cover
Contact Name
Elan Jaelan
Contact Email
redaksi.penerbitwidina@gmail.com
Phone
+628157000699
Journal Mail Official
redaksi.penerbitwidina@gmail.com
Editorial Address
CV. Widina Media Utama Komp. Puri Melia Asri Blok C3 No. 17 Kec. Solokan Jeruk Kab. Bandung.
Location
Kab. bandung,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN INDONESIA: Teori, Penelitian, dan Inovasi
Published by Widina Media Utama
ISSN : -     EISSN : 28073878     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi adalah jurnal peer-review yang memiliki ISSN (2807-3878) yang diterbitkan oleh Penerbit Widina di bawah Badan Hukum CV. Widina Media Utama sejak tahun 2021. JPI merupakan media terintegrasi untuk komunikasi berkelanjutan terkait dengan temuan penelitian baru yang signifikan terkait dengan pendidikan, termasuk: bidang penelitian pendidikan dalam pengajaran, pembelajaran dan pengajaran, pengembangan kurikulum, lingkungan belajar, pendidikan guru, teknologi pendidikan, dan pengembangan pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 426 Documents
Efektivitas Aplikasi BASIA dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Fonologis Anak Disleksia Arbi, Riski Prasetya; Herviani, Vivi Kurnia; Jauhari, Muhammad Nurrohman; Irvan, Muchamad; Pratama, Toni Yudha
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2393

Abstract

Dyslexia is a specific learning disorder characterized by phonological processing deficits that hinder children's ability to recognize letter sounds, blend, and decode words. This condition requires systematic and adaptive phonological intervention, particularly through the use of educational technology appropriate to the characteristics of dyslexic children. This study aims to test the effectiveness of using the BASIA application in improving the phonological reading skills of dyslexic children through a structured literacy and multisensory approach. The study used a mixed approach with a pretest–posttest design, involving ten dyslexic children as intervention participants. Quantitative data were obtained through phonological ability tests, while qualitative data were collected through observations and interviews to describe the participants' learning experiences while using the application. The results showed a significant increase in phonological reading skills after using the BASIA application, especially in aspects of phoneme accuracy, blending ability, and word decoding. In addition, participants showed increased motivation, focus, and learning engagement during the intervention process. These findings indicate that the BASIA application is effective as an adaptive and relevant digital-based phonological intervention medium to support reading learning in dyslexic children. This research provides a practical contribution to the development of inclusive learning media and strengthens the use of technology as a solution to support early literacy for dyslexic children in Indonesia.ABSTRAKDisleksia merupakan gangguan belajar spesifik yang ditandai oleh defisit pemrosesan fonologis sehingga menghambat kemampuan anak dalam mengenali bunyi huruf, melakukan blending, dan decoding kata. Kondisi ini menuntut adanya intervensi fonologis yang sistematis dan adaptif, khususnya melalui pemanfaatan teknologi pendidikan yang sesuai dengan karakteristik anak disleksia. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas penggunaan Aplikasi BASIA dalam meningkatkan kemampuan membaca fonologis anak disleksia melalui pendekatan structured literacy dan multisensoris. Penelitian menggunakan pendekatan campuran dengan desain pretest–posttest, melibatkan sepuluh anak disleksia sebagai peserta intervensi. Data kuantitatif diperoleh melalui tes kemampuan fonologis, sedangkan data kualitatif dikumpulkan melalui observasi dan wawancara untuk menggambarkan pengalaman belajar peserta selama menggunakan aplikasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan membaca fonologis yang signifikan setelah penggunaan Aplikasi BASIA, terutama pada aspek akurasi fonem, kemampuan blending, dan decoding kata. Selain itu, peserta menunjukkan peningkatan motivasi, fokus, dan keterlibatan belajar selama proses intervensi. Temuan ini mengindikasikan bahwa Aplikasi BASIA efektif sebagai media intervensi fonologis berbasis digital yang adaptif dan relevan untuk mendukung pembelajaran membaca anak disleksia. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi pengembangan media pembelajaran inklusif serta memperkuat pemanfaatan teknologi sebagai solusi pendukung literasi awal anak disleksia di Indonesia.
Pengaruh Gaya Kepemimpinan Kepala Madrasah Dan Pembina OSIS Terhadap Populasi Organisasi Siswa Intra Sekolah Di Madrasah Tsanawiyah Hidayatul Mubtadiin Sidoharjo Jati Agung Lampung Selatan Uyun, Karimah Nur; Sarpendi, Sarpendi; Rohmawati, Zulfa
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2555

