cover
Contact Name
Rifki Arif
Contact Email
skyhawk.apibwi@gmail.com
Phone
+6281386901616
Journal Mail Official
skyhawk.apibwi@gmail.com
Editorial Address
Komplek Bandar Udara Internasional Banyuwangi JL. Pantai Blimbingsari Kec. Blimbingsari, Banyuwangi – Jawa Timur Telp. (0333) 630-567, 630-456 - Fax. (0333) 630-723
Location
Kab. banyuwangi,
Jawa timur
INDONESIA
Skyhawk: Jurnal Aviasi Indonesia
ISSN : -     EISSN : 27763854     DOI : https://doi.org/10.52074/skyhawk.v1i2.15
This journal publishes articles containing aspects of the application of sports sciences and / or the results of community service carried out by actors and activists in the world of education in general, academics, industry, and community groups.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 52 Documents
Pendidikan Vokasi Aviasi: Peluang dan Tantangan Heri Sudarmaji; Genny Luhung Prasojo; Gatut Rubiono; Rifki Arif
SKYHAWK : Jurnal Aviasi Indonesia Vol. 1 No. 1 (2021): SKYHAWK : Jurnal Aviasi Indonesia
Publisher : Akademi Penerbang Indonesia Banyuwagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.845 KB) | DOI: 10.52074/skyhawk.v1i1.1

Abstract

Pendidikan vokasi memegang peranan penting dalam dunia Pendidikan, khususnya dalam menyiapkan tenaga ahli dan tenaga terampil di berbagai sektor kehidupan. Demikian halnya dengan pendidikan di bidang aviasi atau penerbangan. Berbagai perkembangan kehidupan manusia, baik perkembangan teknologi maupun meningkatnya berbagai kebutuhan kehidupan telah membawa dampak dalam berbagai hal. Pendidikan vokasi di bidang aviasi harus mampu beradaptasi dengan perkembangan jaman agar dapat selalu memenuhi kebutuhan tenaga kerja dan menyesuaikan dengan tuntutan dunia kerja yang selalu berkembang.
Pengaruh Intelegence Quotient (IQ), Emotional Quotient (EQ) dan Spiritual Quotient (SQ) Terhadap Prestasi Belajar Mata Kuliah Pendidikan Pancasila pada Taruna Diploma III Penerbang Sayap Tetap Angkatan I Di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi Prasetyo Iswahyudi; Sabam Danny Sulung; Dimas Haricahyo; Handrio Endo Martono
SKYHAWK : Jurnal Aviasi Indonesia Vol. 1 No. 1 (2021): SKYHAWK : Jurnal Aviasi Indonesia
Publisher : Akademi Penerbang Indonesia Banyuwagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.151 KB) | DOI: 10.52074/skyhawk.v1i1.3

Abstract

Intelligence quotient (IQ), Emotional quotient (EQ) dan Spiritual Quotient (SQ) merupakan bentuk kecerdasan yang harus diaktualisasikan, dibimbing dan dikembangkan melalui proses pembelajaran untuk sampai pada tingkat keseimbangan, sehingga seseorang (peserta didik) menyesuaikan diri terhadap lingkungannya dalam keadaan tertentu. Orang yang mampu menghadapi dan mengatasi segala permasalahan yang muncul di hadapannya adalah orang yang memiliki kecerdasan hidup, yang kesemuanya merupakan tugas pendidik kepada peserta didik dalam proses pembelajaran. Hasil perhitungan Uji F yang dilakukan dengan bantuan program SPSS didapatkan nilai F sebesar 102,369. Dengan nilai signifikansi 0,000. nilai ini lebih kecil dari ? = 0,05, sehingga mean secara simultan variabel independen yang terdiri dari variabel Quotient Quotient (IQ) (X1), Emotional Quotient (EQ) (X2) dan Spiritual Quotient (SQ) (X3) berpengaruh terhadap variabel terikat. Prestasi Belajar (Y) pancasila Kursus Pendidikan taruna Diploma III Akademi Perintis Banyuwangi. Dari hasil perhitungan diketahui bahwa variabel integral Quotient (IQ) (X1) memiliki nilai t-hitung sebesar 8,160 dan nilai signifikansi 0,000, maka Emotional Quotient (EQ) (X2) memiliki t-hitung alue. sebesar 10,772 dan nilai signifikansinya 0,000 Variabel Spiritual Quotient (SQ) (X3) memiliki nilai t hitung sebesar 11,886 dan nilai signifikansinya 0,000. Nilai signifikansi ini lebih kecil dari ? = 0,05, sehingga secara parsial variabel independen yang terdiri dari intelegence Quotient (IQ) (X1), Emotional Quotient (EQ) (X2) dan Spiritual Quotient (SQ) (X3) berpengaruh terhadap dependen. Variabel yaitu Prestasi Belajar (Y) mata kuliah pendidikan pancasila taruna Diploma III Akademi Pilot di Sekolah Pilot Banyuwangi.
Pendidikan Dasar Penerbang (Pilot) Dalam Lingkup Pendidikan Tinggi Vokasi Handrio Endo Martono; Ridho Rinaldi; Ahmad Mubarok; Rangga Handika Putra; Jadon Pieter Elia Tirtanto
SKYHAWK : Jurnal Aviasi Indonesia Vol. 1 No. 1 (2021): SKYHAWK : Jurnal Aviasi Indonesia
Publisher : Akademi Penerbang Indonesia Banyuwagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.835 KB) | DOI: 10.52074/skyhawk.v1i1.4

