cover
Contact Name
Halwan Alfisa Saifullah
Contact Email
halwan@ft.uns.ac.id
Phone
+6282133085744
Journal Mail Official
halwan@ft.uns.ac.id
Editorial Address
Matriks Teknik Sipil Gedung IV lt. 1 Jurusan Teknik Sipil Jl. Ir. Sutami 36A Surakarta Jawa Tengah - Indonesia 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Matriks Teknik Sipil
ISSN : 23548630     EISSN : 27234223     DOI : -
Matrik Teknik Sipil adalah open access journal yang mempublikasikan penelitian di bidang struktur, hidrologi, transportasi, geoteknik dan management proyek. Matriks Teknik Sipil diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret. Jurnal ini menyediakan open access yang pada prinsipnya membuat riset tersedia secara gratis untuk publik dan akan mensupport pertukaran pengetahuan global terbesar.
Articles 953 Documents
ANALISIS TARIF BUS YOGYAKARTA-MAGELANG BERDASARKAN BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN (BOK) AKIBAT FLUKTUASI HARGA BBM (Studi Kasus Bus Sumber Waras) Maulina Amelia; Agus Sumarsono; Slamet Jauhari Legowo
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 4 (2015): Desember 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.35 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v3i4.37242

Abstract

Kebijakan penetuan tarif angkutan penumpang umum harus dipertimbangkan sesuai dengan harga fluktuasi bahan bakar minyak yang setiap tahun berubah. Akibat adanya fluktuasi BBM perlu dianalisis kembali tarif angkutan umum. Bus Sumber Waras adalah angkutan penumpang umum dengan trayek Yogyakarta-Magelang. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tarif bus berdasarkan BOK menggunakan metode Dinas Perhubungan dengan model analisis regresi linear dan tanpa analisis regresi linear dan untuk mengetahui dampak fluktuasi harga BBM terhadap tarif bus.Pada penelitian ini data didapat dari menghitung jumlah penumpang di bus dan wawancara kepada pihak PO. Bus Sumber Waras. Data yang didapat kemudian di olah dan dianalisis, hasil analisis data digunakan untuk mengetahui tarif berdasarkan BOK dengan regresi linier dan tanpa regresi linier. Pada perhitungan ini menggunakan metode Departemen Perhubungan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa tarif berdasarkan biaya operasional kendaraan (BOK) dengan metode dinas perhubungan yaitu tarif sebelum analisis regresi tahun 2012 = Rp 5.216,- , tahun 2013 = Rp 6.434,- , tahun 2014 = 7.327,- , tahun 2015 = Rp 7.381,-, sedangkan tarif setelah analisi regresi linear yaitu tahun 2012 = Rp 5.153,- , tahun 2013 = Rp 6.614,- , tahun 2014 = 7.387,- , tahun 2015 = Rp 7.233,-. Tarif tanpa analisis regresi lebih besar pada tahun 2015 sedangkan tarif hasil analisis regresi lebih besar pada tahun 2014 ini karena harga tanpa analisis regresi memakai harga yang selalu naik dari tahun ke tahun sedangkan hasil analisis regresi memakai rumus Y= A+BX, X disini adalah harga solar pada tahun 2014 yaitu Rp 7.500,- maka semua harga pada tahun 2014 lebih tinggi dibanding 2015 . Dampak adanya fluktuasi BBM berjenis solar yaitu BOK dengan model tanpa analisis regresi linear dan BOK dengan model analisis regresi linear berpengaruh terhadap harga BBM. Model analisis regresi linear ini dapat memperkirakan harga komponen BOK yang akan datang ketika terjadi perubahan harga BBM.
EVALUASI KARAKTERISTIK MARSHALL PADA CAMPURAN ASPAL DENGAN DAMAR ASPAL (DASPAL) SEBAGAI BAHAN PENGIKAT Fieza Abraham Emha; Ary Setyawan; Niken Silmi Surjandari
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 3 (2016): September 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.157 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i3.37078

