cover
Contact Name
Noor Hasanah
Contact Email
enhasanah@uin-antasari.ac.id
Phone
+6281255123605
Journal Mail Official
enhasanah@uin-antasari.ac.id
Editorial Address
https://jurnal.uin-antasari.ac.id/index.php/tiftk/about/editorialTeam
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam
ISSN : 2579714X     EISSN : 28295919     DOI : -
Jurnal Tarbiyah Islamiyah adalah jurnal yang memuat artikel Pendidikan Agama Islam baiak berupa hasil penelitian atau hasil kajian tentang Pendidikan Agama Islam dan kajian Agama Islam umum
Articles 340 Documents
STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MEMBANGUN BUDAYA RELIGIUS DI SMA NEGERI 1 LAUNG TUHUPKECAMATAN LAUNG TUHUP KALIMANTAN TENGAH Manaf, Abdul
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol. 11 No. 2 (2021): December
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jtipai.v11i2.6136

Abstract

ABSTRACTThe planting of religious culture in SMA Negeri 1 Laung Tuhup by the principal is motivated by the current rampant promiscuity. Therefore, it is very important to instill a religious culture so that it can help students to determine attitudes in daily behavior. This study reveals what strategies are used by school principals in building religious culture at SMA Negeri 1 Laung Tuhup, Laung Tuhup District, Central Kalimantan. This research includes field research using a qualitative approach. This research method uses descriptive-qualitative. Collecting data using oral and written interviews, observation, and documentation. The principal as the research subject and the principal's strategy as the object of research. Based on the results of data analysis, the principal uses 5 strategies to build a religious culture at SMA Negeri 1 Laung Tuhup, namely determining careful planning, providing good role models to the school community, providing religious values in students, then students will get used to it. with what they are doing, and the final stage of the principal will evaluate the results of the above design so that a religious culture can be formed in the school.KEYWORDS: Religious Culture; Promiscuity; Strategy.ABSTRAKPenanaman budaya religius di SMA Negeri 1 Laung Tuhup oleh kepala sekolah dilatari oleh maraknya pergaulan bebas saat ini. Oleh sebab itu, penting sekali untuk menanamkan budaya religius agar bisa membantu siswa-siswi untuk menentukan sikap dalam berperilaku sehari-hari. Penelitian ini mengungkap apa saja strategi yang digunakan oleh kepala sekolah dalam membangun budaya religius di SMA Negeri 1 Laung Tuhup Kecamatan Laung Tuhup, Kalimantan Tengah. Penelitian ini termasuk penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif-kualitatif. Pengumpulan data menggunakan wawancara secara lisan dan tulisan, observasi, dan dokumentasi. Kepala sekolah sebagai subjek penelitian dan strategi kepala sekolah sebagai objek penelitian. Berdasarkan hasil analisis data, kepala sekolah menggunakan 5 strategi untuk membangun budaya religius di SMA Negeri 1 Laung Tuhup, yaitu menentukan perencanaan yang matang, memberikan suri tauladan yang baik kepada masyarakat sekolah, memberikan nilai- nilai keagamaan dalam diri siswa, selanjutnya para siswa akan terbiasa dengan yang mereka lakukan, dan tahap akhir kepala sekolah akan mengevaluasi hasil dari rancangan di atas agar dapat terbentuk budaya religius di sekolah.KATA KUNCI: Budaya Religius; Pergaulan Bebas; Strategi.
UPAYA MENUMBUHKAN KARAKTER CINTA LINGKUNGAN DALAM PERSPEKTIF PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM Hajiannor, Hajiannor
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol. 11 No. 2 (2021): December
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jtipai.v11i2.6137

