cover
Contact Name
Halwan Alfisa Saifullah
Contact Email
halwan@ft.uns.ac.id
Phone
+6282133085744
Journal Mail Official
halwan@ft.uns.ac.id
Editorial Address
Matriks Teknik Sipil Gedung IV lt. 1 Jurusan Teknik Sipil Jl. Ir. Sutami 36A Surakarta Jawa Tengah - Indonesia 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Matriks Teknik Sipil
ISSN : 23548630     EISSN : 27234223     DOI : -
Matrik Teknik Sipil adalah open access journal yang mempublikasikan penelitian di bidang struktur, hidrologi, transportasi, geoteknik dan management proyek. Matriks Teknik Sipil diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret. Jurnal ini menyediakan open access yang pada prinsipnya membuat riset tersedia secara gratis untuk publik dan akan mensupport pertukaran pengetahuan global terbesar.
Articles 953 Documents
KAJIAN KAPASITAS LENTUR BALOK BETON BERTULANGAN BAMBU WULUNG DENGAN TAKIKAN TIDAK SEJAJAR Mukti, Fajar Hari; Budi, Agus Setiya; Sambowo, Kusno Adi
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 4 (2013): Desember 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.312 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v1i4.37519

Abstract

Salah satu produk olahan bijih besi adalah tulangan baja. Akan tetapi, bijih besi adalah sumber daya alam tak terbarukan yang keberadaannya suatu saat akan habis. Untuk mengatasi masalah tersebut, dicoba pemakaian tulangan bambu yang murah dan berkekuatan tinggi sebagai alternatif pengganti tulangan baja. Penelitian ini bertujuan untuk mencari kapasitas lentur balok beton bertulangan bambu. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan 6 buah benda uji. Pengujian lentur balok menggunakan metode four point loading. Benda uji berupa balok beton berukuran P = 1700 mm, L = 100 mm, dan H = 150 mm. Tiga buah balok menggunakan tulangan bambu bertakikan tidak sejajar berdimensi p = 1600 mm, b = 15 mm, t = 5.2 mm, takikan berdimensi aT = 6 mm, hT = 3 mm, dan jarak antar takikan = 100 mm. Tiga balok lainnya menggunakan tulangan baja berdiameter ø = 10 mm dan p = 1600 mm. Kuat tekan beton yang digunakan adalah fc' = 16.411 MPa. Pengujian dilakukan ketika beton mencapai umur 28 hari. Hasil pengujian menunjukkan bahwa balok beton bertulangan bambu memiliki kapasitas lentur rata-rata sebesar 92.125 kgm dan dari hasil hitungan analisis sebesar 68.5513 kgm. Pengujian pada balok bertulangan baja menghasilkan nilai kapasitas lentur rata-rata sebesar 497.625 kgm dan dari hasil hitungan analisis sebesar 366.7077 kgm. Nilai faktor reduksi kekuatan balok beton bertulangan bambu wulung (?) diambil sebesar 0.44. Hal ini karena selain mengalami mekanisme lentur tanpa aksial, tulangan bambu yang digunakan juga dapat mengalami kembang-susut, reaksi kimia dalam campuran beton dapat mempengaruhi kekuatan tulangan bambu, dan konsentrasi serat bambu yang belum tentu seragam.
PEMANFAATAN REUSED WATER DARI TURBIN UNTUK PENINGKATAN DAYA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKROHIDRO Farida Ayu Dewayanti; Mamok Suprapto; Agus Hari Wahyudi
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 3 (2017): September 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.929 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i3.36723

