cover
Contact Name
Halwan Alfisa Saifullah
Contact Email
halwan@ft.uns.ac.id
Phone
+6282133085744
Journal Mail Official
halwan@ft.uns.ac.id
Editorial Address
Matriks Teknik Sipil Gedung IV lt. 1 Jurusan Teknik Sipil Jl. Ir. Sutami 36A Surakarta Jawa Tengah - Indonesia 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Matriks Teknik Sipil
ISSN : 23548630     EISSN : 27234223     DOI : -
Matrik Teknik Sipil adalah open access journal yang mempublikasikan penelitian di bidang struktur, hidrologi, transportasi, geoteknik dan management proyek. Matriks Teknik Sipil diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret. Jurnal ini menyediakan open access yang pada prinsipnya membuat riset tersedia secara gratis untuk publik dan akan mensupport pertukaran pengetahuan global terbesar.
Articles 953 Documents
TINJAUAN DURABILITAS BETON BERPORI SEBAGAI PERKERASAN JALAN YANG RAMAH LINGKUNGAN Sari, Fitria Munita; Setyawan, Ary; Sambowo, Kusno Adi
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2013): Juni 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.738 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v1i2.37559

Abstract

Pembangunan jalan secara umum menggunakan perkerasan lentur dan perkerasan kaku yang kedap air menyebabkan berkurangnya lahan hijau yang berdampak pada berkurangnya daerah resapan air. Penggunaan beton berpori diharapkan dapat meresapkan air ke dalam tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya nilai porositas, kekakuan, dan susut beton berpori, serta untuk mengetahui kelayakan beton berpori sebagai bahan konstruksi jalan yang ramah lingkungan. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode eksperimen yang dilakukan di laboratorium, yaitu dengan mengurangi proporsi agregat halus pada mix desain beton normal. Agregat batu pecah yang dipakai yaitu ukuran seragam 1-2 cm. Agregat halus dalam uji pendahuluan dengan proporsi 5%, 10% dan 30% dari proporsi agregat halus beton normal. Setelah diketahui proporsi yang tepat maka akan diuji porositas, kekakuan, susut dengan variasi f.a.s 0,30; 0,35; dan 0,40. Dari hasil pengujian beton berpori menggunakan 30% pasir dengan variasi f.a.s 0,30; 0,35; dan 0,40. Porositas tertinggi terjadi pada campuran 30% pasir dan f.a.s 0,40 yaitu sebesar 20,807% (untuk metode beton normal) dan sebesar 27,696% (untuk metode VIM). Nilai kekakuan tertinggi terjadi pada f.a.s. 0,35 yaitu sebesar 3,199 KN/mm. Sedangkan nilai susut paling besar terjadi pada f.a.s 0,4 yaitu sebesar 1881,81 microstrain.
Uji Tarik Beton Memadat Sendiri High Volume Fly Ash 60% Senot Sangadji; Agus Setiya Budi; Kevin Ferdinand Pratama
Matriks Teknik Sipil Vol 8, No 3 (2020): September
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1237.227 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v8i3.45550

Abstract

Self-Compacting Concrete (SCC) merupakan salah satu inovasi konstruksi yang ada pada saat ini untuk mengatasi permasalahan pengecoran dan pemadatan. SCC mampu mengalir melalui tulangan yang kompleks dan memenuhi ruangan atau cetakan tanpa bantuan alat penggetar mekanik. Konsep SCC ini dipadukan dengan konsep High Volume Fly Ash, yaitu penggunaan fly ash dalam jumlah lebih besar dari 50 %. Fly ash merupakan partikel halus yang terbuat dari sisa-sisa pembakaran batu bara, yang dimanfaatkan untuk mengganti penggunaan semen pada pembuatan beton. Pada penelitian ini akan menganalisis kuat tarik langsung beton pada penggunaan fly ash dengan kadar 60% berdimensi 10 x 10 x 25 cm dengan coakan berbentuk segitiga di tengah bentang dengan dimensi alas 2 cm dan tinggi 1,5 cm. Hasil dari penelitian ini, disimpulkan bahwa beton HVFA – SCC kadar fly ash 60% memiliki nilai kuat tarik sebesar 2,429 MPa. Kata kunci: High Volume Fly Ash – Self Compacting Concrete (HVFA -SCC), Kuat Tarik Langsung, Self-Compacting Concrete, Fly Ash
MENGUNAKAN EMULGATOR TEXAPON DITINJAU DARI KONSENTRASI KEROSIN DAN WAKTU MIXING FASE PADAT Sarwono, Djoko; Legowo, Slamet Jauhari; Widhisasongko, Arif
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 3 (2015): September 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.405 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v3i3.37284

