cover
Contact Name
Elan Jaelan
Contact Email
redaksi.penerbitwidina@gmail.com
Phone
+628157000699
Journal Mail Official
redaksi.penerbitwidina@gmail.com
Editorial Address
CV. Widina Media Utama Komp. Puri Melia Asri Blok C3 No. 17 Kec. Solokan Jeruk Kab. Bandung.
Location
Kab. bandung,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN INDONESIA: Teori, Penelitian, dan Inovasi
Published by Widina Media Utama
ISSN : -     EISSN : 28073878     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi adalah jurnal peer-review yang memiliki ISSN (2807-3878) yang diterbitkan oleh Penerbit Widina di bawah Badan Hukum CV. Widina Media Utama sejak tahun 2021. JPI merupakan media terintegrasi untuk komunikasi berkelanjutan terkait dengan temuan penelitian baru yang signifikan terkait dengan pendidikan, termasuk: bidang penelitian pendidikan dalam pengajaran, pembelajaran dan pengajaran, pengembangan kurikulum, lingkungan belajar, pendidikan guru, teknologi pendidikan, dan pengembangan pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 489 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU MENYONTEK DI KALANGAN REMAJA Kehi, Rosalia Donata; Dhiu, Margaretha
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2402

Abstract

Cheating behavior is a serious problem in education that affects both the quality of learning and the character development of adolescents. This study aims to identify and analyze the factors influencing cheating behavior among adolescents through a literature review. An analysis of various scholarly sources indicates that cheating behavior is influenced by internal factors, including low learning motivation, negative self-concept, lack of understanding of academic material, and poor time management, as well as external factors, such as academic pressure, peer influence, inappropriate evaluation systems, lack of supervision, and misuse of technology. The study concludes that cheating behavior results from a complex interaction between internal and external factors and therefore requires comprehensive intervention from multiple stakeholders. The contribution of this study lies in providing an empirical foundation for designing preventive strategies against cheating behavior involving students, teachers, parents, and educational institutions.ABSTRAKPerilaku menyontek merupakan masalah serius dalam pendidikan yang berdampak pada kualitas pembelajaran dan pembentukan karakter remaja. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku menyontek di kalangan remaja melalui studi literatur. Analisis terhadap berbagai sumber ilmiah menunjukkan bahwa perilaku menyontek dipengaruhi oleh faktor internal (motivasi belajar rendah, konsep diri negatif, kurangnya pemahaman materi, dan manajemen waktu buruk) serta faktor eksternal (tekanan akademik, pengaruh teman sebaya, sistem evaluasi tidak tepat, kurangnya pengawasan, dan penyalahgunaan teknologi). Penelitian menyimpulkan bahwa perilaku menyontek merupakan hasil interaksi kompleks antara faktor internal dan eksternal yang memerlukan penanganan komprehensif dari berbagai pihak. Kontribusi penelitian ini adalah memberikan dasar empiris untuk merancang strategi pencegahan perilaku menyontek yang melibatkan siswa, guru, orang tua, dan lembaga pendidikan.
ANALISIS DIGITAL MARKETING DALAM UPAYA MENINGKATKAN BRAND AWARENESS UIN SUNAN AMPEL MELALUI PLATFORM INSTAGRAM Maulida, Alifia Cahya
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i6.2209

