cover
Contact Name
Halwan Alfisa Saifullah
Contact Email
halwan@ft.uns.ac.id
Phone
+6282133085744
Journal Mail Official
halwan@ft.uns.ac.id
Editorial Address
Matriks Teknik Sipil Gedung IV lt. 1 Jurusan Teknik Sipil Jl. Ir. Sutami 36A Surakarta Jawa Tengah - Indonesia 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Matriks Teknik Sipil
ISSN : 23548630     EISSN : 27234223     DOI : -
Matrik Teknik Sipil adalah open access journal yang mempublikasikan penelitian di bidang struktur, hidrologi, transportasi, geoteknik dan management proyek. Matriks Teknik Sipil diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret. Jurnal ini menyediakan open access yang pada prinsipnya membuat riset tersedia secara gratis untuk publik dan akan mensupport pertukaran pengetahuan global terbesar.
Articles 953 Documents
EVALUASI PANJANG ANTRIAN KENDARAAN PADA PELAYANAN PINTU KELUAR PARKIR DI HARTONO LIFESTYLE MALL SOLO BARU Mazidah, Alfi Rizqi; Sumarsono, Agus; Djumari, Djumari
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2015): Juni 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.199 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v3i2.37204

Abstract

Hartono Lifestyle Mall Solo Baru yang mengalami kenaikan tarikan pengunjung, memerlukan perhatian dalam memberikan kenyamanan dan pelayanan. Fasilitas yang menimbulkan ketidaknyamanan pengunjung adalah terjadinya antrian panjang terutama pada akses keluar kendaraan pengunjung mal saat meninggalkan area parkir. Masalah tersebut diatasi dengan menerapkan teori antrian pada pelayanan pintu keluar parkir, untuk menghasilkan alternatif solusi perbaikan layanan untuk meminimalisir antrian sebagai rekomendasi pengelolaan parkir.Analisis penelitian dipengaruhi oleh tingkat pelayanan yang berkaitan dengan pelayanan operator pintu keluar dan tingkat kedatangan kendaraan yang akan keluar dari area parkir. Penelitian meliputi sepeda motor dan mobil. Penyelesaian kasus ini menggunakan disiplin antrian First In First Out (FIFO). Perhitungan analisis statistik pada tingkat kedatangan menggunakan distribusi poisson dengan uji chi square dan untuk perhitungan tingkat pelayanan menggunakan distribusi eksponensial dengan uji kolmogorov-smirnov. Hasil perhitungan pada penelitian, operator memerlukan waktu pelayanan yang efektif untuk melayani kendaraan keluar adalah selama 5 detik untuk sepeda motor dan 12 detik untuk mobil tanpa palang pintu. Perhitungan analisis sepeda motor dengan persamaan distribusi poisson dan distribusi eksponensial menunjukkan bahwa pola kedatangan dan pelayanan kendaraan pada pintu keluar berjalan konstan pada semua hari. Sedangkan pada mobil, hasil perhitungan hanya signifikan pada hari Rabu sehingga dengan akses pintu keluar yang tersedia sudah memenuhi permintaan dan mencukupi pelayanan. Perhitungan hari Sabtu dan Minggu dengan persamaan distribusi poisson dan distribusi eksponensial mendapatkan hasil yang tidak signifikan, hal ini menyebabkan perlu adanya perhitungan dengan persamaan probabilitas yang lain untuk menghasilkan rekomendasi yang tepat untuk meminimalisir antrian yang terjadi pada akhir pekan tersebut.
ANALISIS ARUS BALIK AIR PADA SALURAN DRAINASE PRIMER GAYAM KABUPATEN KULON PROGO DENGAN METODE INTEGRASI NUMERIK Fendika Titok Kurniawan; Adi Yusuf Muttaqien; Rintis Hadiani
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 1 (2016): Maret 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.442 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i1.37112

