cover
Contact Name
Halwan Alfisa Saifullah
Contact Email
halwan@ft.uns.ac.id
Phone
+6282133085744
Journal Mail Official
halwan@ft.uns.ac.id
Editorial Address
Matriks Teknik Sipil Gedung IV lt. 1 Jurusan Teknik Sipil Jl. Ir. Sutami 36A Surakarta Jawa Tengah - Indonesia 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Matriks Teknik Sipil
ISSN : 23548630     EISSN : 27234223     DOI : -
Matrik Teknik Sipil adalah open access journal yang mempublikasikan penelitian di bidang struktur, hidrologi, transportasi, geoteknik dan management proyek. Matriks Teknik Sipil diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret. Jurnal ini menyediakan open access yang pada prinsipnya membuat riset tersedia secara gratis untuk publik dan akan mensupport pertukaran pengetahuan global terbesar.
Articles 953 Documents
SIMULASI PERILAKU PENURUNAN TERHADAP BEBAN PADA PONDASI GABUNGAN TELAPAK DAN SUMURAN PADA TANAH PASIR DENGAN VARIASI KEDALAMAN TELAPAK DAN PANJANG SUMURAN Heri Afandi; Niken Silmi Surjandari; Raden Harya Dananjaya
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 1 (2016): Maret 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.263 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i1.37128

Abstract

Penggunaan modifikasi pondasi gabungan pada proyek bangunan sipil telah banyak digunakan. Salah satunya adalah pondasi gabungan telapak dan sumuran. Penggunan pondasi gabungan ini perlu dilakukan pengujian terlebih dahulu. Penelitian sebelumnya yang dilakukan Rensia pada 2014 menunjukkan hasil yang baik dari penurunan terhadap beban. Dalam penelitian ini pengujian dilakukan pada tanah pasir yang didapat dari data Laboratorium Mekanika Tanah UNS. Penurunan didapat dengan bantuan Plaxis 3D Foundation. Hasil penelitian menunjukkan perilaku grafik penurunan terhadap beban untuk pondasi telapak, pondasi sumuran, dan pondasi gabungan telapak dan sumuran mempunyai perilaku yang sama dengan grafik karakteristik penurunan pada tanah pasir. Adanya gabungan dua pondasi antara pondasi telapak dan sumuran menyebabkan nilai penurunan terhadap beban menjadi semakin kecil dibandingkan pondasi telapak saja atau sumuran saja. Semakin besar kedalaman telapak dan panjang sumuran, memberikan nilai penurunan yang semakin kecil. Penurunan rata-rata yang dihasilkan setiap 0,1 m kedalaman telapak dan panjang sumuran adalah sebesar 0,0246 inchi 0,0237 inchi.
PENGARUH BITUMEN MODIFIKASI ETHYLENE VINYL ACETATE (EVA) PADA ASPHALT CONCRETE DAN THIN SURFACING HOT MIX ASPHALT TERHADAP PENGUJIAN UNCONFINED COMPRESSIVE STRENGTH (UCS) DAN INDIRECT TENSILE STRENGTH (ITS) Ryan Kurniawan; Ary Setyawan; Djumari Djumari
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2016): Juni 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.119 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i2.37016

Abstract

Salah satu modifikasi pada perkerasan jalan adalah melakukan modifikasi pada bitumen dengan Ethylene Vinyl Acetate (EVA) agar campuran untuk jalan dapat bekerja dengan maksimal dan tahan lama. EVA yang merupakan polimer plastomer memiliki sifat plastis saat didinginkan dan elastis saat dipanaskan.Pada penelitian ini dilakukan pengujian Indirect Tensile Strength (ITS) dan Unconfined Compressive Strength (UCS) pada campuran Asphalt Concrete (AC) dan Thin Surfacing Hot Mix Asphalt (TSHMA) dengan bitumen yang dimodifikasi dengan EVA yang selanjutnya dibandingkan dengan campuran yang menggunakan aspal penetrasi 60/70. Hasil pengujian menunjukkan adanya peningkatan pada nilai ITS dan UCS, baik pada campuran AC maupun TSHMA. Nilai ITS pada campuran AC dan TSHMA dengan modifikasi EVA didapatkan sebesar 809,5342 KPa dan 407,4462 KPa lebih besar dibandingkan pada campuran AC dan TSHMA tanpa modifikasi EVA yaitu sebesar 637,13 KPa dan 407,4462 KPa. Pada pengujian ITS, penambahan EVA meningkatkan nilai ITS pada AC sebesar 27,06 % dan pada TSHMA sebesar 90,70 %. Sedangkan nilai UCS pada campuran AC dan TSHMA dengan modifikasi EVA yaitu sebesar 6028,500 KPa dan 43513,557 KPa lebih besar dibandingkan pada campuran AC dan TSHMA tanpa modifikasi EVA yaitu sebesar 4508,65 KPa dan 876,06 KPa. Pada pengujian UCS, penambahan EVA meningkatkan nilai UCS pada AC menjadi 1,34 kali dan pada TSHMA menjadi 49,67 kali. Dengan adanya peningkatan nilai ITS dan UCS, maka modifikasi EVA pada aspal ini dapat digunakan untuk perkerasan jalan di Indonesia untuk meningkatkan umur layan jalan.
POROSITAS, KOROSI DAN KUAT LEKAT TULANGAN BETON MUTU TINGGI DENGAN BAHAN TAMBAH ABU SEKAM PADI PADA CURING AIR LAUT DAN AIR TAWAR Chrismaningwang, Galuh; Wibowo, Wibowo; Hadiyanto, Muchamad
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2017): Juni 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (922.242 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i2.36893

