cover
Contact Name
Halwan Alfisa Saifullah
Contact Email
halwan@ft.uns.ac.id
Phone
+6282133085744
Journal Mail Official
halwan@ft.uns.ac.id
Editorial Address
Matriks Teknik Sipil Gedung IV lt. 1 Jurusan Teknik Sipil Jl. Ir. Sutami 36A Surakarta Jawa Tengah - Indonesia 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Matriks Teknik Sipil
ISSN : 23548630     EISSN : 27234223     DOI : -
Matrik Teknik Sipil adalah open access journal yang mempublikasikan penelitian di bidang struktur, hidrologi, transportasi, geoteknik dan management proyek. Matriks Teknik Sipil diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret. Jurnal ini menyediakan open access yang pada prinsipnya membuat riset tersedia secara gratis untuk publik dan akan mensupport pertukaran pengetahuan global terbesar.
Articles 953 Documents
EKSTRAKSI ASBUTON DENGAN METODE ASBUTON EMULSI MENGGUNAKAN EMULGATOR COCAMIDE DEA DITINJAU DARI KONSENTRASI HCL DAN WAKTU EKSTRAKSI Dhani Ardhyanto; Djoko Sarwono; Ary Setyawan
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2013): Maret 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v1i1.37568

Abstract

Asbuton merupakan aspal alam yang terdapat di pulau buton dapat menjadi altenatif untuk memenuhi kebutuhan aspal di Indonesia. Saat ini pemanfaatan asbuton belum optimal dikarenakan teknologi untuk mengolah asbuton kurang efisien dan sulit pelaksanaannya. Diperlukan penelitian tentang pemanfaatan asbuton sebagai pengganti aspal minyak, salah satunya untuk pembuatan asbuton emulsi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen di labolatorium. Phasa padat asbuton emulsi merupakan asbuton butir dan kerosin yang dicampur selama 15 menit. Phasa cair asbuton emulsi terdiri dari emulgator, H2O, dan HCl. Variabel konsentrasi HCl yang digunakan 0.5%, 0.75%, 1%, 1.25%, dan 1.5%. Phasa padat dan phasa cair asbuton emulsi dicampur dan diekstraksi, variable waktu ekstraksi yang digunakan 5, 10, 15, 20, dan 25 menit. Hasil ekstraksi asbuton emulsi dilakukan pengujian kandungan mineral asbuton emulsi, berat jenis dan kadar H2O. Hasil analisis data pengujian kandungan mineral asbuton emulsi diperoleh kadar HCl sebesar 1,25% menghasilkan kadar bitumen tertinggi sebesar 57,19 % dengan komposisi asbuton butir sebesar 41.67%, kerosin 8.33%, HCl 1.25%, Cocamide DEA 1%, dan H2O 47.75% terhadap berat total asbuton emulsi. Pada kadar HCl 1,25% diketahui semakin lama waktu ekstraksi, kadar bitumen dan kadar H2O asbuton emulsi semakin meningkat, dan semakin lama waktu ekstraksi, berat jenis asbuton emulsi semakin menurun.
Pengembangan Textile Reinforced Concrete (TRC) Slab Menggunakan Serat Cantula dengan Berbagai Anyaman Fajar Teroja Alamsyah; Stefanus Adi Kristiawan; Bambang Santosa
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 4 (2017): Desember 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.291 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i4.36929

