cover
Contact Name
Elan Jaelan
Contact Email
redaksi.penerbitwidina@gmail.com
Phone
+628157000699
Journal Mail Official
redaksi.penerbitwidina@gmail.com
Editorial Address
CV. Widina Media Utama Komp. Puri Melia Asri Blok C3 No. 17 Kec. Solokan Jeruk Kab. Bandung.
Location
Kab. bandung,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN INDONESIA: Teori, Penelitian, dan Inovasi
Published by Widina Media Utama
ISSN : -     EISSN : 28073878     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi adalah jurnal peer-review yang memiliki ISSN (2807-3878) yang diterbitkan oleh Penerbit Widina di bawah Badan Hukum CV. Widina Media Utama sejak tahun 2021. JPI merupakan media terintegrasi untuk komunikasi berkelanjutan terkait dengan temuan penelitian baru yang signifikan terkait dengan pendidikan, termasuk: bidang penelitian pendidikan dalam pengajaran, pembelajaran dan pengajaran, pengembangan kurikulum, lingkungan belajar, pendidikan guru, teknologi pendidikan, dan pengembangan pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 426 Documents
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN AKHLAK REMAJA ERA SOCIETY 5.0 Murni, Murni
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i6.2249

Abstract

The concept of Society 5.0 enables humans to utilize technology-based knowledge to provide services for humans. The goal of Society 5.0 is to create a society that enjoys life and feels comfortable. The industrial revolution has brought changes to all areas of life, including education, the economy, the world of work, and human lifestyles, which have certainly had a profound impact on human civilization in this era. The existence of Society 5.0 has both positive and negative impacts on the moral development of Indonesian teenagers in particular. The positive impact of Society 5.0 on teenagers is that it gives them the opportunity to express themselves through the works they create. Many cases of teenagers today have declining moral values, caused by the influence of advanced technology. Among the moral phenomena observed among teenagers in the era of Society 5.0 are neglecting the obligations of prayer and study, a lack of manners, bullying, promiscuity, screen aggression, and sextortion, as discussed in the previous chapter. And this certainly does not happen by itself; there are many factors that cause it, including the low level of family education, particularly in terms of religious knowledge, smartphone addiction, and the misuse of the internet and social media. However, what is important here is the role of parents in educating their children about the use of today's sophisticated technology and instilling good moral values in them to avoid harmful and unproductive behaviors.ABSTRAK Konsep Society 5.0 membuka jalan bagi manusia untuk memanfaatkan ilmu pengetahuan berbasis teknologi, sekaligus menyuguhkan layanan yang mempermudah kehidupan sehari-hari. Visi dari Society 5.0 adalah menciptakan komunitas yang mampu menikmati hidup secara maksimal dan merasakan kenyamanan yang menyeluruh. Revolusi industri telah memicu transformasi di berbagai aspek kehidupan mulai dari pendidikan, ekonomi, dunia kerja, hingga pola hidup manusia yang berimbas signifikan pada peradaban manusia di era modern ini. Kehadiran Society 5.0 membawa dampak ganda bagi perkembangan moral di kalangan remaja Indonesia. Dampak positifnya terlihat dari kesempatan yang diberikan kepada remaja untuk menyalurkan ekspresi diri melalui karya-karya kreatif mereka secara optimal. Namun, banyak fenomena negatif juga muncul: penurunan akhlak akibat pengaruh teknologi canggih, seperti mengabaikan kewajiban shalat dan belajar, berkurangnya tata krama, perilaku bullying, pergaulan bebas, hingga munculnya agresi digital yang dikenal sebagai screen-aggression. Sextortion (sekstorsi), sebagaimana telah dijelaskan di bab sebelumnya, tidak muncul secara tiba-tiba. Banyak faktor yang melatarbelakangi, antara lain rendahnya tingkat pendidikan keluarga khususnya dalam ilmu agama, ketergantungan pada smartphone, serta penyalahgunaan internet dan media sosial. Yang menjadi poin krusial adalah peran orang tua dalam memberikan pendidikan mengenai pemanfaatan teknologi yang begitu canggih, sekaligus menanamkan nilai-nilai akhlak yang mulia kepada anak, agar mereka terhindar dari perilaku negatif dan dapat meraih manfaat yang baik
Pengaruh Self-Efficacy terhadap Fear of Failure pada Mahasiswa Tahun Pertama Program Sarjana: Studi pada Perguruan Tinggi di DKI Jakarta Martajaya, Philicia Christanti; Kartasasmita, Sandi
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i6.2345