Abstract

Indonesia sebagai negara kepulauan, beberapa wilayahnya berbatasan langsung dengan laut. Konstruksi bangunan yang berada di dalam lingkungan yang agresif seperti di daerah pesisir pantai ataupun di tengah laut dapat membawa dampak buruk terhadap beton karena di lingkungan tersebut banyak mengandung zat-zat kimia yang bersifat reaktif terhadap unsur-unsur yang terkandung dalam beton sehingga beton dengan mudah mengalami disintegrasi/ rapuh. Penggunaan abu sekam padi sebagai bahan tambah banyak mengandung Silika yang sangat tinggi berbentuk kristalin (quartz dan opal) dengan kerapatan sekitar 2,21 gr/cm3. Dengan sifat-sifat kimia dan fisik tersebut, penggunaan abu sekam padi (SiO2) bereaksi dengan Kalsium Hidroksida (Ca(OH)2) dapat mengurangi kadar pori dalam beton, sehingga meningkatkan ketahanan terhadap terhadap serangan Chlorida dan Sulfat pada air laut. Variabel yang digunakan adalah variabel terikat yaitu penggunaan abu sekam padi sebesar 15% dari berat semen. Pengujian dilakukan dengan mencari kadar pori, laju korosi dan kuat lekat beton. Benda uji berbentuk Kubus 5 cm x 5 cm x 5 cm, silinder diameter 15 cm dan tinggi 30 cm dengan dipasang baja diameter 10 mm polos, masing-masing direndam dalam air tawar berjumlah 6 silinder dan di air laut berjumlah 6 silinder kemudian diuji pada umur beton 28 hari dengan mesin Universal Testing Machine. Hasil Kadar pori sampel beton rata-rata yang direndam (curing) di air tawar hasilnya lebih besar (19,98%) dari pada sampel beton yang direndam di air laut (4,95%). Laju korosi baja rata-rata pada sampel beton yang direndam (curing) di air laut hasilnya lebih besar yakni 4,337x10-2 mm/Tahun dari pada laju korosi baja untuk sampel beton yang direndam di air tawar yaitu 1,8831x10-2 mm/Tahun. Kuat lekat rata-rata sampel beton yang direndam (curing) di air tawar hasilnya hampir sama besar dengan sampel beton yang direndam di air laut yakni sebesar 3891,86 Kg/cm2 dan 4056,03 Kg/cm2. Jadi penggunaan bahan mineral tambah/ pozzolan berupa abu sekam padi sebesar 15% tidak berpengaruh terhadap nilai kuat lekat tulangan.
PENGARUH KADAR METAKAOLIN TERHADAP KUAT TEKAN PADA HIGH STRENGTH SELF COMPACTING CONCRETE (HSSCC) USIA 14 DAN 28 HARI Mustawa Kamal, Muhammad Imam; Wibowo, Wibowo; Safitri, Endah
Matriks Teknik Sipil Vol 7, No 4 (2019): DESEMBER
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.86 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v7i4.38492