Abstract

Sungai memiliki banyak manfaat untuk manusia namun jika tidak ada penanganan dan pemeliharaan secara berkelanjutan sungai juga dapat mendatangkan bencana banjir. Tujuan dari penelitian ini adalah salah satu upaya mencegah terjadinya bencana banjir yang diakibatkan oleh arus balik air. Pencegahan ini dilakukan dengan menganalisis profil aliran dari saluran drainase primer Gayam akibat ketinggian maksimum Sungai Serang. Profil aliran yang diketahui dapat digunakan untuk pengambilan tindakan lebih lanjut untuk perbaikan infrastruktur bangunan air. Penelitian ini akan dilakukan pada salah satu saluran drainase di Kabupaten Kulon Progo yang terletak di Kecamatan Wates. Saluran ini berada pada daerah dengan kelandaian yang cenderung datar dan padat penduduk. Analisis profil aliran saluran drainase primer Gayam akan dilakukan menggunakan metode integrasi numerik dan menggunakan program Hydrologic Engineering Center-River Analysis System (HEC-RAS). Data yang digunakan pada saluran drainase primer Gayam menggunakan data hujan dari tiga stasiun hujan pada DAS Serang pada tahun 2004-2013 yang selanjutnya digunakan untuk perhitungan perhitungan debit saluran drainase primer Gayam. Data debit yang digunakan pada Sungai Serang antara tahun 2011-2013. Saluran drainase primer Gayam termasuk jenis profil aliran permukaan landai atau profil M (Mild) karena kemiringan dasar saluran lebih kecil dari kemiringan kritis. Nilai maksimum terjadi pada bulan November yaitu sebesar 1,78 m dan nilai sebesar 1,43 m. Arus balik air terdeteksi pada perhitungan menggunakan integrasi numerik maupun menggunakan software HEC-RAS. Panjangnya arus balik air berbeda-beda tiap bulan tergantung debit saluran drainase primer Gayam. Arus balik air terpanjang terjadi pada bulan Desemner yaitu sepanjang 432 m. Hasil analisis menunjukkan ketinggian profil aliran lebih tinggi dari tanggul dan dimensi
PENGARUH HUJAN HARIAN MAKSIMUM BULANAN TERHADAP STABILITAS LERENG DI DAS KEDUANG WONOGIRI (Studi Kasus : Desa Tambakmerang, Girimarto, Wonogiri) Muhammad Bithriq Yusyfa; Niken Silmi Surjandari; Noegroho Djarwanti
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2016): Juni 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.167 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i2.37000

Abstract

Wonogiri adalah sebuah kabupaten yang berada di sebelah selatan Jawa Tengah dengan karakteristik daerah yang berbukit-bukit. Daerah perbukitan di Wonogiri tersebut memiliki lereng-lereng yang labil sehingga mudah mengalami longsor. Kemungkinan terjadinya longsor akan semakin meningkat saat musim hujan dengan adanya beban air hujan. Melihat dari besarnya pengaruh curah hujan terhadap kelongsoran, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bulan-bulan basah yang dapat menyebabkan peningkatan potensi longsor akibat beban hujan harian maksimum pada satu titik lereng eksisting dan pemodelan lereng lain dengan kemiringan tertentu. Penelitian ini menganalisis kestabilan lereng dengan pengaruh hujan maksimum pada satu kondisi profil lereng eksisting dan beberapa variasi kemiringan lereng dengan menggunakan metode Fellenius. Data hujan yang digunakan adalah data hujan pada bulan basah, yaitu Januari, Februari, Maret, April, November, dan Desember selama periode sepuluh tahun dari 2004 - 2013. Parameter tanah yang digunakan adalah hasil uji undisturbed sample tanah yang diambil langsung dari Desa Tambakmerang, Kecamatan Girimarto,DAS Keduang, Wonogiri dan diuji di Laboratorium Mekanika Tanah UNS. Variasi kemiringan lereng 30°, 45°, 60° dan kemiringan eksisting lereng dengan pengamatan visual 48°. Perhitungan infiltrasi air hujan pada lereng menggunakan metode Green-Ampt. Analisa stabilitas lereng menggunakan metode Fellenius. Analisis stabilitas lereng yang dilakukan pada kondisi sebelum hujan menghasilkan nilai safety factor (SF) berturut-turut untuk sudut 30°, 45°, 48°, dan 60° adalah 2.1823, 1.6638, 1.5934, 1.3649. Sedangkan pada kondisi setelah hujan dengan beban hujan terbesar analisis stabilitas lereng menghasilkan nilai safety factor (SF) berturut-turut untuk sudut 30°, 45°, 48°, dan 60° adalah 2.1628, 1.6480, 1.5749, 1,3534. Kedua kondisi tersebut menghasilkan nilai safety factor (SF) yang lebih besar dari batas minimum SF lereng stabil 1.25, sehingga diketahui bahwa lereng tersebut aman terhadap longsor. Hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa sudut kemiringan lereng dan beban hujan harian maksimum bulanan sangat mempengaruhi nilai safety factor (SF).
ANALISIS DEFLEKSI LATERAL TIANG TUNGGAL FREE-END PILE PADA TANAH KOHESIF Kristianto, Angga; Surjandari, Niken Silmi; Djarwanti, Noegroho
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2017): Juni 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (782.045 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i2.36877

