cover
Contact Name
Bagdawansyah Alqadri
Contact Email
bagda_alqadri@unram.ac.id
Phone
+6281343826656
Journal Mail Official
juridiksiam_fkip@unram.ac.id
Editorial Address
Lt. 1 Gedung E PIPS FKIP Universitas MataramJalan Majapahit No.62 Mataram 83125
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman (JURIDIKSIAM)
Published by Universitas Mataram
ISSN : 23554622     EISSN : 26229021     DOI : https://doi.org/10.29303/juridiksiam
Core Subject : Education, Social,
Telaah teori mutakhir dan hasil penelitian dan pengembangan tentang Kurikulum, Bahan Ajar, Metode/Model, Media, dan Evaluasi Pembelajaran Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora serta hasil telaah teori mutahir dan hasil penelitian substansi ilmu-ilmu sosial dan humaniora.
Articles 119 Documents
FILM PENDEK SEBAGAI MEDIA MEMBUMIKAN KARAKTER NILAI- NILAI PANCASILA DALAM MENGHADAPI MASA ADAPTASI KEBIASAAN BARU COVID 19 Indriyati Indriyati
Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman Vol. 7 No. 2 (2020): JURNAL PENDIDIKAN SOSIAL KEBERAGAMAN
Publisher : Jurusan P. IPS, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.895 KB) | DOI: 10.29303/juridiksiam.v7i2.134

Abstract

ABSTRAKCovid 19 melanda dunia, termasuk Indonesia. Kehadiran covid 19 yang sangat menular dan jumlah korban terus bertambah, membuat perubahan tatanan kehidupan masyarakat Indonesia yang bersendikan nilai- nilai luhur Pancasila. Hal ini dapat membahayakan kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia. Berdasarkan latar belakang permasalahan di atas penulis menyusun makalah yang berjudul “Film Pendek sebagai Media Membumikan Karakter Nilai- nilai Pancasila dalam Menghadapi Masa Adaptasi Kebiasaan Baru  Covid 19. Tujuan penelitian yaitu memberi solusi agar tatanan kehidupan masyarakat Indonesia tetap bersendikan nilai- nilai luhur Pancasila dalam menghadapi adaptasi kebiasaan baru covid 19. Penelitian ini menggunakan studi pustaka dan kuesioner. Film pendek efektif sebagai media membumikan karakter nilai- nilai Pancasila dalam menghadapi masa adaptasi kebiasaan baru covid 19, karena film merupakan tontonan atau hiburan yang diminati oleh masyarakat Indonesia pada umumnya, generasi muda khususnya.
INTERNALISASI NILAI-NILAI PANCASILA DALAM PEMBELAJARAN DALAM JARINGAN (DARING) TINGKAT SEKOLAH DASAR (SD) DI ERA PANDEMI COVID-19 Izuddinsyah Siregar; Salmah Naelofaria
Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman Vol. 7 No. 2 (2020): JURNAL PENDIDIKAN SOSIAL KEBERAGAMAN
Publisher : Jurusan P. IPS, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.586 KB) | DOI: 10.29303/juridiksiam.v7i2.135

Abstract

ABSTRAKMasa pandemi yang terjadi di Indonesia mengalihkan pendidikan yang seyogianya dilakukan di dalam kelas menjadi proses yang dijalankan di dalam jaringan (daring). Hal tersebut guna mengurangi interaksi secara langsung peserta didik dengan berbagai individu di luar rumah. Pendidikan yang dilaksanakan harus tetap berdasarkan kurikulum yang telah ditetapkan oleh pemerintah sebelumnya. Tentunya dengan tetap memperhatikan nilai-nilai Pancasila dalam pelaksanaan pembelajaran. Nilai-nilai Pancasila diterapkan dalam kegiatan pembelajaran maupun aturan kelas. Perwujudan tersebut dilaksanakan dengan baik meskipun pembelajaran dilakukan dengan daring
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI DASAR PANCASILA DALAM DAN PASCA COVID 19 DEMI MENYONGSONG ERA ADAPTASI KEBIASAAN BARU (AKB) Rahma Ayu Widiyanti
Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman Vol. 7 No. 2 (2020): JURNAL PENDIDIKAN SOSIAL KEBERAGAMAN
Publisher : Jurusan P. IPS, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.027 KB) | DOI: 10.29303/juridiksiam.v7i2.136

