cover
Contact Name
Halwan Alfisa Saifullah
Contact Email
halwan@ft.uns.ac.id
Phone
+6282133085744
Journal Mail Official
halwan@ft.uns.ac.id
Editorial Address
Matriks Teknik Sipil Gedung IV lt. 1 Jurusan Teknik Sipil Jl. Ir. Sutami 36A Surakarta Jawa Tengah - Indonesia 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Matriks Teknik Sipil
ISSN : 23548630     EISSN : 27234223     DOI : -
Matrik Teknik Sipil adalah open access journal yang mempublikasikan penelitian di bidang struktur, hidrologi, transportasi, geoteknik dan management proyek. Matriks Teknik Sipil diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret. Jurnal ini menyediakan open access yang pada prinsipnya membuat riset tersedia secara gratis untuk publik dan akan mensupport pertukaran pengetahuan global terbesar.
Articles 953 Documents
Pemilihan Moda Angkutan Kereta Api Kalijaga Jurusan Solo-Semarang Herlyn Meylisa; Amirotul MH Mahmudah; Dewi Handayani
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 4 (2017): Desember 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.588 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i4.36909

Abstract

Mobilitas masyarakat Surakarta dan sekitarnya semakin meningkat, demikian pula mobilitas masyarakat dengan tujuan Semarang. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya aktivitas masyarakat, tingkat ekonomi, serta semakin tersedianya sarana dan prasarana transportasi. Sarana transportasi semakin beragam dengan frekuensi dan biaya yang kompetitif. Angkutan umum yang dapat digunakan dari Solo ke Semarang antara lain kereta api, bus, dan travel. Moda Bus dan Kereta Api memiliki harga tarif yang terjangkau, namun frekuensi pelayanan moda kereta api hanya satu kali dalam satu hari sedangkan bus sebanyak empat puluh delapan kali per hari. Agar moda Kereta Api dapat bersaing dengan perusahaan angkutan umum lain seperti Bus, kualitas pelayanan harus ditingkatkan agar pangsa pasar dapat ditingkatkan. Sehingga diperlukan penelitian terkait pemilihan moda Kereta Api terhadap Bus dengan metode stated preference. Penelitian ini menggunakan atribut pengaruh berupa tarif perjalanan, waktu perjalanan, dan frekuensi pelayanan. Data yang digunakan adalah data primer berupa kuisioner dengan metode stated preference yaitu dengan menyediakan 27 skenario.Pemodelan dilakukan menggunakan model regresi dengan binomial logit. Model pemilihan moda yang didapat adalah UKa-Bus = 0,3850 - 0.007 (Cka-Cbus) - 0.035 (Tka-Tb) + 0,002 (Fka-Fb)dengan C merupakan variabel tarif, T adalah variabel waktu perjalanan, dan F adalah variabel frekuensi pelayanan. Hasil analisis yang didapatkan bahwa waktu perjalanan mempunyai pengaruh paling besar dibanding atribut lainnya. Pada pengujian tarif menunjukkan bahwa probabilitas pemilihan Kereta Api semakin meningkat ketika Tka semakin kecil dan Fka semakin tinggi. Pada pengujian waktu perjalanan menunjukkan bahwa probabilitas pemilihan Kereta Api semakin meningkat ketika Cka semakin kecil dan Fka semakin tinggi. Pada pengujian frekuensi pelayanan menunjukkan bahwa probabilitas pemilihan Kereta Api semakin meningkat ketika Fka semakin tinggi dan Tka semakin rendah. Dari uji sensitivitas diketahui bahwa orang-orang mulai beralih ke moda Kereta Api pada kondisi waktu perjalanan 143 menit dengan tarif sebesar Rp.10.000. Orang-orang juga mulai beralih ke moda Kereta Api ketika tarif Kereta Api sama dengan Bus yaitu Rp.25.000 dengan waktu perjalan 140 menit.
STUDI PERGESERAN WAKTU KEBERANGKATAN ARUS LALU LINTAS DAN ARUS JENUH DASAR PADA SIMPANG BERSINYAL UNTUK PENDEKAT SATU ARAH (STUDI KASUS : SIMPANG BERSINYAL DI RUAS JALAN BRIGJEN SLAMET RIYADI, SOLO) Cholis, Ganang Noor; Mahmudah, Amirotul M.H.; Legowo, Slamet Jauhari
Matriks Teknik Sipil Vol 8, No 1 (2020): Maret
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.233 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v8i1.41530

