cover
Contact Name
Elan Jaelan
Contact Email
redaksi.penerbitwidina@gmail.com
Phone
+628157000699
Journal Mail Official
redaksi.penerbitwidina@gmail.com
Editorial Address
CV. Widina Media Utama Komp. Puri Melia Asri Blok C3 No. 17 Kec. Solokan Jeruk Kab. Bandung.
Location
Kab. bandung,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN INDONESIA: Teori, Penelitian, dan Inovasi
Published by Widina Media Utama
ISSN : -     EISSN : 28073878     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi adalah jurnal peer-review yang memiliki ISSN (2807-3878) yang diterbitkan oleh Penerbit Widina di bawah Badan Hukum CV. Widina Media Utama sejak tahun 2021. JPI merupakan media terintegrasi untuk komunikasi berkelanjutan terkait dengan temuan penelitian baru yang signifikan terkait dengan pendidikan, termasuk: bidang penelitian pendidikan dalam pengajaran, pembelajaran dan pengajaran, pengembangan kurikulum, lingkungan belajar, pendidikan guru, teknologi pendidikan, dan pengembangan pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 426 Documents
Implementasi Pembelajaran Kitab Ikhtishor Nahwuiyah Dalam Meningkatkan Kemampuan Baca Kitab Kuning Santri Putra Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi'in Jati Agung Lampung Selatan Wicaksono, Eka Putra; Sarpendi, Sarpendi; Rohmawati, Zulfa
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2533

Abstract

This study aims to explore the effectiveness of implementing the Ikhtishor Nahwuiyah (Islamic Text) learning method in improving the reading skills of male students at the Hidayatul Mubtadi'in Islamic Boarding School in Jati Agung, South Lampung. This study demonstrates that the systematic, structured, and participatory implementation of the Ikhtishor Nahwuiyah learning method significantly contributes to improving the reading competence of male students at the Hidayatul Mubtadi'in Islamic Boarding School in Jati Agung. This learning method improves understanding of nahwu rules, practical reading skills, as well as fluency and accuracy of texts. The approach, which combines theory with hands-on practice, intensive training, social interaction, and guidance from senior ustadz (Islamic teachers), fosters motivation, discipline, and character development among students. These findings align with the principles of Constructivist Learning, Experiential Learning, and Self-Determination Theory, and confirm that this learning model effectively integrates classical Islamic boarding school traditions with a modern pedagogical approach for comprehensive mastery of the yellow book. This research uses a qualitative approach with a case study design to explore the effectiveness of learning the Ikhtishor Nahwuiyah book in improving the yellow book reading skills of male students at the Hidayatul Mubtadi'in Islamic Boarding School in Jati Agung, South Lampung. The research subjects included students, teachers, and boarding school administrators. Data were collected through participant observation, in-depth interviews, and documentation of learning materials. Analysis was conducted thematically using triangulation of sources, techniques, and theories. This method allows for an in-depth understanding of the learning process, social interactions, and strategies for mastering the rules of nahwu, while simultaneously evaluating the effectiveness of the yellow book reading practice.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas implementasi pembelajaran kitab Ikhtishor Nahwuiyah dalam meningkatkan kemampuan membaca kitab kuning santri putra di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi’in Jati Agung, Lampung Selatan. Penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran kitab Ikhtishor Nahwuiyah secara sistematis, terstruktur, dan partisipatif memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kompetensi santri putra di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi’in Jati Agung dalam membaca kitab kuning. Pembelajaran ini meningkatkan pemahaman kaidah nahwu, kemampuan membaca praktik, serta kefasihan dan akurasi teks. Pendekatan yang menggabungkan teori dengan praktik langsung, latihan intensif, interaksi sosial, dan bimbingan ustadz senior mendorong motivasi, kedisiplinan, dan pembentukan karakter santri. Temuan ini sejalan dengan prinsip Constructivist Learning, Experiential Learning, dan Self-Determination Theory, serta menegaskan bahwa model pembelajaran ini efektif mengintegrasikan tradisi pesantren klasik dengan pendekatan pedagogi modern untuk penguasaan kitab kuning secara menyeluruh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk mengeksplorasi efektivitas pembelajaran kitab Ikhtishor Nahwuiyah dalam meningkatkan kemampuan membaca kitab kuning santri putra di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi’in Jati Agung, Lampung Selatan. Subjek penelitian meliputi santri, pengajar, dan pengurus pesantren. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi materi pembelajaran. Analisis dilakukan secara tematik dengan triangulasi sumber, teknik, dan teori. Metode ini memungkinkan pemahaman mendalam tentang proses pembelajaran, interaksi sosial, dan strategi penguasaan kaidah nahwu, sekaligus mengevaluasi efektivitas praktik membaca kitab kuning.
Manajemen Pembelajaran Berbasis Integrasi Agama dan Sains Dalam Penguatan Kompetensi Profesional Calon Pendidik di LPTK Muhammadiyah Suryadi, Ahmad; Shunhaji, Akhmad; Sarnoto, Ahmad Zain
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i6.2362

