cover
Contact Name
Halwan Alfisa Saifullah
Contact Email
halwan@ft.uns.ac.id
Phone
+6282133085744
Journal Mail Official
halwan@ft.uns.ac.id
Editorial Address
Matriks Teknik Sipil Gedung IV lt. 1 Jurusan Teknik Sipil Jl. Ir. Sutami 36A Surakarta Jawa Tengah - Indonesia 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Matriks Teknik Sipil
ISSN : 23548630     EISSN : 27234223     DOI : -
Matrik Teknik Sipil adalah open access journal yang mempublikasikan penelitian di bidang struktur, hidrologi, transportasi, geoteknik dan management proyek. Matriks Teknik Sipil diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret. Jurnal ini menyediakan open access yang pada prinsipnya membuat riset tersedia secara gratis untuk publik dan akan mensupport pertukaran pengetahuan global terbesar.
Articles 953 Documents
KAJIAN ANGKUTAN SEDIMEN PADA SUNGAI BENGAWAN SOLO (SERENAN-JURUG) Nur Hidayah Y.N; Mamok Suprapto; Suyanto Suyanto
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2013): Juni 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.176 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v1i2.37549

Abstract

Permasalahan sedimen merupakan hal yang esensial bagi suatu sungai. Sebagian besar permasalahan sedimen merupakan hasil campur tangan manusia. Banyak teori yang dapat digunakan untuk memperkirakan angkutan sedimen tetapi pemilihan teori atau pendekatan yang tepat untuk angkutan sedimen di sungai masih cukup sulit. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil data debit dan sedimen secara langsung pada Serenan dan Jurug di Bengawan Solo. Sedimen kemudian diuji di laboratorium kemudian dibandingkan dengan hasil hitungan menggunakan metode angkutan sedimen yaitu Ackers-White, Englund-Hansen, Laursen, Meyer-Peter Muller, Toffaleti dan Yang. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sedimen yang diuji di Serenan mempunyai kelas ukuran Coarse Silt dengan range butiran 0,032-0,0625 sedangkan di Jurug mempunyai kelas ukuran Very Fine Sand dengan range butiran 0,0625-0,125. Dari banyak metode yang diujikan metode Meyer Peter Muller dapat digunakan untuk memperkirakan besarnya debit angkutan sedimen pada sungai Bengawan Solo tepatnya pada Serenan sedangkan pada Jurug belum ada metode yang dapat digunakan untuk memperkirakan besarnya debit angkutan sedimen. Pada metode Meyer Peter Muller terjadi tingkat kesalahan 4,12 %.
ANALISIS RISIKO MANAJEMEN MATERIAL DAN PENGARUH TINDAKAN KOREKSI PADA PROYEK JALAN Irla Gabriela Arya; Widi Hartono; Sugiyarto Sugiyarto
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2017): Juni 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.262 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i2.36847

Abstract

Kondisi infrastruktur jalan yang tidak memadai berpengaruh buruk pada sektor industri dan sektor ekonomi.Untuk itu dibutuhkan manajemen yang baik pada proyek pembangunan jalan agar proyek tepat biaya, waktu dan mutu.Variabel yang mempunyai pengaruh cukup besar terhadap kinerja proyek adalah pengendalian material.Berdasarkan latar belakang tersebut perlu dilakukan studi mengenai faktor risiko yang ada pada manajemen material dan pengaruh tindakan koreksi yang tepat pada proyek jalan.Data yang digunakan dalam penelitian ini dianalisis dengan metode AHP (Analytic Hierarchy Process) untuk mengetahui bobot risiko.Hasil analisis menunjukkan risiko manajemen material yang termasuk dalam kategori High Risk adalah 4 (10%) dan Medium Risk berjumlah 36 (90%). Nilai risk index tertinggi adalah risiko 'Ketidaksesuaian antara volume pekerjaan pada kontrak dengan kondisi lapangan' sebesar 3,703. Sedangkan tingkat pengaruh tindakan koreksi terhadap risiko teridentifikasi yang memiliki nilai tertinggi adalah tindakan preventif 'Melakukan sosialisasi rencana pembangunan kepada warga yang tanahnya dilewati trase agar mendapat kesepakatan harga dan lainnya' dan tindakan koreksi 'Mengganti rugi lahan yang dilewati pembangunan jalan sesuai dengan kesepakatan' yaitu sebesar 4,533.
ANALISIS KONSUMSI BAHAN BAKAR PADA TAHAP PENGGUNAAN PERKERASAN KAKU RUAS JALAN KABUPATEN (Studi Kasus: Ruas Jalan Kabupaten Sragen) Muhammad Caesayuda Wijaya; Ary Setyawan; Fajar Sri Handayani; Florentina Pungky Pramesti
Matriks Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2020): Juni
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (788.467 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v8i2.45189