Abstract

The development of digital technology has transformed communication patterns in higher education institutions in building their image and competitiveness. The us of the instagram platform has become an important medium of information for institutions. This study aims to analyze the implementation of digital marketing strategies through the instagram platform in a effort to enhace the brand awareness of UIN Sunan Ampel Surabaya. This research use a descriptive qualitative method with a case study approach, focusing on UIN Sunan Ampel Surabaya as the object of study. Data were colleted from two primary sources: first, in-depth interviews with the public relations team managing the university’s instagram platform and active students of UIN Sunan Ampel Surabaya, and second, obsevations of the university’s official instagram account. Data analysis was conducted using triangulation techniques to ensure the validity and reability of the findings. The study reveals that: 1) the RRI (Relate, Receh, Informatif) strategy is effective in supporting the success of UIN Sunan Ampel’s digital marketing efforts; 2) active student involvement in content production enhances massage authenticity and emotional connection with the audience and 3) the increase in engagement and information reach has a tangible impact on the annual growth of student enrollment. This study shows that RRI-based digital marketing strategies and active student involvement in conten production can be used as an active model for universities in increasing brand awareness and institutional competitiveness in the digital era.ABSTRAKPerkembangan teknologi digital telah mengubah pola komunikasi lembaga pendidikan tinggi dalam membangun citra dan daya saingannya. Pemanfaatan platform instagram menjadi sarana informasi bagi suatu lembaga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan strategi digital marketing melalui platform instagram dalam upaya meningkatkan brand awareness UIN Sunan Ampel Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus terhadap UIN Sunan Ampel Surabaya sebagai obyek penelitian. Data dikumpulkan melalui dua sumber yaitu pertama, wawancara mendalam dengan tim humas yang mengelola platform instagram dan mahasiswa aktif UIN Sunan Ampel Surabaya. Kedua, observasi terhadap platform instagram UIN Sunan Ampel Surabaya. Analisis dilakukan dengan teknik triangulasi untuk memastikan validitas dan reliabilitas data. Penelitian ini menghasilkan temuan berupa: 1) Strategi RRI (Relate, Receh, Informatif) efektif sebagai penunjang keberhasilan digital marketing tim humas UIN Sunan Ampel Surabaya; 2) keterlibatan aktif mahasiswa dalam produksi konten meningkatkan keautentikan pesan dan kedekatan emosional dengan audiens dan 3) peningkatan engagement serta jangkauan informasi memiliki dampak nyata terhadap kenaikan jumlah pendaftar setiap tahunnya. Penelitian ini menunjukkan bahwa strategi digital marketing berbasis RRI dan keterlibatan aktif mahasiswa dalam produksi konten dapat dijadikan model aktif bagi perguruan tinggi dalam meningkatkan brand awareness dan daya saing kelembagaan di era digital.
PENDIDIKAN LINTAS BUDAYA DAN PENGUATAN KARAKTER TOLERANSI PADA GENERASI Z Amir, Dwita Aprilla; Najamuddin, Najamuddin; Alwi, Alimin
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2251

Abstract

The acceleration of globalization accompanied by the rapid development of digital technology has increased the intensity of cross-cultural encounters, especially among Generation Z. On the other hand, this condition has also given rise to various new problems, such as strengthening intolerant attitudes, increasing social polarization, and shifting national values. This article aims to examine the contribution of cross-culturalism in building and strengthening the character of tolerance in Generation Z. The research method used is a literature study with a descriptive-analytical approach to various concepts of multicultural education, character education, and studies on the characteristics of Generation Z. The research findings indicate that cross-cultural education has a strategic role in fostering awareness of diversity, social empathy, and the ability to interact positively between cultures. Strengthening the character of tolerance can be done through the integration of cross-cultural values in the curriculum, the application of pedagogy that is responsive to cultural differences, and the development of digital literacy based on ethics. Based on these findings, this article emphasizes the need for continuous collaboration between educational institutions, educators, and national education policies to create a learning ecosystem that is inclusive, equitable, and oriented towards universal human values.ABSTRAKAkselerasi globalisasi yang disertai pesatnya perkembangan teknologi digital telah memperluas intensitas perjumpaan lintas budaya, khususnya di kalangan Generasi Z. Di sisi lain, kondisi tersebut juga memunculkan berbagai persoalan baru, seperti menguatnya sikap intoleran, meningkatnya polarisasi sosial, serta terjadinya pergeseran nilai-nilai kebangsaan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji kontribusi pendidikan lintas budaya dalam membangun dan memperkuat karakter toleransi pada Generasi Z. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif-analitis terhadap berbagai konsep pendidikan multikultural, pendidikan karakter, serta kajian mengenai karakteristik Generasi Z. Temuan kajian menunjukkan bahwa pendidikan lintas budaya memiliki peran strategis dalam menumbuhkan kesadaran akan keberagaman, empati sosial, dan kemampuan menjalin interaksi antarbudaya secara positif. Penguatan karakter toleransi dapat dilakukan melalui integrasi nilai lintas budaya dalam kurikulum, penerapan pedagogi yang responsif terhadap perbedaan budaya, serta pengembangan literasi digital yang berlandaskan etika. Berdasarkan temuan tersebut, artikel ini menegaskan perlunya kolaborasi yang berkelanjutan antara lembaga pendidikan, pendidik, dan kebijakan pendidikan nasional guna menciptakan ekosistem pembelajaran yang inklusif, berkeadilan, dan berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan universal.
Peran Layanan Bimbingan dan Konseling dalam Mengatasi Ketergantungan Media Sosial pada Siswa Kelas SMA: Studi Literatur Seran, Maria Imelda; Bulor, Rosa Mustika
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i6.2394