Abstract

While the concept of integrating religion and science is frequently debated at philosophical and epistemological levels, there remains a critical need to operationalize these ideas into concrete learning practices within Islamic educational institutions. This research investigates the technical policies guiding the management of this integration through the Al-Islam and Kemuhammadiyahan (AIK) curriculum at the Faculty of Education, University of Muhammadiyah Jakarta. Utilizing a qualitative-descriptive approach structured around a case study method, the study reveals that the integration of religious values and scientific inquiry is systematically applied across AIK courses 1 through 4. Specifically, the AIK-3 course focuses on "Muamalah and Islam as a Discipline of Science," successfully blending religious doctrine with educational theory. Practical implementation includes initiating lectures with Quranic recitation, explicitly linking verses to academic course material, requiring religious evidence in research theses, and fostering Islamic conduct on campus. The AIK course serves as a model of integration and a platform for character and spiritual development in FIP graduates as future professional educators with a vision to eliminate the dichotomy between science and religion. Muhammadiyah educational institutions and integrated Islamic school also require teachers to manage integrated learning between science and religion concepts holistically.ABSTRAKGagasan integrasi masih berada di aras pemikiran para filosof dan epistemologi sehingga perlu di implementasikan dalam praktik pembelajaran di lembaga pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan mengkaji kebijakan teknis penerapan manajemen pembelajaran berbasis integrasi agama dan sains melalui Mata Kuliah Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) di Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Jakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan metode studi kasus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen pembelajaran berbasis integrasi agama dan sains diterapkan pada Mata Kuliah AIK mulai dari AIK 1 sampai 4. Khusus pada AIK-3 dibahas tema Muammalah dan Islam Disiplin Ilmu yang banyak mengintegrasi konsep ilmu agama dan ilmu pendidikan dalam bentuk tadarus Al-Qur’an sebelum perkuliahan, mengaitkan ayat al-Qur’an dengan materi kuliah Ilmu Pendidikan, pencantuman ayat dan dalil pada skripsi, penerapan perilaku Islami di kampus. Mata Kuliah AIK menjadi model integrasi dan wadah pembentukan karakter dan jiwa lulusan FIP sebagai calon pendidik profesional yang memiliki visi untuk menghilangkan dikotomi sains dan agama. Lembaga pendidikan Muhammadiyah dan Sekolah Islam Terpadu juga menuntut kemampuan guru untuk mengelola pembelajaran integratif antara konsep sains dan agama secara utuh.
Towards infinity: the imperfect integral through the eyes of a student Qizi, Bo’ronova Dinora Kholmat
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2699

Abstract

This article explores the concept of the imperfect integral from a student’s perspective, highlighting the challenges and misconceptions that arise during the learning process. By analyzing common pitfalls and providing insights into effective strategies for grasping this mathematical concept, the article aims to bridge the gap between theoretical understanding and practical application. Through a combination of illustrative examples and personal experiences, it offers readers a unique viewpoint on how students can better navigate the complexities of the imperfect integral and foster a deeper appreciation for calculus.ANNOTATSIYAUshbu maqola mukammal bo'lmagan integral tushunchasini talaba nuqtai nazaridan o'rganib, o'rganish jarayonida yuzaga keladigan qiyinchiliklar va noto'g'ri tushunchalarni yoritadi. Keng tarqalgan xatolarni tahlil qilish va bu matematik tushunchani anglash uchun samarali strategiyalar bo'yicha tavsiyalar berish orqali maqola nazariy tushuncha bilan amaliy qo'llash o'rtasidagi bo'shliqni to'ldirishni maqsad qiladi. Illyustrativ misollar va shaxsiy tajribalarni birlashtirgan holda, u o'quvchilarga kamchilikli integralning murakkabliklarini yaxshiroq yengib o'tish va kalkulyusga chuqurroq qadr-qimmat berish bo'yicha noyob nuqtai nazarni taklif etadi.
Analisis Wacana Kritis Berita Tempo.co: “Komite Nasional Papua Barat Tolak Penugasan Gibran Rakabuming ke Papua” Berdasarkan Model Teun A. van Dijk Meku, Andir; Mardikantoro, Hari Bakti
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i6.2236

