cover
Contact Name
Hetty Ondang
Contact Email
jurnalbluefinfisheries2019@gmail.com
Phone
+628114320718
Journal Mail Official
jurnalbluefinfisheries2019@gmail.com
Editorial Address
Politeknik Kelautan dan Perikanan Bitung Jl. Tandurusa Kotak Pos 12BTG/Bitung Sulawesi Utara 95526
Location
Kota bitung,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Bluefin Fisheries
ISSN : -     EISSN : 26862255     DOI : http://dx.doi.org/10.15578/jbf
JURNAL BLUEFIN FISHERIES merupakan publikasi ilmiah di bidang ilmu terapan kelautan dan perikanan. Artikel ilmiah yang disajikan merupakan hasil penelitian orisinil di bidang ilmu terapan kelautan dan perikanan yang belum pernah dipublikasikan. Yang dimaksud dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bidang Kelautan dan Perikanan di Indonesia antara lain: Teknik Penangkapan Ikan, Mekanisasi Perikanan, Teknik Pengolahan Produk Perikanan.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2024)" : 5 Documents clear
Pengaruh Perendaman Ekstrak Anggur Laut (Caulerpa racemosa) terhadap Kesegaran Ikan Kembung (Rastrelliger sp.) Hermawan, Roni; Pramita, Eka Aji; Aristawaty, Anita Treisya; Renol, Renol; Finarti, Finarti; Mubin, Mubin; Akbar, Mohamad
JURNAL BLUEFIN FISHERIES Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Bitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kontaminasi bakteri pada ikan segar dapat terjadi pada masa pascapanen, sesaat sebelum dikonsumsi, dan dapat menimbulkan penyakit. Salah satu cara sederhana dan aman untuk menjaga keamanan pangan ikan segar adalah dengan menggunakan anggur laut Caulerpa racemosa untuk menekan aktivitas bakteri dan memperlambat proses pembusukan pada ikan kembung segar. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari kemampuan buah anggur laut (Caulerpa racemosa) dalam menghambat pertumbuhan bakteri pada ikan kembung segar (Rastrelliger sp.) melalui perhitungan ALT bakteri dan uji organoleptik. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen laboratorium yaitu aplikasi ekstrak anggur laut Caulerpa racemosa pada ikan kembung segar. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 konsentrasi ekstrak anggur laut, yaitu P1 (0%), P2 (5%), P3 (10%), dan P4 (15%). Setiap perlakuan diulang tiga kali sehingga diperoleh total 12 perlakuan. Variabel yang dianalisis dalam penelitian ini meliputi Total Plate Score (ALT) dan uji organoleptik. Metode pengujian menggunakan SNI 01-2346-2006 tentang petunjuk pengujian organoleptik dan sensori dengan menggunakan 11 panelis terlatih dan 14 panelis tidak terlatih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak anggur laut (Caulerpa racemosa) berpengaruh terhadap nilai ALT bakteri dan uji organoleptik ikan kembung segar (Rastrelliger sp.) dengan rata-rata nilai ALT bakteri 0% (2,65  106 CFU/g), 5% (2,72  105 CFU/g), 10 % (3,35  105 CFU/g) dan 15% (2,72  105 CFU/g) dan rata-rata nilai 7 yang berati tidak terdapat perbedaan yang nyata pada semua uji organoleptik (kenampakan mata dan kenampakan insang). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak anggur laut (Caulerpa racemosa) mampu menghambat bakteri dan menjaga kualitas kesegaran ikan kembung (Rastrelliger sp.).
Dinamika Populasi Ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) di Perairan Teluk Kupang, Nusa Tenggara Timur Pit’ay, Novia Inggrid; Toruan, Lumban Nauli Lumban; Saraswati, Suprabadevi Ayumayasari
JURNAL BLUEFIN FISHERIES Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Bitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jbf.v6i1.178

Abstract

Ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) merupakan sumberdaya perikanan pelagis yang penting dan merupakan salah satu komoditas ekspor yang didaratkan di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Oeba Kupang. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji dinamika populasi ikan cakalang, sehingga dapat dilakukan pengelolaan perikanan yang berkelanjutan.  Pengambilan data primer dilakukan pada Bulan September 2022.  Sampel dipilih secara sebanyak 60 ekor. Analisis data dilakukan dengan menggunakan Microsoft Excel dan FiSAT-II. Parameter pertumbuhan ikan cakalang memiliki nilai L∞ = 50,67 cm, K = 0,51 per tahun dan t0 = -0,25 tahun. Nilai mortalitas total (Z) sebesar 1,13 per tahun, mortalitas alami (M) sebesar 0,99 per tahun dan mortalitas penangkapan (F) sebesar 0,14 per tahun. Laju eksploitasi adalah 0,12 per tahun yang menunjukan bahwa ikan cakalang belum dieksploitasi dengan maksimal.
Identifikasi Teknis Aplikasi Aturan 2, 23, 26 dan Ketentuan Tambahan I PIMTL 1972 Pada KMN. Indah Permata yang Berpangkalan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Ternate da Gomez, Grandhi Kaenato; Simau, Silvester; Manengkey, Jenny Inescry; Putri, Elsari Tanjung; Pontoh, Peggy; Abil, Moh.
JURNAL BLUEFIN FISHERIES Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Bitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jbf.v6i1.232