Abstract

ABSTRAKWabah virus corona yang sedang melanda dunia saat ini menimbulkan kecemasan bagi masyarakat. Pemberitaan yang terus menerus, kabar yang simpang siur serta munculnya ribuan tulisan tentang corona di internet menambah kekhawatiran terhadap kebenaran kandungan informasi. Data yang valid dan informasi yang riil dibutuhkan agar menjadi sumber pengetahuan yang terpercaya. Disinilah peran lembaga informasi menjadi jembatan penghubung antara kebutuhan terhadap pengetahuan dengan sebaran informasi yang tidak terhitung lagi jumlahnya. Mempelajari Pancasila lebih dalam menjadikan kita sadar sebagai bangsa Indonesia yang memiliki jati diri dan harus diwujudkan dalam pergaulan hidup seharihari untuk menunjukkan identitas bangsa yang lebih bermartabat dan berbudaya tinggi. Untuk itulah diharapkan dapat menjelaskan Pentingnya Pancasila sebagaiIndeologi yang membangun kesejahterahkan bangsa. Oleh sebab itu kita warga negara indonesia jangan pernah lupa untuk megaplikasikan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari,berbangsa dan bernegara dan digantikan dengan budaya luar yang makin marak masuk kedalam bangsa indonesia.Melupakann nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi negara, menunjukkan sikap negatif terhadap Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, atau menampilkan sikap positif terhadap Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat. Pengetahuan yang diperoleh dalam makalah ini juga dapat dijadikan 4bekal keterampilan menganalisis dan bersikap kritis terhadap sikap para penyelenggara negara yang menyimpang dari cita-cita dan tujuan Negara.
SEMANGAT KEBANGKITAN NASIONAL UNTUK MENGHADAPI COVID-19 DALAM KONTEKS PANCASILA DAN KONSTITUSI Supriyono Supriyono; Anang Dony Irawan
Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman Vol. 7 No. 2 (2020): JURNAL PENDIDIKAN SOSIAL KEBERAGAMAN
Publisher : Jurusan P. IPS, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.635 KB) | DOI: 10.29303/juridiksiam.v7i2.137

Abstract

ABSTRAKPancasila sebagai dasar ideologi negara Indonesia merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. Sedangkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 atau disingkat UUD 1945 merupakan hukum dasar tertulis, konstitusi pemerintahan negara Indonesia saat ini. Pancasila dengan UUD 1945 keduanya saling berkaitan erat. Pancasila digali dari budaya bangsa Indonesia sendiri memiliki fungsi dan arti yang sangat luas dalam perilaku kehidupan berbangsa dan bernegara. Tujuan negara Indonesia telah tercantum dalam Pembukaan UUD 1945. Banyaknya berita hoax, ujaran kebencian, perundungan (bullying), tindakan intoleransi, konflik sosial, radikalisme, terorisme dan lain-lain menjadi bukti bahwa Pancasila dan UUD 1945 mengalami degradasi nilai.  Namun pada saat pandemi Covid-19 seperti saat ini dapat kita lihat masyarakat bahu-membahu saling membantu, sebagai bentuk persatuan dan kesatuan bangsa yang merupakan wujud impelementasi dari nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945. Pancasila yang merupakan dasar falsafah hidup bangsa Indonesia tidak boleh ditinggalkan demi tercapainya nilai-nilai sila yang terkandung dalam Pancasila terlebih pada masa pandemi Covid-19 seperti saat ini. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan, yaitu penelitiankualitatif, dengan cara mengumpulkan bahan-bahan kepustakaan, membaca dan mencatat serta menganalisis. Pancasila menjadi satu ideologi atau pandangan hidup yang paling tepat, karena Pancasila memiliki arti dan fungsi yang sangat penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia
Pandemi dan Bentuk Diskriminasi Baru: Sebuah Kritik Terhadap Perilaku Masyarakat Dalam Menghadapi Wabah Covid-19 Arif Widodo
Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman Vol. 7 No. 2 (2020): JURNAL PENDIDIKAN SOSIAL KEBERAGAMAN
Publisher : Jurusan P. IPS, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.116 KB) | DOI: 10.29303/juridiksiam.v7i2.138