Abstract

The early years of college place students in a complex adaptation period, marked by changes in academic demands, social relationships, emotional regulation, and institutional systems that have the potential to trigger psychological stress. The inability to manage these demands can lead to the emergence of fear of failure, namely the tendency of individuals to perceive situations with the possibility of failure as a threat. In this context, self-efficacy plays a role as an important psychological factor that influences how individuals respond to challenges and direct behavior towards achieving success. This study aims to analyze the effect of self-efficacy on fear of failure in first-year undergraduate students through a quantitative approach with simple linear regression analysis. The study participants were 251 students recruited using a purposive sampling technique. Data collection was carried out using the Performance Failure Appraisal Inventory (PFAI; ? = .938) and the Indonesian version of the General Self-Efficacy Scale (GSES) (? = .829). The results of the analysis showed that self-efficacy had a significant negative effect on fear of failure with a contribution of 31.5% (p .05). The largest impact was found in the Fear of Devaluing One’s Self-Estimate (FDSE; 30.2%, ? = ?.550, p .05) dimension, while the lowest contribution was found in the Fear of Upsetting Important Others (FUIO; 15.5%, ? = ?.393, p .05) dimension. These findings indicate that self-efficacy plays a greater role in the fear of failure aspect related to internal self-evaluation than external social evaluation. Overall, this study enriches the study of educational psychology by providing an empirical understanding of the role of self-efficacy on the fear of failure in first-year students in the context of Indonesian higher education, while also opening up opportunities to explore other psychological factors that contribute to the dynamics of fear of failure.ABSTRAKMasa awal perkuliahan menempatkan mahasiswa pada periode adaptasi yang kompleks, ditandai oleh perubahan tuntutan akademik, relasi sosial, regulasi emosional, dan sistem institusional yang berpotensi memicu tekanan psikologis. Ketidakmampuan mengelola tuntutan tersebut dapat mendorong munculnya fear of failure, yakni kecenderungan individu untuk memersepsikan situasi dengan peluang gagal sebagai ancaman. Dalam konteks ini, self-efficacy berperan sebagai faktor psikologis penting yang memengaruhi cara individu merespons tantangan dan mengarahkan perilaku menuju pencapaian keberhasilan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh self-efficacy terhadap fear of failure pada mahasiswa tahun pertama program sarjana melalui pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linier sederhana. Partisipan penelitian berjumlah 251 mahasiswa yang direkrut menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Performance Failure Appraisal Inventory (PFAI; ? = .938) dan General Self-Efficacy Scale (GSES) versi Indonesia (? = .829). Hasil analisis menunjukkan bahwa self-efficacy memiliki pengaruh negatif yang signifikan terhadap fear of failure dengan kontribusi sebesar 31.5% (p .05). Dampak terbesar ditemukan pada dimensi Fear of Devaluing One’s Self-Estimate (FDSE; 30.2%, ? = ?.550, p .05), sedangkan kontribusi terendah terdapat pada dimensi Fear of Upsetting Important Others (FUIO; 15.5%, ? = ?.393, p .05). Temuan ini mengindikasikan bahwa self-efficacy lebih berperan dalam aspek fear of failure yang berkaitan dengan evaluasi diri internal dibandingkan evaluasi sosial eksternal. Secara keseluruhan, penelitian ini memperkaya kajian psikologi pendidikan dengan memberikan pemahaman empiris mengenai peran self-efficacy terhadap fear of failure pada mahasiswa tahun pertama di konteks pendidikan tinggi Indonesia, sekaligus membuka peluang eksplorasi faktor psikologis lain yang berkontribusi terhadap dinamika ketakutan akan kegagalan.
Penggunaan Model Pembelajaran Inquiry Pada Materi IPA Terintegrasi Al - Qur'an Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII C Di Mts Hidayatul Mubtadiin Sidoharjo Kec. Jati Agung Kab Lampung Selatan Kibtiyah, Maryatul; satria, Alfahmi Aji; Novianti, Ratika
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2534