Abstract

Pembangunan prasarana jalan yang berkelanjutan menuntut ketersediaan aspal yang memenuhi jumlahnya. Kebutuhan aspal di Indonesia 1,2 juta ton per tahun tetapi hanya 50% yang dapat dipenuhi dalam negeri, sisanya dicukupi dengan impor yang memerlukan biaya tinggi. Indonesia sebenarnya memiliki cadangan aspal yang melimpah di pulau Buton tetapi belum banyak dipakai untuk bahan baku perkerasan jalan. Oleh karena itu, dalam penelitian ini penulis berusaha mengolah asbuton agar dapat dimanfaatkan secara mudah dan biaya yang murah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi asbuton emulsi campuran dingin, hubungan waktu mixing fase padat terhadap kadar larutan bitumen, hubungan waktu mixing fase padat terhadap berat jenis, dan hubungan waktu mixing fase padat terhadap kadar air. Penelitian ini dilakukan dengan cara mencampur antara fase padat dan fase cair ke dalam mesin ekstraksi selama 15 menit. Fase padat terdiri dari asbuton 42% terhadap berat campuran dan kerosin sebagai bahan peremaja dengan variasi kadar kerosin 8,33%, 8,96%, 9,58%, 10,21%, 10,83% yang dicampur menggunakan mixer dengan variasi waktu 5, 10, 15, 20, dan 25 menit. Fase cair terdiri dari Texapon sebagai bahan pengemulsi sebesar 1,25%, air RO 47,5% dan HCl 0,63% terhadap berat total campuran. Kemudian dilakukan pengujian kadar larutan bitumen, berat jenis dan kadar air RO. Hasil analisis, komposisi yang menghasilkan kadar larutan bitumen tertinggi adalah Asbuton Tipe 5/20 42 %, Kerosin 10,21 %, Air RO 47,5 %, Texapon 1,25 %, dan Asam Klorida (HCl) 0,63 %, terhadap berat total. Semakin lama waktu mixing fase padat maka persentase bitumen akan semakin meningkat, berat jenis rata-rata asbuton emulsi semakin menurun dan kadar air RO akan semakin mengalami peningkatan.
Analisis Potensi Demand, Abillity to Pay (ATP) dan Willingness to Pay (WTP) BST koridor 1 dengan Adanya Sistem Contra Flow di Jalan Brigjen Slamet Riyadi Pada Pertokoan Angga Dicky Susanto; Budi Yulianto; Amirotul M.H Mahmudah
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.451 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i1.36962

