cover
Contact Name
Wilmar Maarisit
Contact Email
wmaarisit@yahoo.com
Phone
+6285242613749
Journal Mail Official
ukitwenasfmipa@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Kristen Indonesia Tomohon Jln. Manado-Tomohon Kelurahan Talete II (Kuranga). Kec. Tomohon Tengah, Kota Tomohon. Sulawesi Utara Indonesia
Location
Kota tomohon,
Sulawesi utara
INDONESIA
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical)
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) is an Nasional journal presenting original research in Pharmacology and Toxicology, Pharmaceutical Chemistry, Drug Discovery, Pharmacokinetics, Pharmaceutical Biology, Herbal Medicines, Pharmaceutics, Pharmaceutical Microbiology and Biotechnology, Community and Clinical Pharmacy, Pharmaceutical Care, Pharmaceutical Technology. We receives manuscripts in Bahasa Indonesia and English Language. Publishing frequency 2 issues per year, on April and October.
Articles 177 Documents
Evaluasi Rasionalitas Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Ispa Non Pneumonia Anak Di Puskesmas Airmadidi Lahope, Joice M.; Sambou, Christel N.; Tampa'I, Randy; Untu, Sonny D.; Rumagit, Hanna
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 6 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55724/Biofartrop.v6i2.440

Abstract

Profil Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Utara tahun 2021 menyatakan ISPA merupakan penyakit dengan jumlah kasus tertinggi yaitu sebesar 19.316 kasus dan Puskesmas Airmadidi merupakan Puskesmas dengan kasus ISPA tertinggi dengan rata-rata 500 kasus tiap bulannya.Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi rasionalitas penggunaan antibiotik pada ISPA non pneumonia anak di Puskesmas Airmadidi. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif di Puskesmas Airmadidi. Data yang diambil meliputi nama, umur, alamat, diagnosa, jumlah item obat, penggunaan antibiotik, nama antibiotik, dosis, interval waktu pemberian dan lama pemakaian antibiotik berdasarkan buku register pasien dan data rekam medik. Berdasarkan hasil penelitian evaluasi rasionalitas penggunaan antibiotik pada pasien ISPA non pneumonia anak usia 0-59 bulan di Puskesmas Airmadidi bulan Agustus – Oktober 2022 yang dibandingkan dengan Permenkes RI no 5 tahun 2014 tentang Panduan Praktis Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer diperoleh hasil tidak ada ketepatan pada indikasi, pemilihan obat, dosis, interval waktu pemberian dan lama pemberian antibiotik. Persentase penggunaan antibiotik pada ISPA non pneumonia anak di Puskesmas Airmadidi bulan AgustusOktober 2022 sebesar 25% melebihi batas indikator yang ditetapkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yaitu tidak melebihi 20%.
Uji Efektivitas Infusa Daun Sereh (Cymbopogon ciratus) Sebagai Antipiretik pada Tikus Putih Jantan (Rattus norvegicus) yang Diinduksi Vaksin DPT-H Sawilan, Frensiska; Sambou, Christel N.; Hariyadi, Hariyadi; Kanter, Jabes W.; Untu, Sonny D.; Montolalu, Friska M.
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 6 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55724/Biofartrop.v6i2.441

Abstract

Sereh (Cymbopogon ciratus) termasuk tanaman obat banyak digunakan sebagai obat tradisional, daun sereh secara empiris digunakan untuk menurukan demam. Kenaikan suhu tubuh diatas normal disebut demam yaitu 36-37ºC. Antipiretik merupakan obat yang dipergunakan dalam penurunan suhu tubuh ketika orang menderita demam. Tujuan penelitian dalam melihat efektivitas infusa daun sereh (Cymbopogon ciratus) untuk antipiretik kepada Rattus norvegicus (tikus putih jantan)diinduksi vaksin DPT-Hb. Pengujian mempergunakan metode rancangan acak lengkap. Pengujian ini terdapat 5 perlakuan yakni kontrol negatif (Na-CMC), Kontrol positif (Paracetamol) dan kelompok uji yaitu pemberian infusa daun sereh dosis 6,3 mg/200grBB, 12,6 mg/200grBB, dan 25,2 mg/200grBB. Pengukuran suhu dilaksanakan sebelum diberikan vaksin DPT-Hb dan sesudah diberikan vaksin DPT-Hb. Tikus putih jantan diinduksi vaksin DPT-Hb dengan dosis 0,2 mL secara intramuscular. Suhu rektal diukur selama 3 jam dengan interval waktu 30 menit. Data yang didapatkan di analisis dengan paired sample test lalu dengan pengujian ANOVA dan Uji HSD (Honestly Significant Difference). Hasil penelitian menunjukan pada uji efek antipiretik menunjukkan penurunan suhu pada menit ke-180 pada dosis 6,3 mg/200grBB mengalami penurunan sebanyak 0,64ºC, pada dosis 12,6 mg/grBB mengalami penurunan suhu sebanyak 0,9ºC sedangkan pada dosis 25,2 mg/200grBB mengalami penurunan sebanyak 1,07ºC.
Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Dari Tanaman P. Piloselloides Pada Citrus Microcarpa Dengan Menggunakan Metode DPPH 2,2- Diphenyl-1- Picryhydrazil dengen, Alvina maria; Maarisit, Wilmar; Tombuku, Joke L.; Karauwan, Ferdy A.; Tampa'I, Randy; Sumagando, Adolfina; Ginting, Margaretha S.
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 7 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55724/jbiofartrop.v7i1.442