Abstract

ABSTRACTNature is the locus of manifestation of all divine names and attributes, so destroying nature means destroying the "face" or sign (verse) of God on earth, violating His mandate to protect, and violating the mandate of creation. The preservation of the natural environment requires care and compassion. Overexploitation, greed and mistreatment of some humans towards nature will eventually be able to make humans miserable themselves. Efforts to grow the character of love for the environment are needed for the establishment of harmonious relations with other creatures as fellow creations. Responsive theological thinking is needed to build an attitude of caring for others. With it, humans as the main cosmos of this nature and also as His caliph on earth are able to utilize and manage the universe for the good and benefit of all His creatures.KEYWORDS: Love the environment; Exploitation; Sustainability of Nature; Theology.ABSTRAKAlam adalah lokus manifestasi dari seluruh nama-nama dan sifat-sifat Ilahi, maka merusak alam berarti merusak “wajah” atau tanda (ayat) Tuhan di muka bumi, melanggar amanah-Nya untuk menjaga, dan melanggar amanah ciptaan. Penjagaan kelestarian alam lingkungan menghajatkan kepedulian dan kasih sayang. Eksploitasi berlebihan, keserakahan dan perlakuan buruk sebagian manusia terhadap alam pada akhirnya akan dapat menyengsarakan manusia itu sendiri. Upaya menumbuhkan karakter cinta lingkungan diperlukan untuk terjalinnya relasi yang harmoni secara maslahat dengan makhluk yang lain sebagai sesama ciptaan-Nya. Pemikiran teologi yang responsif diperlukan bagi terbangunnya sikap peduli kepada selainnya. Dengannya manusia sebagai pengkosmos utama alam ini dan juga sebagai khalifah-Nya di muka bumi mampu memanfaatkan dan mengelola alam semesta untuk kebaikan dan maslahat bagi semua makhluk-Nya.KATA KUNCI: Cinta Lingkungan; Eksploitasi; Kelestarian Alam; Teologi.
PENERAPAN PENGHAFALAN AL-QUR’AN UNTUK ANAK USIA DINI: STUDI KASUS PADA ORANGTUA YANG BERSTATUS SEBAGAI ANGGOTA JAMAAH TABLIGH KOTA BANJARMASIN Rusdiah, Rusdiah
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol. 11 No. 1 (2021): June
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jtipai.v11i1.6144

Abstract

ABSTRACTMemorizing the Qur'an is considered very good cognitively and adds intellectual, linguistic, religious, and moral abilities. In addition, the Qur'an is the holy book of Muslims and is the basic source of all knowledge. Memorizing the Qur'an is considered not to violate the child's nature, but parents must pay attention to the child's ability. Parents must design the application of memorizing the Qur'an in such a way as to attract and trigger children's enthusiasm without any coercion. Parents who are members of the Tablighi Jamaat are considered successful in the application of memorizing the Qur'an for early childhood. This success needs to be known so that other parents can apply it as well. This article reveals the application of memorizing the Koran for early childhood by parents who are members of the Tablighi Jamaat and knowing the motivations of parents in memorizing children's Koran. The type of research is field research with a descriptive-qualitative approach. The research subjects were 3 children aged 4-8 years and 3 parents who were members of the Tablighi Jamaat Banjarmasin area. Data collection techniques were carried out by observation, interviews and documentation. Data processing and analysis techniques are carried out by data reduction, data presentation and conclusion drawing (verification). The results of the study indicate that parents apply the memorization of the Qur'an based on the Regulation of the Minister of National Education Number 58 of 2009 concerning Standards for Early Childhood Education, starting from planning, implementing and evaluating. While the motivation of parents in memorizing the Qur'an is done by conditioning the child, both at home and in the environment outside the home. This means that what affects the spirit and things that motivate children are extrinsic. In line with the theory of two factors, namely the hygiene factor where children's motivation is influenced by organizational conditions or environmental conditions.KEYWORDS: Memorizing the Qur'an; Early Childhood; Extrinsic Motivation.ABSTRAKPenghafalan al-Qur’an dinilai sangat baik secara kognitif dan menambahkan kemampuan intelektual, bahasa sekaligus agama, dan moral. Selain itu, al-Qur’an merupakan kitab suci umat Islam dan merupakan sumber dasar bagi segala ilmu. Penghafalan al-Qur’an dinilai tidak menyalahi fitrah anak, namun orangtua harus memperhatikan kemampuan anak. Orangtua harus merancang penerapan penghafalan al-Qur’an sedemikian rupa agar menarik dan memicu semangat anak tanpa adanya paksaan. Para orangtua yang berstatus anggota Jamaah Tabligh dinilai berhasil dalam penerapan penghafalan al-Qur’an untuk anak usia dini. Keberhasilan itu perlu diketahui sehingga orangtua lainnya dapat menerapkannya pula. Artikel ini mengungkap penerapan penghafalan al-Qur’an untuk anak usia dini oleh orangtua yang berstatus sebagai anggota Jamaah Tabligh dan mengetahui motivasi orangtua dalam penghafalan al-Qur’an anak. Jenis penelitian adalah lapangan (field research) dengan pendekatan deskriptif-kualitatif. Subjek penelitian adalah 3 anak berusia 4-8 tahun dan 3 orangtua yang berstatus sebagai anggota Jamaah Tabligh wilayah Banjarmasin. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pengolahan dan analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan (verifikasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa orangtua menerapkan penghafalan al-Qur’an berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 58 Tahun 2009 tentang Standar Pendidikan Anak Usia Dini yaitu dimulai dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Sedangkan motivasi orangtua dalam penghafalan al-Qur’an dilakukan dengan menngondisikan anak, baik di rumah maupun lingkungan di luar rumah. Artinya yang mempengaruhi semangat dan hal yang memotivasi anak bersifat ekstrinsik. Sejalan pula dengan teori dua faktor yaitu faktor hygiene dimana motivasi anak dipengaruhi oleh kondisi organisasi atau kondisi lingkungan.KATA KUNCI: Penghafalan Al-Qur’an; Anak Usia Dini; Motivasi Ekstrinsik.
PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM MENURUT MUHAMMAD ‘ATHIYAH AL-ABRASYI Mariani, Mariani
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol. 12 No. 1 (2022): June
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jtipai.v12i1.6461