Abstract

Kepadatan lalu-lintas di Jalan Brigjen Slamet Riyadi merupakan salah satu penyebab terjadinya kemacetan. Pertokoan di sekitar Jalan Brigjen Slamet Riyadi menjadikan bangkitan tarikan perjalanan yang merupakan salah satu penyebab padatnya lalu-lintas. Dengan keadaan yang seperti ini, salah satu solusi untuk menghadapi permasalahan lalu-lintas di Jalan Brigjen Slamet Riyadi adalah dengan penerapan sistim contra flow pada BST koridor 1. Data penelitian diperoleh dengan penyebaran kuisoner kepada pegawai dan pengunjung pertokoan. Kemudian data dianalisis untuk mengetahui besarnya potensi demand dan mengetahui nilai ATP dan WTP untuk membayar tarif BST (Batik Solo Trans). Hasil analisis data menunjukan potensi demand BST koridor 1 pada fungsi guna lahan pertokoan adalah 14.044 orang, yaitu 61.74% dari total 22.481 populasi. Nilai tarif ATP kategori umum lebih rendah dari nilai WTP untuk tarif sebelum peningkatan kualitas dan setelah penigkatan kualitas. Berdasarkan hasil analisis kemampuan membayar (ATP) mereka lebih rendah terpaut cukup jauh dari kesediaan membayar (WTP) mereka, dan masih lebih rendah dari tarif yang berlaku saat ini yaitu sebesar Rp. 4.500,00.
Kinerja Simpang Bersinyal dan Tak Bersinyal (Studi Kasus Simpang Bersinyal Gendengan dan Simpang Tak Bersinyal Jalan Dokter Moewardi - Jalan Kalitan, Surakarta) Agus Sumarsono; Fajar Sidiek Prahartanto; Djumari Djumari
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 3 (2017): September 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i3.36739

Abstract

Simpang Kalitan dan simpang Gendengan merupakan dua simpang yang sangat berdekatan dengan jarak antar simpang 86,05 serta memiliki arus yang padat terutama pada jam sibuk. Memperhatikan kondisi geometri jalan, volume arus lalulintas, hambatan samping dan lingkungan simpang yang merupakan daerah komersil, maka dilakukan analisis untuk mengetahui nilai kinerja masing-masing simpang kondisi eksisting. Data yang digunakan adalah data primer yaitu data volume lalu lintas, geometri simpang, waktu siklus dan kondisi lingkungan. Sedangkan data sekunder yaitu data jumlah penduduk Kota Surakarta tahun 2014. Data-data yang didapat digunakan untuk menganalisis kinerja simpang tersebut dengan menggunakan metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997 . Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa Simpang Tiga Kalitan dapat diperoleh arus lalu lintas simpang pada jam sibuk pagi = 2735 smp/jam, derajat kejenuhan (DS) = 0,69 < 0,85, Tundaan Simpang (D) = 10,9 detik/smp. Arus lalu lintas pada jam sibuk sore = 3577 smp/jam, derajat kejenuhan (DS) = 0.94 > 0,85, Tundaan Simpang (D) = 16,5 detik/smp. Sedangkan hasil analisis terhadap Simpang Gendengan diperoleh arus lalu lintas simpang pada jam sibuk pagi pendekat utara = 516 smp/jam, pendekat selatan = 318 smp/jam, dan pendekat barat = 1026 smp/jam. Derajat kejenuhan pendekat utara (DS) = 0,58 , pendekat selatan = 0,57 , dan pendekat barat = 1,27 . Panjang Antrian pendekat utara (QL) = 109 m , pendekat selatan = 115 m ,dan pendekat barat = 1080 m. Arus lalu lintas simpang pada jam sibuk sore pendekat utara = 486 smp/jam, pendekat selatan = 544 smp/jam, dan pendekat barat = 1012 smp/jam. Derajat kejenuhan pendekat utara (DS) = 0,52 , pendekat selatan = 0,97 , dan pendekat barat = 1,19 . Panjang Antrian pendekat utara (QL) = 100 m , pendekat selatan = 273 m , dan pendekat barat = 886 m
Penerapan Metode Fuzzy Analytical Hierarchy Process (F-AHP) dalam Memilih Apartemen Berdasarkan Preferensi Masyarakat di Kota Surakarta Atanasia Gretta Rida Kusuma Anggita; Setiono Setiono; Sugiyarto Sugiyarto
Matriks Teknik Sipil Vol 8, No 4 (2020): Desember
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1560.029 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v8i4.46861

