kristanto; Muhamad Nasrullah
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 4 (2021): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mewujudkan Pemulihan dan Resiliensi Masya
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.044 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v4i0.1331

Abstract

PT Dinamika Megatama Citra (DMC) merupakan perusahaan bergerak di bidang perunggasan dan pembibitan ayam. Berlokasi di Jl Raya Mojosari Ngoro, Pungging, Mojokerto. Permasalahan yang terjadi pada PT DMC adalah adanya ketidakcocokan data di unit finance dengan unit lain, sehingga membuat pekerjaan menjadi terhambat. Tujuan dari kegiatan pelatihan adalah memudahkan para pegawai beradaptasi dalam pertumbuhan bisnis, meningkatkan performa secara real time, dan menyelesaikan proyek secara tepat waktu. Metode yang digunakan adalah memberikan pelatihan kepada para pegawai PT DMC menggunakan Microsoft Dynamics 365 Business Central. Pelatihan tersebut dilaksanan selama 2 hari yaitu hari Sabtu dan Minggu (15-16 Februari 2020). Adapun fungsi dari Microsoft Dynamics 365 adalah mencari solusi terkait manajemen bisnis secara lengkap dan mudah digunakan sesuai dengan usaha yang dijalankan oleh PT DMC. Hasil dari kegiatan pelatihan adalah meningkatkan kemampuan para pegawai dalam mengolah data perusahaan dan memperluas jaringan sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Kesimpulan dari kegiatan pelatihan adalah para pegawai antusias mengikuti pelatihan tersebut dan memberikan dampak positif bagi perusahaan.
PENINGKATAN EFEKTIFITAS METODE KANGURU TERHADAP KECUKUPAN ASI PADA BAYI CUKUP BULAN DI DESA SUKARAME BARU KEC. KUALUH HULU KAB. LABUHAN BATU UTARA Isyos Sari Sembiring; Sisca Suci Triana Ginting; Nur Azizah; Basaria Manurung; Fera Susanti; Devita Purnama Sari; Cindi Hidayat
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 4 (2021): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mewujudkan Pemulihan dan Resiliensi Masya
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.115 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v4i0.1332