Abstract

Perkerasan jalan merupakan salah satu sarana terpenting dalam kehidupan manusia masa kini. Pada zaman dahulu sebelum ditemukannya alat transportasi yang menggunakan tenaga mesin sebagai penggeraknya, perkerasan jalan sebagai sarana transportasi masih meggunakan batu – batuan pecah maupun tanah dasar , hal tersebut dikarenakan belum ada kemajuan teknologi yang membutuhkan perkerasan jalan seperti sekarang.Fungsi utama pekerasan jalan yaitu menyebarkan beban ke tanah dasar , pada tahap penggunaan, perkerasan jalan berfungsi sebagai sarana transportasi berbagai jenis kendaraan mulai dari motor, truck ,bus maupun kendaraan berat lainnya. Perkembangan zaman dan sarana transportasi berupa jalan yang memadai berdampak pada bertumbuhnya kendaraan yang menimbulkan dampak positif maupun negatif. Dampak positif dari sarana transportasi yang baik yaitu sebagai penopang perekonomian negara dimana dengan sarana tranportasi yang baik maka akan mempercepat serta menambah kualitas pergerakan ekonomi berupa pengiriman barang dan jasa di suatu daerah. Namun dampak negatif dari sarana transportasi yang baik menimbulkan adanya pergerakan kendaraan yang masif menimbulkan konsumsi energi dan emisi yang dihasilkan mempengaruhi lingkungan sekitar. Maka dari itu diperlukan penelitian mengenai seberapa besar konsumsi energi dan emisi bahan bakar kendaraan yang di keluarkan , agar kedepannya dapat dijadikan acuan serta kontrol terhadap penggunaan jalan maupun kendaraan. Selain itu penelitian ini juga meneliti seberapa berpengaruhnya kondisi permukaan jalan terhadap kecepatan kendaraan yang beruhubungan dengan besarnya konsumsi bahan bakar yang dibutuhkan dan berpengaruh terhadap besarnya konsumsi energi dan emisi gas rumah kaca (GRK).Pada penelitian ini mengambil sampel ruas Jalan Kabupaten Sragen yaitu ruas Jalan HOS Cokroaminoto dan ruas Jalan KH Agus Salim pada tahap operasional ( use phase ) . Penelitian ini menggunakan pendekatan Life Cycle Assesment (LCA) dengan metode ini akan dihasilkan berupa konsumsi energi dan emisi GRK, setelah itu untuk mendapatkan konsumsi bahan bakar digunakan perasamaan melalui pedoman perhitungan biaya operasional kendaraan (BOK) yang dirilis oleh Balitbang PUPR untuk mengetahui konsumsi Bahan Bakar dan menggunakan pedoman didalam buku metodologi perhitungan tingkat emisi GRK yang dirilis oleh Kementrian Lingkungan Hidup yang berisi database konsumsi energi dan emisi GRK setiap jenis bahan bakar untuk mengetahui besarnya konsumsi energi dan emisi GRK. Untuk mengetahui kondisi fungsional jalan menggunakan metode Pavement Condition Index (PCI).
ANALISIS ROUTING ALIRAN MELALUI RESERVOIR (STUDI KASUS WADUK DIPONEGORO) Adhi Susilo; Siti Qomariyah; Agus Hari Wahyudi
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2016): Juni 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.818 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i2.36982