Abstract

Artikel ini berisikan hasil penelitian tentang sistem pembelajaran pendidikan penerbang (pilot) ketika pendidikan penerbang (pilot) tersebut dijadikan sebagai pendidikan tinggi vokasi berdasarkan kurikulum dan silabus yang tentunya disesuaikan dengan aturan yang berlaku. Pada dasarnya di Indonesia pendidikan penerbang (pilot) itu sendiri dapat di tempuh dalam kurun waktu kurang lebih selama 18 bulan dengan memperoleh license PPL, CPL, dan IR. Untuk itu dalam artikel ini penulis ingin membagikan suatu pengetahuan tentang bagaimana jika pendidikan penerbang (pilot) dijadikan sebagai pendidikan tinggi vokasi. Seperti yang diketahui bahwa pendidikan tinggi vokasi tentunya memakan waktu yang cukup lama bagi seorang penerbang (pilot) dalam melaksanakan pendidikan. Pada penelitian ini penulis mencoba umtuk menggunakan metode studi literatur yang hanya melihat pada unsur – unsur pokok pada aturan – aturan yang berlaku dalam hal ini aturan tentang pendidikan penerbangan dan juga aturan pendidikan nasional. Pada penulisan ini disajikan tentang pedoman penyusunan kurikulum pendidikan tinggi vokasi di Indonesia dan juga penyususnan kurikulum dan silabus sesuai dengan CASR 141. Penulisan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman bagaimana pendidikan tinggi vokasi sangatlah berperan terhadap perkembangan teknologi dan industri khususnya dalam industri penerbangan (pilot) yang menjadi objek utama dalam penulisan ini. Walaupun pendidikan tinggi vokasi memakan waktu yang lama, tetapi ada beberapa keuntungan yang bisa didapat dalam pembelajaran diantaranya adalah sistem pembelajaran yang lebih terstruktur sesuai dengan capaian pembelajaran. Pada penulisan ini tentunya masih terdapat kekurangan yang perlu dilakukan penelitian kembali, terkait dengan perkembangan yang sedang terjadi saat ini di industri penerbangan.
Pengaruh Kompetensi Flight Instructor Terhadap Siswa Penerbang: Studi Ex Post Facto Roby Muharomansyah; Ahmad Mubarok; Ridho Rinaldi; Syauqi M Fadillah; Nadila Nurchaliza
SKYHAWK : Jurnal Aviasi Indonesia Vol. 1 No. 1 (2021): SKYHAWK : Jurnal Aviasi Indonesia
Publisher : Akademi Penerbang Indonesia Banyuwagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.8 KB) | DOI: 10.52074/skyhawk.v1i1.5