Abstract

Beton mutu tinggi memadat mandiri adalah salah satu inovasi beton yang memiliki standar kualitas yang tinggi. Beton jenis ini memiliki kuat tekan yang tinggi dan dapat memadat tanpa bantuan alat. Metakaolin digunakan sebagai bahan pengganti semen untuk meningkatkan kualitas beton tersebut dan mengurangi kelemahannya. Metakaolin terbuat dari kaolin yang merupakan bubuk putih berukuran 0,5 hingga 5 mikron yang kemudian dipanaskan pada suhu 500- 900°C. Parameter yang dipelajari dalam penelitian ini adalah setting time, workability, dan kuat tekan HSSCC. Setting time diukur dengan uji vicat untuk memahami efek penambahan Metakaolin pada HSSCC. Workability diukur dengan slump-flow table test, l-box test, v-funnel test and v-funnel T5minute test. Kekuatan tekan dilakukan pada umur 14 dan 28 hari dengan compressive testing machine. Berdasarkan hasil penelitian, Metakaolin meningkatkan kuat tekan beton secara linier. Metakaolin memperlambat waktu ikat semen dan menurunkan kuat tekan awal beton umur 14 hari. Semakin banyak Metakaolin yang digunakan, workability semakin menurun. Hanya penambahan metakaolin dengan kadar 5% dan 7,5% yang memenuhi parameter fillingability dan passingability berdasarkan EFNARC 2002.
Perencanaan Ulang Jembatan Busur Di Sungai Code Yogyakarta Hillary Merry Christin; Agus Supriyadi; Senot Sangadji
Matriks Teknik Sipil Vol 10, No 1 (2022): Maret
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.779 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v10i1.55540

Abstract

Jembatan Prof. Ir. KRMT Wreksodiningrat merupakan jembatan busur beton bertulang dengan desain letak lantai kendaraan berlokasi di atas struktur pelengkung (deck arch). Terdapat tiga jenis jembatan pada penelitian ini yaitu jembatan dengan letak lantai kendaraan di atas pelengkung (deck arch), di bawah pelengkung (through arch), serta di antara puncak dan kaki pelengkung (half-through arch). Pemilihan desain yang kurang tepat akan memengaruhi kekuatan serta efektivitas desain jembatan yang dirancang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis variasi letak lantai kendaraan pada jembatan terhadap perilaku struktur, menentukan pengaruh variasi letak lantai kendaraan pada jembatan terhadap berat struktur dan menentukan rasio efensiensi sehingga diperoleh desain yang efektif. Tahapan penelitian dimulai dengan perencanaan desain awal untuk menentukan desain jembatan yang akan dimodelkan menggunakan bantuan program SAP2000 v.14. Selanjutnya, dilakukan kontrol kekuatan dan defleksi struktur sesuai dengan persyaratan ijin. Analisis yang dilakukan akan memperoleh hubungan dari variabel yang diteliti untuk mendapatkan desain jembatan yang paling optimal dan efisien. Jembatan tipe deck arch memiliki berat struktur sebesar 52653,071 kN, tipe through arch memiliki berat struktur sebesar 139924,826 kN dan tipe half-through arch memiliki berat struktur sebesar 118144,430 kN. Berdasarkan hasil analisis ketiga jembatan yang telah dimodelkan, jembatan yang paling efisien merupakan jembatan busur tipe deck arch dengan rasio defleksi/bentangan busur 0,00067 dan berat struktur 52.653,071 kN.
STUDI KUAT TEKAN, KUAT TARIK BELAH,DAN MODULUS ELASTISITAS BETON RINGAN TEKNOLOGI FOAM DENGAN BAHAN TAMBAH SERAT POLYESTER Yunanto, Andi Dwi; Gunawan, Purnawan; Sunarmasto, Sunarmasto
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 4 (2014): Desember 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.526 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v2i4.37357