Abstract

Pyrrosia piloselloides, juga dikenal sebagai tanaman skala naga, telah digunakan dalam pengobatan tradisional untuk daunnya, yang mungkin memiliki efek antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi antioksidan dari ekstrak etanol  daun Pyrrosia piloselloides yang sering dikenal dengan sisik naga. Aktivitas antioksidan ekstrak etanol dari P. Tanaman piloselloides diukur menggunakan uji 2,2-Diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH) pada dosis 2,5ppm, 5ppm, 7,5ppm, 10ppm, dan 12,5ppm. Analisis fitokimia digunakan untuk mengidentifikasi senyawa bioaktif yang ada di P. jaringan daun piloselloides. Metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, tanin, triterpenoid, saponin, dan fenolik diukur dalam P. daun piloselloides. Nilai IC50 untuk aktivitas antioksidan ekstrak etanol mentah P. Piloselloides Dragon Scale Leaves adalah 3,30 ppm.
Studi Evaluatif: Tingkat Kepatuhan Pasien Pasca Stroke Rawat Jalan RSUD Taman Husada Kota Bontang Fauzi, Lailla Affianti; Maria, Regina; Anwar, Adliah
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 7 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55724/jbiofartrop.v7i1.443

Abstract

Kepatuhan pasien dalam mentaati rekomendasi pengobatan stroke menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kejadian keterulangan stroke. Kepatuhan terhadap obat adalah kunci untuk pencegahan sekunder pada pasien dengan stroke. Kepatuhan pengobatan yang buruk dapat menyebabkan keterulangan, kecacatan, atau kematian pada penderita stroke. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kepatuhan obat pasien paska stroke dengan kejadian stroke berulang. Penelitian cross-sectional ini melibatkan 60 pasien berusia antara 30 dan 85 tahun, yang semuanya sedang menjalani perawatan stroke rawat jalan di sebuah rumah sakit di Indonesia. Kejadian stroke berulang didefinisikan sebagai mengalami stroke sekunder dalam waktu 30 hari setelah kejadian stroke awal. Dari total partisipan, 12 individu telah mengalami stroke berulang setelah episode awal mereka, sementara 48 pasien tidak mengalami stroke berulang hingga saat pengumpulan data. Data kepatuhan obat dievaluasi dengan menggunakan kuesioner MMAS-8(Morisky Medication Adherence Scale). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok pasien paska stroke tingkat kepatuhan pasien tinggi 41,7% dan pada kelompok stroke berulang tingkat kepatuhan pasien sedang 41,7%
Studi Aktivitas Antioksidan Dari Ekstrak Etanol Daun Benalu (Dendrophthoe pentandra (L.) Miq) Pada Tanaman Pala Besin, Cecilia S. M.; Kanter, Jabes W.; Maarisit, Wilmar; Tumbel, Silvana L.; Pareta, Douglas N.; Montolalu, Friska M.
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 7 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55724/jbiofartrop.v7i1.447