Abstract

This study aims to examine the relationship between the leadership patterns of the madrasah principal and the OSIS advisor with the development of the intra-school student organization population at the Hidayatul Mubtadiin Sidoharjo Islamic Junior High School, Jati Agung, South Lampung, both separately and together. This study specifically describes the role of the madrasah principal in shaping the level of student activity through a flexible, communicative, and inspiring leadership approach, and examines the function of the OSIS advisor as a companion who directs the course of daily organizational activities. The study used a quantitative design with a survey method that was conducted in September 2025 at MTs Hidayatul Mubtadiin Sidoharjo, Jati Agung, South Lampung. The research subjects included all 15 members of the IX grade OSIS and were determined as samples using a total sampling technique. Data collection was carried out through a closed-ended Likert-scale questionnaire that had passed validity and reliability tests. Data were analyzed using simple linear regression and multiple regression, preceded by testing the assumptions of normality and homogeneity to assess the influence of the leadership of the madrasah principal and the OSIS advisor on OSIS dynamics. The results of the analysis indicate that the leadership of the madrasah principal and the OSIS advisor at MTs Hidayatul Mubtadiin Sidoharjo tends to be negatively related and does not show statistical significance to the OSIS population. The findings of the regression and partial tests indicate that increasing leadership intensity has not directly impacted the increase in the number or activity of OSIS members. This condition suggests that changes in the OSIS population are more influenced by other factors, such as internal student motivation, organizational culture, social interaction patterns, and the level of readiness and maturity of the student organization. The transformational, participatory, and situational leadership frameworks emphasize that leadership effectiveness rests on the quality of communication, empowerment practices, and the suitability of leadership style to the character of the members. Thus, although the impact of leadership has not been shown to be statistically significant, the role of leadership remains strategic in building a healthy and sustainable student organization climate.ABSTRAKPenelitian ini diarahkan untuk menelaah keterkaitan antara pola kepemimpinan kepala madrasah dan pembina OSIS dengan perkembangan populasi organisasi siswa intra sekolah di Madrasah Tsanawiyah Hidayatul Mubtadiin Sidoharjo, Jati Agung, Lampung Selatan, baik ditinjau secara terpisah maupun bersama-sama. Kajian ini secara spesifik menguraikan peran kepala madrasah dalam membentuk tingkat keaktifan siswa melalui pendekatan kepemimpinan yang fleksibel, komunikatif, dan memberi dorongan inspiratif, serta menelaah fungsi pembina OSIS sebagai pendamping yang mengarahkan jalannya aktivitas organisasi sehari-hari. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan metode survei yang dilaksanakan pada September 2025 di MTs Hidayatul Mubtadiin Sidoharjo, Jati Agung, Lampung Selatan. Subjek penelitian mencakup seluruh anggota OSIS kelas IX yang berjumlah 15 siswa dan ditetapkan sebagai sampel dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner tertutup berskala Likert yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Data dianalisis menggunakan regresi linier sederhana dan regresi berganda, didahului pengujian asumsi normalitas dan homogenitas untuk menilai pengaruh kepemimpinan kepala madrasah dan pembina OSIS terhadap dinamika OSIS. Hasil analisis menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala madrasah dan pembina OSIS di MTs Hidayatul Mubtadiin Sidoharjo cenderung berhubungan negatif dan tidak menunjukkan signifikansi statistik terhadap populasi OSIS. Temuan regresi dan uji parsial mengindikasikan bahwa peningkatan intensitas kepemimpinan belum secara langsung berdampak pada bertambahnya jumlah maupun keaktifan anggota OSIS. Kondisi ini mengisyaratkan bahwa perubahan populasi OSIS lebih banyak dipengaruhi oleh faktor lain, seperti dorongan internal siswa, budaya organisasi, pola interaksi sosial, serta tingkat kesiapan dan kematangan organisasi siswa. Kerangka kepemimpinan transformasional, partisipatif, dan situasional menekankan bahwa efektivitas kepemimpinan bertumpu pada kualitas komunikasi, praktik pemberdayaan, serta kesesuaian gaya kepemimpinan dengan karakter anggota. Dengan demikian, meskipun dampak kepemimpinan belum terlihat signifikan secara statistik, peran kepemimpinan tetap memiliki posisi strategis dalam membangun iklim organisasi siswa yang sehat dan berkelanjutan.
INTEGRASI RELATIONSHIP MARKETING DAN NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM MEMPERTAHANKAN PUBLIC TRUST DI PESANTREN Aimmah, Iffatul; Mun’im, Muhtadi Abdul
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i6.2318