Abstract

ABSTRACTThe social aspect is one of the areas most affected by the Covid-19 outbreak. In addition to maintaining cleanliness, social restrictions are considered the most effective steps to avoid contracting Covid-19. Community response in the social field has given rise to a new phenomenon, namely the emergence of discrimination. This study aims to reveal the causes and forms of discrimination during the Covid-19 outbreak. This research uses a phenomenological approach. This approach is used to understand and describe in detail related to phenomena that occur in society during a pandemic. Data collection through interviews and participatory observation. Research location in the city of Mataram. The issues to be examined in this study include: Why did discrimination occur? What forms of discrimination existed in the community during the pandemic? The results showed that discriminatory behavior occurs because of excessive fear in responding to Covid-19. New forms of discrimination that emerged in the pandemic era included policy discrimination, worship discrimination, and social discrimination. Policy discrimination can be seen from the different treatments and regulations in areas that have the potential to become epidemics. Discrimination in worship can be seen from the restrictions on the use of places of worship for people outside the community. Social discrimination is manifested by mutual suspicion, isolation of migrants, isolation of sick people, reluctance to help sick people, isolation of people who are indicated by COVID, antipathy towards strangers, and the creation of an inclusive environment. These new forms of discrimination are contradictory to the genuine character of the Indonesian people who are friendly, family, uphold the values of justice, and help each other if you experience difficulties. Covid-19 has formed a mind that tends to look for life alone without caring about others. ABSTRAKAspek sosial merupakan salah satu bidang yang paling banyak terdampak dengan adanya wabah Covid-19. Selain menjaga kebersihan, melakukan pembatasan sosial merupakan langkah yang dianggap paling efektif agar tidak terjangkit Covid-19. Respon masyarakat dalam bidang sosial telah menimbulkan fenomena baru yaitu munculnya diskriminasi. Penelitian ini bertujuan mengungkap penyebab dan bentuk-bentuk diskriminasi selama wabah Covid-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi. Pendekatan ini digunakan untuk memahami dan menggambarkan secara detail terkait dengan fenomena yang terjadi di masyarakat selama pandemi. Pengumpulan data melalui wawancara dan observasi partisipasi. Lokasi penelitian di kota Mataram. Masalah yang akan dikaji dalam penelitian ini antara lain: Mengapa diskriminasi itu terjadi? Bagaimana bentuk diskriminasi yang ada di dalam masyarakat selama pandemi? Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku diskriminasi terjadi karena adanya ketakutan yang berlebihan dalam menanggapi Covid-19. Bentuk diskriminasi barau yang muncul di era pandemi antara lain diskriminasi kebijakan, diskriminasi peribadahan dan diskriminasi sosial. Diskriminasi kebijakan dapat terlihat dari adanya perbedaan perlakuan dan peraturan terhadap bidang-bidang yang berpotensi menjadi tempat penyebaran wabah. Diskriminasi peribadahan terlihat dari adanya pembatasan penggunaan tempat ibadah bagi masyarakat di luar komunitas. Diskriminasi sosial diwujudkan dengan adanya sikap saling mencurigai, pengucilan terhadap para perantau, pengucilan terhadap orang yang sakit, enggan membantu orang yang sakit, pengucilan terhadap orang yang terindikasi Covid, antipati terhadap orang asing dan terbentuknya lingkungan inklusif. Bentuk-bentuk diskriminasi baru tersebut kontradiktif dengan karakter asli bangsa Indonesia yang ramah, kekeluargaan, menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan dan saling membantu jika saudara mengalami kesusahan. Covid-19 telah membentuk mental yang cenderung mencari hidup sendiri tanpa peduli orang lain.
PERILAKU PERUNDUNGAN (BULLYING) DAN DAMPAKNYA BAGI ANAK USIA SEKOLAH (Studi Kasus Pada Siswa SMP Negeri Se-Kecamatan Kediri Lombok Barat) Muhammad Mabrur Haslan; Dahlan Dahlan; Yuliatin Yuliatin
Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman Vol. 7 No. 2 (2020): JURNAL PENDIDIKAN SOSIAL KEBERAGAMAN
Publisher : Jurusan P. IPS, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.639 KB) | DOI: 10.29303/juridiksiam.v7i2.140

