cover
Contact Name
Rifki Arif
Contact Email
skyhawk.apibwi@gmail.com
Phone
+6281386901616
Journal Mail Official
skyhawk.apibwi@gmail.com
Editorial Address
Komplek Bandar Udara Internasional Banyuwangi JL. Pantai Blimbingsari Kec. Blimbingsari, Banyuwangi – Jawa Timur Telp. (0333) 630-567, 630-456 - Fax. (0333) 630-723
Location
Kab. banyuwangi,
Jawa timur
INDONESIA
Skyhawk: Jurnal Aviasi Indonesia
ISSN : -     EISSN : 27763854     DOI : https://doi.org/10.52074/skyhawk.v1i2.15
This journal publishes articles containing aspects of the application of sports sciences and / or the results of community service carried out by actors and activists in the world of education in general, academics, industry, and community groups.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 52 Documents
Pengaruh Pola Asuh Latihan Fisik Terhadap Berat Badan Ideal Taruna Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi FAJAR ISLAM; Achmad Luthfizar Lyanda Adiltsa; Ariyono Setiawan; Dimas Hari Cahyo
SKYHAWK : Jurnal Aviasi Indonesia Vol. 4 No. 1 (2024): SKYHAWK: Jurnal Aviasi Indonesia
Publisher : Akademi Penerbang Indonesia Banyuwagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52074/skyhawk.v4i1.231

Abstract

Setiap individu memiliki berat badan dan ukuran tubuh yang berbeda. Berat badan yang berbeda akan berdampak berbeda pada kegiatan sehari-hari yang dilakukan, itu penting. Salah satu metode yang efektif untuk membangun massa otot adalah latihan berat badan. Ini juga dapat membantu dalam penurunan berat badan atau pemeliharaan berat badan yang ideal. Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif, dan teknikpengumpulan datanya adalah kuisioner yang dibuat oleh google form. Penelitian ini menggunakan uji hipotesis (Uji T) dengan menggunakan program SPSSversi 25. Sampel yang digunakan adalah 67 taruna tingkat 1 dari Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi. Berdasarkan hasil analisis dengan uji hipotesis (Uji T), hasilnya menunjukkan bahwa variabel pola asuh latihan fisik memiliki nilai t hitung sebesar 6,619 dan t tabel sebesar 5,528 dan nilai signifikan 0,000 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima.Hal tersebut menyimpulkan bahwa pola asuh latihan fisik berpengaruh positif dansignifikan terhadap berat badan ideal taruna di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi.
Analisis Kesiapan Psikologis Taruna Dalam Pelaksanaan First Flight Pada Taruna Diploma Penerbang API Banyuwangi FAJAR ISLAM; Aero Antares Toding La'bi; Dimas Hari Cahyo; Dede Ardian
SKYHAWK : Jurnal Aviasi Indonesia Vol. 4 No. 1 (2024): SKYHAWK: Jurnal Aviasi Indonesia
Publisher : Akademi Penerbang Indonesia Banyuwagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52074/skyhawk.v4i1.233

Abstract

Untuk dapat melaksanakan fase atau tahap first flight, kesiapan mental merupakan hal yang perlu untuk diteliti karena berkaitan dengan performance taruna penerbang dalammenjalankan studinya. Kondisi prima juga merupakan hal yang sangat penting dariseorang pilot pada aktivitas penerbangan. Oleh karena itu, penelitian terkaitkesiapan psikologis taruna dalam pelaksanaan first flight perlu dilaksanakan untuk menganalisis performance penerbangan perdananya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Wawancara, observasi lapangan dan dokumentasi adalah metode yang digunakan peneliti untuk mengumpulkan data. Pada penelitian ini, masalah dipecahkan secara terencana dan cermat dengan tujuan mendapatkan fakta dan kesimpulan untuk memahami, menjelaskan, dan mengendalikan keadaan. Menurut penelitian yang dilakukan, penulis menarik kesimpulan bahwa percaya diri dapat mempengaruhi tingkat kecemasan seorang taruna. Peneliti membuktikan hal ini dengan melakukan observasi lapangan dan melakukan wawancara terhadap sampel atau informan yang dipilih dan terbukti kepercayaan diri dapat mempengaruhi kesiapan psikologis taruna dalam melaksanakan first flight.
Analisis Komponen Angin Terhadap Pengaturan Daya CESSNA 172 SP di Runway 08 Berdasarkan Preferensi Flight Instructor Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi FAJAR ISLAM; Daniel D. Rumani; Axel Amadeus Nathanael; Dimas Hari Cahyo
SKYHAWK : Jurnal Aviasi Indonesia Vol. 4 No. 2 (2024): SKYHAWK: Jurnal Aviasi Indonesia
Publisher : Akademi Penerbang Indonesia Banyuwagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52074/skyhawk.v4i2.239