Abstract

Simpang jalan merupakan daerah dengan konflik kendaraan yang tinggi. Solusi untuk mengurangi konflik adalah dengan penambahan lampu lalu lintas. Pemasangan lampu lalu lintas dapat menambah tundaan,  waktu keberangkatan kendaraan lebih awal dan arus jenuh dasar per meter yang besar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besaran arus jenuh dasar per meter yang nantinya dapat sebagai rujukan dalam perbaikan MKJI 1997 dan mengetahui variasi waktu keberangkatan kendaraan pada simpang dengan adanya lampu lalu lintas. Penelitian dilakukan menggunakan metode time slice. Data primer mencakup data arus lalu lintas, data variasi waktu keberangkatan kendaraan, data geometrik simpang, data durasi lampu lalu lintas dan data fungsi lahan sekitar simpang yang diperoleh melalui survei langsung di lapangan dengan mengambil sampel di jalan Slamet Riyadi Surakarta. Survei dilakukan saat jam puncak dan jam tidak puncak. Data sekunder berupa data jumlah penduduk dan peta jaringan jalan diperoleh dari instansi terkait. Berdasarkan hasil analisis 8 dari 10 hasil rata-rata waktu keberangkatan kendaraan menunjukkan adanya tundaan keberangkatan kendaraan. Sementara hasil analisis perhitungan So/m didapatkan 7 dari 10 data menunjukkan hasil koefisien arus jenuh dasar permeter yang lebih besar dari 600 smp/jam/m (standar yang ditetapkan MKJI 1997) dengan range 636,7249 - 906,7352 smp/jam/m. 
SIFAT-SIFAT MARSHALL PADA LAPIS TIPIS CAMPURAN ASPAL PANAS DENGAN PENGGUNAAN RETONA BLEND55 Sukmana, Salvatore; Setyawan, Ary; Djumari, Djumari
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 4 (2014): Desember 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.515 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v2i4.37373