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompetensi instruktur penerbangan terhadap siswa. Penerbangan instruktur adalah guru teori dan praktek terbang. Memiliki sertifikat instruktur penerbangan dan telah selesai pelatihan instruktur penerbangan dan lulus tes tertulis dan praktek terbang sebagai instruktur penerbangan. Ini penelitian menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan jenis metode penelitian wawancara dan kuesioner kepada sepuluh instruktur penerbangan sebagai sampel dan dilakukan secara acak dari total tiga puluh penerbangan instruktur. Subjek dalam penelitian ini adalah instruktur penerbangan di Akademi Pilot Indonesia Banyuwangi Sekolah Penerbangan. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan kuesioner yang diberikan kepada instruktur penerbangan dan siswa percontohan. Instruktur penerbangan merupakan salah satu profesi yang diminati oleh personel penerbangan. Dalam hal ini penelitian dilakukan terhadap instruktur penerbangan yang berlatar belakang pilot komersial kompetensi dan memiliki jam terbang kurang lebih 300 jam untuk instruktur penerbangan bagi siswa CPL, 500 jam untuk siswa PPL dan 1000 jam untuk mengajar siswa pra tunggal. Kemudian untuk siswa pra-solo penguji memiliki 1500 jam terbang. Dengan kompetensi tersebut, apakah layak menjadi instruktur pilot atau perlu ditambahkan untuk melebihi apa yang diperoleh siswa dalam hal tingkat peringkat siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga sub pembahasan utama yaitu kompetensi instruktur penerbangan, pengaruh kompetensi, kualitas dan pengembangan kompetensi. Setiap mata pelajaran memiliki perbedaan makna dalam kaitannya dengan pandangan kompetensi instruktur penerbangan. Arti kompetensi untuk mata pelajaran untuk memperoleh kualitas pembelajaran untuk menghasilkan peserta didik atau siswa yang lebih baik dan pengetahuan memberikan dan memahami berbagai wawasan terkait teori dan praktik terbang. Subjek juga ditemukan makna kompetensi sebagai ekses dari self-efficacy yang meningkatkan kepercayaan diri suatu penerbangan pengajar. Selain itu, subjek memiliki perubahan positif dalam karier dan kehidupannya.
Manfaat Laboratorium Bahasa Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi Rangga Handhika Putra; Arief Rusdiansyah; Untung Lestari Nur Wibowo; Rafif Pamandu; Alfiani Zhafira Aras
SKYHAWK : Jurnal Aviasi Indonesia Vol. 1 No. 1 (2021): SKYHAWK : Jurnal Aviasi Indonesia
Publisher : Akademi Penerbang Indonesia Banyuwagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.7 KB) | DOI: 10.52074/skyhawk.v1i1.6

Abstract

Manfaat laboratorium bahasa Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi. Salah satu sumber belajar yang selalu di perlukan dalam setiap pembalajaran yang ada di Akademi Penerbangan Indonesia. Hakikat laboratorium bahasa pusat latihan pembelajaran bahasa inggris yang mempunyai peranan penting untuk menunjang kegiatan pembelajaran dalam upaya meningkatkan aktifitas belajar Taruna serta meningkatkan kualitas belajar di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi, karena perlu kita ketahui bahasa inggris merupakan bahasa yang digunakan sehari-hari di dalam dunia penerbangan karna dunia penerbangan menggunakan bahasa internasional yaitu bahasa inggris. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan laboratorium bahasa di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi khusunya pemanfaatan ruanagn laboratorium bahasa di luar jam yang sudah terjadwal. Pendekatan pendididkan dengan kualitatif jenis studi kasus dan subjek penelitian Akademi Penerbang Indndesia Banyuwangi. Informasi yang terlibat adalah kepala lab bahasa di lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukan laboratorium bahasa sebagai pusat sumber belajar bahasa inggris yang sangat bermanfaat untuk mendukung dalam pencapaian tujuan pembelajaran, menciptakan pembelajaran yang aktif, kretif dan menyenagkan melalui pemanfaatan beberapa sumber menuju pembelajaran yang berkualitas.
Motivasi Belajar Taruna Pada Pembelajaran Online Sepanjang Pandemi COVID-19 (Sebuah Artikel Konseptual) Putra Wicaksono; Untung Lestari Nur Wibowo; Sabam Danny Sulung; Verrel Anthareza; A. Irland Patappuri
SKYHAWK : Jurnal Aviasi Indonesia Vol. 1 No. 1 (2021): SKYHAWK : Jurnal Aviasi Indonesia
Publisher : Akademi Penerbang Indonesia Banyuwagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.11 KB) | DOI: 10.52074/skyhawk.v1i1.7