Abstract

ABSTRACTMuhammad 'Athiyah al-Abrasyi is an Egyptian Muslim thinker. His thoughts related to Islamic education are relevant today, especially regarding the development of moral values by teachers and as students. Among the thoughts of Islamic education put forward by him are those regarding the goals of Islamic education, the urgency of education for women, the interaction between teachers and students, components of the Islamic education curriculum, and methods of moral education (morals). Actually, his thinking was heavily influenced by Muslim thinkers in the previous era, especially those related to philosophical aspects, such as Al-Gazali, Ibn Sina and Ibn Khaldun. In essence, reform in Islamic education is absolutely necessary in order to progress.KEYWORDS: Morals; Teacher; 'Athiyah al-Abrasyi; Student; Tarbiyah. ABSTRAKMuhammad ‘Athiyah al-Abrasyi adalah salah seorang tokoh pemikir muslim berkebangsaan Mesir. Pemikirannya terkait dengan pendidikan Islam relevan hingga kini, terutama terkait pembinaan nilai-nilai akhlak oleh guru dan sebagai murid. Di antara pemikiran pendidikan Islam yang dikemukakan olehnya adalah berkenaan dengan tujuan pendidikan Islam, urgensi pendidikan untuk para wanita, interaksi antara guru dengan murid, komponen kurikulum pendidikan Islam, dan metode pendidikan moral (akhlak). Sebenarnya, pemikirannya ini banyak dipengaruhi oleh para pemikir Muslim di era sebelumnya, terutama yang berkaitan dengan aspek filosofis, seperti Al-Gazali, Ibnu Sina dan Ibnu Khaldun. Hakikatnya, pembaharuan dalam pendidikan Islam mutlak untuk dilakukan dalam rangka menuju kemajuan.KATA KUNCI: Akhlak; Guru; 'Athiyah al-Abrasyi; Siswa; Pendidikan. 
METODE PENDIDIKAN ISLAM PERSPEKTIF HADITS RIWAYAT ABU HURAIRAH NO 667 DALAM KITAB HADITS SHOHIH MUSLIM Juhriansyah, Muhammad Riski
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol. 12 No. 1 (2022): June
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jtipai.v12i1.6513