Abstract

Antioksidan merupakan zat yang menghambat atau mencegah kerusakan sel akibat oksidasi dari radikal bebas. Salah satu tanaman yang berkhasiat sebagai alternatif pengobatan tradisional dan berpotensi sebagai antioksidan adalah benalu pala. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah benalu pala memiliki aktivitas antioksidan dengan melakukan uji skrining fitokimia dan Spektrofotometer UV-Vis. Metode penelitian ini menggunakan benalu pada tanaman pala dan diekstraksi dengan etanol 95% dengan metode maserasi kemudian dipekatkan dengan rotary evaporator pada suhu 40°C untuk mencegah dekomposisi senyawa yang terdapat didalamnya. Setelah itu, dilakukan uji skrining fitokimia yang bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa metabolit yang ada pada sampel. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan secara kualitatif dengan menggunakan metode DPPH pada panjang gelombang 517 nm dan pembanding vitamin C menggunakan Spektrofotometer UV-Vis, sedangkan uji skrining fitokimia secara kuantitatif dengan uji tabung reaksi untuk mengetahui senyawa-senyawa metabot yang ada seperti alkaloid, flavonoid, saponin, taniin, triterpenoid, dan steroid. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada uji skrining fitokimia, menunjukkan bahwa sampel memiliki senyawa metabolit seperti alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan triterpenoid. Sedangkan untuk hasil uji antioksidan nilai IC50 yang diperoleh dari hasil persamaan regresi linier ialah 4,644 untuk ekstrak kasar dan nilai IC50 vitamin C sebagai pembanding 0,169. Berdasarkan hasil uji analisis yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa daya antioksidan yang didapatkan tergolong sangat kuat dan berpotensi menangkal radikal bebas DPPH.
Antioxidant Activity of Lotion From Sonneratia caseolaris Leaves and Trigona sp. Propolis Extract Safitri, Annisa Nurul; Kustiawan, Paula Mariana
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 7 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55724/jbiofartrop.v7i2.445

Abstract

Daily activities can trigger free radicals due to air pollution and increase the decline in skin health. One of the prevention efforts by using a lotion that made from natural ingredients. Natural ingredients such as Sonneratia caseolaris leaves and Trigona sp. bee propolis are still limited used in the form of lotion combination preparations. The purpose of this study was to explore the antioxidant activity of a combination lotion of S. caseolaris leaves and Trigona sp. bee propolis. Antioxidant activity was detemine by used the DPPH technique with lotion formula combination of S. caseolaris leaves and Trigona sp. bee propolis. F1 (1:1), F2 (2:1) and F3 (1:2) accompanied by a physical stability test of the lotion. The results showed that preparations F1, F2, F3 had strong antioxidants in the concentration range of 60-100 ppm. The three formulas met the criteria for a stable lotion preparation. The combination lotion formula has potential in the development of cosmetic products from natural ingredients.
Antibacterial Activity Of Staphylococcus aureus From Chinese Betel Leaf Juice (Peperomia pellucida L.) Wantah, Kezia T.; Kanter, Jabes W.; Tulandi, Selvana S.; Mongi, Jeane; Palandi, Reky R.; Pakingki, Priska
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 7 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55724/jbiofartrop.v7i2.452

Abstract

Infectious diseases, especially in developing countries such as Indonesia, are a common health problem, one of which is caused by bacteria. This study tested the antibacterial activity of Chinese betel leaf extract against Staphylococcus aureus bacteria, with secondary metabolite content such as alkaloids, tannins, and flavonoids that act as antibacterials. This study was a laboratory experiment using a completely randomized design with three repetitions at five concentrations of extract, as well as one positive and negative control. The method used was the agar diffusion method, and the test results showed that Chinese betel leaf extract had antibacterial potential against Staphylococcus aureus at various concentrations tested. The concentrations used were 6µL/disc, 8µL/disc, 10µL/disc, 12µL/disc, and 14µL/disc, where all these categories produced inhibition zones included in the moderate category according to Susanto (2012). Statistical analysis using the Kruskal-Wallis test produced a significant value of 0.035 (<0.05), indicating a significant difference between each concentration tested. From the research results, it can be concluded that Chinese betel leaf extract has effective antibacterial activity against Staphylococcus aureus.
Antibacterial Activity Test of Sonneratia alba Mangrove Root Infusa Against Propionibacterium acnes and Salmonella typhi Bacteria Christin, Andriany M.; Mongi, Jeane; Kanter, Jabes W.; Maarisit, Wilmar; pakingki, Priska; Tombuku, Joke L.
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 7 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55724/jbiofartrop.v7i2.453