Abstract

This study aims to examine the extent to which the application of the inquiry learning model in science learning integrated with the Qur'an can improve the learning outcomes of class VIII C students at MTs Hidayatul Mubtadiin. The study was conducted using a qualitative approach through a case study design to understand the effectiveness of the application of inquiry in the learning context. The research participants involved 32 class VIII C students and a science teacher who acted as a manager and facilitator of the learning process. Data collection was carried out through participant observation, semi-structured interviews, and review of learning documents, which were then analyzed using thematic analysis. Data validity was maintained through the application of triangulation and member checking. This study places cultural background and religious values as important contexts to describe the role of inquiry in developing active learning, critical reasoning skills, and mastery of science concepts in an integrated manner. The results of the study indicate that inquiry learning in science material integrated with the Qur'an has a positive impact on improving the quality of learning in class VIII C MTs Hidayatul Mubtadiin. This approach encourages students to actively engage through questioning, discussion, and independent experimentation, making the learning process more dynamic and relevant. Furthermore, inquiry contributes to strengthening critical and analytical thinking skills, as reflected in students' ability to identify problems, formulate hypotheses, and rationally evaluate experimental results. The integration of Quranic values into learning has also been shown to enrich cognitive understanding while fostering students' affective and spiritual development. These findings confirm that the inquiry model deserves to be positioned as an effective pedagogical strategy for realizing holistic, participatory, and meaningful science learning.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan menelaah sejauh mana penerapan model pembelajaran inquiry pada pembelajaran IPA yang dipadukan dengan Al-Qur’an mampu meningkatkan capaian belajar siswa kelas VIII C di MTs Hidayatul Mubtadiin. Kajian dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui rancangan studi kasus guna memahami efektivitas penerapan inquiry dalam konteks pembelajaran tersebut. Partisipan penelitian melibatkan 32 siswa kelas VIII C serta guru IPA yang berperan sebagai pengelola dan pendamping proses belajar. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan penelaahan dokumen pembelajaran, yang selanjutnya dianalisis menggunakan analisis tematik. Keabsahan data dijaga melalui penerapan triangulasi dan pengecekan anggota (member checking). Penelitian ini menempatkan latar budaya dan nilai religius sebagai konteks penting untuk menggambarkan peran inquiry dalam mengembangkan keaktifan belajar, kemampuan bernalar kritis, serta penguasaan konsep IPA secara terpadu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran inquiry pada materi IPA terintegrasi Al-Qur’an memberikan dampak positif terhadap peningkatan mutu pembelajaran di kelas VIII C MTs Hidayatul Mubtadiin. Pendekatan ini mendorong siswa terlibat aktif melalui aktivitas bertanya, berdiskusi, dan melakukan percobaan secara mandiri, sehingga proses belajar berlangsung lebih dinamis dan relevan. Selain itu, inquiry berkontribusi pada penguatan kemampuan berpikir kritis dan analitis, yang tercermin dari kecakapan siswa dalam mengenali masalah, menyusun hipotesis, serta menilai hasil eksperimen secara rasional. Integrasi nilai-nilai Al-Qur’an dalam pembelajaran juga terbukti memperkaya pemahaman kognitif sekaligus menumbuhkan aspek afektif dan spiritual peserta didik. Temuan ini menegaskan bahwa model inquiry layak diposisikan sebagai strategi pedagogik yang efektif untuk mewujudkan pembelajaran IPA yang utuh, partisipatif, dan bermakna.
Paradoks Standardisasi Akademik dalam Pendidikan Vokasi: Analisis Kritis Kebijakan TKA Melalui Studi Dokumen Permendikdasmen No. 9/2025 Hertanto, Yudhi; Prasetyono, Hendro
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i6.2320