Abstract

This study analyzes PP. Al-Amien Prenduan's strategy in maintaining public trust through the integration of relationship marketing and Islamic educational values. The approach used is a qualitative case study through observation, interviews, and documentation with open coding, axial coding, selective coding, and triangulation analysis. The results of the study show that the value of trustworthiness is the basis for managing institutional relationships through transparency in digital-based academic and financial systems, routine information delivery, and explanations of the education system from the time of registration. Educational integrity is evident in curriculum evaluation, teacher training, and learning arrangements. Social contributions are seen in da'wah programs, graduate service, zakat services, and pesantren economic units. Communication patterns run through formal channels such as IKBAL, Hiwari, da'wah safaris, as well as informal communication through visits by santri guardians and alumni networks. Problem solving follows the value of islah with tabayyun, functional cooperation, tiered decision-making, evaluation, and strengthening of social cohesion. The novelty of this research lies in the model of integrating Islamic values and relationship marketing, which produces a pattern of public trust management based on values as the basis for developing educational marketing practices in Islamic boarding schools. ABSTRAKPenelitian ini menganalisis strategi PP. Al-Amien Prenduan dalam menjaga kepercayaan publik melalui integrasi relationship marketing dan nilai pendidikan Islam. Pendekatan yang digunakan ialah kualitatif studi kasus melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan analisis open coding, axial coding, selective coding, dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai amanah menjadi dasar pengelolaan hubungan lembaga melalui transparansi sistem akademik dan keuangan berbasis digital, penyampaian informasi rutin, serta penjelasan sistem pendidikan sejak pendaftaran. Integritas pendidikan tampak dari evaluasi kurikulum, pelatihan guru, dan pengaturan pembelajaran. Kontribusi sosial terlihat dari program dakwah, pengabdian lulusan, layanan zakat, dan unit ekonomi pesantren. Pola komunikasi berjalan melalui saluran formal seperti IKBAL, Hiwari, safari dakwah, serta komunikasi informal melalui kunjungan wali santri dan jaringan alumni. Penyelesaian masalah mengikuti nilai islah dengan tabayyun, kerja sama fungsionaris, keputusan berjenjang, evaluasi, dan penguatan kohesi sosial. Kebaruan penelitian ini terletak pada model integrasi nilai Islam dan relationship marketing yang menghasilkan pola pengelolaan kepercayaan publik berbasis nilai sebagai dasar pengembangan praktik pemasaran pendidikan di pesantren. 
PEMBELAJARAN MENULIS TEKS BIOGRAFI MENGGUNAKAN MEDIA WORLDWALL PADA SISWA KELAS X SMA: STUDI KUALITATIF DESKRIPTIF Nainggolan, Mira Wati; Rustam, Rustam; Wini, Lusia Oktri
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2654