Abstract

Pertumbuhan penduduk yang terus meningkat mengakibatkan kebutuhan energi terus bertambah. Hal ini bertolak belakang dengan ketersediaan energi fosil yang selama ini menjadi bahan bakar utama. Pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) merupakan salah satu alternatif penghasil listrik yang murah dan ramah lingkungan. Pembangkit listrik tenaga air skala kecil dinilai ramah lingkungan karena energi primernya menggunakan aliran air yang dapat diperbaharui. Dengan memanfaatkan tinggi terjunan (head) dan debit air, potensi air diubah menjadi tenaga listrik dengan menggunakan turbin air dan generator. Penelitian ini menitikberatkan pada peningkatan daya yang dapat dihasilkan oleh PLTMH yaitu dengan cara merekayasa pengulangan jatuh air. Dalam hal ini diperlukan penambahan komponen yang meliputi pompa guna memompa kembali air menuju head awal. Energi yang dihasilkan oleh turbin-turbin dijumlahkan untuk mendapatkan energi total yang kemudian dihitung nilai benefit-nya dan dianalisis kelayakan secara ekonomi teknik. Besar potensi produksi listrik pada skenario 1 yang dihasilkan per tahun dengan menggunakan Q80 sebesar 291.128,5 kWh dengan nilai penjualan Rp 459.566.400,00. Nilai NPV > 0, yaitu sebesar Rp 2.403.924.100,00 BCR > 1 yaitu 4,5 dan IRR > 6,5 % yaitu 62,3 %, maka dapat disimpulkan secara investasi skenario 1 layak dari segi investasi. Besar potensi energi pada skenario 2 dihasilkan sebesar 291.219 kWh dengan nilai penjualan Rp 459.566.400,00. Nilai NPV > 0, yaitu sebesar Rp 2.141.877.500,00 BCR > 1 yaitu 3,4 dan IRR > 6,5 % yaitu 46,14 %, dapat disimpulkan secara ekonomi skenario 2 layak dari segi investasi. Namun didapatkan bahwa skenario 2 dianggap kurang efisien karena justru menurunkan nilai NPV, BCR, IRR pada analisis kelayakan ekonomi.
ANALISIS VALUE ENGINEERING PADA STRUKTUR BANGUNAN DENGAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) (STUDI KASUS: PROYEK SUPPORTING UNIT DPRD KOTA SALATIGA) Sukmawati Santika Arina Musliha; Fajar Sri Handayani; Muji Rifai
Matriks Teknik Sipil Vol 9, No 1 (2021): Maret
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1751.41 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v9i1.51241

Abstract

Pada segmen pekerjaan yang memiliki nilai besar dapat dilakukan identifikasi untuk dilakukan penghematan tanpa mengurangi kualitasnya atau sering disebut Value Engineering. Pada pembangunan ini, pekerjaan struktur memakan biaya sebesar 32% dari keseluruhan biaya proyek. Pertimbangan yang melatar belakangi penelitian ini adalah desain struktur gedung yang dinilai memiliki dimensi yang besar dan dapat di efisienkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifkasi pekerjaan mana yang dapat dianalisis, memilih alternatif terbaik, dan menghitung perbandingan biaya sebelum dengan setelah dianalisis. Pada tahap analisa digunakan metode AHP dengan bantuan software expert choice. Data yang digunakan terdiri dari kuisioner dari beberapa expert, RAB, shop drawing, daftar harga satuan pekerjaan, spesifikasi teknis, dan peraturan-peraturan yang berlaku Dengan cost breakdown didapat tiga item pekerjaan yang strategis untuk dianalisis yaitu pekerjaan pelat, balok, dan kolom. Dilakukan perhitungan ulang desain struktur dengan pertimbangan responden dan memunculkan alternatif precast. Dari analisis yang dilakukan, alternatif yang terpilih tidak berbeda dengan tipe struktur awal yaitu pelat precast dengan kolom dan balok konvensional dengan dilakukan perubahan dimensi. Penghematan yang didapatkan sebesar Rp 231.708.894,36 atau sebesar 2,55 % dari keseluruhan biaya proyek.
PENGARUH KADAR RICE HUSK ASH TERHADAP KUAT TEKAN PADA HIGH STRENGTH SELF COMPACTING CONCRETE (HSSCC) BENDA UJI SILINDER 7,5 CM X 15 CM USIA 14 DAN 28 HARI. Brilyan Gusmi Auliyaa Robbani; Wibowo Wibowo; Endah Safitri
Matriks Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2019): Maret
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.029 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v7i1.36524