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi pengaruh komponen angin pada pengaturan daya pendaratan Cessna 172 SP di runway 08 Bandara Banyuwangi, berdasarkan preferensi instruktur penerbangan (flight instructor) Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi (APIB). Studi ini menggunakan metodologi kualitatif untuk mengumpulkan data. Dokumentasi, wawancara, dan tinjauan literatur sebelumnya digunakan untuk mengumpulkan data. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana komponen angin memengaruhi daya pendaratan pesawat Cessna 172 SP di runway 08 Bandara Banyuwangi. Hasil menunjukkan bahwa komponen angin memiliki dampak yang signifikan pada bagaimana daya pendaratan pesawat diatur selama pendaratan. Pada saat headwind, pengaturan daya yang diperlukan cenderung lebih besar karena headwind memberikan drag yang besar, menurunkan kecepatan pesawat. Pada saat tailwind, pesawat akan mempercepat karena daya dorong yang dihasilkan angin dari belakang, sehingga pengaturan daya yang diperlukan cenderung lebih besar. Karena arah datang angin ke pesawat berbentuk diagonal dan tidak berhubungan dengan kecepatan angin, crosswind tidak berdampak pada kecepatan pesawat. Kesimpulan dari penelitian adalah bahwa komponen angin sangat mempengaruhi pengaturan daya karena arah angin secara langsung mempengaruhi kinerja pesawat, dan pengaturan daya diperlukan untuk menjaga kinerja dan kestabilan pesawat.
Pengaruh Stres Terhadap Taruna Penerbang Sayap Tetap Dalam Menghadapi Fase Pre-Solo Flight Di API Banyuwangi FAJAR ISLAM; sabam Danny Sulung; Untung Lestari Nur Wibowo; Yovita Sheila Nabila
SKYHAWK : Jurnal Aviasi Indonesia Vol. 4 No. 2 (2024): SKYHAWK: Jurnal Aviasi Indonesia
Publisher : Akademi Penerbang Indonesia Banyuwagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52074/skyhawk.v4i2.258

Abstract

Fase pre-solo flight merupakan tahap penting dimana taruna dilatih untuk mendapatkan izin terbang solo. Tetapi tidak semua taruna dapat menjalankan praktik terbang sesuai dengan yang diinginkannya. Stres diketahui merupakan salah satu penyebab yang mungkin mempengaruhi pembelajaran dan performa terbang taruna. Dalam penelitian ini, peneliti memutuskan untuk meneliti apakah benar stres merupakan hal yang mempengaruhi taruna saat menghadapi fase terbang pre-solo di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi. Peneliti melakukan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab dan juga cara meminimalisir stres yang dialami taruna selama fase pre-solo flight. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kualitatif yang menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Wawancara dilakukan kepada 17 orang taruna penerbang di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi. Dari hasil wawancara yang diperoleh menunjukkan bahwa taruna penerbang sayap tetap sebagian besar mengalami stres dan berdampak kepada performa terbang pre-solo seperti menurunkan fokus, menurunkan tingkat kewaspadaan dan mempengaruhi cara taruna mengambil keputusan saat terbang. Oleh karena itu hal ini perlu untuk dipelajari dan dikelola dengan baik. Cara beberapa taruna untuk menghadapi stres yang dialaminya seperti dengan persiapan terbang yang lebih matang, beristirahat yang cukup dan juga beribadah. Hasil penelitian ini dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang dampak stres pada taruna penerbang dan memberikan saran untuk mengembangkan pembelajaran yang lebih baik di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi.
Hubungan Kecemasan Terhadap Kepercayaan Diri Dalam Menghadapi Dunia Kerja Pada Taruna Semester Akhir API Banyuwangi FAJAR ISLAM; Arief Rusdyansyah; Dimas Hari Cahyo; Kukuh Ferdian
SKYHAWK : Jurnal Aviasi Indonesia Vol. 4 No. 2 (2024): SKYHAWK: Jurnal Aviasi Indonesia
Publisher : Akademi Penerbang Indonesia Banyuwagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52074/skyhawk.v4i2.259