Abstract

Learning to write biographical texts for grade X senior high school students still faces various obstacles, such as difficulties in developing content, structuring the text, and formulating messages from the character's life. Therefore, innovative learning media are needed to assist students in the writing process. This study aims to describe the learning process of writing biographical texts using Wordwall media for grade X senior high school students. This study uses a qualitative method with a descriptive approach. The subjects of the study were grade X senior high school students, while data were obtained through observation, biographical text writing tests, and documentation. Data analysis was carried out by describing the learning process and students' writing results after the application of Wordwall media. The results of the study indicate that Wordwall media is able to increase students' activeness and motivation in learning to write biographical texts. Students more easily understand the structure of the text, the appropriateness of the content, and the message of the character's life, although some students still experience difficulties in developing ideas. In general, the use of Wordwall is considered quite effective and able to create a more interesting learning experience.ABSTRAKPembelajaran menulis teks biografi pada siswa kelas X SMA masih menghadapi berbagai kendala, seperti kesulitan mengembangkan isi, menyusun struktur teks, dan merumuskan pesan kehidupan tokoh. Oleh karena itu, diperlukan media pembelajaran yang inovatif untuk membantu siswa dalam proses menulis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran menulis teks biografi menggunakan media Wordwall pada siswa kelas X SMA. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa kelas X SMA, sedangkan data diperoleh melalui observasi, tes menulis teks biografi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan mendeskripsikan proses pembelajaran dan hasil tulisan siswa setelah penerapan media Wordwall. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Wordwall mampu meningkatkan keaktifan dan motivasi siswa dalam pembelajaran menulis teks biografi. Siswa lebih mudah memahami struktur teks, kesesuaian isi, dan pesan kehidupan tokoh, meskipun sebagian siswa masih mengalami kesulitan dalam mengembangkan gagasan. Secara umum, penggunaan Wordwall dinilai cukup efektif dan mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik.
Pengaruh Orang Tua terhadap Pengetahuan Kesehatan Reproduksi di Kalangan Remaja Harahap, Fatma Dewani
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i6.2295

Abstract

Parental involvement plays a central role in shaping adolescents' understanding of reproductive health, as the family is the primary environment where children obtain information and guidance. When parents communicate openly and actively provide guidance, adolescents tend to have more solid knowledge and are less easily influenced by misinformation. Conversely, a weak parental role can contribute to low reproductive literacy among adolescents. In Medan, adolescents' knowledge of this issue remains relatively low, as reflected in PKBI data, which recorded a 20.2% teenage abortion rate. Furthermore, Medan has one of the highest rates of AIDS, and HIV infection ranks third among adolescents by age group. This study aims to identify factors associated with reproductive health knowledge among public high school students in Medan in 2024. This study used a quantitative approach with a cross-sectional design. A total of 232 adolescents served as the research sample through systematic random sampling. Data were collected using a questionnaire, while analysis was conducted descriptively, followed by chi-square tests for bivariate analysis and multiple logistic regression for multivariate analysis. The research findings showed that 150 respondents (60.4%) had a low level of understanding regarding reproductive health. The factor that was shown to be significantly related was parental involvement (OR = 1.982; 95% CI: 1.127–3.487). Meanwhile, peer influence, the role of teachers, health workers, and access to mass media did not show a significant relationship. Based on these results, parents are expected to expand their knowledge regarding reproductive issues, build warmer communication with their children, and choose the right time to convey the necessary information, so that adolescents obtain the correct foundation of knowledge from the start before receiving information from other parties.ABSTRAKKeterlibatan orang tua memainkan peran sentral dalam membentuk pemahaman remaja mengenai kesehatan reproduksi, sebab keluarga merupakan lingkungan awal tempat anak memperoleh informasi dan arahan. Ketika orang tua mampu berkomunikasi secara terbuka dan aktif memberikan bimbingan, remaja cenderung memiliki pengetahuan yang lebih kokoh dan tidak mudah terpengaruh oleh sumber informasi yang keliru. Sebaliknya, lemahnya peran orang tua dapat berkontribusi terhadap rendahnya literasi reproduksi pada remaja. Di Kota Medan, tingkat pengetahuan remaja tentang isu ini masih tergolong rendah, tercermin dari data PKBI yang mencatat angka aborsi remaja sebesar 20,2%. Selain itu, kasus AIDS di Medan termasuk yang tertinggi, dan infeksi HIV pada kelompok usia remaja menempati posisi ketiga berdasarkan kategori umur. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang berkaitan dengan pengetahuan kesehatan reproduksi pada siswa SMA Negeri di Kota Medan tahun 2024. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan potong lintang (cross-sectional). Sebanyak 232 remaja menjadi sampel penelitian melalui teknik systematic random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner, sedangkan analisis dilakukan secara deskriptif, dilanjutkan dengan uji chi-square untuk analisis bivariat dan regresi logistik ganda untuk analisis multivariat. Temuan penelitian menunjukkan bahwa 150 responden (60,4%) memiliki tingkat pemahaman yang rendah mengenai kesehatan reproduksi. Faktor yang terbukti berhubungan signifikan adalah keterlibatan orang tua (OR = 1,982; 95% CI: 1,127–3,487). Sementara itu, pengaruh teman sebaya, peran guru, petugas kesehatan, serta akses media massa tidak menunjukkan hubungan bermakna. Berdasarkan hasil tersebut, orang tua diharapkan memperluas pengetahuan terkait isu reproduksi, membangun komunikasi yang lebih hangat dengan anak, serta memilih waktu yang sesuai untuk menyampaikan informasi yang diperlukan, sehingga remaja memperoleh fondasi pengetahuan yang benar sejak awal sebelum mendapatkan informasi dari pihak lain.
Analisis Gaya Kepemimpinan Dosen dalam Metode Pemberian Tugas Terhadap Motivasi Belajar Mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika di Universitas Labuhanbatu Harahap, Amin; Azzahra, Luthfia; Pasaribu, Gita Sartika; Julianti, Julianti
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2599