Abstract

Kota Surakarta merupakan salah satu kota di Jawa Tengah yang perkembangannya paling pesat. Dengan perkembangan yang demikian pesat, maka Kota Surakarta merupakan salah satu kota dengan pusat kegiatan perekonomian, perdagangan, pendidikan, kebudayaan, dan sektor informal lainnya. Keadaan ini di satu sisi menimbulkan masalah tempat tinggal bagi masyarakat tetapi di sisi lain merupakan peluang bagi kalangan developer atau pengembang untuk menyediakan sarana hunian dengan membangun apartemen yang dibutuhkan. Di sisi lain, karena perkembangan di berbagai sektor tersebut termasuk sektor investasi, banyak masyarakat yang memilih untuk berinvestasi dibidang properti di Surakarta yaitu dengan membeli apartemen lalu disewakan atau mengharapkan kenaikan harga yang signifikan saat mereka nanti menjualnya. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui preferensi masyarakat dalam memilih apartemen dan mengetahui faktor yang paling mempengaruhi preferensi masyarakat dalam memilih apartemen di Kota Surakarta. Untuk itu, perlu dilakukan penelitian terkait preferensi masyarakat dalam memilih apartemen. Dalam penelitian ini digunakan metode Fuzzy Analytical Hierarchy Process (F-AHP) dengan bantuan software Microsoft Excel 2013. Data didapatkan dengan cara menyebar kuisioner kepada pemilik maupun penyewa dari 3 apartemen tinjauan yang telah ditentukan. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa faktor yang paling mempengaruhi masyarakat dalam memilih apartemen yaitu faktor legalitas. Kata Kunci : Fuzzy Analytical Hierarchy Process (F-AHP), Pemilihan Apartemen, Preferensi Masyarakat
PENGARUH KADAR ACCELERATOR TERHADAP KUAT TEKAN PADA HIGH STRENGTH SELF COMPACTING CONCRETE (HSSCC) BENDA UJI SILINDER UMUR 3, 7, 14, DAN 28 HARI Wibowo Wibowo; Endah Safitri; Wahyu Hapsari
Matriks Teknik Sipil Vol 6, No 4 (2018): DESEMBER 2018
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (643.026 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v6i4.36540

Abstract

Seiring dengan berkembangnya zaman, perkembangan konstruksi semakin lama semakin meningkat. Salah satu bahan utama yang digunakan dalam konstruksi adalah beton. Oleh karena itu, kebutuhan terhadap beton semakin tinggi. Selain permintaan terhadap beton semakin tinggi, permintaan terhadap beton mutu tinggi juga semakin tinggi. Oleh sebab itu, diperlukan inovasi-inovasi pada beton. Salah satu inovasi beton yang dapat dilakukan adalah dengan membuat beton mutu tinggi yang dapat memadat sendiri (High Strength Self Compaction Concrete – HSSCC), dengan kuat tekan diatas 41,4 MPa. Dalam penelitian ini, dilakukan inovasi dengan menggunakan bahan tambah berupa superplasticizer dan accelerator. Superplasticizer ditambahkan untuk mencapai workability yang tinggi. Sedangkan accelerator adalah untuk mempercepat proses pengikatan dan mengembangkan kekuatan awal beton. Accelerator juga digunakan untuk memperpendek waktu pengikatan semen sehingga mempecepat pencapaian kekuatan beton. Kadar superplasticizer yang digunakan adalah 0,8%, dan variasi kadar accelerator sebesar 0%, 0,4%, 1,2%, dan 2% dari berat semen.Penelitian dilakukan secara bertahap mulai dari pengujian agregat, pengujian SCC, dan pengujian kuat tekan beton. Pengujian SCC dilakukan dengan 3 metode, yaitu flow table untuk mengetahui parameter fillingability, l-box test untuk mengetahui parameter passingability, dan v-funnel test untuk mengetahui fillingability serta segregation resistance. Benda uji yang digunakan berbentuk silinder dengan diameter 7,5 cm dan tinggi 15 cm, dimana benda uji ini diuji dengan uji kuat tekan menggunakan Universal Testing Machine (UTM) pada umur 3, 7, 14, dan 28 hari.Berdasarkan hasil uji SCC pada beton segar, penggantian semen dengan kadar accelerator sebesar 0,4% memberikan hasil yang baik karena mampu memenuhi seluruh parameter SCC dengan standar EFNARC. Berdasarkan hasil pengujian kuat tekan beton yang menggunakan superplasticizer 0,8% dan variasi penambahan accelerator menunjukkan bahwa semakin tinggi penambahan kadar accelerator dan semakin lama umur beton, maka kuat tekan beton yang dihasilkan semakin tinggi. Persentase maksimum kadar accelerator yang dapat digunakan agar dapat mencapai High Strength Self  Compacting Concrete (HSSCC) adalah 0,4%. Dengan nilai kuat tekan sebesar 43,09 MPa, memenuhi standar minimum kuat tekan beton mutu tinggi yang disyaratkan SNI-03-6468-2000.
ANALISIS PENAMBAHAN DEMAND BATIK SOLO TRANS KORIDOR 2 PADA PENGGUNAAN LAHAN PENDIDIKAN DAN ANALISIS ABILITY TO PAY (ATP) DAN WILLINGNESS TO PAY (WTP) Hermana Putra, Yudisia Pearlite; Legowo, Slamet Jauhari; Mahmudah, Amirotul M.H
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 3 (2016): September 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.364 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i3.37091