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan (1) mengidentifikasi bentuk-bentuk perilaku perundungan (bullying)  bagi  siswa SMP Negeri Se-Kecamatan Kediri Lombok Barat (2) mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku perundungan (bullying) bagi siswa SMP Negeri Se-Kecamatan Kediri Lombok Barat (3) mengidentifikasi dampak perilaku perundungan (bullying) bagi siswa SMP Negeri Se-Kecamatan Kediri Lombok Barat.Hasil Penelitian sebagai berikut: (1) Bentuk-bentuk perilaku perundungan (bullying)  yang kerapkali terjadi pada siswa SMP Negeri Se-Kecamatan Kediri Lombok Barat adalah verbal bullying (menghina mengejek, mengintimidasi, atau memberikan julukan nama), (financial bullying), (pemalakan (2) Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku perundungan (bullying) bagi siswa SMP Negeri Se-Kecamatan Kediri Lombok Barat yaitu: faktor keluarga (perceraian orang tua, orang tua yang bekerja di luar negeri), faktor , faktor ekonomi, dan faktor lingkungan sosial (3) Dampak perilaku perundungan (bullying) bagi siswa SMP Negeri Se-Kecamatan Kediri Lombok Barat adalah merasa takut (merasa tidak aman) pada saat berpapasan dengan pelaku bullying, Jangka panjang depresi, motivasi belajar menurun, menutup diri dari pergaulan. AbstractThis study aims (1) to identify forms behavior bullying for yunior high school Kediri Disrtrict Kediri West Lombok (2) to identify factors influence behavior bullying for yunior high school Kediri Disrtrict West Lombok (3) to identify impact behavior bullying for yunior high school Kediri District West Lombok.            The Results of research etc (1) forms behavior bullying for yunior high school Kediri Disrtrict Kediri West Lombok, s for yunior high school Kediri Disrtrict Kediri West Lombok, such as: verbal bullying (making fun of, mock, insulting), (financial bullying) and physical bullying (2) to identify factors influence behavior bullying for yunior high school Kediri Disrtrict West Lombok, such as: family problem factor (divorce, labor), economic factor, and social invironment (friends of the same age)  ( (3) impact behavior bullying for yunior high school Kediri District West Lombok such as, shame, afraid, humble, and shut yourself out of relationships.
IMPLIKASI PERNIKAHAN DINI TERHADAP KEHARMONISAN KELUARGA DI SUMBAWA Edy Kurniawansyah; Ahmad Fauzan; Eni Tamalasari
Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman Vol. 8 No. 1 (2021): JURNAL PENDIDIKAN SOSIAL KEBERAGAMAN
Publisher : Jurusan P. IPS, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.015 KB) | DOI: 10.29303/juridiksiam.v8i1.173

Abstract

ABSTRACTMarriage conduted at a young age is generally minimal in both physical and mental readiness, in addition it is feared that it will produce poor offspring. This is not only produced from undercooked seeds but also due to the couple’s lack of knowledge about how to minimize emotions and build a harmonious family. Early marriage in terms of psychology has risks such as being cut off from education, loss of job opportunites, young people to divorce, children lacking attention and deviations in behavior.Marriage conducted as a young a teenager is theoretically very prone toproblems because adolescents are still very unstable in their actions, because emotions in adolescents are not yet fully formed. Teenage emotionality is between the emotionality of children and adults. So that the formulation of the problem inthis study is a qualitative method with a desvriptive approach that aims to systematically and accurately describe facts and characteristic about the population or regarding a particular field with observation, interview and documentation techniques. The results of this study indicate that the implications of early marriage or underage marriage are merried coupels who cannot marry or do not know their rights and obligations as husband and wife, this arises because of their physicalnor mental immature who tend to both have selfishnessheight, besides that it also creates a bad influence on her children. For women who have early marriages will experience disorders in the womb that can endanger the health of the child and even children born will tend to be small and thin. It will also have an adverse effect on each family.
HABITUASI NILAI-NILAI KARAKTER SEBAGAI PERILAKU ANTI KORUPSI PADA MASYARAKAT KAJANG Bagdawansyah Alqadri; Edy Kurniawansyah; Ahmad Fauzan
Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman Vol. 8 No. 1 (2021): JURNAL PENDIDIKAN SOSIAL KEBERAGAMAN
Publisher : Jurusan P. IPS, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.615 KB) | DOI: 10.29303/juridiksiam.v8i1.178