Abstract

Pembelajaran jarak jauh online adalah solusi yang baik untuk menahan penyebaran pandemi COVID-19, para instruktur dan taruna membutuhkannya. Ubah proses pembelajaran dengan menggunakan Internet. Salah satunya dengan menggunakan aplikasi Zoom Meeting sebagai media pembelajaran di rumah atau pembelajaran jarak jauh. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi tentang dampak COVID 19 terhadap pelaksanaan pembelajaran online bagi taruna bisakah menyelesaikan pembelajaran online dengan benar dan efektif. Penelitian ini menggunakan penelitian pustaka. Motivasi belajar dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal taruna. Pembelajaran online taruna hanya menitikberatkan pada teoritis di dalam kelas, dan sebenarnya pembelajaran praktek terbang masih dilaksanakan secara tatap muka dan masih mengacu pada mata kuliah dan silabus di Training Procedure Manual (TPM), namun dibatasi sesuai regulasi kesehatan. Aplikasi Zoom Meeting merupakan alternatif pembelajaran di kelas, adapun kelebihannya, banyak taruna yang masuk ke dalam aplikasi dan dapat dengan mudah mengaksesnya melalui handphone maupun secara personal melalui komputer, sangat efektif karena mereka sebenarnya dapat bertemu secara langsung, taruna dapat dengan mudah berkomunikasi melalui aplikasi zoom tanpa dibatasi oleh jarak, lokasi, dan waktu, peran taruna dapat diubah dari pasif menjadi aktif dan mandiri, serta relatif lebih efektif. Kekurangannya adalah fasilitas internet atau jaringan tidak tersedia di semua tempat atau area (tidak stabil atau buruk), waktunya singkat, class meeting hanya dapat berlangsung sekitar 40 menit, sistem keamanan yang kurang, penggunaan tidak maksimal, minimnya interaksi instruktur, proses pembelajaran sering kali pelatihan daripada pendidikan.
Evaluasi Peran Kakak Asuh Terhadap Adik Asuh dalam Meningkatkan Kemampuan Hasil Belajar Di Kampus II ATKP Makassar Mulyadi Nur; Ahmad Bahrawi; Fatmawati Sabur
SKYHAWK : Jurnal Aviasi Indonesia Vol. 1 No. 1 (2021): SKYHAWK : Jurnal Aviasi Indonesia
Publisher : Akademi Penerbang Indonesia Banyuwagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.472 KB) | DOI: 10.52074/skyhawk.v1i1.8

Abstract

ATKP Makassar sebagai salah satu penyelenggara Pendidikan Vokasi Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan yang pembinaannya dilakukan oleh Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara dengan menerapkan Sistem Boarding, dimana para taruna diasramakan selama pendidikan. Setiap kamarnya dihuni oleh tingkat III, tingkat II sebagai senior dan tingkat I sebagai junior. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar peran akak asuh dalam meningkatkan hasil belajar taruna juniaor dengan metode penggabungan tingkat dalam satu kamar sehingga dapat menghilangkan rasa sungkan atau canggung taruna junior untuk berinteraksi dengan taruna senior dan taruna senior dapat membimbing taruna junior memperdalam materi yang diperoleh di ruang kelas. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain pretest dan posttest control group design, populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa Prodi TNU sebanyak 6 Kelas, yang terdiri dari 2 kelas taruna Tk.II dan 2 kelas taruna Tk.I sebanyak 144 orang taruna, Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah 30 orang taruna Tk.II, 10 orang taruna Tk.III dan 2 kelas / 40 orang taruna Tk.I. olah data dalam penelitian ini menggunakan aplikasi SPSS 16.0. Instrumen pengumpulan data dilakukan dengan memberikan pretes terkait materi Teknik elektronika I dilajutkan dengan pemberian materi oleh dosen diruang kelas dan pembimbingan oleh kakak asuh diasarama. Hasil penelitian ditemukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara perbedaan sebelum ujian dan sesudah ujian setelah memperoleh pembimbingan materi oleh kakak asuh dengan taraf 99%. Derajat bebas (Df) adalah jumlah sampel — 1 dalam hal ini 40 — 1 = 39, karena sig. > 0.01 terdapat perbedaan sebelum ujian dan sesudah ujian setelah pembimbingan materi oleh kakak asuh terhadap tingkat 1 junior. Kesimpulan yang dihasilkan yaitu dengan peran serta senior sebagai kakak asuh dalam pembimbingan materi pada saat jam wajib belajar di asrama dapat meningkatkan kemampuan serta kualitas belajar taruna junior dan menciptakan rasa kekeluargaan, kedekatan, dan keakraban antar taruna di dalam kamar sehingga dapat mengurangi tindakan kekerasan diasrama arna dengan rasa kekeluargaan dapat diselesaikan dengan musyawarah antar senior dan junior.
Effect of Work Knowledge on Competence of Cadets at Indonesian Aviation Academy Banyuwangi Ahmad Hariri; Dimas Haricahyo; Arief Rusdiansyah; M. Akbar Fathafirza
SKYHAWK : Jurnal Aviasi Indonesia Vol. 1 No. 1 (2021): SKYHAWK : Jurnal Aviasi Indonesia
Publisher : Akademi Penerbang Indonesia Banyuwagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.444 KB) | DOI: 10.52074/skyhawk.v1i1.9