Abstract

Bus Rapid Transit adalah salah satu sistem angkutan umum yang sedang digalakan di Indonesia, di kota Surakarta bis ini bernama Batik Solo Trans. Penambahan demand merupakan salah satu faktor yang perlu dipertimbangkan didalam pengembangan angkutan umum. Dalam menentukan tarif, kemampuan serta kemauan membayar dari masyarakat yang termasuk dalam potensi penambahan demand perlu dipertimbangkan supaya mereka semakin tertarik untuk menggunakan angkutan umum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi penambahan demand serta analisis ATP dan WTP pada area koridor 2 BST khusus penggunaan lahan pendidikan. Pada penelitian ini data di dapatkan dengan penyebaran kuisioner kepada siswa, mahasiswa, dan pegawai yang ada didalam daerah koridor 2 BST dengan penggunaan lahan pendidikan. Data yang diambil dari responden meliputi pertanyaan-pertanyaan yang hasilnya digunakan untuk analisis penambahan demand dan persepsi tarif berdasarkan kemampuan dan kemauan membayar. Populasi pada penelitian ini dibagi menjadi dua kategori berdasarkan tarif yang dikenakan pada mereka, yaitu pelajar dan umum. Analisis ATP dan WTP dilakukan pada hari sekolah atau hari kerja, pada analisis tarif ini kategori umum dibagi menjadi dua yaitu mahasiswa dan pegawai. Hasil analisis dari data yang didapatkan melalui kuisioner menunjukan bahwa potensi penambahan demand Batik Solo Trans koridor 2 pada fungsi guna lahan pendidikan adalah sebesar 58,01% dari total 95003 orang dengan kondisi eksisting BST,dan sebanyak 5,62% dari total populasi termasuk dalam potensi demand dengan menuntut perbaikan. Dari analisis tersebut berarti terdapat 60450 orang yang belum menggunakan BST untuk kegiatan sehari-hari namun mempunyai ketertarikan untuk menggunakannya. Persepsi tarif dari potensi demand kategori pelajar berdasarkan ATP adalah Rp. 4.512,39, berdasarkan WTP adalah sebesar Rp. 2.353,45. Hasil tersebut menunjukan bahwa kemampuan membayar tarif BST dari pelajar yang berada dalam koridor 2 lebih besar dari pada tarif yang berlaku saat ini yaitu Rp.2500, meskipun kemauan membayar mereka sedikit lebih rendah. Ability to Pay dari kategori umum adalah sebesar Rp. 3.042,05 untuk mahasiswa dan Rp. 6.208,33 untuk pegawai. Tarif berdasarkan WTP untuk mahasiswa adalah sebesar Rp. 3.805,56 dan untuk pegawai adalah sebesar Rp. 3.766,67. Hasil analisis pada kategori umum menunjukkan bahwa kemampuan membayar milik mahasiswa jauh lebih rendah dibandingkan milik pegawai, oleh karena itu diperlukan subsidi atau kebijakan khusus mengenai tarif BST untuk mahasiswa..
MODEL PEMILIHAN MODA ANTAR JEMPUT KARYAWAN DI UNS Pratiwi, Irda Nurul; Handayani, Dewi; Mahmudah, Amirotul M.H
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.713 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i1.36978