Abstract

Lapis tipis campuran aspal panas (Thin Surfacing Hot Mix Asphalt) merupakan salah satu alternatif yang dapat mengantisipasi masalah ketebalan perkerasan jalan, salah satu teknologi yang sedang dikembangkan sebagai usaha ramah lingkungan untuk perkerasan jalan, namun penggunaan lapis tipis aspal dianggap masih belum maksimal dengan beberapa kelemahan yang masih terdapat pada lapisan ini. Penggunaan lapis tipis aspal, daya lekat aspal yang semakin sedikit juga harus dipertimbangkan. Salah satu cara untuk memperbaiki kualitas aspal adalah dengan menggunakan bahan modifikasi yang telah tersedia di pasaran, yang telah di usahakan dapat memperbaiki kekurangan aspal biasanya (pen.60/70). Suatu bahan baru yang tersedia di pasaran adalah Retona. Retona (Refined Buton Asphalt) merupakan hasil produksi ekstraksi aspal alam dari Pulau Buton (Indonesia) yang kemudian dikembangkan melalui proses penyulingan dan ekstraksi. Aspal retona blend 55 merupakan inovasi terbaru yang telah dikembangkan oleh PT. Olah Bumi Mandiri. Jadi perlu diadakan penelitian tentang berapa kadar aspal optimum lapis tipis aspal panas dan sifat karakteristik aspal dengan menggunakan retona blend 55 dan aspal penetrasi 60/70 optimum pada campuran aspal dengan metode Marshall. Dengan metode eksperimental menggunakan metode Marshall dapat ditentukan nilai stabilitas, kelelahan plastis (flow), berat volume (density), persen rongga, Marshall Quotient (MQ) pada campuran lapis tipis dengan retona blend 55 dan aspal penetrasi 60/70, selanjutnya dapat digunakan untuk menentukan kadar aspal optimum, serta mengetahui sifat karakteristik marshall. Hasil test Marshall dari lapis tipis campuran aspal panas didapatkan kadar retona optimum sebesar 5,87%, dengan menggunakan gradasi yang sama didapatkan kadar aspal optimum aspal penetrasi 60/70 sebesar 5,80%. Pada tiap-tiap aspal pada kondisi kadar aspal optimum didapatkan perbedaan sifat-sifat dan karakteristik. Nilai stabilitas aspal retona blend 55 sebesar 525,61 Kg, dan aspal penetrasi 60/70 sebesar 651,16 Kg. Nilai densitas aspal retonablend 55 sebesar 2,06%, dan aspal penetrasi 60/70 sebesar 2,11%. Nilai pori aspal retona blend 55 sebesar 18,45%, dan aspal penetrasi 60/70 sebesar 15,18%. Nilai flow aspal retona blend 55 sebesar 2,11 mm, dan aspal penetrasi 60/70 sebesar 2,23 mm. Dengan demikian aspal penetrasi mempunyai ketahanan terhadap beban lalu lintas yang lebih kuat, dengan nilai densitas yang lebih padat, nilai pori yang lebih kecil dan nilai flow yang lebih tinggi dari pada aspal retona blend 55..
PENURUNAN PERMEABILITAS DAN PENINGKATAN KUAT GESER TANAH LANAU MENGGUNAKAN PENGARUH MIKROBAKTERI BACILLUS SUBTILIS DAN PSEUDOMONAS SP Muhammad Saleh Nasution; Yusep Muslih Purwana; Bambang Setiawan
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 4 (2017): Desember 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (918.133 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i4.36919

Abstract

peningkatan stabilitas tanah dilakukan dengan cara menurunkan nilai permeabilitas dan meningkatkan kuat geser tanah. Umumnya bahan tambah dalam rekayasa geoteknik berupa bahan kimia dan bahan yang bersifat solid. Pada penelitian ini penulis mencoba melakukan analisa terhadap pengaruh mikrobakteri terhadap penurunan nilai permeabilitas dan peningkatan nilai kuat geser tanah lanau sebagai alternatif bahan rekayasa geoteknik. penambahan mikrobakteri diharapkan dapat meningkatkan stabilitas tanah lanau dengan cara mereduksi nilai permeabilitas dan meningkatkan nilai kuat geser tanah yang diteliti. Mikrobakteri Pseudomonas sp dan Bacillus subtilis merupakan variasi bakteri yang digunakan pada penelitian ini. Tahap pemeraman tanah yang diinokulasi bakteri dilakukan selama 15 dan 30 hari. Pengujian penelitian ini bertujuan mengetahui prosentase peningkatan kuat geser dan penurunan nilai permeabilitas antara tanah terpengaruh bakteri dan tanah tidak terpengaruh bakteri sebagai nilai kontrol pengujian. Uji SEM dilakukan guna mengetahui pertumbuhan dan perkembangan pada tanah yang terpengaruh bakteri dengan waktu pemeraman 30 hari. Bakteri Bacillus subtilis dapat meningkatkan nilai kuat geser 59.30% dan Pseudomonas sp 48.84% terhadap perbandingan kuat geser tanah yang tidak menggunakan bakteri sebagai kontrol perbandingan. Nilai prosentase penurunan hasil uji permeabilitas tanah diperoleh sebesar 60.29% dari tanah yang dipengaruhi bakteri bacillus subtilis dan 48.92% dari hasil tanah yang menggunakan Pseudomonas sp terhadap sampel tanah yang tidak menggunakan pengaruh bakteri.
POTENSI ENERGI TAHUNAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKRO HIDRO (PLTMH) BERDASARKAN SIMULASI WAKTU DI SUNGAI KEDUNG PASANG KABUPATEN PACITAN Muhammad Abi Rafdi; Raden Roro Rintis Hadiani; Solichin Solichin
Matriks Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (906.969 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v6i1.36613