Abstract

Seiring dengan perkembangan zaman, semakin banyak pula pembangunan infrastruktur di dunia. Pada era teknologi sekarang ini, muncul berbagai inovasi untuk memodifikasi beton. High strength self compacting concrete (HS-SCC) atau beton mutu tinggi memadat mandiri merupakan salah satu inovasi dalam pembuatan beton. Di Indonesia sendiri saat ini sedang banyak melakukan penelitian mengenai pengadaan bahan alternatif sebagai pencampur atau pengganti semen pada beton SCC. Bahan tambah kimia yang digunakan berupa superplasticizer yang berguna untuk memudahkan dalam pengerjaan beton (workabilityx), sedangkan bahan tambah mineral yang digunakan adalah rice husk ash (abu sekam padi). Abu sekam padi berfungsi untuk meningkatkan kuat tekan beton karena bersifat pozzolannik dan mengandung unsur silika tinggi.Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pengaruh penambahan variasi komposisi rice husk ash pada beton mutu tinggi memadat mandiri. Dalam penelitian ini kandungan SiO2 (silika) pada abu sekam padi sebesar 84,91% dan kadar variasi abu sekam padi yang digunakan sebesar 0%, 5%, 7,5%, 10% dan 12,5% terhadap berat semen. Benda uji yang digunakan berbentuk silinder berukuran 7,5 cm dan tinggi 15 cm. Pengujian yang dilakukan terhadap parameter self compacting concrete yaitu fillingability, passingability dan segregation resistance serta pengujian kuat tekan beton pada umur 14 dan 28 hari dengan menggunakan Universal Testing Machine (UTM).Hasil penelitian menunjukkan bahwa beton dengan kadar variasi 5% dan 7,5% abu sekam padi memberikan hasil yang baik untuk pengujian terhadap parameter self compacting concrete dan kuat tekan optimum pada beton umur 14 hari adalah 29,72 MPa pada kadar abu sekam padi 9,33%, sedangkan kuat tekan optimum pada beton umur 28 hari adalah 51,09 MPa pada kadar abu sekam padi 8,88%.
SIMULASI POLA OPERASI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA AIR DI WADUK KEDUNGOMBO Deandra Astried; Agus Hari Wahyudi; Suyanto Suyanto
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2013): September 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.34 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v1i3.37535

Abstract

Waduk Kedungombo adalah waduk serbaguna yang menjadi batas wilayah antara Kabupaten Sragen dan Kabupaten Boyolali. Fungsi dari Waduk Kedungombo adalah sebagai sarana irigasi, PLTA, penyedia air baku, dan perikanan. Permasalahan dari Waduk Kedungombo adalah inflow yang terlalu besar pada musim penghujan sehingga langsung melimpas melalui spillway, dan pada musim kemarau pada tahun 2003, PLTA Kedungombo berhenti beroperasi karena debit air yang menurun drastis. Penelitian ini dilakukan dengan metode distribusi frekuensi yaitu dengan melakukan simulasi pola operasi waduk untuk meningkatkan produksi listrik PLTA Kedungombo. Simulasipolaoperasiwadukdilakukandenganmenggunakaninflow andalan (Q80) danaplikasisimulasidenganmenggunakaninflow eksistingpadatahun 2005-2012 untukmengetahuipeningkatanproduksilistrik yang terjadi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji kemungkinan peningkatan manfaat produksi listrik di PLTA Kedungombo. Hasil dari simulasi pola operasi dengan menggunakan inflow andalan (Q80) menghasilkan produksi listrik rata-rata per 15 harian sebesar Rp 625.520.000,- atau sebesar Rp 15.012.590.000,- per tahun. Pada aplikasi inflow eksisting di tahun 2005-2012, didapatkan peningkatan energi listrik rata-rata sebesar 14,59 GWh per tahun dan peningkatan produksi listrik sebesar Rp 14.046.480.000,- per tahun.
STUDI PERBANDINGAN BEBERAPA RUMUS EMPIRIS PARAMETER KUAT GESER (Cu Dan ?) DARI NILAI N-SPT Firman Nugraha; Niken Silmi Surjandari; Amirotul Musthofiah Mufidah
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 3 (2014): September 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.29 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v2i3.37421