Abstract

Hasil Kerja Praktik Taruna Politeknik KP Bitung pada kapal penangkap ikan purse seine, kapal pole and line, dan kapal pukat hela (trawl) dengan ukuran panjang > 20 m atau < 50 m menunjukkan belum sepenuhnya menerapkan aturan Peraturan Internasional Mencegah Tubrukan di Laut 1972 (PIMTL 1972). Hal ini melatarbelakangi tim peneliti melakukan identifikasi salah satu kapal penangkap ikan pole and line kaitannya dengan penerapan aturan PIMTL 1972, agar menjadi perhatian semua pihak yang terlibat baik Syahbandar Pelabuhan Perikanan, pemilik kapal, nakhoda dan Anak Buah Kapal untuk menerapkan peraturan tersebut. Metode penelitian berupa wawancara, pengamatan dan pengukuran langsung untuk memastikan ketentuan teknis yang disyaratkan berdasarkan aspek-aspek penerapan aturan PIMTL 1972. Analisis yang digunakan berupa analisis deskriptif dari data kuantitatif yang dikumpulkan di KMN. Indah Permata yang berpangkalan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Ternate. Data hasil penelitian ini dapat menjadi pedoman syahbandar perikanan bagi pemilik kapal, nakhoda dan Anak Buah Kapal bahwa aturan 2, aturan 23 dan aturan 26 PIMTL 1972 menjadi ketentuan sesuai aturan pada kapal penangkap ikan. Aturan PIMTL 1972 wajib diterapkan secara baik dan benar untuk semua kapal penangkap ikan jenis pole and line sesuai ukuran panjang kapal penangkap ikan.   
Identifikasi Alat Keselamatan Kerja Kapal Purse Seine Penerapan Solas (1974) Di Kapal KM. Sumber Fortuna Batam Kepulauan Riau Alhadi, Salman; sarianto, deni; haris, Dendi; Istrianto, Kadi; yeka, Adnal; Kemhay, Djalaludin; Saranga, Rudi; Zakri, Yan
JURNAL BLUEFIN FISHERIES Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Bitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kapal Motor Sumber Fortuna merupakan armada penanangkapan ikan dengan jenis alat tangkap purse seine. KM. Sumber Fortuna berada dibawah naungan PT. True Marine Products (HLS) Batam, Kepulauan Riau. Pengoperasian alat tangkap purse seine memiliki potensi tinggi terjadinya kecelakaan saat dilakukanya aktivitas penangkap ikan. Keselamatan pekerja berawal dari kegiatan persiapan di pelabuhan, perjalanan menuju daerah penangkapan ikan, aktivitas penangkapan, dan kembali ke dermaga. Tanda-tanda yang diamati dalam identifikasi keselamatan kerja berupa jenis alat keselamatan jiwa, alat bantu navigasi, alat pelindung diri. Berdasarkan hasil identifikasi yang dilakukan pada KM. Sumber Fortuna memiliki beberapa alat keselamatan jiwa di atas kapal yaitu pelampung penolong, baju penolong, pemadam api. Alat keselamatan bernavigasi berupa kompas, global positioning system (GPS), GPS plotter, radio echo sounder. Alat pelindung diri. Di KM Sumber Fortuna diatas kapal  berupa 20 pasang sarung tangan, 5 pasang sepatu bot kerja. 
PENGARUH WAKTU TERHADAP HASIL TANGKAPAN RAJUNGAN (Portunus pelagicus) MENGGUNAKAN BUBU BENTUK KUBAH DI PESISIR WAIHERU, TELUK AMBON DALAM Syamsudin, Muhidin; Tomasila, Leoplod; Kemhay, Djalaludin; Larwuy, Winster
JURNAL BLUEFIN FISHERIES Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Bitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jbf.v6i1.212

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk melihat pengaruh perbedaan waktu penangkapan terhadap hasil tangkapan rajungan (Portunus pelagicus) di pesisir Waiheru, Teluk Ambon Dalam. Metode pengambilan data menggunakan uji lapang untuk memperoleh data jumlah hasil tangkapan (ekor) dan berat rajungan (gram) yang ditangkap pada waktu siang dan waktu malam. Data selanjutnya dianalisis menggunakan uji t pada kedua unit waktu yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan jumlah tangkapan rajungan berbeda antara waktu siang dan waktu malam, dengan jumlah terbanyak di waktu malam (62 ekor). Uji t juga menunjukkan ada perbedaan berat rajungan yang tertangkap di kedua waktu, dimana tangkapan pada waktu malam lebih tinggi (8622,4 gr) dibandingkan waktu siang.

Page 1 of 1 | Total Record : 5