Abstract

The role of lecturers’ leadership is crucial in education, particularly in fostering student discipline and influencing learning motivation. Each lecturer demonstrates a different leadership style, and this study aims to examine how lecturers’ academic leadership styles in assigning tasks affect the learning motivation of students in the Mathematics Education Study Program at the University of Labuhanbatu. The background of this study is the concern that variations in assignments, guidance, and lecturer support may either strengthen or weaken student engagement. This study employed a quantitative approach using questionnaires distributed to the entire population of the 2024 cohort (N = 30), consisting of Class A students (n = 17, 56.67%) and Class B students (n = 13, 43.33%). Data were analyzed using SPSS Version 27, including validity tests, reliability tests, descriptive analysis, Pearson correlation, and simple linear regression. The results indicate a moderate positive correlation between lecturers’ leadership styles in assigning tasks and students’ learning motivation (r = 0.45, p 0.05). The linear regression analysis reveals that leadership style accounts for approximately 20% of the variance in learning motivation (R² ? 0.20), with clear communication and constructive feedback emerging as the main predictors. In conclusion, supportive and communicative leadership styles in task assignment can enhance students’ learning motivation. The implications suggest that lecturers are encouraged to design well-structured assignments, provide clear guidance, and follow up on student work constructively. Furthermore, it is recommended that lecturer training on motivational task-assignment strategies be implemented, along with the development of transparent assessment rubrics and structured feedback mechanisms to sustain learning motivation and support regular evaluation by the study program.ABSTRAKPeran kepemimpinan dosen sangat penting dalam pendidikan, terutama dalam mendisiplinkan mahasiswa dan memengaruhi motivasi belajar. Setiap dosen memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda-beda, dan penelitian ini bertujuan membuktikan bagaimana gaya kepemimpinan akademik dosen dalam pemberian tugas memengaruhi motivasi belajar mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Labuhanbatu. Latar belakangnya adalah kekhawatiran bahwa variasi tugas, cara pengarahan, dan dukungan dosen dapat memperkuat atau melemahkan keterlibatan mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan angket yang disebarkan ke seluruh populasi angkatan 2024 (N=30), terdiri dari mahasiswa kelas A (n=17, 56,67%) dan B (n=13, 43,33%). Data dianalisis menggunakan SPSS Versi 27, meliputi uji validitas, reliabilitas, deskriptif, korelasi Pearson, dan regresi linier sederhana. Hasil menunjukkan korelasi positif sedang antara gaya kepemimpinan dosen dalam pemberian tugas dan motivasi belajar (r=0,45, p0,05). Regresi linier mengungkapkan bahwa gaya kepemimpinan menjelaskan sekitar 20% variansi motivasi belajar (R²?0,20), dengan komunikasi jelas dan umpan balik konstruktif sebagai prediktor utama. Kesimpulan menyatakan bahwa gaya kepemimpinan suportif dan komunikatif dalam pemberian tugas dapat meningkatkan motivasi belajar. Implikasinya, dosen dianjurkan merancang tugas terstruktur, memberikan arahan jelas, dan menindaklanjuti hasil secara konstruktif. Dan disarankan dengan adanya pelatihan dosen tentang strategi penugasan motivasi, pengembangan rubrik penilaian transparan, serta mekanisme umpan balik terstruktur untuk keberlanjutan motivasi dan evaluasi berkala oleh program studi.
Model Pembelajaran Pendidikan Karakter Berbasis Integrasi Nilai-Nilai Islam pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak Kelas X B di Madrasah Aliyah Hidayatul Mubtadiin Sidoharjo Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan putri, Ruwani; Mustafida, Mustafida; zahro, Finy muslihatuz
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2558