Abstract

AbstractThis research aims (i) to know the character values of Kajang community in Anti-Corruption behavior; (ii) to know the correlation between character values of Kajang community with corruption statute; (iii) to know how the Kajang community character value to establish Anti-Corruption behavior in the society. This research is qualitative description aims to describe or explain about the character values of habituation by the local wisdom in Kajang community to establish Anti-Corruption behavior. This research implemented in Kajang Community on Kajang sub district, Bulukumba district. This area chosen in the writer research because almost the Kajang community lives in the some village around this sub district. Selection of village a research location was did with consideration that some of village which is chosen hopeful can represent the Kajang community inside (the society whose doesn’t touch with the outside world relatively) and Kajang community from the outside ( have touched with outside world relatively). The result of this research showed that (i) character values of Kajang community’s tradition related to Anti-Corruption behavior can to described that Pasang is a social order of Kajang community as a guidance to operate our life in the world that related to principle of life,Kamasea-asea. (ii) Put into effect Anti-Corruption statute by the government also applied by Ammatoa community. Although, there is different because the regulation that used by Ammatoa community was not be written. But, Pasang is very  obedient for Kajang community. (iii) Internalization process of social fact that happened through Kamasea-asea principle as a hard value of Kajang community with Anti-Corruption behavior as law fact that happened through family circle and society circle stripe. The other hand, district punishment is needed. So that, the society has not a brave to makes infraction. It can establish Anti-Corruption behavior in society generally.AbstrakPenelitian ini bertujuan (i) Untuk mengetahui nilai-nilai karakter mana saja yang ada pada komunitas masyarakat Kajang yang berkaitan dengan perilaku anti korupsi; (ii) Untuk mengetahui kesesuaian antara nilai-nilai karakter komunitas masyarakat Kajang dengan Undang-Undang Anti Korupsi; (iii) Untuk mengetahui bagaimana nilai-nilai karakter komunitas Kajang membentuk (mengkonstruksi) perilaku anti korupsi warga masyarakat. Penelitian ini termasuk dalam kategori deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan atau menjelaskan secara mendalam habituasi nilai-nilai karakter yang berupa kearifan lokal (local wisdom) pada masyarakat kajang, dalam hal membentuk perilaku anti korupsi. Penelitian ini dilakukan pada masyarakat Kajang, tepatnya  Kecamatan Kajang Kabupaten Bulukumba. Daerah ini dipilih sebagai basis penelitian mengingat sebagian besar komunitas Kajang mendiami beberapa desa yang tersebar di kecamatan ini. Pemilihan desa sebagai lokasi penelitian dilakukan dengan pertimbangan bahwa beberapa desa yang dipilih diharapkan dapat mewakili komunitas Kajang dalam (masyarakat yang relatif belum bersentuhan dengan dunia luar), dan komunitas Kajang luar (relatif telah bersentuhan dengan dunia luar). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (i) Nilai karakter masyarakat adat Kajang berkaitan dengan Perilaku Anti Korupsi dapat dideskripsikan bahwa Pasang merupakan suatu tatanan yang majemuk diwariskan oleh leluhur dari masyarakat adat Kajang untuk dijadikan sebagai tuntunan dalam menjalankan kehidupan di dunia yang tidak terlepas dari prinsip hidup kamase-asea; (ii) Pemberlakuan Undang-Undang Anti Korupsi oleh pemerintah juga diterapkan oleh komunitas adat Ammatoa. Meskipun, ada perbedaan karena aturan-aturan yang diberlakukan oleh komunitas adat Ammatoa tidak tertulis, melainkan berupa Pasang yang sangat dipatuhi oleh masyarakat adat Kajang; (iii) Proses internalisasi  fakta sosial yang terjadi melalui prinsip kamase-asea sebagai nilai yang di pegang teguh oleh masyarakat adat Kajang dengan Perilaku Anti Korupsi sebagai fakta hukum yang terjadi melalui jalur Lingkungan Keluarga serta Lingkungan Masyarakat. Selain itu, sanksi yang tegas dan berat diperlukan sehingga masyarakat tidak berani untuk melakukan pelanggaran. Hal inilah yang dapat membentuk suatu sikap Perilaku Anti Korupsi dalam masyarakat secara umum.
UPAYA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KEDISPLINAN SISWA (STUDI DI SMP NEGERI 6 MATARAM) Faridah Faridah; Yuliatin Yuliatin; Muh Zubair
Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman Vol. 8 No. 1 (2021): JURNAL PENDIDIKAN SOSIAL KEBERAGAMAN
Publisher : Jurusan P. IPS, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.834 KB) | DOI: 10.29303/juridiksiam.v8i1.243

