J-ESA (Jurnal Ekonomi Syariah)
Jurnal J-ESA (Jurnal Ekonomi Syariah) adalah peer-reviewed journal yang mempublikasikan artikel-artikel ilmiah hasil penelitian meliputi hasil kajian dan penelitian di bidang ekonomi Syariah (Lembaga dan Keuangan Syariah, E-Bisnis, Kewirausahaan dan Pengembangan UMKM). Jurnal J-ESA (Jurnal Ekonomi Syariah) yang terdaftar dengan e-ISSN: 2776-1428 dan p-ISSN: 2579-4302 terbit 2 kali setahun yaitu pada bulan Juni & Desember diterbitkan oleh Program Studi Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, IAI Muhammadiyah Bima. Jurnal J-ESA (Jurnal Ekonomi Syariah) menerima artikel dari akademisi dan peneliti baik nasional maupun internasional.
Articles
121 Documents
PERSEPSI TOKOH AGAMA TERHADAP SYSTEM PROFIT SHARING MUDHARABAH DALAM PERBANKAN SYARI’AH DI KOTA BIMA
Rafuddin Rafuddin;
Sri Wahyuningsih
J-ESA (Jurnal Ekonomi Syariah) Vol 1 No 2 (2018): Desember
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah IAI Muhammadiyah Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (445.977 KB)
Penelitian ini merupakan penelitian tentang perkembanganperekonomian Islam di Kota Bima. Aspek yang disoroti adalahaspek pengelolaan system proft sharing mudharabah dalamperbankan Syariah yang ada di Kota Bima, antara lain BankSyariah Mandiri, Bank Rakyat Indonesia Syariah, Bank NTBSyariah, dan Bank Negara Indonesia Syariah. Pengembangan danaplikasi mudharabah dilihat berdasarkan persepsi para TokohAgama di Kota Bima. Pemilihan mereka sebagai narasumberkarena dianggap cakap dan berkompeten dalam memahamikonsep agama dan menyampaikannya ke masyarakat.Penelitan ini bertujuan untuk menganalisa pandangan danpersepsi Tokoh Agama terhadap praktik mudharabah diperbankan syariah di Kota Bima. Sementara jenis penelitianini adalah penelitian kualitatif dengan mendeskripsikan hasilwawancara dari para narasumber dan selanjutnya dilakukananalisa yang mendalam dengan mengacu pada teori. Dari hasilanalisa data ditemukan secara umum bahwa aplikasi mudharabahmasih bersifat konvensional mengikuti perkembangan dankebutuhan bank induk yang konvensional. Selain itu hambatanpenggunaan mudharabah di perbankan syariah dikarenakankurangnya kolaborasi dan kerja sama dengan berbagai pihakseperti para Tokoh Agama. Dari hasil penelitian ini, penelitisangat berharap adanya kelanjutan penelitian yang lebihmendalam dari para peneliti berikutnya, lebih khsusus terkaitaqad yang dilakukan oleh perbankan syariah pada usaha yangtidak dapat diprediksi dengan baik.
ETIKA BISNIS DALAM PANDANGAN ISLAM: KONSEP DAN IMPLEMENTASI PADA PELAKU USAHA KECIL
Desi Eflianti
J-ESA (Jurnal Ekonomi Syariah) Vol 1 No 2 (2018): Desember
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah IAI Muhammadiyah Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (584.04 KB)
Etika bisnis Islam konsep dan implementasi pada pelaku usaha kecil. Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana konsep dan penerapan etika bisnis Islam bagi pelaku usaha kecil. Penelitian yang dilakukan berupa analisis deskriptif. Hasilnya menunjukkan bahwa Kampoeng Kreati, Bazar Madinah dan usaha kecil di Lingkungan UIN Jakarta telah menerapkan etika bisnis Islam, baik oleh pengusaha maupun karyawannya. Dalam menjalankan usaha dan kegiatan, para pelaku usaha telah memahami dan mengimplementasikan prinsip atau nilainilai Islam dengan berlandaskan pada Al Quran dan Hadis. Implementasi etika bisnis Islam ini meliputi empat aspek: prinsip, manajemen, marketing/iklan dan produk/harga.
AKURASI TIMBANGAN PEDAGANG BUAH MUSLIM PADA PASAR TRADISIONAL DI KOTA WATAMPONE
Siti Nikmah Marzuki;
Muljan Muljan;
Uswatun Hasanah
J-ESA (Jurnal Ekonomi Syariah) Vol 1 No 2 (2018): Desember
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah IAI Muhammadiyah Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (556.423 KB)
Penelitian ini menitikberatkan pada perilaku pedagang buah muslim dalam berdagang di Kota Watampone dan analisis akurasi ketepatan timbangan pedagang buah muslim di Kota Watampone. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yang bersifat deskriptif yakni metode penelitian yang menjelaskan mengenai suatu variabel tertentu yang menjadi fokus penelitian yaitu tentang akurasi ketepatan timbangan buah pedagang muslim yang ada di Kota Watampone. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih ada pedagang yang menjual buah dengan tidak memenuhi takaran timbangan sesuai akad jual beli. Mengenai akurasi timbangan, masih terdapat pedagang buah yang bermain pada ukuran timbangan yang mengakibatkan takaran tidak sesuai dan merugikan pembeli. Disamping itu menemukan pedagang yang tidak jujur, masih tidak amanah dan melakukan tindakan gharar. Mereka melakukan tindakan penipuan dengan menjual buah yang tidak sesuai dengan timbangan, buah tidak segar, memberikan janji mengenai rasa yang tidak sesuai, dan mencampur buah yang bagus dengan buah yang sudah busuk.