Abstract

Infants aged 0-28 days is a critical period for the baby's life, 2/3 of infant deaths occur within 4 weeks after delivery and 60% of newborn deaths occur within 7 days after birth. Good monitoring and care for both mother and baby during the puerperium can prevent some of these deaths. If the experience of breastfeeding mothers is well managed, then mothers can breastfeed more successfully, if they have more contact with their babies. Breastfeeding stimulates the production of prolactin so that it will increase the volume and stimulate the milk ejection reflex. The closest contact occurs when the mother uses the kangaroo (skin to skin) method. As we know, kangaroos put their young in a pouch that is in direct contact with the mother's body, after research it turned out that this method was able to suppress infant mortality. Kangaroo care tries to provide closeness between the mother and the newborn. Put the baby in direct skin-to-skin contact. This ensures physiological and psychological warmth and bonding between mother and baby. This kangaroo technique was first introduced by Neosedgar Rey and Hector Martine in Bogota in 1978. Subsequent research conducted by Larimer on the kangaroo technique showed advantages for infants and parents, babies do not experience apnea and bradycardia, regulate body temperature, increase body weight and are effective for breast-feed. This general problem is also faced in Sukarame Baru Village, Kec. Kualuh Hulu Kab. Labuhan Batu Utara Medan who interviewed 2 employees of RB Khadijah said that they had never done the kangaroo method because they were lazy and did not know the procedure for doing the kangaroo method, the mother's enthusiasm for increasing breast milk adequacy was quite high but the scheduled program was not optimal. The purpose of this service program (PKM) is to improve the quality of breast milk adequacy for breastfeeding mothers by using the kangaroo method. The results of the community service program activities that have been carried out show that the results of the study show that the effectiveness of the kangaroo method on the adequacy of breast milk in term infants and an independent t-test was performed. It was found that the average frequency of urination in the intervention group after the kangaroo method was 5 times. per day with a standard deviation of 1.36 while in the control group the average BAK frequency was 4 times per day with an SD of 1.41. The results of the statistical test showed that the P value was 0.023, so it can be concluded that there is a significant difference in the average frequency of urination by the kangaroo method in the intervention group and the control group. The average frequency of defecation after being carried out in the intervention group after the kangaroo method was 4 times per day with an SD of 1.49, while in the control group the average frequency of defecation was 3 times per day with an SD of 1.57. The results of the statistical test showed that the P value was 0.040, so it can be concluded that there is a significant difference in the average frequency of defecation after the kangaroo method was used in the intervention group and the control group. Infants aged 0-28 days is a critical period for the baby's life, 2/3 of infant deaths occur within 4 weeks after delivery and 60% of newborn deaths occur within 7 days after birth. Good monitoring and care for both mother and baby during the puerperium can prevent some of these deaths. If the experience of breastfeeding mothers is well managed, then mothers can breastfeed more successfully, if they have more contact with their babies. Breastfeeding stimulates the production of prolactin so that it will increase the volume and stimulate the milk ejection reflex. The closest contact occurs when the mother uses the kangaroo (skin to skin) method. As we know, kangaroos put their young in a pouch that is in direct contact with the mother's body, after research it turned out that this method was able to suppress infant mortality. Kangaroo care tries to provide closeness between the mother and the newborn. Put the baby in direct skin-to-skin contact. This ensures physiological and psychological warmth and bonding between mother and baby. This kangaroo technique was first introduced by Neosedgar Rey and Hector Martine in Bogota in 1978. Subsequent research conducted by Larimer on the kangaroo technique showed advantages for infants and parents, babies do not experience apnea and bradycardia, regulate body temperature, increase body weight and are effective for breast-feed. This general problem is also faced in Sukarame Baru Village, Kec. Kualuh Hulu Kab. Labuhan Batu Utara Medan who interviewed 2 employees of RB Khadijah said that they had never done the kangaroo method because they were lazy and did not know the procedure for doing the kangaroo method, the mother's enthusiasm for increasing breast milk adequacy was quite high but the scheduled program was not optimal. The purpose of this service program (PKM) is to improve the quality of breast milk adequacy for breastfeeding mothers by using the kangaroo method. The results of the community service program activities that have been carried out show that the results of the study show that the effectiveness of the kangaroo method on the adequacy of breast milk in term infants and an independent t-test was performed. It was found that the average frequency of urination in the intervention group after the kangaroo method was 5 times. per day with a standard deviation of 1.36 while in the control group the average BAK frequency was 4 times per day with an SD of 1.41. The results of the statistical test showed that the P value was 0.023, so it can be concluded that there is a significant difference in the average frequency of urination by the kangaroo method in the intervention group and the control group. The average frequency of defecation after being carried out in the intervention group after the kangaroo method was 4 times per day with an SD of 1.49, while in the control group the average frequency of defecation was 3 times per day with an SD of 1.57. The results of the statistical test showed that the P value was 0.040, so it can be concluded that there is a significant difference in the average frequency of defecation after the kangaroo method was used in the intervention group and the control group.
EDUKASI PENCEGAHAN COVID-19 PADA ANAK DENGAN PENERAPAN 5 M Marliani Marliani; Isyos Sari Sembiring; Astaria Ginting; Kamelia Sinaga; Devita Purnama Sari; Rosmelina Buulolo; Habib Nabawi
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 4 (2021): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mewujudkan Pemulihan dan Resiliensi Masya
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.758 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v4i0.1334

