cover
Contact Name
Halwan Alfisa Saifullah
Contact Email
halwan@ft.uns.ac.id
Phone
+6282133085744
Journal Mail Official
halwan@ft.uns.ac.id
Editorial Address
Matriks Teknik Sipil Gedung IV lt. 1 Jurusan Teknik Sipil Jl. Ir. Sutami 36A Surakarta Jawa Tengah - Indonesia 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Matriks Teknik Sipil
ISSN : 23548630     EISSN : 27234223     DOI : -
Matrik Teknik Sipil adalah open access journal yang mempublikasikan penelitian di bidang struktur, hidrologi, transportasi, geoteknik dan management proyek. Matriks Teknik Sipil diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret. Jurnal ini menyediakan open access yang pada prinsipnya membuat riset tersedia secara gratis untuk publik dan akan mensupport pertukaran pengetahuan global terbesar.
Articles 953 Documents
Kajian Numerik Kinerja Geser Balok Beton Bertulang dengan Perbaikan Menggunakan UPR-Mortar (Studi Kasus: Balok dengan Rasio Bentang Geser terhadap Tinggi Efektif 3.08 dan Lokasi Perbaikan di Tengah Bentang Geser) Inggrid Monalita; Halwan Alfisa Saifullah; Stefanus Adi Kristiawan
Matriks Teknik Sipil Vol 10, No 1 (2022): Maret
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.609 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v10i1.55242

Abstract

Keruntuhan geser merupakan salah satu bentuk keruntuhan pada struktur beton bertulang yang sangat dihindari karena sifatnya yang getas dan terjadi secara tiba-tiba. Metode perbaikan struktur balok beton bertulang sudah banyak dikembangkan dewasa ini. Metode perbaikan patching menggunakan material Unsaturated Polyster Resin (UPR) Mortar dapat menjadi alternatif terbaik untuk meningkatkan kapasitas geser dan mengembalikan kinerja struktur beton bertulang. Metode penelitian menggunakan pemodelan numerik non-linear finite element analysis dengan perangkat lunak ATENA Engineering Červenka Consulting. Penelitian ini mencakup verifikasi hasil eksperimen, dimana hasil dari analisis numerik ini dibandingkan dengan hasil pengujian eksperimental, baik dari segi beban maksimum, lendutan maksimum, pola retak, dan modus keruntuhan yang terjadi. Lebih lanjut, studi parametrik berupa pengaruh variasi kuat tekan, rasio tulangan lentur, rasio tulangan geser, dan rasio bentang geser terhadap tinggi efektif juga dilakukan dalam penelitian ini untuk melengkapi kajian numerik kinerja geser balok beton bertulang dengan perbaikan menggunakan UPR-Mortar. Hasil penelitian menunjukkan kesesuaian pada trend kurva berdasarkan grafik beban-defleksi dan pola retak yang terjadi. Hasil studi parametrik menunjukkan bahwa perubahan pada parameter-parameter tersebut dapat mempengaruhi perilaku geser dan kinerja balok.
EVALUASI KINERJA STRUKTUR PADA GEDUNG BERTINGKAT DENGAN ANALISIS RIWAYAT WAKTU MENGGUNAKAN SOFTWARE ETABS V 9.5 ( STUDI KASUS : GEDUNG SOLO CENTER POINT ) Elliza, Ismailah Nur; Purwanto, Edy; Wibowo, Wibowo
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2013): Maret 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v1i1.37572

Abstract

Indonesia memiliki aktivitas kegempaan yang cukup tinggi. Tingginya potensi gempa yang terjadi membuat perencanaan struktur gedung harus diperhitungkan dengan tepat sesuai dengan kondisi yang ada. Sudah seharusnya bangunan direncanakan mampu bertahan terhadap gempa, sehingga diperlukan suatu perencanaan yang benar sesuai perencanaan gedung tahan gempa di Indonesia yang terdapat dalam tata cara perencanaan gempa untuk bangunan gedung (SNI 03-1726-2002). Hal ini bertujuan agar apabila terkena gempa rencana, struktur gedung masih dapat berdiri. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi kinerja struktur dengan analisis riwayat waktu yang ditinjau berdasarkan displacement, drift, dan base shear. Berdasarkan latar belakang tersebut, dilakukan penelitian tentang evaluasi kinerja gedung bertingkat dengan metode analisis riwayat waktu. Model struktur digetar dengan memakai rekaman gempa tertentu untuk memprediksi perilaku kerusakan struktur gedung akibat gempa rencana. Hasil analisis ini berupa displacement, drift, dan base shear. Hasil dari analisis tersebut digunakan untuk mengontrol kinerja batas layan, kinerja batas ultimit dan level kinerja struktur.Kesimpulan dari penelitian menunjukkan menurut SNI 03-1726-2002, untuk gempa Kobe dan Sanriku tidak memenuhi kinerja batas layan. Untuk gempa Kobe tidak memenuhi batas ultimate. Menurut Applied Technology Council 40, gedung termasuk dalam taraf kinerja Immediate Occupancy (IO).
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT GALVALUM PADA BETON RINGAN DENGAN TEKNOLOGI FOAM TERHADAP KUAT LENTUR, TOUGHNESS, DAN STIFFNESS Purnawan Gunawan; Wibowo Wibowo; Dewana Istiyan Primasatya
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 2 (2014): Juni 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.266 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v2i2.37458