Abstract

This study aims to analyze the critical discourse of a Tempo.co news article titled “The West Papua National Committee Rejects Gibran Rakabuming’s Assignment to Papua” using Teun A. van Dijk’s model. The research focuses on three main dimensions: text structure, social cognition, and social context. A qualitative descriptive method was applied by analyzing the article published on July 11, 2025. The findings indicate that thematically, the news emphasizes Papua’s resistance to the government’s symbolic policy. Lexical choices such as “image-making” and “puppet” reveal ideological opposition to dominant power. Cognitively, Tempo.co demonstrates critical journalistic ideology oriented toward human rights and social justice, presenting Papua as a discourse subject rather than an object. In the social context, the news reflects political dynamics following the inauguration of the Prabowo–Gibran administration amid issues of legitimacy and political dynasty. Overall, the article functions not only as factual reporting but also as an ideological space for negotiating power and resistance. This study highlights the role of media in shaping public perception of Papua and reinforces the position of critical journalism in Indonesia.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan menganalisis wacana kritis pada berita Tempo.co berjudul “Komite Nasional Papua Barat Tolak Penugasan Gibran Rakabuming ke Papua” dengan menggunakan model Teun A. van Dijk. Kajian ini menelaah tiga dimensi utama: struktur teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui analisis teks berita yang dipublikasikan pada 11 Juli 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara tematik, berita menonjolkan resistensi Komite Nasional Papua Barat (KNPB) terhadap kebijakan simbolik pemerintah pusat. Diksi seperti “pencitraan” dan “boneka” mengindikasikan perlawanan terhadap kekuasaan dominan. Secara kognitif, redaksi Tempo.co dipengaruhi ideologi jurnalisme kritis yang berpihak pada nilai kemanusiaan dan keadilan sosial, dengan menghadirkan Papua sebagai subjek wacana, bukan objek. Sementara pada konteks sosial, teks berita ini lahir dari situasi politik pasca-pelantikan pemerintahan Prabowo–Gibran yang diwarnai isu legitimasi dan politik dinasti. Hasil sintesis menunjukkan bahwa berita Tempo.co tidak hanya menyampaikan informasi faktual, tetapi juga menjadi ruang ideologis tempat negosiasi kekuasaan dan resistensi terjadi. Penelitian ini menegaskan bahwa media memiliki peran strategis dalam membentuk persepsi publik tentang Papua sekaligus memperkuat posisi jurnalisme kritis di Indonesia.
ANALISIS KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MEWUJUDKAN MERDEKA BELAJAR Husniya, Annisa; Andini, Putri; lubis, Hutni Soraya; Harahap, Amin
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2616