SCREENING SYSTEM INSTRUMEN SYARIAH DAN PEMURNIAN PENDAPATAN NON-HALAL DI PASAR MODAL SYARIAH
Lalu Suprawan
J-ESA (Jurnal Ekonomi Syariah) Vol 1 No 2 (2018): Desember
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah IAI Muhammadiyah Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (547.071 KB)
Perbedaan paling mendasar antara investasi syariah dan konvensional baik dalam investasi pada financial asset maupun investasi pada real asset adalah terletak pada proses screening dalam mengkonstruksikan portofolionya. Hal tersebut berimplikasi pada adanya beberapa bentuk transaksi dan penjualan yang dibolehkan dalam Islam setelah melalui proses evaluasi terhadap institusi dan istrumen yang telah ada, sekaligus (jika dimungkinkan) memberikan tawaran alternarif bentuk institusi dan instrumen yang dianggap lebih Islami. Konsep penerapan screening sistem dan pemurnian pendapat tersebut menjadi fokus kajian dalam tulisan ini, hal tersebut didasarkan pada belum terbebasnya secara penuh hubungan keekonomian atau bisnis dalam suatu perusahaan dengan larangan-larangan transaksi dalam Islam seperti masih terdapatnya unsur bunga sebagaian pendapatan, hal dimungkinkan terjadi karena secara general Indonesia belum sepenuhnya menerapkan sistem Ekonomi Islam sebagai sistem perekonomiannya.
KEMISKINAN DAN FILANTROPI ISLAM
Husnatul Mahmudah
J-ESA (Jurnal Ekonomi Syariah) Vol 2 No 1 (2019): Juni
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah IAI Muhammadiyah Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (565.947 KB)
Tulisan ini berusaha untuk menggali persoalan kemiskinan dan filantropi dalam Islam. Masyarakat Muslim mendapatkan stigma sebagai masyarakat yang tidak lepas dari kemiskinan. Kemiskinan seakan menjadi persoalan laten yang sulit ditemukan jalan keluarnya. Terdapat beberapa pemikiran tentang kemiskinan, antara lain, paradigma tradisionalis, modernis, revivalis, dan transformatif. Secara konseptual, Negara memiliki program penyelesaian masalah tersebut. Begitupun dengan semangat filantropi dalam Islam, dapat dimanfaatkan untuk mengentaskan kemiskinan melalui pemberdayaan yang mengarah pada keadilan sosial. Potensi sedekah, infak, wakaf dan hibah dapat dimaksimalkan dengan manajemen pengelolaan yang baik. Sebagai upaya untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera, maka kekuatan civil society dapat dimaksimalkan untuk melawan kemiskinan
MULTIPLIER EFEK WAKAF UANG DALAM MENGURANGI KEMISKINAN DI INDONESIA
Irawan, Feri
J-ESA (Jurnal Ekonomi Syariah) Vol 2 No 1 (2019): Juni
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah IAI Muhammadiyah Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (823.13 KB)
|
DOI: 10.52266/jesa.v2i1.253
Wakaf sebagai salah satu instrumen fiskal Islam telah berperan penting dalam perekonomian. Selain sebagai instrumen, juga sebagai praktik ibadah dan sasaran kesejahteraan sosial. Pengembangan wakaf ini, dimana manajemennya lebih fleksibel dan menawarkan berbagai pilihan. Wakaf ini memiliki efek penggandaan dalam perekonomian yang dapat digunakan sebagai instrumen untuk mengurangi kemiskinan melalui program pemberdayaan masyarakat. Dan berperan dalam menunjang proses pembangunan secara menyeluruh, baik pembangunan sumber daya manusia, maupun ekonomi dan sosial. Investasi wakaf uang dapat disalurkan untuk membantu biaya operasional lembaga-lembaga pendidikan, kesehatan dan sosial, dan merupakan sumber pendanaan alternatif lembaga tersebut untuk peningkatan kesejahteraan umat dan mengurangi kemiskinan di Indonesia.