Abstract

Pembelajaran vokasi dihadapkan pada tantangan nyata dalam mengembangkan kapabilitas kompetensi kerja di dunia kerja baru abad XXI. Empat aspek utama yang menentukan kemampuan kompetensi kerja Century XXI. Yakni keterampilan kerja, pengetahuan kerja, sikap kerja, dan moral kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengetahuan kerja terhadap kompetensi taruna di Akademi Penerbangan Indonesia Banyuwangi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah taruna Akademi Penerbangan Indonesia Banyuwangi sebanyak 98 orang. Teknik pengambilan sampel yang diambil adalah teknik sampling jenuh yaitu teknik pengambilan sampel, sehingga jumlah sampel yang diambil sebanyak 98 orang. Jenis data yang digunakan adalah kuantitatif, dan dalam penelitian ini data yang dibutuhkan adalah data primer. Pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis SEM dengan AMOS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan kerja berpengaruh signifikan dan positif terhadap kompetensi.
Diplomacy Review of Delegation of Republic of Indonesia to the International Civil Aviation Organization in Montreal Canada Afen Sena; Ahmad Hariri; Genny Luhung Prasojo; Prasetyo Iswahyudi
SKYHAWK : Jurnal Aviasi Indonesia Vol. 1 No. 1 (2021): SKYHAWK : Jurnal Aviasi Indonesia
Publisher : Akademi Penerbang Indonesia Banyuwagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.438 KB) | DOI: 10.52074/skyhawk.v1i1.10

Abstract

The International Civil Aviation Organization (ICAO) is an important institution that mandates the world's civil aviation authorities to play a role in reforming Standards and Recommended Practices (SARPs) of civil aviation. SARPs are the main reference for all parties related to the issue of international civil aviation. Indonesia's relationship and cooperation with the ICAO is therefore, important and should be a priority. ICAO is an organization where Indonesia is able to protect and defend its national interests. Relations and cooperation with ICAO are priorities in order to help and improve Indonesian civil aviation safety and security. This study was based on observations made by the Permanent Delegation of Republic of Indonesia on the diplomatic role played in ICAO during 2020 by studying the latest aspects of ICAO governing bodies, development of specific issues, pending issues and follow-up of Indonesia diplomatic role in ICAO. In general, the aim of the diplomatic role in ICAO is focused on supporting the achievement of three items; 1) securing Indonesia's national interest in international civil aviation cooperation; 2) support international civil aviation programs and issues that are ICAO's priority; and 3) improve Indonesia's position in ICAO, especially in order to prepare for Indonesia's candidacy to the ICAO Council.
Kajian Penambahan Reporting Point Untuk Helikopter Di Wilayah Jambi Control Zone Michellia Mulorrosrianti; Ahmad Rossydi; Meirezza Alfareni
SKYHAWK : Jurnal Aviasi Indonesia Vol. 1 No. 1 (2021): SKYHAWK : Jurnal Aviasi Indonesia
Publisher : Akademi Penerbang Indonesia Banyuwagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.617 KB) | DOI: 10.52074/skyhawk.v1i1.11

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk memberikan masukan untuk mengefesiensikan traffic helikopter di Perum LPPNPI Cabang Jambi yaitu dengan reporting point untuk helikopter di wilayah jambi control zone. Laporan ini menggunakan metode observasi yang dilaksanakan di Airnav Jambi selama lima bulan lebih. Ada beberapa data kasus yang telah dimasukkan didalam laporan ini untuk mendukung usul saran untuk mengefesiensikan traffic helikopter di Perum LPPNPI Cabang Jambi. Berdasarkan data kasus yang telah dikumpulkan, penyelesaian masalah terhadap data kasus yang ditemukan yaitu dengan menambahkan reporting point untuk helikopter untuk mengefesiensikan traffic helikopter di wilayah Jambi control zone.