Abstract

ABSTRACTIneffective methods of islamic education will be an obstacle to the fluency of the teaching process, so that energy and time being wasted. Therefore, a teacher's method ini learning process will be effective only if it is applied to achieve a set educational goal. The question research of the article is: what are methods of islamic education contained in the hadith historied of Abu Hurairah in the book Sahih Muslim number 667 by imam Abu al-Husaini Muslim bin al-Hajjaj al-Qusyairi an-Naisaburi. This article is a literature research. The subject is the hadith narrated by Abu Hurairah. The object is the book of hadith named Sahih Muslim no. 667. The results showed that the method of Islamic education contained in the hadith narrated by Abu Hurairah in the book of hadith Sahih Muslim no. 667: the question and answer method, the mujadalah method (discussion), and the proverbs method (giving parables).KEYWORDS: Methods; Islamic Education; Hadith History of Abu Hurairah; Sahih Muslim Hadith No. 667. ABSTRAKMetode Pendidikan Islam yang tidak efektif akan menjadi penghambat kelancaran proses belajar mengajar sehingga banyak tenaga dan waktu yang terbuang sia-sia. Oleh karena itu, metode yang diterapkan seorang guru akan berhasil jika mampu diaplikasikan untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Pertanyaan inti yang dijawab artikel ini adalah: apa saja metode pendidikan Islam yang terkandung dalam hadis riwayat Abu Hurairah dalam kitab hadis Sahih Muslim nomor 667 karya Imam Abu al-Husaini Muslim bin al-Hajjaj al-Qusyairi an-Naisaburi. Jenis penelitian dalam kajian ini adalah kepustakaan alias studi literatur. Subjeknya adalah matan hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah. Objeknya adalah kitab hadis Sahih Muslim no. 667. Hasil penelitian menunjukan bahwa metode pendidikan Islam yang terkandung di dalam hadis riwayat Abu Hurairah dalam kitab hadis sahih Muslim no. 667 adalah: metode hiwar (tanya jawab), metode mujadalah (diskusi), dan metode amtsal (memberikan perumpamaan).KATA KUNCI: Metode; Pendidikan Islam; Hadis Riwayat Abu Hurairah; Hadis Sahih Muslim No. 667.
PENDIDIKAN ISLAM MULTI, INTER, DAN TRANSDISIPLIN (TINJAUAN SEJARAH) Akbar, Ali; Barni, Mahyuddin
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol. 12 No. 1 (2022): June
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jtipai.v12i1.6774

Abstract

ABSTRACTIslamic education has its uniqueness. The discussion about it can be multi, inter, transdisciplinary, and its history. This research showed: first finding, Islamic education is expected to be solution for social problems. Second, multidisciplinary Islamic education that involves other scientific perspectives to solve a problem that Muslim face in this era. Third, interdisciplinary education integrates the other knowledge groups through the learning process. Fourth, transdisciplinary Islamic education as a result of open dialogue with else disciplines. Fifth, the history of Islamic education basically starts from homes and mosques with a direct system until now with a classical and curriculum.KEYWORDS: Islamic Education; Multi; Inter; Transdiscipline; Historical.ABSTRAK Pendidikan Islam memiliki keunikan. Keluasan bahasannya dapat ditelaah secara multi, inter, transdisiplin, dan sejarah. Temuan penelitian ini adalah: pertama,  pendidikan Islam diharapkan menjadi solusi atas permasalahan sosial. Kedua, pendidikan Islam multidisipliner melibatkan perspektif ilmu lain untuk memecahkan suatu masalah. Ketiga, pendidikan interdisipliner mengintegrasikan rumpun ilmu lainnya melalui proses pembelajaran. Keempat, pendidikan Islam transdisipliner sebagai hasil dari dialog terbuka dengan  disiplin ilmu lainnya. Kelima, sejarah pendidikan Islam pada dasarnya berawal dari rumah dan masjid dengan sistem penyampaian secara langsung, berlangsung hingga saat ini dengan sistem kelas dibarengi dengan sistem kurikulum.KATA KUNCI: Pendidikan Islam; Multi; Inter; Trandisiplin; Sejarah.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN MORAL DALAM BUKU CATATAN MOTIVASI SEORANG SANTRI (KARYA HABIBURRAHMAN EL-SHIRAZY) Adyatama, Muhammad Fajar
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol. 12 No. 1 (2022): June
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jtipai.v12i1.6970

