cover
Contact Name
Wilmar Maarisit
Contact Email
wmaarisit@yahoo.com
Phone
+6285242613749
Journal Mail Official
ukitwenasfmipa@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Kristen Indonesia Tomohon Jln. Manado-Tomohon Kelurahan Talete II (Kuranga). Kec. Tomohon Tengah, Kota Tomohon. Sulawesi Utara Indonesia
Location
Kota tomohon,
Sulawesi utara
INDONESIA
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical)
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) is an Nasional journal presenting original research in Pharmacology and Toxicology, Pharmaceutical Chemistry, Drug Discovery, Pharmacokinetics, Pharmaceutical Biology, Herbal Medicines, Pharmaceutics, Pharmaceutical Microbiology and Biotechnology, Community and Clinical Pharmacy, Pharmaceutical Care, Pharmaceutical Technology. We receives manuscripts in Bahasa Indonesia and English Language. Publishing frequency 2 issues per year, on April and October.
Articles 183 Documents
Antibacterial Activity of Macroalgae (Hypnea charoides) from Lumintang Coastal Waters, Southeast Minahasa Regency Against Helicobacter pylori Yessie K. Lengkey; feybi abram; Nerni O. Potalangi; Hariyadi Hariyadi; Joke L. Tombuku; Reky R. Palandi; Juliani I. A. Purukan
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 9 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55724/jbiofartrop.v9i1.540

Abstract

Makroalga merupakan salah satu sumber daya hayati laut yang kaya akan senyawa bioaktif dan berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber antibakteri alami. Salah satu jenis makroalga yang tumbuh di Perairan Pantai Lumintang, Kabupaten Minahasa Tenggara, adalah Hypnea charoides. Makroalga ini diketahui mengandung berbagai metabolit sekunder, seperti alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan senyawa fenolik yang memiliki potensi dalam menghambat pertumbuhan bakteri patogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antibakteri ekstrak Hypnea charoides terhadap bakteri Helicobacter pylori. Proses ekstraksi sampel dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 95% sebagai pelarut. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram pada empat variasi konsentrasi, yaitu 100, 200, 300, dan 400 ?g/disk, masing-masing dengan tiga kali pengulangan. Diameter zona hambat yang terbentuk diukur menggunakan jangka sorong dan selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh konsentrasi ekstrak mampu menghambat pertumbuhan H. pylori dengan rata-rata diameter zona hambat masing-masing sebesar 10,71 mm; 11,37 mm; 11,37 mm; dan 11,38 mm. Sementara itu, kontrol negatif berupa akuades tidak menunjukkan adanya zona hambat. Temuan penelitian ini membuktikan bahwa ekstrak Hypnea charoides memiliki aktivitas antibakteri terhadap Helicobacter pylori. Oleh karena itu, makroalga ini berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai sumber senyawa antibakteri alami yang berasal dari ekosistem laut.
Antibacterial Activity of Ethanol Extract of Pomelo Leaves (Citrus maxima Merr.) Against Helicobacter pylori Jeane Mongie; Jenifer Rawis; Nerni O. Potalangi; Hariyadi; Mitra W. Timburas; Silvana L. Tumbel
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 9 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55724/jbiofartrop.v9i1.542

Abstract

Helicobacter pylori merupakan bakteri Gram-negatif penyebab gastritis, tukak peptik, dan kanker lambung. Daun jeruk bali (Citrus maxima Merr.) diketahui mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun jeruk bali terhadap H. pylori menggunakan metode difusi cakram. Ekstrak diuji pada konsentrasi 25%, 50%, 100%, dan 200% dengan tiga kali pengulangan. Ciprofloxacin dan akuades digunakan sebagai kontrol positif dan negatif. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak memiliki aktivitas antibakteri dengan diameter zona hambat berturut-turut sebesar 10,76 mm, 11,68 mm, 12,50 mm, dan 15,71 mm. Kontrol positif menghasilkan zona hambat 35,13 mm, sedangkan kontrol negatif tidak menunjukkan zona hambat. Analisis ANOVA menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antar perlakuan (p < 0,05). Dengan demikian, ekstrak etanol daun C. maxima berpotensi sebagai sumber antibakteri alami terhadap H. pylori.
Anti-Mycobacterium smegmatis Activity of Marine Sponges Collected from Malalayang Waters Agnes H. Panebaren; Wilmar Maarisit; Rachmat S. Santoso; Nancy C. Pelealu; Silvana L. Tumbel; Friska M. Montolalu
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 9 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55724/jbiofartrop.v9i1.560

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi yang masih menjadi masalah kesehatan global sehingga diperlukan pencarian sumber senyawa antimikobakteri baru, termasuk dari sponge laut yang diketahui kaya akan metabolit sekunder bioaktif. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas anti-Mycobacterium smegmatis dari sponge laut asal Perairan Malalayang, menentukan nilai Minimum Inhibitory Concentration (MIC) dan Minimum Bactericidal Concentration (MBC), serta mengidentifikasi sponge yang aktif. Sebanyak 17 ekstrak sponge diekstraksi menggunakan etanol 96% melalui metode maserasi dan diuji terhadap M. smegmatis ATCC 19420 menggunakan metode difusi cakram (Kirby-Bauer). Hasil skrining menunjukkan enam ekstrak sponge, yaitu M2232, M2252, M2236, M2235, M2243, dan M2247, memiliki aktivitas antimikobakteri tertinggi dengan diameter zona hambat kategori sedang hingga kuat pada konsentrasi 100–500 µg/disc. Nilai MIC dan MBC terhadap M. smegmatis berturut-turut adalah 0,14 dan 0,56 µg/disc (M2232), 0,40 dan 1,60 µg/disc (M2252), 1,97 dan 7,60 µg/disc (M2236), 0,55 dan 2,20 µg/disc (M2235), 0,25 dan 1,00 µg/disc (M2243), serta 0,28 dan 1,12 µg/disc (M2247). Identifikasi morfologi menunjukkan bahwa sponge aktif tersebut termasuk Callyspongia aerizusa, Callyspongia sp., Leucetta sp., dan Rhabdastrella sp., sementara dua sampel lainnya belum teridentifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sponge laut Perairan Malalayang berpotensi sebagai sumber senyawa antimikobakteri untuk pengembangan kandidat obat antituberkulosis baru.