Abstract

Social media dependence among high school students has become a worrying phenomenon in the digital age. This study aims to analyze the role of guidance and counseling services in overcoming social media dependence among high school students. The method used is a qualitative approach through a literature study by examining relevant and indexed scientific articles, books, and research reports published in the last five years. The review process was conducted systematically through the stages of searching, selecting, and critically analyzing literature sources related to social media dependence and guidance and counseling interventions. The results of the study show that social media dependence has a significant impact on students' academic achievement, mental health, and quality of social interaction. Guidance and counseling services have a strategic role in preventive, curative, and developmental efforts through the application of individual counseling, group counseling, classical guidance, and cognitive behavioral counseling. Effective intervention programs include digital literacy psychoeducation, time management training, social skills development, and strengthening collaboration between counselors, parents, and schools. Scientifically, this article contributes by presenting a comprehensive synthesis of the latest research findings on the role of guidance and counseling services in addressing social media addiction, thereby providing a conceptual and practical foundation for the development of guidance and counseling service programs at the high school level. ABSTRAKKetergantungan media sosial pada siswa SMA telah menjadi fenomena yang mengkhawatirkan di era digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran layanan bimbingan dan konseling dalam mengatasi ketergantungan media sosial pada siswa SMA. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi literatur dengan menelaah artikel ilmiah, buku, dan laporan penelitian yang relevan dan terindeks, yang dipublikasikan dalam lima tahun terakhir. Proses kajian dilakukan secara sistematis melalui tahapan penelusuran, seleksi, dan analisis kritis terhadap sumber pustaka yang berkaitan dengan ketergantungan media sosial dan intervensi bimbingan dan konseling. Hasil kajian menunjukkan bahwa ketergantungan media sosial berdampak signifikan terhadap prestasi akademik, kesehatan mental, serta kualitas interaksi sosial siswa. Layanan bimbingan dan konseling memiliki peran strategis dalam upaya preventif, kuratif, dan pengembangan melalui penerapan konseling individual, konseling kelompok, bimbingan klasikal, serta konseling kognitif perilaku. Program intervensi yang efektif meliputi psychoeducation literasi digital, pelatihan manajemen waktu, pengembangan keterampilan sosial, serta penguatan kolaborasi antara konselor, orang tua, dan pihak sekolah. Secara ilmiah, artikel ini berkontribusi dengan menyajikan sintesis komprehensif temuan-temuan penelitian terkini mengenai peran layanan bimbingan dan konseling dalam menangani ketergantungan media sosial, sehingga dapat menjadi landasan konseptual dan praktis bagi pengembangan program layanan bimbingan dan konseling di tingkat SMA.
Perspektif Guru Terhadap Pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learing) Di Tk Se- Kecamatan Medan Tuntungan Sitorus, Viyona Marsesa; Diputera, Artha Mahindra
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i6.2248