Abstract

Damar Aspal (Daspal) yang dikenal dengan nama Jabung oleh pengrajin perak Kotagede Yogyakarta merupakan bahan yang digunakan sebagai landasan pembuatan perak. Secara visual bentuk dan warna daspal menyerupai aspal. Daspal juga memiliki kelekatan terhadap agregat dan mampu menerima beban layaknya aspal. Daspalterdiri dari tiga komponen yakni damar, serbuk bata dan minyak goreng yang merupakan bahan alami yang dapat diperbaharui. Untuk mengetahui kemampuan daspal dalam menerima beban sebagai bahan alternatif perkerasan jalan pengujian marshall dilakukan.Penelitian ini adalah eksperimental murni dengan membuat 4 jenis campuran daspal dengan perbandingan getah damar : serbuk bata : minyak goreng yaitu A (300 gr : 300 gr : 145 gr), B (400 gr : 200 gr: 155 gr), C (450 gr : 150 gr : 170 gr) dan D (600 gr damar : 225 gr Minyak goreng) dan dilakukan pengujian marshall. Hasil nilai karakteristik marshall daspal kemudian dibandingkan dengan asbuton aspal penetrasi 60/70 dan retona blend 55. Daspal D hanya menggunakan damar saja tujuannya untuk mengetahui nilai karakteristik marshall pada damar itu tanpa campuran serbuk bata. Standart acuan yang digunakan ialah SNI 03-1737-1989(Tata Cara Pelaksanaan Lapisan Beton LASTON untuk Jalan Raya).Hasil evaluasi karakteristik marshall terhadap daspaldidapatkan yaitu : bahwa nilai stabilitas, Marshall Quotient, porositas dan kadar aspal optimum keempat type daspal A/B/C/D lebih besar yang dibandingkan dengan aspal penetrasi 60/70 dan asbuton retona blend 55. Untuk nilai kepadatan (density) dan flow keempat type daspal A/B/C/D lebih kecil yang dibandingkan dengan aspal penetrasi 60/70 dan asbutonretona blend 55. Keempat type campuran daspal tersebut memiliki hubungan yang kuat dan mempengaruhi nilai karakteristik marshallcampuran laston dengan bahan pengikat daspal. Daspal C dan daspal D yang paling banyak memenuhi kriteria berdasarkan SNI 03-1737-1989 sebagai lapisan aspal beton (laston). Tingginya porositas dari keempat jenis campuran daspal disebabkan kepadatan efektif yang dilakukan belum optimal.
PERHITUNGAN KEBUTUHAN TULANGAN BESI DENGAN MEMPERHITUNGKAN OPTIMASI WASTE BESI PADA PEKERJAAN BALOK DENGAN PROGRAM MICROSOFT EXCEL MAN Kork; Widi Hartono; Sugiyarto Sugiyarto
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2013): September 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.915 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v1i3.37533

Abstract

Sekarang pembangunan sedang giat dilaksanakan oleh bangsa Indonesia. Gedung-gedung adalah salah satu bentuk wujud dari pemerintah Surakarta untuk meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat. Dalam sebuah gedung , material merupakan komponen yang penting dalam menentukan besarnya biaya suatu proyek and besi tulangan adalah salah satu material yang cukup sudah di atur dan sangat penting dalam pekerjaan beton bertulang maupun pekerjaan balok. Sehingga perlu untuk diteliti waste pada sebuah proyek konstruksi.Tujuan dilakukan penelitian ini untuk mendapatkan metode bar bending schedule yang dapat digunakan untuk mengoptimasi penulangan pada balok bertulang sehingga dihasilkan waste yang sekecil mungkin. Lokasi penelitian ini dilakukan pada gedung Sekretariat Daerah Kota Surakarta, pada tahun 2010. Data sekunder yang digunakan adalah data besi tulangan dalam bentuk Bar Bending Schedule. Untuk pengolahan data ini mengunakan bantuan program komputer Excel Solver dan Programman Linear (PL). Dari hasil analisis penggunaan Excel Solver dapat mengoptimasi waste pada pemotongan tulangan adapun prosentase penghematan tulangan adalah besi tulangan berdiameter 22 terjadi penghematan 2.07% , besi tulangan berdiameter 19 terjadi penghematan 0.90% , besi tulangan berdiameter 16 terjadi penghematan 3.76% , besi tulangan berdiameter 13 terjadi penghematan 3.52%, besi tulangan berdiameter 12 terjadi penghematan 4.76%, dan besi tulangan berdiameter 10 terjadi penghematan 2.43% .
ANALISIS BIAYA DAN WAKTU MENGGUNAKAN METODE REGRESI LINIER Handry Anom Ervianto; Fajar Sri Handayani; Setiono Setiono
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 3 (2017): September 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.17 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i3.36730