Abstract

Hubungan Kecemasan terhadap Kepercayaan Diri dalam Menghadapi Dunia Kerja pada Taruna Semester Akhir Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi. Dalam penelitian ini terdapat dua variabel X (Kecemasan), variabel Y (Kepercayaan Diri) dalam menghadapi dunia kerja pada taruna semester akhir Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah hubungan kecemasan terhadap kepercayaan diri dalam menghadapi dunia kerja pada taruna semester akhir Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan probability sampling dengan sampel sebanyak 40 taruna semester akhir yaitu D-III Penerbang Sayap Tetap Angkatan 2 dan DIII Operasi pesawat Udara Angkatan 1 Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi. Analisis data menggunakan uji korelasi pearson product moment yang digunakan untuk menguji variabel bebas dan variabel terikat. Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan metode pearson product moment diperoleh nilai sebesar -0,505 dengan nilai signifikansi sebesar 0,001 yang kurang dari 0,05 yang berarti memiliki hubungan negatif yang signifikan antara kecemasan dan kepercayaan diri. Jadi dapat disimpulkan jika variabel kecemasan tinggi maka variabel kepercayaan diri rendah dan sebaliknya jika variabel kepercayaan diri tinggi maka variabel kecemasan rendah.
Manajemen Krisis Penerbangan: Studi Kasus Tindakan Malaysia Airlines pada Tragedi MH370 An Nirma Minkasari; Bima Adyatma; Maulana Muzaky
SKYHAWK : Jurnal Aviasi Indonesia Vol. 4 No. 2 (2024): SKYHAWK: Jurnal Aviasi Indonesia
Publisher : Akademi Penerbang Indonesia Banyuwagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52074/skyhawk.v4i2.260

Abstract

Penanganan krisis oleh Malaysia Airlines setelah kehilangan pesawat MH370 pada tahun 2014 telah menimbulkan banyak kritik dari berbagai pihak, terutama keluarga korban. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana Malaysia Airlines mengelola krisis secara internal dan eksternal, serta bagaimana mereka berkomunikasi dengan keluarga penumpang dan awak pesawat. Penelitian ini juga menilai efektivitas kolaborasi maskapai dengan pemerintah dan badan internasional dalam upaya pencarian pesawat MH370, serta strategi yang digunakan untuk menjaga dan mengelola reputasi perusahaan di tengah sorotan media dan publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Malaysia Airlines telah melakukan berbagai upaya untuk mengelola krisis dan menjaga reputasi, masih terdapat banyak kelemahan dalam transparansi, kecepatan, dan konsistensi komunikasi. Saran yang diberikan meliputi peningkatan transparansi informasi, kepemimpinan yang kuat, akuntabilitas, serta pengembangan budaya perusahaan yang lebih fokus pada keselamatan dan komunikasi terbuka. Studi ini memberikan wawasan berharga bagi perusahaan penerbangan dalam menghadapi krisis serupa di masa depan.
Turbulensi Kesehatan: Perlindungan Hukum Penumpang yang Terbang dengan Kecemasan An Nirma Minkasari; Maulana Muzaky; Niken Kusuma Wardani
SKYHAWK : Jurnal Aviasi Indonesia Vol. 4 No. 2 (2024): SKYHAWK: Jurnal Aviasi Indonesia
Publisher : Akademi Penerbang Indonesia Banyuwagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52074/skyhawk.v4i2.263

Abstract

Penelitian ini mengkaji perlindungan hukum bagi penumpang yang mengalami gangguan kesehatan mendadak selama penerbangan, baik dari perspektif hukum nasional maupun internasional. Meskipun terdapat regulasi yang memadai seperti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan dan berbagai Peraturan Menteri Perhubungan, serta konvensi internasional seperti Konvensi Warsawa 1929 dan Konvensi Montreal 1999, implementasi dari regulasi tersebut masih memiliki celah yang dapat menghambat efektivitas perlindungan hukum. Penelitian ini mengidentifikasi beberapa masalah utama seperti kurangnya pengawasan dan penegakan hukum, ketidakjelasan standar layanan medis, dan kurangnya pelatihan awak pesawat dalam menangani situasi medis darurat. Dengan menganalisis celah-celah ini, penelitian ini memberikan rekomendasi untuk memperbaiki implementasi regulasi, meningkatkan kejelasan standar layanan medis, dan memperluas pelatihan untuk awak pesawat. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan tanggung jawab maskapai penerbangan dalam situasi darurat medis di udara, serta menciptakan pengalaman perjalanan udara yang lebih aman dan nyaman bagi semua penumpang.
Pentingnya Penggunaan Masker Oksigen Pada Pesawat Boeing 737- 400 Saat Keadaan Darurat Ramadhani, Erdiana Finda; Qatrunnada, Falah Hanun; Davi, Fitra Fakhrizal; Prayitno, Hadi; Mustafa, Zainol
SKYHAWK : Jurnal Aviasi Indonesia Vol. 5 No. 1 (2025): SKYHAWK: Jurnal Aviasi Indonesia
Publisher : Akademi Penerbang Indonesia Banyuwagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52074/skyhawk.v5i1.308