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of a character education learning model based on the integration of Islamic values in shaping students' moral attitudes and behavior. This study used a qualitative, descriptive-analytical approach to assess the effectiveness of a character education learning model based on the integration of Islamic values in shaping the moral attitudes and behavior of grade XB students in the subject of Aqidah Akhlak (Islamic Creed). The study was conducted at Madrasah Aliyah Hidayatul Mubtadiin, South Lampung, in the 2025/2026 academic year. The subjects included Aqidah Akhlak teachers and students selected purposively. Data collection was conducted through observation, in-depth interviews, and documentation, with interactive data analysis. Data validity was ensured through triangulation of sources and methods. The results indicate that the principal's leadership transformation at Madrasah Aliyah Hidayatul Mubtadiin plays a strategic role in improving teacher work ethic and professionalism through the integration of Islamic values into leadership practices and the school's work culture. Transformational leadership that emphasizes exemplary behavior, trustworthiness, and moral responsibility can build teachers' intrinsic awareness in carrying out their professional duties, so that improved performance is driven not only by formal rules but also by a commitment to values and spirituality. Furthermore, ongoing coaching and constructive academic supervision contribute to the development of teachers' pedagogical competence and personality. The integration of Islamic values into the work culture also fosters honest, responsible, and role-model-oriented professional behavior, which positively impacts the quality of education.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model pembelajaran pendidikan karakter berbasis integrasi nilai-nilai Islam dalam membentuk sikap dan perilaku akhlak peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif-analitis untuk mengkaji efektivitas model pembelajaran pendidikan karakter berbasis integrasi nilai-nilai Islam dalam membentuk sikap dan perilaku akhlak peserta didik kelas X B pada mata pelajaran Akidah Akhlak. Penelitian dilaksanakan di Madrasah Aliyah Hidayatul Mubtadiin Lampung Selatan pada tahun pelajaran 2025/2026. Subjek penelitian meliputi guru Akidah Akhlak dan peserta didik yang dipilih secara purposive. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dengan analisis data interaktif serta keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi kepemimpinan kepala sekolah di Madrasah Aliyah Hidayatul Mubtadiin berperan strategis dalam meningkatkan etos kerja dan profesionalisme guru melalui integrasi nilai-nilai Islam dalam praktik kepemimpinan dan budaya kerja sekolah. Kepemimpinan transformasional yang menekankan keteladanan, amanah, dan tanggung jawab moral mampu membangun kesadaran intrinsik guru dalam menjalankan tugas profesional, sehingga peningkatan kinerja tidak hanya didorong oleh aturan formal, tetapi oleh komitmen nilai dan spiritual. Selain itu, pembinaan berkelanjutan dan supervisi akademik yang konstruktif berkontribusi pada pengembangan kompetensi pedagogik dan kepribadian guru. Integrasi nilai-nilai Islam dalam budaya kerja juga membentuk perilaku profesional yang jujur, bertanggung jawab, dan berorientasi pada keteladanan, yang berdampak positif terhadap peningkatan mutu pendidikan.
Penerapan Metode Pembelajaran Inquiry Learning Dalam Meningkatkan Partisipasi Aktif Siswa Pada Mata Pelajaran Fiqih Kelas X Di MA Hidayatul Mubtadiin Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan Maulana, Rizky; Fernadi, M Feri; Zahro, Finy Muslihatuz
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2557