Abstract

This study aims to examine the role of principal leadership in the implementation of the Independent Curriculum in educational units. The Independent Curriculum, initiated by the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology, is designed to encourage the creation of a more flexible, contextual, and innovative learning process, by providing greater autonomy for teachers and students in learning activities. The method used in this study is a Systematic Literature Review (SLR) through an analysis of ten articles sourced from national journals and published in the 2022–2023 period, focusing on principal leadership and the implementation of the Independent Curriculum. The results of the study indicate that principal leadership has a significant influence on the successful implementation of the Independent Curriculum in schools. Principals play a crucial role in building teacher motivation and capacity to conduct relevant and meaningful learning, providing supporting facilities and infrastructure, strengthening the active participation of students and parents, and establishing collaboration with various stakeholders. The findings of this study are expected to serve as a reference for principals in determining strategies, patterns, and leadership styles that are appropriate to the needs and characteristics of their respective schools.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menelaah peran kepemimpinan kepala sekolah dalam pelaksanaan Kurikulum Merdeka di satuan pendidikan. Kurikulum Merdeka yang digagas oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dirancang untuk mendorong terciptanya proses pembelajaran yang lebih fleksibel, kontekstual, dan inovatif, dengan memberikan ruang otonomi yang lebih luas bagi guru dan peserta didik dalam kegiatan belajar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Systematic Literature Review (SLR) melalui analisis terhadap sepuluh artikel yang bersumber dari jurnal nasional dan dipublikasikan pada periode 2022–2023, dengan fokus pada kepemimpinan kepala sekolah serta implementasi Kurikulum Merdeka. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keberhasilan penerapan Kurikulum Merdeka di sekolah. Kepala sekolah berperan penting dalam membangun motivasi dan kapasitas guru untuk menyelenggarakan pembelajaran yang relevan dan bermakna, menyediakan sarana dan prasarana pendukung, menguatkan partisipasi aktif peserta didik dan orang tua, serta menjalin kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan. Temuan penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi kepala sekolah dalam menentukan strategi, pola, dan gaya kepemimpinan yang sesuai dengan kebutuhan serta karakteristik sekolah masing-masing.
Strategi Penguatan Akhlakul Karimah Dalam Mencegah Radikalisme Di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Desa Sidoharjo Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan Puspitasari, Riska; Hasan, Mustaqim; Nugraha, Hendika Adi
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2535

Abstract

The main objective of this study is to analyze strategies for strengthening moral values as a preventative measure against radicalism at the Hidayatul Mubtadiin Islamic Boarding School. This study used a qualitative approach with a case study design to explore strategies for strengthening moral values as a preventative measure against radicalism at the Hidayatul Mubtadiin Islamic Boarding School in South Lampung. Subjects included the boarding school leadership, teachers, students, and parents involved in the instilling of moral values. Data were collected through participant observation, in-depth interviews, and documentation of Islamic boarding school activities. Thematic analysis was used to identify patterns, themes, and relationships between strengthening moral values and preventing radicalism. Data validity was maintained through triangulation of sources, techniques, and participants. This methodology emphasized both theoretical and practical aspects, so that the research results provide an empirical contribution to the development of character education-based preventive strategies that are applicable and contextual in Islamic boarding schools. The results of this study indicate that strategies for strengthening moral values as a preventative measure against radicalism at the Hidayatul Mubtadiin Islamic Boarding School. Findings indicate that cultivating moral values through daily activities, such as congregational prayer, Quran recitation, and social participation, fosters ethical awareness and tolerance among students. The role of teachers and mentors as moral role models has been shown to motivate students to emulate positive behavior and avoid the influence of extreme ideologies. Furthermore, active leadership oversight through monitoring, personal guidance, and religious counseling enables early detection of potential radicalism and strengthens the internalization of noble morals. This integrative strategy confirms that religious practice, social interaction, and moral leadership simultaneously shape the character of students who are resilient, tolerant, and critical of the influence of radicalism, providing a new empirical contribution to the literature on character education and radicalism prevention.ABSTRAKTujuan utama penelitian ini adalah menganalisis strategi penguatan akhlakul karimah sebagai upaya preventif terhadap radikalisme di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk mengeksplorasi strategi penguatan akhlakul karimah sebagai upaya pencegahan radikalisme di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin, Lampung Selatan. Subjek penelitian meliputi pimpinan pesantren, guru, santri, dan orang tua yang terlibat dalam pembiasaan nilai moral. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi kegiatan pesantren. Analisis dilakukan menggunakan teknik analisis tematik untuk menemukan pola, tema, dan hubungan antara penguatan akhlakul karimah dan pencegahan radikalisme. Validitas data dijaga melalui triangulasi sumber, teknik, dan anggota. Metodologi ini menekankan aspek teoritis dan praktis, sehingga hasil penelitian memberikan kontribusi empiris bagi pengembangan strategi preventif berbasis pendidikan karakter yang aplikatif dan kontekstual di lingkungan pesantren. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa strategi penguatan akhlakul karimah sebagai upaya pencegahan radikalisme di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin. Temuan menunjukkan bahwa pembiasaan nilai moral melalui kegiatan harian, seperti shalat berjamaah, tadarus, dan partisipasi sosial, menumbuhkan kesadaran etis dan toleransi antar-santri. Peran guru dan pembina sebagai teladan moral terbukti memotivasi santri meneladani perilaku positif dan menjauhi pengaruh ideologi ekstrem. Selain itu, pengawasan aktif pimpinan melalui monitoring, bimbingan pribadi, dan konseling religius memungkinkan deteksi dini terhadap potensi radikalisme, sekaligus memperkuat internalisasi akhlakul karimah. Strategi integratif ini menegaskan bahwa praktik religius, interaksi sosial, dan kepemimpinan moral secara simultan membentuk karakter santri yang resilien, toleran, dan kritis terhadap pengaruh radikalisme, memberikan kontribusi empiris baru bagi literatur pendidikan karakter dan pencegahan radikalisme.
Optimalisasi Kompetensi Guru Dalam Meningkatkan Fokus Siswa Pada Mata Pelajaran Fiqih Kelas VII A Di Mts Hidayatul Mubtadiin Desa Sidoharjo Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan Rahman, Andri; Hasan, Mustaqim; Nugraha, Hendika Adi
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2553

