cover
Contact Name
Halwan Alfisa Saifullah
Contact Email
halwan@ft.uns.ac.id
Phone
+6282133085744
Journal Mail Official
halwan@ft.uns.ac.id
Editorial Address
Matriks Teknik Sipil Gedung IV lt. 1 Jurusan Teknik Sipil Jl. Ir. Sutami 36A Surakarta Jawa Tengah - Indonesia 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Matriks Teknik Sipil
ISSN : 23548630     EISSN : 27234223     DOI : -
Matrik Teknik Sipil adalah open access journal yang mempublikasikan penelitian di bidang struktur, hidrologi, transportasi, geoteknik dan management proyek. Matriks Teknik Sipil diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret. Jurnal ini menyediakan open access yang pada prinsipnya membuat riset tersedia secara gratis untuk publik dan akan mensupport pertukaran pengetahuan global terbesar.
Articles 953 Documents
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT GALVANIS DAN SERBUK KACA TERHADAP KUAT TEKAN, MODULUS OF RUPTURE, DAN KETAHANAN KEJUT (IMPACT) BETON Slamet Prayitno; Sunarmasto Sunarmasto; Ma'sum Budi Prakoso
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 3 (2016): September 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v4i3.37089

Abstract

Kemajuan pengetahuan dunia konstruksi tentang teknologi beton memungkinkan dilakukan penelitian untuk mendapatkan produk-produk konstruksi yang lebih baik. Beton yang baik memungkinkan untuk dibangunnya struktur-struktur besar baik yang berupa gedung-gedung bertingkat maupun sarana transportasi. Penelitian telah dilakukan dan salah satunya adalah dengan penggantian sebagian semen dengan serbuk kaca karena kandungan dalam serbuk kaca dimanfaatkan sebagai filler, selain itu menambahkan serat kawat galvanis pada beton segar akan memberikan kontribusi terhadap perbaikan karakteristik beton. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggantian sebagian semen dengan serbuk kaca dan penambahan serat kawat galvanis terhadap kuat tekan, modulus of rupture dan ketahanan kejut (impact). Metode yang digunakan adalah metode eksperimen yang dilaksanakan di laboratorium Bahan UNS. Benda uji berbentuk silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm untuk pengujian kuat tekan, Benda uji berbentuk kubus dengan dimensi 10 x 10 x 50 cm untuk pengujian modulus of rupture dan Benda uji berbentuk silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 5 cm untuk pengujian ketahanan kejut (impact). Benda uji masing-masing berjumlah 3 buah untuk 1 variasi kadar serbuk kaca. Persentase serbuk yang digunakan adalah 0%; 2%; 4%; 6%; dan 8%. Pengujian menggunakan alat Compression Testing Machine untuk pengujian kuat tekan, Loading Frame untuk modulus of rupture dan Impact Drop Weight untuk pengujian ketahanan kejut (impact). Perhitungan analisis menggunakan bantuan program Microsoft Excel. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kadar penggantian sebagian semen dengan serbuk kaca dari 4% - 4,3% memberikan nilai optimum dari kuat tekan, modulus of rupture, dan kuat kejut masing-masing sebesar: 44,4587 MPa; 2,9275 MPa; 3625,709 J (pada saat retak pertama); 4186,995 J (pada saat runtuh total).
ANALISIS TEGANGAN DENGAN METODE ELEMEN HINGGA PADA SPILLWAY BENDUNGAN DENGAN PENGGANTIAN BENTUK MERCU Haslindar, Yoga Sabraina; Supriyadi, Agus; Muttaqien, Adi Yusuf
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2015): Maret 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v3i1.37331

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki dua musim yaitu musim penghujan dan musim kemarau. Air melimpah pada musim penghujan dan sangat sedikit ketika kemarau. Sehingga dalam pada bendungan harus di disain sedemikian sehingga dapat menampung air untuk digunakan pada musim kemarau dan harus dapat mengalirkan air yang berlebihan ketika musim pennghujan. Penggantian bentuk mercu spillway adalah salah satu cara untuk meningkatkan debit aliran mercu pelimpah. Penelitian ini meneliti tegangan dalam struktur bangunan spillway dengan penggantian bentuk mercu spillwayogee dengan bentuk mercu trapesoid pada bendungan Jatibarang, Semarang, Jawa Tengah. Dikarenakan bentuk mercu trapesoid yang tidak prismatis pada arah longitudinal sehingga analisis yang dilakukan dengan Metode Elemen Hingga, menggunakan elemen solid 3D. Dari hasil analisis Metode Element Hingga menggunakan program SAP2000 didapat peningkatan tegangan akibatpenggantian bentuk mercu spillway untuk tegangan normal arah S11 terjadi peningkatan pada kisaran 0% - 43366,93%, S22 pada kisaran 0% - 32767,74% dan pada arah S33 dalam kisaran 0 - 132349,32%, angka tersebut pada segmen dasar mercu spillway. Pada segmen badan spillway dan dasar spillway peningkatan tegangan normal pada semua arah akan semakin berkurang
Pengaruh Penambahan Serat Bendrat dan Bahan Tambah Bestmittel Pada Beton Mutu Tinggi Terhadap Kuat Geser Balok Beton Bertulang. Slamet Prayitno; Supardi Supardi; Nuril Huda
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v5i1.36976