Abstract

This study aims to analyze the application of the Inquiry Learning method to increase active student participation in Fiqh (Islamic jurisprudence) for tenth grade students at MA Hidayatul Mubtadiin Jati Agung, South Lampung Regency. This study used a qualitative approach with a case study design to analyze the application of the Inquiry Learning method in increasing active participation in Fiqh for tenth grade students at MA Hidayatul Mubtadiin Jati Agung. The research subjects included teachers and students directly involved, with data collected through participant observation, in-depth interviews, and learning documentation. Analysis was conducted inductively through reduction, presentation, and drawing conclusions. Data validity was maintained through triangulation of sources and techniques. This design allows for a contextual and comprehensive understanding of the contribution of Inquiry Learning to active student participation. The results of this study indicate that the application of the Inquiry Learning method significantly increased the active participation of tenth grade students in Fiqh learning at MA Hidayatul Mubtadiin Jati Agung. This method encourages students to ask questions, express opinions, and argue logically, even for students who were previously passive. The shift in interaction from teacher-centric to student-centric through discussion and group work strengthens students' roles as subjects of learning and enhances critical thinking skills, communication skills, and self-confidence. The implementation of Inquiry Learning creates an interactive, participatory, and conducive classroom environment, thus supporting deeper mastery of Fiqh material and developing critical thinking competencies and sustainable argumentative skills.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode pembelajaran Inquiry Learning dalam meningkatkan partisipasi aktif siswa pada mata pelajaran Fiqih kelas X di MA Hidayatul Mubtadiin Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk menganalisis penerapan metode Inquiry Learning dalam meningkatkan partisipasi aktif siswa kelas X pada mata pelajaran Fiqih di MA Hidayatul Mubtadiin Jati Agung. Subjek penelitian meliputi guru dan siswa yang terlibat langsung, dengan pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi pembelajaran. Analisis dilakukan secara induktif melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijaga dengan triangulasi sumber dan teknik. Desain ini memungkinkan pemahaman kontekstual dan komprehensif mengenai kontribusi Inquiry Learning terhadap partisipasi aktif siswa. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode Inquiry Learning secara signifikan meningkatkan partisipasi aktif siswa kelas X pada pembelajaran Fiqih di MA Hidayatul Mubtadiin Jati Agung. Metode ini mendorong siswa mengajukan pertanyaan, menyampaikan pendapat, dan berargumentasi secara logis, termasuk bagi siswa yang sebelumnya pasif. Pergeseran interaksi dari guru-sentris ke siswa-sentris melalui diskusi dan kerja kelompok memperkuat peran siswa sebagai subjek pembelajaran serta meningkatkan kemampuan berpikir kritis, keterampilan komunikasi, dan kepercayaan diri. Penerapan Inquiry Learning menciptakan lingkungan kelas yang interaktif, partisipatif, dan kondusif, sehingga mendukung penguasaan materi Fiqih secara lebih mendalam dan membentuk kompetensi berpikir kritis serta kemampuan argumentatif yang berkelanjutan.
Faktor Penyebab Perilaku Membolos dan Peran Layanan Bimbingan dan Konseling Pada Peserta Didik Sanga, Nasarius Ola; Bulor, Rosa Mustika
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i6.2413

Abstract

Truancy remains a common problem in secondary schools, including in class XII B3 of SMA Negeri 3 Kupang City. This behavior not only disrupts the learning process but also impacts discipline, academic achievement, and student-teacher relationships. This study aims to analyze the factors causing truancy and examine the role of Guidance and Counseling (BK) services in addressing this behavior. The study used a descriptive qualitative approach, with five students who had previously skipped school and one BK teacher as subjects. Data collection techniques were conducted through semi-structured interviews and light observations in the school environment. The results showed that truancy was influenced by four main factors: lack of motivation to learn certain subjects, the influence of peer groups, boredom with the busy class schedule, and personal problems within the family environment. BK services have played a role through individual counseling, attendance monitoring, and collaboration with homeroom teachers, but their implementation has not been optimal due to time constraints and the large number of students. This study emphasizes the importance of more intensive, collaborative, and prevention-oriented BK services to minimize truancy in schools.ABSTRAKPerilaku membolos pelajaran masih menjadi permasalahan yang cukup sering terjadi di sekolah menengah, termasuk di kelas XII B3 SMA Negeri 3 Kota Kupang. Perilaku ini tidak hanya mengganggu proses pembelajaran, tetapi juga berdampak pada kedisiplinan, prestasi akademik, serta hubungan peserta didik dengan guru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab perilaku membolos pelajaran dan mengkaji peran layanan Bimbingan dan Konseling (BK) dalam menangani perilaku tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek lima peserta didik yang pernah melakukan tindakan membolos dan satu guru BK. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi ringan di lingkungan sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku membolos dipengaruhi oleh empat faktor utama, yaitu kurangnya motivasi belajar pada mata pelajaran tertentu, pengaruh pergaulan teman sebaya, kejenuhan terhadap jadwal pelajaran yang padat, serta permasalahan pribadi di lingkungan keluarga. Layanan BK telah berperan melalui konseling individual, pemantauan kehadiran, dan kerja sama dengan wali kelas, namun pelaksanaannya belum optimal karena keterbatasan waktu dan jumlah peserta didik yang banyak. Penelitian ini menegaskan pentingnya layanan BK yang lebih intensif, kolaboratif, dan berorientasi pada pencegahan sejak dini untuk meminimalkan perilaku membolos di sekolah.
Analisis Konseptual Pemikiran Pendidikan Ki Hadjar Dewantara Dan Relevansinya Terhadap Implementasi Kurikulum Merdeka Di Indonesia Faiz, Abdurrahman; Yudesthira, Redy Eka; Alim, Adam Ahmad Syahrul
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2339