Abstract

UNS sedang menerapkan pembatasan kendaraan pribadi yang masuk kedalam area kampus. Pembatasan kendaraan pribadi di UNS dapat dilakukan dengan menggunakan transportasi massal seperti pengadaan bus antar jemput karyawan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui model pemilihan moda antar jemput karyawan UNS dari rumah menuju gedung tempat kerja pada kondisi adanya pembatasan kendaraan pribadi yang masuk ke dalam kawasan UNS. Penelitian ini menggunakan metode stated preference. Data primer diperoleh dengan menyebarkan kuisioner kepada seluruh karyawan UNS. Selanjutnya dianalisa menggunakan model logit binomial yang ditransformasikan ke dalam bentuk regresi linier berganda untuk memperoleh utilitas pemilihan moda. Dari hasil analisis data dengan menggunakan bantuan program Ms. Excel dan SPSS diperoleh model antara kendaraan antar jemput dengan mobil yaitu : Paj= dan model antara kendaraan antar jemput dengan motor yaitu : Paj = . Dengan F adalah frekuensi pelayanan, C adalah biaya, T adalah waktu tempuh, dan W adalah waktu yang dibutuhkan dari rumah menuju kendaraan antar jemput. a adalah kendaraan antar jemput, b adalah mobil, dan c adalah motor.
UPAYA PENINGKATAN POTENSI ENERGI SECARA TEKNIK PADA AIR TERJUN JUBLEK Fitria Fauzia; Mamok Suprapto; Suyanto Suyanto
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2017): Juni 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.88 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i2.36856

Abstract

Air merupakan salah satu energi yang terbarukan dan dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik. Air Terjun Jublek yang bersumber dari Sungai Kumpul yang terletak di Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, berdasarkan hasil survei secara langsung memiliki tinggi jatuh sebesar 14,5 m dan debit sesaat sebesar 0,038 m3/dt. Dari hasil survei tersebut, Air Terjun Jublek berpotensi untuk dijadikan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH). Pada penelitian ini dilakukan 2 skenario pada PLTMH, pada skenario 1 tanpa dilakukan pengulangan tinggi jatuh dan skenario 2 dilakukan pengulangan tinggi jatuh dengan pompa untuk mendapatkan tinggi jatuh kembali. Parameter yang penting pada penelitian PLTMH ini adalah tinggi jatuh dan debit andalan. Debit didapatkan dengan transformasi hujan menjadi aliran dengan bantuan HEC-HMS 3.5, kemudian debit andalan 80% dicari dengan menggunakan Rumus Weibull. Tinggi jatuh dan debit andalan digunakan untuk menghitung daya, energi dan penjualan energi pada skenario 1 dan skenario 2, kemudian dilakukan analisis ekonomi untuk mengetahui kelayakan investasi pada masing-masing skenario. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa skenario 1 yang dilakukan tanpa pengulangan tinggi jatuh menghasilkan daya 2.672,06 kW/tahun, energi 64.129,50 kWh/tahun dan penjualan energi Rp 101.201.553,00/tahun. Skenario 2 dengan pengulangan tinggi jatuh dengan menggunakan pompa menghasilkan daya 2505,01 kW/tahun, energi 61.456,61 kWh /tahun, dan penjualan energi sebesar Rp 96.983.515,00/tahun. Penurunan daya, dan penjualan energi terjadi karena daya pompa yang besar. Analisis ekonomi skenario 1, NPV= Rp 250.377.359,67, BCR= 1,69, dan IRR= 19,65 %, sehingga dianggap layak dari segi investasi, sedangkan skenario 2, NPV = - Rp 94.978.419,00 , BCR= 0,85, dan IRR = 3,39% sehingga skenario 2 tidak layak dari segi investasi ekonomi.