Abstract

This study focuses on examining teachers' views on the implementation of deep learning approaches in kindergartens in the Medan Tuntungan District. The deep learning approach is based on three main components, namely mindful learning, meaningful learning, and joyful learning, which emphasize a learning process that is conscious, meaningful, and enjoyable for children. The research was conducted using a quantitative descriptive design through a survey method. All kindergarten teachers in the research area were involved as respondents, resulting in a sample size of 65 people using total sampling technique. Data collection was carried out using a Likert scale questionnaire, then analyzed using percentage techniques. The results of the analysis showed that the level of teacher readiness for the application of deep learning was in the very high category. Of all respondents, 33 teachers (51%) were in the very ready category, while 32 teachers (49%) were in the ready category, with no respondents classified as not ready. These findings indicate that all teachers have adequate understanding and readiness to implement the deep learning approach in early childhood education. Thus, this study provides an overview that kindergarten teachers in Medan Tuntungan District are ready to support government policies related to the implementation of deep learning in kindergarten education units.ABSTRAKPenelitian ini difokuskan untuk mengkaji pandangan guru mengenai pelaksanaan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) pada Taman Kanak-Kanak di wilayah Kecamatan Medan Tuntungan. Pendekatan deep learning bertumpu pada tiga komponen utama, yaitu mindful learning, meaningful learning, dan joyful learning, yang menekankan proses belajar yang berkesadaran, bermakna, serta menyenangkan bagi anak. Penelitian dilaksanakan dengan rancangan deskriptif kuantitatif melalui metode survei. Seluruh guru TK di wilayah penelitian dilibatkan sebagai responden, sehingga jumlah sampel mencapai 65 orang dengan menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket berskala Likert, kemudian dianalisis melalui teknik persentase. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat kesiapan guru terhadap penerapan pembelajaran mendalam berada pada kategori sangat tinggi. Dari keseluruhan responden, sebanyak 33 guru (51%) termasuk dalam kategori sangat siap, sedangkan 32 guru (49%) berada pada kategori siap, tanpa adanya responden yang tergolong tidak siap. Temuan ini mengindikasikan bahwa seluruh guru telah memiliki pemahaman serta kesiapan yang memadai dalam mengimplementasikan pendekatan deep learning pada pendidikan anak usia dini. Dengan demikian, penelitian ini memberikan gambaran bahwa guru TK di Kecamatan Medan Tuntungan telah siap mendukung kebijakan pemerintah terkait penerapan pembelajaran mendalam (Deep Learning) di satuan pendidikan Taman Kanak-Kanak.
Pembelajaran PKn Berbasis Media Digital Sebagai Upaya Pengembangan Karakter Siswa Sekolah Dasar: Pendekatan Kualitatif Deskriptif Sari, Dinar Ayu Mirunggan; Rachim, Rynaldi Setya; Kurniawan, Dwi
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2566