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) adalah salah satu sumber energi alternatif yang ramah lingkungan serta relatif mudah untuk direalisasikan. Sejak tahun 1994, di Desa Nawangan, Kabupaten Pacitan terdapat PLTMH yang telah beroperasi, namun energi yang dihasilkan tidak mampu memenuhi kebutuhan pada saat musim kering terjadi, dan komponen PLTMH yang mengalami kerusakan telah menyebabkan penurunan tingkat efisiensi dan keandalan. Untuk mengatasi masalah tersebut akan dikaji ulang perhitungan potensi energi berdasarkan simulasi waktu operasional dan musim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya potensi energi tahunan PLTMH berdasarkan debit andalan Q80, Q70, Q50 dan Q30, perbedaan potensi energi antara sebelum dan sesudah simulasi waktu serta memperoleh waktu operasi efektif PLTMH. Setelah merekapitulasi data hujan dan menguji konsistensi data hujan dengan metode analisis kurva linier massa ganda, evapotranspirasi dihitung menggunakan software Cropwat, debit sepanjang tahun dihitung dengan metode F.J Mock, kemudian debit andalan dihitung dengan metode Basic Year. Perhitungan potensi energi didapatkan dari pengolahan hasil survey kondisi eksisting PLTMH yaitu pengukuran bangunan eksisting serta tinggi jatuh (head) dan kemudian dihitung dengan rumus potensi energi secara fisika. Berdasarkan perhtiungan, diperoleh nilai potensi energi tahunan PLTMH berdasarkan debit andalan Q80, Q70, Q50, dan Q30 beruturut-turut sebesar 116342,516 kWh; 121531,367 kWh; 130339,711kWh dan 128310,412 kWh. Setelah potensi energi dihitung menggunakan simulasi waktu operasional, diperoleh nilai potensi energi beruturut-turut 92856,543 kWh; 98054,552 kWh; 115669,809 kWh dan 104217,597 kWh. Sedangkan potensi energi berdasarkan simulasi musim diperoleh 92128,858 kWh; 97770,770 kWh; 105573.01 kWh dan 103134,641 kWh. Untuk waktu operasional efektif PLTMH ditetapkan berdasarkan perhitungan energi dari debit andalan Q80 dengan simulasi waktu operasional yaitu PLTMH aktif pada 15 hari ke 1-13 (1 Januari - 15 Juli) kemudian dinonaktifkan pada 15 hari ke 14-22 (16 Juli-30 November) untuk keperluan maintenance, dan diaktifkan kembali pada 15 hari ke 23-24 (1-31 Desember).
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT SENG PADA BETON RINGAN DENGAN TEKNOLOGI FOAM TERHADAP KUAT TEKAN, KUAT TARIK, DAN MODULUS ELASTISITAS Gunawan, Purnawan; Prayitno, Slamet Prayitno; Abdul Majid, Aroma Isman
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2013): September 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.297 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v1i3.37527

Abstract

Beton ringan dengan teknologi foam diperoleh dengan menambahkan foam agent (cairan busa) kedalam campuran beton. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sejauh mana pengaruh penambahan serat seng terhadap berat jenis, kuat tekan, kuat tarik, dan modulus elastisitas beton ringan foam berserat seng. Nilai kuat tarik belah rata-rata pada beton ringan foam tanpa serat sebesar 2,70 MPa, sedangkan pada beton ringan foam berserat seng dengan persentase serat 0,25%; 0,5%; dan 1% secara berurutan sebesar 2,90 MPa; 3,00 MPa; da 2,94 MPa. Nilai kuat tekan rata-rata pada beton ringan foam tanpa serat sebesar 14,34 MPa, sedangkan pada beton ringan foam berserat seng dengan persentase serat 0,25%; 0,5%; dan 1% secara berurutan sebesar 18,12 MPa; 20,38 MPa; dan 19,10 MPa. Nilai modulus elastisitas rata-rata beton ringan berserat seng dengan persentase serat 0%, 0,25%, 0,5%, dan 1% secara berturut - turut adalah 18768 MPa; 19422 MPa; 20462 MPa; dan 19856 MPa.
APLIKASI METODE AHP UNTUK PENENTUAN PRIORITAS PEMELIHARAAN BANGUNAN PUSKESMAS PEMBANTU (PUSTU) BERBASIS GIS DI KABUPATEN SUKOHARJO Hartono, Widi; Muchacha Mufti, Muchacha; Sugiyarto, Sugiyarto
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 4 (2015): Desember 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.945 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v3i4.37252