Abstract

ABSTRACT Today, the value of moral degradation reflected in a child's attitude we often see increasingly denying moral existence itself. In a sense, a child's attitude in a period of education is often not based on anything that a child should have in a period of education. This is in stark contrast with moral and moral education. Masrukhi says that habiburrahman in Catatan Motivasi Seorang Santri’s book seems to want to actually do what is called "moral conservation," which is to maintain good "old morality" values, and not to be allergic to taking what is also a good "new morality." Moral conservation also means human improvement and moral conservation efforts. The method used in the study is library research.The study is done by using a data collection technique by observing on Catatan Motivasi Seorang Santri’s book (second section, the second subheading: let's be an optimistic and positive person, the fourth: in fact this life is to give, the tenth: the highest of akhlakul karimah, and the thirty-second: teacher's story in a fishing village) and other resources, such as books, articles or other related articles. As this study demonstrates, the value of moral education in Catatan Motivasi Seorang Santri’s book in the second section, 2nd subheading is positive attitude, the fourth is helpfulness, the tenth is patient and the thirty-second is sensitive to situations and conditions).KEYWORDS: Education; Morality; Value.ABSTRAKDewasa ini, degradasi nilai moralitas yang tercermin pada sikap anak sering kita lihat semakin menafikan keberadaan moral itu sendiri. Dalam artian, sikap anak dalam masa-masa pendidikan sering tidak dilandasi dengan sesuatu apapun yang menjadi kewajiban anak dalam masa-masa pendidikan. Hal ini sangat bertentangan dengan pendidikan akhlak dan moral. Masrukhi mengatakan, Habiburrahman dalam buku Catatan Motivasi Seorang Santri, nampaknya ingin  benar-benar melakukan apa yang disebut dengan istilah “Konservasi Moral”, yakni mempertahankan nilai-nilai “moralitas lama” yang baik, dan tidak alergi mengambil nilai-nilai ”moralitas baru” yang juga dianggap baik. Konservasi moral juga berarti upaya perbaikan dan pelestarian akhlak yang dimiliki manusia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kepustakaan (library research). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik pengumpulan data dengan cara mengamati pada buku Catatan Motivasi Seorang Santri (bagian kedua, sub judul ke-2: Mari Menjadi Pribadi Yang Optimis dan Positif, ke-4: Sesungguhnya Hidup Ini Untuk Memberi, ke-10: Puncak Akhlakul Karimah, dan 32: Kisah Guru di Perkampungan Nelayan) dan sumber-sumber lainnya, seperti buku-buku, artikel atau lainnya yang berkaitan dengan skripsi ini. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai-nilai pendidikan moral yang ada pada buku Catatan Motivasi Seorang Santri (bagian kedua, sub judul ke-2 adalah positive attitude, ke-4 adalah tolong-menolong, ke-10 adalah sabar dan ke-32 adalah peka terhadap situasi dan kondisi).KATA KUNCI: Moral; Nilai; Pendidikan.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TEAM GAME TOURNAMENT TERHADAP HASIL BELAJAR TAJWID Wardani, Dian Kusuma; Mukarromah, Niswatin
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol. 12 No. 1 (2022): June
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jtipai.v12i1.6988

Abstract

ABSTRACTThe learning model determines the results achieved by student learning. The use of inappropriate models will make students passive in the learning process. Team Games Tournament (TGT) is a collaborative model that triggers student collaboration and creativity. This study aims to test the effectiveness of the TGT model in learning recitation of the second grade students of Wustho Madin At-Takmiliyah An-Najiyah 1 Jombang. This study uses the entire population. The method used is quasi-experimental. The data analysis method for this study used the Wilcoxon paired pair test. The results of this study indicate that the use of the TGT learning model has a significant effect on the learning outcomes of class II Wustho students.KEYWORDS: Team-Games Tournament; Tajweed; Learning Achievement. ABSTRAKModel pembelajaran menentukan hasil yang dicapaian pembelajaran siswa. Penggunaan model yang kurang tepat akan membuat siswa pasif dalam proses pembelajaran. Team Games Tournament (TGT) merupakan model kolaboratif yang memicu kolaborasi dan kreativitas siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas model TGT pada pembelajaran tajwid pada siswa kelas II Wustho Madin At-Takmiliyah An-Najiyah 1 Jombang. Penelitian ini menggunakan seluruh populasi. Metode yang digunakan adalah quasi-eksperimen. Metode analisis data untuk penelitian ini menggunakan uji pasangan berpasangan Wilcoxon. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran TGT berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa kelas II Wustho.KATA KUNCI: Team-Games Tournament; Tajwid; Hasil Belajar.
INOVASI PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI MAN 1 MOJOKERTO Ilmiyah, Lailatul; Maghfiroh, Anita; Ardinigrum, Aufaa Dzakiy; Aryani, Nur Rachma; Zainiyati, Husniyatus Salamah
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol. 12 No. 2 (2022): December
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jtipai.v12i2.6998