Abstract

Civic Education (PKn) learning in elementary schools is expected not only to deliver civic knowledge but also to foster students’ character development in a meaningful way. However, student participation in PKn learning remains limited, indicating the need for more contextual and innovative learning approaches. This study aims to describe the implementation of digital media–based PKn learning as an effort to support character development among elementary school students. The study employed a descriptive qualitative approach involving teachers and students from an elementary school as research participants. Data were collected through classroom observations, analysis of instructional documents, and reflective evaluation of the learning process. The findings indicate that the integration of digital media in PKn learning enhances students’ active participation, encourages interaction and collaboration, and promotes responsibility and discipline during learning activities. Students showed greater confidence in expressing their ideas and were more actively engaged in group work. In addition, the learning environment became more conducive and student-centered. The study highlights the crucial role of teachers in designing and managing digital media–based learning to ensure alignment with instructional objectives and character education goals. This research provides a practical contribution by offering insights into the use of digital media as an alternative strategy to improve the quality of PKn learning while supporting character development in elementary school students.ABSTRAKPembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di Sekolah Dasar dituntut tidak hanya menyampaikan materi kewarganegaraan, tetapi juga mampu menumbuhkan nilai-nilai karakter siswa secara bermakna. Namun, dalam praktiknya, keterlibatan siswa dalam pembelajaran PKn masih relatif terbatas sehingga diperlukan pendekatan yang lebih kontekstual dan inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan pembelajaran PKn berbasis media digital sebagai upaya pengembangan karakter siswa Sekolah Dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan guru dan siswa pada salah satu Sekolah Dasar sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui observasi kegiatan pembelajaran, analisis dokumen pembelajaran, serta refleksi terhadap proses belajar mengajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media digital dalam pembelajaran PKn mampu meningkatkan partisipasi aktif siswa, mendorong interaksi dan kerja sama antarsiswa, serta menumbuhkan sikap tanggung jawab dan kedisiplinan selama proses pembelajaran. Siswa tampak lebih berani mengemukakan pendapat dan terlibat secara aktif dalam kegiatan kelompok. Selain itu, pembelajaran berlangsung lebih kondusif dan berorientasi pada siswa. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan pembelajaran PKn berbasis media digital sangat dipengaruhi oleh peran guru dalam merancang dan mengelola pembelajaran secara pedagogis. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis berupa pemahaman tentang pemanfaatan media digital sebagai strategi pembelajaran PKn yang berpotensi meningkatkan kualitas proses pembelajaran sekaligus mendukung pengembangan karakter siswa Sekolah Dasar.
Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas XI SMK Negeri 7 Kota Tangerang Selatan Dalam Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Melalui Model Pembelajaran Problem Based Learning Febriyanti, Nadila; Sulastri, Sulastri; Azizah, Zahrani Salwa
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2600

Abstract

This Classroom Action Research (CAR) aims to improve the learning motivation of Grade XI students at SMK Negeri 7 in South Tangerang in Pancasila Education lessons by using the Problem-Based Learning (PBL) method. The background of the problem shows that there is low learning motivation among students, which has an impact on learning outcomes that have not been optimal. This research was conducted in two cycles, involving 36 Grade XI students. Data were obtained through observations of teacher and student activities and learning outcome tests. The research findings show a significant increase from Cycle I to Cycle II. In Cycle I, the average learning outcome score was 79.86, while in Cycle II it increased to 90.13. In addition, improvements were also seen in non-academic aspects, where students showed greater enthusiasm in participating in the learning process, were active in solving problems in case studies, and were able to convey creative ideas. These improvements indicate that the application of the Problem-Based Learning model was successful in increasing student interest and learning outcomes in Civics Education in Grade XI at SMK Negeri 7 Tangerang Selatan.ABSTRAKPenelitian Tindakan Kelas (PTK) ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa Kelas XI SMK Negeri 7 di Tangerang Selatan dalam pelajaran Pendidikan Pancasila dengan menggunakan metode pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Latar belakang permasalahan menunjukkan adanya rendahnya motivasi belajar siswa yang berdampak pada hasil belajar yang belum mencapai optimal. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, dengan melibatkan 36 siswa Kelas XI. Data diperoleh melalui pengamatan terhadap aktivitas guru dan siswa serta tes hasil belajar. Temuan penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dari Siklus I ke Siklus II. Pada Siklus I, rata-rata nilai hasil belajar siswa tercatat sebesar 79,86, sementara pada Siklus II meningkat menjadi 90,13. Selain itu, peningkatan juga terlihat pada aspek non-akademik, di mana siswa menunjukkan semangat yang lebih besar dalam mengikuti proses belajar, aktif dalam memecahkan masalah pada studi kasus, dan mampu menyampaikan ide-ide kreatif. Peningkatan ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning berhasil dalam meningkatkan minat dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PPKn di Kelas XI SMK Negeri 7 Tangerang Selatan.
Manajemen Ekstrakurikuler Pramuka dalam Meningkatkan Prestasi dan Disiplin Siswa SMA Fatimah, Retno Intan Sari; Karma, Otong; Utami, Intan Puji; Sauri, R. Supyan
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2578