Abstract

Berat jenis beton adalah salah satu aspek yang diperhitungkan ketika merencanakan struktur bangunan karena berpengaruh pada perhitungan beban.Beton ringan foam dibuat dengan menambahkan foam agent yang terdiri dari spectafoam, harder mild, dan polymer kedalam campuran mortar. Pemakaian beton ringan masih ditujukan pada beton non struktural saja karena beton ringan memiliki kuat tekan rendah.Solusi untuk meningkatkan kuat tarik belah, kuattekan, modulus elastisitas yang dimiliki beton ringan yaitu dengan menambahkan serat polyester. Metode yang digunakan adalah pengamatan secara eksperimental dan kemudian dilakukan analisis secara teoritis untuk mendukung kesimpulan akhirnya. Benda uji berbentuk silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cmberjumlah 3 buah untuk 1 variasi persentase serat. Persentase serat yang digunakan adalah 0%; 0,25%;0,5%; 0,75%; dan 1%.Alat yang digunakan untuk pengujian adalah CTM (Compression Testing Machine).Hasil dari penelitian ini adalah peningkatan nilai kuat tekan, kuat tarik belah, dan modulus elastisitas beton ringan foam setelah ditambah serat polyester pada kadar 0,75% berturut-turut sebesar36,31%; ,55,43%; dan 35,46%.
PENGARUH PERBEDAAN BENTUK PENAMPANG SPESIMEN TERHADAP HUBUNGAN TEGANGAN DAN REGANGAN PADA BETON HIGH VOLUME FLY ASH SELF COMPACTING CONCRETE (HVFA-SCC) The Effect of Speciment Shape on Stress-Strain Behavior of High Volume Fly ash - Self Compacting Conc Astuti, Retno Kusuma; Budi, Agus Setya; Sangadji, Senot
Matriks Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (780.423 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v6i1.36597

Abstract

Penggunaan fly ash sebagai pengganti sebagian semen dalam campuran Self Compacting Concrete dengan kadar lebih dari 50% disebut High Volume Fly Ash Self Compacting Concrete (HVFA SCC). Pengujian beton dilakukan dengan berbagai bentuk sampel sesuai dengan standar yang digunakan. Salah satu factor yang mempengaruhi hasil pengujian adalah bentuk penampang beton. Penelitian ini menggunakan total benda uji 18 buah dengan variasi bentuk penampang lingkaran, segiempat dan segienam. Rancang campur yang digunakan pada High Volume Fly Ash Self Compacting Concrete menggunakan teknologi SCC berdasar EFNARC Specification and Guidelines for Self-Compacting Concrete, 2002. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa HVFA SCC pada umur 28 hari memiliki kuat desak yang lebih rendah dibandingkan dengan beton normal dengan rata-rata penurunan kekuatannya adalah 27%. Beton normal dengan penampang segiempat memiliki kuat desak terendah dengan kenaikan sebesar 23% untuk segienam dan 41% untuk lingkaran, begitu pula dengan HVFA-SCC, penampang segiempat memiliki kuat desak terendah dengan kenaikan sebesar 43% untuk segienam dan 52% untuk lingkaran. Nilai Modulus Elastisitas rata-rata pada HVFA-SCC lebih kecil dibandingkan beton normal, yaitu 9578,47 MPa untuk HVFA-SCC dan 13774,44 MPa untuk beton normal. . Nilai toughness postcapeak rata-rata dari HVFA-SCC lebih besar dibandingkan nilai toughness postcapeak beton normal, yaitu 0,036 untuk HVFA-SCC dan 0,033 untuk beton normal. Begitupula dengan nilai daktilitas, yaitu 6,93 untuk HVFA-SCC dan 5,44 untuk beton normal.
PENGARUH PENAMBAHAN LIMBAH BUBUTAN BAJA PADA LAPIS TIPIS CAMPURAN ASPAL PANAS TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL Tora K., W. Alpha; Setyawan, Ary; Sarwono, Djoko
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 4 (2013): Desember 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.907 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v1i4.37510

Abstract

Jalan merupakan fasilitas yang sangat penting bagi manusia. salah satu jenis perkerasan jalan yang sering dijumpai adalah perkerasan lentur (aspal). Penggunaan jalan yang terus-menerus mengakibatkan munculnya kerusakan jalan. Perawatan jalan yang biasa dilakukan adalah dengan overlay (pelapisan ulang) pada lapis perkerasan, namun hal ini berakibat tebal dari lapis tersebut menjadi tidak terkontrol, maka dari itu muncul gagasan untuk membuat lapis tipis campuran aspal panas. Lapis tipis berfungsi untuk mengontrol ketebalan lapis itu sendiri. Untuk meningkatkan kinerja dari lapis tipis tersebut muncul sebuah ide untuk memberikan bahan tambah pada lapis tipis ini, dan bahan tambah yang digunakan adalah limbah bubutan baja. Limbah bubutan baja merupakan bahan sisa yang jarang digunakan, sehingga penggunaannya akan membantu mengurangi limbah tersebut di lingkungan. Disamping variasi kadar aspal yang berkisar antara 4,5%-6,5%, penggunaan bahan tambah ini juga bervariasi antara 1-5% (dari total campuran benda uji) dan benda uji yang dibuat akan diuji menggunakan alat uji Marshall. Setelah dilakukan pengujian terhadap seluruh benda uji, didapatkan kadar penambahan limbah bubutan baja optimum sebesar 2,54% pada kadar aspal 5,25%. Dan dibandingkan dengan benda uji normal (tanpa penambahan limbah bubutan baja), benda uji tersebut mengalami peningkatan pada nilai stabilitas, pori dan Marshall Quotient, namun mengalami penurunan pada nilai flow dan bulk density.
EVALUASI KINERJA STRUKTUR GEDUNG DENGAN ANALISIS PUSOVER (STUDI KASUS: GEDUNG BEDAH SENTRAL TERPADU RUMAH SAKIT BETHESDA YOGYAKARTA) Masbudi, Masbudi; Purwanto, Edy; Supriyadi, Agus
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 4 (2015): Desember 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.974 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v3i4.37236