Abstract

Perkembangan laju industri konstruksi di Indonesia berkembang pesat dengan masuknya berbagai teknologi pelaksanaan proyek, untuk mengimbanginya diperlukan penelitian-penelitian yang meneliti perihal manajemen biaya, mutu dan waktu agar diperoleh hal yang paling efisien. Untuk meningkatkan efektifitas dalam pengawasan dan pengendalian proyek maka dilakukan pengendalian biaya dan waktu. Pengendalian adalah aktivitas yang mengikat keseluruhan aktivitas yang terdapat pada manajemen proyek. Perencanaan dan pengorganisasian memang merupakan aktivitas yang berpengaruh terhadap proyek, tetapi pengendalian proyek yang efektif merupakan hal terpenting. Dalam penelitian ini menggunakan kuesioner yang pertanyaanya berdasarkan perbandingan dokumen pelaksanaan dan monitoring selama proyek berjalan. Dokumen Pelaksanaan sebagai alat pengedalian proyek diperlukan untuk mengantisipasi penyimpangan-penyimpangan yang dapat terjadi dengan memberikan suatu peringatan dini (early warning), bahwa seberapa prestasi pekerjaan yang harus dicapai pada suatu waktu tertentu melalui standar acuan yang dipakai sebagai dasar pengukuran, sehingga apabila terjadi penyimpangan, tindakan perbaikan ( corrective action ) dapat dilakukan sebelum terjadi masalah yang lebih serius. Sedangkan Monitoring dan pelaporan adalah alat-alat yang diperlukan untuk pengendalian dan pengawasan proyek. Monitoring dapat diartikan sebagai mengamat-amati dan mempengaruhi kegiatan-kegiatan pokok dan hasil pekerjaan. Pelaporan berarti memberikan informasi kepada seseorang tentang kemajuan, masalah-masalah dan kemungkinan-kemungkinan di kemudian hari. Dari penelitian ini didapatkan peningkatan kinerja biaya proyek dipengaruhi oleh kesesuaian kualitas pelaksanaan dilapangan yaitu tentang analisa harga satuan pekerjaan utama, kesesuaian penawaran harga kontraktor, kinerja pelaksanaan prakualifikasi, kenaikan upah dan harga. Peningkatan kinerja waktu proyek konstruksi dipengaruhi oleh kesesuaian kualitas pelaksanaan dilapangan yaitu tentang jumlah dan kondisi alat yang digunakan untuk pekerjaan utama, kesesuaian waktu penyelesaian, metode pelaksanaan kerja dan penangguhan pekerjaan. Diperoleh rumus regresi linier untuk kinerja biaya Y1 = 0,271 + 0,128X1 + 0,177X2 + 0,234X11 + 0,128X16, dan untuk kinerja waktu Y2 = 0,052 + 0,156 X3 + 0,006 X7 + 0,301 X8 +0,272X15.
ANALISIS KINERJA RUANG TRANSPORTASI MULTIMODA PADA SISTEM JALAN SATU ARAH DENGAN CONTRA FLOW MENGGUNAKAN TIC-TOOLS YANG BERDASAR HCM 2010 DI JALAN SLAMET RIYADI SURAKARTA Isyana Yuvita Poncowati; Budi Yulianto; Amirotul M.H Mahmudah
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.71 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i1.36965