Abstract

surrounding environment. Lightweight concrete foam is made of concrete without coarse aggregate in the mix with added foam material agent (liquidfoam). The purpose of this study was to determine how much influence the addition of fiber galvalum the flexural strength, toughness, and stiffnessof lightweight concrete foam galvalum fiber. The method used in this study is an experimental method that is then theoretically analyzed. Value offlexural strength on fiber 0 %, 0.25 % , 0.5, and 1 % , respectively, 104.28 t/m2 ; 110.31 t/m2 ; 182.99 t/m2 , and 134.98 t/m2 , at 0.5fibers % an increase in flexural strength of 75.48 % . Toughness values occurred in 0.5 % with the addition of fiber 1407 Nmm value unchangedat 121.92 % . Galvalum stiffness with the fiber content of 0% , 0.25 % , 0.5 % , 1 % were tested at 28 days is 5001.65 N / mm ; 7277.67N / mm ; 8472.88 N / mm and 7957.14 N / mm. The addition of the fiber content of 0.5 % yield Stiffness value of 69.40 % compared tothe lightweight foam concrete without fibers.
EVALUASI KAPASITAS KALI BORO SURAKARTA Ribur Aritonang; Sobriyah Sobriyah; Adi Yusuf Muttaqien
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2013): Maret 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v1i1.37588

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) Kali Boro termasuk bagian daerah pengaliran Bengawan Solo, yang mempunyai luas 143,83 Ha dan panjang Kali Boro adalah 1.475,50 m. Curah hujan harian maksimum yang memiliki kecenderungan naik pada 15 (lima belas) Tahun terakhir di DAS Bengawan Solo Hulu, banyaknya pemukiman warga yang masuk ke badan sungai dan pengaruh tata guna lahan menyebabkan limpasan air permukaan tinggi dan genangan air di DAS Kali Boro.Penelitian yang dilakukan menggunakan metode Deskriptif Evaluatif, dimana objek penelitian ini adalah DAS Kali Boro.Penelitian ini untuk mengetahui Kapasitas Kali Boro dengan bantuan software HEC-RASversi 4.1.0 ketika Pintu Air Pucang Sawit dibuka. Selanjutnya, dilakukan evaluasi volume tampung Kali Boro terhadap volume air rencana yang terjadi selama durasi hujan jika pintu air Pucang Sawit di hilir Kali Boro ditutup. Hasil analisis program HEC-RAS versi 4.1.0menunjukkan bahwa kapasitas maksimum Kali Boro jika Pintu Air Pucang Sawit dibuka berada pada debit Q = 10,175 m3/dt. Volume tampung Kali Boro pada saat pintu air Pucang Sawit ditutup dan Pompa Air Pucang Sawit tidak dapat dioperasikan sebesar 12.720,60m3.
PENGARUH ABRASI AIR LAUT TERHADAP KUAT TEKAN DAN MODULUS ELASTISITAS BETON MUTU TINGGI DENGAN BAHAN TAMBAH ABU SEKAM PADI Nabhan Nabhan; Kusno Adi Sambowo; Endang Rismunarsi
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2014): Maret 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.609 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v2i1.37474

Abstract

As a maritime nation , the use of concrete in Indonesia can not be separated from sea barrier bulidings or breakwater buildings. New methods areheld to develope the type of construction materials, both in the construction of the pier ( pier , jetties ) , beacon or bridge as a liaison between islands. Aggressive environment is an area which is dangerous for the durability of concrete . Abrasion , in this case to be one of the important factors thatshould be studied in concrete durability problems . One of the types of construction materials development is the building block of rice husk ash.Theuse of rice husk ash for additive materials is one of the added material innovations that can improve the adhesion between the particles so that theconcrete into a dense concrete .This study aims to cylindrical specimen of 80 mm diameter and 150 mm high by 40 pieces , for testing the elasticmodulus of concrete using the same cylindrical specimen with a compressive strength test and taken 40 % of the compressive strength of 40 pieces .Variations used are high strength concrete with rice husk ash material added to the percentage of 0 % , 13 % , 15 % , 16 % , 17 % , and 20%.On the analisys of the XRF testing rice husk ash , which obtained the largest content of SiO2 is equal to 82.59 % , which shows that the silicacontent of the rice husk ash there is enormous . And it can improve the quality of concrete compressive strength . The test results showed that theuse of rice husk ash with added levels of 17 % by weight of cement gives a strong increase in the quality press and the optimum value of modulus ofelasticity in aggressive environments . Reaction of calcium chloride ( CaCl2 ) contained in sea water causes the concrete compressive strength increasedmore rapidly than normal water treatment at the same age .
PREFERENSI MASYARAKAT DALAM MEMILIH PERUMAHAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE FUZZY ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (F-AHP) DI KABUPATEN KARANGANYAR Muhammad Rizan Adam; Setiono Setiono; Sugiyarto Sugiyarto
Matriks Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2020): Juni
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (772.192 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v8i2.44019