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARSCoV-2). Kasus positif Covid-19 di Indonesia pada anak semakin meningkat mencapai sekitar 11-12 persen yaitu sekitar 210.000-230.000 kasus. Potensi penularan masif pada kelompok usia anak baik prasekolah maupun usia sekolah dasar perlu sangat diwaspadai dikarenakan anak-anak sangat aktif beraktifitas bersama teman-teman dan sering mengabaikan kebersihan tangan karena itu perlu dilakukan upaya pencegahan secara lebih ketat dengan memberikan edukasi secara langsung tentang pencegahan penularan Covid-19 dengan menerapkan 5 M. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan pengetahuan kepada anak-anak usia 7 -12 tahun tentang 5M (Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, Menghindari kerumunan dan Mengurangi mobilitas dengan melakukan aktivitas di rumah saja kecuali jika ada hal yang penting atau darurat) yang dapat mengurangi kejadian infeksi virus Covid-19 pada anak-anak. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian ini adalah memberikan edukasi secara langsung dengan memberikan ceramah tentang penerapan 5M, dilakukan teknik pra-eksperimental dengan one gruop pretest-posttest design. Sebanyak 35 anak usia 7 – 12 tahun terlibat dalam kegiatan ini, pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan t berpasangan. Hasil edukasi tentang pencegahan Covid-19 dengan penerapan 5 M berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan (p value=0,000), dan sikap (p value=0,002).
PENGEMBANGAN PENDIDIKAN NONFORMAL BIMBEL ENGGON SIN_AU_QU DENGAN METODE SOCIOPRENEUR DI ERA PANDEMI Dyah Puspita Indah Budi Sari Wulan; Nurleila Jum'ati; Hardo Wahyudi; Risca Ayu Rachmania; Lusy Nur Miftachul Jannah; Mochamad Syahrul Gunawan; Haris Priambodo
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 4 (2021): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mewujudkan Pemulihan dan Resiliensi Masya
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1478.547 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v4i0.1339

Abstract

The Covid-19 pandemic has an impact on all aspects of people's lives. One of them is the number of fresh graduates of strata 1 graduates who cannot find a job. Beside, spontaneous changes in online learning methods to suppress covid-19 spreading cause to the obstacles for both students and parents in its adaptation. Parents tend to use non-formal tutoring institution or agencies to support the understanding level of materials provided in schools to overcome these obstacles. Bimbel Enggon Sin_Au_Qu is a non-formal education service provider institution coverage of Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Malang, Semarang and even Kalimantan to get the impact of online learning by experiencing an increase in demand for tutor services by absorbing the educated workforce. The absorption of educated workforce is based on sociopreneur methods. The problem experienced by management is that tutors are the majority of fresh graduated. Bimbel Enggon Sin_Au_Qu conduct mentoring methods by facilitating tutors to follow online development training, revamping Enggon Sin_Au_Qu management in managing tutors and service users also developing promotional systems to expand marketing. The results achieved as sociopreneurship are: 1) The development of the potential of tutor human resources, 2) The management system becomes well-coordinated 3) Bimbel Enggon Sin_Au_Qu known by the wider community. Thus, Enggon Sin_Au_Qu as a business container that is able to grow the economic potential that can be enjoyed by various parties involved
PENGEMBANGAN SOFT SKILL TANGGAP BENCANA KEBAKARAN SEBAGAI UPAYA PREVENTIF BAGI SISWA SD Dyah Puspita Indah Budi Sari Wulan; Nurleila Jum'ati; Risca Ayu Rachmania; Nur Aini Azizah; Mochamad Syahrul Gunawan; Raihana Raihana; Okky Irfanto
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 4 (2021): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mewujudkan Pemulihan dan Resiliensi Masya
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (736.064 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v4i0.1340