Abstract

This article examines the paradox of academic standardization in vocational education through a critical analysis of Permendikdasmen No. 9/2025 on the Academic Ability Test (TKA) for vocational high school (SMK) students. The policy positions cognitive ability as the primary instrument for selection and evaluation, whereas vocational education philosophically emphasizes practical competence, technical skills, and industry-based work experience. This study employs a qualitative approach using document analysis, regulatory review, and comparative literature on vocational education, authentic assessment, and washback effect theory. The findings indicate a misalignment between the characteristics of the TKA and the needs of the SMK ecosystem. Emphasis on cognitive testing may shift learning orientation, marginalize vocational competencies, and generate negative washback on teaching strategies and learning processes. The uniform application of TKA also risks narrowing the goals of vocational education, which should ideally respond to labor market demands. The study concludes that academic standardization must be formulated more contextually by positioning competency-based assessment as the primary instrument and the TKA as a proportional complement. A policy reorientation is required to ensure that vocational education remains relevant, adaptive, and capable of producing graduates who meet industry needs.ABSTRAKArtikel ini mengkaji paradoks standardisasi akademik dalam pendidikan vokasi melalui analisis kritis terhadap Permendikdasmen No. 9/2025 tentang Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi siswa SMK. Kebijakan tersebut menempatkan kemampuan kognitif sebagai instrumen seleksi dan evaluasi utama, sementara pendidikan vokasi secara filosofis menekankan kompetensi praktik, keterampilan teknis, dan pengalaman kerja berbasis industri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis dokumen, kajian regulasi, dan komparasi literatur terkait pendidikan vokasi, asesmen autentik, dan teori washback effect. Temuan menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara karakteristik TKA dan kebutuhan ekosistem SMK, di mana penekanan pada tes kognitif berpotensi menggeser orientasi pembelajaran, meminggirkan kompetensi vokasional, serta memunculkan dampak balik negatif terhadap strategi pengajaran dan proses belajar. Penerapan TKA secara seragam juga menimbulkan risiko penyempitan tujuan pendidikan vokasi yang idealnya responsif terhadap kebutuhan dunia kerja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa standardisasi akademik harus dirumuskan secara lebih kontekstual, dengan menempatkan asesmen berbasis kompetensi sebagai instrumen utama dan TKA sebagai pelengkap yang proporsional. Reorientasi kebijakan diperlukan agar pendidikan vokasi tetap relevan, adaptif, dan mampu menghasilkan lulusan yang sesuai dengan tuntutan industri. Penelitian ini perspektif baru dalam merumuskan asesmen vokasional berbasis kompetensi.
Analisis sastra lisan Tale Naek Jui sebagai literasi Pendidikan budaya lokal Fitriyeni, Nadia; Helty, Helty; Wilyanti, Liza Septa
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2687

Abstract

This study aims to describe the meaning of the language contained in the oral literature Tale Naek Jui and analyze its role in strengthening literacy and local cultural education of the people of Semumu Village, Kerinci Regency. This study uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques in the form of interviews, observation, and documentation. Data analysis is carried out in stages through the process of data reduction, data presentation, and drawing conclusions, which is strengthened by the application of triangulation of sources and methods to ensure the validity of the data. The results show that the language in Tale Naek Jui contains two layers of meaning, namely denotative meaning and connotative meaning. Denotative meaning is seen in the literal meaning of the speech and events conveyed in the storyline, while the connotative meaning is reflected through the use of natural symbols, such as hills, forests, and springs, which represent moral, social, and philosophical values of life of the Kerinci people. The existence of these two types of meanings shows that Tale Naek Jui does not only function as a means of traditional entertainment, but also as an educational medium that contains teachings of values, local wisdom, and character building. In the context of local cultural education, Tale Naek Jui has the potential to be used as a cultural-based learning resource that supports the instillation of noble values, strengthening cultural identity, and developing an appreciative attitude towards regional cultural heritage in the younger generation.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna bahasa yang terkandung dalam sastra lisan Tale Naek Jui serta menganalisis peranannya dalam memperkuat literasi dan pendidikan budaya lokal masyarakat Desa Semumu, Kabupaten Kerinci. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara bertahap melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, yang diperkuat dengan penerapan triangulasi sumber dan metode untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa dalam Tale Naek Jui mengandung dua lapisan makna, yaitu makna denotatif dan makna konotatif. Makna denotatif tampak pada arti harfiah tuturan serta peristiwa yang disampaikan dalam alur cerita, sedangkan makna konotatif tercermin melalui penggunaan simbol-simbol alam, seperti bukit, hutan, dan mata air, yang merepresentasikan nilai-nilai moral, sosial, dan filosofi kehidupan masyarakat Kerinci. Keberadaan kedua jenis makna tersebut menunjukkan bahwa Tale Naek Jui tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan tradisional, tetapi juga sebagai media edukatif yang mengandung ajaran nilai, kearifan lokal, serta pembentukan karakter. Dalam konteks pendidikan budaya lokal, Tale Naek Jui berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran berbasis budaya yang mendukung penanaman nilai-nilai luhur, penguatan identitas budaya, serta pengembangan sikap apresiatif terhadap warisan budaya daerah pada generasi muda.
Kemampuan Dasar Dalam Menulis Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa Semester I Program Studi Teknik Elektro Di Universitas Pamulang Puspasari, Fitri; Irwanto, Irwanto; Ramadhan, Fajar; Mirza, Muhamad Rizqi; Maulana, Muhamad Rizqi
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i6.2216