Abstract

Abstract. Curriculum development is very important to make it easier to achieve learning objectives. The PAI curriculum in madrasas (MI, MTs, MA) is currently still separate between each PAI subject (Qur'an Hadith, Fiqh, Aqidah, SKI) yet there is no complete integration into the main themes. Innovation in curriculum development really needs to be held, so that it doesn't just revolve around the same method, media but has its own value. This study aims to determine the innovation of Islamic religious education curriculum development at MAN 1 Mojokerto. This type of research is descriptive qualitative research. Data collection techniques in this study are observation and documentation. To innovate the PAI curriculum in madrasas, there are three perspectives that can be used as references, namely subject matter design, disciplines design, and broad filed design. One component of curriculum development is a strategy that includes methods. There are several learning methods, namely discussion methods, case studies, demonstrations and experiments, role playing, question and answer. We have encountered innovations in the development of Islamic education curriculum in Madrasahs using Subject Centered Design but have weaknesses that make the curriculum not getting better but more and more problems. One solution that can be used is the construction of the Madrasah's Collaborative Curriculum curriculum used at MAN 1 Mojokerto.Keywords: Innovation; Curriculum Developmen;, PAI; Madrasah.Abstrak. Inovasi pengembangan kurikulum sangat diperlukan untuk memudahkan mencapai tujuan pembelajaran. Kurikulum PAI di madrasah (MI, MTs, MA) saat ini masih terpisah diantara masing-masing mata pelajaran PAI (Qur’an Hadis, Fiqih, Aqidah, SKI) sehingga belum ada keterpaduan yang utuh dan terintegrasi ke dalam tema-tema pokok. Inovasi pengembangan kurikulum sangat perlu diadakan, supaya tidak hanya berputar pada metode, media namun memiliki nilai tersendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui inovasi pengembangan kurikulum pendidikan agama Islam di MAN 1 Mojokerto. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk melakukan inovasi pada kurikulum PAI di madrasah, ada tiga perspektif yang bisa dijadikan acuan yaitu subject matter design, diciplines design, broad filed design. Salah satu komponen pengembangan kurikulum berupa pengembanga strategi meliputi metode pembelajaran yaitu metode diskusi, studi kasus, demonstrasi, eksperimen, bermain peran, dan tanya jawab. Inovasi pengembangan kurikulum PAI di Madrasah selama ini kita temui menggunakan Subject Centered Design tetapi mempunyai kelemahan yang membuat kurikulum tidak semakin baik melainkan semakin banyak masalah yang muncul. Salah satu solusi yang dapat digunakan ialah konstruksi kurikulum yaitu Madrasah’s Collaborative Curriculum yang digunakan di MAN 1 Mojokerto.Kata Kunci: Inovasi; Pengembangan Kurikulum; PAI; Madrasah.
ASPEK-ASPEK KEBIASAAN EDUKATIF YANG DITANAMKAN ORANGTUA BERPROFESI SEBAGAI GURU DALAM MEMBINA PERILAKU SOSIAL ANAK DI MASYARAKAT Jannah, Raudatul
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol. 12 No. 2 (2022): December
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jtipai.v12i2.7755