Abstract

Waduk Diponegoro dibangun di Kali Krengseng/Seketak yang berada dalam wilayah Kampus Universitas Diponegoro dan Lokasinya kurang lebih 250 m sebelah utara Stadion UNDIP. Kali Krengseng/Seketak sampai pada lokasi Waduk Diponegoro memiliki luas daerah tangkapan air (DTA) sekitar 1024 Ha dengan panjang sungai ± 8 km, merupakan salah satu anak sungai Kali Pengkol. Sebagian berdasarkan pada prinsip kekekalan masa dan momentum, untuk mendapatkan jawaban yang baik tentang hubungan antara debit masuk kolam penampungan, perubahan level air di kolam penampungan/waduk, dan debit yang keluar dari waduk. Perhitungan penelusuran banjir di waduk sangat tergantung dari volume waduk per level atau karakteristik kolam penampungan, dimensi pelimpah waduk, operasional air di waduk bagi pemakai air dari waduk tersebut. Permasalahan yang dihadapi adalah bagaimana cara mengendalikan banjir yang terjadi pada saat musim penghujan dan pada saat musim kemarau tidak mengalami kekeringan. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk menganalisa penelusuran banjir aliran sehingga mengetahui efektifitas fungsi bendungan sebagai bangunan pengendali banjir. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Metode ini berupa pengumpulan data, analisis data, dan interpretasi hasil analisis untuk mendapatkan informasi guna pengambilan keputusan dan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisa mengenai banjir rencana Waduk Diponegoro dengan menggunakan metode Flood Routing, maka dapat menyimpulkan bahwa Waduk Diponegoro efektif sebagai pengendalian banjir dengan kala ulang 100 tahun, berdasarkan hasil penelusuran elevasi puncak bendungan mampu menurunkan debit banjir sebesar 33.799 m³/dt menjadi 20.597 m³/dt.
TINJAUAN KUAT TEKAN DAN MODULUS ELASTISITAS BETON DENGAN MENGGUNAKAN LIMBAH BATU CANDI SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR Winda Gusanti; Kusno Adi Sambowo; Wibowo Wibowo
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 2 (2014): Juni 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.975 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v2i2.37435

Abstract

Nowadays the use of concrete is increasing but the concrete raw materials fulfillment is decreasing. In this case, one of alternative is to be replacedthe coarse aggregate with lava stone waste obtained from the production residue of natural stone craftsmen in Sambirejo, Prambanan,Yogyakarta.The purpose of this research was to determine the concrete compressive strength, modulus of elasticity of concrete with lava stone wasteas substitute for coarse aggregate, and determine the maximum ratio of lava stone waste as the coarse aggregate in terms of compressive strength andmodulus of elasticity appropriate quality targeted.The method used in this research is the experimental method. Samples form is made as cylinder with 15 cm of diameter and 30 cm of high.Targeted quality of concrete is 25 MPa with lava stone percentage levels of 0%, 20%, 40%, 60%, 80%, 100% replaces the coarse aggregate.The compressive strength of concrete decreased at comparable levels with the addition of lava stone as the coarse aggregate. Value of the averagecompressive strength of concrete at 28 days was 36,768 MPa (lava stone 0%); 31,300 MPa (lava stone 20%); 28,283 MPa (lava stone 40%);27,152 MPa (lava stone 60%); 25,266 MPa (lava stone 80%); and 24,135 MPa (lava stone 100%). Modulus of elasticity was also decreasedlevels comparable to the addition of the lava stone. Average modulus of elasticity value is 22818,000 MPa (lava stone 0%), 18832,333 MPa(lava stone 20%), 16462,333 MPa (lava stone 40%), 15870,667 MPa (lava stone 60%), 15098,000 MPa (lava stone 80%), and13933,333 MPa (lava stone 100%). Concrete qualified targeted quality is lava stone concrete with the maximum level to 80% with averagecompressive strength is 25,266 MPa.
PEMILIHAN BEBERAPA CAMPURAN LAPIS TIPIS ASPAL PANAS UNTUK APLIKASI DI LAPANGAN. Dicky Faisal; Ary Setyawan; Agus Sumarsono
Matriks Teknik Sipil Vol 6, No 3 (2018): September 2018
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.513 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v6i3.36547

Abstract

Dalam penelitian-penelitian Thin Surfacing Hot Mix Asphalt yang telah diakukan sebelumnya telah digunakan beberapa campuran. Campuran yang dibandingkan adalah Thin Surfacing Hot Mix Asphalt dengan campuran  Crumb Rubbrer, Retona Blend E55, Starbit E-55, Ethylene Vinyl Acetate dan Aspal pen 60/70. Setiap campuran memiliki karakterisitik yang berbeda satu sama lain tergantung campuran yang digunakan. Kemudian muncul pertanyaan jenis campuran manakah yang terbaik dari sisi nilai Marshall Quotient untuk diaplikasikan di lapangan? Tujuan penelitian ini adalah membandingkan hasil penelitian Thin Surfacing Hot Mix Asphalt yang terdahulu untuk diseleksi mana yang terbaik yang kemudian akan di aplikasikan di lapangan dan menentukan jumlah gilasan optimum untuk menentukan nilai volumetrik optimum yang kemudian akan diaplikasikan di lapangan.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Perbandingan dan Eksperimental. Eksperimental dilaksanakan di Laboratorium Jalan Raya Universitas Sebelas Maret Surakarta dan di desa Madegondo, kecamatan Grogol, kabupaten Sukoharjo.  Adapun benda uji yang dibuat di lapangan adalah berukuran 1m x 3m dengan tebal sekitar 3cm. Variasi gilasan yang dilakukan adalah sebesar 10, gilasan, 15 gilasan dan 20 gilasan.Hasil dari analisis perbandingan campuran menunjukkan campuran Starbit e-55 mempunyai nilai stabilitas terbaik dan digunakan untuk aplikasi di lapangan. Sedangkan dengan jumlah gilasan yang diperbanyak menghasilkan nilai volumetric yang semakin baik namun memiliki nilai yang asimptotik.
ANALISIS INVESTASI BANGUNAN GEDUNG ( Studi Kasus Pada Proyek Pembangunan Gedung Rawat Inap RSUP Dr. Kariadi Semarang ) Hafiedz Akbar; Sugiyarto Sugiyarto; Budi Laksito
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 3 (2014): September 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.66 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v2i3.37395