Abstract

Banyak bahan dan material alami di sekitar kita belum termanfaatkan dengan maksimal. Serat cantula yang berasal dari tumbuhan Agave Cantula Roxb adalah salah satunya. Bentuk pemanfaatan serat cantula yang saat ini sedang dikembangkan adalah sebagai salah satu material komposit untuk perkuatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indeks kuat lentur, indeks kekakuan, indeks toughness, indeks daktilitas dan prilaku retak dari slab mortar yang di beri perkuatan serat cantula. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen, dengan mengumpulkan data, bahan serta melakukan serangkaian percobaan dan pengujian kemudian menganalisis dan menyimpulkan hasil penelitian. Objek penelitian ini adalah menggunakan serat cantula yang di anyam dengan berbagai variasi sebagai material komposit perkuatan slab mortar dengan tujuan untuk mengetahui jenis anyaman yang dapat berkontribusi secara maksimal. Hasil penelitian ini didapatkan nilai indeks rata-rata sebagai berikut; kuat lentur normal = 9.7 MPa, Grid 1 = 9. MPa, Grid 2 = 8.4 MPa, Fishnet = 9.4 MPa ; kekakuan normal = 515.6 N/mm, Grid 1 = 147.7 N/mm, Grid 2 = 238 N/mm, Fishnet = 357.4 N/mm ; toughness normal = 69.9 Nmm, Grid 1 = 164.6 Nmm, Grid 2 = 125.5 Nmm, fishnet = 99.5 Nmm ; daktilitas normal = 1, Grid 1 = 12.6, Grid 2 = 6.2, Fishnet = 5. Prilaku retak yang terjadi secara umum benda uji mengalami retak pertama pada beban 56-61 N dengan lendutan 0.08- 0.22 mm sedangkan untuk pola keruntuhan seluruh benda uji terjadi keruntuhan tekan.
ANALISIS TIME COST TRADE OFF DENGAN PENAMBAHAN JAM KERJA PADA PROYEK KONSTRUKSI (STUDI KASUS : PROYEK PEMBANGUNAN JALAN TOL BOGOR RING ROAD SEKSI II A) Okyta Putri Cahya Ardika; Sugiyarto Sugiyarto; Fajar Sri Handayani
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 3 (2014): September 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.501 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v2i3.37392

Abstract

Permasalahan konstruksi yang paling sering terjadi adalah keterlambatan dalam pelaksanaan proyek. Keterlambatan pada proyek akan mempengaruhi biaya proyek. Sebagai objek dari penelitian ini dipilih Proyek Pembangunan Jalan Tol Bogor Ring Road Seksi II A. Analisis konsep nilai hasil dilakukan dengan mencari nilai EAC dan EAS untuk mengetahui waktu dan biaya yang dibutuhkan pada akhir proyek. Tinjauan penelitian ini dilakukan pada minggu ke-24 dimana proyek mengalami keterlambatan yang ditunjukkan dari deviasi sebesar -2,34%. Setelah itu dilakukan analisis time cost trade off dengan penambahan jam kerja selama 4 jam per hari. Dari hasil analisis pada minggu ke-24 diketahui nilai EAS 562,34 hari dari rencana 510 hari dan nilai EAC sebesar Rp 350.147.243.076,54 dari biaya rencana Rp 309.870.356.826,84. Dengan pertukaran waktu-biaya, penambahan jam lembur selama 4 jam perhari diperoleh pengurangan durasi sebesar 5 minggu dari waktu pelaksanaan 73 minggu menjadi 68 minggu atau 476 hari dengan perubahan biaya total proyek yang terjadi akibat penambahan jam kerja yaitu dari biaya normal Rp 309.870.356.826,84 menjadi Rp 311.854.684.527,07 yang menyebabkan kenaikan biaya langsung dari Rp 303.672.949.690,30 menjadi Rp 306.081.209.386,18 dan variable cost mengalami penurunan dari Rp 6.189.407.136,54 menjadi Rp 5.765.475.140,89 karena berkurangnya durasi proyek.
KAPASITAS AKSIAL-LENTUR KOLOM BERTULANGAN BAMBU WULUNG DENGAN TAKIKAN TIDAK SEJAJAR Budhi Triyana; Agus Setiya Budi; Antonius Mediyanto
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 2 (2014): Juni 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.822 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v2i2.37454