Abstract

Pembangunan dibidang struktur mengalami perkembangan yang sangat pesat. Struktur beton bertulang merupakan salah satu struktur yang sangat diandalkan kekuatannya saat ini dan banyak dimanfaatkan pada pembangunan gedung-gedung tinggi, jembatan dengan bentang panjang, tower dan sebagainya. Struktur demikian membutuhkan beton mutu tinggi dengan kuat tekan lebih besar dari 6000 Psi atau 41,4 MPa yang digunakan untuk menopang komponen struktur. Dengan demikian perlu adanya peningkatan mutu beton dengan langkah menambahkan serat pada beton segar, maka dipilihlah bahan tambah serat bendrat yang berasal dari bahan limbah proyek atau daur ulang yang tidak bermanfaat, untuk dimanfaatkan kembali sebagai bahan tambah yang bertujuan meningkatkan kuat tekan beton. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan serat bendrat dengan bahan tambah bestmittel terhadap sifat-sifat mekanik beton berupa kuat tekan dan kuat geser. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen yang dilaksanakan di laboratorium Bahan UNS. Benda uji berbentuk silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm untuk pengujian kuat tekan,8 cm x 12 cm x 100 cm untuk pengujian kuat geser. Benda uji masing-masing berjumlah 3 buah untuk 1 variasi kadar penambahan serat bendrat. Persentase serat bendrat yang digunakan adalah 0%; 0,5%; 1%; 1,5%; dan 2%. Pengujian menggunakan alat CTM (Compression Testing Machine) untuk kuat tekan dan BTM ( Bending Testing Machine ) untuk kuat geser. Hitungan analisis menggunakan bantuan program Microsoft Excel. Dari hasil penelitian diperoleh peningkatan nilai kuat tekan beton, menurut grafik polynomial dapat disimpulkan bahwa, ada kenaikan nilai kuat tekan beton dengan penambahan serat bendrat, hingga mencapai optimum yaitu pada kadar bendrat 1,067% sebesar 58,53 MPa dari beton biasa tanpa campuran. Menurut hasil regresi terhadap hasil analisa perhitungan diperoleh : Nilai kuat geser maksimal berdasarkan pengujian adalah pada kadar 1,21% (BL-1%) sebesar 21,88 kN. Nilai kuat geser maksimal analisis berdasarkan SNI adalah pada kadar 1,07% (BL-1%) sebesar 9,67 kN.
SEDIMENTASI DI DAS BAH BOLON AKIBAT TATA GUNA LAHAN Mahawati, Fibria Intan; Suyanto, Suyanto; Hadiani, Raden Rintis
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2015): Juni 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v3i2.37218