Abstract

Data tanah sangat diperlukan dalam perencanaannamun adakalanya data tidak cukup, untuk itu diperlukan interpretasi parameter tanah yang diperoleh dari upaya korelasi melalui grafik yang ada sehingga menghasilkan rumus korelasi. Tetapi rumus empiris yang biasa dipakai selama ini dibuat oleh para ahli tanah yang sebagian besar berasal dari luar Indonesia.Penelitian ini menggunakan data sekunder dari tanah di wilayah Surakarta dan sekitarnya dengan memanfaatkan data tanahdari laboratorium mekanika tanah Universitas Sebelas Maret dan intansi yang terkait. Penelitian ini akan menganalisa data tanah dengan menggunakan persamaan regresi antara parameter kuatgeser tanah yang terdiri dari nilai Cu dan nilai ? dengan nilai N-SPT. Adapun rumus pembanding antara Cu dengan N-SPT oleh Terzaghi & Peck (1967), serta persamaan antara ?dengan N-SPT dari persamaan Hanson dan Thornburn (1989). Persamaan regresi linier sederhana yang didapat untuk nilai kohesi Cu = 10.76 N-SPT dan persamaan regresi polynomial yang didapat untuk nilai sudut geser ? = 4.219 + 1.331N-SPTcor - 0.0059N-SPT2cor. Dalam uji validitas persamaan regresi linier sederhana dan Persamaan Terzhagi & Peck (1967) dengan data Culab keduanya menunjukan hasil R2= 0.808. Sedangkan Persamaan regresi non linier polynomial dengan data ?lab menunjukan hasil R2 = 0.845 dan Persamaan Hanson dan Thornburn (1989) dengan data ?lab menunjukan hasil R2 = 0.923, untuk komparasiantarapersamaanregresilinier sederhana dengan persamaan Terzaghi & Peck (1967) kedua persamaan sejajar serta mengalami kenaikan tetapi dengan kelandaian berbeda akan tetapiberperpotongan, sedangkan persamaanregresi non linier polynomial dengan persamaan Hanson &Thornburn (1989) menunjukan keduapersamaanberpotonganpadasaatnilai N-SPT 22.5 . Pada saat nilai N-SPT 5 sampai 22.5 garis polynomial persamaan regresi berada dibawah persamaan Hanson dan Thornburn (1989) akan tetapi setelah nilai N-SPT 22.5 persamaan Hanson dan Thornburn (1989) mengalami penurunan sehingga garis polynomial persamaan Hanson dan Thornburn (1989)berada berada dibawah garis persamaan regresi.
KAJIAN KUAT TEKAN, MODULUS ELASTISITAS, KUAT LEKAT DAN KUAT TARIK BETON MEMADAT SENDIRI TERHADAP BETON NORMAL Agus Setiya Budi; Endah Safitri; Tyas Annisaa
Matriks Teknik Sipil Vol 9, No 3 (2021): September
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.352 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v9i3.54477

Abstract

AbstrakBeton memadat sendiri merupakan sebuah perkembangan teknologi dari beton normal. Kemudahan dalam pekerjaan Beton memadat sendiri disebabkan oleh adanya penambahan admixture berupa superplasticizer. Penambahan superplasticizer dapat berguna untuk mengatur tingkat kekentalan/viskositas beton dengan mengurangi jumlah pemakaian air sampai 30%. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai kuat tekan, modulus elastisitas, kuat lekat serta perbandingan kuat tarik langsung dengan kuat tarik belah beton memadat sendiri yang kemudian dibandingkan dengan beton normal. Benda uji yang akan digunakan berjumlah 3 buah untuk masing-masing variasi dengan bentuk dan ukuran yang berbeda pada tiap pengujian, yaitu pengujian kuat tekan dan tarik belah berupa silinder diameter 15 cm dan tinggi 30 cm, pengujian kuat lekat menggunakan batang baja polos diameter 12 mm yang ditancapkan pada silinder diameter 15 cm dan tinggi 30 cm, dan uji kuat tarik langsung berupa balok berukuran 10 x 10 x 25 cm dengan coakan di tengah benda uji. Pengujian dilakukan saat umur beton mencapai 28 hari. Dari pengujian akan didapatkan nilai kuat tekan, modulus elastisitas, kuat lekat serta perbandingan kuat tarik langsung dengan kuat tarik belah beton memadat sendiri dan beton normal. Berdasarkan hasil perhitungan dari pengujian didapatkan bahwa nilai kuat tekan beton memadat sendiri lebih kecil dari beton normal yakni sebesar 28,01 MPa untuk beton SCC dan 30,09 MPa. Pada perhitungan pengujian kuat lekat didapatkan beton memadat sendiri memiliki nilai kuat lekat yang lebih besar daripada beton normal yaitu 0,8431 MPa untuk beton memadat sendiri dan 0,4753 MPa untuk beton normal. Sedangkan untuk pengujian kuat tarik didapatkan f’ct/ct untuk beton memadat sendiri adalah 97% dan 82% untuk beton normal. Kata kunci: beton memadat sendiri, kuat tekan, kuat tarik, kuat lekat.
ANALISIS KARAKTERISTIK DAN INTENSITAS HUJAN KOTA SURAKARTA Syifa Fauziyah; Sobriyah Sobriyah; Susilowati Susilowati
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2013): Juni 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.819 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v1i2.37551