Abstract

Residential development due to the rapid population constantly increases, triggering the prices of building materials, especially steel concretereinforcing growing up and experiencing scarcity, making it very burdensome to lower middle class society. To overcome this, then look for a newalternative materials as a substitute for steel reinforcement is using a reinforcement of bamboo slats. This study aims to determine the axial-flexuralcapacity of concrete columns reinforced wulung bamboo with parallel notches when compared to axial-flexural capacity of concrete columns steelreinforced and axial-flexural capacity of the columns without reinforcement.This study uses an experimental method with a total of 7 samples objects. The experimental thing used in this research is a concrete blockmeasuring 150 x 150 x 1500 mm. The two columns using plain steel reinforcement, two columns not using any reinforcement and three othersusing plain wulung bamboo not parallel notches. The quality of concrete is planned fc'= 15 MPa. Bending test performed at 28 days with thirdpointloading method.Testing is done by testing the axial-flexural capacity of the column using a loading frame, the eccentricity of the axial load of200 mm from the axis of the column.Based on the test results, the average value of the maximum axial load of the column reinforcement wulung bamboo not parallel notches is 22,833N. The Average value of the maximum flexural capacity of the column reinforcement wulung bamboo not parallel notches is 4,921,567 N.mm.The average value of the maximum axial load of the steel reinforcement column is 36,500 N. The Average value of the maximum flexuralcapacity of the steel reinforcement column is 8,132,600 N.mm. The average value of the maximum axial load of unreinforced column is 10,750N. The Average value of the maximum flexural capacity of unreinforced column is 2,157,955 N.mm. Based on the value of the maximumflexural capacity, the concrete columns reinforcement wulung bamboo not parallel notches can increase the flexural capacity of the column about56.153 % when compared with unreinforced concrete columns.
Komparasi Nilai Daya Dukung Tiang Tunggal Pondasi Bor Menggunakan Data SPT, dan Hasil Loading Test pada Tanah Granuler Noegroho Djarwanti; R.Harya Dananjaya H.I.; Githa Maharani
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 3 (2015): September 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.427 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v3i3.37271

Abstract

Pada suatu bangunan bertingkat diperlukan pondasi dengan kemampuan memikul beban yang besar misalnya pondasi tiang bor. Pondasi tiang bor adalah jenis pondasi yang digunakan untuk meneruskan/mentransfer beban dari bagian struktur atas ke lapisan tanah dibawahnya hingga mencapai nilai daya dukung (Q-u) yang diinginkan. Dalam penelitian ini akan membandingkan antara nilai Q-u yang diperoleh dari enam persamaan yang telah ada yaitu Persamaan Meyerhof (1976), Reese & Wright (1977), Poulous & Davis (1980), U.S Army Corps (1980), Coyle & Castello (1981) dan Briaud et al. (1985) dengan hasil loading test. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa persamaan daya dukung Poulous & Davis (1980) merupakan persamaan yang tepat digunakan dalam menghitung nilai Qu pondasi tiang bor menjadi lebih aman dan ekonomis.
Analisis Potensi Demand Pada Sekolah Serta Ability To Pay (ATP) dan Willingness To Pay (WTP) Pada Batik Solo Trans (BST) Koridor Empat Di Surakarta Budi Yulianto; Slamet Jauhari Legowo; Muhammad Suryo Atmojo
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 3 (2017): September 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.521 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i3.36740