Abstract

Earthquake causes damage to buildings and casualties. Design of buildings against earthquake loads is very important so during an earthquake the building does not collapse and no casualties. Especially for important buildings like the Ingrated Central Sugrical Building (GBST) Bethesda Hospital Yogyakarta is expected to keep functioning and have not experienced significant damage after the earthquake. In performance based design, level of performance for hospital buildings is lmmediate Occupancy (IO). The purpose of this research is to know actually performance level of the structure GBST Bethesda Hospital in Yogyakarta. Evaluation method use is non-linear static analysis (Pushover). The lateral load determining by static equivalent analisys, the lateral load given monotonic in one direction step by step. Performance level determine in Capacity Spectrume Method according Applied Technologi Council (ATC 40,1996) the result is performance point and displacement targets method according Federal Emergency Management Agency (FEMA 356,2000). Structure performance level specified by drift ratio required by ATC 40 (1996). The result of evaluation according ATC 40 (1996) in the X direction obtained value of displacement at 0,174m, in the direction Y at 0,185m while the according FEMA 356 (2000) the displacement in direction X at 0,137m and Y direction at 0,179m. The value of drift ratio actual is less than 1% so the performance level for earthquake return period of 2500 years is the Immediate Occupancy.
Pengaruh Panjang Sambungan Lewatan Kurang dari Syarat SNI-03-2847-2013 pada Balok Beton Bertulang dengan Tulangan Baja Ulir Terhadap Kut Lentur Slamet Prayitno; Sunarmasto Sunarmasto; Henri Riyanti
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 4 (2016): Desember 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.714 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i4.37032

Abstract

Perkembangan zaman semakin maju, struktur bangunan mengalami perkembangan yang sangat pesat. Struktur beton bertulang merupakan salah satu struktur yang sangat diandalkan kekuatannya saat ini dan banyak dimanfaatkan pada pembangunan. Panjang lewatan yang dibutuhkan harus diperhitungkan untuk menghindari keruntuhan atau kegagalan sambungan. Kebutuhan panjang lewatan berhubungan dengan panjang penyaluran tegangan (ld) yang bertambah sesuai dengan peningkatan tegangan. Panjang penyaluran adalah panjang penambatan yang diperlukan untuk mengembangkan tegangan luluh pada tulangan yang merupakan fungsi tegangan luluh baja (fy), diameter tulangan (db), dan tegangan lekat. Pada penelitian ini panjang sambungan yang akan diteliti adalah dibawah dari nilai standar yang tercantum pada SNI 03-2847-2013. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen yang dilaksanakan di laboratorium Bahan UNS. Benda uji berbentuk silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm untuk pengujian kuat tekan, dan balok beton bertulang dengan dimensi 80 x 120 x 1100, dengan variasi panjang sambungan lewatan 250 mm, 275 mm, 300 mm, dan tanpa sambungan lewatan (utuh). Pada adukan beton normal pada penelitian ini digunakan bahan tambah superplasticzier dan bestmittel. Nilai momen nominal untuk variasi panjang sambungan 250 mm, 275 mm, 300 mm, adalah sebesar 3,97 kNm, 4,40 kNm, 4,40 kNm. Balok beton bertulang dengan panjang sambungan lewatan 300 mm merupakan panjang sambungan standar yang disyaratkan. Balok beton bertulang tanpa sambungan (utuh) digunakan sebagai balok referensi. Nilai momen nominal terbesar terdapat pada balok beton bertulang tanpa sambungan dengan nilai momen nominal sebesar 6,30 kNm. Nilai momen berdasarkan hasil analisis yang sesuai pada persyaratan SNI-2847-2013 lebih kecil dari momen nominal hasil pengujian yaitu sebesar 4,049 kNm.