Abstract

Pondasi tiang pancang didesain untuk mendukung beban aksial maupun beban lateral. Salah satu faktor penting dalam perencanaan struktur-struktur bangunan tinggi adalah beban lateral. Beban lateral yang bekerja pada tiang pancang mengakibatkan terjadinya defleksi atau pergeseran. Besarnya defleksi yang terjadi pada tiang dapat diketahui dengan melakukan pengujian lapangan atau yang sering disebut dengan lateral test. Selain melakukan pengujian lateral test, besarnya defleksi lateral tiang juga dapat dianalisis menggunakan metode Broms (1964), metode elemen hingga dan metode beda hingga (p-y curve). Penelitian ini akan mengamati analisis defleksi dan kapasitas lateral tiang tunggal free-end pile pada tanah kohesif. Berdasarkan penelitian didapatkan hasil bahwa nilai defleksi maksimum tiang menurut metode Broms (1964), metode elemen hingga, metode beda hingga (p-y curve), dan hasil uji lateral test berturut-turut sebesar 116,6457 mm; 55,16 mm; 68,059 mm; 55,74 mm. Perbandingan defleksi lateral menunjukkan hasil analisa metode elemen hingga dan metode beda hingga (p-y curve) lebih mendekati hasil uji lateral test dibandingkan dengan metode Broms (1964), hal ini dikarenakan parameter tanah dan parameter tiang pada metode elemen hingga dan metode beda hingga (p-y curve) lebih detail dibandingkan dengan metode Broms (1964) yang hanya berdasarkan korelasi dalam analisisnya..
KAPASITAS LENTUR BALOK BETON BERTULANG HVFA MEMADAT SENDIRI TERHADAP BETON NORMAL DENGAN KADAR FLY ASH 50%. Aji, Gilang Dwi; Budi, Agus Setiya; Saifullah, Halwan Alfisa
Matriks Teknik Sipil Vol 7, No 4 (2019): DESEMBER
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (690.445 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v7i4.38476

Abstract

Fly ash merupakan limbah pembakaran batu bara berukuran mikron yang memiliki kandungan silika (SiO2) tinggi. Senyawa tersebut berfungsi sebagai pozolan untuk mengikat hasil sisa reaksi hidrasi berupa kristal Ca(OH)2menjadi CSH untuk meningkatkan kekuatan beton. Dengan kadar fly ash lebih besar sama dengan 50% dari total powder, serta penambahan super plasticizer agar beton mampu memadat sendiri, beton tersebut dapat disebut High Volume Fly Ash - Self Compacting Concrete (HVFA-SCC). Untuk melihat perilaku beton HVFA-SCC pada komponen struktur penelitian ini mengkaji perilaku lentur balok dengan penambahan 50% fly ash pada balok beton bertulang dan dibandingkan dengan lentur balok beton normal. Metode penelitian eksperimen menggunakan benda uji balok beton bertulang HVFA-SCC 50% dan balok beton normal dengan jumlah masing-masing 3 balok, dengan dimensi panjang 1500 mm, lebar 100 mm, dan tinggi 150 mm. Sampel balok dibatasi dengan penyeragaman mutu beton 30 Mpa. Pengujian dilakukan dengan metode four point loading pada jarak 1/3 bentang. Dari hasil penelitian didapatkan balok HVFA-SCC 50% mendapatkan nilai lendutan dan beban yang lebih besar dibandingkan balok beton normal. Dengan nilai indeks kekakuan sebesar 10,256 pada saat retak dan 4,072 pada saat leleh untuk balok HVFA-SCC 50% serta 7,831 saat retak dan 3,757 pada saat leleh untuk balok beton normal.
Analisis Model Simpang Ngapeman Menggunakan Program Simulasi PTV Vissim Berlian Fikkriatur Rizqiah; Budi Yulianto; Setiono Setiono
Matriks Teknik Sipil Vol 9, No 4 (2021): Desember
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.179 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v9i4.54784