Abstract

Puskesmas Pembantu (Pustu) merupakan salah satu prasarana milik Negara yang harus dijaga pemeliharaannya karena merupakan prasarana yang terdekat dalam membantu masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Agar bangunan pustu selalu dalam keadaan terawat dan memberikan kinerja secara optimal maka diperlukan pemeliharaan dan perawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kriteria dalam menentukan prioritas pemeliharaan bangunan berdasarkan tingkat kerusakan dari komponen bangunan pustu. Program Aplikasi ini menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Data primer yang digunakan untuk penelitian meliputi survei langsung ke lapangan berupa pengisian form penilaian kondisi bangunan untuk mendapatkan nilai persentase kerusakan komponen bangunan dan untuk penilaian pembobotan di setiap komponen bangunan didapat dengan cara memberikan kuisioner. Sedangkan untuk data sekunder diperoleh dari sumber yang telah ada (dari data penelitian terdahulu) serta sumber data yang diperoleh dari peraturan Pemerintah Republik Indonesia. Lokasi penelitian berjumlah 45 pustu di Sukoharjo. Dari hasil Penelitian didapatkan indeks Kondisi Bangunan (IKB) yang digunakan untuk mendapatkan prioritas pemeliharaan bangunan pustu. Berdasarkan tingkat kerusakan paling tinggi hingga paling rendah didapat sebanyak 5 pustu yang memiliki tingkat kerusakan paling tinggi, yaitu Pustu Cemani (IKB : 67,9042), Pustu Puhgogor (IKB : 68,3214), Pustu Cabeyan (IKB : 68,3214), Pustu Karang tengah (IKB : 71,9145), dan Pustu Celep (IKB : 73,4605).
ANALISIS BANJIR 2 HARIAN MAKSIMUM TAHUNAN DENGAN ARCGIS DI DAS TEMON Sigit Nur Waskito; Raden Roro Rintis Hadiyani; Setiono Setiono
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 4 (2016): Desember 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.816 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i4.37048

Abstract

Penelitian ini dilakukan karena mengingat dampak banjir yang di timbulkan sangat merugikan makhluk hidup dan alam sekitar, sehingga dianggap perlu mengetahui pola distribusi, debit banjir periode ulang dan mengetahui potensi banjir di DAS Temon dengan menggunakan Hidrograf Satan Sintetik Soil Conservation Service (SCS). Setelah diketahui besaran potensi banjir pada masing - masing tahun, maka akan disajikan dalam bentuk visualisasi dengan ArcGIS. Data yang dipergunakan di dalam penelitian ini antara lain data curah hujan selama 11 tahun, yaitu pada tahun 2004-2014 yang ditinjau dari besarnya debit kala ulang yang dibandingkan dengan besarnya debit banjir 2 harian tahunan dan bulanan sehingga potensi banjirnya dapat terdeteksi. Besar potensi banjir tahunan berdasarkan hujan 2 harian maksimum tahunan pada tahun 2006 dan 2011 dengan debit 51,7395 m3/detik, 45,1402 m3/detik, maka tidak berpotensi banjir. Tahun 2004, 2005, 2009, 2012, dan 2014 dengan debit 62,5895 m3/detik, 62,3138 m3/detik, 66,1505 m3/detik, 70,2020 m3/detik, dan 58,6494 m3/detik, maka berpotensi banjir Q2. Tahun 2008, 2010, dan 2013 dengan debit 107,2160 m3/detik, 108,4555 m3/detik, dan 107,0553 m3/detik, maka berpotensi banjir Q5. Tahun 2007 dengan debit 117,8200 m3/detik, maka berpotensi banjir Q10. Prediksi potensi banjir tahunan pada tahun 2015-2018, Tahun 2015 dan 2018 dengan debit 21,2543 m3/detik dan 43,0904 m3/detik tidak berpotensi banjir. Tahun 2016 dengan debit 68,9978 m3/detik berpotensi banjir Q2. Tahun 2017 dengan debit 97,8292 m3/detik berpotensi banjir Q5.
EVALUASI TINGKAT KERAWANAN KECELAKAAN PADA RUAS JALAN BOYOLALI - AMPEL KM 29+000 - 34+000 Wiranto, Edi; Setyawan, Ary; Sumarsono, Agus
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 3 (2014): September 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.356 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v2i3.37389