Abstract

Erosi menjadi peran terpenting dalam menyebabkan terjadinya sedimentasi. Butiran tanah yang terbawa oleh tenaga air hujan akan mengendap di sungai sehingga pendangkalan sungai dapat terjadi. Demikian pula yang terjadi di Daerah Aliran Sungai Bah Bolon, akibat dari penggunaan lahan yang tidak terkontrol dengan baik menyebabkan pendangkalan pada sungai tersebut. Oleh karena itu telah dilakukanlah analisis mengenai "Sedimentasi di DAS Bah Bolon Akibat Tata Guna Lahan" yang bertujuan untuk mengoptimalkan upaya pengelolaan daerah aliran sungai dengan meninjau kondisi erosi dan sedimentasi pada DAS tersebut. Penelitian ini menggunakan metode USLE dan MUSLE dalam memprediksi volume dan laju erosi beserta volume sedimentasi. Dan untuk mempermudah dalam memahami penelitian ini, peneliti menambahkan visualisasi berupa pemetaan kriteria erosi pada tahun 2000-2012. Dari hasil penelitian yang dilakukan di DAS Bah Bolon diperoleh rata-rata volume erosi pada tahun 2000-2012 sebesar 80538,0491 ton/tahun. Begitu pula dengan laju erosi yang terjadi pada tahun 2000-2012 sebesar 6,10 ton/ha/tahun. Sedangkan untuk perhitungan rata-rata sedimentasi pada DAS Bah Bolon terdapat 7293,6713 ton/tahun pada tahun 2000-2012 dengan nilai Nisbah Pelepasan Sedimen (SDR) sebesar 9,1%. Dan dalam pemetaan kriteria erosi dijelaskan bahwa pada DAS Bah Bolon, kriteria erosi tergolong menjadi 2 kelas yaitu kelas sangat ringan (<15 ton/ha/tahun) dan kelas ringan (15-60 ton/ha/tahun). Pemetaan sedimentasi diambil dari perhitungan MUSLE pada tahun 2000-2012 berdasarkan penggunaan lahan dengan volume sedimentasi terbesar terjadi di kawasan semak belukar dan tegalan.
Kajian Kuat Tekan, Kuat Tarik Belah, dan Modulus Elastisitas pada High Volume Fly Ash (HVFA) dengan Kadar Fly Ash 50%, 60%, dan 70% terhadap Beton Normal Agus Setiya Budi; Bambang Santosa; Mochamad Ari Widodo
Matriks Teknik Sipil Vol 9, No 4 (2021): Desember
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v9i4.54787

Abstract

Dalam era ini, penggunaan beton sering digunakan pada bidang kontruksi bangunan. Dengan banyaknya pembangunan memberikan dampak pada lingkungan karena emisi udara CO2 dari industri semen. Alternatif dalam mengatasi masalah ini dengan memanfaatkan material fly ash yang dikombinasikan dengan semen. Fly ash yang tinggi atau lebih dari 50% pada campuran beton dikenal dengan sebutan High Volume Fly Ash (HVFA). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa pengaruh dari kadar fly ash 50%, 60%, dan 70% terhadap nilai kuat tekan, kuat tarik belah, dan modulus elastisitas dibandingkan dengan beton normal. Benda uji uang digunakan dalam penelitian ini berbentuk silinder dengan ukuran 30x15 cm. Pengujian pada beton dilakukan dengan menggunakan alat Compression Testing Machine (CTM) pada umur beton 28 hari. Berdasarkan hasil penelitian untuk beton HVFA dengan kadar 50%, 60%, dan 70% memiliki nilai kuat tekan sebesar 30,37 MPa, 28,11 MPa, dan 19,81 Mpa. Untuk nilai kuat tarik belah masing-masing memiliki nilai sebesar 3,72 MPa, 2,70 MPa, dan 2,33 MPa. Sedangkan untuk nilai modulus elastisitas menggunakan standar perhitungan ASTM C-469 sebagai perhitungan, masing-masing memiliki nilai sebesar 28683,00 MPa, 14081,67 MPa, dan 21848,67 MPa.
PERILAKU RANGKAK PADA BALOK LAMINATED VENEER LUMBER (LVL) KAYU SENGON Muhammad Nashirudin; Achmad Basuki; Agus Supriyadi
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 1 (2016): Maret 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v4i1.37105