Abstract

Abstract: The family is the main foundation for cultivating and strengthening educational values. The best education can be realized through a family built on the principles of the Koran. The rapid pace of modern currents has more or less threatened the world of education and resulted in the erosion of the morale of the nation's generation. The busyness of working parents which often leads to forgetting essential responsibilities is fatal to the child's life in the future. This research is field research. Data collection is carried out by observation, interviews, and documentation. The results of this study show that each parent has different strategies and steps in educating their children. However, parents have the same goal of realizing the best education for their children. From this research, various educational habits will be seen instilled by parents who work as teachers so that they can realize the best education for children's lives in society even though faced with various busy schedules, and time with children which tends to be limited.Keywords: Islamic Family Education; Parents are teachers by profession, children's social behavior.Abstrak: Keluarga merupakan pondasi utama dalam penanaman dan penguatan nilai-nilai pendidikan. Pendidikan terbaik dapat terwujud melalui keluarga yang dibangun atas prinsip Alquran. Pesatnya arus modern sedikit banyak telah mengancam dunia pendidikan dan berakibat pada tergerusnya moral generasi bangsa. Kesibukan orang tua bekerja yang seringkali menyebabkan lupa dengan tanggung jawab hakiki berakibat fatal terhadap kehidupan anak di masa mendatang. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan. Pengumpulan data dilakukan dengan obsevasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa setiap orang tua memiliki strategi dan langkah yang berbeda dalam mendidik anak-anaknya. Akan tetapi, pada dasarnya orang tua memiliki tujuan yang sama demi mewujudkan pendidikan terbaik bagi anak-anaknya. Dari penelitian ini akan dilihat berbagai kebiasaan edukatif yang ditanamkan orang tua yang berprofesi sebagai guru sehingga dapat mewujudkan pendidikan terbaik untuk kehidupan anak di masyarakat meski dihadapkan dengan berbagai kesibukan, padatnya jadwal, serta waktu bersama anak yang cenderung terbatas.Keywords: Pendidikan Keluarga Islam, Orang Tua Berprofesi Guru, Perilaku Sosial Anak.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 1 (2025): June Vol. 14 No. 2 (2024): December Vol. 14 No. 1 (2024): June Vol. 13 No. 2 (2023): December Vol 13, No 1 (2023): Juni Vol. 13 No. 1 (2023): Juni Vol. 13 No. 1 (2023): June Vol. 12 No. 2 (2022): December Vol 12, No 2 (2022): DESEMBER Vol 12, No 1 (2022): Juni Vol 12, No 1 (2022) Vol. 12 No. 1 (2022): June Vol. 11 No. 2 (2021): December Vol 11, No 2 (2021): Desember Vol 11, No 1 (2021): Januari - Juni Vol 11, No 1 (2021): Juni Vol. 11 No. 1 (2021): June Vol. 10 No. 2 (2020): December Vol 10, No 2 (2020): Desember Vol 10, No 2 (2020): Juli - Desember Vol. 10 No. 1 (2020): June Vol 10, No 1 (2020): Juni Vol 10, No 1 (2020): Januari - Juni Vol 9, No 2 (2019): Desember Vol 9, No 2 (2019): Juli - Desember Vol. 9 No. 2 (2019): December Vol. 9 No. 1 (2019): June Vol 9, No 1 (2019): Januari - Juni Vol 9, No 1 (2019): Juni Vol 8, No 2 (2018): Desember Vol 8, No 2 (2018): Juli - Desember Vol. 8 No. 2 (2018): December Vol 8, No 1 (2018): Juni Vol 8, No 1 (2018): Januari - Juni Vol. 8 No. 1 (2018): June Vol. 7 No. 2 (2017): December Vol 7, No 2 (2017): Desember Vol 7, No 1 (2017): Juni Vol. 7 No. 1 (2017): June Vol. 6 No. 2 (2016): December Vol 6, No 2 (2016): Desember Vol. 6 No. 1 (2016): June Vol 6, No 1 (2016): Juni Vol 5, No 2 (2015): Desember Vol. 5 No. 2 (2015): December Vol. 5 No. 1 (2015): June Vol 5, No 1 (2015): Juni Vol 4, No 2 (2014): Desember Vol. 4 No. 2 (2014): December Vol 4, No 1 (2014): Juni Vol. 4 No. 1 (2014): June Vol 3, No 2 (2013): Desember Vol. 3 No. 2 (2013): December Vol 3, No 1 (2013): Juni Vol. 3 No. 1 (2013): June Vol 2, No 2 (2012): Desember Vol. 2 No. 2 (2012): December Vol. 2 No. 1 (2012): June Vol 2, No 1 (2012): Juni More Issue