Abstract

Writing can be understood as the activity of processing ideas into written text that serves to convey information to others. In the context of communication, writing plays a crucial role because the clarity of message delivery is largely determined by the quality of the writing. However, in lecture practice, writing is often considered one of the most challenging forms of learning for students. This article was written with the aim of describing the level of ability of Electrical Engineering Study Program students in writing papers. The research approach applied is descriptive quantitative, where the data obtained are analyzed and presented systematically. The research subjects included all first-semester students of the Electrical Engineering Study Program, with class 01ELSM001 as the research sample. The measurement results showed that 20 students obtained scores above 90, while 10 others were below that score. Based on these findings, it can be concluded that the ability to write scientific papers of class 01ELSM001 students of the Electrical Engineering Study Program, Pamulang University, has met the classical learning completion standards set by the university, which is a minimum of 75.ABSTRAKMenulis dapat dipahami sebagai kegiatan mengolah gagasan menjadi teks tertulis yang berfungsi menyampaikan informasi kepada pihak lain. Dalam konteks komunikasi, tulisan memegang peranan penting karena kejelasan penyampaian pesan sangat ditentukan oleh kualitas tulisan tersebut. Meskipun demikian, dalam praktik perkuliahan, aktivitas menulis kerap dianggap sebagai salah satu bentuk pembelajaran yang paling menantang bagi mahasiswa. Artikel ini disusun dengan tujuan untuk menggambarkan tingkat kemampuan mahasiswa Program Studi Teknik Elektro dalam menyusun makalah. Pendekatan penelitian yang diterapkan adalah deskriptif kuantitatif, di mana data yang diperoleh dianalisis dan disajikan secara sistematis. Subjek penelitian mencakup seluruh mahasiswa semester pertama Program Studi Teknik Elektro, dengan kelas 01ELSM001 sebagai sampel penelitian. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa 20 mahasiswa memperoleh skor di atas 90, sementara 10 mahasiswa lainnya berada di bawah nilai tersebut. Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa kemampuan menulis karya tulis ilmiah mahasiswa kelas 01ELSM001 Program Studi Teknik Elektro Universitas Pamulang telah memenuhi standar ketuntasan belajar klasikal yang ditetapkan oleh universitas, yakni minimal 75.
Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Mengatasi Perilaku Bullying: Studi Kualitatif di MIN 15 Aceh Besar Mirdhatillah, Mirdhatillah; Mardhiah, Ainal; Rijal, Fakhrul; Nurbayani, Nurbayani
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.1665