Abstract

Indonesia is one of the countries that are prone to disasters, one of the vulnerable victims of disasters is children. There is fire data in the educational environment in the city of West Surabaya and data on potential fires in the western region of Surabaya. With these data, it encourages the holding of community service activities in the form of improving soft skills towards mitigation, preparedness for fire disasters. The development of soft skills to respond to fire disasters as a preventive effort in children from an early age is carried out in students of AlKautsar Elementary School Surabaya. Methods of community service are observation, pretest, socialization, mentoring, forming a fire fighter community and posttest. Based on the average value of knowledge obtained by students is quite high after joining the program compared to before. By following the improvement of soft skills, students gain knowledge and strengthen the education of character, literacy development as well as fostering self-efficacy students. With self-efficacy, students acquire such knowledge for themselves and can educate the surrounding environment. It is hoped that for the sustainability of the program can be formed a community that is accommodated in an extracurricular fire fighter involving parties: schools, parents of students or representatives of school committees and students and all other school residents.
JELAJAH ‘NEPAL VAN JAVA’ MERETAS PARIWISATA KREATIF PERDESAAN DI LERENG GUNUNG SUMBING Muhamad . Muhamad
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 4 (2021): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mewujudkan Pemulihan dan Resiliensi Masya
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (994.814 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v4i0.1342

Abstract

Latar belakang dan tujuan utama dari skema pendampingan dalam rangka percepatan pembangunan desa dan mengembangkan potensi desa sebagai penggerak utama pembangunan di berbagai bidang, dibutuhkan peran banyak pihak termasuk perguruan tinggi. Perguruan tinggi dapat terlibat dalam rangka kegiatan pengabdian kepada masyarakat. berbasis Pengembangan Desa Binaan, sehingga Terbentuk model Desa Mandiri Sejahtera; Metode pelaksanaan menjelaskan secara gamblang mengenai subjek penelitian pada masa pandemii: seperti menghimpun informasi dengan mengidentifikasi masalah dan memberikan pertanyaan sehingga jawaban akan ditemukan di lapangan peneliti akan memastikan kapabilitas/kelayakan variabel-variabel lain. variabel dalam penelitian meliputi : komponen syarat destinasi sebagai unsur penting agar wisatawan merasa puas dan menikmati seluruh komponen yang terdapat dalam destinasi. Hasil kegiatan pengabdian skema pengembangan desa binaan digunakan untuk menentukan unsur penting dalam jelajah wisata sehingga terbentuk model pengembangan desa wisata secara mandiri Sejahtera.
PPM PEMANFAATAN LIMBAH TERNAK KAMBING MENJADI PUPUK KOMPOS Sri Juni Woro Astuti; Esa Wahyu Endarti; Heri Susanto
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 4 (2021): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mewujudkan Pemulihan dan Resiliensi Masya
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.384 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v4i0.1343

Abstract

Mitra kegiatan PKM ini adalah peternak kambing di desa Boteng kecamatan Menganti Kabupaten Gresik. Kondisi mitra sejak adanya pandemic covid 19 mengalami penurunan penghasilan dari penjualan ternak kambing yang mereka miliki. Jika sebelum adanya pandemic rata-rata bisa menjual 1 ekor kambing per bulan, sejak adanya pandemic selama 3-4 bulan hanya bisa menjual 1 ekor kambing. Berdasarkan kesepakatan dengan mitra, solusi yang ditawarkan adalah menciptakan usaha sampingan berbasis pada usaha ternak yaitu pembuatan pupuk kompos limbah ternak. Solusi yang diberikan kepada mitra meliputi: 1) sosialisasi tentang nutrisi/ makanan kambing sehingga hasil penggemukan lebih optimal, 2) pelatihan pemanfaatan limbah ternak menjadi kompos, 3) pemberian bantuan alat/mesin penghancur limbah ternak, 4) pelatihan pengemasan kompos sehingga layak jual. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif interaktif yang terdiri dari tahap persiapan, pelaksanaan, penyusunan luaran dan tahap evaluasi. Hasil dari pelatihan pengolahan limbah kotoran kambing menjadi pupuk Organik dengan penggunaaan mesin sederhana. Produksi diperkirakan dapat mencapai rata-rata 25-50 karung berat 25 kg dengan harga penjualan Rp. 15.000,- dengan keuntungan bersih Rp. 8.000 per karung, maka dengan pengolahan limbah ternak kambing dapat memberi tambahan penghasilan sebesar Rp. 400.000,- dengan perbaikan packing dan penjualan diharapkan bisa meningkatkan hasil dari penjualan.

Page 74 of 138 | Total Record : 1378