Abstract

Perkembangan masyarakat yang berlangsung secara pesat memicu bertambahnya jumlah kebutuhan tempat tinggal terutama perumahan yang biasanya terjadi di daerah perkotaan. Semakin banyak kebutuhan akan perumahan, membuat para pengembang (developer) mulai mengembangkan proyek-proyeknya dengan menawarkan berbagai fasilitas yang diharapkan dapat membantu dan menguntungkan para pembeli rumah. Sebelum membangun perumahan, tentu developer akan mengkaji hal-hal yang dapat mendatangkan keuntungan terbesar. Dengan demikian, developer akan menyediakan berbagai fasilitas pada perumahan untuk menarik minat para pembeli. Untuk itu, perlu dilakukan penelitian terkait preferensi atau selera masyarakat dalam memilih perumahan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang paling mempengaruhi masyarakat dalam memilih perumahan. Penelitian ini menggunakan metode Fuzzy Analytical Hierarchy Process (F-AHP) dengan pengisian kuisioner oleh masyarakat dan pengolahan data menggunakan program software Microsoft Excel 2016. Sementara hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor keamanan dan kenyaman mendapatkan bobot nilai terbesar dan merupakan faktor yang paling mempengaruhi masyarakat dalam memilih perumahan.
KAJIAN KUAT DESAK BETON MUTU TINGGI DENGAN BAHAN TAMBAH METAKAOLIN MENGGUNAKAN ANALISIS MIKROSTRUKTUR Wibowo Wibowo; Antonius Mediyanto; Rizki Syahrani Putri
Matriks Teknik Sipil Vol 7, No 4 (2019): DESEMBER
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (921.061 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v7i4.38473

Abstract

Pembangunan yang semakin meningkat menjadikan inovasi baru pada beton untuk meningkatkan kualitas dan mutu beton. Inovasi ini dapat diterapkan dalam bentuk metode perancangan maupun inovasi pada material yang digunakan. Beton mutu tinggi adalah beton yang mempunyai kekuatan diatas 41,4 MPa (SNI 03-6468-2000). Beton dengan kuat desak yang tinggi memerlukan lebih banyak pengikat (binder) di dalamnya. Penambahan metakaolin pada campuran beton dapat meningkatkan kualitas pengikat (binder) pada beton. Metakaolin berasal dari tanah liat yang dibakar pada suhu 500-900 o c, dan telah melalui proses kalsinasi. Metakaolin mampu meningkatkan kerapatan susunan mikrostruktur pada beton dehingga tingkat porositas menjadi rendah. Penelitian ini mengkaji nilai kuat desak beton mutu tinggi dengan penambahan metakaolin 12,5% melalui analisis mikrostruktur dengan metode surface area analysis (SAA). Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur beton 7,14,21, dan 28 hari menggunakan alat Universal Testing Machine (UTM). Benda uji berbentuk silinder dengan diameter 75 mm dan tinggi 150 mm. Berdasarkan hasil pengujian nilai kuat desak beton dengan bahan tambah metakaolin mengalami peningkatan sebesar 16,27% terhadap beton tanpa bahan tambah. Hal ini diikuti dengan nilai volume pori yang terus menurun sejalan dengan bertambah nya umur beton dengan persentase penurunan 3,44 % pada umur 7 hari; 3,57% pada umur 14 hari; 8,33 % pada umur 21 hari dan 13,63 % pada umur 28 hari.
PENGENDALIAN BANJIR PADA SUNGAI BERJALIN (BRAIDED) STUDI KASUS SUNGAI RANSIKI MANOKWARI PAPUA BARAT Fajar Setiawan; Mamok Suprapto; Sulastoro R. I.
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 4 (2013): Desember 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.159 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v1i4.37491