Abstract

Bullying in schools is a social problem that has serious impacts on the mental well-being and physical condition of students who experience it. This study aims to examine the various forms of bullying and the efforts made by Islamic Religious Education teachers to suppress this behavior at MIN 15 Aceh Besar. A qualitative approach was used in this study, collecting data through observation and interviews. The research findings show that bullying most often occurs in verbal forms such as teasing that offends family identity and derogatory remarks and physical acts such as pushing and taking belongings from peers without consent. In response, Islamic Religious Education teachers implement preventative measures through engaging learning activities, reinforcing religious values, and creating a friendly and inclusive school climate. However, the implementation of these strategies still faces several obstacles, including emotional pressure on students from the family environment, weak communication between the school and parents, and excessive parental involvement in student conflicts. Therefore, close synergy between educators, families, and all school elements is crucial in creating a safe learning environment free from bullying.ABSTRAKPerundungan di sekolah merupakan persoalan sosial yang menimbulkan dampak serius terhadap kesejahteraan mental dan kondisi fisik peserta didik yang mengalaminya. Penelitian ini bertujuan mengkaji ragam bentuk bullying serta upaya yang dilakukan oleh guru Pendidikan Agama Islam dalam menekan perilaku tersebut di MIN 15 Aceh Besar. Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan pengumpulan data melalui kegiatan observasi dan wawancara. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa perundungan paling sering muncul dalam bentuk verbal—seperti olok-olok yang menyinggung identitas keluarga dan ujaran merendahkan—serta tindakan fisik berupa dorongan dan pengambilan barang milik teman tanpa persetujuan. Dalam merespons kondisi tersebut, guru Pendidikan Agama Islam menerapkan langkah-langkah pencegahan melalui aktivitas pembelajaran yang bersifat menarik, penguatan nilai-nilai keagamaan, dan pembentukan iklim sekolah yang ramah serta inklusif. Namun, pelaksanaan strategi ini masih menghadapi sejumlah hambatan, antara lain tekanan emosional siswa yang berasal dari lingkungan keluarga, lemahnya komunikasi antara pihak sekolah dan orang tua, serta keterlibatan orang tua yang berlebihan dalam konflik siswa. Oleh sebab itu, sinergi yang erat antara pendidik, keluarga, dan seluruh unsur sekolah menjadi faktor krusial dalam mewujudkan lingkungan belajar yang aman dan terbebas dari praktik bullying.
Pengaruh Metode Game Based Learning Terhadap Peningkatan Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Akidah Akhlaq Kelas VIII A Di Mts Hidayatul Mubtadiin Desa Sidoharjo Kecamatan Jati Agung Lampung Selatan Ofriantika, Septi; Pujianti, Etika; Mashurin, Mashurin
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2559

Abstract

This study aims to analyze in depth the effect of Game-Based Learning implementation on improving student learning motivation in the Aqidah Akhlaq subject in class VIII A at MTs Hidayatul Mubtadiin, South Lampung. This study used a quantitative approach with a quasi-experimental design to analyze the effect of the Game-Based Learning (GBL) method on student learning motivation in the Aqidah Akhlaq subject at MTs Hidayatul Mubtadiin, South Lampung. The sample consisted of 22 students in the experimental class and 20 students in the control class, determined through purposive sampling. The independent variable was GBL, while learning motivation was measured through a Likert questionnaire, observation, and documentation. Data were analyzed using normality tests, homogeneity tests, and independent samples t-tests to examine differences in motivation between groups. This study shows that the implementation of the Game-Based Learning (GBL) method has a positive effect on student learning motivation in the Aqidah Akhlaq subject. The experimental group participating in game-based learning had higher average motivation than the control group. The results of the normality and homogeneity of variance tests indicate that the data meets most of the assumptions of the parametric analysis, thus validating the Independent Samples t-test. GBL increases student interest, engagement, and enthusiasm through interactive, collaborative, and reflective learning experiences, in line with constructivist and active learning principles. This method also supports affective motivation by creating a fun learning environment, reducing boredom, and strengthening social and academic interactions, making it a suitable strategy for effective and holistic Islamic religious learning.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam pengaruh penerapan Game Based Learning terhadap peningkatan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Akidah Akhlaq kelas VIII A di MTs Hidayatul Mubtadiin Lampung Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu untuk menganalisis pengaruh metode Game Based Learning (GBL) terhadap motivasi belajar siswa mata pelajaran Akidah Akhlaq di MTs Hidayatul Mubtadiin, Lampung Selatan. Sampel terdiri dari 22 siswa kelas eksperimen dan 20 siswa kelas kontrol, ditentukan melalui purposive sampling. Variabel bebas adalah GBL, sedangkan motivasi belajar sebagai variabel terikat diukur melalui angket Likert, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, homogenitas, dan independent samples t-test untuk menguji perbedaan motivasi antar kelompok. Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode Game Based Learning (GBL) berpengaruh positif terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Akidah Akhlaq. Kelompok eksperimen yang mengikuti pembelajaran berbasis permainan memiliki rata-rata motivasi lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Hasil uji normalitas dan homogenitas varians menunjukkan data memenuhi sebagian besar asumsi analisis parametrik, sehingga uji Independent Samples t-test dapat dilakukan secara valid. GBL meningkatkan ketertarikan, keterlibatan, dan antusiasme siswa melalui pengalaman belajar interaktif, kolaboratif, dan reflektif, sejalan dengan prinsip constructivist dan active learning. Metode ini juga mendukung motivasi afektif dengan menciptakan lingkungan belajar menyenangkan, mengurangi kejenuhan, serta memperkuat interaksi sosial dan akademik, sehingga layak dijadikan strategi pembelajaran agama Islam yang efektif dan holistik.
Pengaruh Promosi Dan Reputasi Perusahaan Terhadap Keputusan Masyarakat Menggunakan Jasa Perjalan Ibadah Haji Dan Umrah Pada PT. Amara Tour & Travel. Dewi, Asfia Luhita; Hasan, Mustaqim; Fernadi, M. Feri
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2532