Abstract

Secondary education focuses not only on academic achievement but also on character formation and social skills development. Extracurricular activities, particularly the Scout Movement, serve as strategic instruments in integrating students' cognitive, affective, and psychomotor development. However, the managerial mechanisms underlying Scouting's contribution to student achievement and discipline remain underexplored. This study aims to analyze Scout extracurricular management and its contribution to student achievement and discipline at SMA Negeri 7 Bandung. A qualitative approach with case study design was employed. Data were collected through semi-structured interviews, observations, and document analysis involving purposively selected principals, Scout instructors, and students. Data analysis used the Miles, Huberman, and Saldaña interactive model with source, method, and time triangulation. Results indicate that Scout extracurricular management is systematically implemented through planning, organizing, actuating, and controlling functions. Strengthening the Student Scout Council and ambalan system positions students as activity managers, developing leadership, responsibility, and organizational discipline. Scout management contributes positively to academic and non-academic achievement through enhanced self-management, learning discipline, and leadership experiences. Alumni support as social capital strengthens program sustainability. The study concludes that structured and participatory Scout extracurricular management functions as a strategic school instrument in fostering discipline and supporting sustainable student achievement;ABSTRAKPendidikan menengah tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan keterampilan sosial peserta didik. Kegiatan ekstrakurikuler, khususnya Gerakan Pramuka, menjadi instrumen strategis dalam mengintegrasikan pengembangan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa. Namun, mekanisme manajerial yang melatarbelakangi kontribusi Pramuka terhadap prestasi dan disiplin siswa masih terbatas dikaji. Penelitian ini bertujuan menganalisis manajemen ekstrakurikuler Pramuka dan kontribusinya terhadap prestasi serta disiplin siswa di SMA Negeri 7 Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan studi dokumentasi terhadap kepala sekolah, pembina Pramuka, dan siswa yang dipilih secara purposive. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña dengan triangulasi sumber, metode, dan waktu. Hasil menunjukkan manajemen ekstrakurikuler Pramuka dilaksanakan sistematis melalui fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Penguatan Dewan Kerja dan sistem ambalan memposisikan siswa sebagai pengelola kegiatan, mengembangkan kepemimpinan, tanggung jawab, dan disiplin organisasi. Manajemen Pramuka berkontribusi positif terhadap prestasi akademik dan non akademik melalui penguatan manajemen diri, disiplin belajar, dan pengalaman kepemimpinan. Dukungan alumni sebagai modal sosial memperkuat keberlanjutan program. Penelitian menyimpulkan bahwa manajemen ekstrakurikuler Pramuka yang terstruktur dan partisipatif berfungsi sebagai instrumen strategis dalam membentuk disiplin dan mendukung prestasi siswa berkelanjutan
RELEVANSI TAFSIR DAN HADIS TARBAWI DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER PESERTA DIDIK DI ERA DIGITAL Amalia, Lia; Mirza, Iskandar
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2701