Abstract

Permintaan kayu sebagai material konstruksi umumnya dipenuhi dari penebangan dengan kualitas baik dan umur kayu yang cukup tua, sehingga kayu yang mempunyai kualitas baik semakin berkurang karena kecepatan pertumbuhan kayu tidak sebanding dengan kecepatan penebangan dan pemanfaatan kayu. Salah satu alternatif untuk mengatasi masalah tersebut, yaitu penggunaan Laminated Veneer Lumber (LVL) dari kayu sengon. Kayu sengon merupakan kayu yang masa panennya singkat yaitu 5-10 tahun sehingga dapat terjamin ketersediaannya. Struktur bangunan kayu yang dibebani selama jangka waktu lama akan terjadi penurunan kekuatan yang disebabkan oleh rangkak. Rangkak merupakan pertambahan defleksi yang terjadi pada suatu komponen struktural yang dipengaruhi oleh waktu, oleh karena itu diperlukan adanya penelitian dengan memperhatikan lama pembebanan yang berpengaruh terhadap kekuatan kayu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku rangkak dan nilai faktor rangkak LVL kayu Sengon. Hasil pengujian ini adalah nilai faktor rangkak yang dapat digunakan untuk memprediksi defleksi pada rentang waktu yang lebih lama. Penelitian ini dilakukan menggunakan benda uji sebanyak 54 buah balok LVL dari kayu sengon yang terdiri dari 6 dimensi penampang yang berbeda dan 3 jenis pembebanan. Pengujian rangkak dilakukan dengan memberi beban ditengah bentang selama 7 hari di dalam ruangan. Hasil penelitian adalah nilai faktor rangkak yang dapat digunakan untuk perencanaan bangunan dengan bahan konstruksi kayu Sengon. Penelitian ini dapat memperkirakan struktur yang digunakan apakah aman atau tidak jika dibebani selama umur perencanaannya. Dari hasil nilai faktor rangkak disimpulkan bahwa dalam merencanakan struktur kayu, harus memperhitungkan kuat lentur dan lendutan yang terjadi selama masa pembebanan. Termasuk memperhatikan jenis kayu yang akan digunakan untuk pembangunan struktur karena perilaku struktur tiap kayu berbeda-beda.
PREDIKSI PASOK DAN KEBUTUHAN AIR SUNGAI CILIWUNG RUAS BENDUNG KATULAMPA-JEMBATAN PANUS DEPOK Slamet Rahman Raharjo; Mamok Suprapto; Adi Yusuf Muttaqien
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2016): Juni 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v4i2.36993

Abstract

Jakarta merupakan wilayah dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi. Kondisi ini menyebabkan kebutuhan air juga semakin besar. Sungai Ciliwung menjadi salah satu sumber air yang dapat diandalkan untuk memenuhi kebutuhan air di wilayah ini. Penelitian bertujuan untuk mengetahui debit yang bisa diandalkan di Sungai Ciliwung ruas Bendung Katulampa-Jembatan Panus Depok dan mengetahui kondisi water balance nya. Analisis prediksi kebutuhan air hanya mengacu pada kebutuhan domestik saja. Data hujan yang digunakan dalam penelitian ini adalah data hujan dari stasiun penakar hujan Gunungmas, Gadok, Katulampa, dan Cibinong. Data hujan selanjutnya diuji keabsahan/kepanggahannya menggunakan RAPS (Rescaled Adjusted Partial Sums) dan menghasilkan data yang panggah. Kebutuhan air domestik diperhitungkan berdasarkan kebutuhan bulanan dikalikan jumlah penduduk dengan besar kebutuhan per individu 100lt/hari. Debit andalan dalam penelitian ini dihitung berdasarkan data hujan yang ditransformasikan menjadi debit menggunakan bantuan software HEC-HMS. Parameter yang digunakan adalah standar lag sebesar 0,6 dan peaking koefisien sebesar 0,2. Debit andalan yang digunakan adalah 80% yang diperoleh dengan metode Weibull. Hasil analisis menunjukkan bahwa debit andalan rerata pada ruas Bendung Katulampa-Jembatan Panus Depok adalah berkisar antara 0.012-13.31 m3/dtk. Perkiraan besar debit tahun 2022 menggunakan model Thomas Fiering menghasilkan debit antara 0.26-23.01 m3/dtk. Dengan besar debit andalan tersebut menunjukkan kondisi neraca air mengalami kekurangan air terutama pada saat musim kemarau.
Kajian Kuat Kejut dan Keuletan Pada Beton Mutu Tinggi Memadat Mandiri Menggunakan Bahan Tambah Metakaolin dengan Variasi Perbandingan Alkali Aktivator Wibowo Wibowo; Endah Safitri; Mohammad Kamal
Matriks Teknik Sipil Vol 10, No 1 (2022): Maret
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v10i1.55561