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk. 1) untuk mengetahui upaya yang dilakukan sekolah dalam meningkatkan kedisiplinan siswa 2) untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat sekolah dalam meningkatkan  kedisiplianan siswa di SMPN 6 Mataram. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Pengumpulan data ini dilakukan dengan observasi , wawancara dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif  kualitatif yaitu penyajian data dalam bentuk tulisan dan menerangkan apa adanya sesuai dengan data yang diperoleh dari hasil penelitian. Penelitian membuat kesimpulan berdasarkan data yang telah diperoleh melalui reduksi dan display data. Penarikan kesimpulan yang dikemukakan bersifat sementara dan akan berubah bila tidak ditemukan bukti yang kuat yang mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya. Hasil penelian ini menunjukan bahwa terdapat beberapa upaya dalam tahap meningkatkan kedisiplinan yakni antara lain : 1) Pembiasaan (Budaya) Sekolah, 2) tahap Keteladanan      3) tahap Penyadaran, 4) tahap Pengawasan. Sedangkan faktor pendukung dan penghambat dalam meningkatkan kedisiplinan siswa yakni antara lain : 1) Prasarana dan sarana, 2) Kemauan dari  siswa, 3) Kerja sama yang baik antara tenaga pendidik. Adapun faktor penghambat antara lain: 1) Lingkungan Keluarga, 2) Lingkungan Masyarakat, 3) Faktor dalam diri siswaAbstractThis research aims to. 1) to find out the efforts made by schools in improving  student discipline 2) to find out the supporting and inhibiting factors of scools in improving student discipline. this research is a type of qualitative research. This data collection is done by observation,interviews and documentation. Data analysis in this study used a qualitative descriptive method, namely the presentation of data in written form and explaining what it was in accordance with the data obtained from the results of the study.research makes conclusions based on data that has been obtained through data reduction and display. The conclusions put forward are temporary and will  change if no strong evidence is found to support the next stage of data collection. The results of this study indicate that there are several efforts in the stage of improving discipline, namely: 1) school habituation (Culture), 2) Exemplary stage, 3) Awareness stage, 4) Supervision stage. While the supporting and inhibiting factors in improving student discipline are, among others: 1) infrastructure and facilities, 2) willingness from students, 3) Good cooperation between educators. The inhibiting factors include: 1) Family Environment, 2) Community Enfironment, 3) Factors withing students.
BENTUK PERILAKU TIDAK DISIPLIN SISWA KELAS IX DAN DAMPAKNYA TERHADAP HASIL BELAJAR (Studi di SMPN 16 Mataram) Aprilia Aprilia; Yuliatin Yuliatin; Dahlan Dahlan
Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman Vol. 8 No. 1 (2021): JURNAL PENDIDIKAN SOSIAL KEBERAGAMAN
Publisher : Jurusan P. IPS, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (641.968 KB) | DOI: 10.29303/juridiksiam.v8i1.245

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk-bentuk perilaku tidak disiplin siswa kelas IX SMPN 16 Mataram dan dampaknya terhadap hasil belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Tekhnik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah, observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan tekhnik analisis data dengan menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tedapat bentuk-bentuk perilaku tidak disiplin dikalangan siswa yaitu: 1) terlambat datang ke sekolah, 2) tidak disiplin tata berbusana, 3) melawan guru, 4) membuat kegaduhan di kelas, 5) merokok, 6) berkelahi atau tawuran. Sementara itu tidak ada dampak yang signifikan antara perilaku tidak disiplin dan hasil belajar siswa. Abstrack: The purpose of this study was to determine the forms of deviant behavior among class IX students of SMPN 16 Mataram and their impact on learning outcomes. This research uses a qualitative approach with the type of case study research. Data collection techniques used in this study were observation, interviews and documentation. While the data analysis techniques using data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of this study indicate that there are forms of behavior among students, namely: 1) late coming to school, 2) undisciplined dress code, 3) fighting against teachers, 4) making noise in class, 5) smoking, 6) fighting or brawls. Meanwhile, there is no significant impact between deviant behavior and student learning outcomes.

Page 7 of 12 | Total Record : 119