Abstract

Jalan Brigjend Slamet Riyadi Kota Surakarta dengan sistem jalan satu arah merupakan pusat kegiatan dari berbagai kepentingan masyarakat Kota Surakarta. Ruas jalan ini memiliki desain transportasi berkelanjutan dengan menyediakan fasilitas pejalan kaki, pesepeda dan angkutan umum. Penelitian ini dilakukan seiring dengan adanya rencana perubahan sistem lalu lintas oleh pemerintah, yaitu sistem lawan arus khusus angkutan umum. Diberlakukannya sistem ini akan mempengaruhi kinerja ruang beberapa aspek transportasi, sehingga diperlukan pengujian untuk mengetahui seberapa besar perubahan nilai kinerja ruang. Aspek yang diamati dalam penelitian ini adalah kinerja ruang pejalan kaki, pesepeda dan angkutan umum menggunakan web dengan domain tic-tools.com yang berdasarkan HCM 2010. Kinerja ruang eksisting transportasi multimoda di ruas Jalan Brigjend Slamet Riyadi Surakarta masih bervariasi antara A, B, C dan D. Hasil perhitungan nilai kinerja ruang dengan perencanaan penanganan yang dilakukan untuk meningkatkan pelayanan transportasi multimoda menghasilkan peningkatan nilai pada pejalan kaki dan angkutan umum, namun tidak ada perubahan nilai pada pesepeda.
EVALUASI KINERJA STRUKTUR GEDUNG 10 LANTAI DENGAN ANALISIS PUSHOVER TERHADAP DRIFT DAN DISPLACEMENT MENGGUNAKAN SOFTWARE ETABS ( STUDI KASUS : HOTEL DI WILAYAH SURAKARTA ) Ary Marwanto; Agus Setiya Budi; Agus Supriyadi
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 3 (2014): September 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.208 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v2i3.37419

Abstract

Gempa Bumi atau seisme banyak diartikan sebagai getaran atau guncangan yang timbul di permukaan bumi yang terjadi karena adanya pergerakan lempeng bumi. Bumi memiliki lempeng-lempeng yang suatu saat akan bergerak karena adanya tekanan atau energi dari dalam bumi. Lempeng-lempeng tersebut bisa bergerak menjauh (divergen), mendekat (konvergen) atau melewati (transform). Gerakan lempeng-lempeng tersebut bisa dalam waktu yang lambat maupun dalam waktu yang cepat. Dalam proses gempa bumi ada yang dikenal dengan hiposentrum dan episentrum. Hiposentrum adalah titik pusat gempa yang berada didalam bumi sedangkan episentrum adalah titik di permukaan bumi yang berada tepat di atas hiposentrum. Pengaruh gempa harus ditinjau dalam perencanaan struktur gedung serta berbagai bagian dan peralatannya secara umum. Akibat pengaruh gempa rencana, struktur gedung secara keseluruhan harus masih berdiri, walaupun sudah berada dalam kondisi di ambang keruntuhan. Dalam menganalisis struktur bangunan gedung tahan gempa metode yang digunakan adalah Performance Based Sismic Design (PBSD) dan Performance Based Sismic Evaluation (PBSE).Evaluasi pada PBSD adalah salah satunya dengan analisis nonlinier pushover. Tujuan analisis pushover adalah untuk memperkirakan gaya maksimum dan deformasi yang terjadi serta untuk memperoleh informasi bagian mana saja yang kritis. Penelitian yang digunakan ini adalah analisis nonlinier pushover, menggunakan program ETABS. Metode penelitian diawali dengan pemodelan struktur 3 dimensi dengan menggunakan software ETABS sesuai shopdrawing. Setelah pemodelan dilakukan analisis perhitungan pembebanan pada struktur tersebut berupa beban mati, beban hidup dan beban tambahan. Pada static pushover case dibuat dua macam pembebanan, dimana yang pertama adalah pembebanan akibat beban gravitasi. Dan pola yang kedua memberi beban secara berangsur-angsur adalah sesuai dengan mode pertama struktur. Hasil pushover disimpan secara multiple statis dengan jumlah minimum 5 steps dan maksimum 1001 steps. Hasil analisis diperoleh nilai drift pada arah x adalah 0,00312 dan pada arah y adalah 0,00298. Nilai maksimal in-elastic drift pada arah x adalah 0,00310 dan arah y adalah 0,00297. Menurut ATC-40, nilai level kinerja termasuk Immediate Occupancy.
STUDI GELOMBANG KEJUT PADA SIMPANG BERSINYAL DENGAN MENGGUNAKAN EMP ATAS DASAR ANALISIS HEADWAY (Studi Kasus Pada Simpang Bersinyal Jalan Raya Wonogiri-Sukoharjo – Jalan Gedongan – Jalan Ciu Karangwuni) Burhan Ghifari YS; Agus Sumarsono; Amirotul MH Mahmudah
Matriks Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2019): Maret
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (670.432 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v7i1.36531