Abstract

Jalan Brigjend Slamet Riyadi merupakan jalan arteri Kota Surakarta dimana terdapat banyak pusat kegiatan di dalamnya. Banyaknya pusat kegiatan pada daerah Central Business District (CBD) mengakibatkan berbagai jenis kendaraan melintasi jalan tersebut. Pada kajian ini dilakukan analisis kinerja Simpang Ngapeman yang merupakan salah satu simpang yang terdapat pada Jalan Brigjend Slamet Riyadi dengan dimodelkan dengan menggunakan program simulasi PTV Vissim. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan mikrosimulasi arus lalu lintas di Simpang Ngapeman pada kondisi mixed traffic dengan melakukan kalibrasi (menggunakan metode GEH untuk volume lalu lintas) dan validasi (menggunakan uji t untuk panjang antrian dan uji perbedaan relatif untuk waktu perjalanan) antara model dan juga kondisi eksisting di lapangan. Hasil dari kajian ini adalah model sudah terkalibrasi nilai GEH kurang dari lima (GEH < 5) dan tervalidasi dengan nilai dari uji t didapatkan t hitung lebih kecil dari t tabel dan P (two tailed) lebih besar dari 0,05 sehingga dapat dikatakan bahwa model pada program simulasi PTV Vissim sudah mendekati kondisi di lapangan.
PERUBAHAN KUAT DESAK DAN MODULUS ELASTISITAS BETON MENGGUNAKAN AGREGAT KASAR PECAHAN GENTENG BERSERAT ALUMINIUM PASCA BAKAR DENGAN VARIASI WAKTU RENDAMAN AIR Yukrisdam, Tatas; Mediyanto, Antonius; Mukahar, Mukahar
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2015): Maret 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.826 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v3i1.37333

Abstract

Salah satu parameter dari kekuatan sebuah struktur adalah kuat desak dan modulus elastisitas dari elemen struktur tersebut. Kebakaran menyebabkan kerusakan struktural akibat kerusakan material penyusunnya. Perlu dilakukan penelitian seberapa bersarkah penurunan kuat desak dan modulus elastisitas beton, serta kekuatan maksimal yang dapat di pulihkan pasca kebakaran. Hasil penelitian pengujian kuat desak menunjukan beton ringan tanpa serat aluminium pra, pasca pembakaran dan setelah mendapakan perawatan ulang selama 28, 42, 56 hari berturut-turut adalah 20,3718 MPa, 19,0514 MPa, 19,2041 MPa, 21,3150 MPa, dan 24,7103 MPa. Penambahan serat aluminium dapat meningkatkan kuat desak beton pra, pasca bakar dan setelah mendapatkan curing ulang sebesar 23,7671 MPa, 21,8809 MPa, 25,0875 MPa, 25,4648 MPa, dan 26, 0307 MPa. Hasil pengujian modulus elastisitas beton ringan tanpa serat dengan perlakuan yang sama adalah 13129 MPa, 11442,3334 MPa, 12138,3334 MPa, 12283 MPa, dan 15619 MPa. Sedangkan hasil pengujian modulus elastisitas beton berserat aluminium adalah 16741,6667 MPa, 13508,6667 MPa, 14778,6667 MPa, 17436,6667 Mpa, dan 17582 MPa. Berdasarkan hasil di atas penambahan serat aluminium dapat meningkatkan kuat desak dan modulus elastisitas beton. Pembakaran sampel mengakibatkan penurunan kekuatan karena terjadinya penguapan air beton dan hilangnya air pada senyawa CSH. Dengan dilakukan curing ulang dapat meningkatkan kembali kuat desak dan modulus elastisitas beton ringan, karena terisinya kembali rongga-rongga kosong akibat pengupan air akibat pembakaran oleh air curing dan kriltal-kristal CSH baru yang berasal dari reaksi air curing ulang dengan semen yang belum terhidrasi pada beton tersebut.
PEMETAAN ANGKA KEAMANAN LERENG DENGAN PENGARUH CURAH HUJAN DATA TROPICAL RAINFALL MEASURING MISSION Dwinanda, Ramadhani Febrian; Dananjaya, Raden Harya; Hadiani, Raden Roro Rintis
Matriks Teknik Sipil Vol 6, No 2 (2018): Juni 2018
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.322 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v6i2.36577