Abstract

Kota Surakarta memiliki perkembangan kota yang cukup tinggi. Hal ini membawa konsekuensi pada peningkatan pelayanan transportasi kotanya. Pemerintah kota melalui Dishubkominfo berencana mengimplementasikan bus BST di koridor selanjutnya. Untuk mendukung pengoperasiannya, diperlukan analisis potensi demand pada koridor BST. Agar kelangsungan penggunaan BST yang berkelanjutan, maka diperlukan analisis tarif. Hal ini dimaksudkan agar tarif tidak memberatkan pengguna jasa maupun operator. Tempat yang dianggap memiliki potensi demand yang cukup besar adalah sekolah dan perguruan tinggi. Data penelitian dibagi menjadi 2 yaitu data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dengan penyebaran kuesioner kepada pelajar dan mahasiswa, dan data sekunder berdasarkan dari data penelitian sebelumnya dan data dari instansi-intansi terkait. Data kemudian dianalisis untuk mengetahui potensi demand dan nilai ATP dan WTP. Potensi demand pada sekolahan di rute BST korider empat sebanyak 68% dari populasi. Selain itu, potensi demand pada sekolah menghasilkan 9.006 perjalanan dan pada perguruan tinggi menghasilkan 20,084 perjalanan dalam satu hari. Nilai Ability To Pay pada pelajar sebesar Rp 3.248,00 , dan pada mahasiswa sebesar Rp 3.592,00. Nilai Willingness To Pay pada pelajar sebesar Rp 2.481,00 dan nilai pada mahasiswa Rp. 3.493,00.
ANALISIS NERACA SUMBER DAYA AIR DAS KEDUANG Abdul Ghoffar Ahmad BS; Raden Roro Rintis Hadiani; Solichin Solichin
Matriks Teknik Sipil Vol 6, No 4 (2018): DESEMBER 2018
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (897.936 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v6i4.36541

Abstract

Ketersediaan air menjadi hal yang penting untuk diperharikan. Semakin banyak air digunakan, maka ketersediaannya akan semakin berkurang. Oleh karena itu perlu diakukan penelitian mengenai neraca Air, agar nantinya bisa dibuat perencanaan yang baik, sehingga air masih dapat mencukupi kebutuhan masyarakat.Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini menggunakan data sekunder berupa data curah hujan, data klimatologi, jumlah penduduk, jumlah ternak, data industri, data perikanan, kalender tanam, dan luas lahan irigasi.  Penelitian ini menggunakan metode GR2M sebagai metode untuk menganalisis Hujan-Debit. Komponen kebutuhan Air disesuaikan dengan SNI 6728.1 tahun 2015 meliputi kebutuhan Rumah tangga, Perkotaan, Industri, Kebutuhan Peternakan, perikanan, Irigasi dan kebutuhan Air untuk pemeliharaan sungai. prediksi curah hujan dihitung menggunakan metode SARIMA dengan bantuan Aplikasi Minitab 18. Analisis evapotranspirasi disesuaikan dengan RSNI –T-01 tahun 2004. Peta Neraca sumber daya air dibuat dengan aplikasi ArcGIS 10.2.1.Neraca Air pada tahun 2017 Pada sub DAS titik Kontrol 1 terjadi surplus terbesar terdapat pada Bulan Februari  sebesar 4,161 x 106 m3/bulan. Sedangkan defisit terbesar terjadi pada bulan Nopember dengan devisit sebesar 6,926 x 106 m3/bulan. Pada sub DAS titik Kontrol 2 terjadi defisit terbesar terjadi pada bulan Nopermber dengan defisit sebesar 239,862 x 106 m3/bulan. Prediksi Neraca Air pada Tahun 2018, Pada sub DAS titik Kontrol 1 terjadi Surplus terbesar terdapat pada Bulan Februari  sebesar 5,838 x 106 m3/bulan. Sedangkan defisit terbesar terjadi pada bulan Oktober dengan defisit sebesar 6,157 x 106 m3/bulan. Pada sub DAS titik Kontrol 2 terjadi surplus Air terbesar pada bulan Februari sebesar 7,444 x 106 m3/bulan. Sedangkan Defisit terbesar terjadi pada bulan Nopermber dengan defisit sebesar 234,838  x 106 m3/bulan.
KUAT LENTUR BALOK BETON TULANGAN BAMBU PETUNG VERTIKAL TAKIKAN TIPE U LEBAR 3 CM TIAP JARAK 10 CM Isman, Ayu Noviana; Budi, Agus Setiya; Santosa, Bambang
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 4 (2016): Desember 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.447 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i4.37058