Abstract

This study uses a qualitative method through a case study design to examine in depth the role of strengthening teacher competence in building student focus on learning Fiqh in class VII A MTs Hidayatul Mubtadiin. Research informants involved Fiqh teachers, students, the principal, and homeroom teachers who were selected purposively based on their direct involvement in the learning process. Data collection was conducted through participatory observation in the classroom, in-depth interviews, and review of relevant learning documents. Data were analyzed using an interactive analysis approach that included the stages of data sorting, organizing findings, and formulating conclusions on an ongoing basis, while data validity was maintained through triangulation and confirmation with informants. This approach enabled the researchers to obtain a comprehensive picture of the contribution of teachers' pedagogical, professional, social, and personality competencies in supporting student learning. The results of the study indicate that strengthening teacher competencies plays a strategic role in improving student focus on Fiqh subjects. The pedagogical aspect, which is realized through varied, interactive, and contextual learning, is able to encourage active participation and maintain student concentration. The professional dimension of teachers, in the form of mastery of Fiqh substance and systematic delivery of material that is relevant to students' experiences, facilitates understanding of the subject matter.ABSTRAKPenelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui rancangan studi kasus untuk menelaah secara mendalam peran penguatan kompetensi guru dalam membangun fokus belajar siswa pada pembelajaran Fiqih di kelas VII A MTs Hidayatul Mubtadiin. Informan penelitian melibatkan guru Fiqih, peserta didik, kepala madrasah, serta wali kelas yang ditentukan secara purposive berdasarkan keterlibatan langsung dalam proses pembelajaran. Proses pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan partisipatif di kelas, wawancara mendalam, serta penelaahan dokumen pembelajaran yang relevan. Data dianalisis dengan pendekatan analisis interaktif yang mencakup tahapan pemilahan data, pengorganisasian temuan, dan perumusan simpulan secara berkelanjutan, sementara keabsahan data dijaga melalui triangulasi dan konfirmasi kepada informan. Pendekatan ini memungkinkan peneliti memperoleh gambaran komprehensif mengenai kontribusi kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian guru dalam menopang perhatian belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan kompetensi guru memiliki peranan strategis dalam meningkatkan fokus belajar siswa pada mata pelajaran Fiqih. Aspek pedagogik yang diwujudkan melalui pembelajaran yang variatif, interaktif, dan kontekstual mampu mendorong partisipasi aktif serta menjaga konsentrasi siswa. Dimensi profesional guru, berupa penguasaan substansi Fiqih dan penyampaian materi yang sistematis serta relevan dengan pengalaman siswa, mempermudah pemahaman terhadap konsep yang abstrak. Sementara itu, kompetensi sosial yang tercermin dalam komunikasi terbuka dan sikap apresiatif terhadap siswa berkontribusi pada terciptanya iklim kelas yang nyaman dan partisipatif. Keterpaduan ketiga kompetensi tersebut menegaskan peran guru sebagai fasilitator pembelajaran yang adaptif terhadap karakteristik dan kebutuhan siswa, sehingga pembelajaran Fiqih berlangsung secara lebih efektif, bermakna, dan mendukung penghayatan nilai-nilai Fiqih secara optimal.
IMPLEMENTASI METODE SMALL GROUP DISCUSSION DALAM PEMBELAJARAN PAI (Studi Deskriptif di SDN 090 Cibiru Kota Bandung) Aryani, Wiwik Dyah; Hadijah, Ifah; Ridwanuloh, Asep; Kurniawan, Iwan
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 4 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i4.1842