Abstract

Tanah longsor sudah menjadi bencana alam yang relatif sering terjadi di Indonesia. Curah hujan di Indonesia tergolong tinggi dan berpotensi memicu kelongsoran. Daerah rawan longsor dapat diketahui dengan peta safety factor. Saat ini teknologi sangat berkembang sehingga peta SF dapat dikembangkan dengan mudah. Masyarakat dapat lebih waspada dengan mengakses peta SF. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat peta keamanan lereng Bukit Ganoman dengan pengaruh curah hujan data Tropical Rainfall Measuring Mission.Pembuatan peta SF pada penelitian ini memerlukan parameter tanah seperti nilai kohesi (c) dan sudut gesek tanah (φ) dari sampel tanah tidak terganggu. Penelitian ini juga memanfaatkan data sekunder sifat mekanis tanah penelitian sebelumnya. Data curah hujan hasil observasi satelit TRMM menjadi sumber nilai curah hujan. Curah hujan ini diuji homogenitas RAPS dan dianalisis dengan metode Green-Ampt untuk mendapatkan kedalaman tanah jenuh. Data ketinggian dan kemiringan didapat dari ASTER GDEM. Analisis kestabilan lereng menggunakan program GeoStudio. Selanjutnya, nilai-nilai SF yang didapat dari program GeoStudio diolah untuk pembuatan peta kerawanan longsor. Semakin kecil nilai SF, maka semakin tinggi risiko kelongsoran.Hasil penelitian pemetaan SF menunjukkan daerah Bukit Ganoman, Desa Koripan, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, memiliki beberapa titik yang rawan longsor. Lokasi pemukiman dan persawahan berada di daerah stabil (SF > 1,25), namun perkebunan memiliki beberapa titik dengan SF kategori kritis dan labil. Terdapat badan Jalan Raya Matesih - Tawangmangu yang berada di titik dengan SF labil (SF < 1,07) dimana lokasi tersebut mengalami kelongsoran sehingga penelitian ini terbukti cukup valid untuk dijadikan acuan mitigasi bencana tanah longsor di Bukit Ganoman.
ANALISIS NETWORK PLANNING DENGAN CPM (CRITICAL PATH METHOD) DALAM RANGKA EFISIENSI WAKTU DAN BIAYA PROYEK Sugiyarto, Sugiyarto; Qomariyah, Siti; Hamzah, Faizal
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 4 (2013): Desember 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.415 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v1i4.37494

Abstract

CPM (Critical Path Method) adalah salah satu metode network planning yang berorientasi pada waktu yang mengarah pada penentuan penjadwalan proyek dan estimasi waktunya bersifat diterministik/pasti. Tujuan penelitian dengan metode ini adalah untuk menentukan waktu dan biaya proyek serta mengetahui kegiatan apa saja yang termasuk dalam kegiatan kritis. Selain itu juga untuk mengontrol dan mengkoordinasi berbagai kegiatan sehingga proyek dapat diselesaikan dalam jangka waktu yang tepat dan juga dapat membantu perusahaan dalam mengadakan perencanaan dan pengendalian proyek dengan waktu dan biaya yang lebih efisien. Dengan penggunaan metode CPM ini menghasilkan satu jalur kritis dengan 18 kegiatan dan dua kurva S yaitu untuk jadwal kegiatan paling awal dan paling lambat. Hasil perhitungan dengan metode CPM membutuhkan waktu 135 hari dengan biaya Rp. 979.239.000,- sedangkan perhitungan yang dilakukan oleh CV. Catur Tunggal membutuhkan waktu 150 hari dengan biaya Rp. 1.001.454.000,-. Berdasarkan metode CPM menghemat waktu penyelesaian proyek 15 hari (10%) dan biaya sebesar Rp. 22.215.000,-.
Pengaruh Penambahan Serat Kawat Bendrat Pada Beton Ringan Dengan Teknologi Gas Terhadap Kuat Tekan, Kuat Tarik Belah, dan Modulus Elastisitas Gunawan, Purnawan; Prayitno, Slamet; Aldoko, Wahyu
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2015): Juni 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.045 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v3i2.37220

Abstract

Beton ringan dengan teknologi gas diperoleh dengan cara mencampurkan mortar beton dengan aluminium pasta. Solusi untuk meningkatan kuat tekan, kuat tarik belah, modulus elastisitas, yang di miliki beton ringan yaitu dengan menambahkan serat kawat bendrat. Presentase serat yang di lakukan adalah 0%; 0,5%; 1%; 1,5%, 2%.data yang digunakan yaitu analisis statistik dengan regresi pada batas elastis menggunakan program Microsoft Excel dan analisis dengan konsep material gabungan yang mengacu pada simple mixture rule. Berat jenis rata-rata beton ringan gas berserat adalah 1895 kg/m³. Kuat tekan maksimum dengan presentase 0,5% serat kawat bendrat terhadap berat beton dengan hasilnya sebesar 16,048 MPa meningkat sebesar 89,063 % di banding dengan 0% serat kawat bendrat. Kuat tarik belah maksimum dengan presentase 0,5% serat kawat bendrat terhadap berat beton dengan hasilnyasebesar 2,370 MPa, meningkat sebesar 77,778 % di banding dengan 0% serat kawat bendrat. Modulus elastisitas maksimum dengan presentase 0,5% serat kawat bendrat terhadap berat beton dengan hasilnyasebesar 11098 MPa, hasil perhitungan dengan rumus simple mixture rule presentase 0,5% serat kawat bendrat terhadap berat beton dengan hasilnya adalah 10644 MPa.