Abstract

Simpang bersinyal Jalan Raya Wonogiri-Sukoharj – Jalan Ciu Karangwuni – Jalan Gedongan merupakan salah satu simpang bersinyal 3 fase yang ada di Kabupaten Sukoharjo yang sering mengalami kemacetan pada jam sibuk, khususnya pada pendekat simpang Jalan Raya Wonogiri-Sukoharjo Selatan. Untuk itu dilakukan studi gelombang kejut di pendekat simpang Jalan Raya Wonogiri-Sukoharjo Selatan menggunakan nilai EMP dengan dasar analisis headway. Penelitian dilakukan pada hari Kamis, 18 Oktober 2018 pada jam puncak pagi jam 05.30-08.00 WIB. Analisis Headway  menghasilkan nilai EMP MC= 0,45 dan HV= 1,29 yang selanjutnya nilai tersebut digunakan untuk merubah jumlah kendaraan menjadi satuan mobil penumpang (smp).  Langkah selanjutnya adalah mencari hubungan matematis antara arus, kecepatan dan kepadatan menggunakan model greenshield, yang menghasilkan kecepatan arus bebas (Sff), kepadatan saat macet (Dj), dan Jumlah kendaraan maksimal (Vm). Hasil-hasil tersebut digunakan untuk menghitung nilai gelombang kejut dengan nilai tertinggi yang terjadi pada pendekat simpang Jl. Raya Wonogiri-Sukoharjo Selatan Lajur Luar dengan nilai ωab= -1,42  km/jam, ωcb= -13,75 km/jam, ωac= 12,15 km/jam. Nilai gelombang kejut tersebut digunakan untuk menghitung waktu penormalan dan panjang antrian pada masing-masing pendekat simpang.
PENGARUH BIOPORI TERHADAP INFILTRASI DAN LIMPASAN PADA TANAH LEMPUNG BERLANAU Umbu Damar Yudhistira; Siti Qomariyah; Sobriyah Sobriyah
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 4 (2014): Desember 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.741 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v2i4.37379

Abstract

Pada prinsipnya, jumlah air di alam ini tetap dan mengikuti suatu aliran yang dinamakan siklus hidrologi. Siklus hidrologi adalah suatu proses yang berkaitan, dimana air diangkut dari lautan ke atmosfer (udara), ke darat dan kembali lagi ke laut. Siklus hidrologi ini mempunyai peranan yang sangat penting bagi kehidupan manusia, hewan, dan tumbuhan. Pesatnya pembangunan menyebabkan tutupan lahan meningkat yang akan menyebabkan berkurangnya resapan air hujan ke dalam tanah dan bertambah besarnya aliran permukaan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan bentuk penanganan lingkungan yang dapat dilakukan dengan mudah. Hal ini dapat dilakukan antara lain dengan memanfaatkan teknologi yang telah ada seperti Lubang Resapan Biopori (LRB). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh biopori terhadap infiltrasi dan limpasan pada tanah lempung berlanau dengan peubah intensitas hujan, jumlah biopori, dan kemiringan lahan. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental di laboratorium dengan menggunakan alat rainfall simulator. Peubah yang digunakan adalah intensitas hujan yang bervariasi (deras merata, deras di hulu, deras di hilir), jumlah biopori (0, 6, 12) dan kemiringan yang digunakan (0o, 3o). Berdasarkan hasil penelitian didapatkan volume infiltrasi terbanyak pada jumlah biopori 12, kemiringan 0o, dan intensitas hujan deras di hulu. Volume limpasan terbanyak pada jumlah biopori 0, kemiringan 3o, dan intensitas hujan deras di hilir. Variasi jumlah biopori berpengaruh lebih dominan daripada variasi kemiringan dan intensitas hujan.
KUAT LEKAT TULANGAN BAMBU PETUNG BERTAKIKAN TIPE "U" JARAK 15 CM Alif Sasmito; Agus Setiya Budi; Sunarmasto Sunarmasto
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 4 (2015): Desember 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.604 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v3i4.37258