Abstract

The oxygen mask system on an aircraft is one of the important elements in maintaining the safety of passengers and crew in emergency situations, especially when there is a loss of cabin pressure. This study aims to examine the effectiveness and working mechanism of the oxygen mask system on classic Boeing aircraft, namely the Boeing 737-300, 737-400, and 737-500, during an emergency. The method used in this study is descriptive qualitative, with data collection techniques through interviews, observations, and literature studies. The results of this oxygen mask system study involved various units on the aircraft, including the Passenger Service Unit (PSU), Restroom Service Unit (LSU), and Attendant Service Unit (ASU). Oxygen in the aircraft is supplied from a cylinder through a pressure regulator, and the oxygen mask is automatically released when the cabin pressure drops below a certain threshold. In addition, the oxygen system can also be activated manually by the flight crew. One of the challenges is passenger confusion regarding the correct use of oxygen masks. This study also examines applicable safety regulations as set by the FAA and ICAO, to ensure that the oxygen system functions optimally in an emergency. The study also provides recommendations to improve routine training for cabin crew in handling oxygen mask systems and other safety procedures.
Analisis Dinamika Performa Engine Turbofan Pada Boeing 737- 300 Dalam Kondisi Idle Hingga Take-Off Rizki, Rifan Satria; Ardiansyah, Candra Bayu; Winda , Aisyah; Prayitno, Hadi; Musa, Sulaiman
SKYHAWK : Jurnal Aviasi Indonesia Vol. 5 No. 1 (2025): SKYHAWK: Jurnal Aviasi Indonesia
Publisher : Akademi Penerbang Indonesia Banyuwagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52074/skyhawk.v5i1.312

Abstract

This article discusses the performance analysis of the CFM56-3-B1 turbofan engine used on the Boeing 737-300 aircraft under various operational conditions. This study was conducted to understand the engine performance under different flight conditions, such as minimum idle, approach idle, maximum continuous, and take off. This study was conducted using a qualitative method using a descriptive approach and literature study. The results of the analysis prove that the performance of the fan, booster, and high-pressure compressor (HPC) is higher than its ideal value due to compressor imbalance and leakage that causes an increase in compression temperature. Furthermore, it was found that during the take-off process the thermal efficiency became high with an actual efficiency of 37%, but still lower than the ideal efficiency of 47%, which was caused by material friction and environmental factors. While the maximum thrust was achieved thanks to the combination of hot and cold nozzle designs. The conclusion shows that engine efficiency is affected by material friction and environmental conditions, which have an impact on reducing thermal efficiency by 9.59%. Suggestions are given to improve thermal efficiency and thrust by optimizing airflow and engine cooling.
Jenis Dan Peran Pentingnya Alat Pemadam Api Ringan Di Pesawat Boeing 737- 400 Dalam Keadaan Darurat Elysia, Damara Zerlina Putri; Sagoro, Michael; Auliana, Rizka Dewi Nur; Prayitno, Hadi; Ang, Soon Yong
SKYHAWK : Jurnal Aviasi Indonesia Vol. 5 No. 1 (2025): SKYHAWK: Jurnal Aviasi Indonesia
Publisher : Akademi Penerbang Indonesia Banyuwagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52074/skyhawk.v5i1.314

Abstract

Light fire extinguishers are important for maintaining the safety of passengers and crew during flights, especially on commercial aircraft such as the Boeing 737-400.  This research aims to analyze the types and important roles of Portable Fire Extinguishers (PFE) available on the Boeing 737-400 aircraft in fire emergency situations.  This research uses a descriptive qualitative method with a case study approach on the Boeing 737-400 aircraft.  Data were obtained through literature study and field observation.  The research results show that on the Boeing 737-400 aircraft, lightweight fire extinguishers are used with dry chemicals or gases suitable for the conditions on the aircraft.  Both types of equipment are effective in extinguishing fires without endangering passengers, cabin crew, and surrounding electronic equipment.  Various types of extinguishing agents and spray systems can enhance the efficiency of lightweight fire extinguishers in the air.  This research is expected to make flights safer by protecting passengers, crew members, and aircraft from fire risks, and also for airlines to enhance routine training for cabin crew on the use of portable fire extinguishers in various fire scenarios.