Abstract

Beton merupakan material konstruksi yang masih dipergunakan secara luas di Indonesia. Material ini memiliki kemampuan yang cukup baik dalam menahan gaya tekan, namun beton lemah dalam menahan gaya tarik. Berkaca dari permasalahan tersebut maka dibutuhkan suatu material pendukung lain yang dapat membantu kinerja beton dalam menahan gaya tarik, salah satunya adalah bambu. Bambu mulai dikenal sebagai material lokal alternatif yang dapat digunakan sebagai tulangan beton ramah lingkungan dan mudah ditemui. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai kuat lentur balok beton tulangan bambu petung vertikal takikan tipe u lebar 30 mm tiap jarak 100 mm. Pengujian pendahuluan yang dilaksanakan untuk mengetahui kelayakan material meliputi pengujian agregat kasar, agregat halus, dan karakteristik bambu. Rancang campur beton menggunakan metode SK SNI 03 - 2834 - 2000. Benda uji yang digunakan adalah balok beton dengan dimensi panjang 1700 mm, lebar 110 mm dan tinggi 150 m sebanyak dua belas buah, enam balok beton bertulangan bambu dan enam balok beton lain bertulangan baja D 8 mm. Tulangan bambu berasal dari bambu petung dengan panjang 1650 mm, lebar 20 mm dan tebal 5 mm. Nilai kuat lentur yang didapat dari hasil pengujian laboratorium adalah 12.3693 N/mm2 untuk balok beton bertulangan baja D 8 mm dan 6.6530 N/mm2 untuk balok beton bertulangan bambu petung. Prosentare perbandingan nilai kuat lentur rerata balok bertulangan bambu petung terhadap kuat lentur rerata balok beton bertulangan baja D 8 mm sebesar 53.79%.
EKSTRAKSI ASBUTON DENGAN METODE ASBUTON EMULSI MENGGUNAKAN EMULGATOR COCAMIDE DEA DITINJAU DARI KONSENTRASI H2O DAN WAKTU EKSTRAKSI Indra Wijayanto; Djoko Sarwono; Agus Sumarsono
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2013): Maret 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v1i1.37584

Abstract

Asbuton merupakan singkatan dari aspal Buton yang berasal dari Pulau Buton Provinsi Sulawesi Tenggara. Penggunaan asbuton tidak sesederhana atau semudah penggunaan aspal minyak karena asbuton merupakan suatu mineral mentah, sehingga untuk pemanfaatannya harus diolah terlebih dahulu. Oleh karena itu, dalam penelitian ini penulis berusaha meningkatkan prosentase bitumen asbuton dengan ekstraksi atau pemisahan asbuton menggunakan metode asbuton emulsi campuran dingin. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen di laboratorium. Bahan yang digunakan adalah asbuton butir tipe 5/20, cocamide DEA (Diethanolamine), HCl, kerosin, dan air RO. Campuran Phasa padat adalah asbuton butir dan kerosin yang dicampur menggunakan alat mixer selama 5 menit. Phasa cair terdiri dari cocamide DEA, air RO, dan HCl. Variabel air RO yang digunakan 48,75%, 49,38%, 50,00%, 50,60%, dan 51,19% dari berat total. Phasa padat dan Phasa cair dicampur kemudian diekstraksi, variable waktu ekstraksi yang digunakan 5, 10, 15, 20, dan 25 menit. Kemudian dilakukan pengujian kadar larutan bitumen, berat jenis dan kadar air RO. Hasil analisis, komposisi yang menghasilkan kadar larutan bitumen tertinggi adalah asbuton butir tipe 5/20 41,15%, kerosin 8,23%, air RO 49,38%, Cocamide DEA 0,62%, HCl 0,62%, terhadap berat total. Waktu ekstraksi maksimum 15 menit. Dari hubungan kadar larutan bitumen terhadap variasi kadar air RO dengan waktu ekstraksi 15 menit, didapatkan kadar air RO sebesar 49,55% menghasilkan kadar larutan bitumen 35,5%. Metode ekstraksi pada asbuton butir Tipe 5/20 dengan kadar bitumen 20% menghasilkan kadar larutan bitumen 35,5%.
POTENSI KALI PEPE (HILIR) SEBAGAI INFRASTRUKTUR TRANSPORTASI AIR DI DALAM KOTA SOLO Romadhoni, Entar Gilang; Qomariyah, Siti; Muttaqien, Adi Yusuf
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.817 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i1.36945