Abstract

The purpose of this study is to analyze the influence of company promotion and reputation on people's decisions to use the Hajj and Umrah travel services of PT. Amara Tour Travel in Lampung. This study hopes to provide an empirical understanding of how these two factors interact to shape rational and reflective consumer decisions. This study uses a qualitative approach with a case study design to explore the influence of PT. Amara Tour Travel's promotion and reputation on people's decisions to use Hajj and Umrah travel services in Lampung. Informants were selected purposively, including pilgrims who have used the services, prospective pilgrims, and company management. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation of promotions and the company's track record. Analysis was conducted thematically with source triangulation to maintain validity, so that the findings illustrate the community's decision-making process and the relevance of trust-based marketing strategies. The results of this study indicate that people's decisions to use PT. Amara Tour Travel's Hajj and Umrah travel services are influenced by perceptions of promotion, company reputation, and the interaction between the two. Informative, transparent, and consistent promotion helps prospective pilgrims understand the service, reduces uncertainty, and provides a sense of security. A company's reputation, reflected in testimonials, customer experience, and official certifications, builds trust and strengthens public confidence. The interaction of promotions and reputation fosters more confident and informed decision-making. A communication strategy that integrates these two factors increases trust, minimizes doubt, and fosters loyalty. The conclusion underscores the importance of consistent promotions and a strong reputation to support positive decisions and sustainable business growth.ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh promosi dan reputasi perusahaan terhadap keputusan masyarakat dalam menggunakan jasa perjalanan ibadah haji dan umrah pada PT. Amara Tour Travel di Lampung, dengan harapan dapat memberikan pemahaman empiris mengenai bagaimana kedua faktor tersebut berinteraksi dalam membentuk keputusan konsumen yang bersifat rasional dan reflektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk mengeksplorasi pengaruh promosi dan reputasi PT. Amara Tour Travel terhadap keputusan masyarakat menggunakan jasa perjalanan ibadah haji dan umrah di Lampung. Informan dipilih secara purposive, meliputi jamaah yang telah menggunakan jasa, calon jamaah, dan manajemen perusahaan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi promosi serta rekam jejak perusahaan. Analisis dilakukan secara tematik dengan triangulasi sumber untuk menjaga validitas, sehingga temuan menggambarkan proses pengambilan keputusan masyarakat dan relevansi strategi pemasaran berbasis kepercayaan. Hasil Penelitian ini Menunjukkan Bahwa Keputusan masyarakat dalam menggunakan jasa perjalanan ibadah haji dan umrah pada PT. Amara Tour Travel dipengaruhi oleh persepsi terhadap promosi, reputasi perusahaan, dan interaksi keduanya. Promosi yang informatif, transparan, dan konsisten membantu calon jamaah memahami layanan, mengurangi ketidakpastian, dan memberikan rasa aman. Reputasi perusahaan, tercermin dari testimoni, catatan keberangkatan, dan sertifikasi resmi, membangun kepercayaan dan memperkuat keyakinan masyarakat. Interaksi promosi dan reputasi memperkuat pengambilan keputusan yang lebih yakin dan terinformasi. Strategi komunikasi yang mengintegrasikan kedua faktor ini meningkatkan kepercayaan, meminimalkan keraguan, dan mendorong loyalitas. Kesimpulan menegaskan pentingnya konsistensi promosi dan reputasi yang kuat untuk mendukung keputusan positif dan pertumbuhan bisnis berkelanjutan.
Penerapan Model Focus Group Discussion untuk Meningkatkan Kompetensi Keagamaan Siswa SMK Negeri 1 Tarano: Sebuah Studi Kualitatif Soviya, Ovi; Safitri, Lina Eta; Musmulyadin, Musmulyadin
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i6.2311