Abstract

Jumlah penduduk Kota Semarang menurut Profil Kependudukan Kota Semarang oleh BPS sampai dengan akhir Desember tahun 2012 sebesar : 1.628.590 jiwa, terdiri dari 798.467 jiwa penduduk laki-laki dan 830.123 jiwa penduduk perempuan. Dengan jumlah sebesar itu Kota Semarang masih termasuk dalam 5 besar Kabupaten/Kota yang mempunyai jumlah penduduk terbesar di Jawa Tengah. Dengan data tersebut diatas maka Potensi permasalahan yang muncul akibat pertumbuhan penduduk juga akan semakin besar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan bangunan gedung pada pembangunan gedung baru rumah sakit Umum Pusat Dr. Kariadi Semarang. Adapun alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan Studi Kelayakan Aspek Keuangan yaitu dengan metode Net Present Value ( NPV ) Internal Rate of Return ( IRR ), Revenue Cost Ratio ( RCR ), Return On Investmen (ROI), Return On Equity (ROE ). Dari penilaian kelayakan investasi yang dilakukan didapatkan hasil yaitu NPV positif sesuai yang diharapkan, yaitu sebesar Rp. 119.061.977.112,00. RCR diperoleh sebesar 1,162 > 1, IRR yang diperoleh adalah sebesar 16,000242 % lebih besar dari suku bunga komersil 12%, BEP diperoleh dalam jangka waktu 11 tahun 9 bulan 9 hari, lebih cepat dari masa pengembalian modal pinjaman yaitu 15 tahun, BEP Okupansi diperoleh 53,96 %, ROI sebelum pajak diperoleh 1,213 > 1, ROI setelah pajak diperoleh 1,033 > 1, dan ROE diperoleh 1,385 > 1. Dengan hasil yang diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa penanaman modal untuk proyek gedung baru IRNA RSUP.Dr.Kariadi Semarang layak untuk di investasikan.
INDEKS KEKERINGAN HIDROLOGI BERDASARKAN DEBIT DI DAS KEDUANG KABUPATEN WONOGIRI Putri Pramudya Wardhani; Rintis Hadiani; Solichin Solichin
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 3 (2015): September 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.792 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v3i3.37274

Abstract

Dampak kekeringan yang di timbulkan sangat merugikan makhluk hidup dan alam sekitar, sehingga indeks kekeringan hidrologi dari daerah aliran sungai (DAS) perlu dikaji dalam mengantisipasimusim kemarau kedepanya.Karena aliran sungai Keduang ini masuk ke waduk Wonogiri maka daerah aliran sungai ini dipilih agar pengendalian bencana kekeringan di wilayah Wonogiri dan sekitarnya dapat berjalan lancar.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indeks kekeringan hidrologi menggunakan data debit simulasi dari hasil metode mock yang digunakan untuk membantu mencari debit normal Q50 sebagai ambang batas threshold. Besar nilai defisit adalah selisih volume kekurangan air dan thershold. Durasi adalah total waktu terjadinya defisit. Indeks kekeringan di dapat dari defisit di bagi luas DAS. Setelah itu mencari ketajaman kekeringan menggunakan batas kriteria kering. Dari hasil analisis menunjukan kekeringan yang parah terjadi pada tahun 2010. Selama tahun 2000-2013 terjadi durasi kekeringan rata-rata selama 5-6 bulan yang menunjukan termasuk kriteria zona 3 menurut oldeman. Indeks kekeringan tahun 2010 menghasilkan -0,024 dimana Qdefisit<11,061 m3/s yang setara amat sangat kering .
UJI KUAT LENTUR SANDWICH PANEL DENGAN CORE DARI BETON MENGGUNAKAN LIMBAH PLASTIK PET SEBAGAI AGREGAT KASAR DAN LAPISAN KULIT DARI RESIN Andriyani Budi Kuspadwati; Achmad Basuki; Sunarmasto Sunarmasto
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 1 (2016): Maret 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.762 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i1.37110