Abstract

Jalan raya Solo-Semarang KM 29+000-KM 34+000, berdasarkan data kecelakaan lalu lintas dari Polres Boyolali Unit Laka Lantas, tingkat kecelakaan pada Ruas Jalan Boyolali-Ampel cukup tinggi. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui karakteristik kecelakaan, lokasi rawan kecelakaan, dan audit keselamatan insfrastruktur jalan tersebut. Tahapan awal dilakukan analisis karakteristik, selanjutnya dilakukan analisis tingkat kecelakaan untuk mengetahui lokasi rawan kecelakaan dengan berdasarkan banyaknya kejadian kecelakaan terhadap volume lalu lintas. Setelah itu akan dianalisis dengan pendekatan EAN. Dari analisis tersebut bertujuan untuk mengetahuiblackspot pada ruas Jalan Boyolali-Ampel. Hasil audit dihitung dengan indikator nilai resiko penanganan defisiensi Hasil audit keselamatan jalan menunjukkan bahwa beberapa bagian atau fasilitas jalan berada dalam kategori "cukup berbahaya" dan atau "berbahaya", yang harus segera diperbaiki untuk memperkecil potensi terjadinya kecelakaan, yaitu: aspek geometrik yang meliputi jarak pandang menyiap, aspek harmonisasi yang meliputi rambu batas kecepatan di tikungan, lampu penerangan jalan, dan sinyal sebelum masuk tikungan.
ANALISIS DEFLEKSI LATERAL TIANG TUNGGAL PADA TANAH KOHESIF Nasrulloh Nasrulloh; Yusep Muslih Purwana; Niken Silmi Surjandari
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.364 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i1.36935

Abstract

Pondasi tiang pancang merupakan salah satu jenis dari pondasi dalam. Pondasi tiang pancang selain dirancang untuk menahan beban-beban aksial, juga dirancang untuk memperhitungkan beban lateral. Akibat adanya beban lateral yang bekerja pada tiang pancang mengakibatkan terjadinya defleksi atau pergeseran. untuk mengetahui besarnya defleksi yang terjadi pada tiang dapat dilakukan dengan pengujian lapangan atau yang sering disebut dengan lateral test. Selain melakukan pengujian lateral test, besarnya defleksi juga dapat dianalisis menggunakan metode Reese & Matlock (1960) dan metode p-y curve. Penelitian ini akan mengamati defleksi lateral tiang tunggal pada tanah kohesif. Berdasarkan hasil uji lateral test didapatkan defleksi maksimum pada P.1 sebesar 55,74 mm. Setelah dilakukan analisis menggunakan metode p-y curve, metode Reese & Matlock (1960) didapatkan hasil bahwa nilai defleksi lateral tiang tunggal hasil analisis metode p-y curve lebih mendekati hasil uji lateral test dibandingkan dengan metode Reese & Matlock (1960), hal tersebut dikarenakan paremeter tanah dan spesifikasi tiang lebih diperhatikan pada metode p-y curve, sedangkan Metode Reese & Matlock (1960) menggunakan korelasi dalam analisisnya.