Abstract

Inovasi campuran beton terus dilakukan seiring dengan kebutuhan akan kualitas konstruksi yang baik. Indonesia dengan kekayaan jenis material bahan konstruksi merupakan salah satu faktor pendukung untuk melakukan studi-studi akan potensi material tersebut sebagai pengganti semen. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh variasi perbandingan massa aktivator Na2SiO3:NaOH sebesar 0 (tanpa alkali), 1:2, 2:2, 3:2 dengan metakaolin 17,5% terhadap nilai kuat kejut dan keuletan beton mutu tinggi memadat mandiri (HSSCC). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimental. Digunakan benda uji beton silinder diameter 15 cm dengan tinggi 6 cm untuk pengujian kuat kejut dan beton balok dengan ukuran 40 cm x 10 cm x 10 cm untuk pengujian keuletan. Pengujian kuat kejut dilakukan dengan metode drop weight test oleh beban kejut, kemudian dilakukan pencatatan jumlah pukulan sampai benda uji runtuh dan perhitungan energi serapan setiap variasi beton. Pengujian keuletan dilakukan dengan metode pembebanan bertambah pada satu titik pembebanan menggunakan mesin UTM. Nilai keuletan merupakan luasan yang dihasilkan dari regresi hubungan beban dan lendutan yang dapat diterima benda uji sebelum retak. Pengujian dilakukan pada saat benda uji memiliki umur 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beton dengan perbandingan massa aktivator Na2SiO3:NaOH sebesar 2:2 mempunyai kuat kejut dan keuletan paling tinggi, berturut-turut dengan nilai 33207,3 Joule dan 1,3026 kNmm. Untuk itu penggunaan aktivator Na2SiO3:NaOH yang disarankan adalah 2/2 atau sebanding.Kata Kunci: HSSCC, metakaolin, Na2SiO3, NaOH, kuat kejut, keuletan.
PENGUJIAN MODEL HUBUNGAN PENGGUNAAN RUANG PARKIR SEPEDA DENGAN PENGGUNAAN WAKTU MAHASISWA DI KAMPUS UNS Ichsan Ali Fauzi; Dewi Handayani; Slamet Jauhari Legowo
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 1 (2016): Maret 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v4i1.37121

Abstract

Kebutuhan ruang parkir sepeda motor di kampus UNS sangat dipengaruhi oleh besar alokasi waktu yang digunakan mahasiswa di kampus. Hal ini telah diteliti oleh Asngad (2015) yang menyampaikan hubungan nilai penggunaan satu ruang parkir sepeda motor selama jam aktif (Y) dan durasi waktu kuliah (X1), durasi waktu menunggu antar jam perkuliahan (X2), durasi waktu kegiatan organisasi (X3) dan durasi waktu mengerjakan tugas di kampus (X4) sebagai Y=4,954-0,009X1-0,011X2-0,009X3-0,009X4 dengan R2 =0,799. Kondisi meminimalisir waktu tunggu antar jam kuliah, semestinya dapat direkomendasikan untuk seluruh fakultas yang ada di UNS, dengan catatan jika model yang didapatkan di Fakultas Teknik tidak berbeda dengan hasil yang diperoleh di fakultas lain. Untuk itu penelitian ini akan melakukan pengujian model yang diperoleh di Fakultas Teknik (FT) dengan hasil yang diperoleh di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).
PENGARUH PENYEMPITAN JALAN TERHADAP KARAKTERISTIK LALU LINTAS (STUDI KASUS : PEMBANGUNAN FLY OVER DI JALAN RAYA PALUR KM 7,5) Indraswari, Anisa Satrianingtyas; Sumarsono, Agus; Djumari, Djumari
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 4 (2014): Desember 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v2i4.37371

Abstract

Salah satu masalah transportasi adalah penyempitan jalan. Penyempitan jalan adalah suatu bagian jalan dengan kondisi kapasitas lalu lintas sesudahnya (down stream) lebih kecil dari bagian masuk (up stream). Penelitian ini berlokasi di Jalan Raya Palur km 7,5 Surakarta. Jalan Raya Palur harus melayani arus lalu lintas yang cukup besar. Oleh karena itu ruas jalan harus mampu beroperasi secara maksimal. Sedangkan saat ini sedang dilakukan pembangunan fly over yang menyebabkan penyempitan jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui arus maksimum, kerapatan maksimum dan kecepatan bebas pada jalan sebelum menyempit, jalan menyempit dan jalan setelah menyempit, untuk mengetahui hubungan antara arus, kecepatan dan kerapatan lalu lintas, untuk mengetahui nilai gelombang kejut pada penyempitan jalan. Penelitian dilakukan pada hari Senin dan Rabu, pada pagi hari jam 06.00-08.00 dan sore hari pada 16.00-18.00. Perhitungan berdasarkan metode linier greenshield. Berdasarkan analisis, arus maksimum terbesar terdapat pada penggal jalan sebelum penyempitan yaitu sebesar 3552,1909 smp/jam, kerapatan maksimum terbesar pada penggal jalan sebelum penyempitan yaitu sebesar 262,0429 smp/km, dan kecepatan bebas terbesar terdapat pada setelah penyempitan yaitu sebesar 30,9256 km/jam. Hubungan antara arus, kecepatan dan kerapatan menunjukkan hasil hubungan yang signifikan (nilai R2 > 0,6). Terdapat gelombang kejut pada waktu pagi hari dan sore hari baik pada hari Senin maupun Rabu.