Abstract

This study aims to analyze the implementation of the small group discussion method in the teaching of Islamic Religious Education (PAI) at the elementary school level. This method was chosen for its potential to enhance student engagement, understanding of the material, and social skills.The research was conducted using a qualitative approach, involving observations, interviews, and document analysis from several classes that applied this method. The results indicate that the implementation of small group discussions can increase active student participation in the learning process, deepen their understanding of religious concepts, and encourage collaboration and communication among students. Additionally, students showed improvements in critical and analytical thinking skills when discussing PAI topics. This study recommends that PAI teachers consider using the small group discussion method as an effective teaching strategy to create a more interactive and dynamic learning environment. Thus, it is expected that students will not only gain religious knowledge but also important social skills for everyday life.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi metode small group discussion dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di tingkat sekolah dasar. Metode ini dipilih karena potensi untuk meningkatkan keterlibatan siswa, pemahaman materi, dan keterampilan sosial. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif, melibatkan observasi, wawancara, dan analisis dokumen dari beberapa kelas yang menerapkan metode ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan small group discussion dapat meningkatkan partisipasi aktif siswa dalam proses belajar, memperdalam pemahaman mereka terhadap konsep-konsep agama, serta mendorong kolaborasi dan komunikasi antar siswa. Selain itu, siswa menunjukkan peningkatan dalam kemampuan berpikir kritis dan analitis saat mendiskusikan topik-topik PAI. Penelitian ini merekomendasikan agar guru PAI mempertimbangkan penggunaan metode small group discussion sebagai strategi pembelajaran yang efektif untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih interaktif dan dinamis. Dengan demikian, diharapkan siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan agama, tetapi juga keterampilan sosial yang penting untuk kehidupan sehari-hari.
STUDENTS’ LOW INTEREST IN LEARNING ENGLISH DESPITE THE USE OF ACTIVE LEARNING STRATEGIES IN JUNIOR HIGH SCHOOL Mendrofa, Destri Filinia; Gea, Joel Kristiawan; Lase, Arosama; Buulolo, Merihati; Telaumbanua, Icha Mulyanti; Telaumbanua, Yasminar Amaerita
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2542

Abstract

Low student interest in English as a Foreign Language (EFL) remains a persistent problem in junior high schools in Indonesia despite the implementation of active learning strategies such as discovery-based learning, collaborative learning, and Project-Based Learning (PjBL). This study aims to analyze the factors that contribute to low student interest in learning English despite the use of active learning strategies. Using a descriptive qualitative design, this study involved 24 seventh-grade students and two English teachers at SMP Negeri 1 Hiliduho. Data were collected through questionnaires, semi-structured interviews, and classroom observations, and analyzed using thematic analysis with data triangulation. The results showed that 41.7% of students showed low interest in learning, influenced by internal factors such as lack of confidence, fear of making mistakes, and limited vocabulary, as well as external factors including inadequate instructional guidance and ineffective group work management. These findings highlight the importance of integrating affective support and instructional scaffolding into active learning strategies to increase students' interest in learning English as a Foreign Language (EFL).ABSTRAKMinat siswa yang rendah terhadap Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (EFL) tetap menjadi masalah yang persisten di sekolah menengah pertama di Indonesia meskipun telah diterapkan strategi pembelajaran aktif seperti pembelajaran berbasis penemuan, pembelajaran kolaboratif, dan Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berkontribusi terhadap rendahnya minat siswa dalam belajar Bahasa Inggris meskipun telah menggunakan strategi pembelajaran aktif. Menggunakan desain kualitatif deskriptif, penelitian ini melibatkan 24 siswa kelas VII dan dua guru Bahasa Inggris di SMP Negeri 1 Hiliduho. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara semi-terstruktur, dan observasi kelas, serta dianalisis menggunakan analisis tematik dengan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 41,7% siswa menunjukkan minat belajar yang rendah, dipengaruhi oleh faktor internal seperti kurangnya kepercayaan diri, rasa takut membuat kesalahan, dan kosakata yang terbatas, serta faktor eksternal termasuk bimbingan instruksional yang tidak memadai dan manajemen kerja kelompok yang tidak efektif. Temuan ini menyoroti pentingnya mengintegrasikan dukungan afektif dan scaffolding instruksional ke dalam strategi pembelajaran aktif untuk meningkatkan minat siswa dalam belajar Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (EFL).
Keterbatasan Coding Unplugged dan Urgensi Interaksi Digital dalam Pembelajaran Computational Thinking Anak: Sebuah Systematic Literature Review Dayurni, Popi; Rahmadani, Kurniati
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i6.2357