Abstract

Kali Pepe Hilir merupakan salah satu sungai di Kota Surakarta yang saat ini memiliki fungsi sebagai drainase utama kota. Letak Kali Pepe Hilir yang strategis membentang di tengah Kota Surakarta dari Pintu Air Tirtonadi sampai Pintu Air Demangan, memiliki potensi yang cukup tinggi sebagai infrastruktur transportasi air maupun wisata air. Dengan kondisi Kali Pepe Hilir yang ada sekarang perlu di tinjau dan dikaji untuk dapat digunakan sebagai infrastruktur transportasi air maupun wisata air. Penelitian ini menggunakan metode Deskriptif Kuantitatif, dimana objek penelitian ini adalah Kali Pepe Hilir. Penelitian ini untuk mengetahui kondisi eksisting Kali Pepe Hilir, mengetahui profil muka air Kali Pepe Hilir pada penampang geometri eksisting dan masterplan dengan bantuan software HEC-RAS versi 4.1.0 dengan menggunakan debit rancangan yang didapat dari analisis metode Rasional. Data hujan yang digunakan adalah Tahun 1991-2013 dari Stasiun Pencatat Hujan Pabelan. Selanjutnya, merencanakan simulasi hidrolis pada Kali Pepe Hilir untuk dapat digunakan sebagai transportasi air dengan melakukan penormalisasian ruas sungai dan pengoperasian pintu air. Penelitian ini menghasilkan kondisi eksisting Bendung Karet dan Pintu Air Tirtonadi yang sudah tidak optimal dalam pengoperasiannya dan membutuhkan revitalisasi untuk dapat mengatur debit dari Kali Pepe Hulu yang masuk ke Kali Pepe Hilir maupun ke Kali Anyar. Sedangkan kondisi eksisting sepanjang ruas Kali Pepe Hilir tingkat sedimen relatif tinggi. Profil muka air Kali Pepe Hilir pada penampang geometri eksisting dan geometri masterplan hasil analisis program HEC-RAS versi 4.1.0 dengan debit Kala Ulang 5, 10, 20 Tahun DAS Kali Pepe Hulu, hampir sepanjang ruas sungainya tidak dapat menampung debit banjir rencana yang masuk ke Kali Pepe Hilir. Setelah dilakukan simulasi hidrolis dengan penormalisasian penampang sungai dengan melakukan pengerukan sedimen di beberapa ruas sungai sedalam 0,5 m dan 1 m, pengaturan debit Kala Ulang 5, 10, 20 Tahun dan pengoperasian pintu air. Kali Pepe Hilir sepenuhnya dapat menampung aliran debit yang masuk. Debit banjir rencana yang dapat ditampung Kali Pepe Hilir dengan asumsi 25% dari debit Kala Ulang 5, 10, 20 Tahun DAS Kali Pepe Hulu sebesar 10,591 m3/s, 11,642 m3/s, 12,478 m3/s. Dari hasil simulasi hidrolis dilakukan simulasi kapal dengan tinggi muka air rata-rata 1,03 m dan lebar sungai rata-rata 10,53 m pada jembatan Jl Gadjah Mada sta 4+047 sampai jembatan Jl Kapten Mulyadi sta 1+706. Mendapatkan lebar kapal 2,19 m, draft kapal 0,86 m untuk 1 lajur kapal pada ruas sungai dan lebar kapal 1,38 m, draft kapal 0,86 m untuk 2 lajur kapal pada ruas sungai.