PERAN PAJAK REKLAME DALAM PENINGKATAN PEREKONOMIAN DAERAH KOTA MAKASSAR (TINJAUAN DENGAN PENDEKATAN EKONOMI ISLAM)
Wahyunti, Sri
J-ESA (Jurnal Ekonomi Syariah) Vol 2 No 1 (2019): Juni
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah IAI Muhammadiyah Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (621.303 KB)
|
DOI: 10.52266/jesa.v2i1.256
Pajak reklame adalah salah satu pajak yang mempunyai peranan penting dan berpotensi dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hasil penarikan pajak dan retribusi merupakan sumber pemasukan bagi PAD. Dinas pendapatan daerah yang penerimaannya melampaui target dan terjadinya peningkatan persentasi penerimaan pajak reklame terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Makassar menunjukan pertumbuhan pajak reklame cukup signifikan terhadap peningkatan penerimaan PAD dan dapat meningkatkan perekonomian daerah. Pada tahun 2002 sampai 2003 penerimaan sebesar 100,09 persen dan tahun anggaran 2003 sampai 2004 jumlah target penerimaan sebesar 100,83 persen, sedangkan pada tahun anggaran 2004/2005 sebesar 101,20 persen. Jadi penerimaan pajak reklame dari tahun ke tahun walaupun selang beberapa persen. Dari persentase penerimaan pajak reklame membiayai beberapa bidang meliputi bidang pendidikan, kesehatan, pembangunan infrastruktur, penyelenggara penertiban umum dan ketentraman masyarakat.
UANG DAN KONSEP TIME VALUE OF MONEY DALAM PANDANGAN ISLAM
Pertiwi, Dian
J-ESA (Jurnal Ekonomi Syariah) Vol 2 No 1 (2019): Juni
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah IAI Muhammadiyah Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (724.952 KB)
|
DOI: 10.52266/jesa.v2i1.258
Money used in Islam is money that doesn’t not contain usury in its creation. The form can be full bodied money or fiat money with 100% gold standard. The principle of both is the same, namely limiting the creation of money so that the stability of the value of money is maintained. Current banknotes legally and in fact have become legitimate payment instrument. Its position is still a legitimate means of payment as long as it meets the conditions set by sharia, namely the government must declarat it as a legal payment instrument, the government must maintain its value, ensures that there is no trade in money and prohibits and prevents the circulation of counterfeit money. The concept of Time Value of Money is motivated by the presumption of the loss of capital owners of opportunity cost when they lend money to other parties, so that the capital owner imposes a certain precentage value as compensation to the borrower. The view of Islam is that money has no time value. But time has economic value, the value of time will be higher if someone can take advantage of his time. The more effective and efficient the higher the time value will be.
FAKTOR - FAKTOR YANG MEMENGARUHI PENGGUNAAN JASA BANK MUAMALAT INDONESIA CABANG PEMBANTU BONE
Jumarni Jumarni
J-ESA (Jurnal Ekonomi Syariah) Vol 2 No 1 (2019): Juni
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah IAI Muhammadiyah Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (869.806 KB)
The purpose of this study was to determine: (1) The effect of bank characteristics, services, facilities, promotions and products to use the services of Bank Muamalat Indonesia Branch Bone. (2) The most dominant factor to influence the decision of the services of Bank Muamalat branch Bone. The method that was used in this research is Multiple-linear Regression Analysis. The data used are primary data by giving questionnaires to selected respondents which contains a declaration of the independent variables consist of Bank Characteristics (X1), Services (X2), Facilities (X3), Promotion (X4) and Product (X5) while variable dependenya is the use of Bank Muamalat Services Capem Bone(Y). The results from this study shew that (1) The factors bank characteristics positive and significant impact on the decision to use the services of Bank Muamalat Indonesia Branch Bone (2) Service factor was positive and significant impact on the decision to use the services of Bank Muamalat Indonesia Branch Bone. (3) Factors facilities was positive and significant impact on the decision to use the services of Bank Muamalat Indonesia Branch Bone, (4) Factors promotion was positive and significant impact on the decision to use the services of Bank Muamalat Indonesia Branch Bone, (5) Product factor was positive and significant impact on the decision to use the services of Bank Muamalat Indonesia Branch Bone, (6) Product factor was the dominant factor affecting the use of the services of Bank Muamalat Indonesia Branch Bone, that was to 0322.
ANALISIS KONVERGENSI PADA EMPAT KABUPATEN DI PULAU MADURA
Mohammad Rofik;
Syaiful Anwar
J-ESA (Jurnal Ekonomi Syariah) Vol 2 No 1 (2019): Juni
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah IAI Muhammadiyah Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1111.374 KB)
Development must have an impact on economic growth and economic growth must also have a real impact on the community, especially in revenue participation. This research aims to find out the pattern of economic growth and the inequality of income distribution in the four districts on Madura Island, based on the growth of Gross Regional Domestic Product (GRDP) in the four districts of the island of Madura. The data analysis technique used is calculating economic growth and convergence analysis with panel data regression data in four districts on Madura Island. The results showed that the economic growth patterns of the four districts of Madura island tended to experience flutuatition, while the calculation of Williamson index the level of disparity was still relatively low because it was below 0.5. Finally, the intensive analysis shows that the convergent value of 0.11 means that 4 districts in Madura have absolute convergence where underdeveloped regions can develop faster than developed regions