Abstract

Infectious diseases can be caused by microbiological agents, namely bacteria. The ability of bacteria to invade and cause infection is referred to as a pathogenicity. The results of phytochemical screening produced secondary metabolite compounds alkaloids, flavonoids, tannins, saponins, phenolics that act as antibacterial. This study aims to determine the antibacterial activity of Sonneratia alba mangrove root infusa against Propionibacterium acnes and Salmonella typhi bacteria. This type of research is a laboratory experimental research, using the well method by doing three repetitions on 5 concentration series, 1 positive control and 1 negative control for two types of bacteria namely Propionibacterium acnes and Salmonella typhi. The results obtained from the Kruskal Wallis test on Propionibacterium acnes bacteria are Sig 0.028 < 0.05, and the results of the ANOVA test on Salmonella typhi bacteria from Sig = 0.000 < 0.05. And it is known in Propionibacterium acnes bacteria that 25% concentration inhibits 5.83 mm, 50% concentration inhibits 6.3 mm, 100% concentration inhibits 9.43 mm. And in Salmonella typhi bacteria that concentration is known that 25% concentration inhibits 9.73 mm, 50% concentration inhibits 9.43 mm, 100% concentration inhibits 11.57 mm. Based on the results of the study, it can be concluded that Sonneratia alba root infusa has antibacterial activity on Propionibacterium acnes and Salmonella typhii bacteria.
Antibacterial Activity Test Of Epazote Leaf Infusion (Dysphania ambrosioides L.) Against Escherichia coli Bacteria Carolina, Saroinsong F.; Montolalu, Friska M.; Tumbel, Silvana L.; Kanter, Jabes W.; Maarisit, Wilmar; pakingki, Priska
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 7 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55724/jbiofartrop.v7i2.458

Abstract

The most common health problem in Indonesia is bacterial infection. Dysphania ambrosioides L., also known as epazote leaves, is an herbal plant that has antimicrobial potential. This research was conducted to see at what concentration there is antibacterial activity of epazote leaf infusion Dysphania ambrosioides L. against Escherichia coli bacteria. This laboratory experimental study used a complete randomized design (RAL) research. Antibacterial activity testing of epazote leaves was carried out using the disc paper diffusion method with concentrations of 50%, 75%, and 100%. Epazote leaves are boiled in an infusion pan for 15 minutes, until the temperature reaches 90 degrees Celsius. Ampicillin positive control 10 ?g/disc. Based on the test results of secondary metabolites of positive epazote leaf infusion there are alkaloids, flavonoids, tannins, saponins, triterpenoids, and phenolics. The results of the study showed that infusion of epazote leaves inhibited Escherichia coli bacteria by diameter inhibition. Average at a concentration of 50% = 14.04 mm, 75% = 16.92 mm, 100% = 17.94 mm, which means that there is antibacterial activity of epazote leaf infusion against Escherichia coli bacteria.
Endophytics Bacteria from Pangi Fruit (Pangium edule REINW.) and Its Potential as Producer of Antibacterial Compound Sambuaga, Natalia V.; Samuel, Mokosuli Y.; Lawalata, Helen J.
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 7 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55724/jbiofartrop.v7i2.470

Abstract

Natural antibacterials can be derived from various types of plants, one of which is the Pangi plant (Pangium edule REINW.). Pangi fruit contains an antioxidant and antibacterial compound that can inhibit bacterial growth. This study aims to determine the isolates of endophytic bacteria contained in Pangi fruit and its potential as a producer of antibacterial compounds against Escherichia coli and Staphylococcus aureus bacteria. This study used exploratory description research method. Results Isolation research of endophytic bacteria from Pangi fruit obtained seven isolates. Each Isolate has a different morphology both from the shape, color, edges, and colony elevation. Based on the results of antibacterial activity testing, each isolate of endophytic bacteria showed different clear zone diameters. Endophytic bacteria showed different clear zone diameters against E. coli (0.75 mm – 4.5 mm) and S. aureus (1 mm – 5 mm). Endophytic bacterial isolates That have the potential as antibacterial with the largest clear zone diameter are Isolate PA 2.1 (4.5 mm) against E. c oli and isolate PA 3.2 (5 mm) against the bacteria S. aureus. Based on the results of morphological characterization of isolate PA 1.1 has similarities with the genus Basillus sp., isolates PA 1.2, PA 1.3 PA 2.2, PA 3.1 and PA 3.2 have similarity with the genus Basillus sp. PA 3.2 has similarities with the genus Paracoccus alcaliphilus and isolate PA 2.1 has similarities with the genus Alcaligenes sp.