Abstract

Dalam pengembangan Daerah Aliran Sungai (DAS) dan perancangan berbagai bangunan keairan data masukan hujan sangat penting. Data tersebut diantaranya intensitas hujan, durasi, dan frekuensi yang disajikan dalam bentuk kurva intensitas durasi frekuensi (IDF). Kurva IDF mempermudah menganalisis debit banjir sehingga dapat digunakan untuk merencanakan bangunan keairan pengendali banjir seperti saluran, drainase, tanggul dan bangunan drainase lainnya di Kota Surakarta. Tujuan penelitian ini adalah melihat karakteristik hujan Kota Surakarta, membuat kurva IDF dan mengetahui kelayakan kurva IDF yang telah dibuat. Stasiun yang dipakai dalam penelitian antara lain Ngemplak 1, Colomadu, Pabelan, Mojolaban128D, dan Grogol 67B dari tahun 1990-2011. Dari data yang ada di lima stasiun diketahui bahwa analisis hujan wilayah dari data hujan harian dan tahunan maksimum pada 15 tahun terakhir cenderung naik. Kurva IDF dibuat dengan beberapa metode dan dipilih metode Sherman karena mempunyai standar deviasi terkecil. Kala ulang yang dipilih adalah 2,5,10,25, dan 50 tahun. Perhitungan debit banjir dari intensitas hujan yang dihasilkan dari kurva IDF menyatakan bahwa kurva IDF hanya dapat digunakan pada kala ulang 5 dan 10 tahun saja, jika diuji kesamaannya dengan hasil penelitian yang lain.
ANALISIS DATA RUNTUN WAKTU DEBIT MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN DI DAS WURYANTORO PADA AWLR KECAMATAN WURYANTORO Heri Eko Prasetyo; Rintis Hadiani; Setiono Setiono
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 2 (2014): Juni 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.768 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v2i2.37437

Abstract

Artificial Neural Network (ANN) is a technology that was developed based on the principle of biological neural networks in humans, can betrained to predict what will happen future based on patterns occurrence existing in the past. ANN has the ability to remember and make ageneralization of what has happened before. Artificial neural networks can train the network to get the balance between the ability of the networkto recognize patterns (historical data) are used for training as well as the network's ability to respond correctly to the input patterns are similar (butnot the same) to the pattern used during training. The purpose of this study was to determine the best number of input patterns using neuralnetworks, back propagation architecture.This research method using quantitative descriptive methods with techniques of data collection sources or agencies related to the research data usedare secondary data. Stages of the research carried out by preparing the data discharge in the year 2001-2012. For the simulation of discharge datausing Artificial Neural Networks (ANN) backpropagation with the help of MATLAB software.The results showed that the number of input pattern is best with the input pattern data input discharge 8 years. The best simulation results aresimulated discharge data with the data input discharge 8 years with the data output discharge 8 years. Reliability of simulation results only reaches64.68%, the simulation results have a fairly good result level of reliability and 95 % Confidence qualify, but the parameter of the model need to bemodified to apply to apply to other watersheds.
POTENSI KEMBANG SUSUT TANAH EKSPANSIF DI WILAYAH SOLO RAYA (Studi Kasus di Trucuk, Pedan, dan Nogosari) Siti Nurlita Fitri; Niken Silmi Surjandari; Noegroho Djarwanti; Yusep Muslih Purwana; Bambang Setiawan; Harya Dananjaya; Brilian Budi Prakosa
Matriks Teknik Sipil Vol 9, No 4 (2021): Desember
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1453.98 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v9i4.55171

Abstract

Expansive soil has commonly found in several areas around infrastructure projects such as; highways, irrigation systems, buildings, and bridges. The behavior of expansive soils affects the strengths and durability of the upper structure. The main characteristic of expansive soil is the swell-shrinkage influenced by water content. Moreover, the negative trait harms the structure. For example,  the cracks of the highway pavement and building wall and differential settlements in bridges abutment are the damage phenomena caused by expansive soil. The soil spread in several area near Surakarta residency namely Nogosari, Boyolali , Cawas Pedan, Klaten Regency, Bendosari Gentan, Sukoharjo and Purwodadi. Therefore, these areas have high vulnerability damage of Expansive soil. The study for determining and collecting data on the potential for shrinkage, which is a characteristic of expansive soil, is necessary conduct. This research aims to identify the swell-shrinkage potential in laboratory tests. The test had carried out with property index(water content and Atterberg limit) following code standards (SNI and ASTM). The liquid limit values for the Trucuk, Padan, and Nogosari areas are 84.75%, respectively; 73.56% and 49.05%. The plasticity index values for the Trucuk, Padan, and Nogosari regions are as follows: 66.97%; 45.72%; and 28.74%. Activity (AC) values for the 3 Pedan, Trucuk, and Nogosari locations are as follows: 1.61; 1.67; and 1.28. The value results are based on laboratory tests output, were 3 locations in the Klaten area, namely Trucuk, Pedan, and Nogosari. In summary, the zones have high susceptibility area damage by expansive soil. The result of this study is expected to be preliminary mapping guidance surround the Surakarta Residency