Abstract

Papua Barat merupakan daerah rawan bencana alam seperti banjir. Sungai Ransiki, Manokwari, Papua Barat adalah jenis sungai berjalin. Aliran sungai berjalin bisa dengan mudah berubah arah. Perubahan arah aliran dimungkinkan akan mencapai dan menggenangi wilayah kota. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab Sungai Ransiki terbentuk sebagai sungai berjalin dan merencanakan pengendalian banjir dengan menggunakan tanggul. Desain rencana pengendalian banjir didasarkan pada data geologi, data curah hujan, dan penampang Sungai Ransiki. Dari peta geologi menunjukkan bahwa Sungai Ransiki memiliki pola aliran dendritik. Pola aliran ini akan membuat sungai utama menerima semua aliran air dan material sedimen. DAS Ransiki dikelilingi oleh formasi batuan dengan ukuran dan dalam jumlah besar seperti 1) Formasi Befoor, 2) Formasi Wai; 3) Formasi Kemum: 4) Batuan Gunung Api Arfak. Formasi batuan ini menjadi sumber sedimen Sungai Ransiki. Pada debit normal, aliran air akan mengalir di sela-sela sedimen, sehingga membentuk garis aliran yang berjalin. Situasi ini akan membuat Sungai Ransiki membutuhkan tanggul di kedua sisi. Tanggul ini akan mengarahkan aliran dan melindungi wilayah kota di sekitar sungai. Perencanaan ini menggunakan debit banjir periode ulang 20 tahun sebesar 790 m3/s dan tinggi jagaan 1 m. Ketinggian tanggul desain bervariasi dari 2 m - 7 m.
PENGARUH DRAINASE VERTIKAL DUA ARAH KOLOM PASIR KELOMPOK PADA TANAH LUNAK Rifqi Adhityatama; Bambang Setiawan; Raden Harya Dananjaya Hesti I
Matriks Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.407 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v6i1.36608

Abstract

Pembangunan sebuah konstruksi bangunan selalu berada di atas tanah. Karakteristik tanah menjadi salah satu faktor penting didalamnya. Salah satu pekerjaan tanah yaitu penambahan atau penimbunan tanah. Permasalahan yang sering terjadi pada timbunan tanah adalah penurunan tanah yang relatif lama dan tidak merata yang mengakibatkan rusaknya bangunan yang terdapat diatasnya. Penelitian ditunjukkan untuk melihat perilaku penambahan kolom pasir dan lapisan pasir pada dasar drum sebagai drainase vertikal yang dilihat dari penurunan pada plat besi pada saat dibebani beban pada tanah uji tanpa dan dengan kolom pasir. Pengujian dilakukan dengan pemberian beban pada tanah tanpa drainase vertikal, kolom pasir denggan kedalaman 15 cm, dan kolom pasir dengan kedalaman 25 cm. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan kolom pasir mampu menambah kecepatan penurunan sebesar 0,8180 mm pada kedalaman 25 cm dan 0,5913 mm pada kedalaman 15 cm. Penambahan kolom pasir juga mampu mengurangi nilai Cv dan menaikkan nilai Cc pada konsolidasi. Penambahan drainase vertikal kolom pasir dapat mempercepat penurunan yang akan terjadi.
ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA MARSHALL PADA CAMPURAN AC-WC DENGAN MENGGUNAKAN BAHAN TAMBAH NATURAL SAND PASIR PANTAI DAN PASIR GUNUNG Arif Budiarto; Djoko Sarwono; Ashief Krisna Hartono
Matriks Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2020): Juni
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1005.835 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v8i2.45188

Abstract

Natural sand (pasir alam) adalah  pasir yang diperoleh langsung dari alam dan dapat langsung digunakan  sebagai bahan konstruksi tanpa perlu pengolahan terlebih dahulu. Pasir alam dapat berupa  pasir gunung, pasir sungai, dan pasir pantai. Di beberapa daerah khususnya di daerah pesisir untuk memperoleh pasir alam lebih mudah daripada pada pasir atau agregat halus dari pengayakan batu pecah, karena untuk memperolehnya tidak perlu ada proses pemecahan batu terlebih dahulu. Cukup diayak  untuk mendapatkan ukuran yang di inginkan. Jika ditinjau dari segi biaya penggunaan pasir alam tentu lebih murah daripada agregat halus hasil pemecahan batu, karena tidak diperlukan biaya tambahan untuk pemecahan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat perbedaan antara penggunaan pasir alam berupa pasir pantai dan pasir gunung dalam campuran Ashpalt Concrete-Wearing course, ditinjau dari karakteristik Marshall,.Perbandingan  penggunaan pasir gunung dan pasir pantai pada campuran Asphalt Concrete-Wearing Course menyebabkan penurunan nilai VIM sebesar 0,591%, nilai VMA sebesar 0,104%, akan tetapi mengakibatkan kenaikan nilai VFB sebesar 3,104% dan nilai Flow sebesar 0,28%.