Abstract

Background: Student character building in the digital era faces massive moral disruption and spiritual identity crisis. Research Objectives: This article aims to analyze the relevance of Tafsir and Hadith Tarbawi as ethical and pedagogical foundations in character building in the digital era. Methods: This study uses a descriptive qualitative approach with a library research method analyzing primary Islamic texts and contemporary educational literature. Results: Findings show that tabayyun and muraqabah values in Tafsir Tarbawi function as information filters, while the methods of example (uswah) and self-purity (iffah) in Hadith Tarbawi provide practical guidelines for digital behavior. Conclusion: Integrating authoritative Islamic sources into digital education is capable of forming digital piety that balances intellectual intelligence with moralABSTRAKLatar Belakang: Pembentukan karakter peserta didik di era digital menghadapi tantangan disrupsi moral dan krisis identitas spiritual yang masif. Tujuan Penelitian: Artikel ini bertujuan menganalisis relevansi Tafsir dan Hadis Tarbawi sebagai fondasi etika dan pedagogis dalam pembentukan karakter di era digital. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kepustakaan (library research) yang menganalisis teks primer Islam dan literatur pendidikan kontemporer. Hasil: Temuan menunjukkan bahwa nilai tabayyun dan muraqabah dalam Tafsir Tarbawi berfungsi sebagai filter informasi, sementara metode keteladanan (uswah) dan kesucian diri (iffah) dalam Hadis Tarbawi memberikan pedoman praktis bagi perilaku digital. Kesimpulan: Integrasi sumber otoritatif Islam ke dalam pendidikan digital mampu membentuk kesalehan digital (digital piety) yang menyeimbangkan kecerdasan intelektual dengan kematangan akhlak.
PENERAPAN PENDIDIKAN LITERASI KESEHATAN REPRODUKSI DAN PUBERTAS MELALUI PENELITIAN TINDAKAN KELAS PADA SISWA SDIT BINA AULADI KOTA DEPOK Fitriani, Annisa; Wulansari, Ekawati Rini
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2441

Abstract

This study aims to improve elementary school students' knowledge, awareness, and positive attitudes towards reproductive health and puberty through the implementation of Classroom Action Research (CAR)-based health literacy education. The study was conducted on grade VI A students of SDIT Bina Auladi, Depok City, using the Kemmis and McTaggart spiral model, which includes planning, action, observation, and reflection stages in two cycles. Learning interventions were carried out through the delivery of contextual materials, the use of visual media in the form of anatomical images and educational videos, and group discussions tailored to student characteristics. Data were collected through pre-tests and post-tests, as well as observations of learning activities, then analyzed descriptively and comparatively between cycles. The results showed an increase in student learning completion, from 15 students in the pre-cycle to 19 students in the first cycle and increasing to 21 students in the second cycle. These findings indicate that health literacy education is effective in improving students' understanding and positive attitudes towards physical and emotional changes during puberty. This study contributes to strengthening the application of Piaget's theory, Bandura's theory, and the Nutbeam health literacy model in reproductive health learning in elementary schools.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan sikap positif siswa sekolah dasar terhadap kesehatan reproduksi dan pubertas melalui penerapan pendidikan literasi kesehatan berbasis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian dilaksanakan pada siswa kelas VI A SDIT Bina Auladi Kota Depok dengan menggunakan model spiral Kemmis dan McTaggart yang meliputi tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi dalam dua siklus. Intervensi pembelajaran dilakukan melalui penyampaian materi kontekstual, penggunaan media visual berupa gambar anatomi dan video edukatif, serta diskusi kelompok yang disesuaikan dengan karakteristik siswa. Data dikumpulkan melalui pretest dan post-test serta observasi aktivitas pembelajaran, kemudian dianalisis secara deskriptif-komparatif antarsiklus. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan ketuntasan belajar siswa, dari 15 siswa pada prasiklus menjadi 19 siswa pada siklus I dan meningkat menjadi 21 siswa pada siklus II. Temuan ini menunjukkan bahwa pendidikan literasi kesehatan efektif dalam meningkatkan pemahaman dan sikap positif siswa terhadap perubahan fisik dan emosional pada masa pubertas. Penelitian ini berkontribusi pada penguatan penerapan teori Piaget, Bandura, dan model literasi kesehatan Nutbeam dalam pembelajaran kesehatan reproduksi di sekolah dasar.

Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 6, No 2 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 5 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 4 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 3 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 2 (2025): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 1 (2025): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 6 (2024): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 5 (2024): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 3 (2024): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 1 (2024): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 6 (2023): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 5 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 4 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 3 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 2 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 1 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 6 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 5 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 4 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 3 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 2 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 1 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 1, No 3 (2021): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 1, No 2 (2021): Jurnal Pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian dan Inovasi Vol 1, No 1 (2021): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi More Issue