Abstract

Metode dalam penelitian ini adalah eksperimental laboratorium. Benda uji berupa silinder diameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Di bagian tengah benda uji ditanam tulangan bambu petung takikan tipe "u" jarak 15 cm dengan dimensi 10 x 5 mm dan panjang penanaman 25 cm. Tulangan berupa baja ø 8 mm sebagai pembanding. Berdasarkan analisis dan hasil pengujian diperoleh nilai kuat lekat rata-rata tulangan bambu petung takikan tipe "u" jarak 15 cm adalah 0,059 MPa. Sedangkan nilai kuat lekat rata-rata tulangan baja polos ø 8 mm adalah 0,548 MPa. Kesimpulannya adalah nilai kuat lekat rata-rata paling tinggi bambu petung bertakikan type "u" jarak 15 dibanding nilai kuat rata-rata lekat beton dengan tulangan baja polos diameter 8 mm adalah sebesar 9,3.
PENGENDALIAN BIAYA DAN WAKTU DENGAN MENGGUNAKAN MICROSOFT EXCEL (Studi Kasus Pembangunan Pabrik PT GHS Grompol Surakarta) Fajar Fajar; Setiono Setiono; Sugiyarto Sugiyarto
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 3 (2016): September 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.871 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i3.37094

Abstract

Pada pelaksanaan sebuah proyek konstruksi dibatasi biaya, mutu dan waktu. Keberhasilan suatu proyek menuntut adanya pelaksanaan manajemen secara baik. Pengendalian yang baik dapat mengurangi resiko terjadinya keterlambatan dan pembengkakan biaya proyek. Di dalam pelaksanaan di lapangan, khususnya pada Proyek Pembangunan Pabrik GHS Grompol Surakarta ini banyak menemui berbagai macam kendala yang harus dicari cara penyelesaian terbaik segala pertimbangan. Selisih dana antara rencana dan pelaksanaan pada proyek tersebut akan dipantau dan dikendalikan. Untuk meningkatkan efektifitas dalam pengawasan dan pengendalian proyek maka digunakan metode konsep nilai hasil. Konsep nilai hasil merupakan suatu metode yang mampu menghitung besarnya biaya yang menurut anggaran sesuai dengan pekerjaan yang telah di selesaikan atau di laksanakan, Selain berfungsi untuk pengendalian proyek, metode Konsep Nilai Hasil juga dapat di kembangkan untuk membuat perkiraan sementara untuk mengetahui apakah dana sisa proyek masih mencukupi atau tidak, berapa besar perkiraan biaya untuk menyelesaikan proyek maupun berapa besar proyeksi keterlambatan pada akhir proyek. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskripstif kuantitatif dengan durasi pekerjaan selama 4 bulan. Data yang diperlukan adalah Rencana Anggaran Biaya, Kurva S, Laporan Mingguan. Untuk mengolah data tersebut digunakan metode konsep nilai hasil dilakukan dengan menggunakan program Microsoft Excel yang lebih familiar dikalangan masyarakat. Dengan menginputkan data yang terkait untuk analisis, maka program ini akan melakukan kalkulasi secara otomatis sesuai dengan rumus - rumus kalkulasi yang telah dibuat oleh program ini. Sehingga perhitungan konsep nilai hasil akan lebih cepat dan akurat. Langkah pengendalian yang di ambil untuk memperkecil keterlambatan waktu penyelesaian proyek adalah dengan memperkecil durasi pada item pekerjaan yang berada lintasan kritis (Pekerjaan Balok B3 20/40 lt 2,Pekerjaan Balok B2 20/45 lt2, Pekerjaan Balok B1 25/50, Pekerjaan Kolom K2 20/45 lt 2, Pekerjaan Kolom K4 20/30 lt 2).