Abstract

Perkembangan teknologi menuntut manusia untuk terus berpikir kreatif, menghasilkan ide-ide baru untuk memenuhi kebutuhan hidupnya agar lebih efisien dan ekonomis, begitu pula bangunan. Pada dekade belakangan ini sedang digalakkan program Green Building atau yang lebih kita kenal dengan Bangunan Ramah Lingkungan. Green Building memiliki konsep yaitu mengoptimalkan penggunaan fungsi bangunan dalam berbagai aspek, salah satunya adalah efisiensi material. Efisiensi material dapat berupa pemilihan dan penggunaan material yang tepat, contohnya dengan penggunaan sandwich panel sebagai pengganti dinding partisi. Penggunaan sandwich panel merupakan pilihan yang efisien dan ekonomis. Penelitian ini merupakan lanjutan dari penelitian sebelumnya tentang pemanfaatan PET sebagai agregat kasar dan mengaplikasikannya pada sandwich panel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kuat lentur yang dihasilkan dari 2 macam sandwich panel, yaitu sandwich panel dengan lapisan inti beton beragregat kasar PET dan lapisan kulit dari resin, serta sandwich panel dengan lapisan inti beton beragregat kasar PET dan lapisan kulit dari campuran resin dan 5% serat nanas. Metode eksperimental merupakan metode yang digunakan dalam penelitian ini. Metode rancang campur menggunakan metode Dreux-Corrise. Bahan tambah dalam beton PET terdiri dari silica fume sebesar 10% dari berat semen, kawat bendrat sebesar 10 kg/m3, dan visconcrete-10 sebesar 1% dari berat air. Untuk lapisan kulit menggunakan jenis resin bqtn 157 dan serat nanas. Benda uji berupa sandwich panel berukuran 50x30x4 cm terdiri dari 3 lapis yaitu, 2 lapisan kulit pada bagian luar (atas dan bawah) tebal masing-masing 0,5 cm serta 1 lapisan inti pada bagian dalam tebal 3 cm. Nilai kuat lentur rata-rata yang dihasilkan oleh sandwich panel dengan lapisan kulit dari resin adalah sebesar Mcrack=866.666,67 Nmm dan Mfailure=938.333,33 Nmm, sedangkan nilai kuat lentur rata-rata sandwich panel dengan lapisan kulit dari campuran resin dan serat nanas adalah sebesar Mcrack=880.000 Nmm dan Mfailure=1.291.666,67 Nmm. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penambahan resin dan serat nanas dapat meningkatkan nilai kuat lentur.
PERENCANAAN DAN STUDI KELAYAKAN INVESTASI PROYEK PERUMAHAN TAMAN SENTOSA TAHAP II BOYOLALI Nida Inayati Mufidatul Khasanah; Siti Qomariyah; Adi Yusuf Muttaqien
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2013): Juni 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.189 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v1i2.37565

Abstract

Perumahan merupakan kebutuhan dasar manusia untuk sarana produksi keluarga dan merupakan titik strategis dalam pembangunan manusia menuju pintu masuk ke dunia yang menjanjikan. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, perumahan tidak hanya terdiri dari rumah tetapi juga dengan infrastrukturnya. Maka dibuatlah perumahan dengan merencanakan gambar, menyusun anggaran biaya, mengetahui kelayakan investasi serta menentukan harga jual rumah. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah metode analisis deskriptif. dengan merencanakan gambar dan anggaran biayanya. Menganalisis kelayakan dengan metode Nilai Sekarang (Net Preset Value) dan Metode Arus Pengembalian Internal (Internal Rate of Return). Investasi Perumahan Taman Sentosa Tahap II layak karena NPV > 0 dan IRR > 10% MARR. Harga jual rumah secara tunai untuk rumah tipe 45 sebesar Rp277.421.163,- dan rumah tipe 55 sebesar Rp 331.733.590,- sedangkan secara angsuran untuk rumah tipe 45 sebesar Rp 460.009.131,- dengan angsuran per bulan Rp 6.876.142,- dan rumah tipe 55 sebesar Rp 555.246.029,- dengan angsuran per bulan Rp 8.299.727,-.