Abstract

This study aims to analyze the implementation of Focus Group Discussions (FGDs) in Islamic Religious Education (PAI) learning and its contribution to strengthening the religious competence of students at SMK Negeri 1 Tarano. PAI learning at the vocational high school level still faces the challenge of low student engagement, so more interactive and collaborative strategies are needed. This study used a descriptive qualitative approach involving PAI teachers and 25 grade XI students as participants. Data were collected through observation, interviews, documentation, and competency assessment using cognitive, affective, and psychomotor rubrics. The results showed that the implementation of FGDs significantly increased student engagement, characterized by an active participation rate of 80–88%, the ability to express opinions of 77–83%, and social interaction of 75–81%. Improvements in religious competence were also seen in the cognitive (78–85%), affective (75–82%), and psychomotor (74–80%) aspects. Qualitative findings showed that the small group atmosphere, social closeness, and targeted teacher moderation contributed positively to the smooth discussion, while time constraints were the main obstacles. Overall, the FGDs were effective in deepening understanding, increasing students' confidence in speaking, and encouraging internalization of religious values. This research provides a practical contribution to the development of dialogue- and collaboration-based Islamic Religious Education (PAI) learning models. However, further research is needed with a wider range of schools and duration to strengthen the generalizability of the findings.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Focus Group Discussion (FGD) dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) serta kontribusinya terhadap penguatan kompetensi keagamaan siswa SMK Negeri 1 Tarano. Pembelajaran PAI di tingkat SMK masih menghadapi tantangan rendahnya keterlibatan siswa, sehingga diperlukan strategi yang lebih interaktif dan kolaboratif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan guru PAI dan 25 siswa kelas XI sebagai partisipan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan penilaian kompetensi menggunakan rubrik kognitif, afektif, dan psikomotorik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi FGD mampu meningkatkan keterlibatan siswa secara signifikan, ditandai oleh tingkat partisipasi aktif 80–88%, kemampuan menyampaikan pendapat 77–83%, serta interaksi sosial 75–81%. Peningkatan kompetensi keagamaan juga terlihat pada aspek kognitif (78–85%), afektif (75–82%), dan psikomotorik (74–80%). Temuan kualitatif memperlihatkan bahwa suasana kelompok kecil, kedekatan sosial, dan moderasi guru yang terarah berkontribusi positif terhadap kelancaran diskusi, sementara keterbatasan waktu menjadi hambatan utama. Secara keseluruhan, FGD efektif dalam memperdalam pemahaman, meningkatkan keberanian berbicara, dan mendorong internalisasi nilai-nilai keagamaan siswa. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi pengembangan model pembelajaran PAI berbasis dialog dan kolaborasi, namun penelitian lebih lanjut diperlukan dengan cakupan sekolah dan durasi yang lebih luas untuk memperkuat generalisasi temuan.

Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 5 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 4 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 3 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 2 (2025): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 1 (2025): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 6 (2024): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 5 (2024): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 3 (2024): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 1 (2024): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 6 (2023): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 5 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 4 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 3 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 2 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 1 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 6 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 5 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 4 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 3 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 2 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 1 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 1, No 3 (2021): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 1, No 2 (2021): Jurnal Pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian dan Inovasi Vol 1, No 1 (2021): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi More Issue