Abstract

The background of this research arises from the need to integrate local philosophical values into the modern education system in the era of digital transformation. Although Ki Hadjar Dewantara's thinking has long been the foundation of education in Indonesia, in-depth analysis of its specific relevance to the Merdeka Curriculum policy is still limited in the current literature. The purpose of this study is to conceptually analyse the relevance of Ki Hadjar Dewantara's educational thinking to the implementation of the Merdeka Curriculum in Indonesia in order to fill the gap in systematic studies on this subject. The research method used is library research with a descriptive qualitative approach. The data analysis technique follows the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study confirm that the Merdeka Curriculum is a modern actualisation of Dewantara's philosophy. The main findings show harmony in five key points: the concept of ‘liberating humans’ manifested in flexibility of interests and talents; the role of teachers as facilitators (Among System) in student-centred learning; integration of local content as a form of culture-based education; character building through the Pancasila Student profile; and adaptation of education to the nature of the times through digital transformation. This research makes a valuable contribution to supporting the philosophical legitimacy of the Merdeka Curriculum as a strategic instrument for ensuring the sustainability of national education discourse based on national identity while remaining globally relevant.ABSTRAKLatar belakang penelitian ini berangkat dari kebutuhan untuk mengintegrasikan nilai-nilai filosofis lokal ke dalam sistem pendidikan modern di era transformasi digital. Meskipun pemikiran Ki Hadjar Dewantara telah lama menjadi fondasi pendidikan di Indonesia, analisis mendalam mengenai keterkaitannya secara spesifik dengan kebijakan Kurikulum Merdeka masih terbatas dalam literatur saat ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis secara konseptual relevansi pemikiran pendidikan Ki Hadjar Dewantara terhadap implementasi Kurikulum Merdeka di Indonesia guna mengisi kekosongan kajian sistematis terkait hal tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik analisis data mengikuti model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengonfirmasi bahwa Kurikulum Merdeka merupakan aktualisasi modern dari filsafat Dewantara. Temuan utama menunjukkan adanya keselarasan pada lima poin kunci: konsep "memerdekakan manusia" yang terwujud dalam fleksibilitas minat dan bakat; peran guru sebagai fasilitator (Sistem Among) dalam pembelajaran berpusat pada siswa; integrasi muatan lokal sebagai bentuk pendidikan berbasis budaya; penguatan karakter melalui profil Pelajar Pancasila; serta adaptasi pendidikan terhadap kodrat alam dan zaman melalui transformasi digital. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan dalam memperkokoh legitimasi filosofis Kurikulum Merdeka sebagai instrumen strategis untuk menjamin keberlanjutan wacana pendidikan nasional yang berakar pada jati diri bangsa namun tetap relevan secara global.

Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 5 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 4 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 3 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 2 (2025): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 1 (2025): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 6 (2024): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 5 (2024): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 3 (2024): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 1 (2024): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 6 (2023): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 5 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 4 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 3 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 2 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 1 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 6 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 5 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 4 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 3 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 2 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 1 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 1, No 3 (2021): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 1, No 2 (2021): Jurnal Pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian dan Inovasi Vol 1, No 1 (2021): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi More Issue