Abstract

The growing emphasis on digital literacy in primary education requires computational thinking (CT) instruction that not only introduces conceptual foundations but also provides operational experiences through digital interaction. Although coding unplugged approaches are widely used to introduce CT through concrete, physical activities, recent studies indicate that these approaches do not sufficiently support children’s understanding of how digital systems actually execute instructions. This study aims to identify the limitations of unplugged approaches and explain the urgency of digital interaction in CT learning for children. A Systematic Literature Review (SLR) was conducted by analyzing 19 primary articles and six supporting sources retrieved from Scopus, Web of Science, ERIC, Google Scholar, and SINTA. Data were examined using extraction matrices and thematic analysis to identify consistent patterns across studies. The findings reveal several key limitations of unplugged activities, including the absence of immediate digital feedback, weak transfer from physical to digital representations, limited support for advanced CT concepts, and dependence on teachers’ interpretations. In contrast, digital interaction is essential for developing accurate mental models, enhancing debugging skills, and facilitating the understanding of complex programming structures. These results highlight a pedagogical gap between physical and digital learning experiences and indicate that integrating both approaches is necessary for effective CT instruction. Practically, this study provides a foundation for designing curricula and learning media that balance physical activities with meaningful digital engagement.ABSTRAKPerkembangan literasi digital dalam pendidikan dasar menuntut pembelajaran computational thinking (CT) yang tidak hanya mengenalkan konsep, tetapi juga memberi pengalaman operasional melalui interaksi digital. Namun, meskipun pendekatan coding unplugged banyak digunakan dalam pendidikan anak, sejumlah studi menunjukkan bahwa pendekatan ini belum mampu memberikan representasi autentik mengenai cara komputer mengeksekusi instruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keterbatasan pendekatan unplugged serta menjelaskan urgensi pengalaman interaksi digital dalam pembelajaran CT anak. Studi ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan menganalisis 19 artikel primer dan enam referensi pendukung yang diperoleh dari Scopus, Web of Science, ERIC, Google Scholar, dan SINTA. Proses analisis dilakukan melalui ekstraksi data dan thematic analysis untuk mengidentifikasi pola temuan yang konsisten. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan unplugged memiliki beberapa keterbatasan utama, termasuk ketiadaan umpan balik digital, lemahnya transfer konsep dari fisik ke digital, keterbatasan representasi konsep CT lanjutan, serta ketergantungan pada interpretasi guru. Sebaliknya, interaksi digital terbukti esensial dalam membangun mental model yang akurat, meningkatkan kemampuan debugging, dan memfasilitasi pemahaman struktur pemrograman kompleks. Temuan ini menegaskan adanya kesenjangan pedagogis antara pengalaman fisik dan digital, serta menunjukkan bahwa integrasi keduanya diperlukan untuk pembelajaran CT yang efektif. Secara praktis, hasil penelitian ini memberikan landasan bagi pengembangan kurikulum dan media pembelajaran yang mengombinasikan aktivitas fisik dan digital secara lebih seimbang.

Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 5 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 4 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 3 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 2 (2025): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 1 (2025): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 6 (2024): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 5 (2024): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 3 (2024): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 1 (2024): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 6 (2023): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 5 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 4 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 3 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 2 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 1 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 6 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 5 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 4 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 3 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 2 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 1 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 1, No 3 (2021): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 1, No 2 (2021): Jurnal Pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian dan Inovasi Vol 1, No 1 (2021): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi More Issue